0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Panduan Bilangan Pecahan dan Kelipatan

Diunggah oleh

REIHAN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Panduan Bilangan Pecahan dan Kelipatan

Diunggah oleh

REIHAN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

CATATAN MATEMATIKA

“SUMATIF AKHIR SEMESTER GANJIL”


BAB 2 & 3
BAB 2
Menjelaskan Bilangan Pecahan
Mengenal Pecahan
Bilangan pecahan : Merupakan banyaknya suatu kelompok tertentu terhadap
kelompok lain. Pecahan juga dapat diartikan bilangan
𝑎
dalam bentuk dimana a adalah pembilang dan b adalah
𝑏
penyebut. Bilangan pecahan di atas dinamakan pembilang
yang di bawah disebut penyebut.
3
Ket : 3 = Pembilang ( Benda yang di bicarakan )
6
6 = Penyebut ( Banyaknya keseluruhan benda )

2
Bagian di arsir/ diraster terhadap keseluruhan :
9
7
Bagian yang tidak diraster terhadap keseluruhan :
9
Keterangan : Angka 2 = Bagian diraster
Angka 7 = Tidak diraster
Angka 9 = Banyaknya seluruh potongan yang sama besar
3
6
= Di baca tiga per enam
1
Seperempat =
4
Satu Loyang pizza akan di bagi menjadi 8 bagian sama besar, sehingga besar
1
setiap potongnya adalah
8
Pecahan Senilai
Pecahan senilai : adalah pecahan yang mempunyai nilai sama, walaupun
angka yang digunakan berbeda. Dapat diperoleh dengan
cara mengalikan bilangan yang sama pada pembilang dan
penyebutnya.
Contoh :
3 9
1) =
5 15
3 9
jika pembilang dan penyebut dikalikan 3 maka akan menghasilkan
5 15
4 8
2) =
8 16
4 8
jika pembilang dan penyebut dikalikan 2 maka akan menghasilkan
8 16
Menyederhanakan Pecahan
Adalah mencari pecahan senilai dalam bentuk yang lebih sederhana atau
bilangan lebih kecil atau mengubah pecahan menjadi pecahan senilai yang
bentuknya paling sederhana.
Cara Mengerjakan : Membagi bilangan pembilang dan penyebut
pecahan dengan bilangan yang sama hingga paling
kecil atau keduanya tidak dapat di bagi lagi.
Contoh :
20 20∶2 10
= = Masih dapat di bagi lagi
24 24∶2 12
10 10∶2 5
= =
12 12∶2 6
Menghitung penjumlahan pecahan
1) Penjumlahan dengan penyebut sama
Cara : menjumlahkan pembilang sedangkan penyebut tetap
1 3 4 4 9 13
Contoh : + = = 2 + =
2 2 2 6 6 6
2) Penjumlahan dengan penyebut berbeda
Cara : menyamakan penyebutnya terlebih dahulu
1 4 3 4 7 1 2 4 2 6 3
Contoh : + = + = + = + = =
3 9 9 9 9 5 20 20 20 20 10
Notes : hasilnya disederhanakan, setiap pecahan hasilnya disederhanakan
paling sederhana lagi, tidak dapat dibagi lagi
Notes : Menghitung pengurangan pecahan sama seperti cara penjumlahan hanya
simbol operasi hitung yang diganti (-).
Menghitung Perkalian Pecahan
Cara : mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.
6 3 18 9
Contoh : x = disederhanakan menjadi
5 2 10 5
Menghitung Pembagian Pecahan
𝑎 𝑏 𝑎 𝑑 𝑎𝑥𝑑
Rumus : : = x =
𝑐 𝑑 𝑐 𝑏 𝑐𝑥𝑏
Proses :
a. Tukar posisi pada pecahan yang kedua atau di sebelah kanan pembilang
menjadi penyebut, penyebut menjadi pembilang
b. Ubah tanda yang semula (:) menjadi (x)
c. Lakukan perkalian biasa pembilang di kali dengan pembilang sedangkan
penyebut dengan penyebut
2 2 2 5 2𝑥5 10 5
Contoh : : = x = = =
3 5 3 2 3𝑥2 6 3
𝑎 𝑎 𝑏 𝑎 1 𝑎𝑥1 𝑏 𝑎 𝑏 𝑎 𝑐 𝑎𝑥𝑐
Rumus : = :b= : = x = atau a : = : = x =
𝑐 𝑐 1 𝑐 𝑏 𝑐𝑥𝑏 𝑐 1 𝑐 1 𝑏 1𝑥𝑏
Proses :
a. Setiap bilangan bulat di ubah menjadi bentuk pecahan dengan menambahka
𝑏
angka 1 sebagai penyebutnya.
1
b. Lakukan Langkah pembagian dan perkalian seperti materi sebelumnya
5 5 5 5 1 5𝑥1 5 1
Contoh : :5= : = x = = sederhanakan menjadi
8 8 1 8 5 8𝑥5 40 8
1 3 1 3 4 3𝑥4 12
3: = : = x = = = 12
4 1 4 1 1 1𝑥1 1
Pecahan Persen
Ciri-ciri : Selalu berpenyebut 100, persen dimulai dengan tanda/lambang = %
6
6% = enam persen =
100
1) Mengubah pecahan biasa menjadi persen
1 1 100
Contoh : caranya adalah x 100% = = 25%
4 4 4
4 4 100
caranya adalah x 100% = = 20 x 4 = 80%
5 5 5
2) Mengubah persen menjadi pecahan biasa
Dengan cara mengubah bentuk persen menjadi pecahan berpenyebut 100
kemudian disederhanakan menjadi pecahan yang paling sederhana.
Contoh :
20 20∶20 1
20% = = =
100 100∶20 5
3) Menghitung 10% dari Rp. 14.000
10 1
= x Rp. 14.000 = Rp. 1.400
100 10
4) Menghitung 25% dari Rp. 1.000.000
25 1.000.000 𝑥 25 25.000.000
x Rp. 1.000.000 = = = Rp. 250.000
100 100 100
Atau 1.000.000 dibagi 100 kemudian dikali 25
Soal cerita :
1) Sebuah toko menjual barang tempat pensil dengan harga Rp. 100.000. Jika
ada diskon sebesar 10%, maka pembeli harus membayar sebesar …..
10 1.000.000
Jawab : x 100.000 = = Rp. 10.000 = Rp. 100.000 – Rp. 10.000
100 100
= Rp. 90.000
2) Di sebuah kelas, terdapat 20 siswa. Setelah diadakan tes matematika,
diketahui 5 siswa berhasil mendapatkan nilai di atas 70. Maka persentase
siswa yang mendapatkan nilai di atas 70 sebesar ….. %
5
Jawab = 20 x 100 = 25%
Jadi, presentase siswa yang mendapatkan nilai di atas 70 adalah 25%.
3) Sebanyak 20% dari persediaan buah laku terjual setiap harinya. Berapa persen
buah yang tersisa dalam 4 hari ?
Jawab = setiap hari = 20% Dalam 4 hari = 4 x 20% = 80%
Sisa 4 hari = 100% - 80% = 20%
4) Seorang pedagang buah membeli satu kotak buah dari petani. Sebanyak 10%
dari buah kiriman para petani sudah busuk dan harus di buang. Jika 65% telah
laku terjual, berapa persen sisa buah pedagang tersebut ?
= 100%-10%-65% = 25%

Pecahan Desimal
Merupakan pecahan dari hasil pembagian suatu bilangan dengan 10,100, 1000 dst.
Menggunakan tanda (,) koma = 0,3 ; 0,12 ; 0,130
8,24 = dibaca delapan koma dua empat
1) Mengubah pecahan desimal menjadi pecahan biasa
𝑛
Rumus 0,n = ( satu angka di belakang koma)
10
𝑛𝑛
0,nn =
( dua angka di belakang koma)
100
𝑛𝑛𝑛
0,nnn = ( tiga angka di belakang koma)
1000
4 48 325 325 :25 13
Contoh : 0,4 = 0,48 = 0,325 = = =
10 100 1000 100 : 25 4

75 :25 3
0,75 = =
100 : 25 4
2) Mengubah pecahan biasa menjadi pecahan desimal : diubah penyebutnya
menjadi 10,100,1000.
2 2 2 4 1 1 25 25
= x = = 0,4 = x = = 0,25
5 5 2 10 4 4 25 100
150 150 5 750
= x = = 0,750
200 200 5 10000
125 230
= 1,25 = 2,30
100 100
Notes : Perkaliannya mencari penyebut 10,100,1000 dengan mengalikan
pecahan senilai yang sama pembilang dan penyebutnya.
Penjumlahan pecahan desimal
Gunakan cara bersusun seperti cara penjumlahan biasa namun pada desimal
menggunakan tanda koma.
13,45
4,73 +
18,18
Perkalian pecahan desimal
Tanda koma pada saat perhitungan di abaikan terlebih dahulu kemudian menentukan
posisi koma pada hasil perkalian sesuai banyak angka di belakang koma dari bilangan
yang dikalikan.
Contoh : 3,42
1,74 x
1368
2394
342 +
5,9508 dibelakang koma ada 4 angka
1,12
1,6 x
672
112 +
1,792 dibelakang koma ada 3 angka
Pembulatan dan penaksiran pecahan desimal
Syarat :

• Jika bilangan 5 atau 5 ke atas maka bilangan yang di depannya di tambahkan


1 dan bilangan yang di taksir di belakangnya hilangkan
• Jika 5 ke bawah maka bilangan di depannya tetap dan bilangan yang di
belakangnya menghilang.
Contoh :
1) Pembulatan 1 angka desimal di belakang koma (lihat angka ke dua setelah
koma)
98,63 ≈ 98,6
24,65 ≈ 24,7
12,328 ≈ 12,3
6,14 x 7,52 ≈ 6,1 x 7,5 = 45,75

2) Pembulatan 2 angka desimal (lihat angka ke tiga setelah koma)


2,436 ≈ 2,44
14,822 ≈ 14,82
0,256 ≈ 0,26
120,3227 ≈ 120,32

Soal Cerita :
Jumlah kelereng Rudi dan kakaknya ada 650 kelereng. Jika Kakak Bayu mempunyai
4
kelereng sebanyak dari jumlah kelereng Bayu. Berapa banyak kelereng mereka
9
masing-masing?
Jawab = a + b = 650
4 + 9 = 13
4
• x 650 = 200 (Kakak)
13
9
• x 650 = 450 (Rudi)
13
BAB 3
Kelipatan
bilangan-bilangan yang dapat dibagi habis bilangan tersebut. Pertambahan
penjumlahan dari bilangan tersebut.
Contoh : kelipatan dari 3 yaitu 3,6,9,12,… dst
Bilangan dari 14,21,28,35 yaitu kelipatan 7
Kelipatan dari 8 yaitu 8,16,24,32, 40… dst
Berikut ini yang merupakan kelipatan 2 yang lebih besar dari 16 adalah…
a. 20,22,24
b. 18,21,24
Jawabannya adalah a, karena b merupakan kelipatan 3 yang lebih besar
dari 16 sedangkan a merupakan kelipatan 2 yang lebih besar dari 16.
Empat bilangan berurutan yang habis dibagi 3 dan lebih besar dari 402 adalah
405,408,411,414.

Kelipatan Persekutuan
Kelipatan persekutuan adalah kelipatan-kelipatan yang sama dari bilangan-bilangan
yang ditentukan.
Contoh :
Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 6 dan 8
Kelipatan dari bilangan 6 adalah 6,12,18,24,30,36,42,48.
Kelipatan dari bilangan 8 adalah 8,16,24,32,40,48.
Bilangan kelipatan yang sama (Kelipatan persekutuan) dari 6 dan 8 adalah 24 dan 48

Faktor Bilangan
Adalah pembagi dari suatu bilangan yaitu bilangan-bilangan yang membagi habis
bilangan itu.
Contoh :
Tentukan faktor dari 60.
60
1 60
2 30
3 20
4 15
5 12
6 10

Jadi, faktor bilangan dari 60 adalah 1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60.


Faktor Persekutuan
Faktor-faktor yang sama dari bilangan -bilangan yang di tentukan,
24
1 60
2 30
3 20
4 15
32
1 32
2 16
4 8

Faktor dari bilangan 24 : 1,2,3,4,6,8,12, dan 24


Faktor dari bilangan 32 : 1,2,4,8,16, dan 32
Jadi, Faktor yang sama (Faktor Persekutuan) dari 24 dan 32 adalah 1,2,4, dan 8.

Bilangan Prima
Bilangan yang hanya memiliki dua faktor yaitu 1 dan bilangan itu sendiri.
Bilangan prima antara lain : 2,3,5,7,11,13,17,19,23,29, dst.
Faktor Prima
Semua faktor suatu bilangan yang termasuk bilangan prima.
Contoh :
Faktor dari bilangan 35 = 1,5,7, 35
35 = 5 x 7 berarti faktor primanya adalah 5 dan 7
Faktor dari bilangan 12 = 1,2,3,4,6, dan 12
Faktor Prima = 2 dan 3
Faktorisasi Prima
Merupakan cara menuliskan suatu bilangan yang termasuk bilangan prima dapat
menggunakan cara pohon faktor.
Contoh :
Faktorisasi prima dari 24

24 = 6 x 4 = 2 x 2 x 2 x 3 = 23 x 3

22 x 52 = 2 x 2 x 5 x 5 = 100
Faktor Prima dan Faktorisasi Prima dari 36

Faktor Prima 36 = 2 dan 3


Faktorisasi Prima 36 = 2 x 2 x 3 x 3

= 22 x 32
Faktor Prima dan Faktorisasi Prima dari 42

Faktor Prima 42 = 2, 3 dan 7


Faktorisasi Prima 42 = 2 x 3 x 7
Faktor Prima dan Faktorisasi Prima dari 120
Faktor Prima = 2, 3 dan 5
Faktorisasi Prima = 2 x 2 x 2 x 3 x 5

= 23 x 3 x 5
KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)
Adalah kelipatan persekutuan dari bilangan-bilangan tersebut yang nilainya paling
kecil,
Langkah-langkah menentukan KPK :
1) Menentukan faktorisasi prima
2) Kalikan semua faktor prima dari kedua bilangan
3) Jika ada faktor yang sama dengan pangkat berbeda, ambil faktor prima dengan
pangkat terbesar
Contoh :
Tentukan KPK dari 45 dan 15
45 15

5 9 3 5

3 3
Faktorisasi Prima dari 45 = 3² x 5
Faktorisasi Prima dari 15 = 3 x 5
KPK dari 45 dan 15 adalah 3² x 5 = 3 x 3 x 5 = 45

KPK dari 25 dan 30 menggunakan pohon faktorial

Faktorisasi prima 25 = 5²
Faktorisasi prima 30 = 2 x 3 x 5
Diperoleh KPK dari 25 dan 30 adalah 2 x 3 x 52 = 150
FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)
Faktor persekutuan dari bilangan-bilangan tersebut yang nilainya paling besar
Langkah-langkah :
1) Menentukan faktorisasi prima
2) Menentukan faktor persekutuan dari bilangan tersebut
3) Apabila pangkat dari faktor yang bersekutu mempunyai pangkat yang berbeda
maka yang digunakan adalah faktor persekutuan yang pangkatnya terkecil.
Contoh:
Tentukan FPB dari 20 dan 25.
75 35

3 2 7 5

5 5
Faktorisasi prima 75 = 3 x 5²
Faktorisasi prima 35 = 7 x 5
Jadi FPB dari 75 dan 35 adalah 5

Pelajari juga soal-soal yang telah di berikan ps/pr, Latihan buku cetak
dan contoh-contoh soal yang ada pada materi di atas.

SEMANGAT YA …
Tuhan Yesus Memberkati

Anda mungkin juga menyukai