MODUL AJAR
PENDIDIKAN PANCASILA
FASE C KELAS 5
Materi : Sejarah Lahirnya Pancasila
Disusun Oleh:
Desi Sintia
NIM. 200572530204
NO UKG.
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
PENDIDIKAN GURU SD
2025
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
INFORMASI UMUM MODUL
Nama Penyusun : Desi Sintia
Sekolah : SDN 175 Tanjakan
Jenjang/Kelas : SD / 5
Alokasi Waktu : 2 x (35 menit)
Tahun Pelajaran : 2025-2026
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Sub Materi : Sejarah Lahirnya Pancasila
Tangram Model : Problem Based Learning (PBL)
Pembelajaran
Nilai Karakter : Religius, Kreatif, Kolaboratif
Dimensi Profil Lulusan
1. Penalaran Kritis
2. Kreativitas
3. Kolaborasi
4. Komunikasi
Lintas Disiplin Ilmu
IPS
Praktis Pedagogis
1. Model : PBL
2. Metode : Penugasaan, Diskusi, Presentasi
3. Strategi : Menyesuaikan dengan respon siswa dan penguatan nilai religius
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu :
1. Menjelaskan secara singkat latar belakang perumusan Pancasila
2. Mengidentifikasi tokoh-tokoh penting dalam perumusan Pancasila
3. Menyebutkan isi Pancasila dengan benar
Capaian Pembelajaran :
Elemen Capaian Pembelajaran
Pancasila Peserta didik memahami kronologi Sejarah
kelahiran Pancasila; meneladani sikap para
perumus Pancasila dan menerapkan di
lingkungan Masyarakat; menghubungkan
sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu
kesatuan yang utuh, menguraikan makna
nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara,
pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan
negara
Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi :
Pembelajaran ini akan menggunakan pendekatan diferensiasi konten, proses, dan produk.
Diferensiasi Konten : Menyediakan berbagai sumber belajar (teks, Visual, Audio)
dengan Tingkat kompleksitas yang berbeda
Diferensiasi Proses : pilihan cara belajar dan aktivitas yang beragam (kelompok,
diskusi, kreasi)
Diferensiasi Produk : Memberikan pilihan cara siswa mendemonstrasikan
pemahaman mereka (presentasi, poster, cerita, simulasi)
Pemahaman Bermakna :
1. Pancasila adalah hasil perjuangan dan musyawarah luhur para pendiri bangsa :
Siswa memhami bahwa Pancasila bukan sekedar diberikan, melainkan lahir dari
proses pemikiran mendalam, perjuangan gigih, dan musyawarah mufakat para tokoh
penting bangsa Indonesia di Tengah keberagaman ini menekankan pentingnya
semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong dalam merumuskan dasar negara.
2. Pancasila adalah Dasar Negara yang mampu menyatukan keberagaman
Indonesia : Siswa mengerti bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
(Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan) adalah jawaban atas
kemajemukan bangsa Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai perekat dan pedoman
hidup yang relevan untuk seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang suku, agama,
ras, atau golongan.
3. Tanggal 1 Juni 1945 memiliki makna penting sebagai titik awal gagasan
Pancasila : Siswa memahami bahwa pidato Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 di
siding BPUPKI adalah momen adalah momen krusial Dimana gagasan mengenai
dasar negara Pancasila pertama kali dikemukakan secara resmi, yang kemudian
menjadi cikal bakal perumusan Pancasila secara utuh, menunjukkan pentingnya ide
dan gagasan besar dalam membentuk identitas bangsa.
Pertanyaan Pematik :
1. Siapa saja tokokh pahlawan yang kalian tahu berperan penting dalam merumuskan
dan mencetuskan ide tentang Pancasila?
2. Mengapa Pancasila dijadikan sebagai dasar negara Indonesia?
3. Kapan lahirnya Pancasila?
Kegiatan Pembelajaran :
Kegiatan Pembelajaran Alokasi
Waktu
Pendahuluan 10
1. Guru memberi salam, mempersilahkan peserta didik membaca doa Menit
sebelum pembelajaran
2. Menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan
kesiapan peserta didik dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik
dengan tepukan atau bernyanyi.
3. Menyanyikan lagu “ Garuda Pancasila ”
4. Ice Breaking ( Tepuk Semangat 2)
5. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini dan
menjelaskan kegiatan apa saja yang akan dilakukan
6. Guru memulai dengan pertanyaan pematik “ Anak-anak, kalian tahu kan
Lambang Negara kita? Mengapa itu penting bagi negara kita?”
(membuka diskusi singkat tentang dasar negara)
Kegiatan Inti : 50
1. Eksplorasi Materi Menit
Memberikan Skenario mendorong siswa untuk mencari tahu akar
masalah.
Skenario : “Bayangkan kalian adalah seorang tokoh muda yang turut
serta dalam sidang-sidang BPUPKI. Ada beragam usulan dasar negara
dari berbagai kelompok dengan latar belakang suku, agama, dan
ideologi yang berbeda. Bagaimana cara anda berkontribusi untuk
menemukan titk temu dan merumuskan dasar negara yang bisa diterima
dan mempersatukan seluruh rakyat Indonesia yang sangat majemuk,
demi mewujudkan kemerdekaan yang sejati?”
2. Pemahaman Mendalam & Koneksi (Deep Learning Principle)
o Memperkenalkan tokoh pemberani : Ir. Soekarno, M. Yamin,
Soepomo. 3 tokoh yang punya ide cemerlang untuk merumuskan
Pancasila, namun idenya tidak 100% sama.
o Sikap hebat para pendiri Bangsa : Fokus pada keberanian dan
kerelaan para pemimpin untuk bermusyawarah (berdiskusi
sampai menemukan jalan Tengah). Mereka mengesampingkan
kepentingan kelompok atau agamanya demi persatuan seluruh
Indonesia. Ini bukti nyata sikap toleransi dan gotong royong
yang luar biasa.
2. Aplikasi dan Kreativitas (Deep Learning Principle & Diferensiasi
Produk)
o Guru memberikan LKPD kepada setiap kelompok sesuai dengan
kelompok yang sudah ditentukan.
o Opsi 1: "Pohon Sejarah Pancasila" (Visual-Kinestetik)
Kelompok membuat poster berbentuk pohon. Akar: latar
belakang; Batang: proses BPUPKI, tokoh; Dahan/Daun:
butir-butir Pancasila; Buah: makna/pentingnya Pancasila.
o Opsi 2: "Drama Singkat Kelahiran Pancasila" (Auditori-
Kinestetik)
Kelompok membuat naskah dan memerankan adegan
singkat tentang perumusan Pancasila (misal: sidang
BPUPKI, pidato Soekarno, diskusi tokoh). Fokus pada
dialog dan ekspresi.
o Opsi 3: "Infografis Pahlawan Pancasila" (Teks-Visual)
Kelompok membuat infografis berisi profil singkat
beberapa tokoh perumus Pancasila. Fokus pada
kontribusi dan gagasan tokoh.
o Opsi 4: "Lagu/Puisi Pancasila" (Auditori-Kreatif)
Kelompok menciptakan lagu atau puisi sederhana tentang
kelahiran Pancasila, menekankan nilai-nilai persatuan
dan musyawarah.
o Waktu Pengerjaan: 15-20 menit. Guru berkeliling memberikan
bimbingan dan fasilitasi sesuai kebutuhan kelompok.
Penutup : 10 menit
1. Presentasi singkat
Setiap kelompok secara singkat mempresentasikan hasil karyanya ( 2-3
menit perkelompok). Guru memberikan apresiasi dan umpan balik
konstruktif
2. Refleksi dan Generalisasi ( Deep Learning Principle)
Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan :
“Apa pelajaran terbesar yang kalian dapat dari proses kelahiran
Pancasila ini?” (Mengarah pada nilai-nilai persatuan,
musyawarah, keberagaman)
“Mengapa penting bagi kita untuk memhami Sejarah Pancasila?”
“Bagaimana kitab isa menerapkan semangat kelahiran Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari ?”
Guru merangkum poin-poin penting : Pancasila lahir dari
perjuangan dan musyawarah para pendiri bangsa, mencerminkan
keragaman dan persatuan serta dasar negara yang harus kita jaga
dan amalkan.
3. Penugasan Lanjutan (Opsional)
Sebagai penguatan siswa dapat diminta menuliskan satu kalimat tentang
“Apa arti Pancasila bagiku?” di buku masing-masing.
Asesmen Penilain :
Asesmen Diagnostik : Melalui kegiatan aktivitas pengetahuan awal di pendahuluan
Asesmen Formatif :
o Observasi partisipasi siswa dalam diskusi kelompok dan jigsaw activity.
o Kualitas diskusi dan pertanyaan yang diajukan.
o Keterlibatan dalam pembuatan produk kelompok.
Asesmen Sumatif (dari Produk):
o Pohon Sejarah Pancasila: Ketepatan informasi, kreativitas, kejelasan
penyampaian.
o Drama Singkat: Kelancaran dialog, kesesuaian peran, pemahaman alur cerita.
o Jurnal Pahlawan: Kedalaman informasi, kelengkapan profil, originalitas.
o Lagu/Puisi: Kesesuaian tema, rima/irama, pesan yang disampaikan.
Rubrik penilaian sederhana dapat digunakan untuk setiap produk
Bandung, Juli 2025
Mahasiswa PPG
Desi Sintia
NIM. 200572530204
LAMPIRAN
BAHAN AJAR :
MATERI :
Lahirnya Pancasila
Materi "Lahirnya Pancasila" membahas tentang sejarah terbentuknya dasar negara kita, yaitu
Pancasila. Ini adalah hal yang sangat penting karena Pancasila adalah pedoman hidup
berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Mengapa Pancasila Penting?
Sebelum Indonesia merdeka, para pendiri bangsa berpikir keras tentang apa yang akan
menjadi dasar negara kita. Mereka ingin dasar negara yang bisa membuat semua rakyat
Indonesia, yang beragam suku, agama, dan budaya, bisa hidup rukun dan bersatu.
Tokoh-tokoh Penting
Ada beberapa tokoh penting yang berperan dalam perumusan Pancasila. Mereka adalah:
Ir. Soekarno
Mohammad Yamin
Prof. Dr. Soepomo
Para tokoh ini menyampaikan ide-ide mereka tentang dasar negara dalam sidang-sidang
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). BPUPKI
dibentuk pada tanggal 29 April 1945.
Tanggal Penting: 1 Juni 1945
Pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya tentang gagasan dasar
negara yang disebut Pancasila. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai Hari Lahir
Pancasila.
Isi Pancasila
Awalnya, Pancasila terdiri dari beberapa rumusan yang kemudian disempurnakan. Akhirnya,
pada tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila disahkan sebagai dasar negara Indonesia dengan
rumusan yang kita kenal sekarang, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kisah Kakek dan Pohon Pancasila :
Ilustrasi Utama:
Narasi Cerita:
Suatu sore yang cerah, Adi duduk di samping Kakek di bawah pohon beringin yang sangat
besar di halaman rumah. Pohon itu rindang sekali, akarnya mencengkeram tanah dengan
kuat, dan dahannya menjulang tinggi seolah menggapai langit.
"Kakek," kata Adi, "Pohon ini kuat sekali ya, tidak pernah roboh meskipun diterpa angin
kencang."
Kakek tersenyum, mengelus kepala Adi. "Iya, Nak. Pohon ini seperti negara kita, Indonesia.
Kuat dan kokoh karena punya 'akar' yang sangat kuat."
"Akar apa, Kek?" tanya Adi penasaran.
"Akar itu namanya Pancasila, Nak," jawab Kakek. "Dulu sekali, saat Indonesia baru mau
merdeka, para pahlawan kita berkumpul. Mereka adalah orang-orang hebat dari berbagai
suku dan agama, seperti Ir. Soekarno, Pak Mohammad Hatta, dan Pak Mohammad Yamin.
Mereka semua punya satu cita-cita: ingin Indonesia punya dasar yang kuat agar bisa berdiri
tegak dan adil untuk semua."
Adi membayangkan para pahlawan itu. "Mereka bertengkar tidak, Kek, karena beda
pendapat?"
Kakek tertawa kecil. "Pasti ada perbedaan pendapat, Nak. Seperti dahan-dahan pohon ini
yang tumbuh ke arah berbeda. Tapi, mereka semua punya niat yang sama: demi kebaikan
bangsa. Mereka berdiskusi, bermusyawarah dengan sabar, mendengarkan satu sama lain,
sampai akhirnya menemukan kesepakatan yang paling baik."
"Seperti kita kalau mau main bola, tapi ada yang mau main petak umpet, lalu kita
musyawarah ya, Kek?" Adi mencoba mengaitkan.
"Betul sekali! Itulah semangat musyawarah dan persatuan yang luar biasa," kata Kakek.
"Mereka tahu, meskipun berbeda, kalau bersatu, kita akan kuat. Akhirnya, pada tanggal 1
Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya tentang Pancasila. Itulah hari lahirnya ide
besar Pancasila, akar kuat negara kita."
"Jadi, Pancasila itu seperti akarnya pohon ini ya, Kek? Membuat kita semua kuat dan rukun?"
tanya Adi.
"Tepat sekali, cucuku," Kakek mengangguk. "Pancasila itu mengajarkan kita untuk percaya
kepada Tuhan, berbuat baik kepada sesama, bersatu meskipun berbeda, bermusyawarah untuk
mencapai mufakat, dan selalu berlaku adil. Nilai-nilai itulah yang membuat Indonesia bisa
tumbuh kuat dan rindang seperti pohon ini, melindungi semua rakyatnya."
Adi menatap pohon beringin itu, lalu memeluk Kakeknya erat. Ia merasa bangga dan
mengerti, bahwa Pancasila bukan hanya sekadar kata-kata, tapi adalah warisan berharga yang
lahir dari perjuangan dan semangat persatuan para pahlawan, agar Indonesia selalu kokoh dan
damai.
LKPD