0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan44 halaman

RKT SD Negeri 1 Karangwidoro 2025-2026

Diunggah oleh

28Rakagali Resda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan44 halaman

RKT SD Negeri 1 Karangwidoro 2025-2026

Diunggah oleh

28Rakagali Resda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA KERJA TAHUNAN

(RKT)
TAHUN 2025-2026

DISUSUN OLEH
LELA
KRISTANTI,
[Link]
KEPALA
SEKOLAH

DINAS PENDIDIKAN
SD NEGERI 1 KARANGWIDORO
KECAMATAN DAU
KABUPATEN
MALANG
JAWA TIMUR

LEMBAR PENGESAHAN

1
RENCANA KERJA TAHUNAN
(RKT) TAHUN 2024

SD NEGERI KARANGWIDORO
KECAMATAN DAU
KABUPATEN MALANG

Rencana Kerja Tahunan (RKT) SD Negeri 1 Karangwidoro


Kecamatan Dau Kabupaten Malang telah disusun sesuai mekanisme
Perencanaan Berbasis data (PBD) dan merupakan penjabaran dari
Rapor Pendidikan SD Negeri 1 Karangwidoro tahun 2022/2023 dan
2023/2024. Untuk selanjutnya RKT ini diimplementasikan pada
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2024 dan
tahun 2025, maka sebagai wujud legalitas RKT ini perlu pengesahan
dari pemangku kepentingan.

Karangwidoro, Juli
2024
Ketua Komite Kepala Sekolah
SD Negeri 1 Karangwidoro, SD Negeri 1
Karangwidoro,

Suprapto Lela
Kristanti,[Link]

NIP .1970062
31994102001

2
KATA PENGANTAR

Berkat rahmat dan karunia-Nya semata, kami telah dapat


menyusun rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah, yang akan
digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan program pendidikan.
Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah yang tertib dan teratur sangat
diperlukan untuk peningkatan kemampuan dalam pengelolaan
pendidikan di sekolah. Peningkatan tersebut akan berdampak positif,
yaitu makin meningkatnya efisiensi, mutu, dan perluasan pendidikan
dasar.
Program Kerja Kepala Sekolah ini disusun sebagai penyesuaian
dari Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang didasarkan pada rapor
pendidikan Sekolah, serta digunakan sebagai pedoman dalam
melaksanakan kegiatan operasional di sekolah, sehingga akan
memperlancar kerja Kepala Sekolah. Penyusunan Rencana Kerja
Tahunan Kepala Sekolah ini melibatkan unsur yang terkait, yaitu unsur
Kepala Sekolah, Guru, tendik dan Pengurus Komite Sekolah, yang
sebelumnya telah diuji kelayakannya.
Program Kerja Kepala Sekolah ini meliputi:
1. Pendahuluan
2. Profil dan Rapor Pendidikan
3. Perencanaan Berbasis Data (PBD)
4. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
5. Jadwal Kegiatan Tahunan
6. Penutup

Dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah ini,


kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari
kekurangan maupun kesalahan, namun demikian tentunya pasti masih
banyak terdapat kekurangan maupun kesalahan. Untuk itu kami sangat
berterima kasih apabila dari semua pihak sudi memberikan saran
maupun kritik, demi kelancaran tugas yang kami emban.
Akhirnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah mendukung kami, Pengawas SD, Ketua K3S
Kecamatan Dau yang telah banyak memberikan bimbingan dan
petunjuk demi kelancaran penyusunan program kerja ini. Terima kasih

3
Karangwidoro, Juli
2024
Kepala SD Negeri 1
Karangwidoro,

Lela
Kristanti,[Link]
NIP
19700623199
4102001

4
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN.........................................................................................................................
KATA PENGANTAR...............................................................................................................................
DAFTAR ISI.................................................................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................................................................................
A. Latar Belakang Masalah................................................................................................................
B. Dasar Hukum...................................................................................................................................
BAB 2 PROFIL DAN RAPOR PENDIDIKAN.........................................................................................
A. Profil Pendidikan...........................................................................................................................
B. Rapor Pendidikan.............................................................................................................................
BAB 3 PERENCANAAN BERBASIS DATA..........................................................................................
1. Identifikasi Masalah.......................................................................................................................
2. Refleksi.............................................................................................................................................
3. Benahi................................................................................................................................................
BAB 4 RENCANA KEGIATAN TAHUNAN..........................................................................................
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT).................................................................................................
B. Jadwal Kegiatan Tahunan...........................................................................................................
BAB 5 PENUTUP.......................................................................................................................................
A. KESIMPULAN..................................................................................................................................
B. REKOMENDASI..............................................................................................................................

5
BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu bagian yang sangat penting


dalam pembangunan sumber daya manusia, oleh sebab itu sebagai
upaya untuk meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan, maka
dipandang perlu adanya upaya yang dilaksanakan secara terencana,
terarah, dan terpadu untuk menyempurnakan kegiatan-kegiatan
sekolah , sehingga penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan lebih
optimal dan memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan
(stakeholders).
Upaya-upaya yang terus bergulir dalam rangka peningkatan
kualitas (quality) dan pemerataan kesempatan (equity) pendidikan
diantaranya melalui penerapan program wajib belajar 9 dan 12
tahun, standarisasi kurikulum, proses, ketenagaan, pembiayaan,
sarana/prasarana, kompetensi lulusan, penilaian, dan manajemen
dan pencitraan publik.
Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja
yang akan digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kerja
dalam waktu satu tahun yang akan datang. Rencana kerja tahunan
ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar untuk
mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan
menjadi lebih ringan dan ringkas dan juga mencari cara terbaik
untuk mencapai tujuan tersebut.
SD Negeri 1 Karangwidoro merupakan satuan pendidikan dasar
yang berlokasi di Desa Karangwidoro Kecamatan Dau Kabupaten
Malang yang memiliki pendidik dan tenaga kependidikan yang terdiri
dari 1 kepala sekolah, 6 guru kelas, 1 orang guru mata pelajaran
PJOK , 1 orang guru mata pelajaran pendidikan agama Islam, dan
1 orang tenaga kependidikan yaitu penjaga sekolah dan petugas
keamanan. SD Negeri 1 Karangwidoro mempunyai jumlah peserta

6
didik pada tahun pelajaran 2023/2024 adalah 180 siswa, sedangkan
untuk tahun pelajaran 2025/2026 adalah 177 siswa.
Pada tahun 2024 telah dilaksanakan asesmen nasional
berbasis komputer (ANBK) untuk siswa kelas V (lima) sejumlah 30
siswa. Hasil dari asesmen tersebut maka keluarlah profil pendidikan
yang menjadi laporan rapor pendidikan yang diperoleh melalui
platform rapor pendidikan. Rapor pendidikan inilah yang
memberikan gambaran nilai capaian siswa dari dimensi A, B, C, D
dan E yang selanjutnya oleh satuan pendidikan dasar dijadikan
acuan untuk membuat perencanaan baik rencana kerja tahunan
(RKT) maupun rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS).
Rencana Kerja Tahunan SD Negeri 1 Karangwidoro Tahun
2025 ini merupakan hasil dari proses identifikasi, refleksi dan
benahi (IRB) dari laporan rapor pendidikan tahun 2024 yang
merupakan hasil dari proses asesmen nasional tahun 2024 yang
terkenal dengan istilah ANBK.
Dalam laporan rapor pendidikan yang merupakan indikator
prioritas pendidikan dasar dan menengah meliputi: kemampuan
literasi, kemampuan numerasi, karakter, iklim keamanan sekolah
dan iklim kebhinekaan. Dari indikator prioritas tersebut dianalisis
berdasarkan nilai capaian yang diperoleh berdasarkan proporsi
kemampuan siswa. Selanjutnya dari nilai capaian tersebut dianalisis
melalui proses identifikasi, refleksi dan benahi (IRB) yang akan
menjadi dasar untuk perencanaan berbasis data (PBD).
Perencanaan Berbasis Data (PBD) adalah bentuk pemanfaatan
data pada platform Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi
satuan maupun dinas pendidikan maupun pemerintah daerah
terhadap mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk
mencapai peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang
berkesinambungan.
Perencanaan Berbasis Data (PBD) bertujuan untuk
memberikan perbaikan pembelanjaan anggaran serta pembenahan
sistem pengelolaan satuan pendidikan yang efektif, akuntabel dan
konkret. Selain itu, Perencanaan Berbasis Data (PBD) juga
disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan atau dinas
berdasarkan identifikasi masalah yang berasal dari data pada
platform Rapor Pendidikan, yang kemudian mendorong satuan
pendidikan dan dinas pendidikan untuk melakukan pembenahan
melalui penyusunan kegiatan peningkatan capaian berdasarkan hasil
identifikasi dan refleksi terhadap capaian di Rapor Pendidikan dan

7
kondisi lapangan. Terdapat 3 langkah sederhana dalam proses
Perencanaan Berbasis Data (PBD), yaitu Identifikasi, Refleksi, dan
Benahi (IRB) yang selanjutnya disebut RKT.

B. Dasar Hukum
1. Dasar Hukum perencanaan berbasis data diatur dalam PP No. 57
tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan ;
Pasal 28 berbunyi
● Perencanaan kegiatan Pendidikan bertujuan untuk peningkatan
kualitas proses dan hasil belajar secara berkelanjutan
berdasarkan evaluasi diri Satuan Pendidikan.
● Perencanaan kegiatan Pendidikan dituangkan dalam rencana
kerja jangka pendek dan rencana kerja jangka menengah.
Pasal 48 berbunyi:
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan terhadap:
a. pendidikan anak usia dini; dan b. pendidikan dasar dan
menengah.
● Evaluasi sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk
perluasan akses dan peningkatan mutu layanan Pendidikan
daerah sesuai kebutuhan Satuan Pendidikan dan program
Pendidikan.
2. Permendikbud Ristek No. 09 tahun 2022 tentang Evaluasi Sistem
Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Pendidikan Menengah.
Pasal 24 Berbunyi :
● Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah
berdasarkan profil pendidikan daerah.
● Evaluasi sistem pendidikan oleh Pemerintah Daerah dilaksanakan
terhadap:
a. Pendidikan Anak Usia Dini; dan
b. Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah. Pasal 26
berbunyi:
● Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Daerah
dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah sebagai bahan untuk
melakukan penyesuaian kebijakan dan perencanaan program
dalam rangka peningkatan akses, mutu, relevansi, dan tata

8
kelola penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan
kewenangannya.

Pasal 28
Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan oleh Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah dimanfaatkan oleh Satuan Pendidikan untuk:
 mengidentifikasi masalah pendidikan yang perlu
mendapatkan prioritas berdasarkan indikator dalam profil
Satuan Pendidikan atau profil program pendidikan kesetaraan;
 mendalami hasil identifikasi masalah pendidikan untuk
menemukan akar masalah dan merumuskan langkah
perbaikan; dan
 melakukan perencanaan program untuk mengatasi akar
masalah

9
BAB 2 PROFIL DAN RAPOR
PENDIDIKAN
A. Profil Pendidikan
Profil pendidikan adalah Laporan Komprehensif mengenai
layanan pendidikan sebagai hasil dari Evaluasi Sistem Pendidikan
yang digunakan sebagai landasan untuk peningkatan mutu layanan
pendidikan dan penetapan Rapor Pendidikan.
Profil Pendidikan terdiri dari indikator-indikator yang
merefleksikan delapan Standar Nasional Pendidikan dan mencakup
area yang berkaitan dengan input, proses, dan output pembelajaran

Gambar 1. Kerangka Profil Pendidikan

Gambar 2. Struktur Profil Pendidikan

B. Rapor Pendidikan
1. Pengertian
Rapor Pendidikan adalah Indikator terpilih Dari Profil

10
Pendidikan yang merefleksikan prioritas Kemendikbud Ristek yang
digunakan untuk menilai kinerja daerah dan satuan pendidikan.
Rapor Pendidikan diperoleh dari perbandingan nilai indikator antar
tahun.
Untuk mengetahui rapor pendidikan satuan pendidikan maka
Kepala sekolah atau pun admin sekolah dapat melihat dan
mengunduh rapor pendidikan melalui tautan
[Link] atau Platform rapor
pendidikan. Platform Rapor pendidikan adalah aplikasi berbasis web
yang menampilkan informasi Profil Pendidikan dan Rapor
Pendidikan. Platform Rapor Pendidikan dapat diakses oleh
pengguna yang memiliki akun belajar sesuai dengan
kewenangannya.

11
Pada rapor pendidikan terdapat indikator yang menjadi
prioritas pendidikan dasar diantaranya:
1) A.1 Kemampuan literasi
2) A.2 Kemampuan Numerasi
3) A.3 Karakter
4) D.4 Iklim Keamanan Sekolah
5) D.8 Iklim Kebhinekaan Sekolah.
Setelah melihat hasil dari Rapor Pendidikan, satuan
pendidikan dapat melakukan refleksi dan evaluasi atas kualitas dari
pendidikannya Selain itu hasil Rapor Pendidikan juga dapat
dijadikan sebagai dasar Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang
tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan dapat membantu
proses dan meningkatkan kualitas belajar mengajar satuan
pendidikan. Adapun tahapan dalam melakukan perencanaan
berbasis data (PBD) adalh dengan melakukan Identifikasi, Refleksi,
dan Benahi (IRB).
1) Tahapan proses identifikasi (memilih dan menetapkan masalah)
yang dilakukan oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai
berikut:
● Mengunduh data dari platform Rapor Pendidikan
● Merujuk kepada daftar indikator prioritas
● Menetapkan indikator rapor sebagai masalah yang akan
diintervensi.
2) Tahapan proses refleksi (merumuskan akar masalah) yang
dilakukan oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, dilakukan analisis
untuk mencari akar masalah
3) Tahapan proses refleksi (menentukan program dan kegiatan)
yang dilakukan oleh kepala sekolah melalui tahapan sebagai
berikut.
● Membuat program, dan
● menyusun kegiatan sebagai solusi untuk setiap akar masalah yang
ditetapkan
2. Rapor Pendidikan SD Negeri 1 Karangwidoro

DIMENSI A

Gambar 1. Dimensi A Tahun 2024

12
DIMENSI D

Gambar 2. Dimensi D Tahun 2024

Berdasarkan hasil analisis dari platform rapor pendidikan SD Negeri


1 Karangwidoro maka didapat data berikut ini:
1) Mutu Hasil Peserta Didik
Hasil belajar peserta didik bisa dilihat dari aspek kognitif dan
nonkognitif. Aspek kognitif diukur dari kemampuan literasi dan
numerasi peserta didik, sementara aspek non kognitif diukur dari
karakter dan perilaku yang sejalan dengan nilai Pancasila.
a) Kemampuan literasi peserta didik SD Negeri 1 Karangwidoro
Baik (75% peserta didik sudah mencapai kompetensi minimum)
artinya sebagian besar peserta didik telah mencapai batas
kompetensi minimum untuk literasi membaca.

13
b) Kemampuan Numerasi peserta didik SD Negeri 1 Karangwidoro
78,57% peserta didik sudah mencapai kompetensi minimum)
artinyaPersentase jumlah peserta didik yang telah mencapai kompetensi
minimum untuk Kemampuan Numerasi tahun ini 78,57%, naik 18,57 dari
tahun 2024 (persentase 60%).

c) Karakter peserta didik SD Negeri 1 Karangwidoro terbiasa


menerapkan nilai-nilai karakter pelajar pancasila yang
berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif dan
bernalar kritis serta berkebinekaan global dalam kehidupan
sehari hari. Nilai capaian Karakter Anda tahun ini 61, naik 1,05 dari
tahun 2024 (59,95).

2) Iklim Keamanan dan Inklusivitas di Satuan Pendidikan


Perasaan dan interaksi peserta didik di sekolah sangat
menentukan kualitas pembelajaran. Peserta didik yang merasa
tidak aman, misalnya karena mengalami perundungan atau
diskriminasi agama, ras, sosial ekonomi, atau kondisi fisiknya,
akan kesulitan dalam mengikuti pelajaran.
a) Iklim Keamanan SD Negeri 1 Karangwidoro memiliki
lingkungan satuan pendidikan yang aman, terlihat dari
kesejahteraan psikologis yang baik dan rendahnya kasus
perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan
penyalahgunaan narkoba. Satuan pendidikan dapat
mempertahankan kualitas warga satuan pendidikan dalam
mencegah dan menangani kasus untuk menciptakan iklim
keamanan di lingkungan satuan pendidikan.

14
b) Iklim Kebhinekaan SD Negeri 1 Karangwidoro mampu
menghadirkan suasana proses pembelajaran yang menjunjung
tinggi toleransi agama/kepercayaan dan budaya; mendapatkan
pengalaman belajar yang berkualitas; mendukung kesetaraan
agama/kepercayaan, dan budaya; serta memperkuat
nasionalisme.

c) Kesetaraan Gender SD Negeri 1 Karangwidoro menunjukkan


kualitas pembelajaran yang optimal ditunjukkan dengan
suasana kelas yang kondusif, dukungan afektif dan aktivasi
kognitif dari guru yang konstruktif.

15
3) Kompetensi GTK
Tingkat kompetensi GTK bisa dilihat dari proporsi GTK yang
bersertifikat dan nilai Uji Kompetensi Guru (UKG). Sementara
itu, jumlah kehadiran GTK di kelas bisa menggambarkan
bagaimana kinerja mereka sehari-hari. Tak hanya melihat
kondisi saat ini, kita juga perlu melihat potensi perkembangan
mutu dengan keikutsertaan GTK ke berbagai pelatihan dan
keterlibatan mereka menjadi GTK penggerak.

a) Nilai Uji Kompetensi Guru di SD Negeri 1 Karangwidoro


dengan rata-rata nilai UKG sudah baik.
16
b) Pengalaman Pelatihan guru di SD Negeri 1 Karangwidoro
telah berkembang dalam keikutsertaan guru dalam pelatihan.
c) Kehadiran Guru di Kelas terdiri dari: Kehadiran guru menurut
laporan murid dan Kehadiran guru menurut laporan kepala
sekolah
d) Proporsi GTK Penggerak di SD Negeri 1 Karangwidoro
baik KS/Wakil KS/KS Penggerak belum berasal dari guru
penggerak.
4) Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel
Dalam pelaksanaan dan pengembangan aktivitas, sekolah
penting untuk melibatkan warga sekolah (orang tua dan
peserta didik). Dari sisi pengelolaan dana, perlu diperhatikan
proporsi jenis belanja yang dilakukan, dan bagaimana tingkat
pemanfaatan TIK dalam melakukan perencanaan dan
pembelanjaan anggaran.

17
a) Partisipasi Warga Sekolah
Partisipasi warga sekolah terdiri dari: Partisipasi orang tua
dan Partisipasi murid
b) Pemanfaatan Sumber Daya Sekolah
Proporsi pemanfaatan sumber daya sekolah untuk
peningkatan mutu terdiri dari:
● Proporsi pembelanjaan peningkatan mutu guru dan tenaga
kependidikan
● Proporsi pembelanjaan non personil mutu pembelajaran
c) Pemanfaatan TIK untuk Administrasi
Pemanfaatan TIK di SD Negeri 1 Karangwidoro telah Tinggi
untuk pengelolaan anggaran yang terdiri dari:
● Proporsi pembelanjaan dana BOS secara daring
● Indeks penggunaan platform SDS sumber daya sekolah
- ketepatan waktu dan kelengkapan pelaporan

18
BAB 3 PERENCANAAN
BERBASIS DATA

Perencanaan Berbasis Data adalah bentuk pemanfaatan data


pada platform Rapor Pendidikan sebagai bentuk intervensi satuan
Pendidikan, dinas pendidikan maupun pemerintah daerah terhadap
mutu dan capaian pendidikannya dan bertujuan untuk mencapai
peningkatan serta perbaikan mutu pendidikan yang
berkesinambungan. Tahapan yang dilakukan oleh SD Negeri 1
Karangwidoro dalam Perencanaan Berbasis Data (PBD) dari rapor
pendidikan adalah sebagai berikut.

1. Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah artinya memilih dan menetapkan masalah
yang didapat dari rapor pendidikan SD Negeri 1 Karangwidoro
dengan tahapan sebagai berikut.
● Mengunduh Profil Pendidikan dari Platform Rapor Pendidikan.
● mempelajari indikator-indikator yang ada dan petakan
indikator yang masih bermasalah.
● Kemendikbud Ristek telah menetapkan indikator prioritas
bagi satuan pendidikan sebagai fokus untuk meningkatkan
kualitas layanan sebagai indikator yang perlu diprioritaskan.
● memilih indikator yang ingin diintervensi dengan
mempertimbangkan indikator prioritas dan indikator yang
bermasalah.
● Dari Rapor pendidikan SD Negeri 1 Karangwidoro diperoleh
data/indikator yang bermasalah melalui proses identifikasi
berdasarkan nilai capai setiap indikator yang diidentifikasi
seperti yang terdapat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Proses Identifikasi


Rapor Pendidikan SD Negeri 1
Karangwidoro tahun 2024

Indikator yang Indikator Prioritas Indikator yang akan


Bermasalah Dikdasmen diintervensi
A.1 Kemampuan Literasi A.1 K. Literasi
A.2 Kemampuan Numerasi A.2 K. Numerasi
A.3 Karakter
D.4 Iklim Keamanan
D.5 Iklim Kebhinekaan
Keterangan:
★ Definisi Capaian kemampuan Literasi siswa SD Negeri 1
19
Karangwidoro mencapai 75% peserta didik telah mencapai
kompetensi minimum untuk literasi membaca.
★ Definisi Capaian Kemampuan Numerasi siswa SD Negeri 1
Karangwidoro mencapai 78,57% peserta didik telah
mencapai kompetensi minimum untuk numerasi.
★ Dua indikator tersebut (Literasi dan Nmerasi) dari 5 indikator
prioritas termasuk indikator yang akan diintervensi oleh SD
Negeri 1 Karangwidoro.

2. Refleksi

Refleksi adalah proses merumuskan akar masalah yang


dilakukan SD Negeri 1 Karangwidoro dari rapor pendidikan
2024 pada indikator prioritas telah mencapai capaian untuk
indikator A.1 Kemampuan Literasi siswa SD Negeri 1
Karangwidoro dalam kategori baik, sedangkan untuk indikator
A2 Kemampuan Numerasi siswa SD Negeri 1 Karangwidoro
dalam kategori sedang. Adapun tahapan yang dilakukan SD
Negeri 1 Karangwidoro dalam melakukan refleksi adalah
sebagai berikut.
● Dari masalah yang akan diintervensi, cari akar masalah dari
setiap masalah yang dipilih. Metode perumusan akar
masalah dapat dilakukan dengan cara yang beragam dari
yang paling sederhana sampai penggunaan analisis data yang
kompleks.
● Akar masalah dapat dilakukan dengan:
1) Melihat indikator level 2 yang bermasalah (warna merah dan
atau kuning)
2) Melihat indikator dari dimensi lain yang capaiannya rendah
● Dari rapor pendidikan SD Negeri 1 Karangwidoro diperoleh
akar masalah dari indikator yang diintervensi seperti yang
tertera pada tabel di bawah ini

Tabel 2. Proses Refleksi


Rapor Pendidikan SD Negeri 1 Karangwidoro
Identifikasi Refleksi (Akar Masalah)

A.1 Kemampuan A.1 Sebagian besar peserta didik dalam kategori cakap dan
Literasi dasar terutama dalam hal kompetensi membaca teks
sastra(65.54)*, kompetensi membaca teks informasi
(70.03)*, kompetensi
*Angka dalam kurung "()" merupakan nilai domain tersebut
D.1 Kualitas pembelajaran masih rendah
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru masih
kurang
20
A.2 Numerasi A.2 Sebagian besar peserta didik dalam kategori cakap dan
dasar terutama dalam Kompetensi pada data domain
bilangan(53,35) ketidakpastian (54,53)*,Domain
Geometri (57,83), Data aljabar (63,49)
D.1 Kualitas pembelajaran masih rendah
D.2 Refleksi dan perbaikan pembelajaran oleh guru masih kurang

A.3 Karakter A.3 Seluruh Karakter peserta didik dalam kategori Baik,
dimana peserta didik terbiasa menerapkan nilai-nilai
karakter pelajar pancasila yang berakhlak mulia, bergotong
royong, mandiri, kreatif dan bernalar kritis serta
berkebinekaan global dalam kehidupan sehari hari.
D.4 Keamanan D.4 Satuan pendidikan memiliki lingkungan satuan pendidikan
yang
aman, terlihat dari kesejahteraan psikologis yang baik dan
rendahnya kasus perundungan, hukuman fisik, kekerasan
seksual, dan penyalahgunaan narkoba.

3. Benahi
Proses benahi adalah proses menentukan program dan
kegiatan dengan tahapan sebagai berikut.
● Dari akar masalah yang sudah dirumuskan, SD Negeri 1
Karangwidoro menentukan program dan kegiatan untuk
menyelesaikan akar masalah yang teridentifikasi.
● Dalam Penentuan program dan kegiatan SD Negeri 1
Karangwidoro merujuk pada contoh program dan kegiatan
yang dirumuskan oleh Kemendikbud Ristek (ada pada
lampiran)
● Setelah diidentifikasi dan mencari akar masalah melalui
proses refleksi terhadap rapor pendidikan SD Negeri 1
Karangwidoro, maka proses benahi atau menentukan program
dan kegiatan bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3. Proses Benahi


Rapor Pendidikan SD Negeri 1
Karangwidoro
Refleksi Benahi
A.1 Sebagian besar peserta didik ● Meningkatkan Kompetensi pendidikan dan pendidik
dalam kategori cakap dan meningkatkan kompetensi dengan mempelajari
dasar terutama dalam hal tentang teks sastra sebagai bagian dari kemampuan
kompetensi membaca teks literasi melalui pelatihan, diskusi pada komunitas
sastra (65,54)*, kompetensi belajar, belajar mandiri memanfaatkan berbagai
membaca teks informasi sumber belajar, dan kegiatan lain yang menunjang
(70.03) *Angka dalam kurung peningkatan kompetensi.(benahi 1)
"()" merupakan nilai domain ● Merencanakan pembelajaran dan
tersebut
mengimplementasikan pengetahuan tentang teks
sastra melalui intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau

21
ekstrakurikuler untuk meningkatkan minat baca serta
memperbaiki proses pembelajaran literasi peserta
didik.(benahi 2)
● Mendorong perbaikan kemampuan teks sastra
melalui program dan kebijakan di satuan pendidikan,
baik yang membutuhkan anggaran dan yang tidak
membutuhkan anggaran (benahi 3)
Refleksi Benahi

A.1 Kemampuan Literasi Meningkatkan kompetensi dalam melakukan praktik


pembelajaran interaktif dalam rangka mendukung
kemampuan literasi peserta didik melalui pelatihan,
diskusi pada komunitas belajar, belajar mandiri
memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan kegiatan
lain yang menunjang peningkatan kompetensi.
(benahi 1)
Merencanakan dan mengimplementasikan praktik
pembelajaran interaktif melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
mendukung kemampuan literasi peserta didik.
(benahi2)
Mendorong perbaikan metode pembelajaran melalui
program dan kebijakan di satuan pendidikan, baik
yang membutuhkan anggaran dan yang tidak
membutuhkan anggaran untuk mendukung
kemampuan literasi peserta didik (benahi3)
D.4 Iklim Keamanan Satuan ● Meningkatkan kompetensi dan pengetahuan tentang
Pendidikan berbagai bentuk hukumen fisik melalui pelatihan,
diskusi pada komunitas belajar, belajar mandiri
dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan
kegiatan lain yang menunjang peningkatan
kompetensi untuk menciptakan satuan pendidikan
yang aman. (benahi 1)
● Merancang pembelajaran bebas hukuman fisik dan
mengedepankan disiplin positif dalam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
(benahi 2)
● Mendorong penerapan disiplin positif melalui
kegiatan, program, maupun pembuatan kebijakan,
baik yang membutuhkan anggaran maupun yang
tidak, yang bertujuan untuk mencegah dan menagani
segala bentuk perundungan di satuan pendidikan.
D.4 Iklim Keamanan Satuan (benahi 3)
pendidikan ● Meningkatkan kompetensi yang bertujuan untuk
memahami bentuk penerimaan, dukungan, dan
penghargaan terhadap peserta didik disabilitas dalam
rangka memperbaiki iklim keamanan satuan
pendidikan melalui pelatihan, diskusi pada komunitas
belajar, belajar mandiri dengan memanfaatkan
berbagai sumber belajar, dan kegiatan lain yang
menunjang peningkatan kompetensi.(benahi 1).
22
● Mengintegrasikan pengetahuan tentang bentuk
penerimaan, dukungan, dan penghargaan terhadap
peserta didik disabilitas di satuan pendidikan dan
mengimplementasikannya dalam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler
untuk meningkatkan iklim keamanan satuan
pendidikan.(bemahi 2)
● Mendukung perbaikan sikap terhadap peserta didik
disabilitas melalui implementasi kegiatan, program,
maupun pembuatan kebijakan, baik yang
membutuhkan anggaran maupun yang tidak
membutuhkan anggaran.(benahi 3).
A.2 Sebagian besar peserta ● Meningkatkan kompetensi dengan mempelajari
didik dalam kategori cakap tentang domain bilangan sebagai bagian dari
dan dasar terutama dalam kemampuan numerasi melalui pelatihan, diskusi pada
Kompetensi pada data komunitas belajar, belajar mandiri memanfaatkan
domain bilangan(53,35) berbagai sumber belajar, dan kegiatan lain yang
ketidakpastian menunjang peningkatan kompetensi.(benahi 1).
(54,53)*,Domain Geometri ● Merencanakan pembelajaran dan
(57,83), Data aljabar (63,49) mengimplementasikan pengetahuan tentang domain
bilangan melalui intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk memperbaiki proses
pembelajaran numerasi peserta didik.(Benahi 2)
● Mendorong perbaikan kemampuan domain bilangan
melalui program dan kebijakan di satuan pendidikan,
baik yang membutuhkan anggaran dan yang tidak
membutuhkan anggaran(benahi 3)
D.1 Kualitas pembelajaran ● Meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi
Kurang baik dalam memberikan instruksi dan panduan
pembelajaran interaktif melalui pelatihan dan refleksi
untuk mengembangkan karakter peserta didik yang
bersifat holistik mencakup komponen pengetahuan,
afektif, keterampilan, dan perwujudan dalam
perilaku.(benahi1)
● Merancang serta mengimplementasikan strategi
peningkatan kualitas metode pembelajaran yang
interaktif melalui aktivitas intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.(benahi2).
● Mendorong pelaksanaan program dan kebijakan yang
mendukung aktivitas pembelajaran konstruktif, baik
dengan anggaran maupun tanpa anggaran, untuk
dapat mengembangkan kualitas pembelajaran yang
terlihat dari meningkatnya kualitas interaksi antara
pendidik, peserta didik, dan materi pembelajaran
dalam proses pengajaran dan pembelajaran.(benahi3)
● Meningkatkan kompetensi dalam penerapan praktik
inovatif melalui pelatihan dan diskusi untuk
mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
(benahi 4)
● merancang dan melaksanakan proses pembelajaran
yang mengintegrasikan praktik inovatif untuk
23
meningkatkan kualitas pembelajaran.(banahi5)
A.3. K a r a k t e r ● Meningkatkan kompetensi dengan mempelajari
tentang pendidikan karakter yang berkaitan dengan
menumbuhkan kemauan dan kebiasaan mengambil
keputusan secara logis berdasarkan berbagai bukti
dan sudut pandang yang beragam pada diri peserta
didik melalui pelatihan, diskusi pada komunitas
belajar, belajar mandiri memanfaatkan berbagai
sumber belajar, dan kegiatan lain yang menunjang
peningkatan kompetensi.(Benahi 1)
● Merencanakan dan mengimplementasikan
pembelajaran yang menumbuhkan sikap pengambilan
keputusan secara logis melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler untuk
mendukung pengembangan pendidikan
karakter(benahi2)
● Mendorong perbaikan dimensi Nalar Kritis melalui
program dan kebijakan di satuan pendidikan, baik
yang membutuhkan anggaran dan yang tidak
membutuhkan anggaran untuk mendukung
pengembangan pendidikan karakter
D.1. Kualitas Pembelajaran ● Meningkatkan kompetensi dalam memberikan
instruksi dan panduan pembelajaran interaktif melalui
pelatihan dan refleksi untuk mengembangkan
karakter peserta didik yang bersifat holistik
mencakup komponen pengetahuan, afektif,
keterampilan, dan perwujudan dalam perilaku.
(benahi1)
● Merancang dan mengimplementasikan metode
pembelajaran yang interaktif melalui aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler untuk
mengembangkan karakter peserta didik yang bersifat
holistik mencakup komponen pengetahuan, afektif,
keterampilan, dan perwujudan dalam perilaku.
(benahi2)
● Mendorong pelaksanaan program dan kebijakan yang
mendukung praktik pembelajaran interaktif yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik
peserta didik baik dengan anggaran maupun tanpa
anggara dalam rangka mengembangkan karakter
peserta didik yang bersifat holistik mencakup
komponen pengetahuan, afektif, keterampilan, dan
perwujudan dalam perilaku.(benahi3)
[Link] Kebhinekaan ● Meningkatkan kompetensi dan pengetahuan tentang
berbagai bentuk hukumen fisik melalui pelatihan,
diskusi pada komunitas belajar, belajar mandiri
dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan
kegiatan lain yang menunjang peningkatan
kompetensi untuk menciptakan satuan pendidikan
yang mendorong keragaman dan kebinekaan.
(benahi1)
24
● Merancang pembelajaran bebas hukuman fisik dan
mengedepankan disiplin positif dalam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler(benahi2)
● Mendorong penerapan disiplin positif melalui
kegiatan, program, maupun pembuatan kebijakan,
baik yang membutuhkan anggaran maupun yang
tidak, yang bertujuan untuk mencegah dan menagani
segala bentuk perundungan di satuan pendidikan..
(benahi3)
D.4 Iklim kemanan Satuan ● Meningkatkan kompetensi dan pengetahuan tentang
Pendidikan berbagai bentuk hukumen fisik melalui pelatihan,
diskusi pada komunitas belajar, belajar mandiri dengan
memanfaatkan berbagai sumber belajar, dan kegiatan
lain yang menunjang peningkatan kompetensi untuk
menciptakan satuan pendidikan yang mendorong
keragaman dan kebinekaan.(benahi1)
● Merancang pembelajaran bebas hukuman fisik dan
mengedepankan disiplin positif dalam aktivitas
intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
(benahi2)
● Mendorong penerapan disiplin positif melalui
kegiatan, program, maupun pembuatan kebijakan, baik
yang membutuhkan anggaran maupun yang tidak,
yang bertujuan untuk mencegah dan menagani segala
bentuk perundungan di satuan pendidikan.(benahi3)


BAB 4 RENCANA KEGIATAN


TAHUNAN

A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)

Rencana kerja tahunan adalah perencanaan program kerja


yang akan digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kerja
dalam waktu satu tahun yang akan datang. Rencana kerja tahunan
ini membantu sebuah tim atau kelompok yang lebih besar untuk
mengetahui hal apa saja yang ingin dicapai, memecah pekerjaan
menjadi lebih ringan dan ringkas dan juga mencari cara terbaik
untuk mencapai tujuan tersebut.
25
Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2025 SD Negeri 1
Karangwidoro disusun berdasarkan Perencanaan Berbasis Data
(PBD) yang diambil dari Rapor Pendidikan Tahun 2024. Proses
penyusunan RKT SD Negeri 1 Karangwidoro dirumuskan mengacu
pada hasil Identifikasi, Refleksi dan Benahi dari rapor pendidikan
tahun 2023/2024.
Alur penyusunan RKT ini dengan cara seperti
● Dari tahapan identifikasi, refleksi dan benahi sebelumnya,
selanjutnya dimasukkan dalam format RKT
● Ditambahkan satu kolom untuk menerjemahkan Benahi menjadi
kegiatan yang akan masuk ke dalam RKAS
● Kegiatan yang tidak perlu pembiayaan tetap dijalankan meski
tidak ada di dalam RKAS
● Format RKT ini adalah bentuk yang lebih sederhana dari
format RKT yang ada sebelumnya
● RKT ini disusun dalam bentuk matrik seperti pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.
Rencana Kerja
Tahunan SD
Negeri 1
Karangwidoro
Tahun 2024
Identifikasi Refleksi Benahi Kegiatan Detail
A.1 Literasi A.1Sebagian besar ● Meningkatkan Kegiatan BOS Reguler
peserta didik Kompetensi pendidikan dan
pendidik meningkatkan - Peningkatan kompetensi guru
dalam kategori kompetensi dengan untuk memperkuat literasi
cakap dan mempelajari tentang teks - Pengembangan kegiatan literasi
dasar terutama sastra sebagai bagian dari dan numerasi
dalam hal kemampuan literasi melalui - Kegiatan pemberdayaan
kompetensi pelatihan, diskusi pada perpustakaan terutama untuk
membaca teks komunitas belajar, belajar pengembangan minat baca
sastra (65,54)*, mandiri memanfaatkan peserta didik
kompetensi ●
berbagai sumber belajar, dan
membaca teks kegiatan lain yang
informasi menunjang peningkatan
(70.03) *Angka kompetensi.(benahi 1)
dalam kurung ● Merencanakan
26
"()" merupakan pembelajaran dan
nilai domain mengimplementasikan
tersebut pengetahuan tentang teks
sastra melalui intrakurikuler,
kokurikuler, dan/atau
ekstrakurikuler untuk
meningkatkan minat baca
serta memperbaiki proses
pembelajaran literasi peserta
didik.(benahi 2)
Mendorong perbaikan
kemampuan teks sastra
melalui program dan
kebijakan di satuan
pendidikan, baik yang
membutuhkan anggaran dan
yang tidak membutuhkan
anggaran (benahi 3)
D.1 Kualitas ● "Kegiatan BOS Reguler
pembelajaran ● - Penerapan program
kurang baik ● Meningkatkan pencegahan perundungan
kompetensi dan ● - Peningkatan kompetensi
pengetahuan tentang guru untuk memahami
berbagai bentuk tentang perundungan,
hukumen fisik kekerasan, dan kekerasan
melalui pelatihan, seksual
diskusi pada ● - Peningkatan kompetensi
komunitas belajar, guru untuk memahami
belajar mandiri tentang disiplin positif (dan
dengan menghindari hukuman
memanfaatkan fisik)"
berbagai sumber
belajar, dan kegiatan
lain yang menunjang
peningkatan
kompetensi untuk
menciptakan satuan
pendidikan yang
aman. (benahi 1)
● Merancang
pembelajaran bebas
hukuman fisik dan
mengedepankan
disiplin positif dalam
aktivitas
intrakurikuler,
kokurikuler, dan
ekstrakurikuler.
(benahi 2)
● Mendorong
penerapan disiplin
27
positif melalui
kegiatan, program,
maupun pembuatan
kebijakan, baik yang
membutuhkan
anggaran maupun
yang tidak, yang
bertujuan untuk
mencegah dan
menagani segala
bentuk perundungan
di satuan
pendidikan.(benahi
3)

D.2. Kemampuan ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari


guru platform topik Perencanaan
melakukan merdekamengajar Pembelajaran pada
refleksi masih untuk peningkatan PMM dan
rendah kapasitas guru dan mendiskusikan modul
kepala sekolah Refleksi Pembelajaran
terkait materi dalam Komunitas
refleksi Belajar Guru di
pembelajaran. Sekolah
(Benahi 1) ● Guru dan kepala
● Pembentukan dan sekolah belajar bersama
optimalisasi dalam komunitas
komunitas belajar belajar di sekolah
untuk peningkatan secara rutin 2-4 kali
kompetensi guru setiap bulannya.
dan kepala sekolah Agenda pertemuan di
● Dengan berbagi antaranya
pengetahuan dan mendiskusikan
diskusi terkait permasalahan atau
kemampuan peningkatan kualitas
melakukan refleksi ● Pembelajaran, iklim
(Benahi 4) keamanan sekolah,
● Refleksi dan peningkatan
pembelajaran oleh kompetensi guru secara
guru dan kepala umum.
sekolah untuk ● Proses refleksi adalah
mengidentifikasi kegiatan mengingat
tantangan dalam kembali dan menilai
kualitas strategi yang sudah
pembelajaran dilakukan dalam proses
dengan melibatkan pembelajaran.
pemangku Tujuannya yaitu untuk
kepentingan sekolah mengidentifikasi
(Benahi 5) praktik baik dan hal
28
hal yang perlu
diperbaiki serta
strategi yang perlu
dilakukan oleh guru
dan kepala sekolah.
● Secara mandiri, guru
dapat melakukan proses
refleksi bersama
peserta didik setiap
selesai satu tujuan
pembelajaran.
Kepala sekolah bisa
berefleksi bersama guru
setidaknya satu
semester sekali, serta
dapat melibatkan orang
tua siswa atau
pemangku kepentingan
agar proses refleksi
dapat lebih bermakna.
● Kegiatan refleksi juga
dapat dilakukan dengan
melibatkan pemangku
kepentingan, misalnya
sebagai fasilitator yang
memandu proses
refleksi.
A.2 Numerasi A.2 Sebagian ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
besar peserta platform merdeka buku matematika yang
didik dalam mengajar untuk sudah tersedia di PMM
kategori cakap peningkatan ● Guru membaca modul
dan dasar kapasitas guru dan numerasi di laman
terutama dalam kepala sekolah bersama hadapi
Kompetensi ● Terkait materi korona
pada domain numerasi (Benahi 1) ● Guru mempelajari
Bilangan
● Penguatan asesmen awal
(35,88)*,
pembelajaran pembelajaran dan akm
Aljabar
(35,57)*, numerasi kelas pada domain
Geometri dengan aljabar, geometri dan
(35,88), Data menggunakan data-ketidakpastian
dan modul numerasi kemudian
Ketidakpastia berbasis tema dan merefleksikan diri
(40,74), sumber lainnya di kemampuannya dan
Kompetensi luar platform bagaimana akan
mengetahui merdeka mengajar mengajarkannya
(L1) (42,45), (Benahi 2) ● Peningkatan kapasitas
menerapkan ● Pembentukan dan satuan pendidikan
optimalisasi secara mandiri untuk
komunitas belajar mengajar literasi dan
untuk peningkatan numerasi secara lebih
kompetensi guru efektif.
29
dan kepala sekolah ● Pembentukan
dengan berbagi komunitas belajar
pengetahuan dan ● Refleksi kepala
diskusi terkait sekolah dan guru
numerasi (Benahi 4) terhadap proses
● Refleksi pembelajaran
pembelajaran oleh ● Dalam Kurikulum
guru dan kepala Merdeka, projek
sekolah untuk penguatan profil pelajar
mengidentifikasi Pancasila dirancang
tantangan dalam untuk mengembangkan
pembelajaran karakter. Projek
numerasi dengan penguatan profil pelajar
melibatkan Pancasila dapat
pemangku diterapkan juga untuk
kepentingan sekolah sekolah yang Kurikulum
(Benahi 5) 2013, dengan
● Penyusunan dan konsekuensi
Penerapan penambahan jam
kurikulum pelajaran.
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
numerasi sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
D.1Kualitas ● Peningkatan ● Guru mempelajari dan
pembelajaran kapasitas guru dan mendiskusikan video
Kurang baik kepala sekolah inspirasi seri Guru
terkait materi Abad 21 di Platform
kualitas Merdeka Mengajar
pembelajaran. ● Guru mempelajari
(Benahi 1) Pelatihan Mandiri dalam
● Pembentukan dan Platform Merdeka
optimalisasi Mengajar dan
komunitas belajar membahasnya di
untuk peningkatan komunitas belajar di
kompetensi guru topik Penyesuaian
dan kepala sekolah Pembelajaran dengan
dengan berbagi Kebutuhan dan
pengetahuan dan Karakteristik Murid
diskusi terkait ● Pembentukan
kualitas Komunitas Belajar
pembelajaran ● Kegiatan KKG dan
(Benahi 4) KKKS
● Refleksi ● Melakukan Refleksi dan
pembelajaran oleh monitoring
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
30
tantangan dalam
kualitas
pembelajaran
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
[Link]  Pemanfaatan ● Guru mempelajari
guru platform merdeka topik Perencanaan
melakukan mengajar untuk Pembelajaran pada
refleksi peningkatan PMM dan mendiskusikan
masih kapasitas guru dan modul Refleksi
rendah kepala sekolah terkait Pembelajaran dalam
materi refleksi Komunitas Belajar
pembelajaran. Guru di Sekolah
(Benahi 1) ● Membentuk komunitas
 Pembentukan dan bekajar
optimalisasi ● Kegiatan KKG dan
komunitas belajar KKKS
untuk peningkatan ● Refleksi kepala sekolah
kompetensi guru dan dan guru terhadap proses
kepala sekolah pembelajaran
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
kemampuan
melakukan refleksi
(Benahi 4)
 Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
kualitas
pembelajaran
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
A.3 Karakter A.3.1. Beriman, ● pemanfaatan ● Guru mempelajari
bertakwa platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
kepada mengajar untuk Platform Merdeka
Tuhan YME peningkatan Mengajar dan
dan kapasitas guru dan membahasnya di
berakhlak kepala sekolah komunitas belajar di
mulia sudah terkait materi topik Proyek Penguatan
berkembang beriman, bertakwa Profil Pelajar pancasila
kepada Tuhan YME
dan berakhlak mulia
(Benahi 1)
31
● Penguatan
pembelajaran
karakter terkait tema
Beriman, bertakwa
kepada Tuhan
YME dan berakhlak
mulia dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter Beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak mulia
(Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter Beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak mulia
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter beriman,
bertakwa kepada
Tuhan YME dan
berakhlak mulia
sesuai dengan
32
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)
A.3.2Gotong ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
royong platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
Berkembang mengajar untuk Platform Merdeka
peningkatan Mengajar dan
kapasitas guru dan membahasnya di
kepala sekolah komunitas belajar di
terkait materi topik Proyek
karakter gotong Penguatan Profil Pelajar
royong (Benahi 1) pancasila
● Penguatan
pembelajaran
karakter gotong
royong dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter gotong
royong (Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter gotong
royong dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter gotong
33
royong sesuai
dengan kebutuhan
siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
A.3.3 Kreativitas ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
masih platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
Berkemban mengajar untuk Platform Merdeka
g peningkatan kapasitas Mengajar dan
guru dan kepala membahasnya di
sekolah terkait materi komunitas belajar di
kreativitas (Benahi 1) topik Proyek Penguatan
● Penguatan Profil Pelajar pancasila
pembelajaran
karakter terkait tema
kreativitas dengan
menggunakan sumber
lain di luar platform
merdeka mengajar
(Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter kreativitas
(Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter kreativitas
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter kreativitas
sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
34
(Benahi 6)
A.3.4 Nalar ● pemanfaatan platform ● Guru mempelajari
Kritis masih merdeka mengajar Pelatihan Mandiri dalam
kurang untuk peningkatan Platform Merdeka
kapasitas guru dan Mengajar dan
kepala sekolah terkait membahasnya di
materi karakter nalar komunitas belajar di
kritis (Benahi 1) topik Proyek Penguatan
Profil Pelajar pancasila.
● Penguatan
pembelajaran karakter ● Guru mempelajari
nalar kritis dengan Pelatihan Mandiri dalam
menggunakan sumber Platform Merdeka
lain di luar platform Mengajar dan
merdeka mengajar membahasnya di
(Benahi 2) komunitas belajar di
● Pembentukan dan topik Proyek Penguatan
optimalisasi Profil Pelajar pancasila
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan
dan diskusi terkait
karakter nalar kritis
(Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter nalar kritis
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter nalar kritis
sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)
[Link] ● Pemanfaatan ●
n Global masih platform merdeka
35
rendah mengajar untuk
peningkatan kapasitas
guru dan kepala
sekolah terkait materi
Kebhinekaan Global
(Benahi 1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
menggunakan sumber
lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter Kebhinekaan
Global (Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter Kebhinekaan
Global dengan
melibatkan pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter Kebhinekaan
Global sesuai dengan
kebutuhan siswa dan
kondisi sekolah
(Benahi 6)
[Link] ● Pemanfaatan ● Guru mempelajari
nmasih rendah platform merdeka Pelatihan Mandiri dalam
mengajar untuk Platform Merdeka
36
peningkatan Mengajar dan
membahasnya di
kapasitas guru dan
komunitas belajar di
kepala sekolah
topik Proyek Penguatan
terkait materi Profil Pelajar pancasila
karakter
Kemandirian
(Benahi 1)
● Penguatan
pembelajaran
karakter
Kemandirian
dengan
menggunakan
sumber lain di luar
platform merdeka
mengajar (Benahi 2)
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
karakter
Kemandirian
(Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
pembelajaran
karakter
Kemandirian
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
● Penyusunan dan
Penerapan
kurikulum
operasional satuan
pendidikan yang
terkait peningkatan
karakter
Kemandirian sesuai
dengan kebutuhan
37
siswa dan kondisi
sekolah (Benahi 6)
[Link] ● Pemanfaatan platform ● Guru mempelajari
pembelajaran merdeka mengajar Pelatihan Mandiri dalam
kurang baik untuk peningkatan Platform Merdeka
kapasitas guru dan Mengajar dan
kepala sekolah terkait membahasnya di
materi kualitas komunitas belajar di
pembelajaran (Benahi topik Proyek Penguatan
1) Profil Pelajar pancasila
● Pembentukan dan
optimalisasi
komunitas belajar
untuk peningkatan
kompetensi guru dan
kepala sekolah
dengan berbagi
pengetahuan dan
diskusi terkait
kualitas pembelajaran
(Benahi 4)
● Refleksi
pembelajaran oleh
guru dan kepala
sekolah untuk
mengidentifikasi
tantangan dalam
kualitas pembelajaran
dengan melibatkan
pemangku
kepentingan sekolah
(Benahi 5)
D.4 Kekerasa ● Pemanfaatan platform ● Peraturan dan tata
Keamanan n Seksual merdeka mengajar tertib mengatur hal hal
untuk peningkatan yang harus dilakukan
kapasitas guru dan dan tidak boleh
kepala sekolah terkait dilakukan untuk
materi Kekerasan menjaga agar tidak
Seksual (Benahi 1) terjadi perundungan,
● Pembentukan dan kekerasan seksual,
optimalisasi intoleransi dan
komunitas belajar penggunaan narkoba di
untuk peningkatan sekolah. Peraturan yang
kompetensi guru dan dapat menjadi rujukan
kepala sekolah adalah Permendikbud
dengan berbagi 82/2015 tentang
pengetahuan Pencegahan
dan diskusi terkait Penanggulangan
Kekerasan Seksual Tindak Kekerasan di
(Benahi 4) Lingkungan Satuan
38
● Pelatihan guru dan Pendidikan.
kepala sekolah serta ● Peraturan yang sudah
pembelajaran terkait disepakati perlu diuji
Kekerasan Seksual coba dan ditegakkan
(Benahi 7) bersama sama warga
● Sekolah mengadopsi sekolah dan dilakukan
program ROOTS evaluasi secara periodik
untuk pencegahan sebagai masukan untuk
Kekerasan Seksual revisi jika diperlukan.
(Benahi 8)
● Pembuatan peraturan
dan tata tertib sekolah
terkait Kekerasan
Seksual (Benahi 9)
D.4.5 kekerasan ● Pembuatan peraturan ● Pembuatan Program Kerja
seksual, dan tata tertib sekolah Kepala Sekolah/ Pembuatan
dan
D.4.3 ● terkait kekerasan
perundungan, seksual, pelaksanaan peraturan
intoleransi, dan perundungan, pencegahan dan
intoleransi, penanganan kekerasan di
D.4.6 sekolah dapat diwujudkan
dan pencegahan
pencegahan melalui program kerja
penggunaan narkoba
penggunaan kepala sekolah yaitu:
narkoba ● 1. Pencegahan kekerasan
termasuk kekerasan
seksual, perundungan,
intoleransi dan
penggunaan narkoba
● 2. Penanganan kekerasan
melalui pembentukan tim
khusus

penanganan kekerasan,
penyediaan kanal aduan
dan berjejaring
dengan
lembaga lain seperti UPTD
PPA (Unit Pelaksana
Teknis
Daerah Perlindungan
Perempuan dan Anak) dan
pekerja sosial untuk
melakukan penanganan
kasus-kasus kekerasan yang
membutuhkan konseling,
bantuan hukum, bantuan
sosial, dan penanganan
kasus lebih lanjut.
● Rencana Kerja Tahunan di atas disusun berdasarkan rapor
pendidikan yang telah dipelajari dan dianalisis dari 5 Indikator
Prioritas yakni Dimensi A (A1,A2,A3) dan Dimensi D (D4, D8)
39
B. Jadwal Kegiatan Tahunan

Jadwal Kegiatan Tahunan ini merupakan implementasi dari RKT


yang telah disusun berdasarkan Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang
mengacu pada hasil analisis dari rapor pendidikan SD Negeri 1
Karangwidoro. Penyusunan jadwal kegiatan tahunan ini tidak lepas dari
analisis kegiatan yang berdasarkan kalender pendidikan pada tahun
berjalan. Selain pada kalender pendidikan penyusunan jadwal kegiatan
tahunan ini mengacu pada permendikbud Ristek Nomor 63 Tahun 2023
Tentang Juknis BOSP (Biaya Operasional Satuan Pendidikan).
Permendikbud nomor 63 tahun 2023 mengatur tentang penyaluran
dana BOS reguler untuk SD menjadi tahap yaitu TAHAP 1 periode
Januari-Juni dan tahap 2 periode Juli-Desember 2023. Dengan
demikian sangat berpengaruh terhadap jadwal kegiatan tahunan di SD
Negeri 1 Karangwidoro. Berikut jadwal kegiatan tahunan SD Negeri 1
Karangwidoro:

40
Tabel 5. Jadwal
Kegiatan
Tahunan SD
Negeri 1
Karangwidoro
Tahun 2023

Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana
1 Standar Isi

1) Penyusunan Kurikulum ● Kepala |sekolah Juli 2023 BOSP

2 Standar GTK

1) Workshop Penentuan KKM Guru dan KS Januari 2023 BOSP


2) Workshop Kekerasan Seksual Pebruari
3) Workshop Manajemen Kelas Januari
4) Workshop Januari
Metode Jan-
Pembelajaran Agustus
5) Workshop Penilaian Juli-Des
6) Workshop Evaluasi Jan-Des
7) Kegiatan KKG dan KKKS
3 Standar Proses

1) Ekstrakurikuler Pramuka Guru dan siswa Jan-Des BOSP


2) Ekstrakurikuler Seni Budaya
3) Ekstrakurikuler Olahraga
4) Pesantren KIlat Maret-April
4 Pengembangan Sarpras

1) Pengadaan Buku Siswa Siswa Juni- BOSP


2) Buku Referensi Agustus
3) Software Perpustakaan sekolah Januari-feb
4) Pemeliharaan Listrik Sekola Juli-Des
5) Alat Pemadam Kebakaran h Jan-Des
6) Pemeliharan WC Sekola Jan-Des
7) Pengecatan sekolah h Desembe
8) Pengadaan Kecapi/suling Sekola r Jan-
9) Pemeliharaan Halaman h Sept. Jan-
10) Pemeliharaan Komputer sekolah Maret
Guru dan Jul-Sept
siswa sekolah Jul-Des
Sekolah
5 Standar Pengelolaan

1) PPDB Siswa Juni-Juli BOSP

41
2) Lomba FTBI Jan-
3) FL2SN Maret
4) KSN Jan-
5) KOSN Maret
6) PAI Jan-
7) Pendataan Dapodik Guru KS Sekolah Maret
dan ARKAS Jan-
8) UKS Maret
Jan-
Maret
Jan-Desember

Jan-Des
Sumber
No Program Kegiatan Sasaran Waktu
Dana
9) Program Kerja KS KS Jul
10) Penyusunan RKT/RKAS KS/Guru/Sekolah i
11) Belanja ATK Sekolah Sekolah Jan
12) Pengadaan Alat Kebersihan sekolah Jan-
13) Langganan Listrik Sekola Des
14) Langganan Internet h Jan-
Sekola Des
h Jan-
Des
Jan-
Des
7 Standar Pembiayaan

1) Honorarium Guru Guru Jan- BOSP


2) Honor Tendik Tendi Des
k Jan-
Des
8 Standar Penilaian

1) UTS Siswa Kelas 1-6 Maret/Sept BOSP


2) UKK Siswa Kelas 1-5 Juni
3) UAS Siswa kelas 1-6 Desember
4) Ujian Kelas 6 Mei
5) ANBK Kelas 5 September-
Desember

42
BAB 5 PENUTUP
A. KESIMPULAN
Rencana Kerja Tahunan (RKT) merupakan perencanaan yang
disusun oleh sekolah setiap tahun berdasarkan perencanaan yang
berbasis data (PBD) yang didasarkan pada rapor pendidikan
sekolah. Penyusunan RKT ini tersusun melalui proses analisis
terhadap rapor pendidikan dengan mekanisme Identifikasi, Refleksi,
dan Benahi (IRB). Hasil dari proses IRB ini maka dijadikan
Rencana kerja tahunan yang selanjutnya jadi rujukan dalam
penyusunan RKAS.
Proses IRB terhadap Rapor Pendidikan fokus pada indikator
prioritas pendidikan dasar yakni indikator:
1) A1. Kemampuan Literasi
2) A2. Kemampuan Numerasi
3) A3. Karakter
4) D4. Iklim Keamanan sekolah
5) D8. Iklim Kebhinekaan sekolah
Dari kelima indikator tersebut di atas maka diperoleh
indikator yang kurang baik (bermasalah), maka indikator yang
bermasalah yang akan diintervensi khusus dalam pengembangan
perencanaan sekolah berdasarkan akar masalah yang diperoleh dari
level 2 (sub indikator) atau dari sub indikator dimensi lain yang
dianggap berpengaruh terhadap nilai capaian satuan pendidikan.
Dengan demikian akhirnya RKT SD Negeri 1 Karangwidoro
untuk tahun 2024 tersusun dengan Perencanaan Berbasis Data
(PBD) yang berdasarkan Laporan Raport Pendidikan Tahun
2022/2023.

B. REKOMENDASI
1) Satuan Pendidikan
● diharapkan satuan pendidikan bisa dan wajib
melaksanakan program sesuai program yang telah disusun
dalam RKT
● diharapkan satuan pendidikan mampu melakukan
penyesuaian dengan biaya dan anggaran yang tersedia
serta menggunakan prinsip pengelolaan pembiayaan.
2) Warga Sekolah
● Kepala Sekolah sebagai kepala satuan pendidikan agar
mampu menjadi manajer dalam pelaksanaan kegiatan dan
penggunaan anggaran sesuai dengan tugas dan fungsinya
serta mengacu pada peraturan yang berlaku
43
● Guru dan tendik agar bisa melaksanakan seluruh program
yang sudah direncanakan dan mampu menjadi mitra kerja
dari kepala sekolah dalam pengelolaan dan
pengembangan sekolah ke arah yang lebih baik.
3) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
● Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga diharapkan agar
selalu memberikan bimbingan teknis kepada satuan
pendidikan dalam melakukan perencanaan berbasis data
● Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga agar selalu
melakukan sosialisasi Juknis BOSP setiap tahunnya agar
para kepala satuan pendidikan memahami dengan tuntas
terkait penggunaan dana BOSP

44

Anda mungkin juga menyukai