0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Mengatasi Diskriminasi di Indonesia

Diskriminasi adalah perlakuan tidak setara terhadap individu atau kelompok yang dapat mengganggu keseimbangan sosial dan politik. Hal ini bertentangan dengan prinsip wawasan nusantara yang menekankan persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk mengatasi diskriminasi, diperlukan edukasi, sosialisasi, dan tindakan nyata dari masyarakat, termasuk analisis kasus dan penyebaran informasi terkait perundang-undangan yang berlaku.

Diunggah oleh

hutoyoelisabeth26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan3 halaman

Mengatasi Diskriminasi di Indonesia

Diskriminasi adalah perlakuan tidak setara terhadap individu atau kelompok yang dapat mengganggu keseimbangan sosial dan politik. Hal ini bertentangan dengan prinsip wawasan nusantara yang menekankan persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk mengatasi diskriminasi, diperlukan edukasi, sosialisasi, dan tindakan nyata dari masyarakat, termasuk analisis kasus dan penyebaran informasi terkait perundang-undangan yang berlaku.

Diunggah oleh

hutoyoelisabeth26
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Selamat malam, izin menjawab topik diskusi kali ini.

Diskriminasi merupakan perlakuan yang tidak setara terhadap individu atau kelompok tertentu
entah karena berdasarkan ras, agama, jenis kelamin, atau status sosial. Terjadinya diskriminasi
terkait dengan kurangnya pelaksanaan tata laku dan tata pemerintahan dalam konsep geopolitik.
Dapat dikatakan demikian karena jika peraturan dalan perundang-undangan resmi negara sudah
ketat dan memiliki pengawasan yang baik, maka diskriminasi tidak akan semarak ini. Di sisi
lain, dapat terjadi juga karena kurangnya edukasi mental (terkait tata laku) pada individu sejak
dini. Ketidakadilan dalam perlakuan terhadap kelompok tertentu juga dapat mengganggu
keseimbangan sosial serta politik di suatu wilayah, yang mana akan berdampak juga dalam
hubungan antar daerah dan negara.

Selain geopolitik, diskriminasi juga bertentangan dengan prinsip wawasan nusantara yang
enekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa, serta saling menghormati antarbudaya
dan suku yang ada di Indonesia. Menurut Wan Usman, beliau menguatarakan bahwa wawasan
nusantara berarti cara pandang masyarakat Indonesia terhadap diri dan negaranya yang memiliki
beragam aspek. Kemudian, ditekankan oleh Hasan Wahib bahwa dalam aspek yang beragam
tersebut, diperlukan kesatuan tekad dan hukum demi persatuan negara.

Namun, tentu saja dalam masyarakat masih saja ada tindak diskriminasi yang bahkan membawa
dampak lebih parah seperti konflik sosial antar kelompok, ketidakadilan ekonomi yang berlanjut
pada pembangunan negara tidak merata, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, tindakan
diskriminasi ini dapat menyebabkan perpecahan dalam masyarakat dan menghambat
pembangunan yang seharusnya berkelanjutan.

Saya dapat berkata demikian karena memang masih ada banyak tindak diskriminasi dalam
kehidupan sehari-hari yang saya amati. Contohnya:

- Pekerjaan yang mewajibkan karyawannya menggunakan hijab meskipun individu


tersebut adalah non-muslim. Tindakan seperti ini menurut saya termasuk dalam kategori
diskriminasi agama karena tidak menghargai kebebasan beragama dan keyakinan sang
karyawan. Padahal menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, setiap tenaga kerja
memiliki hak dan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi atas dasar agama.
- Ada kasus dimana SPOG melecehkan pasien USG perempuan. Namun, masih ada yang
menyalahkan pasien tersebut hanya karena adanya anggapan bahwa perempuan itu kaum
lemah atau kaum yang harus tunduk pada kaum pria dan sebagainya. Namun nyatanya,
dokter tersebut yang salah karena bertindak asusila dan melanggar tata cara profesional.
Ini menunjukkan kasus diskriminasi terhadap gender.
Karena dalam wawasan nusantara terdapat pandangan kesatuan ekonomi, kesatuan sosial-
budaya, dan kesatuan pertahanan dan keamanan (bahwa satu daerah mendapat ancaman maka
begitu juga satu negara tersebut), maka tentu saya memiliki keinginan dan niat untuk mengatasi
atau setidaknya mengurangi tingkat diskriminasi demi kebaikan bersama, karena bagaimanapun
diskriminasi itu merusak tatanan sosial yang ada serta menghalangi kemajuan negara.

Cara dan sikap yang dapat saya lakukan antara lain:

1. Melakukan analisis kasus nyata terkait diskriminasi dan membuat artikel atau postingan
di media sosial dikaitkan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di
Indonesia agar masyarakat bisa semakin waspada dan sadar akan tindak diskriminasi di
sekitar dan harapannya membantu mencegah sehingga tingkat diskriminasi pun
berkurang.
2. Melakukan sosialisasi bersama teman atau lembaga tempat magang kedepannya terkait
pentingnya persatuan di tengah dunia yang berkembang pesat ini.
3. Karena saya adalah mahasiswa hukum, jadi bisa juga memberikan masukan pada pihak
yang berselisih mengenai hal sensitif seperti agama atau ras dengan pengetahuan hukum
saya dan mengingatkan dengan halus akan jati diri masyarakat Indonesia yang
menjunjung semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika’.
4. Membangun koneksi atau relasi dengan mahasiswa dari kampus lain tanpa diskriminasi
tentunya, untuk berdiskusi dan sama-sama menyuarakan strategi dalam melawan
diskriminasi tersebut.

Sekian jawaban dari saya, mohon arahannya apabila ada kekurangan. Terima kasih.

Sumber Referensi:

Lasiyo, Reno Wikandaru, Hastangka. (2021). Pendidikan Kewarganegaraan. Edisi 3 Cetakan 13.
Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Sumarsono, S. (2001). Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ratih, L. D., & Najicha, F. U. (2021). Wawasan nusantara sebagai upaya membangun rasa dan
sikap nasionalisme warga negara: sebuah tinjauan literatur. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah
Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 10(2), 59-64.

Prakoso, G. B., & Najicha, F. U. (2022). Pentingnya membangun rasa toleransi dan wawasan
nusantara dalam bermasyarakat. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan
Kewarganegaraan, 11(1), 67-71.
Rahmat, A. (2021). Konsep Perbandingan geopolitik, Sosial budaya dan ekonomi Negara-
Negara maju dan Negara berkembang. Jurnal Pendidikan" Edukasia Multikultura, 3(1), 35-51.

Khotimah, K. (2009). Diskriminasi gender terhadap perempuan dalam sektor pekerjaan.


Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 4(1), 158-180.

Nauli, N. [@nisa_nauli]. (2025, 15 April). Kasus spog garut yang mencabuli pasien pas USG…
[Tweet]. [Link] .

Undang-undang (UU) No. 13, 2003. (2003). Ketenagakerjaan.


[Link]

Anda mungkin juga menyukai