Exact Papers in Compilation
Vol. 6 No. 2 Mei 2024, Halaman 9- 13
E-ISSN: 2656-0550e
Rancang Bangun Monitoring Kecepatan Angin Berbasis Mikrokontroler
Sujono1, Rusydiana Nur Rohmah2
1,2
Fakultas Teknologi Informasi, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah
Email: sujono@[Link]
ABSTRACT
Wind is horizontal air movement caused by differences in air pressure in an area. Wind speed information
is used to predict the weather and climate of a place. Wind speed can be determined by using accurate
measuring instruments. The aim of making a microcontroller-based wind speed monitoring tool is to design
a wind speed monitoring tool based on test and calibration results. This wind speed monitoring tool uses a
wind speed sensor or anemometer to measure wind speed with a microcontroller as the controller and a
website as the wind speed display, then the Wemos D1 Mini as the control center of the circuit. This system
works automatically by monitoring the speed of the blowing wind so that later the wind speed will be
calculated and displayed on the web page. This system displays the results of the count, a tool made of
plastic and shaped like a spoon so that it can easily rotate and send signals to the system. The test results
from the tool can be said to be 90% successful because it can read wind speed according to the existing
calibration even though the results are only slightly different.
Keywords: Wind, IoT, ES8266, Wemos D1 Mini, Speed..
ABSTRAK
Angin merupakan pergerakan udara secara horizontal yang diakibatkan adanya perbedaan
tekanan udara di suatu kawasan. Informasi kecepatan angin digunakan untuk memprediksi cuaca
dan iklim di suatu tempat. Kecepatan angin dapat diketahui dengan menggunakan alat ukur yang
akurat. Pembuatan alat monitoring kecepatan angin berbasis mikrokontroler ini bertujuan untuk
merancang alat monitoring kecepatan angin berdasarkan hasil pengujian dan kalibrasi. Alat
monitoring kecepatan angin ini menggunakan sensor kecepatan angin atau anemometer untuk
mengukur kecepatan angin dengan mikrokontroler sebagai pengendalinya dan website sebagai
tampilan kecepatan angin, kemudian Wemos D1 Mini sebagai pusat kendali dari rangkaian.
Sistem ini bekerja secara otomatis dengan cara memonitoring kecepatan angin yang berhembus
sehingga nantinya kecepatan angin akan tehitung dan ditampilkan pada halaman web. Sistem ini
menampilkan hasil dari hitungan alat yang terbuat dari plastic dan berbentuk seperti sendok
sehingga dapat dengan mudah beputar dan mengirim sinyal ke sistem. Uji hasil dari alat dapat
dikatakan 90% berhasil karena dapat membaca kecepatan angin sesuai dengan kalibrasi yang
ada meskipun hasilya hanya berbeda sedikit.
Kata-kata Kunci: Angin, IOT, ES8266, Wemos D1 Mini, Kecepatan.
PENDAHULUAN
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong manusia untuk
melakukan otomatisasi dan digitalisasi pada perangkat-perangkat manual. Dengan perkembangan instansi,
organisasi, perusahaan dan tempat-tempat lainnya yang menggunakan suatu sistem manual khususnya
dibadan meteorologi dan geofisika yang setiap saat harus memantau keadaan cuaca disuatu tempat dengan
berada pada tempat tersebut. Untuk itu maka dirancang suatu alat yang dapat dikontrol dari jarak jauh,
sehingga dengan adanya perkembangan teknologi maka monitoring kecepatan angin yang dilakukan secara
manual ini bisa digantikan dengan monitoring kecepatan angin yang secara otomatis berbasis
mikrokontroler (Widya, Sudjoni & Putra, 2019).
EPIC: Exact Papers in Compilation
Vol.6 No.2 Mei 2024
Angin merupakan pergerakan udara secara horizontal yang memiliki besaran fisis kecepatan
diakibatkan oleh adanya perbedaan tekanan udara disuatu daerah. Angin sangat penting perannya dalam
kehidupan manusia sehari-hari, akan tetapi angin juga dapat bersifat destructive apabila kecepatannya telah
melampui batas ambang yang ditentukan. Untuk mengetahui besar dari kecepatan angin tersebut
dibutuhkan suatu alat yang akurat dalam pengukurannya. Anemometer merupakan suatu alat yang
digunakan untuk mengukur kecepatan angin digunakan pada stasiun cuaca pada bidang pertanian.
Kecepatan angin yang ideal adalah 19-35 km/jam. Pada keadaan kecepatan angin yang tidak kencang,
serangga penyerbuk bisa lebih aktif membantu terjadinya persarian bunga. Sedangkan pada keadaan
kecepatan angin kencang, kehadiran serangga penyerbuk menjadi berkurang sehingga akan berpengaruh
terhadap kebersihan penangkaran benih (Sifaunajah, 2015).
Berdasarkan latar belakang di atas maka akan dilakukan rancang bangun alat pemantau kecepatan
angin berbasis mikrokontroler. Pada sistem mekanik dalam perancangan ini menggunakan anemometer
jenis mangkok (cup). Kecepatan angin ditentukan berdasarkan vane yang memutar piringan sensor
anemometer menggunakan pengukuran pola gelap terang menggunakan IR led.
METODE PENELITIAN
Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah prototype model, karena untuk perancangan
alat pendeteksi kecepatan angin dibuat berupa simulator. Prototype model dijadikan sebagai acuan atau
dasar dalam pelaksanaan penelitian bertujuan untuk membuat sebuah model awal dari program perangkat-
peragkat atau sebuah system. (Yosep Septiana, 2018).
Adapun tahapan-tahapan dalam metode pengembangan sistem prototype model adalah sebagai berikut:
1. Comunication
Menentukan kebutuhan sistem dalam perancangan alat pendeteksi kecepatan angin yang akan dibuat,
diantaranya sebagai berikut:
a. Kebutuhan perangkat keras
Pengumpulan kebutuhan perangkat keras dilakukan dengan memperkirakan terlebih dahulu
perangkat keras apa saja yang dibutuhkan dalam perancangan alat pendeteksi arah angin yang akan
di buat.
b. Kebutuhan perangkat lunak
Pengumpulan kebutuhan perangkat lunak dilakukan dengan melihat terlebih dahulu perangkat
keras apa yang digunakan, kemudian perangkat lunak apa yang dapat mendukung perangkat keras
tersebut.
2. Quick Plan
Pada tahap ini, disusun perancanaan perancangan dan pembuatan block digram untuk komponen
hardware.
3. Modelling Quick Design
Pada tahap ini dilakukan dengan membuat sebuah sketsa / desain yang terdiri dari desain simulator alat
pendeteksi arah angin, desain perangkat keras dan perangkat lunaknya.
4. Contstrution of Prototype
Pada tahap ini, dilakukan perakitan komponen-komponen hardware penyusun prototype alat pendeteksi
arah angin, kemudian komponen hardware tersebut dikoneksikan dengan software yang telah dibuat.
5. Deployment Delivery & Feedback
Dalam tahapan ini dilakukan pengujian terhadap prototype alat pendeteksi arah angin yang telah
dirancang. Kemudian dilakukan evaluasi apakah sistem yang dirancang sudah sesuai dengan kebutuhan
atau tidak.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Secara umum, sistem ini merupakan suatu alat yang dapat mendeteksi kecepatan saat baling-baling
terkena oleh angin dan dapat mendeteksi kecepatan angin saat angin penunjuk arah angin. Hasil akan
ditampilkan berupa tabel dan gambar alat yang telah dirancang. Untuk menguji sistem monitoring
kecepatan angin berbasis mikrokontroler. Alat dirakit di dalam box projek sebagai tempat penampung alat
komponen sehingga alat tidak mudah rusak. Dan untuk gambar hasil adalah sebagai berikut :
EPIC: Exact Papers in Compilation
Vol.6 No.2 Mei 2024
1. Tampilan Mikrokontroler
Gambar 1 Hasil Tampilan Mikrokontroler
2. Tampilan Anemometer
Gambar 2 Tampilan Sensor Kecepatan Angin
3. Tampilan Web
Gambar 3 Hasil Tampilan Website Kecepatan Angin
EPIC: Exact Papers in Compilation
Vol.6 No.2 Mei 2024
4. Tampilan Keseluruhan
Gambar 4 Hasil Tampilan Website Kecepatan Angin
Pembahasan
Dalam proposal ini telah dilakukan pengujian untuk mengetahuai apakah alat dapat bekerja dengan
baik. Dan berikut ini adalah hasil dari pengujian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
Tabel 1 Pengujian Kalibrasi
No Volume Kipas Hasil Kecepatan di
Kalibrasi
1. Kipas Volume Kosong 0 m/s
2. Kipas Volume 1 2,5 m/s
3. Kipas Volume 2 3,3 m/s
Tabel 2 Pengujian Alat
No Volume Kipas Hasil Kecepatan di
Alat
1. Kipas Volume Kosong 0 m/s
2. Kipas Volume 1 1,28 m/s
3. Kipas Volume 2 2,28 m/s
SIMPULAN
Dari pengujian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa alat yang telah dirancang bisa
bekerja dengan baik, meskipun tidak sempurna tetapi alat dapat dikembangkan lagi dan digunakan dalam
skala yang lebih besar lagi.
Berikut adalah hasil dari pengujian yang telah dilakukan :
1. Pengujian dengan Kalibrasi kalau kipas volume kosong maka hasilnya 0 m/s, kalau kipas volume 1
maka hasilnya 2,5 m/s, kalau kipas volume 2 maka hasilnya 3,3 m/s
2. Pengujian dengan alat kalau kipas volume kosong maka hasilnya 0 m/s, kalau kipas volume 1 maka
hasinya 1,28 m/s, kalau kipas volume 2 maka hasilnya 2,28 m/s
EPIC: Exact Papers in Compilation
Vol.6 No.2 Mei 2024
DAFTAR PUSTAKA
Dejan. (2019). How To Build an Arduino Wireless Network with Multiple NRF24L01 Modules. How To
Mechatronics, 5(4), 1–7.
Fernando, M., Jasa, L., & Hartati, R. S. (2022). Monitoring System Kecepatan dan Arah Angin Berbasis
Internet of Things (IoT) Menggunakan Raspberry Pi 3. Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, 21(1),
135. [Link]
Isra, R. L., & Mukhaiyar, R. (2022). Monitoring kecepatan angin berbasis ikrokontroler dan IoT. Jurnal
Teknik Elektro Indonesia, 3(2), 437–447.
Sifaunajah, A. (2015). Integrasi Teknologi Fingerprint Dalam Sistem Penggajian. Jurnal Surya
Informatika, 1(1), 61-67.
Tantowi, D., & Yusuf, K. (2020). Simulasi Sistem Keamanan Kendaraan Roda Dua Dengan Smartphone
dan GPS Menggunakan Arduino. Jurnal ALGOR, 1(2), 9–15.
[Link]
Wijayanti, D., Rahmawati, E., & Sucahyo, I. (2015). Rancang Bangun Alat Ukur Kecepatan dan Arah
Angin Berbasis Arduino Uno. Jurnal Inovasi Fisika Indonesia, 4, 150–156.
[Link]
Widya, M. A. A., Sudjoni, M. N., & Putra, S. P. (2019). Sistem informasi manajemen tanah berbasis
Webgis. Exact Papers in Compilation (EPiC), 1(1), 1-8.
Yudhi, Y., & Jamalludin, J. (2019). Sistem Komunikasi Jarak Jauh Alat Pengukur Kecepatan Dan Arah
Angin Berbasis Mikrokontroller. Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur, 8(02), 49–54.
[Link]
Zuraiyah, T. A., & Chairunnas, A. (2021). Dengan Menggunakan Komunikasi. 1–9.