0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan47 halaman

Pengertian dan Tipe Jaringan Komputer

Dokumen ini membahas tentang jaringan komputer, termasuk pengertian, manfaat, dan tipe-tipe jaringan seperti LAN, MAN, dan WAN. Selain itu, dijelaskan juga tentang topologi jaringan, seperti topologi ring, star, bus, tree, dan mesh, serta perangkat keras yang diperlukan untuk membangun jaringan. Setiap tipe jaringan dan topologi memiliki kelebihan dan kekurangan yang mempengaruhi kinerja dan biaya operasional.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan47 halaman

Pengertian dan Tipe Jaringan Komputer

Dokumen ini membahas tentang jaringan komputer, termasuk pengertian, manfaat, dan tipe-tipe jaringan seperti LAN, MAN, dan WAN. Selain itu, dijelaskan juga tentang topologi jaringan, seperti topologi ring, star, bus, tree, dan mesh, serta perangkat keras yang diperlukan untuk membangun jaringan. Setiap tipe jaringan dan topologi memiliki kelebihan dan kekurangan yang mempengaruhi kinerja dan biaya operasional.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Jaringan komputer

Menurut Irawan (2013:2) “Jaringan komputer bisa dikatakan sebagai sebuah

kelompok yang terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling berbagi pakai

(sharing) melalui perangkat lunak ataupun keras, serta menggunakan protokol yang

sama”. Dengan Local Area Network maka kita dapat berbagi sumber daya komputer

antara seorang user dengan user lain. Selain itu dapat juga untuk sharing (berbagi

pakai) dokumen pekerjaan dengan user lain. Kita dapat membuka file atau dokumen

tanpa harus duduk didepan komputer dimana dokumen tersebut disimpan. Pendek

kata dengan adanya Local Area Network maka akan mempercepat proses pertukaran

dokumen dan menaikkan kinerja suatu perusahaan. Komputer yang terhubung dengan

jaringan memiliki keunggulan dibandingkan komputer yang berdiri sendiri. Beberapa

manfaat yang bisa didapat ketika terhubung dengan jaringan lain:

1. Berbagi pakai perangkat dan sumber daya

Komputer yang terhubung dengan jaringan bisa saling memanfaatkan sumber

daya yang ada seperti menggunakan printer, aplikasi, dan hardisk secara bersama-
4
5

sama. Penggunaan sebuah perangkat secara bersama-sama dalam waktu

bersamaan sudah pasti akan menghemat biaya dan waktu.

2. Komunikasi

Setiap pengguna di jaringan bisa saling berkomunikasi langsung melalui

komputer (chatting, email, telconference, dan perangkat lunak lainnya).

3. Integrasi data

Jaringan komputer memudahkan untuk menerapkan integrasi data dari atau ke

semua komputer (berbagi pakai file atau database).

4. Mengorganisir dan Keamanan

Jaringan komputer memudahkan untuk melakukan pengawasan, kontrol, serta

perlindungan pada komputer yang terbagi di dalam kelompok tertentu di dalam

jaringan. Contoh: Menentukan komputer mana yang boleh menggunakan printer

A dan B, komputer mana yang boleh mengakses file di komputer A dan C, serta

siapa saja yang boleh mengakses internet.

Jaringan adalah beberapa komputer yang saling terhubung dan saling bertukar

informasi. Terdapat dua model koneksi dalam jaringan yaitu:


6

1. Peer to peer (Workstation)

Menurut Andi (2013:2) “Pada jaringan tipe ini sistem operasi model peer to

peer memungkinkan seorang user membagi sumber daya yang ada di komputernya,

baik itu file data, printer, dan lain-lain dan juga dapat mengakses sumber daya yang

terdapat pada komputer lain”.

Namun, model ini tidak mempunyai file server atau sumber daya yang

terpusat, seluruh komputer mempunyai kemampuan yang sama untuk memakai

sumber daya yang tersedia di jaringan.

Sumber : [Link]

Gambar II.1. Peer to peer dengan 2 PC


7

2. Client Server (Domain)

Menurut Andi (2013:3) menerangkan bahwa “Pada jaringan tipe ini

memungkinkan jaringan untuk mensentralisasi fungsi dan aplikasi kepada satu atau

dua dedicated file server. Sebuah file server menjadi jantung dari keseluruhan sistem,

memungkinkan untuk mengakses sumber daya, dan menyediakan keamanan”.

Sistem operasi jaringan ini menyediakan mekanisme untuk mengintegrasikan

seluruh komponen yang ada di jaringan dan memungkinkan banyak pengguna secara

bersama-sama memakai sumber daya pada file server.

Model jaringan Client Server memiliki beberapa kelebihan antara lain:

a. Terpusat

b. Sumber daya dan keamanan data di kontrol melalui server

c. Skalabilitas

d. Fleksibel

e. Teknologi baru dengan mudah terintegerasi ke dalam sistem

Namun demikian, model jaringan Client Server ini pun memiliki beberapa

kekurangan antara lain:

a. Biaya pengadaan dan operasionalnya mahal

b. Membutuhkan investasi untuk dedicated server


8

c. Jaringan besar membutuhkan seorang staff ahli untuk mengaturnya sedemikian

rupa sehingga sistem dapat berjalan efisien

d. Ketika server drop, keseluruhan operasi pada network akan terganggu

Sumber : [Link]

Gambar II.2. Jaringan Client Server

Berdasarkan jenis atau tipe jaringan menjelaskan bahwa jaringan komputer

dapat dibedakan berdasarkan cakupan geografisnya. Adapun 3 katagori utama

jaringan komputer yaitu:

1. Local Area Network (LAN)

Menurut Irawan (2013:6) Jaringan LAN adalah “jaringan komputer dengan

ruang lingkup terkecil, terdiri dari 2 komputer atau lebih yang saling berhubungan.

Cakupan jaringan ini adalah lokasi dengan jangkauan dan area terbatas seperti
9

warnet, kantor, atau laboratorium komputer”. Beberapa kemudahan menggunakan

jaringan komputer LAN, sebagai berikut:

A. Kelebihan Jaringan Local Area Network (LAN)

1. Pemakaian sumber daya secara bersama-sama.

2. Keamanan lebih terjamin karena penggunaan IP lokal jaringan hanya sampai

sebatas switch dan selanjutnya router akan menghubungkan dengan IP publik.

3. Efektifitas dan efisiensi kerja menjadi lebih produktif.

4. Mengurangi pemakaian kabel jika dibandingkan dengan sistem connect one

by one.

5. Memungkinkan adanya transfer file antar bagian dengan melalui suatu server

lalu lintas informasi.

B. Kekurangan Jaringan Local Area Network (LAN)

a) Jika salah satu PC terkena virus, maka PC yang lain bisa ikut tertular.

b) Speed modem lambat, semakin banyak PC semakin lambat koneksi

internetnya.

c) Ada kemungkinan password bisa ditembus.

d) Perlu pengendalian pemakaian software.


10

Sumber: [Link]

Gambar II. 3. Local Area Network (LAN)

2. Metropolitan Area Network (MAN)

Menurut Irawan (2013:6) “Jaringan ini merupakan pengembangan dari

jaringan LAN dengan cakupan yang lebih luas, seperti dalam satu kota besar beserta

daerah setempat”.

1. Kelebihan Metropolitan Area Network (MAN)

MAN memiliki kelebihan dalam jangkauan media transmisi daripada LAN, dan

mempunyai kelebihan data trasfer rate yang lebih besar daripada LAN.

2. Kekurangan Metropolitan Area Network (MAN)

Kekurangan MAN kebanyakan bersaing dalam masalah terminal, yang akhirnya

mengganggu jaringan dalam berkomunikasi satu dengan lainnya.


11

Sumber: [Link]

Gambar II. 4 Metropolitan Area Network (MAN)

3. Wide Area Network (WAN)

Menurut Syafrizal (2012:36) Wide Area Network (WAN) adalah “jaringan

yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satellite, ataupun kabel

fiber optic, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau

antarkota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau area atau wilayah otoritas

negara lain”.
12

1. Kelebihan Wide Area Network (WAN)

a. Bisa diakses dengan jangkauan area geografis yang luas sehingga melakukan

aktifitas jarak jauh dapat menggunakan jaringan ini.

b. Dapat berbagi (share) software dan resources dengan menggunakan

workstation.

c. Semua orang yang berada dalam jaringan MAN dapat berbagi data yang

sama.

d. Dapat berbagi file share pada area yang luas.

2. Kekurangan Wide Area Network (WAN)

a. Biaya operasional yang mahal dan umumnya lambat.

b. Memerlukan firewall yang bagus untuk mencegah pengguna dari luar masuk

dan mengganggu pengguna yang didalam.

c. Keamanan dari pengguna nakal (hacker, virus maker) menambah biaya pada

sistem keamanan MAN.

d. Informasi tidak memenuhi kebutuhan lokal maupun kepentingan sendiri.


13

Sumber: [Link]

Gambar II. 5 Wide Area Network (WAN)

2.2. Topologi

Menurut Irawan (2013:23) Topologi jaringan adalah “cara bagaimana

menghubungkan komputer dengan komputer lainnya dalam sebuah jaringan”. Ada

beberapa topologi jaringan yang sering digunakan dalam membentuk suatu jaringan

komputer, yaitu:

1. Topologi Ring

Topologi ini memakai simpul yang terhubung dalam satu lingkaran

menggunakan segmen kabel. Setiap simpul secara fisik terhubung hanya ke dua

simpul lain. Masing-masing simpul mengirim informasi ke simpul berikutnya, hingga

tiba di simpul yang dituju.


14

Sumber: [Link]

Gambar II. 6 Topologi Ring

Kelebihan:

1. Hemat Kabel

2. Kegagalan koneksi karena gangguan media masih bisa diatasi dengan jalur lain

yang masih terhubung.

Kekurangan:

1. Transfer data lambat, karena harus melewati banyak komputer terlebih dahulu

(data harus berputar melewati semua komputer sampai menemukan komputer

tujuan).
15

2. Pengembangan jaringan yang kaku, tidak fleksibel.

2. Topologi Star

Topologi Star atau topologi bintang adalah sistem jaringan dengan

komunikasi terpusat, yaitu beberapa komputer terhubung dengan sebuah terminal

yang menjadi pusat jaringan (server).

Sumber : [Link]

Gambar II.7 Topologi Star

Keuntungan:

1. Kontrol dan pengelolaan mudah karena semua koneksi terpusat di satu tempat.

2. Mudah menelusuri jika terjadi masalah pada koneksi.


16

Kerugian:

1. Jika pusat koneksi gagal, maka semua komunikasi terputus.

2. Kecepatan koneksi jaringan keseluruhan sangat bergantung dengan kualitas pusat

koneksi.

3. Topologi Bus

Menurut Irawan (2013:23) Topologi Bus atau topologi backbone adalah

“topologi yang menghubungkan beberapa komputer secara berantai (workstation dan

server) pada sebuah kabel Coaxial”. Sebuah terminator di tempatkan pada tiap-tiap

ujung backbone.

Sumber : [Link]

Gambar II.8 Topologi Bus


17

Keuntungan:

1. Biaya relatif murah dan hemat kabel.

2. Jika sebuah komputer bermasalah, maka tidak akan mempengaruhi komputer

lainnya.

Kerugian:

1. Jika kabel utama (Coaxial) putus, maka komunikasi semua komputer yang

terhubung pada kabel tersebut gagal.

2. Semakin banyak komputer yang terhubung pada satu kabel utama menyebabkan

lalu lintas data yang padat, kecepatan komunikasi bisa menurun.

4. Topologi Tree

Topologi Tree atau topologi “pohon” bisa dikatakan sebagai kombinasi

karakteristik antara toplogi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan

topologi star yang dihubungkan dalam topologi bus sebagai backbone.

Keuntungan:

1. Dapat membuat kelompok komputer dalam jaringan sesuai keinginan. Contoh:

cabang terminal A untuk mengolah data produksi dan terminal B untuk mengolah

data distribusi.

2. Mudah untuk menelusuri jika terjadi masalah pada koneksi.


18

Kekurangan:

1. Apabila simpul yang lebih tinggi tidak berfungsi, maka akan mempengaruhi

kinerja simpul-simpul di bawahnya.

2. Perlu pengaturan khusus untuk mengatur jalur lalu lintas koneksi karena adanya

percabangan.

Sumber: [Link]

Gambar II.9 Topologi Tree


19

5. Topologi Mesh

Menurut Irawan (2013:27) Topologi Mesh adalah “topologi yang tidak

memiliki aturan dalam koneksi. Pada topologi ini setiap terminal terhubung secara

langsung ke semua terminal-terminal yang lain”. Topologi ini sulit diterapkan dengan

jaringan wireless.

Sumber: [Link]

Gambar II.10 Topologi Mesh

Kelebihan:

1. Kegagalan koneksi antara 2 workstation tidak akan mempengaruhi dengan

koneksi lainnya.

2. Privasi dan keamanan lebih terjamin.


20

Kekurangan:

1. Jika diterapkan pada jaringan kabel, akan membutuhkan banyak kabel dan sudah

pasti biaya yang lebih mahal.

2. Sulit untuk diorganisir karena kerumitan alur koneksi dalam jaringan.

2.3. Perangkat Keras Jaringan (Hardware)

Selain perangkat lunak (Software), sistem jaringan komputer pastinya

memerlukan perangkat keras (Hardware). Dimana perangkat keras merupakan sarana

pendukung utama dalam membangun sebuah jaringan komputer, perangkat keras

(Hardware) yang sering digunakan dalam jaringan adalah antara lain: Network

Interface Card (NIC) atau Ethernet, Hub, Switch, Bridge, Repeater, serta

pengkabelan.

2.3.1. Network Interface Card (NIC)

Network Interface Card (NIC) disebut juga Ethernet yang berfungsi sebagai

interface (antarmuka) jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Tugas

NIC adalah untuk mengubah aliran data paralel dalam bus komputer menjadi bentuk

data serial sehingga dapat ditransmisikan di atas media jaringan. Media yang umum
21

digunakan, antara lain adalah kabel UTP Category 5 atau Enhanced Category 5

(Cat5e), kabel fiber-optic, atau radio (jika memang tanpa kabel).

Sumber: [Link]

Gambar II.11 Network Interface Card (NIC)

Kartu jaringan memiliki standar yang diberikan oleh IEEE (Institute of

Electrical and Electronics Engineers) sebagai pengembang utama kartu jaringan atau

sering disebut dengan ethernet card

Adapun standarnya adalah:


22

Tabel II.1 Standar IEEE 802.3

Standar Panjang Maksimal Tipe Kabel


10 base 5 500 m 50 Ω thick Coaxial
10 base 2 185 m 50 Ω thin Coaxial
10 base T 100 m Cat 3,4,5 UTP
10 base FL 2000 m FDDI

Sumber: Buku Dasar Teknis Instalasi Jaringan Komputer

Tabel II.2 Standar IEEE 802.3u / Fast Ethernet

Standart Panjang Maksimal Tipe Kabel


100 base Tx 100 m Cat 5 UTP
100 base T4 100 m Cat 3 UTP
100 base T2 100 m Cat 3,4,5 UTP
100 base Fx 2000 m (full duplex) FDDI Multi-Mode
100 base FX 10000 m FDDI Single Mode

Sumber: Buku Dasar Teknis Instalasi Jaringan Komputer

Tabel II.3 Standar IEEE 802.3z / Gigabit Ethernet

Standart Panjang Maksimal Tipe Kabel


1000 base Sx 220-550 m FDDI Multi Mode
1000 base Lx 3000 m FDDI Single Mode
1000 base Cx 25 m Shielded Cooper
1000 base T 100 m CAT 5 UTP

Sumber: Buku Dasar Teknis Instalasi Jaringan Komputer


23

2.3.2. Kabel Jaringan

Kabel jaringan berfungsi untuk menghubungkan antara komputer satu dengan

yang lainnya bisa berupa kabel ataupun tanpa kabel (wireless). Meskipun saat ini

teknologi jaringan nirkabel (wireless) sedang trend, namun media kabel masih

banyak digunakan karena dari sisi kualitas dan kecepatan transfer data lebih baik dari

wireless. Berikut ini beberapa jenis kabel yang digunakan pada jaringan komputer.

1. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)

Kabel UTP merupakan kabel jaringan yang paling banyak digunakan karena

kemudahan yang ditawarkan, yaitu kemudahan pengembangan jumlah client

tanpa mengganggu sistem komunikasi atau tanpa harus mematikan server.

Namun kelemahan utamanya adalah relatif mahalnya implementasi sistem,

diperlukan satu hub yang berfungsi sebagai konsentrator koneksi jaringan. Hub

terdiri dari port koneksi yang saling terhubung. Jangkauan maksimumnya 100 m.
24

Sumber: [Link]

Gambar II.12 Kabel UTP

Kabel UTP terdiri dari 4 pasang kabel berwarna, yaitu dengan jumlah total kabel

adalah 8 kabel. Warna-warna kabel tersebut antara lain:

1. Putih-Biru dan Biru

2. Putih-Orange dan Orange

3. Putih-Hijau dan Hijau

4. Putih-Coklat dan Coklat

Standarisasi urutan warna kabel UTP sudah diatur oleh EIA/TIA (Electronic

Industries Alliance/Telecommunication Industries Association). Standarisasi urutan

warna kabel tersebut dibagi menjadi 2, yaitu:


25

1. EIA/TIA 568A atau T-568A

Urutan ke-1 : Putih Hijau

Urutan ke-2 : Hijau

Urutan ke-3 : Putih Orange

Urutan ke-4 : Biru

Urutan ke-5 : Putih Biru

Urutan ke-6 : Orange

Urutan ke-7 : Putih Coklat

Urutan ke-8 : Coklat

2. EIA/TIA 568B atau T-568B

Urutan ke-1 : Putih Orange

Urutan ke-2 : Orange

Urutan ke-3 : Putih Hijau

Urutan ke-4 : Biru


26

Urutan ke-5 : Putih Biru

Urutan ke-6 : Hijau

Urutan ke-7 : Putih Coklat

Urutan ke-8 : Coklat

Cara pemasangan kabel UTP berdasarkan koneksi adalah tipe Straight dan

Cross. Tipe koneksi straight menggunakan satu standarisasi urutan kabel untuk kedua

ujungnya (umumnya T-568B) dan untuk tipe Cross menggunakan T-568B dan T-

568A di ujung lainnya, konektornya yaitu RJ-45.

A. Tipe Straight

Urutan kabel ini digunakan untuk menghubungkan antara perangkat PC dengan

switch atau HUB atau router dengan switch atau HUB.


27

Sumber: [Link]

Gambar II.13 Kabel Straight (straight through cable)

B. Tipe Cross

Urutan pemasangan kawat pada konektor yang dikenal sebagai End A dan End B

ini pada masing-masing pada dasarnya adalah standar EIA568A dan EIA568B.

Kabel CAT 5 yang kedua ujungnya adalah Ujung A disebut sebagai straight-

through cable (kabel langsung), sedangkan bila yang satu Ujung A dan yang lainnya

Ujung B dinamakan cross-over cable (kabel silang).


28

Sumber : [Link]

Gambar II.14 Kabel Cross (cross-overcable)

2. Kabel Coaxial

Kabel jenis ini terlindung dari Elektromagnetic Interference (EMI) dan dapat

dengan mudah dilalui oleh signal elektric. Kabel dengan jenis seperti ini sudah agak

sulit didapatkan karena jenis kabel ini sudah sangat jarang digunakan dalam jaringan

LAN. Dalam penggunaanya seorang perancang jaringan harus paham dengan benar

spesifikasi dari jaringan tersebut terutama dengan jenis kabel yang digunakan. Untuk

jenis kabel Coaxial mempunyai ukuran yang berbeda yang berfungsi untuk
29

membedakan hambatan arus signal pada kabel. Dalam pemasangan kabel tersebut

terdapat dua cara yaitu dengan cara disolder dan dengan menggunakan tang krimping.

Kelebihan yang kita dapatkan bila menggunakan kabel Coaxial adalah sebagai

berikut:

1. Sangat tahan terhadap Electromagnetic Interference (EMI).

2. Sangat mendukung dalam penggunaan bandwith yang besar.

3. Dapat dilalui signal elektris dengan mudah.

Sumber : [Link]

Gambar II.15 Kabel Coaxial


30

Disamping itu pula kabel Coaxial memiliki beberapa kekurangan dalam segi

ketahanan dan pemasangan, diantaranya seperti dibawah ini:

1. Ketahanannya terhadap Electromagnetic Interference (EMI) akan melemah

terutama pada penggunaan dalam jumlah besar.

2. Karena ukuran maka agak susah untuk memasangnya.

3. Kabel Fiber Optic / FDDI

Menurut Andi (2013:16) Kabel Fiber Data Distributed Interface (FDDI) atau

yang sering di sebut dengan kabel Fiber Optic. Jenis kabel yang satu ini

menggunakan 3 buah ring. Pertama, primary ring yang digunakan untuk komunikasi

data. Kedua, secondary ring yang digunakan sebagai media komunikasi cadangan.

Kedua ring ini bertransmisi secara berlawanan (counter rotating).


31

Sumber : [Link]

Gambar II.16 Fiber Optic / FDDI

Jenis kabel ini banyak digunakan untuk komunikasi antar backbone, LAN dengan

kecepatan tinggi. Keuntungan menggunakan kabel Fiber Optic, antara lain:

1. Fiber Optic tidak mentransmisikan sinyal elektrik sehingga tidak ada gangguan

secara elektrik dari Radio Frequency Interferecnce (RFI) dan Elegtromagnetic

Interference (EMI)

2. Jangkauan FDDI sekitar 2 Km untuk Single mode dan 26 Km untuk Multimode

2.3.3. Server

Menurut Andi (2013:21) Server “merupakan sebuah komputer yang bertugas

untuk melayani permintaan dari komputer client pada jaringan”. Server yang akan

kita bahas adalah server untuk skala kecil dan menengah, Tingkat kebutuhan

spesifikasi server sangat beragam dan tergantung pada fungsi server dan sistem

operasi yang terpasang. Tabel dibawah ini berisi beberapa spesifikasi standar server

untuk beberapa sistem operasi jaringan yang ada.


32

Tabel II.4 Spesifikasi Standar Server

Sistem Operasi Spesifikasi Server

Microsoft Windows NT 4 Prosesor: Pentium 166

Microsoft Windows 2000 Server Prosesor:


Memory: 32Pentium
MB II 400

Novell Netware 4.11 Prosesor:


Memory: Pentium
Harddrive:128 GB 166
1,2MB

Novell Netware 6.0 Prosesor:


Memory: Pentium
Harddrive:32 MB III 800 Mhz
4GB

Linux Prosesor:
Memory: Pentium
Harddrive:512 GB 233
1,2MB

Memory:
Harddrive:3210MB
GB
Sumber: Buku Dasar Teknis Instalasi Jaringan Komputer

Harddrive: 1,2 GB

2.3.4. HUB

Menurut Irawan (2013:10), HUB “adalah sebuah perangkat yang menyatukan

kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain”. Dalam

topologi Star, kabel twisted pair datang dari sebuah workstation masuk kedalam

HUB. HUB mempunyai banyak slot concentrator yang mana dapat dipasang menurut

nomor port dari card yang dituju. Dari segi pengelolaan HUB yang saat ini beredar di

pasaran ada dua jenis, yaitu manageable HUB dan unmanageable HUB. Manageable

HUB adalah HUB yang bisa dikelola atau di-manage dengan software yang di
33

bawanya. Sedangkan unmana-geable HUB cara pengelolaannya dilakukan secara

manual. Perlu diketahui bahwa HUB hanya memungkinkan pengguna atau user untuk

berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan HUB yang membentuk jaringan disebut

Shared Ethernet. Pada jaringan seperti itu, setiap user hanya akan mendapatkan

kecepatan dari bandwidth jaringan yang ada.

Sumber : http/[Link]/2011/04/11/karakteristik-hub/

Gambar II.17 HUB

2.3.5. Switch

Menurut Irawan (2013:11) “Switch memiliki fungsi yang sama dengan hub,

tapi bedanya switch mampu memeriksa paket data yang diterima, menentukan

sumber, dan perangkat tujuan masing-masing paket informasi, dan melanjutkan

informasi serta data secara tepat”. Dengan kata lain, switch adalah hub yang lebih

pintar atau switch adalah pengembangan dari hub.


34

Sumber: [Link]

Gambar II.18 Switch

2.3.6. Bridge / Jembatan

Menurut Irawan (2013:11) Bridge adalah “sebuah perangkat yang membagi

satu buah jaringan kedalam dua buah jaringan, ini digunakan untuk mendapatkan

jaringan yang efisien, dimana kadang pertumbuhan network sangat cepat makanya di

perlukan jembatan untuk itu”. Kebanyakan Bridge dapat mengetahui masing-masing

alamat dari tiap-tiap segmen komputer pada jaringan sebelahnya dan juga pada

jaringan yang lain di sebelahnya pula. Dia mengatur agar informasi di antara kedua

sisi network tetap jalan dengan baik dan teratur.

Bridge juga dapat di gunakan untuk mengkoneksi diantara network yang

menggunakan tipe kabel yang berbeda ataupun topologi yang berbeda pula.
35

Sumber: [Link]

Gambar II.19 Bridge

2.3.7. Routers

Menurut Irawan (2013:12) “Sebuah Router mengartikan informasi dari satu

jaringan ke jaringan yang lain, dia hampir sama dengan Bridge namun agak pintar

sedikit, router akan mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan yang

berdasakan atas alamat tujuan dan alamat asal”. Sementara Bridge dapat mengetahui

alamat masing-masing komputer di masing-masing sisi jaringan, router mengetahui

alamat komputer, bridge dan router lainnya. router dapat mengetahui keseluruhan

jaringan melihat sisi mana yang paling sibuk dan dia bisa menarik data dari sisi yang

sibuk tersebut sampai sisi tersebut bersih. Jika sebuah perusahaan mempunyai LAN

dan menginginkan terkoneksi ke Internet, mereka harus membeli router, sebuah

router dapat menterjemahkan informasi diantara LAN dan Internet.


36

Fungsi router antara lain adalah :

a. Mengatur jalur sinyal secara efisien.

b. Mengatur Pesan diantara dua buah protocol.

c. Mengatur Pesan diantara topologi jaringan linear Bus dan Bintang (star).

d. Mengatur Pesan diantara melewati Kabel Fiber optic, kabel Coaxial dan kabel

UTP.

Sumber: [Link]

Gambar II.20 Router

2.3.8 Mikrotik

Menurut Kustanto & Daniel T Saputro (2015:20) “MikroTik RouterOS™

merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router.

Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya”. Administrasinya bisa

dilakukan melalui Windows Application (WinBox). Selain itu instalasi dapat

dilakukan pada Standard komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan

router mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan

standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar
37

(network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan

pemilihan resource PC yang memadai.

Sejarah MikroTik RouterOS adalah sebuah perusahaan kecil berkantor pusat di

Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Pembentukannya diprakarsai oleh John Trully

dan Arnis Riekstins. John Trully adalah seorang berkewarganegaraan Amerika yang

berimigrasi ke Latvia. Di Latvia ia bejumpa dengan Arnis, Seorang sarjana Fisika

dan Mekanik sekitar tahun 1995. John dan Arnis mulai me-routing dunia pada tahun

1996 (misi MikroTik adalah me- routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux

dan MS-DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless-LAN (WLAN)

Aeronet berkecepatan 2 Mbps di Moldova, negara tetangga Latvia, baru kemudian

melayani lima pelanggannya di Latvia.

Saat ini MikroTik memberikan layanan kepada banyak ISP nirkabel untuk

layanan akses Internet di banyak negara di dunia dan juga sangat populer di

Indonesia. Mikrotik pada standar perangkat keras berbasiskan Personal Computer

(PC) dikenal dengan kestabilan, kualitas kontrol dan fleksibilitas untuk berbagai jenis

paket data dan penanganan proses rute (routing). Mikrotik yang dibuat sebagai router

berbasiskan komputer banyak bermanfaat untuk sebuah ISP yang ingin menjalankan

beberapa aplikasi mulai dari hal yang paling ringan hingga tingkat lanjut. Selain

routing, Mikrotik dapat digunakan sebagai manajemen kapasitas akses (bandwidth,


38

firewall, wireless access point (WiFi), backhaul link, system hotspot, Virtual Private

Network server dan masih banyak lainnya.

Sumber: [Link]

Gambar II.22 Mikrotik


39

2.4. Perangkat Lunak Jaringan (Software)

Menurut Irawan (2013:7) Perangkat Lunak (software) “merupakan suatu

program yang dibuat oleh pembuat program untuk menjalankan perangkat keras

computer”. Perangkat Lunak adalah program yang berisi kumpulan instruksi untuk

melakukan proses pengolahan data. Software sebagai penghubung antara manusia

sebagai pengguna dengan perangkat keras komputer, berfungsi menerjemahkan

bahasa manusia ke dalam bahasa mesin sehingga perangkat keras komputer

memahami keinginan pengguna dan menjalankan instruksi yang diberikan dan

selanjutnya memberikan hasil yang diinginkan oleh manusia tersebut.

Perangkat lunak komputer berfungsi untuk:

1. Mengidentifikasi program

2. Menyiapkan aplikasi program sehingga tata kerja seluruh perangkat komputer

terkontrol.

3. Mengatur dan membuat pekerjaan lebih efisien.

Perangkat lunak terbagi menjadi 4 macam, yaitu:

1. Sistem Operasi (Operating System),

2. Program Aplikasi (Application Programs),

3. Bahasa Pemrograman (Programming Language),

4. Program Bantu (Utility)


40

A. Sistem Operasi (Operating System)

Menurut Andi (2013:64) Sistem Operasi yaitu “program yang berfungsi untuk

mengendalikan sistem kerja yang mendasar sehingga mengatur kerja media input,

output, tabel pengkodean, memori, penjadwalan prosesor, dan lain-lain. Sistem

operasi berfungsi sebagai penghubung antara manusia dengan perangkat keras dan

perangkat lunak yang akan digunakan”.

Adapun fungsi utama sistem operasi adalah:

a. Menyimpan program dan aksesnya

b. Membagi tugas di dalam CPU

c. Mengalokasikan tugas-tugas penting

d. Merekam sumber-sumber data

e. Mengatur memori sistem termasuk penyimpanan, menghapus dan mendapatkan

data

f. Memeriksa kesalahan sistem

g. Multitugas pada OS/2″, Windows ’95″, Windows ’98″, Windows NT”, /2000/XP

h. Memelihara keamanan sistem, khusus pada jaringan yang membutuhkan kata

sandi (password) dan penggunaan ID

i. Contoh Sistem Operasi, misalnya : Disk Operating System (DOS), Microsoft

Windows, Linux, dan Unix.


41

B. Program Aplikasi (Aplication Program)

Menurut Maryono (2012:8) Program Aplikasi adalah perangkat lunak yang

dirancang khusus untuk kebutuhan tertentu, misalnya program pengolah kata,

mengelola lembar kerja, program presentasi, design grafis, dan lain-lain.

C. Bahasa Pemrograman (Programming Language)

Perangkat lunak bahasa yaitu program yang digunakan untuk menerjemahkan

instruksi-instruksi yang ditulis dalam bahasa pemrograman ke bahasa mesin dengan

aturan atau prosedur tertentu, agar diterima oleh komputer.

Ada 3 level bahasa pemrograman, yaitu:

a. Bahasa tingkat rendah (low level language)

Bahasa ini disebut juga bahasa mesin (assembler), dimana pengkodean

bahasanya menggunakan kode angka 0 dan 1.

b. Bahasa tingkat tinggi (high level language)

Bahasa ini termasuk dalam bahasa pemrograman yang mudah dipelajari oleh

pengguna komputer karena menggunakan bahasa Inggris. Contohnya : Basic,

Cobol, Pascal, Fortran.

c. Bahasa generasi keempat (4 GL)


42

Bahasa pemrograman 4 GL (Fourth Generation Language) merupakan bahasa

yang berorientasi pada objek yang disebut Object Oriented Programming

(OOP). Contoh software ini adalah : Visual Basic, Delphi, Visual C++.

D. Program Bantu (Utility)

Perangkat Lunak merupakan perangkat lunak yang berfungsi sebagai aplikasi

pembantu dalam kegiatan yang ada hubungannya dengan komputer, misalnya

memformat disket, mengopi data, mengkompres file, dan lain-lain.

Contoh software ini diantaranya:

a. Norton Utility

b. Winzip

c. Norton Ghost

d. Antivirus
43

2.5. Transmission Control Protokol / Internet Protpcol (TCP/IP) dan


Subnetting

A. Transmission Control Protokol / Internet Protokol (TCP/IP)

Internet Protocol (IP), merupakan protokol internet yang diperlukan untuk

mengetahui atau mengindentifikasi sebuah komputer dalam sebuah jaringan. Dalam

sebuah jaringan tiap komputer harus berbeda IP addressnya. Fungsi IP Address

adalah sebagai Pengalamatan, Fragmentasi datagram pada antar jaringan, dan sebagai

pengiriman datagram pada antar jaringan.

1. Format alamat IP

Alamat-alamat IP panjangnya 32 bit dan dibagi menjadi 2 bagian :

1) Network ID

Network ID adalah bagian dari alamat IP yang mewakili jaringan fisik dari host.

setiap komputer di sebuah jaringan akan memiliki network ID yang sama.

2) Host ID

Host ID adalah bagian yang mewakili bagian individu dari alamat, tiap

komputer memiliki host ID yang berbeda.


44

2. Kelas IP

Berdasarkan jumlah Host IP Address dibagi manjadi 3 kelas:

1) IP Address kelas A

IP Address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat

besar. Pada kelas ini Network ID adalah 8 bit pertama, sedangkan hostnya adalah

24 bit berikutnya. Sebagai contoh jika IP Address adalah [Link] maka

Network ID tersebut adalah 117 dan Host ID dari IP tersebut adalah 47.5.5.

2) IP Address kelas B

IP Address kelas B digunakan untuk jaringan yang berukuran sedang. Jika IP

Address kelas B adalah [Link], maka Network ID nya adalah 133.92 dan

Host ID nya adalah 12.5.

3) IP Address kelas C

IP Address kelas C digunakan untuk jaringan yang lebih kecil seperti LAN

(Local Area Network). Jika IP Address kelas C adalah [Link], maka

Network ID nya adalah 192.168.1 dan Host ID nya adalah 1.

Tabel II.1 IP Address


45

Sumber : Buku Jaringan Komputer Untuk Orang Awam Edisi ke-2

B. Subnet Mask atau Subnetting

Menurut Irawan (2013:39) Subnetting adalah “sebuah teknik yang

mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang

tersedia dengan lebih efisien”. Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel

untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang mewakili

network ID dan bagian mana yang mewakili host ID. Dengan kelas-kelas IP address

standar, hanya 3 kemungkinan network ID yang tersedia; 8 bit untuk kelas A, 16 bit

untuk kelas B, dan 24 bit untuk kelas C. Subnetting mengizinkan anda memilih angka

bit acak (arbitrary number) untuk digunakan sebagai network ID.


46

a. IP Address kelas A menggunakan Subnet Mask

11111111.00000000.00000000.00000000 = [Link]

b. IP Address kelas B menggunakan Subnet Mask

11111111.11111111.00000000.00000000 = [Link]

c. IP Address kelas C menggunakan Subnet Mask

11111111.11111111.11111111.00000000 = [Link]

2.6. Sistem Keamanan Jaringan

Pada era globalisasi ini, keamanan sistem jaringan berbasis Internet harus

diperhatikan, karena jaringan komputer Internet yang sifatnya publik dan global pada

dasarnya tidak begitu aman. Pada saat data terkirim dari suatu terminal yang satu ke

terminal yang lain dalam Internet, data itu akan melewati sejumlah terminal yang

lainnya yang berarti akan memberi kesempatan pada user Internet yang lain untuk

menyadap atau mengubah data tersebut, Sistem keamanan jaringan komputer yang

terhubung ke Internet harus direncanakan dan dipahami dengan baik agar dapat

melindungi sumber daya yang berada dalam jaringan tersebut secara efektif.

A. Aspek-aspek keamanan jaringan komputer

Menurut Doni Ariyus (2012:9) Aspek-aspek keamanan jaringan komputer

meliputi, antara lain:


47

a) Authentication: agar penerima informasi dapat memastikan keaslian pesan,

bahwa pesan itu datang dari orang yang dimintai informasi. Dengan kata lain,

informasi itu benar-benar datang dari orang yang dikehendaki.

b) Integrity: keaslian pesan yang dikirim melalui jaringan dan dapat dipastikan

bahwa informasi yang dikirim tidak dimodifikasi oleh orang yang tidak berhak.

c) Non-repudiation: merupakan hal yang berhubungan dengan si pengirim,

pengirim tidak dapat mengelak bahwa dialah yang mengirim pesan tersebut.

d) Authority: Informasi yang berada pada sistem jaringan tidak dapat dimodifikasi

oleh orang yang tidak berhak untuk mengaksesnya.

e) Confidentiality: merupakan usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak

berhak mengakses. Kerahasian ini biasanya berhubungan dengan informasi yang

diberikan ke pihak lain.

f) Privacy: lebih ke arah data-data yang bersifat pribadi.

g) Availability: aspek availabilitas berhubungan dengan ketersediaan informasi

ketika dibutuhkan. Sistem informasi yang diserang atau dijebol dapat

menghambat atau meniadakan akses ke informasi.

h) Access control: Aspek ini berhubungan dengan cara pengaturan akses ke

informasi. Hal ini biasanya berhubungan dengan masalah otentikasi dan privasi.

Kontrol akses seringkali dilakukan dengan menggunakan kombinasi user id dan

password ataupun dengan mekanisme lain.


48

Sumber : [Link]

Gambar II.21 Sistem Keamanan Jaringan

B. Ancaman serangan keamanan jaringan komputer

Menurut Doni Ariyus (2012:8) “terjadi banyak pertukaran informasi setiap

detiknya di internet”. Juga terjadi pencurian atas informasioleh pihak-pihak yang

tidak bertanggung jawab. Ancaman keamanan yang terjadi terhadap informasi adalah:

a) Interruption: merupakan ancaman terhadap availability informasi, data yang ada

dalam sistem komputer dirusak atau dihapus sehingga jika data atau informasi itu

dibutuhkan maka pemiliknya akan mengalami kesulitan untuk mengaksesnya,

bahkan informasi itu akan hilang.


49

b) Interception: merupakan ancaman terhadap kerahasiaan (secrecy). Informasi

disadap sehingga orang yang tidak berhak dapat mengakses komputer dimana

informasi itu disimpan.

c) Modification: merupakan ancaman terhadap integritas. Orang yang tidak berhak

berhasil menyadap lalu lintas informasi yang sedang dikirim dan kemudian

mengubahnya sesuai keinginan orang tersebut.

d) Fabrication: merupakan ancaman terhadap integritas. Orang yang tidak berhak

berhasil meniru atau memalsukan informasi sehingga orang yang menerima

informasi tersebut menyangka bahwa informasi tersebut berasal dari orang yang

dikehendaki oleh si penerima informasi.


50

2.8 Firewall

Firewall adalah sebuah sistem atau kelompok sistem yang menerapkan

sebuah access control policy terhadap lalu lintas jaringan yang melewati titik-titik

akses dalam jaringan. Tugas firewall adalah untuk memastikan bahwa tidak ada

tambahan diluar ruang lingkup yang diizinkan. Firewall bertanggung jawab untuk

memastikan bahwa acces control policy yang diikuti oleh semua pengguna di dalam

jaringan tersebut. Firewall sama seperti alat-alat jaringan lain dalam hal untuk

mengontrol aliran lalu lintas jaringan. Namun, tidak seperti alat-alat jaringan lain,

sebuah firewall harus mengontrol lalu lintas network dengan memasukkan faktor

pertimbangan bahwa tidak semua paket-paket data yang dilihatnya adalah apa yang

seperti terlihat. Firewall digunakan untuk mengontrol akses antara network internal

sebuah organisasi Internet. Sekarang ini firewall semakin menjadi fungsi standar

yang ditambahkan untuk semua host yang berhubungan dengan network.

Anda mungkin juga menyukai