MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
MATEMATIKA FASE C SD KELAS 6
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Filman Ghalib
NPM : 2210013411107
Instansi : SD
Tahun Penyusunan : Tahun 2025
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Budaya Alam Minangkabau (BAM)
Fase / Kelas : C / 6 (Enam) Unit
: Permainan Tradisional
Kegiatan Pembelajaran : Menidentifikasi Permainan Tradisional
Elemen : Seni, Tradisi, dan Kearifan Lokal
Capaian Pembelajaran : ▪ Mengenal dan memahami berbagai
bentuk permainan tradisional Minangkabau.
▪ Menjelaskan aturan dan nilai budaya yang
terkandung dalam permainan tradisional.
▪ Mempraktikkan salah satu permainan tradisional
secara sederhana.
▪ Menunjukkan sikap sportivitas, kerja sama, dan
kepedulian terhadap budaya lokal.
Alokasi Waktu : 2 Jam Pelajaran (2 X 35 Menit)
B. KOMPETENSI AWAL
▪ Peserta didik sudah mengenal berbagai budaya Minangkabau.
▪ Peserta didik pernah melihat atau mendengar permainan tradisional.
▪ Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok.
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
▪ Bernalar kritis
▪ Mandiri
▪ Bergotong royong
▪ Berorientasi pada solusi
▪ Peduli terhadap lingkungan
D. SARANA DAN PRASARANA
▪ Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
▪ Alat permainan tradisional (contoh: congklak, bola
kasti, tali untuk lompat) ▪ Papan tulis dan spidol
▪ Media audio-visual (video permainan tradisional)
E. TARGET PESERTA DIDIK
▪ Peserta didik reguler/tipikal
F. JUMLAH PESERTA DIDIK
▪ 26 orang
G. MODEL PEMBELAJARAN
▪ Model pembelajaran PBL (Problem Based Learning)
▪ Luring (Tatap muka)
H. MATERI POKOK
▪ Pengertian permainan tradisional
▪ Jenis-jenis permainan tradisional Minangkabau
▪ Nilai budaya dan pendidikan dari permainan tradisional
▪ Contoh praktik permainan sederhana
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
▪ Peserta didik memahami pengertian permainan tradisional.
▪ Peserta didik mengenal jenis-jenis permainan tradisional Minangkabau.
▪ Peserta didik mampu mempraktikkan salah satu permainan tradisional.
▪ Peserta didik dapat menyebutkan nilai budaya dan manfaat permainan tradisional.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
▪ Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan,
sportivitas, dan budaya yang perlu dilestarikan.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
▪ Mengapa permainan tradisional penting untuk dilestarikan?
▪ Apa bedanya permainan tradisional dengan permainan modern (gadget, game online)?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
• Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran.
• Guru mengajak siswa menyanyikan lagu daerah Minangkabau.
• Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
• Apersepsi: guru bertanya permainan apa saja yang biasa dimainkan siswa di rumah.
2. Kegiatan Pembelajaran di Kelas
Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan guru dalam kegiatan pembelajaran 1, yang
terbagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan alokasi waktu 2 x 35 menit (70 menit):
2. Kegiatan Inti (50 menit)
Sintaks 1: Orientasi pada Masalah (10 menit)
• Guru menayangkan gambar atau video singkat tentang permainan tradisional
Minangkabau (misalnya congklak, gasiang, cato).
• Guru mengajukan pertanyaan pemantik: o “Apakah kalian pernah
memainkan permainan ini?” o “Mengapa permainan tradisional
penting untuk dilestarikan?”
• Siswa diminta berbagi pengalaman singkat tentang permainan tradisional yang mereka
ketahui.
Sintaks 2: Mengorganisasikan Pembelajaran (5 menit)
• Guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil (4–5 orang per kelompok).
• Guru menjelaskan bahwa setiap kelompok akan mengamati satu permainan tradisional
dan mendiskusikan:
1. Nama permainan
2. Aturan main
3. Nilai budaya yang terkandung
Sintaks 3: Penyelidikan Mandiri/ Kelompok (15 menit)
• Guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok.
• Siswa menuliskan jawaban sesuai tugas di LKPD.
• Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan bagi kelompok yang mengalami
kesulitan.
Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil (10 menit)
• Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi (nama permainan, cara bermain,
nilai budaya).
• Kelompok lain menanggapi dan memberikan tambahan informasi bila ada.
Sintaks 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses (10 menit)
• Guru bersama siswa menganalisis hasil presentasi dan menegaskan aturan permainan
serta nilai budaya yang benar.
• Guru menekankan bahwa permainan tradisional tidak hanya menyenangkan tetapi
juga melatih kerja sama, sportivitas, dan menjaga warisan budaya.
• Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan pembelajaran hari ini.
3. Kegiatan Penutup
• Guru memberikan penguatan tentang nilai budaya Minangkabau.
• Guru menyampaikan tugas rumah: menuliskan cerita pengalaman bermain permainan
tradisional bersama keluarga/teman.
• Berdoa bersama.
EVALUASI
A. ASESMEN
1. Asesmen Sikap
Aspek yang dinilai:
• Keaktifan dalam mengikuti diskusi dan praktik permainan.
• Kerja sama dalam kelompok saat bermain permainan tradisional.
• Sportivitas dalam mengikuti aturan permainan.
• Kepedulian terhadap budaya lokal. Rubrik Penilaian (Skor 1–4):
• 4 = Selalu menunjukkan sikap tersebut.
• 3 = Sering menunjukkan sikap tersebut.
• 2 = Kadang-kadang menunjukkan sikap tersebut.
• 1 = Jarang menunjukkan sikap tersebut.
2. Asesmen Pengetahuan
Bentuk: Tes tertulis (isian singkat dan pilihan ganda). Contoh
Soal:
1. Sebutkan tiga contoh permainan tradisional Minangkabau!
2. Apa manfaat permainan tradisional bagi anak-anak?
a. Membuat anak malas bergerak
b. Menumbuhkan kerja sama dan sportivitas
c. Menambah koleksi permainan modern
3. Permainan “Congklak” melatih …
a. Kecepatan lari
b. Ketelitian dan berhitung
c. Kekuatan fisik
4. Apa yang dimaksud dengan permainan tradisional?
5. Mengapa permainan tradisional perlu dilestarikan?
Kunci Jawaban:
1. Congklak, gasiang, gundu, layang-layang (jawaban bervariasi).
2. b. Menumbuhkan kerja sama dan sportivitas.
3. b. Ketelitian dan berhitung.
4. Permainan tradisional adalah permainan yang diwariskan turun-temurun dari
masyarakat dan mengandung nilai budaya.
5. Karena merupakan bagian dari warisan budaya bangsa dan mengandung nilai
kebersamaan, sportivitas, serta melatih keterampilan anak.
Skoring:
• Jawaban benar = 10 poin
• Jawaban salah = 0 poin
• Skor maksimal = 50 poin
3. Asesmen Keterampilan
Bentuk: LKPD / Praktik. Tugas:
• Pilih salah satu permainan tradisional yang dipelajari, lalu jelaskan aturan
mainnya di depan kelas.
• Praktikkan permainan tersebut bersama teman sekelompok.
• Sebutkan nilai budaya yang bisa dipetik dari permainan itu.
Rubrik Penilaian (Skor 1–4):
• 4 = Menjelaskan dengan tepat aturan permainan + praktik dengan benar +
menyebutkan nilai budaya dengan jelas.
• 3 = Menjelaskan cukup tepat + praktik baik + menyebutkan sebagian nilai
budaya.
• 2 = Menjelaskan kurang lengkap + praktik kurang lancar + nilai budaya masih
kurang jelas.
• 1 = Kesulitan menjelaskan, praktik tidak sesuai, tidak menyebutkan nilai budaya.
B. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
1. Kegiatan Pengayaan (untuk siswa yang sudah menguasai materi lebih cepat)
1. Membuat Poster Permainan Tradisional
o Siswa diminta membuat poster sederhana tentang satu permainan tradisional
Minangkabau (nama, gambar, aturan, nilai budaya).
o Poster dipajang di kelas.
2. Menulis Cerita Pengalaman Bermain
o Siswa menulis cerita pendek (3–4 paragraf) tentang pengalaman mereka
bermain permainan tradisional bersama teman atau keluarga.
3. Permainan Variasi
o Siswa mencoba memodifikasi aturan permainan tradisional sederhana
(misalnya congklak atau lompat tali) agar lebih menarik, kemudian dimainkan
bersama.
2. Kegiatan Remedial (untuk siswa yang masih kesulitan)
1. Belajar dengan Media Gambar / Video
o Guru menunjukkan gambar atau video permainan tradisional.
o Siswa menjelaskan kembali aturan permainan dengan bantuan media tersebut.
2. Diskusi Berpasangan
o Siswa yang mengalami kesulitan dipasangkan dengan teman yang sudah
memahami materi.
o Mereka mendiskusikan aturan permainan secara sederhana.
3. Latihan Bertahap
o Guru memberikan contoh aturan permainan yang sangat sederhana. o
Misalnya: “Lompat tali dilakukan secara bergiliran. Jika kena tali, maka keluar
giliran.” o Siswa diminta menirukan dengan bimbingan guru.
4. Pertanyaan Panduan
o Guru memberi pertanyaan sederhana, seperti:
▪ “Apa nama permainan ini?”
▪ “Bagaimana cara memainkannya?”
▪ “Nilai apa yang kamu dapatkan?”
Kegiatan Pengayaan dan Remedial
Kegiatan Pengayaan (untuk siswa yang sudah menguasai materi lebih cepat)
1. Tantangan Soal o Siswa diberikan soal pembagian dengan bilangan yang lebih
besar, misalnya 324 ÷ 6, 450 ÷ 9.
o Siswa diminta menunjukkan hubungan hasil pembagian dengan perkalian.
2. Membuat Soal Cerita
o Siswa diminta membuat soal cerita sendiri tentang pembagian dari kehidupan
sehari-hari.
o Misalnya: “Ada 45 buku yang akan dibagikan ke 9 rak sama rata. Berapa buku
tiap rak?”
3. Permainan Matematika
o Siswa membuat “Kartu Pembagian” lalu saling bertukar dengan teman untuk
menguji kemampuan.
Kegiatan Remedial (untuk siswa yang masih kesulitan)
1. Menggunakan Benda Konkret o Guru memberikan benda nyata
(misalnya kelereng atau stik es krim). o Contoh: 12 kelereng dibagi
ke dalam 3 gelas → siswa langsung membagi dan menghitung hasilnya.
2. Latihan Pembagian Sederhana
o Mulai dari pembagian bilangan kecil dengan bilangan 1 digit, misalnya 12 ÷ 3,
15 ÷ 5.
o Latihan dilakukan berulang dengan bantuan guru.
3. Pertanyaan Terbimbing o Guru bertanya sederhana:
▪ “Kalau ada 10 kue untuk 2 anak, masing-masing dapat berapa?”
▪ “Kalau ada 12 kelereng dibagi 3 anak, masing-masing dapat berapa?”
4. Menghubungkan dengan Perkalian o Guru membantu siswa
dengan mengingatkan perkalian. o Contoh: “12 ÷ 3 = ? karena 3 × … =
12.”
C. REFLEKSI
Refleksi Guru
No Pertanyaan Refleksi Ya Tidak Catatan
Apakah seluruh siswa terlibat aktif dalam diskusi dan praktik
1 ☐ ☐ …
permainan tradisional?
Apakah media (video, gambar, alat permainan) membantu
2 ☐ ☐ …
siswa memahami materi?
Apakah semua siswa mampu menyebutkan minimal dua
3 ☐ ☐ …
permainan tradisional Minangkabau?
Apakah siswa dapat menjelaskan aturan permainan tradisional
4 ☐ ☐ …
secara sederhana?
Apakah siswa mampu menunjukkan nilai budaya (kerja sama,
5 ☐ ☐ …
sportivitas, gotong royong) saat bermain?
Apakah kegiatan pengayaan dan remedial sesuai dengan
6 ☐ ☐ …
kebutuhan siswa?
Apakah asesmen sudah mencakup sikap, pengetahuan, dan
7 ☐ ☐ …
keterampilan secara seimbang?
8 Apakah tujuan pembelajaran hari ini tercapai sesuai rencana? ☐ ☐ …
Guru Pamong Padang, 8 September 2025
Penulis
Erlina, [Link] Filman Ghalib
NIP.197109242002122001 Npm.2210013411107
LAMPIRAN
A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
B. BAHAN BACAAN GURU & PESERTA DIDIK
Bahan Bacaan Guru & Peserta Didik
Bahan Bacaan Guru
Konsep Dasar Permainan Tradisional
• Permainan tradisional adalah permainan yang diwariskan secara turun-temurun oleh
masyarakat.
• Permainan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengandung nilai budaya,
sportivitas, kerja sama, dan kebersamaan.
• Contoh permainan tradisional Minangkabau: congklak (dakak-dakak), gasiang
(gasing), cato, gundu, layang-layang.
Strategi Mengajar
• Gunakan media visual (gambar, video, alat permainan sederhana) untuk mengenalkan
permainan.
• Ajak siswa berdiskusi mengenai pengalaman mereka bermain permainan tradisional.
• Lakukan praktik permainan sederhana agar siswa lebih memahami.
• Kaitkan permainan tradisional dengan nilai budaya Minangkabau (gotong royong,
kebersamaan, sopan santun).
Tips Menghadapi Siswa yang Kesulitan
• Mulai dengan permainan yang paling sederhana dan mudah dipraktikkan.
• Gunakan pertanyaan pemandu, misalnya: “Apa aturan permainan ini?” atau “Siapa
yang menang dan siapa yang kalah?”
• Libatkan siswa dalam kelompok kecil agar mereka lebih percaya diri.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Apa itu Permainan Tradisional?
• Permainan tradisional adalah permainan yang sudah ada sejak zaman dulu dan
dimainkan oleh anak-anak tanpa menggunakan alat modern.
• Permainan ini menyenangkan, menyehatkan, dan membuat kita akrab dengan
temanteman.
Contoh Permainan Tradisional Minangkabau:
1. Congklak (Dakak-dakak) → dimainkan dengan papan congklak dan biji (batu kecil
atau biji sawo). Melatih ketelitian dan berhitung.
2. Gasiang (Gasing) → dimainkan dengan memutar gasing menggunakan tali. Melatih
ketangkasan dan kesabaran.
3. Cato → permainan menendang bola rotan, melatih kekuatan kaki dan keseimbangan.
4. Gundu/Kelereng → dimainkan dengan bola kecil kaca, melatih ketelitian dan
strategi.
5. Layang-layang → dimainkan di lapangan terbuka, melatih kreativitas dan
kegembiraan bersama.
Mengapa Permainan Tradisional Penting?
• Menjaga kesehatan tubuh karena banyak bergerak.
• Membuat kita belajar kerja sama dan sportivitas.
• Melestarikan budaya Minangkabau agar tidak hilang.
• Mengurangi ketergantungan pada permainan modern (HP, gadget, game online).
Latihan untuk Kamu:
1. Sebutkan satu permainan tradisional yang pernah kamu mainkan.
2. Apa aturan permainan tersebut?
3. Nilai apa yang kamu dapatkan setelah bermain?
C. GLOSARIUM
GLOSARIUM
Permainan Tradisional
Permainan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat dan dimainkan tanpa
alat modern.
Contoh: congklak, gasiang, gundu, layang-layang.
Nilai Budaya
Ajaran atau makna hidup yang terkandung dalam suatu tradisi atau kegiatan masyarakat.
Contoh: kebersamaan, gotong royong, sportivitas.
Sportivitas
Sikap jujur, adil, dan menerima kekalahan atau kemenangan dengan lapang dada dalam
bermain.
Gotong Royong
Sikap saling membantu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Kebersamaan
Rasa senang dan akrab saat melakukan kegiatan dengan teman atau kelompok.
Gasiang (Gasing)
Mainan tradisional yang dimainkan dengan memutar kayu berbentuk bulat menggunakan
tali.
Congklak (Dakak-dakak)
Permainan tradisional menggunakan papan berlubang dan biji kecil untuk melatih
ketelitian dan berhitung.
Gundu/Kelereng
Bola kecil dari kaca yang digunakan untuk permainan adu ketangkasan.
Cato
Permainan menendang bola rotan kecil, melatih kekuatan kaki dan keseimbangan tubuh.
Layang-layang
Mainan tradisional yang diterbangkan dengan tali di udara, biasanya dimainkan di tempat
lapang.
D. DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Capaian Pembelajaran
Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar. Jakarta: Kemendikbudristek.
Amir, H. (2020). Permainan Tradisional Minangkabau. Padang: Pustaka Minang.
Suryadi, E. (2018). Pendidikan Budaya dan Karakter. Bandung: Alfabeta.
Nurhayati, E., & Susanto, A. (2021). Pembelajaran Budaya di Sekolah Dasar. Bandung:
Alfabeta.
Channel YouTube Budaya Minangkabau. (2024). Permainan Tradisional Anak Minang.
Diakses pada 2 September 2025 dari [Link]
Guru Pamong Padang, 8 September 2025
Penulis
Erlina, [Link] Filman Ghalib
NIP.197109242002122001 Npm.2210013411107