0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan51 halaman

Prosedur Pemeriksaan Darah RSU Sanjiwani

Dokumen ini berisi prosedur dan kebijakan terkait berbagai pemeriksaan laboratorium darah di RSU Sanjiwani, termasuk pengertian, tujuan, dan langkah-langkah prosedur untuk setiap jenis pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut mencakup analisis darah rutin, laju endap darah, waktu pembekuan, golongan darah, glukosa, serta enzim hati seperti AST dan ALT. Setiap prosedur diatur untuk memastikan akurasi dan keamanan dalam diagnosis medis.

Diunggah oleh

Wayan Winastra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan51 halaman

Prosedur Pemeriksaan Darah RSU Sanjiwani

Dokumen ini berisi prosedur dan kebijakan terkait berbagai pemeriksaan laboratorium darah di RSU Sanjiwani, termasuk pengertian, tujuan, dan langkah-langkah prosedur untuk setiap jenis pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut mencakup analisis darah rutin, laju endap darah, waktu pembekuan, golongan darah, glukosa, serta enzim hati seperti AST dan ALT. Setiap prosedur diatur untuk memastikan akurasi dan keamanan dalam diagnosis medis.

Diunggah oleh

Wayan Winastra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RSU DARAH RUTIN

SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Pemimpin,

SPO
Dr. I Wayan Eka Dharmadi,MM

Merupakan komponen produk dari sumsum tulang, limpa, hati dan


PENGERTIAN jaringan lympoid

Untuk melihat adanya kelainan yang ada hubungannya dengan darah


TUJUAN misalnya anemia, leukemia

KEBIJAKAN [Link] No 298/Menkes/SK/III/2008 tentang Standar Pelayanan


Laboratorium di RSUD Sanjiwani

1. Siapkan alat hematologi analyzer (sysmex, cell-dyn)


2. Masukkan identitas pasien dengan lengkap
3. Kocok dengan baik tabung yang didalamnya berisi darah dengan
anticoagulant ((EDTA)
PROSEDUR 4. Buka tutup tabung kemudian masukkan jarum penghisap yang ada
pada alat pada tabung kemudian tekan tombol penghisap
5. Diamkan beberapa saat sampai jarum naik dengan sendirinya.
6. Hasil akan muncul pada layar monitor dan tercetak otomatis.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 23
RSU HAPUSAN DARAH
SANJIWANI No. Dokumen No. Revisi Hal
GIANYAR LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
PENGERTIAN Melihat distribusi yang merata dari sel-sel darah

Untuk mengetahui kelainan dari sel darah baik eritrosit, leukosit maupun
TUJUAN trombosit

KEBIJAKAN Pemimpin BLUD

1. Darah dengan Anticoagulant dibuat hapusan diatas object glass


2. Diamkan hapusan samai kering, kemudian fiksasi dengan methanol
3. Kemudian diamkan sampai kering, dilakukan pengecatan dengan cat
PROSEDUR Giemsa.
4. Bilas dengan bersih hapusan yang telah dicat, keringkan.
5. Di Baca oleh dokter spesialis patologi klinik dibawah mikroskop
perbesaran 100 x
1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU LAJU ENDAP DARAH (LED)
SANJIWANI No. Dokumen No. Revisi Hal
GIANYAR LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Kecepatan eritrosit mengendap yang diukur dengan tabung westergreen
PENGERTIAN
Pemeriksaan non spesifik untuk mempekirakan adanya infeksi akut atau
TUJUAN kronis

KEBIJAKAN Laju Endap Darah diperlukan pada infeksi, kelainan-kelainan kronis.

1. Pipet NaCl sampai tanda 150 dengan tabung westergren ,masukkan


dalam tabung reaksi
2. Pipet darah sampai tanda 0, masukkan dalam tabung reaksi
PROSEDUR 3. Kemudian campur dengan baik NaCl dan darah pada tabung reaksi
4. Pipet campuran tadi sampai tanda 0
5. Letakkan berdiri tabung westergren pada raknya
6. Catat panjangnya endapan yang terjadi pada 1 jam pertama dan
kedua.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU CLOTTING TIME
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011

SPO Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika


Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Pemeriksaan terhadap fungsi pembuluh darah (kapilaria) jumlah
PENGERTIAN dan fungsi trombosit (ekstrinsik faktor)
Untuk mendeteksi faal pembekuan terutama fibrinogen
TUJUAN

KEBIJAKAN Harus dikerjakan pada pasien yang akan dioperasi atau perdarahan

1. Tusuk cuping telingan dengan lancet


PROSEDUR 2. Nyalakan stop watch, hitung tiap 30 detik sampai darah berhenti
menempel pada kertas tissue.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU BLEEDING TIME
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011

SPO Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika


Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003

Pemeriksaan terhadap fungsi pembuluh darah (kapilaria) jumlah


PENGERTIAN dan fungsi trombosit (ekstrinsik faktor)
Untuk mendeteksi permeabilitas pembuluh darah, fungsi trombosit
TUJUAN

KEBIJAKAN Harus dikerjakan pada pasien yang akan dioperasi atau perdarahan

PROSEDUR 1. Teteskan darah pada object glass


2. Nyalakan stop watch hitung terbentuknya benang-benang fibrin.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU PROTHROMBIN TIME
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011

SPO Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika


Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003

Untuk mengetahui gangguan perdarahan.


PENGERTIAN
Untuk mendeteksi faktor-faktor pembekuan ekstrinsik
TUJUAN

KEBIJAKAN Pasien akan operasi dan perdarahan sebaiknya diperiksa prothrombin time

1. Ambil reagen PT 100 Lmasukkan pada tabung ,inkubasi 5 menit


2. Ambil plasma citrat sebanyak 50 L masukkan pada cuvet kemudian
inkubasi 2 menit
PROSEDUR 3. Program alat coatron untuk pembacaan PT
4. Masukkan cuvet pada lubang pembacaan dan pept reagen PT 100
Lkemudian tekan optict
5. Tunggu sampai muncul hasil pada layar monitor

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU ACTIVATED PARTIAL THROMBIN TIME
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011

SPO Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika


Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Untuk mengetahui gangguan perdarahan.
PENGERTIAN
Untuk mendeteksi faktor-faktor pembekuan intrinsik
TUJUAN

KEBIJAKAN Pasien akan operasi dan perdarahan sebaiknya diperiksa prothrombin time

1. Ambil plasma citrat sebanyak 50 L masukkan pada cuvet kemudian


inkubasi 2 menit
2. Ambil masing-masing sebanyak 50 Lplasma citrate dan reagen
APTT masukkan pada cuvet kemudian inkubasi 5 menit
PROSEDUR 3. Ambil 50 L CaCl2 lalu masukkan kedalam tabung, inkubasi 5 menit
4. Program alat coatron untuk pembacaan PT
5. Masukkan cuvet pada lubang pembacaan dan pipet 50 L CaCl2
masukkan kedalam cuvet kemudian tekan optict
6. Tunggu sampai muncul hasil pada layar monitor

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU GOLONGAN DARAH
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011

SPO Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika


Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003

Pembagian type darah manusia yang dibedakan menjadi 4 golongan darah


PENGERTIAN yaitu A, B, O dan AB
Untuk mengetahui golongan darah seseorang
TUJUAN

KEBIJAKAN Golongan darah merupakan salah satu parameter untuk menentukan


identitas seseorang

1. Teteskan pada masing-masing obyek glass serum anti A, B dan


AB
PROSEDUR 2. Tetesi serum dengan darah dan aduk
3. Lihat penggumpalan yang terjadi
4. Jika terjadi gumpalan pada anti A maka golongan darahnya A
demikian juga dengan B dan AB.
1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU
SANJIWANI GLUKOSA
GIANYAR
No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.14.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011

SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Glukosa adalah salah satu jenis karbohidrat yang diperlukan untuk
PENGERTIAN metabolisme sel

Untuk menentukan kadar gula seseorang


TUJUAN
KEBIJAKAN Pasien diabetes atau shock sebaiknya diperiksa gula darah.

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan Glukosa
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
PROSEDUR 6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen glucose pada rak sampel
yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU AST/SGOT
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal

LB.S5.1.06.0903201 1 1/1
1

Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit

SPO 09-03-2011 Dr.I Gusti Ngurah Putra Suastika


Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003

PENGERTIAN Enzym aminotranstorase yang mengkatalisis perubahan asam amino alfa keto
menjadi asam amino

TUJUAN Untuk mendeteksi kelainan hati, jantung dan otot

KEBIJAKAN Pemeriksaan pada pasien dengan gangguan fungsi hati, jantung.

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan SGOT/AST
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
PROSEDUR 7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen SGOT pada rak sampel yang
telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU ALT/SGPT
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal

LB.S5.1.07.09032011 1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
09-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Enzym aminotranstorase yang mengkatalisis perubahan asam amino alfa
PENGERTIAN keto menjadi asam amino

Untuk mengetahui kelainan fungsi hati


TUJUAN
KEBIJAKAN Pemeriksaan pada pasien dengan gangguan fungsi hati

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan SGPT/ALT
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
PROSEDUR 7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen SGPT pada rak sampel yang
telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU ALKALI PHOPHATASE
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal

LB.S5.1.08.11032011 1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
11-03-2011
SPO

Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika


Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Enzym hidrolitik yang bekerja pada pH alkali
PENGERTIAN
Untuk mengetahui kelainan fungsi hati, tulang, dan ginjal
TUJUAN

KEBIJAKAN Sebaiknya diperiksa pada pasien dengan gangguan fungsi hati, tulang dan ginjal.

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan ALP
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
PROSEDUR
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen ALP pada rak sampel yang telah
ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU BILLIRUBIN TOTAL
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal

LB.S5.1.04.09032011 1 1/1

Ditetapkan

Tanggal Terbit Direktur,

09-03-2011

SPO Dr. IGusti Ngurah Putra Suastika

Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003

PENGERTIAN Produk pemecahan dari hemoglobin

TUJUAN Untuk mengetahui kelainan pada hati maupun di luar hati misalkan sumbatan
pada saluran empedu

KEBIJAKAN Diperiksa pada pasien dengan gangguan fungsi hati, empedu, pancreas.

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan BILIRUBIN TOTAL
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
PROSEDUR 6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen BILIRUBIN TOTAL pada rak
sampel yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU BILLIRUBIN DIRECT
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal

LB.S5.1.05.09032011 1 1/1

Ditetapkan
Direktur,
Tanggal Terbit

SPO 09-03-2011 Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika


Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Produk oleh karena pemecahan Hemoglobin yang sudah dikonjugasi di sel-
PENGERTIAN sel hepar
Untuk mengetahui/mendeteksi adanya sumbatan saluran empedu
TUJUAN Untuk mengetahui kelainan fungsi hati

Diperiksa pada pasien dengan gangguan fungsi hati, empedu, pancreas.


KEBIJAKAN

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan BILIRUBIN DIRECT
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
PROSEDUR 6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen BILIRUBIN DIRECT pada rak
sampel yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU
SANJIWANI UREUM
GIANYAR
No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.11.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr.I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Senyawa nitrogen sebagai produk akhir katabolisme protein
PENGERTIAN
Untuk mengetahui gangguan fungsi ginjal
TUJUAN

KEBIJAKAN Pada pasien dengan kelainan ginjal, hipertensi harus dilakukan


pemeriksaan ini.

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan UREUM
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
PROSEDUR 6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen UREUM pada rak sampel
yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU
SANJIWANI CREATININ
GIANYAR

No. Dokumen No. Revisi Hal


LB.S5.1.12.1403 2 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO

Dr.I Gusti Ngurah Putra Suastika


Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Kreatinin adalan produk akhir metabolisme protein yang dieksresi ginjal
PENGERTIAN
Untuk mengetahui gangguan fungsi ginjal, otot.
TUJUAN

KEBIJAKAN Pemeriksaan pada pasien dengan gangguan ginjal, nyeri dada

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan CREATININ
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
PROSEDUR 6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen CREATININ pada rak
sampel yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis.

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU TOTAL PROTEIN
SANJIWANI No. Dokumen No. Revisi Hal
GIANYAR LB.S5.1.09.1103 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
11-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003

Zat dalam darah yang terdiri dari berbagai jenis protein dan penting untuk
PENGERTIAN metabolisme serta alat trasportasi

Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan Total Protein yang baik dan


TUJUAN akurat
Untuk mengetahui gangguan fungsi hati
Untuk Mengetahui gangguan pada ginjal
Mengetahui defisiensi nutrisi

KEBIJAKAN pemeriksaan protein diperlukan pada pasien dengan oedem

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan TOTAL PROTEIN
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
PROSEDUR 6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen TOTAL PROTEIN pada rak
sampel yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU ALBUMIN
SANJIWANI No. Dokumen No. Revisi Hal
GIANYAR LB.S5.1.10.1103 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
11-03-2011
SPO
Dr.I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Zat pengikat dan untuk transportasi berbagai substansi pada plasma
PENGERTIAN kontributor utama yang menjaga tekanan osmotic

Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan albumin yang baik dan akurat


TUJUAN Untuk mengetahui gangguan fungsi hati
Untuk Mengetahui status gizi individu

KEBIJAKAN Pemerikaan albumin diperlukan pada pasien dengan gangguan fungsi hati,
pasien hamil dgn oedem pada kaki

Alat:tabung reaksi,centrifuge,mikropipet,A25
ALAT,BAHAN DAN Bahan: serum/ plasma
REAGEN Reagen : Reagen Albumin untuk alat A25 dari Biosystem

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan ALBUMIN
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
PROSEDUR 6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen ALBUMIN pada rak sampel
yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU
SANJIWANI URIC ACID
GIANYAR
No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.13.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO

Dr.I Gusti Ngurah Putra Suastika


Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
PENGERTIAN Produk akhir metabolisme purin

Untuk mengetahui gangguan fungsi ginjal


TUJUAN Untuk mengetahui hiperuricemia (gouty)

KEBIJAKAN Pemeriksaan pada pasien dengan gangguan ginjal, nyeri sendi

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan URIC ACID
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
PROSEDUR 6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen URIC ACID pada rak
sampel yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU
SANJIWANI
GIANYAR CHOLESTEROL

No. Dokumen No. Revisi Hal

LB.S5.1.01.09-03- 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
09-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003

PENGERTIAN Satu jenis lemak darah untuk sintesa hormon steroid dan asam empedu

Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan cholesterol yang baik dan akurat


Untuk mengetahui profil lemak darah
TUJUAN Untuk mengetahui resiko terjadinya ateroklerosis

Pemeriksaan pada pasien dgn gangguan metabolisme lemak


KEBIJAKAN

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan CHOLESTEROL
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
PROSEDUR
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen CHOLESTEROLpada rak
sampel yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU HDL CHOLESTEROL
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.03.09032011 1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
09-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Suatu komponen lemak darah yang dapat meilindungi dinding kapiler dari
proses aterosklerosis
PENGERTIAN

Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan HDL yang baik dan akurat


Untuk mendeteksi adanya aterosklerosis
TUJUAN Untuk mendeteksi pola lemak darah

Pemeriksaan pada pasien dgn gangguan metabolisme lemak


KEBIJAKAN

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan HDL CHOLESTEROL
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
PROSEDUR
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen HDL CHOLESTEROLpada rak
sampel yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU LDL CHOLESTEROL
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.03.09032011 1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
09-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Suatu komponen lemak darah yang dapat meilindungi dinding kapiler dari
proses aterosklerosis
PENGERTIAN

Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan LDL yang baik dan akurat


Untuk mendeteksi adanya aterosklerosis
TUJUAN Untuk mendeteksi pola lemak darah

Pemeriksaan pada pasien dgn gangguan metabolisme lemak


KEBIJAKAN

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan LDL CHOLESTEROL
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
PROSEDUR
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen LDL CHOLESTEROLpada rak
sampel yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU
SANJIWANI TRIGLISERIDA
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.02.09032011 1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
09-03-2011
SPO Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
ester gliseral dengan 3 asam lemak
PENGERTIAN
Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan Trigliserida yang baik dan akurat
TUJUAN Untuk mendeteksi adanya aterosklerosis
Untuk mendeteksi pola lemak darah

Pemeriksaan pada pasien dgn gangguan metabolisme lemak


KEBIJAKAN

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan LDL CHOLESTEROL
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
PROSEDUR
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen LDL CHOLESTEROLpada rak
sampel yang telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU ELEKTROLIT
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Untuk mendeteksi adanya ion-ion Na, K, Cl dalam darah
PENGERTIAN
Untuk mengetahui keseimbangan cairan dalam tubuh.
TUJUAN

KEBIJAKAN Pemeriksaan elektrolit diperlukan pada pasien dgn gangguan


keseimbangan elektrolit

1. Pipet serum atau darah minimal 100 l kedalam tabung bersih


PROSEDUR 2. Darah atau serum langsung diisap pada alat elektrolit analyzer
3. Hasil akan muncul pada layar monitor dan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU
SANJIWANI CK-MB
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.02.09032011 1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
SPO 09-03-2011
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Isoenzim CK (enzim yg mengkatalisis jalur kretin-kretinin dalam sel
PENGERTIAN otak&otot)
Untuk mengetahui kelainan pada jantung
TUJUAN

Pemeriksaan ini diperlukan pada pasien dengan kecurigaan kelainan jantung.


KEBIJAKAN

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan CKMB
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
PROSEDUR
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen CKMB rak sampel yang telah
ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU
SANJIWANI LDH
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.02.09032011 1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
SPO 09-03-2011
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
enzim yang mengkatalisis perubahan reversibel dari laktat ke piruvat.
PENGERTIAN
Untuk mengetahui adanya infark jantung, infark paru, IMA, anemia
TUJUAN megaloblastik, distropi otot, leukemia

Pemeriksaan ini diperlukan pada pasien dengan kecurigaan kelainan jantung,


KEBIJAKAN otot .

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan LDH
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
PROSEDUR
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen LDH rak sampel yang telah
ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU
SANJIWANI CALSIUM
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.02.09032011 1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
SPO 09-03-2011
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Mineral dalam tubuh dengan simbol Ca
PENGERTIAN
Untuk mengetahui adanya calcium dalam tubuh
TUJUAN

Pemeriksaan ini diperlukan pada pasien post hydroidectomie


KEBIJAKAN Kejang yang tidak diketahui sebabnya

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan CALSIUM
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
PROSEDUR
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen CALSIUM rak sampel yang telah
ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU
SANJIWANI MAGNESIUM
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.02.09032011 1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
09-03-2011
SPO Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Mineral dalam tubuh dengan simbol Mg
PENGERTIAN
Untuk mengetahui adanya magnesium dalam tubuh
TUJUAN

Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien dgn kelainan kalsium di darah


KEBIJAKAN

1. Alat automatic analyzer A25 sudah siap untuk pemeriksaan


2. Pilih icon (masukkan sample baru)
3. Masukkan identitas pasien
4. Pilih pemeriksaan MAGNESIUM
5. Posisikan sampel pada rak pemeriksaan
6. Pilih icon untuk memposisikan reagen dan sampel
PROSEDUR
7. Pipet serum  100 l pada cuvet
8. Kemudian masukkan sampel dan reagen MAGNESIUM rak sampel yang
telah ditentukan tutup cover alat kemudian pilih Accept
9. Pilih icon start untuk memulai pemeriksaan
10. Hasil akan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU ANALISA GAS DARAH
SANJIWANI No. Dokumen No. Revisi Hal
GIANYAR LB.S5.1.02.09032011 1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
SPO 09-03-2011
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Gas darah arteri yang memungkinkan untuk pemeriksaan pH dan asam basa
PENGERTIAN
Untuk mengkaji gangguan asam basa dalam tubuh
TUJUAN

Pemeriksaan ini diperlukan pada pasien dehidrasi, tidak sadar.


KEBIJAKAN

1. Siapkan darah arteri yang sudah tercampur dengan heparin pada spuit
2. Buka ujung spuit dan jangan sampai terbentuk gelembung atau rongga
pada spuit
3. Masukkan jarum penghisap yang ada pada alat analisa gas darah pada
PROSEDUR
ujung spuit dan biarkan alat menghisap secara otomatis
4. Tunggu beberapa saat dan alat menghitung otomatis
5. Hasil akan muncul pada layar monitor dan tercetak otomatis

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU URINE LENGKAP
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Hasil akhir dari filtrasi glomelurus
PENGERTIAN
Untuk melihat kelainan-kelainan di ginjal dan saluran kencing
TUJUAN Medeteksi kelainan organ tubuh yang lain misalnya hati

KEBIJAKAN Pemeriksaan dilakukan pada pasien dengan gangguan kencing, curiga


kelainan di ginjal, kelainan hati

1. Celupkan stik kombur pada urine.


2. Lihat perubahan warna pada stik yang terjadi bandingkan dengan
warna yang tersedia
PROSEDUR 3. Laporkan hasil

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU SEDIMEN URINE
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Hasil akhir dari filtrasi glomelurus
PENGERTIAN
Untuk melihat kelainan-kelainan di ginjal dan saluran kencing
TUJUAN Medeteksi kelainan organ tubuh yang lain misalnya hati

KEBIJAKAN Pemeriksaan dilakukan pada pasien dengan gangguan kencing, curiga


kelainan di ginjal, kelainan hati

1. Masukkan urine kedalam tabung reaksi


2. Putar dengan sentrifuge kecepatan 300 rpm selama 5 menit agar
terbentuk endapan
PROSEDUR
3. Ambil endapan yang ada, teteskan diatas obek glass
4. Baca dengan mikroskop perbesaran 40 X

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU TEST KEHAMILAN
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Untuk mendeteksi adayana hornon gonadotropin
PENGERTIAN
Untuk mengetahui apakah pasien sedang hamil, kelainan yang
TUJUAN berhubungan dengan HCG.

KEBIJAKAN Pemeriksaan dilakukan pada pasien dengan keluhan terlambat haid

1. Teteskan urine pada reagen PP Test


PROSEDUR 2. Baca hasil
3. Interpretasi hasil : positif jika terdapat garis 2

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU FECES LENGKAP
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Untuk mengetahui kelaianan pada tinja.
PENGERTIAN
Untuk mendeteksi gangguan pada saluran pencernaan.
TUJUAN

KEBIJAKAN Pemeriksaan harus dikerjakan pada pasien dengan gangguan devikasi/


buang air besar

1. Teteskan eosin pada object glass


2. Ambil feces seujung lidi kemudian aduk merata
PROSEDUR 3. Baca dibawah mikroskop perbesaran 40x .
4. Laporkan hasil

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU DARAH SAMAR
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Untuk mengetahui kelaianan pada tinja.
PENGERTIAN
Untuk mendeteksi gangguan pada saluran pencernaan.
TUJUAN

KEBIJAKAN Pemeriksaan dikerjakan yang dicurigai ada pendarahan dari tinja

1. Pasien selam i x 24 jam tidak diperkenankan makan protein


hewani
2. Sebelum dilakukan pemeriksaan pasien tidak boleh sikat gigi,
cukup kumur-kumur saja
3. Kotoran ditampung di wadah yang bersih dan dibawa ke
PROSEDUR laboratorium sesegera mungkin
4. Ambil sedikit kotoran oleskan pada obyek glass, ambil reagen
benzidin teteskan pada kotoran diatas, bila terjadi perubahan wana
biru berarti bemzidin test positif
5. Buat hasil , serahkan ke pasien

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU AMPHETAMINE
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Untuk mendeteksi adanyaampethamin dalam tubuh
PENGERTIAN
Untuk mengetahui apakah pasien sedang atau pernah menggunakan
TUJUAN Napza 24 jam yang lalu.

KEBIJAKAN Pemeriksaan dikerjakan pada pasien yang dicurigai pemakai napza/


narkoba, skrining pada calon pegawai

1. Teteskan urine pada reagen Amphetamine


PROSEDUR 2. Baca hasil
3. Interpretasi hasil : positif jika terdapat garis 1

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU MORPHINE
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Untuk mendeteksi adanya morphine dalam tubuh
PENGERTIAN
Untuk mengetahui apakah pasien sedang atau pernah menggunakan
TUJUAN Napza 24 jam yang lalu.

KEBIJAKAN Pemeriksaan dikerjakan pada pasien yang dicurigai pemakai napza/


narkoba, skrining pada calon pegawai

1. Teteskan urine pada reagen morphine


PROSEDUR 2. Baca hasil
3. Interpretasi hasil : positif jika terdapat garis 1

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU COCAINE
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Untuk mendeteksi adanyacocaine dalam tubuh
PENGERTIAN
Untuk mengetahui apakah pasien sedang atau pernah menggunakan
TUJUAN Napza 24 jam yang lalu.

KEBIJAKAN Pemeriksaan dikerjakan pada pasien yang dicurigai pemakai napza/


narkoba, skrining pada calon pegawai

1. Teteskan urine pada reagen cocaine


PROSEDUR 2. Baca hasil
3. Interpretasi hasil : positif jika terdapat garis 1

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU BASIL TAHAN ASAM (BTA)
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
0586/Lab/V/2014 1 1/1

Ditetapkan
Tanggal Terbit Pemimpin,
24 Mei 2014
SPO
Dr.I Wayan Eka Dharmadi,MM
LABORATORIUM
Untuk mengetahui adanya kuman Basil Tahan Asam
PENGERTIAN
Untuk mendeteksi pasien terinfeksi oleh Basil Tahan Asam
TUJUAN

KEBIJAKAN [Link] Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar Nomor :


…………….[Link] cara pemeriksaan di Instalasi Laboratorium

1. Ambil dahak Sewaktu, pagi, sewaktu


2. Dengan menggunakan lidi ambil dahak yang purulen, ratakan diatas
slide
PROSEDUR 3. Kemudian cat dengan reagen Zeil Nelson
4. Baca dibawah mikroskop perbesaran 100x

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU REITZ SERA
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Untuk mengetahui adanya kuman Basil Tahan Asam
PENGERTIAN
Untuk mendeteksi pasie terinfeksi oleh Basil Tahan Asam
TUJUAN

KEBIJAKAN Pemeriksaan dilakukan pada pasien yang dicurigai menderita lepra

1. Ambil serum pada cuping telinga, dada


2. Teteskan pada slide kemudian ratakan
PROSEDUR 3. Kemudian cat dengan reagen Zeil Nelson
4. Baca dibawah mikroskop perbesaran 100x

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU GRAM
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
salah satu teknik pengecatan yang dikerjakan di laboratorium
PENGERTIAN mikrobiologi untuk kepentingan identifikasi mikroorganisme.
Untuk mengetahui adanya infeksi oleh kuman gram positif atau negatif
TUJUAN

KEBIJAKAN Pemeriksaan dilakukan pada pasien dengan gangguan keputihan, luka-


luka dikulit di urethrae

1. Ambil sekret kemudian oleskan pada slide dengan merata


2. Biarkan kering
3. Kemudian di cat berturut-turut dengan dengan reagen kristal violet,
PROSEDUR yodium, asam alcohol dan safranin, masingmasing selama 1 menit, 1
menit, 30 detik dan 1 menit.
4. Baca dibawah mikroskop perbesaran 100x

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU KOH
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Pengecatan dengan menggunakan KOH
PENGERTIAN
Untuk mengetahui adanya infeksi oleh jamur
TUJUAN

KEBIJAKAN Pemeriksaan dilakukan pada pasien dengan gangguan keputihan, luka-


luka dikulit di urethrae

1. Ambil kerokan/sekret kemudian oleskan pada slide dengan merata


PROSEDUR 2. Teteskan larutan KOH
3. Baca dibawah mikroskop perbesaran 40X

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU MALARIA
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Suatu penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium.
PENGERTIAN
Untuk mengetahui adanya parasit (plasmodium) dalam darah
TUJUAN

KEBIJAKAN Pemeriksaan harus dikerjakan pada pasien dengan riwayat panas dan
berasal dari daerah endemis malaria

1. Teteskan darah pada object glass


2. Aduk merata dengan diameter  5 cm
3. Biarkan kering
PROSEDUR 4. Kemudian dicat dengan cat wright/giemsa
5. Baca hasil dibawah mikroskop perbesaran 100X
6. Laporkan hasilnya

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU WIDAL
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Untuk mendeteksi adayan antibodi terhadap salmonella
PENGERTIAN
Untuk mengetahui apakah pasien sedang atau pernah menderita thypoid
TUJUAN fever

KEBIJAKAN Pemeriksaan dikerjakan pada pasien dengan panas lebih dari 7 hari dan
sudah minum obat

1. Serum atau plasma diambil 25 mikro, teteskan pada objek glass.


2. Teteskan reagen widal (remel) pada serum atau plasma
3. Aduk merata kemudian rotasi kira-kira 1 menit
4. Baca dibawah mikroskop dengan perbesaran 10
PROSEDUR
5. Interpretasi hasil : positif jika ada gumpalan kemudian diencerkan
sampai tidak terjadi gumpalan.
6. Laporkan hasil

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU HBsAg
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Antigen yang terdapat pada virus hepatitis B
PENGERTIAN
Untuk mengetahui apakah pasien sedang atau pernah menderita hepatitis
TUJUAN B

KEBIJAKAN Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien dengan gangguan fungsi hati,
riwayat keluarga punya penykit hepatitis B

1. Serum diambil 100 mikro


2. Teteskan pada reagen HbsAg
PROSEDUR
3. Interpretasi hasil : positif jika ada garis 2

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU ANTI HIV
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Antibody yang gterdapat pada virus HIV
PENGERTIAN
Untuk mengetahui apakah pasien sedang atau pernah menderita HIV
TUJUAN

KEBIJAKAN Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien dengan diare kronis tanpa
diketahui penyebabnya

1. Serum diambil 10 mikro


2. Teteskan pada reagen SD
PROSEDUR
3. Interpretasi hasil : positif jika ada garis 2 atau 3

1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU DENGUE BLOT
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Metode deteksi cepat demam berdarah
PENGERTIAN
untuk mengetahui infeksi primer atau sekunder
TUJUAN

KEBIJAKAN Pemeriksaan dikerjakan pada pasien panas lebih dari empat hari dan pada
pemeriksaan darah rutin trombosit turun.

1. Masukkan 10 µl serum, plasma, atau darah ke dalam tempat sample


2. Berikan 4 tetes cairan pelarut ke dalam alat uji yang berbentuk
lingkaran dan tunggu 20 menit.
PROSEDUR 3. ika pada colom bertanda C dan G atau M keluar garis berwarna merah
maka dapat dinyatakan bahwa antibodi IgM atau IgG telah terbentuk.
Jika hanya satu garis saja pada colom C (Control) saja, maka pasien
dapat dinyatakan negatif demam berdarah
1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
RSU NS1
SANJIWANI
GIANYAR No. Dokumen No. Revisi Hal
LB.S5.1.15.1403 1 1/1
2011

Ditetapkan
Tanggal Terbit Direktur,
14-03-2011
SPO
Dr. I Gusti Ngurah Putra Suastika
Pembina Tk.I/IVb
Nip. 19591125 198711 1 003
Metode deteksi cepat demam berdarah
PENGERTIAN
untuk mengetahui infeksi primer atau sekunder
TUJUAN

KEBIJAKAN Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien dengan panas 1 s/d 3 hari dan
dengan di daerah yang banyak kasus demam berdarah

1. Masukkan 10 µl serum, plasma, atau darah ke dalam tempat sample


2. Tunggu 20 menit.
PROSEDUR 3. ika pada colom bertanda C dan G atau M keluar garis berwarna merah
maka dapat dinyatakan bahwa antibodi IgM atau IgG telah terbentuk.
Jika hanya satu garis saja pada colom C (Control) saja, maka pasien
dapat dinyatakan negatif demam berdarah
1. IRI
2. IRJ
UNIT TERKAIT 3. IRD
4. ICU
5. KMF

Standart 5 69
Nomor : Kepada
Lamp : - Yth. Semua Staf Instalasi
Perihal : RAPAT EVALUASI CARA RSUD Sanjiwani
KERJA PEMERIKSAAN LAB Di Gianyar

Dengan hormat,

Bersama ini kami mohon kehadirannya pada pertemuan yang akan diselenggarakan pada :

Hari : Rabu
Tanggal : 6 Oktober 2010
Jam : 12.00 WITA
Tempat : Laboratorium
Acara : Evaluasi tentang pemeriksaan Laboratorium.

Demikian untuk maklum dan terima kasih atas kehadirannya.

Gianyar, 2 Oktober 2010


KA Instalasi Laoratorium Klinik
RSUD Sanjiwani Gianyar

dr. Maria Listyani,[Link]


NIP.198207121981122001

Tembusan : Disampaikan Yth.


1. Wadir Penunjang, dimohon kehadirannya
2. KA Bid
3. KA Sub Bid
4. Arsip

Standart 5 69
EVALUASI PROTAP PEMERIKSAAN TAHUN 2010

N TGL NAMA STAF ITEM KETERANGAN SUPERVISOR


O PEMERIKSAAN

1. 06-01-2010 Ngh Widiastini Dl,Lipid,RFT, UL Sesuai SOP Dr. Maria

2. 02-02-2010 Md Murdiati RFT,UL,DL,CTBT Sesuai SOP Dr. Maria

3. 04-05-2010 Made Tresna DL,[Link] Sesuai SOP Dr. Maria

4. 13-07-2010 Kmg Ardiniawati Globulin,protein , alb Sesuai SOP Dr. Maria

5. 30-09-2010 Yudiartawan LFT, HbsAg Sesuai SOP Dr. Maria

6. 10-12-2010 Giri Wardana DL,LFT,HbsAg Sesuai SOP [Link]

Gianyar, 31 Desember 2010

Ka. Instalasi Laboratotium

Dr. Maria R Listyani,SpPK

Nip.198207121981122008

Standart 5 69
EVALUASI PROTAP PEMERIKSAAN TAHUN 2010

N TGL NAMA STAF ITEM KETERANGAN SUPERVISOR


O PEMERIKSAAN

1. 3-2-2009 Ketut Sutika DL,LFT,RFT Sesuai SOP Dr. Maria

2. 4-5-2009 Desak Rai Lipid,UA,RFT Sesuai SOP Dr. Maria

3. 16-8-2009 Yudiartawan DL,LFT Sesuai SOP Dr. Maria

4. 18-10-2009 Made Murdiati [Link] , UA Sesuai SOP Dr. Maria

5. 26-10-2009 Ngh Widiastini BTA Sesuai SOP Dr. Maria

6. 20-12-2009 Wayan Ginastri DL,UL Sesuai SOP [Link]

Gianyar, 31 Desember 2009

Ka. Instalasi Laboratotium

Dr. Maria R Listyani,SpPK

Nip.198207121981122008

Standart 5 69
EVALUASI PROTAP PEMERIKSAAN TAHUN 2010

N TGL NAMA STAF ITEM KETERANGAN SUPERVISOR


O PEMERIKSAAN

1. 3-2-2009 Ketut Sutika DL,LFT,RFT Sesuai SOP Dr. Maria

2. 4-5-2009 Desak Rai Lipid,UA,RFT Sesuai SOP Dr. Maria

3. 16-8-2009 Yudiartawan DL,LFT Sesuai SOP Dr. Maria

4. 18-10-2009 Made Murdiati [Link] , UA Sesuai SOP Dr. Maria

5. 26-10-2009 Ngh Widiastini BTA Sesuai SOP Dr. Maria

6. 20-12-2009 Made Tresna DL,UL Sesuai SOP [Link]

Gianyar, 31 Desember 2008

Ka. Instalasi Laboratotium

Dr. Maria R Listyani,SpPK

Nip.198207121981122008

Standart 5 69

Anda mungkin juga menyukai