0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Program Keselamatan Pasien Laboratorium

Dokumen ini membahas program keselamatan pasien di laboratorium yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien melalui identifikasi yang tepat, komunikasi efektif, dan pengurangan risiko infeksi. Terdapat kegiatan pokok yang meliputi identifikasi pasien, komunikasi, koordinasi dengan petugas medis, dan penerapan pedoman hand hygiene. Evaluasi dan pelaporan dilakukan secara rutin untuk memastikan keberhasilan program keselamatan pasien.

Diunggah oleh

Wayan Winastra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Program Keselamatan Pasien Laboratorium

Dokumen ini membahas program keselamatan pasien di laboratorium yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien melalui identifikasi yang tepat, komunikasi efektif, dan pengurangan risiko infeksi. Terdapat kegiatan pokok yang meliputi identifikasi pasien, komunikasi, koordinasi dengan petugas medis, dan penerapan pedoman hand hygiene. Evaluasi dan pelaporan dilakukan secara rutin untuk memastikan keberhasilan program keselamatan pasien.

Diunggah oleh

Wayan Winastra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM PATIENT SAFETY DI LABORATORIUM

[Link].
Keselamatan pasien (patient safety) merupakan salah satu dimensi mutu yang saat ini
menjadi pusat perhatian para praktisi pelayanan kesehatan dalam skala nasional maupun global.
Saat ini telah diterbitkan Permenkes No.1691/Menkes/ Per/ VIII/ 2011 tentang Keselamatan
Pasien Rumah Sakit. Ketepatan (appropriateness) dalam pelayanan kesehatan, kecepatan
(timeliness), dan bebas dari bahaya dan kesalahan (free from harm and error) merupakan tiga
unsur utama dari keselamatan pasien yang dapat terwujud dengan adanya regulasi pelayanan
kesehatan, sistem informasi yang memadai, sumber daya manusia kesehatan yang profesional,
dan pengelolaan sumber daya kesehatan yang lain.

[Link] BELAKANG.
Laboratorium klinik adalah salah satu bagian dari rumah sakit, yang meskipun tidak
langsung berhadapan dengan pasien, mempunyai resiko untuk menimbulkan akibat bagi
keselamatan pasien. Proses yang berpengaruh, bisa dimulai sejak fase pra analitik, analitik, dan
pasca analitik. Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit
membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi asesmen resiko, identifikasi dan pengelolaan
hal yang berhubungan dengan resiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar
dari insiden dan tindak lanjutnya, serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya
resiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan
suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.
Berdasarkan Permenkes No.1691/Menkes/ Per/VIII/ 2011 Pasal 6, maka setiap rumah
sakit wajib membentuk Tim Keselamatan Pasien Rumah Sakit (TKPRS) yang ditetapkan oleh
kepala RS sebagai pelaksana kegiatan keselamatan pasien. Ada 7 standar keselamatan pasien,
yaitu: 1) Hak pasien, 2) Mendidik pasien dan keluarga, 3) Keselamatan pasien dalam
kesinambungan pelayanan, 4) Penggunaan metode peningkatan kinerja untuk melakukan
evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien, 5) Peran kepemimpinan dalam
meningkatkan keselamatan pasien, 6) Mendidik staf tentang keselamatan pasien, 7) Komunikasi
merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan pasien.
Sasaran keselamatan pasien RS terdiri dari 6 sasaran ( I – VI ), yaitu: 1) Ketepatan
identifikasi pasien, 2) Peningkatan Komunikasi yang efektif, 3) Peningkatan keamanan obat
yang perlu diwaspadai, 4) Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi, 5)
Pengurangan resiko infeksi, 6) Pengurangan resiko pasien jatuh. Dari keenam sasaran diatas,
maka yang memiliki keterkaitan dengan laboratorium adalah sasaran 1, 2, 4, dan 5.

[Link] UMUM DAN TUJUAN KHUSUS.


3.1. Tujuan Umum.
Tujuan umum upaya patient safety di laboratorium adalah terwujudnya keselamatan bagi
pasien di laboratorium.
3.2. Tujuan khusus.
a. Setiap pasien yang akan dilakukan pemeriksaan laboratorium teridentifikasi dengan
tepat.
b. Setiap pasien mendapatkan komunikasi yang efektif.
c. Setiap petugas laboratorium mampu meningkatkan koordinasi dengan petugas medis
atau paramedis lain dalam pelayanan laboratorium.
d. Setiap laboratorium mampu menyediakan daftar, standart, kode yang dapat
dimengerti oleh dokter, perawat dan petugas kesehatan yang lain.
e. Setiap petugas laboratorium mampu berkomunikasi pada saat serah terima pada
pasien dalam kondisi kritis dan pergantian shift.
f. Setiap pasien terhindar dari resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan di laboratorium.

[Link] POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN.


Kegiatan pokok dan rincian kegiatan patient safety di Instalasi Laboratorium RSUD
Sanjiwani Gianyar diantaranya:
1. Kegiatan pokok: Identifikasi pasien.
Rincian kegiatannya:
a. Identifikasi pasien sebelum pengambilan sampel.
b. Identifikasi pasien saat analisis.
c. Identifikasi pasien saat pembuatan hasil.
2. Kegiatan pokok: Melakukan komunikasi yang efektif dengan pasien.
Rincian kegiatannya:
a. Melaksanakan komunikasi yang efektif (lengkap dan jelas) dengan pasien.
3. Kegiatan pokok: Melakukan koordinasi dengan petugas medis atau paramedis lain
dalam pelayanan laboratorium.
Rincian kegiatannya:
a. Membentuk tim keselamatan pasien laboratorium.
b. Mengadakan pertemuan rutin adanya keluhan pelanggan.
c. Membahas masalah yang tidak dapat diselesaikan di laboratorium dalam diskusi
patient safety tingkat RS.
4. Kegiatan Pokok: Menyediakan daftar, standart, kode yang dapat dimengerti oleh dokter,
perawat dan petugas kesehatan yang lain.
Rincian kegiatannya:
a. Membuat daftar, standart, kode yang dapat dimengerti oleh petugas kesehatan
kesehatan lain ( nilai rujukan, satuan yang digunakan, dll ).
5. Kegiatan pokok: Berkomunikasi pada saat serah terima pada pasien dalam kondisi kritis
dan pergantian shift.
Rincian kegiatannya:
a. Melakukan penyerahan tugas secara efektif dan tertulis.
6. Kegiatan pokok: Mengurangi resiko infeksi pada pasien.
Rincian kegiatannya:
a. Menerapkan pedoman hand hygiene.
[Link] MELAKSANAKAN KEGIATAN.
a. Melaksanakan 5 benar ( benar indikasi, benar sampel, benar tes lab, benar metode, dan
benar hasil ).
b. Pada fase pra analitik : identifikasi sampel yang benar, pengumpulan sampel sesuai
SPO, preparasi spesimen sesuai SPO, dan transportasi spesimen yang benar.
c. Pada fase analitik: melakukan pemantapan mutu internal secara benar dan dapat
dipertanggungjawabkan.
d. Pada fase pasca analitik: verifikasi hasil sebelum dikeluarkan, dan perhatikan cara
penyampaian hasil ( verbal atau tertulis ).
e. Mengidentifikasi masalah potensial dan melaporkan bila terdapat kejadian yang tidak
diharapkan (KTD).
f. Membentuk tim patient safety laboratorium.
g. Menerapkan pedoman hand hygiene.

[Link].
Sasaran yang ingin dicapai program patient safety di laboratorium sesuai dengan rincian
kegiatan yang ada, yaitu:
1. Semua (100%) staf dan karyawan memahami program patient safety.
2. Semua (100%) pasien teridentifikasi dengan benar.
3. Terbentuknya tim keselamatan pasien di laboratorium.
4. Diskusi masalah keluhan pelanggan minimal 1X dalam sebulan.
5. Tersedia daftar, standart, kode yang dapat dimengerti oleh petugas kesehatan kesehatan
lain ( nilai rujukan, satuan yang digunakan, dll ).
6. Sebagian besar (90%) petugas telah melaksanakan hand hygiene dengan benar.
7. Terlaksananya pemantapan mutu internal secara benar.
[Link] PELAKSANAAN KEGIATAN.
Bulan
No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 11 12
0
1. Pembentukan tim patient
safety di laboratorium.
2. Orientasi patient safety pada
staf dan karyawan
3. Penyusunan SOP patient
safety
4. Pertemuan rutin tim patient
safety.
5. Pemantapan mutu internal.
6. Membahas masalah patient
safety pada tingkat RS
7. Pelaksanaan hand hygiene
yang benar.

[Link] PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN.


Evaluasi program patient safety dilakukan oleh tim patient safety tingkat laboratorium
yang dipimpin oleh kepala instalasi laboratorium, dibantu oleh sekretaris, dan perwakilan dari
karyawan. Evaluasi dilakukan setiap akhir bulan untuk melakukan perbaikan bulan berikutnya.
Laporan evaluasi dibuat segera setelah selesai melakukan evaluasi, dan ditujukan kepada
kepala instalasi laboratorium untuk dibahas dalam rapat bulanan pimpinan dan karyawan
laboratorium.
[Link], PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN.
Pencatatan dan dokumentasi kegiatan dilakukan setiap selesai melaksanakan suatu
kegiatan, dapat berupa daftar hadir peserta orientasi, foto-foto kegiatan, dan dokumen-dokumen
SPO, serta arsip hasil pemantapan mutu internal.
Laporan kegiatan program dilakukan pada akhir tahun, dan diserahkan kepada direktur
RS.
Evaluasi program secara keseluruhan dilaksanakan setiap semester atau 2X setahun, pada
pertengahan dan akhir tahun.

Anda mungkin juga menyukai