0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan21 halaman

Perencanaan Ruang Pabrik Efisien

Dokumen ini membahas tentang penentuan ruang dalam perencanaan fasilitas pabrik, termasuk analisis kebutuhan ruang untuk berbagai departemen seperti manufaktur, layanan produksi, dan layanan karyawan. Penekanan diberikan pada desain workstation, pengaturan material, serta pentingnya ergonomi dan keselamatan dalam perancangan ruang. Selain itu, dokumen juga mencakup pertimbangan untuk area luar dan layanan karyawan yang mempengaruhi kualitas kerja.

Diunggah oleh

11- feni s
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan21 halaman

Perencanaan Ruang Pabrik Efisien

Dokumen ini membahas tentang penentuan ruang dalam perencanaan fasilitas pabrik, termasuk analisis kebutuhan ruang untuk berbagai departemen seperti manufaktur, layanan produksi, dan layanan karyawan. Penekanan diberikan pada desain workstation, pengaturan material, serta pentingnya ergonomi dan keselamatan dalam perancangan ruang. Selain itu, dokumen juga mencakup pertimbangan untuk area luar dan layanan karyawan yang mempengaruhi kualitas kerja.

Diunggah oleh

11- feni s
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

🐬Pertemuan 1🐬Space Determination #1

Feb 13, 2024


Grading system allowance (contingency) untuk
a. Midterm test (UTS) mengakomodasi kebutuhan lain
b. Project assignment (kelompok) b. Dalam workstation, terdapat beberapa hal
yang harus dipertimbangkan
Dalam melakukan space planning, kita harus ● Worktable, machine, facilities
menentukan total ukuran dan bentuk dari pabrik ● Incoming material: material yang masuk,
atau fasilitas. Hal tersebut dapat dilakukan harus mempertimbangkan material
dengan menganalisis kebutuhan ruang / area packaging dan jumlahnya
dari masing-masing departemen dan ● Outgoing material: produk yang telah
dimasukkan ke dalam space requirements diproses oleh workstation tersebut
worksheet. ● Operator’s space and access to
equipment: akses operator untuk duduk /
Dalam space requirement worksheet, terdapat berdiri, akses untuk mengoperasikan
beberapa departemen yang harus dianalisis, mesin, dan akses untuk masuk dan keluar
yaitu workstation, harus mempertimbangkan
a. Manufacturing: bagian yang melakukan faktor ergonomi
proses produksi atau manufaktur dari produk ● Location of waste and rejects
b. Production services: bagian yang berkaitan ● Fixture and tools
langsung dengan manufacturing untuk ● Scale of drawing: skala dari drawing
menunjang proses produksi, seperti storage, c. Contoh desain strip shear workstation
warehouse, maintenance room, dan
sebagainya
c. Employee services: bagian yang menunjang
kebutuhan employee (operator), seperti toilet,
ruang istirahat, loker, kantin, dan sebagainya
d. Office: bagian administrasi, seperti
manajemen, keuangan, dan sebagainya
e. Outside area: bagian luar pabrik yang ● Incoming material memakan luasan yang
digunakan untuk berbagai macam hal, cukup besar karena incoming material
seperti parkir kendaraan karyawan, parkir berbentuk lembaran yang lebar
kendaraan pengiriman barang, dan ● Outgoing material memakan luasan yang
sebagainya lebih kecil karena outgoing material
berbentuk potongan-potongan dari
Space determination for manufacturing incoming material
a. Kita harus menentukan desain dari setiap ● Ukuran workstation disesuaikan dengan
workstation yang ada (panjang dan lebar), bentuk dan jumlah dari incoming dan
mulai dari lokasi operator, letak komponen, outgoing material
letak material, letak mesin, dan sebagainya.
Desain workstation tersebut akan digunakan
untuk melakukan pengukuran ruang yang
diperlukan untuk setiap workstation.
Pengukuran ruang dari setiap workstation
tersebut harus mempertimbangkan
d. Contoh desain punch press workstation

● Desain workstation dibuat seoptimal Perhitungan space yang dibutuhkan oleh


mungkin untuk meminimalkan terjadinya manufacturing department harus
kecelakaan kerja mempertimbangkan allowance
● Desain workstation dapat diubah agar a. Terdapat clearance antar workstation atau
pergerakan operator menjadi lebih efisien mesin untuk mempertimbangkan faktor
e. Contoh desain roll former workstation safety, seperti getaran, tatal, kenaikan suhu,
dan sebagainya
b. Terdapat space untuk material handling
equipment yang belum dihitung luasnya
c. Terdapat future improvement yang sudah
direncanakan, seperti kenaikan kapasitas
produksi karena demand yang melonjak, dan
sebagainya
● Desain workstation berbentuk
memanjang dengan mempertimbangkan Allowance yang dihitung hanya yang berkaitan
alur proses yang dilakukan pada dengan manufacturing department. Toilet,
workstation tersebut kantin, medical facilities, maintenance room,
● Biasanya, terdapat pola yang berurutan offices, dan sebagainya, tidak diakomodasi
antara incoming material, pemrosesan, dalam allowance karena harus dihitung
dan outgoing material masing-masing secara spesifik.
f. Melakukan pencatatan ukuran setiap
workstation dalam space requirement Setiap jenis material handling equipment
worksheet membutuhkan luasan yang berbeda untuk
aksesnya. Misalnya, penggunaan forklift
membutuhkan lorong yang cukup besar,
penggunaan conveyor membutuhkan lorong
yang lebih kecil, dan sebagainya. Hal tersebut
akan mempengaruhi besarnya persentase
allowance yang dihitung pada space
requirements worksheet.
● Workstation yang menggunakan mesin
dan pemrosesan yang identik dapat
Aisle consideration
dijadikan menjadi 1 row dan perhitungan
a. Contoh desain aisle #1
luasan akan dikalikan dengan jumlah
workstation tersebut
● Jika workstation tidak identik,
workstation-workstation tersebut harus
terletak pada baris yang berbeda
g. Gambaran hasil penempatan setiap
workstation yang ada pada manufacturing
departement
● Receiving merupakan departemen
pertama dalam flow material, sedangkan
shipping adalah departemen terakhir
dalam flow material.
● Beberapa fasilitas yang diperlukan untuk
● Aisle memakan 50% dari total luas area receiving department: pintu dock, dock
sehingga penggunaan area material plates (plat dermaga), lorong untuk akses
handling equipment kurang efisien karena material handling, outside parking lots,
proses tersebut merupakan salah satu manoeuvring space, roadways, office, dan
waste sebagainya.
● Layout dapat menjadi lebih fleksibel Ukuran receiving department bergantung
karena perpindahan material dapat pada jumlah dan ukuran dari raw material
dilakukan dengan lebih mudah sehingga yang akan diterima
cocok untuk digunakan pada process Contoh receiving department layout
layout
b. Contoh desain aisle #2

Luasan yang dihitung pada receiving


department hanya bagian indoor karena
bagian outdoor akan dimasukkan ke
dalam perhitungan outside area.
● Beberapa fasilitas yang diperlukan untuk
shipping department: packaging area,
staging, lorong untuk material handling,
● Aisle hanya memakan 16% dari total luas
trailer parking, roadways, office, dan
area sehingga penggunaan area material
sebagainya.
handling equipment nya lebih efisien
Contoh shipping department layout
● Layout kurang fleksibel dan accessible
karena perpindahan material harus
dilakukan secara berurutan sehingga
cocok untuk digunakan pada product
layout

Space determination for production services


a. Receiving and shipping: titik penerimaan raw Luasan yang dihitung pada shipping
material dari supplier dan titik packaging / department juga hanya dihitung bagian
shipping finished good ke customer indoor saja.
● Receiving and shipping sebenarnya b. Storage: fasilitas yang menyimpan raw
merupakan dua departemen yang material, WIP, office supplies, maintenance
berbeda, tetapi memiliki karakteristik supplies, dan komponen lainnya.
yang sangat mirip sehingga terdapat ● Luas storage area bergantung pada
beberapa UMKM yang menggabungkan strategi inventory dari perusahaan. Jika
keduanya dalam satu lokasi. Namun, perusahaan menggunakan strategi safety
tidak jarang keduanya harus dipisahkan stock dengan jangka waktu yang panjang
untuk faktor safety dan quality inspection. (1 bulan), area yang dibutuhkan akan
semakin luas. Sedangkan, jika
perusahaan menggunakan JIT strategy, stock, maka area yang dibutuhkan untuk
area yang dibutuhkan akan semakin kecil warehouse akan sangat besar. Jika
karena inventory sangat diminimalkan. melakukan make to order, maka area
● Selain itu, luas storage area juga yang dibutuhkan akan semakin kecil.
ditentukan oleh karakteristik atau bentuk ● 3 fungsi dasar dari warehouse
raw material atau komponen yang - Mengamankan produk jadi dan
disimpan. Jika raw material berbentuk menghindari terjadinya kecacatan
baja lembaran, maka akan memakan - Menjaga stok yang akan dijual oleh
area yang sangat lebar karena tidak bisa perusahaan
ditumpuk. Sedangkan, jika raw material - Menyiapkan customer order untuk
berbentuk box karton akan dapat proses pengiriman
meminimalkan luas area yang ● Untuk memaksimalkan utilitas warehouse,
dibutuhkan karena dapat ditumpuk ke dapat dilakukan berdasarkan kapasitas
atas. cubic
● Tujuan yang harus dicapai dalam ● Perhitungan space requirement: dimensi
perhitungan storage space volume produk dikali dengan production
- Memaksimalkan penggunaan cubic rate dari pabrik dikali dengan jumlah hari
space karena material biasanya dari produk tersebut disimpan (belum
dapat ditumpuk ke atas (tidak hanya termasuk pallet)
ke samping) ● Warehouse space determination
- Memberikan akses yang mudah untuk
seluruh material agar lebih mudah
untuk diambil
- Mengamankan raw material dan
supplies untuk menghindari adanya
perubahan kualitas ketika proses
penyimpanan
● Contoh storage layout

d. Maintenance and tool room: fasilitas yang


menyimpan spare part, komponen mesin,
peralatan, dan sebagai tempat untuk
melakukan maintenance
● Maintenance and tool room berfungsi
untuk menyediakan dan mengatur
production tooling
c. Warehousing: fasilitas yang menyimpan ● Sizing ruangan tergantung pada strategi
finished product dari pabrik manajemen terkait maintenance produk,
● Warehouse dapat berupa departemen di apakah melakukannya secara sendiri
dalam area pabrik atau suatu bangunan atau dari pihak ketiga atau parsial. Jika
tersendiri (memiliki receiving and melakukan secara sendiri, diperlukan
shipping tersendiri) maintenance dan tool room
● Warehouse akan bergantung pada e. Utilities, heating, and air conditioning: fasilitas
keputusan manajemen, apakah yang biasanya berukuran kecil tetapi
melakukan strategi make to stock atau memiliki jumlah yang banyak. Biasanya,
make to order. Jika melakukan make to
space yang dibutuhkan dapat diestimasikan masing-masing luasan elemen, seperti
berdasarkan jumlah utilitas yang ada. warehouse, storage, dll. Jika ingin menambahkan
f. Melakukan perhitungan pencatatan dalam allowance, dapat dilakukan secara spesifik di
space requirement worksheet masing-masing bagian.

Biasanya, warehouse pada suatu pabrik akan


memiliki kapasitas yang jauh lebih besar
dibandingkan pabrik manufakturnya itu sendiri.
Hal tersebut biasanya terjadi pada pabrik
pembangkit listrik dan pabrik otomotif. Oleh
Pada perhitungan space requirement bagian karena itu, warehouse biasanya dijadikan
production services, tidak perlu memberikan sebagai salah satu komponen utama dalam
allowance karena pertimbangan tentang akses menentukan luasan pabrik secara keseluruhan.
material handling telah ditentukan di
🐬Pertemuan 2🐬 Space Determination #2

Feb 21, 2024


Menteri Perhubungan mulai memperbaiki c. Toilets and restrooms: satu toilet harus dapat
kualitas kereta api dimulai dari toilet dan pintu digunakan oleh 20 orang dan tidak boleh
masuknya. Hal tersebut sangat impactful lebih dari 70 meter dari pekerja
meskipun merupakan hal yang simpel. Hal d. Cafetaria or lunchroom: tempat untuk
tersebut juga terjadi pada perancangan fasilitas, karyawan dapat beristirahat dan makan
employee services merupakan sesuatu yang siang
penting untuk direncanakan. ● Ketersediaannya tergantung dari kondisi
perusahaan, kadang diperlukan dan
Space determination for employee services kadang tidak
(bagian yang berfungsi untuk memenuhi ● Cafetaria harus dapat mengakomodasi
kebutuhan dari karyawan sehingga bergantung orang dalam jumlah banyak di waktu
pada jumlah dan kebutuhan karyawan) yang singkat
a. Employee entrance: pintu masuk karyawan ● Ukurannya tergantung pada jumlah
akan mempengaruhi peletakan dari karyawan, ukuran meja dan kursi, dan
komponen pabrik lainnya, seperti parkiran, sebagainya
locker room, time card racks, rest rooms, ● Contoh lokasi cafetaria
cafetaria, dan sebagainya, yang biasanya
dekat dari employee entrance
● Aliran pekerja untuk masuk ke pabrik
dimulai dari area parkiran, masuk ke
employee entrance dan mencapai locker
room untuk menunggu waktu shift dimulai
● Ukuran pintu harus diperhatikan agar
tidak terdapat bottleneck karena
biasanya pergantian shift akan e. Recreational facilities, prayer room, aisles,
membersamai kepulangan dan medical facilities, break areas and lounges,
kedatangan pekerja miscellaneous employee services, drinking
● Contoh lokasi employee entrance fountain, lift karyawan, dan sebagainya
f. Melakukan rekap employee services pada
space requirement worksheet

Tidak harus semua contoh ruangan dari


b. Locker rooms: digunakan untuk meletakkan employee services harus ada karena akan
dan menyimpan barang-barang milik menyesuaikan jumlah dan karakteristik
karyawan, seperti tas, handphone, dan karyawan, serta ketersediaan lahan dari pabrik.
sebagainya, sebelum memasuki area
produksi Employee services tidak berpengaruh secara
langsung terhadap proses produksi, tetapi akan
berpengaruh secara langsung dalam quality of
worklife dari para karyawan. Hal tersebut
membuat perusahaan harus membuat prioritas
employee services apa saja yang harus ada dan
apa yang dapat dihilangkan.

Lift untuk orang akan dikategorikan sebagai


employee services. Sedangkan, lift untuk barang
b. Modern layout: membutuhkan luasan yang
akan dikategorikan sebagai production services.
kecil dengan kondisi yang lebih padat, cocok
untuk departemen marketing karena tidak
Jika tidak ada data employee services pada
memerlukan area yang lebih luas untuk
jurnal yang diambil, maka dapat diasumsikan
meletakkan suatu perlengkapan kerja
berdasarkan kondisi perusahaannya.

Space determination for office


a. Dalam mendesain office layout, kita harus
dapat meminimalkan project cost secara
cost effective
b. Produktivitas karyawan merupakan hal yang
penting, sehingga layout office harus dapat
meminimalkan waste yang mungkin terjadi,
seperti transport
c. Office layout harus fleksibel agar dapat
Konsep open space office → satu ruangan
menyesuaikan ketika terjadi pergantian
terbuka yang berukuran besar dapat
kepemimpinan dan restrukturisasi organisasi
mengakomodasi berbagai departemen dalam
d. Cleaning dan maintaining area office
satu ruangan tersebut
membutuhkan biaya yang cukup besar
e. Kebisingan seharusnya dapat diminimalkan,
sehingga sebaiknya berjauhan dengan area
produksi
f. Material flow dan people flow distance harus
dapat diminimalkan
g. Setiap karyawan membutuhkan adequate
workspace dan equipment
h. Melakukan perhitungan luasan office area
pada space requirement worksheet

Space requirement for outside area (biasanya


merupakan area parkiran)
a. Area parkir dipengaruhi oleh jumlah
Perbandingan office layout
karyawan, jenis karyawan, dan kebijakan
a. Conventional layout: membutuhkan luasan
perusahaan. Jika perusahaan tidak
yang cukup besar dengan kondisi yang lebih
meng-encourage karyawan untuk
lengang, cocok untuk departemen RnD
menggunakan kendaraan pribadi, tetapi
karena memerlukan area yang lebih luas
menggunakan transportasi umum
karena mereka memiliki peralatan yang
b. Beberapa jenis area parkir: manufacturing
banyak, seperti PC berukuran besar,
employee parking, office employee parking,
peralatan perkakas, dan sebagainya
dan visitor parking
c. Area parkir harus sedekat mungkin dengan
pintu masuk yang ada sesuai dengan jenis
area parkir tersebut
d. Contoh lokasi area parkiran

e. Melakukan rekap perhitungan luasan area


parkir pada space requirement worksheet
🐬Pertemuan 3🐬 Area Allocation

Feb 28, 2024


Sebelum mengkonversi kebutuhan area pada Roof
space requirement worksheet, perlu dilakukan
review pada cube utilization. Bisa jadi luasan
lahan tidak mencukupi keseluruhan luas yang
dibutuhkan sehingga akan terdapat beberapa
area yang dialokasikan di lantai 2.

a. Atap biasanya dapat digunakan untuk


Sebagian besar layout design akan berfokus
meletakkan berbagai production services,
pada floor space, tetapi tidak seluruhnya harus
seperti central air conditioning system, silo
ditempatkan di lantai 1, bisa jadi diletakkan di
untuk material storage, water tower, cooling
basement, roof, overhead, dan sebagainya.
tower, dan sebagainya
b. Selain itu, atap juga dapat digunakan
Under the floor space
sebagai tempat employee services, seperti
a. Basement dapat digunakan untuk banyak
parking, recreational purpose, dan
keperluan, seperti utilitas (electrical,
sebagainya
compressed air, and water), parking space,
dan sebagainya.
Building size determination
b. Biaya konstruksi tambahan sangat besar
a. Standard building biasanya akan lebih murah
dibandingkan membuat bangunan yang
dibandingkan custom-designed building
lebih luas 1 lantai. Biaya tersebut terdiri dari
b. Pembangunan gedung yang memiliki ukuran
biaya investasi dan maintenance.
exactly 18,603 square foot akan menjadi lebih
c. Terdapat tambahan proses alur
mahal
menggunakan tangga (safety) dan elevators
c. Biasanya, standard building berukuran
(flow restrictions).
kelipatan angka yang bulat, seperti 100x100,
50x50, 40x40, dan sebagainya
Overhead space
d. Biasanya, pilar-pilar akan ditempatkan
dengan increment tertentu, Jika pilarnya
besar, biasanya dapat mengakomodasi
hingga 100x100 feet
e. Pabrik yang memiliki rasio 2:1 akan sangat
memudahkan material flow dan convenient
accessibility

a. Clear space yang berukuran 8 feet di atas


lantai ke ceiling (biasanya disebut sebagai
truss).
b. Dapat digunakan untuk meletakkan rak
storage and warehouse, conveyor, office, dan
sebagainya.
Area allocation Contoh activity relationship worksheet
a. Dalam menentukan alokasi area dari setiap
workstation, kita dapat melakukan analisis
hubungan dari setiap workstation
menggunakan activity relationship chart (REL
Chart)
b. Kemudian, kita dapat memplotkan setiap
workstation berdasarkan hubungan yang ada
pada REL Chart menggunakan dimensionless
block diagram Material flow matrix menggambarkan frekuensi /
berat / volume perpindahan material antar
Activity relationship chart (affinity analysis workstation atau mesin dalam satu periode.
diagram) menunjukkan hubungan dari setiap Biasanya, material yang dipindahkan dari mesin
departemen yang satu dengan yang lainnya. 1 ke mesin 2 dan dari mesin 2 ke mesin 3 akan
Semakin tinggi kepentingan aliran materialnya, berbeda karena telah diproses pada mesin 2. Hal
maka closeness codes yang digunakan akan tersebut perlu diperhatikan dalam perhitungan
semakin penting. frekuensi perpindahannya. Satuan yang ada di
dalam material flow matrix harus sama.

a. Penentuan hubungan akan berdasarkan


faktor kuantitatif dan kualitatif
b. Faktor kuantitatif akan berkaitan dengan flow
of material (material movement)
c. Faktor kualitatif akan berkaitan dengan
expert opinion dan judgment of individual Dimensionless block diagram berfungsi untuk
d. Rule of thumb approach yang dapat memudahkan kita dalam menentukan posisi
diperhitungkan dalam menentukan jumlah relatif dari setiap departemen. Jika kita sudah
dari setiap hubungan yang ada mempertimbangkan ukurannya, akan lebih sulit
untuk menyusun layout yang ada.

Contoh activity relationship chart

a. Pembuatan dimulai dengan workstation yang


memiliki important closeness codes yang
tertinggi
b. Tempatkan workstation tersebut di bagian
tengah
c. Habiskan seluruh kode A yang ada pada
workstation tersebut
d. Kode A harus memiliki full side touching. Kode
E harus memiliki minimal 1 sudut yang
bersentuhan. Sedangkan, kode X tidak boleh
bersentuhan sama sekali
e. Karena ini merupakan dimensionless layout,
bentuk bukan merupakan sesuatu yang
penting, hanya berfokus untuk memenuhi
relationship codes

Contoh dimensionless block diagram

d. Assign posisi dari setiap departemen dengan


mempertimbangkan luasan

Dalam industri flow shop (product layout), kita


harus mempertimbangkan aliran material pada e. Membuat layout dengan internal wall dan
dimensionless block diagram secara jelas. clear boundaries
Sedangkan, dalam industri job shop (process
layout), kita belum dapat mempertimbangkan
aliran material secara jelas.

Area allocation procedure


a. Berdasarkan space requirement planning
worksheet dan dimensionless block diagram,
kita dapat membagi gedung ke dalam
beberapa departemen
b. Kita dapat membagi area gedung menjadi
smaller block berukuran 20x20 atau 400 Layout ini belum memperhitungkan desain
square feet. dari setiap lorong, struktur warehouse, letak
mesin, dan sebagainya. Selain itu, layout ini
juga belum mempertimbangkan struktur
bangunan sehingga perlu dikonsultasikan
lebih lanjut dengan civil engineer.

Allowance dari manufacturing department dapat


disebar ke luasan masing-masing workstation
berdasarkan rasionya.
c. Melakukan konversi space requirement dari
Selain itu, allowance juga dapat didefinisikan
setiap departemen menjadi jumlah block
sebagai lorong / aisle sehingga akan ada
(bulatkan ke atas
beberapa bagian area allocation yang kosong.
Namun, hal tersebut akan sangat tricky dalam
menentukan peletakan aisle nya.
🐬Pertemuan 4🐬
Construction of the Layout

Mar 6, 2024
Algoritma untuk layout problems ● Nomor dari departemen atau workstation
a. Optimal algorithms: melakukan optimasi pada layout
untuk meminimalkan material handling cost ● Activity Relationship Chart dari setiap
atau memaksimalkan closeness rating departemen
dengan constraint luas lahan, hubungan X c. Meletakkan departemen pertama yang dipilih
antar departemen, dan sebagainya. Optimasi secara random sesuai dengan luas yang ada
dilakukan dengan menentukan decision pada bagian pojok kiri atas
variable berupa lokasi (koordinat, urutan
masing-masing departemen)
b. Heuristic algorithms (MST, ALDEP, CORELAP)

Optimal algorithms sangat sulit untuk dilakukan


dan membutuhkan waktu yang lama. Hal
tersebut menyebabkan optimal algorithms
menimbulkan beberapa masalah dan jarang d. Departemen kedua diletakkan sesuai dengan
digunakan. departemen yang memiliki hubungan “A”
dengan departemen pertama
Case study

e. Departemen ketiga diletakkan sesuai dengan


departemen yang memiliki hubungan
penting dengan departemen pertama dan
kedua, dan seterusnya

Automated Layout Design Program (ALDEP)


a. ALDEP merupakan vertical scanning pattern
for placing department

f. Jika terdapat lebih dari 1 departemen yang


imbang, kita dapat memilih 1 departemen
secara random untuk dimasukkan dalam
layout
g. Jika terdapat hubungan X yang bersentuhan,
b. ALDEP membutuhkan beberapa input berikut kita harus mengulang ALDEP dari awal
● Panjang, lebar, dan luas yang dibutuhkan dengan pemilihan departemen pertama
untuk setiap workstation atau yang berbeda
departemen, biasanya dijadikan dalam
satuan block
h. Untuk membandingkan 1 layout dengan yang d. Departemen pertama yang diletakkan dalam
lain, kita dapat menghitung closeness rating layout merupakan departemen yang memiliki
pada seluruh departemen yang bersentuhan nilai TCR yang paling tinggi. Jika terdapat
lebih dari satu departemen yang memiliki
nilai TCR tertinggi, maka kita dapat memilih
departemen yang memiliki hubungan A yang
lebih banyak
e. Jika terdapat suatu departemen yang
Computerized Relationship Layout Planning memiliki hubungan X pada departemen
(CORELAP) pertama, departemen tersebut harus
a. CORELAP membutuhkan beberapa input diletakkan pada urutan terakhir dan tidak
berikut perlu dipedulikan. Jika terdapat lebih dari
● Activity Relationship Chart dari setiap satu, maka dapat memilih departemen yang
departemen memiliki nilai TCR terendah
● Panjang, lebar, dan luas yang dibutuhkan f. Departemen kedua merupakan departemen
untuk setiap workstation atau yang memiliki hubungan A dengan
departemen, biasanya dijadikan dalam departemen pertama. Jika terdapat lebih dari
satuan block satu, maka dapat memilih departemen yang
● Nomor dari departemen atau workstation memiliki nilai TCR tertinggi
pada layout g. Jika terdapat departemen yang memiliki
b. Layout score dapat dihitung dengan hubungan X pada departemen kedua,
menggunakan rumus berikut departemen tersebut harus diletakkan pada
urutan paling terakhir (setelah departemen
yang memiliki hubungan X dengan
departemen pertama)
h. Departemen ketiga merupakan departemen
yang memiliki hubungan A dengan
Weight yang dimaksud adalah closeness
departemen-departemen yang sudah
rating
diletakkan. Jika terdapat lebih dari satu,
maka dapat memilih departemen yang
memiliki nilai TCR tertinggi dan seterusnya
i. Placing rating (PR) merupakan jumlah dari
seluruh weighted closeness rating antar
departemen yang bersentuhan

Semakin besar layout score, maka layout


akan semakin baik
Case Study Week 4 j. Hasil CORELAP pada case study sebelumnya
c. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang
CORELAP
● Kita harus membentuk departemen
menjadi persegi panjang atau persegi
● Layout akan dibangun dengan
mengelilingi central department
● Peletakan dan pemilihan departemen
didasarkan pada total dan current
placement rating
● Final layout mungkin dapat menghasilkan
batas yang tidak beraturan
🐬Pertemuan 5🐬
Quantitative Approaches to Facilities Planning #1

Mar 13, 2024


Jenis-jenis manufacturing layout

Group (cell) layout: menempatkan beberapa


mesin dalam suatu cell untuk memproduksi
suatu famili produk (produk yang memiliki
kemiripan, baik dari segi desain, maupun proses
produksinya)

a. Process layout cocok untuk digunakan oleh


perusahaan yang memiliki banyak variasi
produk dengan volume yang kecil
b. Product layout cocok untuk digunakan oleh
Fixed position layout: menempatkan produk di
perusahaan yang memiliki sedikit variasi
suatu tempat yang tetap dan membuat worker
produk dengan volume yang besar
atau workstation berpindah-pindah tempat
c. Group layout cocok untuk digunakan oleh
sesuai dengan yang dibutuhkan.
perusahaan yang memiliki variasi produk dan
volume dalam jumlah sedang
d. Fixed layout: cocok untuk digunakan oleh
perusahaan yang memiliki variasi produk dan
volume dalam jumlah rendah, seperti
assembly line pada pesawat dan kapal

Line (product) layout: menempatkan mesin dan


workstation secara berurutan untuk
memproduksi satu jenis produk dengan jumlah
yang tinggi. Jenis-jenis perpindahan part pada mixed model
production system

Process (functional) layout: menempatkan mesin


berdasarkan jenisnya secara berdekatan, cocok
untuk job shop.
a. Repeat operation: komponen kembali d. Melakukan format ulang pada From-To chart
diproses pada mesin yang sama tetapi dengan mengeliminasi baris dan kolom dari
menjalankan operasi yang berbeda mesin yang telah dipilih sebelumnya
b. In sequence move: komponen dipindahkan e. Mengulangi step 3 dan 4 hingga seluruh
dari workstation yang satu ke yang lainnya mesin ditempatkan
sesuai dengan urutan dan arah material
handling-nya Contoh Hollier Method 1
c. By passing move: komponen dipindahkan
dari workstation yang satu ke workstation
yang berada di beberapa urutan berikutnya
tetapi tetap sesuai dengan arah material
handling-nya
d. Backtracking move: komponen dipindahkan
dari workstation yang satu ke yang lainnya
dengan melawan arah material
handling-nya
a. Hollier method 1 iterasi 1

Backtracking move harus diminimalkan karena


akan membutuhkan material handling
equipment tambahan yang harus dikeluarkan.

By passing move harus diminimalkan karena


membutuhkan material handling yang lebih
besar dan kurang efisien.

Mesin 3 ditempatkan pada urutan pertama


Hollier method dapat digunakan untuk
karena memiliki jumlah “To” yang paling
menentukan urutan posisi mesin pada
minimal
production line.
b. Hollier method 1 iterasi 2

Hollier method 1
a. Membuat From-To Chart dari part routing
data
b. Menentukan total “From” dan “To” untuk
setiap mesin
c. Menempatkan mesin pada cell berdasarkan
total “From” atau “To” yang paling minimum
● Jika minimum value-nya adalah total
Mesin 2 ditempatkan pada urutan kedua
“To”, maka mesin akan ditempatkan pada
karena memiliki jumlah “To” yang paling
bagian awal dari urutan
minimal
● Jika minimum value-nya adalah total
c. Hollier method 1 iterasi 3
“From”, maka mesin akan ditempatkan
pada bagian akhir dari urutan
● Jika terdapat nilai seri pada minimum
total “From” dan minimum total “To”,
maka kita dapat memilih mesin dengan
minimum “From/To” ratio
● Jika total “To” dan “From” adalah sama Mesin 1 ditempatkan pada urutan ketiga dan
untuk mesin yang dipilih, maka akan mesin 4 ditempatkan pada urutan keempat
dilewati dan kita dapat memilih mesin karena part mengalir dari mesin 1 ke mesin 4.
dengan lowest sum berikutnya
d. Melakukan analisis jenis perpindahan
material yang terjadi pada layout yang tleha Hollier method 2 mengurutkan penempatan
dibuat mesin dengan sesuai dengan From/To Ratio
yang terbesar hingga terkecil

Contoh Hollier Method 2

● Persentase in sequences moves

Urutan mesin: 3 → 2 → 1 → 4

Hollier method 2 akan berpotensi untuk


● Persentase backtracking moves
menghasilkan persentase backtracking move
yang besar karena tidak mempertimbangkan
urutan perpindahan material.
🐬Pertemuan 6🐬
Quantitative Approaches to Facilities Planning #2
& Logistics and Location Models #1

Mar 20, 2024


Berbagai kategori bentuk fisik layout
a. Single row layout, biasanya digunakan pada
product layout
b. Double row layout
c. Multi row layout
d. Open field, biasanya digunakan pada process
layout
e. Loop layout
Objective yang ingin dicapai (minimum traveled
MST Algorithm dikhususkan untuk menyusun distance)
layout pada single row layout problem. MST mirip
dengan Hollier tetapi mempertimbangkan jarak
yang mempengaruhi material handling cost.
Sedangkan, Hollier hanya mempertimbangkan a. Dij = jarak antara mesin i dan j
jumlah material yang dipindahkan. b. Fij = kuantitas material yang dipindahkan
antara mesin i dan j
Beberapa informasi yang diperlukan untuk c. Opsional, dapat ditambahkan unit cost
mengerjakan MST (biaya material handling per satuan
a. Kuantitas produk yang dipindahkan dari kuantitas per satuan jarak
workstation satu ke yang lain dengan
menggunakan from to chart Unit cost dapat diasumsikan sama jika
menggunakan material handling equipment
yang sama. Jika material handling equipment
yang digunakan berbeda, seharusnya unit cost
nya akan berbeda

Langkah-langkah menggunakan MST Algorithm


b. Dimensi mesin, khususnya bagian panjang a. Menghitung adjacency weight matrix untuk
(dimensi yang bersinggungan dengan akses menggambarkan effort yang dikeluarkan
material handling) → bagian panjang untuk memindahkan material dari mesin satu
(horizontal) ke mesin dua

Hal tersebut menghitung kuantitas produk


yang dipindahkan dikali dengan jarak
tempuh
Asumsinya, produk dipindahkan dari titik b. Memilih nilai f’ yang paling besar dan pilih
tengah workstation satu ke titik tengah mesin tersebut untuk diletakkan dalam layout
workstation berikutnya c. Fokus untuk menganalisis baris dari 2 mesin
c. Clearance dari setiap workstation atau mesin, yang sudah dipilih dan memilih nilai f’ yang
biasanya akan diasumsikan sama untuk paling besar
setiap clearance yang ada
d. Lanjutkan hingga seterusnya, jangan lupa layout akan menjadi 2-1-6-4, mengganti nilai
untuk mengganti nilai f pada dua mesin yang 𝑓24 dan 𝑓42 menjadi − ∞ agar tidak kita pilih
tidak mungkin bersentuhan menjadi − ∞ i. Kita perlu menghapus baris dan kolom dari
e. Jangan lupa juga untuk menghapus baris mesin 6 karena tidak akan terpilih (sudah
dan kolom dari mesin yang sudah diapit oleh diapit oleh mesin 1 dan 4)
kedua mesin lainnya j. Kemudian, kita akan mengidentifikasi baris
pada mesin 2 dan 4, serta memilih 𝑓43 karena
Case study
memiliki nilai f’ yang paling besar sehingga
layout akan menjadi 2-1-6-4-3, mengganti
nilai 𝑓23 dan 𝑓32 menjadi − ∞ agar tidak kita
pilih
k. Kita perlu menghapus baris dan kolom dari
mesin 4 karena tidak akan terpilih (sudah
diapit oleh mesin 6 dan 3)
l. Kemudian, kita akan mengidentifikasi baris
The clearance between each pair of machines pada mesin 2 dan 3, serta memilih 𝑓35
must be at least 2 m.
(sebenarnya bisa pilih 𝑓25 karena memiliki
a. Menghitung adjacency weight matrix
nilai yang sama), sehingga layout akan
menjadi 2-1-6-4-3-5

Jika kita menggunakan material handling


equipment berupa conveyor, maka pengaruh
dari dan ke dari setiap workstation akan sangat
berpengaruh, sehingga kita perbandingan yang
dilakukan adalah antara kolom dari workstation
b. Meletakkan mesin 1 dan 6 ke dalam layout yang di depan dan baris dari workstation yang di
karena memiliki nilai f’ paling besar. belakang.
Urutannya tidak berpengaruh karena matrix
tersebut simetris, bisa 1-6 atau 6-1 Kita dapat menghitung backtracking dan in
c. Mengganti nilai 𝑓16 dan 𝑓61 menjadi − ∞ agar sequence moves untuk menentukan layout
tidak kita pilih mana yang paling baik dibanding
d. Mengidentifikasi baris pada mesin 1 dan 6, metode-metode lainnya. Jangan lupa,
kemudian memilih nilai f’ yang paling besar bandingkan material handling cost-nya juga.
e. Nilai 𝑓'12 dan 𝑓'64 memiliki nilai yang paling
Selain menentukan lokasi dari setiap fasilitas, kita
besar, sehingga kita dapat memilih secara
juga perlu menentukan lokasi dari pabrik yang
random untuk diletakkan duluan dalam
kita bangun agar kita dapat menentukan aliran
layout
material dari supplier ke pabrik dan pabrik ke
f. Pada kasus ini, kita memilih 𝑓'12 untuk
customer.
dikeluarkan duluan, sehingga layout akan
menjadi 2-1-6, mengganti nilai 𝑓26 dan 𝑓62
menjadi − ∞ agar tidak kita pilih
g. Kita perlu menghapus baris dan kolom dari
mesin 1 karena tidak akan terpilih (sudah
diapit oleh mesin 2 dan 6)
h. Kemudian, kita akan mengidentifikasi baris
pada mesin 2 dan 6, serta memilih 𝑓64 karena
memiliki nilai f’ yang paling besar sehingga
Dalam konteks manufaktur, fasilitas merupakan Beberapa jenis logistics management problems
tempat dimana material, processing equipment, a. Location problems: penentuan lokasi fasilitas
dan pekerja berkumpul untuk membuat finished pada satu atau beberapa lokasi yang
product potensial
b. Allocation problems: lokasi fasilitas sudah
Lokasi fasilitas harus memenuhi beberapa aspek diketahui, tetapi diperlukan penentuan
berikut fasilitas tersebut akan melayani customer
a. Lokasi fasilitas harus sedekat mungkin yang mana
dengan raw material sources dan customer. c. Location-allocation problems: gabungan dari
Akan terdapat trade-off antara location dan allocation problem
mengutamakan jarak raw material sources
atau customer. Beberapa faktor penting dalam penentuan lokasi
Pada industri semen, lebih baik
mengutamakan kedekatan jarak dengan raw
material sources karena memiliki kuantitas
material handling yang jauh lebih banyak
dan lokasi raw material sources yang lebih
terpusat. Sedangkan, customer dari produk
semen akan tersebar luas dan kuantitas
material handlingnya akan lebih sedikit.
b. Pekerja yang memiliki skill yang baik harus Insurance akan sangat penting dalam industri
tersedia di sekitar lokasi fasilitas manufaktur dan pertambangan karena
c. Pajak, asuransi, konstruksi, dan harga tanah berkaitan erat dengan keselamatan pekerja.
tidak boleh terlalu tinggi
d. Utilitas dan infrastruktur di area tersebut Qualitative approach: penentuan lokasi
harus siap dan dapat membantu aktivitas berdasarkan subjektif, baik dari kita maupun
industri tersebut expert judgement
e. Regulasi yang ada di lokasi tersebut dapat a. Menentukan faktor-faktor yang
mendukung industri mempengaruhi location decision
f. Terdapat berbagai jasa dan fasilitas b. Memberikan penentuan weight untuk
pendukung seperti sekolah, rumah sakit, dan menentukan faktor yang paling prioritas
perpustakaan untuk membantu kehidupan (berbentuk persentase)
para pekerja c. Memberikan skor pada setiap lokasi yang
potensial berdasarkan setiap faktor yang ada
Penentuan lokasi pabrik akan sangat rumit d. Menghitung weighted score dengan cara
karena terlalu banyak faktor dan trade off yang mengalikan skor dan persentase weight nya
mempengaruhi pemilihan lokasi tersebut. e. Menghitung total weighted score dari setiap
potential location yang ada
Apple memiliki headquarter di Silicon Valley yang
berdekatan dengan perusahaan-perusahaan Case study qualitative approach
teknologi lain. Hal tersebut disebabkan karena
daerah tersebut memiliki high skilled labor di
bidang IT. Selain itu, terdapat business climate
yang mendukung dan mempercepat jalannya
updated information terkait bidang bisnis
tersebut. Penentuan skor harus memiliki justifikasi yang
valid agar penentuan lokasi dapat lebih
menguntungkan
🐬Pertemuan 7🐬
Logistic and Location Models #2

Mar 27, 2024


Terdapat beberapa metode kuantitatif yang
dapat digunakan pada discrete space dan single TSA (Transportation Simplex Algorithm)
facility location problem. Contohnya, kita dapat merupakan penyelesaian masalah alokasi saja,
membuat model untuk meminimalkan total jarak tidak termasuk masalah lokasi. Oleh karena itu,
yang ditempuh karena biaya transportasi yang jika terdapat masalah lokasi, optimum value dari
dihasilkan dari operasional sangat besar. Jika setiap penyelesaian lokasi akan dibandingkan
kita menggunakan metode kualitatif, kita tidak mana yang lebih terbaik (minimum cost)
akan mendapatkan solusi yang optimal.
Case study Seers Inc.
Parameter yang digunakan

a. Memastikan apakah transportation problem


sudah balance atau belum (balance
Decision variable yang digunakan ditandakan dengan jumlah total supply sama
dengan jumlah total demand). Jika
unbalance, maka kita perlu menambahkan
dummy plant atau warehouse agar supply
Objective function yang digunakan dapat sama dengan demand.

Constraint yang digunakan

Kita akan melakukan analisis pada Atlanta


terlebih dahulu karena TSA hanya dapat
menyelesaikan masalah alokasi, bukan
lokasi. Oleh karena itu, analisis pada Pittsburg
akan dilakukan kemudian dan hasilnya
dibandingkan dengan Atlanta.
Jumlah unit yang dikirim harus sesuai dengan b. Membuat tabel transportasi yang akan
demand yang ada. Jika kurang dari demand digunakan
yang ada, maka terjadi shortage.
a. Customer memilih untuk menunggu karena
tidak terdapat produk pengganti
b. Customer pergi dan lebih memilih kompetitor
c. Membangun basic feasible solution dengan
sehingga terjadi lost sales (opportunity cost)
menggunakan northwest corner method
→ customer kehilangan kepercayaan dan
tidak akan pernah mau membeli produk kita
lagi
baris dalam satu kolom yang ada di dalam
close loop tidak boleh lebih dari dua karena
akan mempengaruhi demand atau supply
yang ada.

d. Membuat tabel baru dengan ui dan vj dengan


mencantumkan cost dari basic variable

Kita akan melakukan proses realokasi nilai


dari basic variable pada close loop sesuai
dengan constraint supply dan demand. Cell
● Basic variable adalah decision variable genap akan ditambahkan dengan nilai
yang memiliki nilai / terdapat alokasi alokasi terkecil, sedangkan cell ganjil akan
● Non basic variable adalah decision dikurangi dengan nilai alokasi terkecil
variable yang tidak memiliki nilai / tidak tersebut.
terdapat alokasi
Set u1 = 0, kemudian kita akan mencari nilai
dari semua ui dan vj dengan formula ui + vj =
cij

Cell X22 tetap diasumsikan sebagai basic


variable dengan nilai nol agar kita dapat
tetap menghitung nilai ui dan vj yang ada.
g. Kita perlu melakukan perhitungan ui dan vj
e. Jika wij = ui + vj - cij <= 0 untuk seluruh yang baru
non-basic variable, maka basic feasible
solution yang ada sudah optimal.

Karena terdapat nilai wij yang positif, maka h. Kita akan memastikan seluruh nilai wij pada
perlu dilakukan modifikasi pada basic non basic variable adalah negatif agar solusi
feasible solution yang ada tersebut menjadi solusi yang optimal
f. Kita perlu mengalokasikan produk pada non
basic variable yang memiliki nilai wij positif,
sehingga kita akan membangun close loop
yang memiliki horizontal / vertikal segment.
Jumlah kolom dalam satu baris atau jumlah

Anda mungkin juga menyukai