0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan49 halaman

Kemandirian Lansia dan Depresi di Panti

Proposal skripsi ini membahas hubungan antara kemampuan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari dan tingkat depresi pada lansia di Panti Tresna Werdha Batu Sangkar. Penelitian ini penting mengingat meningkatnya populasi lansia dan prevalensi depresi di kalangan mereka, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Penulis, Muhammad Riski, berencana untuk melanjutkan penelitian ini sebagai bagian dari program studi Sarjana Keperawatan di Universitas Prima Nusantara Bukittinggi pada tahun 2025.

Diunggah oleh

jancukpristell12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan49 halaman

Kemandirian Lansia dan Depresi di Panti

Proposal skripsi ini membahas hubungan antara kemampuan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari dan tingkat depresi pada lansia di Panti Tresna Werdha Batu Sangkar. Penelitian ini penting mengingat meningkatnya populasi lansia dan prevalensi depresi di kalangan mereka, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Penulis, Muhammad Riski, berencana untuk melanjutkan penelitian ini sebagai bagian dari program studi Sarjana Keperawatan di Universitas Prima Nusantara Bukittinggi pada tahun 2025.

Diunggah oleh

jancukpristell12
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KEMANDIRIAN

ACTIVITY OF DAILY LIVING DENGAN TINGKAT DEPRESI

PADA LANJUT USIA DI PANTI TRESNA WERDHA BATU

SANGKAR

PROPOSAL SKRIPSI

MUHAMMAD RISKI
211000414201038

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI
TAHUN 2025
PERNYATAAN PERSETUJUAN

Judul Proposal Skripsi : Hubungan Antara Kemampuan Kemandirian

Activity Of Daily Living Dengan Tingkat

Depresi Pada Lansia Di Panti Tresna Werdha Batu

Sangkar Tahun 2025

Nama : Muhammad Riski

Nim : 211000414201038

Proposal Skripsi ini telah diperiksa dan disetujui untuk di

seminarkan dihadapan Dewan Penguji pada Program Studi Sarjana

Keperawattan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Universitas

Prima Nusantara Bukittinggi.

Bukittinggi, Juli 2025

Koordinator Skripsi Menyetujui,


Pembimbing

(Ns. Nurul Fadila, [Link]) (Ns. Dwi Apriadi, [Link])

Mengetahui
Ketua Prodi Sarjana Keperawatan

(Ns. Hidayati, [Link])


3

PERNYATAAN PENGESAHAN

Judul Proposal Skripsi : Hubungan Antara Kemampuan Kemandirian

Activity Of Daily Living Dengan Tingkat

Depresi Pada Lansia Di Panti Tresna Werdha Batu

Sangkar Tahun 2025

Nama : Muhammad Riski

Nim : 211000414201038

Proposal Skripsi ini telah berhasil dipertahankan dihadapan Dewan

Penguji dan diterima untuk melanjutkan ke tahap penelitian pada Program

Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan

Masyarakat Universitas Prima Nusantara Bukittinggi Tahun 2025.

DEWAN PENGUJI

Pembimbing : Ns. Dwi Apriadi, [Link] (………………)

Penguji I : Ns. Nike Puspita Alwi, [Link] (………………)

Penguji II : Ns. Elfira Husna , [Link] (………………)

Ditetapkan : Bukittinggi

Tanggal : Juli 2025

Mengetahui,
Ketua Prodi Sarjana Keperawatan

Ns. Hidayati, M. Kep


NIDN : 1009128503

PAGE \* MERGEFORMAT 4
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa

yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat

menyelesaikan proposal skripsi yang berjudul “Hubungan Antara Kemampuan

Kemandirian Activity Of Daily Living Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Panti

Tresna Werdha Batu Sangkar Tahun 2025”.

Proposal skripsi ini disusun dengan maksud untuk memenuhi persyaratan

ujian seminar proposal pada Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas

Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat di Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.

Penulis menyadari bahawa tanpa ada bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak,

sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikan proposal skripsi ini. Oleh karena itu,

penulis mengucapkan terimakasih terutama kepada Yth. Bapak Ns. Dwi Apriadi,

[Link], selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan sehingga

penulis dapat menyelesaikan proposal skripsi ini. Seterusnya ucapan terimakasih

penulis kepada :

1. Ibu Dr. Hj. Evi Susanti, [Link], [Link] selaku Rektor Universitas Prima

Nusantara Bukittinggi.

2. Bapak Ns. Fauzi Ashra, [Link], Ph.D selaku Wakil Rektor I (Bidang

Akademik Penelitian dan Pengabdian) Universitas Prima Nusantara

Bukittinggi.

3. Bapak Yuhendri Putra, [Link], [Link] selaku Wakil Rektor II (Bidang

Administrasi Umum, Keuangan, SDM, Kerjasama dan HI, Sarana

Prasarana) Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


4. Ibu Mellia Fransiska, [Link], [Link] selaku Wakil Rektor III (Bidang

Kemahasiswaan Alumni dan Pusat Karir) Universitas Prima Nusantara

Bukittinggi.

5. Ibu Ns. Elfira Husna, M. Kep selaku Dekan Fakultas Keperawatan dan

Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.

6. Ibu Ns. Hidayati, [Link]. Selaku Ketua Program Studi Sarjana

Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.

7. Ibu Ns. Nurul Fadila, [Link] selaku Dosen Koordinator Skripsi Program

Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan

Masyarakat Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.

8. Ibu Ns. Elfira Husna, [Link] dan Ibu Ns. Nike Puspita Alwi, [Link]

selaku tim penguji.

9. Bapak/Ibu dosen serta tenaga kependidikan yang telah membantu proses

selama ini

10. Keluarga besar Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


11. Kepada para responden peneliti yang bersedia berpasrtisipasi pada

penelitian ini.

12. Kepada kedua orang tuaku tersayang Firdaus & Lusi Yanti yang telah

memberikan dukungan, semangat, do’a, materil, perhatian, cinta dan kasih

sayang yang tidak terhingga.

13. Kepada keluarga besar yang telah memberikan dukungan do’a yang luar

biasa

14. Para sahabat yang telah sama-sama berjuang dalam suka dan duka

menjalani pendidikan ini.

15. Terakhir, diri saya sendiri Muhammad Riski terima kasih atas segala kerja

keras dan semangatnya sehingga bisa berada dititik ini dalam mengerjakan

proposal skripsi, terus semangat dan jangan mudah menyerah.

Penulis menyadari bahwa proposal skripsi ini masih jauh dari kata

sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang

membangun dari semua pihak demi perbaikan proposal skripsi ini.

Bukittinggi, Juli 2025

Muhammad Riski

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
......................................................................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................................9
DAFTAR TABEL........................................................................................................10
DAFTAR SKEMA......................................................................................................11
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................12
A. Latar Belakang............................................................................................12
B. Rumusan Masalah.......................................................................................18
C. Tujuan Penelitian........................................................................................18
D. Manfaat penelitian......................................................................................18
E. Ruang lingkup penelitian............................................................................20
BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................................21
A. Konsep Lansia..............................................................................................21
B. Konsep Depresi............................................................................................25
C. Kerangka Teori............................................................................................26
BAB III KERANGKA KONSEP..............................................................................29
A. Kerangka Konsep........................................................................................29
B. Variabel Penelitian......................................................................................29
C. Definisi Operasional....................................................................................30
D. Hipotesis.......................................................................................................32
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN.................................................................33
A. Desain Penelitian.........................................................................................33
B. Populasi dan Sampel...................................................................................33
C. Tempat dan Waktu Penelitian...................................................................34
D. Teknik Pengumpulan Data.........................................................................35
E. Alat Pengumpulan Data..............................................................................36
F. Etika penelitian............................................................................................36
G. Pengolahan data dan Analisa data.............................................................37
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................39

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Definisi Operasional Hubungan Antara Kemampuan Kemandirian

Activity Of Daily Living Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


DAFTAR SKEMA

Skema 2.1 Kerangka Teori.........................................................................39

Skema 3.1 Kerangka Konsep.....................................................................40

10

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

11

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


DAFTAR ISTILAH SINGKATAN

Lambang/singkatan Arti/keterangan
WHO World health organization

12

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut World Health Organization (WHO) mendefinisikan lanjut usia

(lansia) adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Proses lanjut

usia diikuti oleh perubahan pada tubuh manusia, termasuk perubahan fungsi

muskuloskeletal. Penurunan fungsi muskuloskeletal menyebabkan penurunan

kemampuan lansia untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Kemampuan lansia

untuk melakukan ADL akan menggambarkan kemandirian lansia dalam aktivitas

sehari-hari (Yuliana, W., & Setyawati, 2021).

‘Populasi lansia di dunia terus meningkat. Menurut United Nations (2020),

pada tahun 2020, terdapat 727 juta orang berusia 65 tahun ke atas, yang merupakan

9,3% dari total populasi global. Diperkirakan, pada tahun 2050, jumlah ini akan

meningkat menjadi 1,5 miliar jiwa atau 16% dari populasi dunia. Eropa saat ini

memiliki persentase tertinggi lansia (24%), tetapi penuaan juga akan terjadi di

wilayah lain, dengan hampir seperempat populasi di negara-negara lain berusia 60

tahun ke atas pada tahun 2050, kecuali di Afrika. Proyeksi menunjukkan jumlah

lansia akan mencapai 1,4 miliar pada tahun 2030 dan 2,1 miliar pada tahun 2050,

serta bisa meningkat menjadi 3,2 miliar pada tahun 2100. Di Asia Tenggara, populasi

lansia saat ini sekitar 8% atau 142 juta jiwa, dan diperkirakan akan meningkat tiga

kali lipat pada tahun 2050. Pada tahun 2000, jumlah lansia adalah 5,3 juta (7,4%),

meningkat menjadi 24 juta (9,77%) pada tahun 2010, dan diperkirakan mencapai 28,8

juta (11,34%) pada tahun 2020.

13

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Di Indonesia, jumlah populasi lansia terus meningkat. Data Badan Pusat

Statistik (BPS, 2023) menunjukkan bahwa sekitar 11% penduduk Indonesia berusia di

atas 60 tahun, dengan tren yang di perkirakan akan terus naik. Namun, peningkatan

jumlah lansia ini tidak selalu di iringi dengan peningkatan kesejahteraan psikologis

mereka. Studi dari Kementerian Kesehatan RI (2022) menemukan bahwa sekitar 20-

30% lansia di Indonesia mengalami gejala depresi, dengan faktor risiko utama berupa

keterbatasan fisik, penyakit kronis, dan ketergantungan pada orang lain.

‘Data Badan Pusat Statistik 2022 menyebutkan bahwa provinsi Sumatera

Barat berada pada urutan ke-6 lansia terbanyak dengan persentase lansia sebesar

10,79 %. Jumlah penduduk yang berada di Sumatera Barat tercatat sebesar 5.640.629

jiwa dan 11,6% diantaranya adalah penduduk berusia tua (>60 tahun). Badan Pusat

Statistik 2023 meyebutkan bahwa proporsi lanjut usia di Kota Pariaman berada pada

urutan ke-10 yaitu sebesar 10,41 %. Sedangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan

Perlindungan Anak tahun 2023 mencatat bahwa proporsi lanjut usia yang ada di Kota

Pariaman yaitu sebesar 10,06 %. Data dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman tahun

2023 tercatat bahwa lansia yang berumur diatas 60 tahun sebanyak 13.956 jiwa.

Dalam data Puskesmas Air Santok yang terletak di kecamatan Pariaman Timur tahun

2023 didapatkan bahwa Puskesmas Air Santok merupakan puskesmas dengan lansia

terbanyak pada urutan ke-7 dari puskesmas yang ada di Kota Pariaman yaitu

berjumlah 2.329 jiwa yang meningkat dari tahun sebelumnya.

Di negara-negara berkembang WHO memprediksikan bahwa tahun 2020 depresi

akan menjadi salah satu gangguan mental yang banyak dialami dan depresi berat akan

menjadi penyebab kedua terbesar kematian setelah serangan jantung. Berdasarkan

14

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


data WHO tahun 1980 hampir 20%-30% dari pasien rumah sakit di negara

berkembang mengalami gangguan mental emosional seperti depresi.

‘Bertambahnya jumlah lansia akan menimbulkan berbagai permasalahan bagi

lansia itu sendiri, bagi keluarga dan masyarakat. Permasalahan yang ditimbulkan yaitu

lansia terlantar, lansia tidak bahagia dan peningkatan rasio ketergantungan lansia

dimana lansia akan mengalami proses menua yang mengubah orang dewasa yang

sehat menjadi lemah atau rentan karena berkurangnya sebagian besar cadangan

fisiologis dan meningkatnya kerentanan penyakit sehingga terjadi perubahan fisik,

perubahan mental, maupun psikososial yang mempengaruhi tingkat kemandirian

lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari (Mu’sodah & Putri Aryati, 2022)

‘Lansia mengalami penurunan jumlah neuron kolinergik yang akan berdampak

pada penurunan neurotransmittersetilkolin sehingga mengakibatkan penurunan fungsi

kognitif pada lansia. Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu faktor yang

mempengaruhi kemandirian lansia dalam pemenuhan ADL.

‘Menurunnya kemandirian lansia menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan

bantuan orang lain untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari, hal tersebut

menurunkan kualitas hidup dan berdampak buruk pada kesehatan lansia, oleh karena

itu mempertahankan kompetensi dan kemandirian individu lanjut usia merupakan

aspek penting untuk keberlangsungan hidup lansia (Motamed-Jahromi & Kaveh,

2021). Lansia yang bergantung untuk melakukan kegiatan sehari-hari karena

berkurangnya fungsi tubuh hal itu akan membuat lansia mengalami depresi

dikarenakan lansia tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari sendiri atau

berkurangnya kapasitas untuk melakukannya (Citramas & Tadjudin, 2019). Serta

belum beradapatasinya lansia dengan perubahan fungsional yang terjadi, hal itu

15

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


menjadi salah satu penyebab lansia mengalami perubahan secara mental yaitu salah

satunya depresi (Khopipah et al., 2023).

Depresi merupakan gangguan mental yang umum dimana gangguan ini

melibatkan suasana hati sedih, tertekan atau hilangnya kesenangan atau minat dalam

beraktivitas sehari-hari yang normal untuk jangka waktu yang lama. Menurut WHO,

depresi adalah gangguan mental yang umum dimana gangguan ini merupakan

penyebab kecacatan nomor dua di dunia pada tahun 2020 dan diperkirakan akan

menduduki peringkat pertama pada tahun 2030 pada kelompok gangguan mental dan

perilaku. Sedangkan di Indonesia, tingkat prevalensi depresi pada lansia mencapai

6,1% dari jumlah seluruh penduduk. Data dari Riset Kesehatan Dasar (2018)

menunjukkan bahwa Sumatera Barat menempati urutan ketiga dengan kasus depresi

tertinggi pada lansia dari 34 Provinsi di Indonesia. Dari seluruh penduduk Sumatera

Barat, tercatat sebesar 8,2% penduduknya menderita depresi dan 8,0% diderita oleh

penduduk lansia atau berada pada usia di atas 60 tahun (Riskesdas, 2018).

Depresi pada lansia merupakan masalah kesehatan mental yang sering

diabaikan karena gejalanya tumpang tindih dengan kondisi penuaan normal atau

penyakit kronis. Menurut WHO (2023), sekitar 20% lansia di atas 60 tahun

mengalami gejala depresi, namun hanya <10% yang mendapatkan penanganan

memadai. Di Indonesia, prevalensia depresi pada lansia mencapai 8-15% (Riskesdas,

2023), dengan risiko lebih tinggi pada lansia dengan keterbatasan fisik dan isolasi

sosial.

‘Pada lansia, faktor penyebab depresi dapat dibagi menjadi faktor fisik dan

psikologis. Faktor fisik yang dapat menimbulkan depresi adalah genetik, jenis

kelamin, usia, penyakit, gaya hidup, dan penggunaan obat-obatan terlarang.

16

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Sementara faktor psikologis yang dapat mempengaruhi depresi pada lansia

diantaranya kepribadian, pola pikir, harga diri, stress, interaksi sosial, dan lingkungan

keluarga.

‘Munculnya masalah-masalah ketika memasuki lansia yaitu penurunan kondisi

fisik seperti disability, berkurangnya kemampuan melihat dan intoleransi aktivitas,

kemudian penurunan status mental seperti berkurangnya kemampuan memori dan

perubahan psikososial antara lain seperti berhenti dari pekerjaan, kemiskinan, isolasi

sosial dan lainnya. Oleh karena hal tersebut lansia akan mengalami kemunduran,

terutama dalam kemampuan fisik yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi organ

tubuh, kemampuan untuk melakukan ADL akan mengalami penurunan sehingga

kemandirian lansia menurun, sehingga dapat meningkatkan kerentanan lansia untuk

mengalami kondisi depresi (Damayanti et al., 2020).

‘Penurunan kemandirian pada lansia memiliki akan menyebabkan

ketergantungan pada orang lain dalam ADL, menurunkan kualitas hidup, dan merusak

kesehatan, sehingga menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menjaga kemampuan

dan kemandirian lansia dalam kehidupan sehari-hari (Motamed-Jahromi M and

Hossein, 2020).

‘Menurut Ayuningtyas et al (2019), aktivitas hidup sehari-hari atau ADL

merupakan aktivitas utama perawatan diri seseorang. Kemandirian lansia dalam

menyelesaikan ADL didefinisikan sebagai kemandirian seseorang dalam melakukan

aktivitas dan fungsi hidup sehari-hari yang rutin dan biasa dilakukan oleh manusia,

dan kemandirian pada lansia penting dalam memenuhi kebutuhan dasarnya

ADL adalah kemandirian seseorang dalam menjalankan aktivitas dan fungsi

kehidupan sehari-hari secara universal (Damayanti 2020). ADL yang dilakukan

17

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


sebagai berikut: berpakaian, makan, minum, toileting, mandi, bergerak, rekreasi, dan

pengembangan diri. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian

lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, antara lain: usia, imobilitas, riwayat

kesehatan, stres, dan penurunan kognitif. Berbagai penurunan fungsi tersebut

membuat lansia memiliki ketergantungan atau tidak mandiri dalam melakukan ADL.

(Citramas & Tadjudin 2019).

ADL mempunyai peran penting dalam menentukan tingkat kemandirian

seseorang lanjut usia. ADL adalah kegiatan untuk melakukan tugas-tugas harian yang

rutin dan merupakan kegiatan utama dalam merawat diri sendiri (Emeliana et al.,

2022). Ketika kesehatan seorang lansia baik, mereka dapat menangani aktivitas sehari

hari tanpa bantuan orang lain, Namun, ketika seorang lansia mengalami gangguan

kesehatan, hal ini dapat membatasi kemandiriannya dalam menjalankan aktivitas

sehari-hari (Dewi Wulandari & Estiningtyas, 2020).

Menurut penelitian terdahulu terdapat hasil analisis diketahui tingkat ADL

lansia dengan kategori ketergantungan ringan sebanyak 28 orang lanjut usia (44,4%).

Hasil tersebut searah penemuan yang didapatkan Wildhan et al., (2022) bahwasannya

lansia dengan kategori ketergantungan ringan berada pada urutan ke dua terbanyak

frekuensinya setelah kategori lansia yang mandiri yaitu 20 lanjut usia (25%) yang

berada pada kategori ketergantungan sedang. Dalam penelitian ini lansia yang

mengalami ketergantungan ringan bergantung pada aktivitas seperti, naik turun tangga

baik yang membutuhkan bantuan dengan menggunakan alat, atau tidak mampu sama

sekali untuk melakukan naik turun tangga,berjalan dengan bantuan satu orang, namun

untuk aktivitas lainnya lansia masih mampu untuk melakukannya secara mandiri.

18

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Berdasarkan hal ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai

bagaimana tingkat depresi pada lansia ini dapat diatasi dengan menerapkan

kemandirian ADL untuk mencegah depresi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat

bagaimana masalah kesehatan mental yang umum pada lansia, penurunan

kemandirian seiring bertambahnya usia, kemandirian ADL sebagai indikator

kesejahteraan lansia, kurangnya penelitian lokal dan kontekstual, implikasi untuk

praktik keperawatan dan kesehatan masyarakat.

Penurunan fungsi tubuh yang membuat lansia memiliki keterbatasan dalam

melakukan aktivitas seperti penurunan dalam aspek ADL dan penurunan semangat

lansia dalam menjalankan kehidupannya, ini dapat menyebabkan terjadinya depresi

pada lansia (Khopipah et al., 2023). Dapat disimpulkan dari keterangan di atas apabila

ADL pada lansia menurun maka semakin tinggi risiko terkena depresi, dengan

demikian mempertahankan kompetensi dan kemandirian lansia untuk melakukan

kegiatan sehari-hari sangat penting karena untuk menghindari terjadinya depresi lebih

lanjut.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka rumusan masalah

dalam penelitian ini adalah “ Apakah terdapat Hubungan Antara Kemampuan

Kemandirian Adl Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Panti Tresna Werdha Batu

Sangkar.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

19

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Untuk memahami hubungan kemandirian lansia dalam adl terhadap

tingkat depresi, guna memberikan dasar intervensi yang tepat untuk

meningkatkan kualitas hidup lansia.

2. Tujuan khusus

1. Mengidentifikasi tingkat kemandirian lansia dalam melakukan ADL

2. Mengidentifikasi tingkat deperesi pada lansia

3. Menganalisis hubungan antara kemampuan adl dengan tingkat depresi

pada lansia melalui uji statistik.

D. Manfaat penelitian
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah:

1. Bagi peneliti

Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi pengalaman yang berharga

dalam menambah pengetahuan dalam menganalisis sesuatu kasus dengan

memakai metode pikir yang kritis serta ilmiah. Serta hasil penelitian ini

diharapkan mampu menjadi bahan perbandingan serta menjadi data yang

dapat dijadikan sebagai sumber acuan dalam proses penelitian selanjutnya,

sehingga bagi peneliti selanjutnya mampu membuat ide serta inovasi baru

yang berkualitas.

2. Bagi Profesi Keperawatan

Hasil riset ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi profesi

keperawatan dan menjadi sumber pengetahuan bagi mahasiswa sehingga

menjadi sumber informasi dan sumber pembelajaran.

3. Bagi Institusi Pendidikan

Mengembangkan teori-teori keperawatan dan sebagai masukan bagi institusi

pendidikan dalam proses belajar khususnya dalam metode riset dan memberikan

20

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


sumbangan pikiran yang kiranya dapat berguna sebagai informasi awal perbandingan

atau juga pedoman bagi yang ingin meneliti faktor-faktor lain yang berhubungan

dengan pengetahuan tentang hubungan antara kemampuan kemandirian adl dengan

tingkat depresi pada lansia.

4. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini dapat memberikan

informasi baru dan data bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti yang

berkaitan dengan pengetahuan atau bagi yang meneliti faktor-faktor yang lain

yang berhubungan tentang

E. Ruang lingkup penelitian

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui “hubungan antara kemampuan

kemandirian adl ”, dengan tingkat depresi pada lansia. Di panti tresna werdha batu

sangkar “ dalam penelitian ini dilakukan di panti sosial tresna werdha batu sangkar

pada bulan Mei 2025. Jumlah lansia di panti tresna werdha batu sangkar sebanyak 70

orang lansia. Yakni pada lansia berjenis kelamin laki-laki sebanyak 50 orang. jenis

penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan desain Cross sectional

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel

tersebut pada waktu tertentu tanpa intervensi dari peneliti, yang rancangannya

menggunakan desain korelasional, di mana rancangan tersebut digunakan untuk

mengetahui “ hubungan antara kemampuan kemandirian adl dengan tingkat depresi

pada lansia di panti tresna werdha batu sangkar “.teknik pengambilan sampel yaitu

Purposive Sampling dengan mengunakan uji Chi-square. Metode pengambilan data

21

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


mengunakan kuesioner yaitu desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan

korelasional dan metode cross-sectional. Tingkat depresi pada lansia, diukur dengan

skala seperti Geriatric Depression Scale yang dilakukan langsung oleh peneliti

dengan responden untuk mengisi kuosioner adl.

22

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Lansia
1. Definisi Lansia

Menurut WHO lansia adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun

atau lebih. Undang – undang No 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia

adalah penduduk yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Secara umum

seseorang dikatakan lansia jika sudah berusia di atas 60 tahun, tetapi definisi ini

sangat bervariasi tergantung dari aspek sosial budaya, fisiologis dan kronologis.

Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Khopipah et al., (2023)

mengenai hubungan adl dengan tingkat depresi pada lansia di panti tresna werdha

budi luhur jambi yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat kemandirian

pada lansia, maka semakin rendah pula tingkat depresi pada lansia. Sedangkan

hasil yang sama didapatkan pada penelitian Rita Damayanti et al., (2020) semakin

tinggi aktivitas sehari-hari maka semakin rendah tingkat depresi pada lansia,

begitu pula sebaliknya semakin rendah tingkat aktivitas sehari-hari maka semakin

tinggi tingkat depresi pada lanjut usia.

2. Klasifikasi Lansia

Batasan Umur lansia menurut pendapat berbagai ahli dalam Nugroho

(2012), batasan-batasan umur yang mencakup batasan umur lansia adalah sebagai

berikut :

1. Menurut WHO, lansia dibagi menjadi empat kriteria berikut : seseorang

dikatakan lansia apabila usianya 60 tahun ke atas. Lansia bukan suatu

penyakit, namun merupakan tahap lanjut dari suatu proses 45-59 tahun, lanjut

PAGE \* MERGEFORMAT 21

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


usia (elderly) ialah 60-74 tahun, lanjut usia tua (old) ialah 75-90 tahun, usia

sangat tua (very old) ialah di atas 90 tahun.

2. Pengertian Activity of Daily Living (ADL)

ADL adalah keterampilan dasar dan tugas okupasional yang harus dimiliki

seseorang untuk merawat dirinya secara mandiri yang dikerjakan seseorang

sehari-hari dengan tujuan untuk memenuhi/berhubungan dengan perannya sebagai

pribadi dalam keluarga dan masyarakat.

ADL adalah kegiatan melakukan pekerjaan rutin sehari-hari. ADL

merupakan aktivitas pokok pokok bagi perawatan diri. ADL meliputi antara lain :

ke toilet, makan, berpakaian (berdandan), mandi, dan berpindah tempat .

(Hardywinito & Setiabudi, 2005). Sedangkan menurut Brunner & Suddarth

(2002) ADL adalah aktivitas perawatan diri yang harus pasien lakukan setiap hari

untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup sehari-hari.

3. Macam – Macam ADL

1. ADL dasar, sering disebut ADL saja, yaitu ketrampilan dasar yang harus

dimiliki seseorang untuk merawat dirinya meliputi berpakaian, makan &

minum, toileting, mandi, berhias. Ada juga yang memasukkan kontinensi

buang air besar dan buang air kecil dalam kategori ADL dasar ini. Dalam

kepustakaan lain juga disertakan kemampuan mobilitas.

2. ADL instrumental, yaitu ADL yang berhubungan dengan penggunaan

alat atau benda penunjang kehidupan sehari-hari seperti menyiapkan

makanan, menggunakan telepon , menulis, mengetik, mengelola uang

kertas ADL dasar, sering disebut ADL saja, yaitu ketrampilan dasar yang

harus dimiliki seseorang untuk merawat dirinya meliputi berpakaian,

24

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


makan & minum, toileting, mandi, berhias. Ada juga yang memasukkan

kontinensi buang air besar dan buang air kecil dalam kategori ADL dasar

ini. Dalam kepustakaan lain juga disertakan kemampuan mobilitas.

3. ADL vokasional, yaitu ADL yang berhubungan dengan pekerjaan atau

kegiatan sekolah.

4. ADL non vokasional, yaitu ADL yang bersifat rekreasional, hobi, dan

mengisi waktu luang

4. Cara Pengukuran ADL

Pengkajian ADL penting untuk mengetahui tingkat ketergantungan atau

besarnya bantuan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Pengukuran

kemandirian ADL akan lebih mudah dinilai dan dievaluasi secara kuantitatif

dengan sistem skor yang sudah banyak dikemukakan oleh berbagai penulis ADL

dasar, sering disebut ADL saja, yaitu ketrampilan dasar yang harus dimiliki

seseorang untuk merawat dirinya meliputi berpakaian, makan & minum, toileting,

mandi, berhias. Ada juga yang memasukkan kontinensi buang air besar dan buang

air kecil dalam kategori ADL dasar ini. Dalam kepustakaan lain juga disertakan

kemampuan mobilitas (Sugiarto,2005)

5. Faktor yang mempengaruhi ADL

Menurut Heryanti (2014) faktor – faktor yang mempengaruhi kemandirian

adalah :

1. Usia

Lansia yang telah memasuki usia 70 tahun ialah lansia resiko

tinggi. Biasanya akan mengalami penurunan dalam berbagai hal termasuk

tingkat kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

25

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


2. Pendidikan

Lansia mengalami penurunan sensori yang menyebabkan penurunan

dalam fungsi kognitifnya. Seorang lansia jika mempunyai tingkat pendidikan

yang tinggi dapat mempertahankan kemampuan fungsional dan

kemandiriannya karena akan melakukan pemeliharaan dan upaya pencegahan

terhadap kesehatannya.

3. Kondisi kesehatan

Lansia yang mempunyai tingkat kemandirian tertinggi adalah yang

secara fisik dan psikis mempunyai kesehatan yang cukup prima. Persentase yang

paling tinggi adalah mereka yang mempunyai kesehatan baik. Dengan kesehatan

yang baik mereka bisa melakukan kegiatan sehari-harinya.

4. Kondisi ekonomi

Lansia yang mandiri pada kondisi ekonomi, mereka dapat

menyesuaikan kembali dengan kondisi yang mereka alami sekarang. Misalnya

perubahan gaya hidup. Dengan berkurangnya pendapatan setelah pensiun, mereka

dengan terpaksa harus menghentikan atau mengurangi kegiatan yang dianggap

menghamburkan uang (Hurlock, 2008).

5. Kondisi sosial dan keluarga

Kondisi penting yang menunjang kebahagiaan bagi orang lansia

adalah menikmati kegiatan sosial yang dilakukan dengan kerabat keluarga dan

teman-teman (Hurlock, 2008).

6. Keadaan kognitif

Gangguan kognitif merupakan gangguan atau kerusakan pada fungsi

otak yang lebih tinggi dan dapat memberikan efek yang merusak pada

26

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


kemampuan individu untuk melakukan fungsi kehidupan sehari-hari atau

melakukan hygiene personal (Sheila, 2008).

B. Konsep Depresi

1. Definisi Depresi

Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan

perasaan sedih mendalam, kehilangan minat atau kesenangan terhadap aktivitas

yang biasa disukai, serta perasaan putus asa, tidak berharga, dan kelelahan

berkepanjangan. Kondisi ini memengaruhi fungsi kognitif, motivasi, dan aktivitas

sehari-hari penderita.

Menurut WHO, depresi adalah gangguan mental umum yang menjadi

penyebab kecacatan nomor dua di dunia pada 2020 dan diperkirakan menjadi

penyebab utama pada 2030 dalam kelompok gangguan mental dan perilaku.

[Link] depresi

Tingkatan depresi umumnya dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan gejala,

yaitu:

1. Depresi ringan

Gejala yang muncul masih dapat ditangani dengan dukungan sosial dan

terapi ringan. Penderita mungkin masih dapat menjalani aktivitas sehari-hari

meskipun dengan kesulitan.

2. Depresi sedang

Gejala lebih nyata dan mengganggu fungsi sosial dan pekerjaan. Penderita

membutuhkan intervensi medis dan psikologis yang lebih intensif.

27

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


3. Depresi berat

Gejala sangat mengganggu fungsi sehari-hari, disertai pikiran atau usaha

bunuh diri, gangguan tidur dan makan yang berat, serta penurunan energi yang

signifikan. Biasanya memerlukan penanganan medis dan terapi intensif.

3.0. Kerangka Teori

28

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Depresi

gangguan suasana hati (mood)


Klasifikasi depresi :
yang ditandai dengan perasaan
1. Skor 0-4 :
sedih mendalam, kehilangan
Depresi Normal
minat atau kesenangan terhadap
2. Skor 5-8 :
aktivitas yang biasa disukai, serta
Depresi Ringan
perasaan putus asa, tidak berharga,
3. Skor 9-11 : Depresi
dan kelelahan berkepanjangan.
Sedang
4. Skor 12-15 : Depresi
Berat

Activity of Daily Living (ADL)


adalah ketrampilan dasar dan tugas Faktor Penyebab Depresi :
okupasional yang harus dimiliki 1. Penurunan kemampuan fisik
seseorang untuk merawat dirinya 2. Gangguan fungsi kognitif
secara mandiri yang dikerjakan 3. Isolasi sosial dan kesepian
seseorang sehari-hari 4. Kehilangan peran dan tujuan
hidup
5. Kurangnya dukungan sosial
6. Kondisi sosial dan keluarga
7. Faktor kepribadian dan
psikologis

Depresi
Dampak penurunan kemampuan kemandirian
ADL yang menyebabkan depresi pada lansia :
1. Penurunan kemampuan Fisik
2. Meningkatnya ketergantungan pada orang
lain Activity of Daily Living
3. Penurunan semangat dan motivasi hidup (ADL)
4. Penurunan kualitas hidup
5. Gangguan fungsi kognitif dan emosional
6. Risiko penyakit kronis bertambah

29

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Skema 2.1 Kerangka Teori

30

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


BAB III

KERANGKA KONSEP

A. Kerangka Konsep

Kerangka konsep di susun berdasarkan teori yang di temukan melalui telaah

jurnal dan merupakan pengembangan dari kerangka teori. Visualisasi hubungan

berbagai variabel di rumuskan oleh peneliti sendiri berdasarkan beberapa teori yang

telah di baca atau di telaah, kemudian di kembangkan oleh peneliti untuk berbagai

gagasan yang di gunakan sebagai dasar penelitiannya penelitian ini dilakukan untuk

mengetahui hubungan antara kemampuan kemandirian Activity Of Daily Living

dengan tingkat depresi adapun variabel independent nya yaitu Activity Of Daily

Living dan dependen nya yaitu depresi. Untuk melihat hubungan antara kemampuan

kemandirian Activity Of Daily Living dengan tingkat depresi pada lansia. maka

susunlah kerangka konsep penelitian sebagai berikut.

Variabel Independen Variabel Dependen

Activity Of Daily Depresi


Living

Skema 3.1 Kerangka Konsep

B. Variabel Penelitian

1. Variabel Bebas ( indenpenden )

31

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Variabel Independen disebut juga variabel bebas. Variabel independen

merupakan variabel yang mempengaruhi variabel dependen atau variabel terikat.

Variabel independen akan menjelaskan atau memprediksi bagaimana masalah dalam

penelitian dipecahkan (Paramita et al., 2021). Variabel indpenden yang dimaksud

pada penelitian ini yaitu ‘’ADL ‘’

2. Variabel Terikat ( Denpenden)

Variabel dependen disebut juga sebagai variabel terikat. Variabel merupakan

permasalahan yang akan diselesaikan oleh peneliti atau merupakan tujuan dari

penelitian (Paramita et al., 2021). Variabel dependen yang dimaksud pada penelitian

ini yaitu “ depresi ‘’

C. Definisi Operasional

Untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel

diamati/diteliti, perlu sekali variabel-variabel tersebut diberi batasan atau “definisi

operasional”. Definisi operasional juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada

pengukuran atau pengamatan terhadap variabel-variabel yang bersangkutan serta

pengembangan instrument (alat ukur).

32

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Tabel 3.1 Definisi Operasional Hubungan Antara Kemampuan

Kemandirian Activity Of Daily Living Dengan Tingkat Depresi Pada

Lansia

No Variabel Definisi Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala


Operasional
Independen Adl adalah ukuran Adl diukur Kemampuan Ordinal
1. Pengisian
: kemampuan menggunakan pemenuhan
kuisioner
ADL seseorang untuk Indeks kebutuhan
melakukan Barthels (IB) ADL
aktivitas dasar dikategorikan
sehari-hari secara menjadi lima
mandiri, seperti yakni:
mandi, berpakaian, [Link] : 20
makan, toileting , [Link]
berpindah tempat, gan ringan :
dan kontrol buang 12-19
air. Penilaian ADL [Link]
digunakan untuk gan sedang :
mengukur tingkat 9-11
kemandirian [Link]
fungsional gan berat : 5-8
seseorang, [Link]
terutama pada gan total : 0-4
lansia.

33

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Dependen : Depresi diartikan Depresi Pengisian Ordinal
2.
Depresi sebagai gangguan diukur kuesioner Skor 0-4:
psikologis dengan menggunakan Normal atau
gejala kognitif, Geriatric tidak depresi
perilaku, dan Depression
perasaan, termasuk Scale (GDS).
Skor 5-8:
kesedihan
Depresi ringan
mendalam,
penurunan konsep
diri, perubahan
Skor 9-11:
fisik, dan
Depresi
gangguan fungsi
sedang
sosial

Skor 12-15:
Depresi berat

3.4 Hipotesis
Hipotesis adalah suatu jawaban sementara dari pernyataan

penelitian. Hipotesis berfungsi untuk menentukan ke arah pembuktian,

artinya hipotesis ini merupakan pernyataan yang harus di buktikan.

Ha : Ada Hubungan Antara Kemampuan Kemandirian ADL Dengan

Tingkat Depresi Pada Lansia

Ho : Tidak ada Hubungan Antara Kemampuan Kemandirian ADL

Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia.

34

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif korelasional dengan desain

Cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya

hubungan antara dua variabel tersebut pada waktu tertentu tanpa intervensi dari

peneliti, yang rancangannya menggunakan desain korelasional, di mana

rancangan tersebut digunakan untuk mengetahui “hubungan antara kemampuan

kemandirian activity of daily living dengan tingkat depresi pada lansia di panti

tresna werdha batu sangkar“. Metode pengambilan data mengunakan kuesioner

yaitu desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan korelasional dan

metode cross-sectional. Tingkat depresi pada lansia, diukur dengan skala seperti

Geriatric Depression Scale (GDS) yang dilakukan langsung oleh peneliti

dengan responden untuk mengisi kuosioner Activity Of Daily Living.

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas

objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang

ada di panti jompo Tresna Werdha Sumatera Barat.

35

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi sumber data

penelitian yang merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang

dimiliki populasi sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi

yaitu 200 orang.

a. Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri-ciri yang perlu dipenuhi

oleh setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel.

Adapun kriteria sampel yang diteliti adalah :

1) Lansia yang berumur > 60 tahun

2) Lansia yang dapat berkomunikasi Bahasa minang atau indonesia

3) Lansia yang bersedia menjadi responden

4) Lansia dengan tingkat depresi

5) Tidak ada gangguan dalam komunikasi

b. Kriteria Ekslusi

Kriteria eksklusi merupakan dimana subjek penelitian tidak dapat

mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel

penelitian.

1) Lansia dengan gangguan pendengaran atau penglihatan

2) Lansia yang tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari

3) Lansia yang tidak bersedia menjadi responden.

C. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Tempat penelitian ini dilakukan di kasih sayang ibu batu sangkar.

36

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


2. Waktu

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Agustus 2025.

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Data Primer

Data primer merupakan data yang didapatkan dari sumber pertama, baik

dari individu atau perorangan seperti hasil wawancara atau hasil pengisian

lembar kuesioner. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam

penelitian ini menggunakan teknik pengisian lembar kuesioner untuk

mengetahui ADL pada tingkat depresi lansia yang menggunakan Geriatiric

Depression scale dan Barthel Index.

Teknik pengumpulan data ini dimulai dengan pengajuan judul kepada

koordinator skripsi, setelah disetujui oleh koordinator kemudian melakukan

pengajuan judul kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM)

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.

a. Kemudian meminta izin dari LPPM melakukan survey awal atau

penelitian.

b. Meminta surat izin pengambilan data awal langsung ke Panti Tresna

Werdha Batu Sangkar.

c. Setelah mendapat izin dari pihak Panti Tresna Werdha Batu Sangkar

untuk melakukan survey awal, maka peneliti melakukan survei awal

tentang hubungan antara kemampuan kemandirian activity of daily

living pada tingkat depresi pada lansia.

d. Selanjutnya melakukan pengamatan secara langsung kepada

responden untuk mencari perubahan atau hal-hal yang akan diteliti.

37

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


2. Data Sekunder

Data sekunder yaitu data yang didapatkan dari lingkungan

penelitian berupa data di Panti Tresna Werdha Batu Sangkar, yaitu data

jumlah lansia dan sumber lain yang mendukung penelitian ini seperti

nama dan umur lansia.

F. Alat Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini pengumpulan data yang digunakan adalah

kuesioner. Kuesioner adalah salah satu teknik dalam mengumpulkan data

yang dilakukan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan atau

pernyataan secara tertulis yang harus di jawab oleh subjek dalam penlitian

ini yang dapat akan di ukur serta apa yang bisa peneliti harapkan subjek

penelitiannya. Kuisioner yang digunakan yaitu Barthel index dan Geriatric

Depression scale (GDS) In Activities Of Daily Living.

G. Etika penelitian

Etika merupakan nama atau nilai yang menjadi panduan dalam perilaku

dan keputusan yang mendasari manusia dalam mengindentfikasi perilaku dan

keputusan yang benar dan baik. Beberapa prinsip etika ada dalam penelitian

perlu di pertimbangkan oleh peneliti. Prinsip-prinsip ini antara lain adalah:

1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human

dignity).

Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subjek untuk mendapatkn

informasi yang terbuka berkaitan dengan jalanya penelitian serta memiiki

38

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


kebebasan menentukan pilihan dan bebas dari paksaan untuk berpartisipasi

dalam kegiatan penelitian (autonomy).

2. Tanpa nama (anonymity)

Dalam lembar pengumpulan data, peneliti tidak mencantumkan nama

responden untuk menjaga keprivasian. Penliti cuma mencantumkan kode

dan inisial pada lembar kuesioner.

3. Kerahasiaan (convidentiality)

Data yang diserahkan responden kepada peneliti pada lembar

pengumpulan data akan dijamin kerahasiaan informasinya oleh peneliti dan

hanya diketahui oleh peneliti dan responden saja.

4. Keadilan dan keterbukaan (respect for justice and inclusiveness)

Menurut peneliti didalam hal ini menjamin bahwa semua subjek

penelitian memperoleh perlakuan dan keuntungan yang sama, tanpa

membedakan gender, agama, etnis, dan sebagainya, serta perlunya prinsip

keterbukaan dan adil pada kelompok.

G. Pengolahan data dan Analisa data

1. Cara pengelolaan data

a. Editing

Hasi pembagian kuesioner dan data-data yang di dapat dari responden

harus dilakukan penyuntingan (editing) terlebih dahulu. Secara umum

editing merupakan kegiatan untuk pengecekan atau perbaikan kuesioner

apakah lengkap, dan apakah pertanyaan dari kuesioner konsisten

b. Coding

39

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Setelah semua kuesioner diedit atau disunting, selanjutnya dilakukan

peng "kodean" atau "coding" yakni mengubah data berbentuk kalimat atau

huruf menjadi data bilangan.

1. Coding ADL

ada 6 aktivitas dasar yang diukur, dengan nilai 0 (tidak bisa) atau 1 (bisa dilakukan

sendiri)

activities = {
"Makan": 1,
"Mandi": 1,
"Berpakaian": 0,
"Menggunakan Toilet": 1,
"Mobilitas": 0,
"Kontrol Buang Air": 1
}
2. Coding Depresi : 1 = Ya (jawaban yang menunjukkan gejala depresi)
0 = Tidak (jawaban yang menunjukkan tidak ada gejala)

c. Tabulating

Jawaban-jawaban dari masing-masing responden yang dalam bentuk

"kode" (angka atau huruf) dimasukan didalam program computer, Dalam

proses ini dituntut ketelitian dalam melakukan (data entry).

d. Cleaning

Apabila semua data dari setiap sumber data atau responden selesai

dimasukkan, perlu dicek kembali untuk melihat kemungkinan kemungkinan

adanya kesalahan kode ketidak lengkapan dan sebagainya, kemudian

dilakukan pembentukan atau koreksi. Proses ini disebut pembersihan data

(data cleaning).

40

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


2. Analisa data

A. Analisa Univariat

Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan

karakteristik setiap variabel penelitian. Dengan Variabel penelitian

independent ADL dengan variabel dependen depresi. Untuk penelitian ini

menggunakan lembar observasi untuk melihat ADL pada lansia yang terdiri

dari

B. Analis Bivariat

Analisa ini untuk mengetahui hubungan antara kemampuan kemandirian

adl dengan tingkat depresi pada lansia di PSTW batusangkar tahun 2025. Uji

yang digunakan adalah chi-square. Uji ini digunakan untuk melihat ada atau

tidaknya hubungan antara variabel yang bermakna antara distribusi

frekuensi yang diharapkan dengan drajat kemaknaan 0,05 bila p value ≤ 0,05

berarti ada hubungan yang signifikan (Ho ditolak), jika p value > 0,05 maka

secara statistik disebut tidak ada hubungan (Ho diterima).

41

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


DAFTAR PUSTAKA

42

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Kepada [Link] partisipan

Di tempat

Dengan hormat:

Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah Mahasiswa Universitas Prima

Nusantara Bukitinggi, Program Studi S1 Keperawatan yang sedang melakukan

penelitian:

Nama : Muhammad Riski

Nim : 211000414201038

Judul : hubungan antara kemampuan kemandirian activity of daily living dengan

tingkat depresi pada lansia di panti sosial

tresna werdha batusangkar tahun 2025

Sehubungan dengan hal tersebut maka saya mohon kesediaan partisipan untuk

diwawancarai sangat saya hargai. Saya akan menjamin kerahasiaan yang sudah

merupakan kode etik penelitian. Kesediaan dan kerja sama menjadi partisipan, saya

ucapkan terimakasih.

Penulis

43

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Muhammad Riski

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

judul penelitian : hubungan antara kemampuan kemandirian activity of daily

living dengan tingkat depresi pada lansia di panti sosial

nama : Irvan Firdaus

nim : 211000414201032

Saya adalah Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Prima

Nusantara Bukittinggi. Saya sedang melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui

hubungan antara kemampuan kemandirian activity of daily living dengan tingkat

depresi pada lansia di panti sosial

Partisipan saudara/i dalam penelitian ini adalah bersikap sukarela dan tidak

ada paksaan dari pihak manapun. Apabila saudara/i bersedia menjadi responden

dalam penelitian ini maka saudara diharapkan untuk menandatangani lembar

persetujuan menjadi responden ini.

Peneliti akan menjaga kerahasiaan indentitas dan data yang responden berikan.

Informasi yang responden berikan akan saya simpan seaman mungkin dan apabila

dalam pemberian informasi ada yang kurang mengerti maka responden dapat

menanyakan pada peneliti. Terimakasih atas partisipasinya saudara/i dalam penelitian

ini.

Bukittinggi,Juli 2025

Responden

Peneliti

44

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


( Muhammad Riski ) ( )

KUESIONER BARTHEL INDEKS (IB)

45

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


GERIATRIC DEPRESSION SCALE (GDS)

INDONESIAN SHORT FORM

Nama : ______________________

Jenis kelamin : L / P

Usia : _______ tahun

46

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


N PERTANYAAN YA TIDAK

1. APAKAH ANDA PADA DASARNYA PUAS DENGAN

HIDUP ANDA ?

2. Sudahkah Anda meninggalkan banyak kegiatan dan minat?

3. Apakah Anda merasa hidup Anda kosong?

4. Apakah Anda Sering Bosan?

5. Apakah Anda Selalu Bersemangat?

6. Apakah Anda takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada

Anda?

7. Apakah Anda merasa senang sebagian besar waktu?

8. Apakah Anda sering merasa tidak berdaya?

9. Apakah Anda lebih suka tinggal di rumah, daripada pergi

keluar dan melakukan sesuatu?

10. Apakah Anda merasa memiliki lebih banyak masalah

dengan memori daripada kebanyakan?

11. Menurut Anda, betapa indahnya hidup sekarang?

12. Apakah Anda merasa tidak berharga seperti sekarang?

13. Apakah Anda merasa penuh energi?

14. Apakah Anda merasa bahwa situasi Anda tidak ada

harapan?

15. Apakah menurut Anda kebanyakan orang lebih baik

daripada Anda?

TOTAL

47

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


Berikut ini adalah skor untuk menilai tingkat depresi:

 Skor 1-5 normal

 Skor 6-10 depresi ringan

 Skor 10-15 depresi berat

Satu poin untuk masing-masing jawaban ini:

[Link] [Link] [Link]

[Link] [Link] [Link]

[Link] [Link] [Link]

[Link] [Link] [Link]

[Link] [Link] [Link]

48

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi


49

Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Anda mungkin juga menyukai