HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN KEMANDIRIAN
ACTIVITY OF DAILY LIVING DENGAN TINGKAT DEPRESI
PADA LANJUT USIA DI PANTI TRESNA WERDHA BATU
SANGKAR
PROPOSAL SKRIPSI
MUHAMMAD RISKI
211000414201038
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS PRIMA NUSANTARA BUKITTINGGI
TAHUN 2025
PERNYATAAN PERSETUJUAN
Judul Proposal Skripsi : Hubungan Antara Kemampuan Kemandirian
Activity Of Daily Living Dengan Tingkat
Depresi Pada Lansia Di Panti Tresna Werdha Batu
Sangkar Tahun 2025
Nama : Muhammad Riski
Nim : 211000414201038
Proposal Skripsi ini telah diperiksa dan disetujui untuk di
seminarkan dihadapan Dewan Penguji pada Program Studi Sarjana
Keperawattan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Universitas
Prima Nusantara Bukittinggi.
Bukittinggi, Juli 2025
Koordinator Skripsi Menyetujui,
Pembimbing
(Ns. Nurul Fadila, [Link]) (Ns. Dwi Apriadi, [Link])
Mengetahui
Ketua Prodi Sarjana Keperawatan
(Ns. Hidayati, [Link])
3
PERNYATAAN PENGESAHAN
Judul Proposal Skripsi : Hubungan Antara Kemampuan Kemandirian
Activity Of Daily Living Dengan Tingkat
Depresi Pada Lansia Di Panti Tresna Werdha Batu
Sangkar Tahun 2025
Nama : Muhammad Riski
Nim : 211000414201038
Proposal Skripsi ini telah berhasil dipertahankan dihadapan Dewan
Penguji dan diterima untuk melanjutkan ke tahap penelitian pada Program
Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan
Masyarakat Universitas Prima Nusantara Bukittinggi Tahun 2025.
DEWAN PENGUJI
Pembimbing : Ns. Dwi Apriadi, [Link] (………………)
Penguji I : Ns. Nike Puspita Alwi, [Link] (………………)
Penguji II : Ns. Elfira Husna , [Link] (………………)
Ditetapkan : Bukittinggi
Tanggal : Juli 2025
Mengetahui,
Ketua Prodi Sarjana Keperawatan
Ns. Hidayati, M. Kep
NIDN : 1009128503
PAGE \* MERGEFORMAT 4
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa
yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan proposal skripsi yang berjudul “Hubungan Antara Kemampuan
Kemandirian Activity Of Daily Living Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Panti
Tresna Werdha Batu Sangkar Tahun 2025”.
Proposal skripsi ini disusun dengan maksud untuk memenuhi persyaratan
ujian seminar proposal pada Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas
Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat di Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.
Penulis menyadari bahawa tanpa ada bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak,
sangatlah sulit bagi penulis untuk menyelesaikan proposal skripsi ini. Oleh karena itu,
penulis mengucapkan terimakasih terutama kepada Yth. Bapak Ns. Dwi Apriadi,
[Link], selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan sehingga
penulis dapat menyelesaikan proposal skripsi ini. Seterusnya ucapan terimakasih
penulis kepada :
1. Ibu Dr. Hj. Evi Susanti, [Link], [Link] selaku Rektor Universitas Prima
Nusantara Bukittinggi.
2. Bapak Ns. Fauzi Ashra, [Link], Ph.D selaku Wakil Rektor I (Bidang
Akademik Penelitian dan Pengabdian) Universitas Prima Nusantara
Bukittinggi.
3. Bapak Yuhendri Putra, [Link], [Link] selaku Wakil Rektor II (Bidang
Administrasi Umum, Keuangan, SDM, Kerjasama dan HI, Sarana
Prasarana) Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
4. Ibu Mellia Fransiska, [Link], [Link] selaku Wakil Rektor III (Bidang
Kemahasiswaan Alumni dan Pusat Karir) Universitas Prima Nusantara
Bukittinggi.
5. Ibu Ns. Elfira Husna, M. Kep selaku Dekan Fakultas Keperawatan dan
Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.
6. Ibu Ns. Hidayati, [Link]. Selaku Ketua Program Studi Sarjana
Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.
7. Ibu Ns. Nurul Fadila, [Link] selaku Dosen Koordinator Skripsi Program
Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan
Masyarakat Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.
8. Ibu Ns. Elfira Husna, [Link] dan Ibu Ns. Nike Puspita Alwi, [Link]
selaku tim penguji.
9. Bapak/Ibu dosen serta tenaga kependidikan yang telah membantu proses
selama ini
10. Keluarga besar Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
11. Kepada para responden peneliti yang bersedia berpasrtisipasi pada
penelitian ini.
12. Kepada kedua orang tuaku tersayang Firdaus & Lusi Yanti yang telah
memberikan dukungan, semangat, do’a, materil, perhatian, cinta dan kasih
sayang yang tidak terhingga.
13. Kepada keluarga besar yang telah memberikan dukungan do’a yang luar
biasa
14. Para sahabat yang telah sama-sama berjuang dalam suka dan duka
menjalani pendidikan ini.
15. Terakhir, diri saya sendiri Muhammad Riski terima kasih atas segala kerja
keras dan semangatnya sehingga bisa berada dititik ini dalam mengerjakan
proposal skripsi, terus semangat dan jangan mudah menyerah.
Penulis menyadari bahwa proposal skripsi ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak demi perbaikan proposal skripsi ini.
Bukittinggi, Juli 2025
Muhammad Riski
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
......................................................................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................................9
DAFTAR TABEL........................................................................................................10
DAFTAR SKEMA......................................................................................................11
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................12
A. Latar Belakang............................................................................................12
B. Rumusan Masalah.......................................................................................18
C. Tujuan Penelitian........................................................................................18
D. Manfaat penelitian......................................................................................18
E. Ruang lingkup penelitian............................................................................20
BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................................21
A. Konsep Lansia..............................................................................................21
B. Konsep Depresi............................................................................................25
C. Kerangka Teori............................................................................................26
BAB III KERANGKA KONSEP..............................................................................29
A. Kerangka Konsep........................................................................................29
B. Variabel Penelitian......................................................................................29
C. Definisi Operasional....................................................................................30
D. Hipotesis.......................................................................................................32
BAB IV METODOLOGI PENELITIAN.................................................................33
A. Desain Penelitian.........................................................................................33
B. Populasi dan Sampel...................................................................................33
C. Tempat dan Waktu Penelitian...................................................................34
D. Teknik Pengumpulan Data.........................................................................35
E. Alat Pengumpulan Data..............................................................................36
F. Etika penelitian............................................................................................36
G. Pengolahan data dan Analisa data.............................................................37
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................39
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Definisi Operasional Hubungan Antara Kemampuan Kemandirian
Activity Of Daily Living Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
DAFTAR SKEMA
Skema 2.1 Kerangka Teori.........................................................................39
Skema 3.1 Kerangka Konsep.....................................................................40
10
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
11
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
DAFTAR ISTILAH SINGKATAN
Lambang/singkatan Arti/keterangan
WHO World health organization
12
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut World Health Organization (WHO) mendefinisikan lanjut usia
(lansia) adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Proses lanjut
usia diikuti oleh perubahan pada tubuh manusia, termasuk perubahan fungsi
muskuloskeletal. Penurunan fungsi muskuloskeletal menyebabkan penurunan
kemampuan lansia untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Kemampuan lansia
untuk melakukan ADL akan menggambarkan kemandirian lansia dalam aktivitas
sehari-hari (Yuliana, W., & Setyawati, 2021).
‘Populasi lansia di dunia terus meningkat. Menurut United Nations (2020),
pada tahun 2020, terdapat 727 juta orang berusia 65 tahun ke atas, yang merupakan
9,3% dari total populasi global. Diperkirakan, pada tahun 2050, jumlah ini akan
meningkat menjadi 1,5 miliar jiwa atau 16% dari populasi dunia. Eropa saat ini
memiliki persentase tertinggi lansia (24%), tetapi penuaan juga akan terjadi di
wilayah lain, dengan hampir seperempat populasi di negara-negara lain berusia 60
tahun ke atas pada tahun 2050, kecuali di Afrika. Proyeksi menunjukkan jumlah
lansia akan mencapai 1,4 miliar pada tahun 2030 dan 2,1 miliar pada tahun 2050,
serta bisa meningkat menjadi 3,2 miliar pada tahun 2100. Di Asia Tenggara, populasi
lansia saat ini sekitar 8% atau 142 juta jiwa, dan diperkirakan akan meningkat tiga
kali lipat pada tahun 2050. Pada tahun 2000, jumlah lansia adalah 5,3 juta (7,4%),
meningkat menjadi 24 juta (9,77%) pada tahun 2010, dan diperkirakan mencapai 28,8
juta (11,34%) pada tahun 2020.
13
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Di Indonesia, jumlah populasi lansia terus meningkat. Data Badan Pusat
Statistik (BPS, 2023) menunjukkan bahwa sekitar 11% penduduk Indonesia berusia di
atas 60 tahun, dengan tren yang di perkirakan akan terus naik. Namun, peningkatan
jumlah lansia ini tidak selalu di iringi dengan peningkatan kesejahteraan psikologis
mereka. Studi dari Kementerian Kesehatan RI (2022) menemukan bahwa sekitar 20-
30% lansia di Indonesia mengalami gejala depresi, dengan faktor risiko utama berupa
keterbatasan fisik, penyakit kronis, dan ketergantungan pada orang lain.
‘Data Badan Pusat Statistik 2022 menyebutkan bahwa provinsi Sumatera
Barat berada pada urutan ke-6 lansia terbanyak dengan persentase lansia sebesar
10,79 %. Jumlah penduduk yang berada di Sumatera Barat tercatat sebesar 5.640.629
jiwa dan 11,6% diantaranya adalah penduduk berusia tua (>60 tahun). Badan Pusat
Statistik 2023 meyebutkan bahwa proporsi lanjut usia di Kota Pariaman berada pada
urutan ke-10 yaitu sebesar 10,41 %. Sedangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak tahun 2023 mencatat bahwa proporsi lanjut usia yang ada di Kota
Pariaman yaitu sebesar 10,06 %. Data dari Dinas Kesehatan Kota Pariaman tahun
2023 tercatat bahwa lansia yang berumur diatas 60 tahun sebanyak 13.956 jiwa.
Dalam data Puskesmas Air Santok yang terletak di kecamatan Pariaman Timur tahun
2023 didapatkan bahwa Puskesmas Air Santok merupakan puskesmas dengan lansia
terbanyak pada urutan ke-7 dari puskesmas yang ada di Kota Pariaman yaitu
berjumlah 2.329 jiwa yang meningkat dari tahun sebelumnya.
Di negara-negara berkembang WHO memprediksikan bahwa tahun 2020 depresi
akan menjadi salah satu gangguan mental yang banyak dialami dan depresi berat akan
menjadi penyebab kedua terbesar kematian setelah serangan jantung. Berdasarkan
14
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
data WHO tahun 1980 hampir 20%-30% dari pasien rumah sakit di negara
berkembang mengalami gangguan mental emosional seperti depresi.
‘Bertambahnya jumlah lansia akan menimbulkan berbagai permasalahan bagi
lansia itu sendiri, bagi keluarga dan masyarakat. Permasalahan yang ditimbulkan yaitu
lansia terlantar, lansia tidak bahagia dan peningkatan rasio ketergantungan lansia
dimana lansia akan mengalami proses menua yang mengubah orang dewasa yang
sehat menjadi lemah atau rentan karena berkurangnya sebagian besar cadangan
fisiologis dan meningkatnya kerentanan penyakit sehingga terjadi perubahan fisik,
perubahan mental, maupun psikososial yang mempengaruhi tingkat kemandirian
lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari (Mu’sodah & Putri Aryati, 2022)
‘Lansia mengalami penurunan jumlah neuron kolinergik yang akan berdampak
pada penurunan neurotransmittersetilkolin sehingga mengakibatkan penurunan fungsi
kognitif pada lansia. Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi kemandirian lansia dalam pemenuhan ADL.
‘Menurunnya kemandirian lansia menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan
bantuan orang lain untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari, hal tersebut
menurunkan kualitas hidup dan berdampak buruk pada kesehatan lansia, oleh karena
itu mempertahankan kompetensi dan kemandirian individu lanjut usia merupakan
aspek penting untuk keberlangsungan hidup lansia (Motamed-Jahromi & Kaveh,
2021). Lansia yang bergantung untuk melakukan kegiatan sehari-hari karena
berkurangnya fungsi tubuh hal itu akan membuat lansia mengalami depresi
dikarenakan lansia tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari sendiri atau
berkurangnya kapasitas untuk melakukannya (Citramas & Tadjudin, 2019). Serta
belum beradapatasinya lansia dengan perubahan fungsional yang terjadi, hal itu
15
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
menjadi salah satu penyebab lansia mengalami perubahan secara mental yaitu salah
satunya depresi (Khopipah et al., 2023).
Depresi merupakan gangguan mental yang umum dimana gangguan ini
melibatkan suasana hati sedih, tertekan atau hilangnya kesenangan atau minat dalam
beraktivitas sehari-hari yang normal untuk jangka waktu yang lama. Menurut WHO,
depresi adalah gangguan mental yang umum dimana gangguan ini merupakan
penyebab kecacatan nomor dua di dunia pada tahun 2020 dan diperkirakan akan
menduduki peringkat pertama pada tahun 2030 pada kelompok gangguan mental dan
perilaku. Sedangkan di Indonesia, tingkat prevalensi depresi pada lansia mencapai
6,1% dari jumlah seluruh penduduk. Data dari Riset Kesehatan Dasar (2018)
menunjukkan bahwa Sumatera Barat menempati urutan ketiga dengan kasus depresi
tertinggi pada lansia dari 34 Provinsi di Indonesia. Dari seluruh penduduk Sumatera
Barat, tercatat sebesar 8,2% penduduknya menderita depresi dan 8,0% diderita oleh
penduduk lansia atau berada pada usia di atas 60 tahun (Riskesdas, 2018).
Depresi pada lansia merupakan masalah kesehatan mental yang sering
diabaikan karena gejalanya tumpang tindih dengan kondisi penuaan normal atau
penyakit kronis. Menurut WHO (2023), sekitar 20% lansia di atas 60 tahun
mengalami gejala depresi, namun hanya <10% yang mendapatkan penanganan
memadai. Di Indonesia, prevalensia depresi pada lansia mencapai 8-15% (Riskesdas,
2023), dengan risiko lebih tinggi pada lansia dengan keterbatasan fisik dan isolasi
sosial.
‘Pada lansia, faktor penyebab depresi dapat dibagi menjadi faktor fisik dan
psikologis. Faktor fisik yang dapat menimbulkan depresi adalah genetik, jenis
kelamin, usia, penyakit, gaya hidup, dan penggunaan obat-obatan terlarang.
16
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Sementara faktor psikologis yang dapat mempengaruhi depresi pada lansia
diantaranya kepribadian, pola pikir, harga diri, stress, interaksi sosial, dan lingkungan
keluarga.
‘Munculnya masalah-masalah ketika memasuki lansia yaitu penurunan kondisi
fisik seperti disability, berkurangnya kemampuan melihat dan intoleransi aktivitas,
kemudian penurunan status mental seperti berkurangnya kemampuan memori dan
perubahan psikososial antara lain seperti berhenti dari pekerjaan, kemiskinan, isolasi
sosial dan lainnya. Oleh karena hal tersebut lansia akan mengalami kemunduran,
terutama dalam kemampuan fisik yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi organ
tubuh, kemampuan untuk melakukan ADL akan mengalami penurunan sehingga
kemandirian lansia menurun, sehingga dapat meningkatkan kerentanan lansia untuk
mengalami kondisi depresi (Damayanti et al., 2020).
‘Penurunan kemandirian pada lansia memiliki akan menyebabkan
ketergantungan pada orang lain dalam ADL, menurunkan kualitas hidup, dan merusak
kesehatan, sehingga menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menjaga kemampuan
dan kemandirian lansia dalam kehidupan sehari-hari (Motamed-Jahromi M and
Hossein, 2020).
‘Menurut Ayuningtyas et al (2019), aktivitas hidup sehari-hari atau ADL
merupakan aktivitas utama perawatan diri seseorang. Kemandirian lansia dalam
menyelesaikan ADL didefinisikan sebagai kemandirian seseorang dalam melakukan
aktivitas dan fungsi hidup sehari-hari yang rutin dan biasa dilakukan oleh manusia,
dan kemandirian pada lansia penting dalam memenuhi kebutuhan dasarnya
ADL adalah kemandirian seseorang dalam menjalankan aktivitas dan fungsi
kehidupan sehari-hari secara universal (Damayanti 2020). ADL yang dilakukan
17
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
sebagai berikut: berpakaian, makan, minum, toileting, mandi, bergerak, rekreasi, dan
pengembangan diri. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian
lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, antara lain: usia, imobilitas, riwayat
kesehatan, stres, dan penurunan kognitif. Berbagai penurunan fungsi tersebut
membuat lansia memiliki ketergantungan atau tidak mandiri dalam melakukan ADL.
(Citramas & Tadjudin 2019).
ADL mempunyai peran penting dalam menentukan tingkat kemandirian
seseorang lanjut usia. ADL adalah kegiatan untuk melakukan tugas-tugas harian yang
rutin dan merupakan kegiatan utama dalam merawat diri sendiri (Emeliana et al.,
2022). Ketika kesehatan seorang lansia baik, mereka dapat menangani aktivitas sehari
hari tanpa bantuan orang lain, Namun, ketika seorang lansia mengalami gangguan
kesehatan, hal ini dapat membatasi kemandiriannya dalam menjalankan aktivitas
sehari-hari (Dewi Wulandari & Estiningtyas, 2020).
Menurut penelitian terdahulu terdapat hasil analisis diketahui tingkat ADL
lansia dengan kategori ketergantungan ringan sebanyak 28 orang lanjut usia (44,4%).
Hasil tersebut searah penemuan yang didapatkan Wildhan et al., (2022) bahwasannya
lansia dengan kategori ketergantungan ringan berada pada urutan ke dua terbanyak
frekuensinya setelah kategori lansia yang mandiri yaitu 20 lanjut usia (25%) yang
berada pada kategori ketergantungan sedang. Dalam penelitian ini lansia yang
mengalami ketergantungan ringan bergantung pada aktivitas seperti, naik turun tangga
baik yang membutuhkan bantuan dengan menggunakan alat, atau tidak mampu sama
sekali untuk melakukan naik turun tangga,berjalan dengan bantuan satu orang, namun
untuk aktivitas lainnya lansia masih mampu untuk melakukannya secara mandiri.
18
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Berdasarkan hal ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai
bagaimana tingkat depresi pada lansia ini dapat diatasi dengan menerapkan
kemandirian ADL untuk mencegah depresi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
bagaimana masalah kesehatan mental yang umum pada lansia, penurunan
kemandirian seiring bertambahnya usia, kemandirian ADL sebagai indikator
kesejahteraan lansia, kurangnya penelitian lokal dan kontekstual, implikasi untuk
praktik keperawatan dan kesehatan masyarakat.
Penurunan fungsi tubuh yang membuat lansia memiliki keterbatasan dalam
melakukan aktivitas seperti penurunan dalam aspek ADL dan penurunan semangat
lansia dalam menjalankan kehidupannya, ini dapat menyebabkan terjadinya depresi
pada lansia (Khopipah et al., 2023). Dapat disimpulkan dari keterangan di atas apabila
ADL pada lansia menurun maka semakin tinggi risiko terkena depresi, dengan
demikian mempertahankan kompetensi dan kemandirian lansia untuk melakukan
kegiatan sehari-hari sangat penting karena untuk menghindari terjadinya depresi lebih
lanjut.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah “ Apakah terdapat Hubungan Antara Kemampuan
Kemandirian Adl Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia Di Panti Tresna Werdha Batu
Sangkar.
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan umum
19
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Untuk memahami hubungan kemandirian lansia dalam adl terhadap
tingkat depresi, guna memberikan dasar intervensi yang tepat untuk
meningkatkan kualitas hidup lansia.
2. Tujuan khusus
1. Mengidentifikasi tingkat kemandirian lansia dalam melakukan ADL
2. Mengidentifikasi tingkat deperesi pada lansia
3. Menganalisis hubungan antara kemampuan adl dengan tingkat depresi
pada lansia melalui uji statistik.
D. Manfaat penelitian
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah:
1. Bagi peneliti
Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi pengalaman yang berharga
dalam menambah pengetahuan dalam menganalisis sesuatu kasus dengan
memakai metode pikir yang kritis serta ilmiah. Serta hasil penelitian ini
diharapkan mampu menjadi bahan perbandingan serta menjadi data yang
dapat dijadikan sebagai sumber acuan dalam proses penelitian selanjutnya,
sehingga bagi peneliti selanjutnya mampu membuat ide serta inovasi baru
yang berkualitas.
2. Bagi Profesi Keperawatan
Hasil riset ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi profesi
keperawatan dan menjadi sumber pengetahuan bagi mahasiswa sehingga
menjadi sumber informasi dan sumber pembelajaran.
3. Bagi Institusi Pendidikan
Mengembangkan teori-teori keperawatan dan sebagai masukan bagi institusi
pendidikan dalam proses belajar khususnya dalam metode riset dan memberikan
20
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
sumbangan pikiran yang kiranya dapat berguna sebagai informasi awal perbandingan
atau juga pedoman bagi yang ingin meneliti faktor-faktor lain yang berhubungan
dengan pengetahuan tentang hubungan antara kemampuan kemandirian adl dengan
tingkat depresi pada lansia.
4. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini dapat memberikan
informasi baru dan data bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti yang
berkaitan dengan pengetahuan atau bagi yang meneliti faktor-faktor yang lain
yang berhubungan tentang
E. Ruang lingkup penelitian
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui “hubungan antara kemampuan
kemandirian adl ”, dengan tingkat depresi pada lansia. Di panti tresna werdha batu
sangkar “ dalam penelitian ini dilakukan di panti sosial tresna werdha batu sangkar
pada bulan Mei 2025. Jumlah lansia di panti tresna werdha batu sangkar sebanyak 70
orang lansia. Yakni pada lansia berjenis kelamin laki-laki sebanyak 50 orang. jenis
penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan desain Cross sectional
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel
tersebut pada waktu tertentu tanpa intervensi dari peneliti, yang rancangannya
menggunakan desain korelasional, di mana rancangan tersebut digunakan untuk
mengetahui “ hubungan antara kemampuan kemandirian adl dengan tingkat depresi
pada lansia di panti tresna werdha batu sangkar “.teknik pengambilan sampel yaitu
Purposive Sampling dengan mengunakan uji Chi-square. Metode pengambilan data
21
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
mengunakan kuesioner yaitu desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan
korelasional dan metode cross-sectional. Tingkat depresi pada lansia, diukur dengan
skala seperti Geriatric Depression Scale yang dilakukan langsung oleh peneliti
dengan responden untuk mengisi kuosioner adl.
22
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Lansia
1. Definisi Lansia
Menurut WHO lansia adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun
atau lebih. Undang – undang No 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia
adalah penduduk yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Secara umum
seseorang dikatakan lansia jika sudah berusia di atas 60 tahun, tetapi definisi ini
sangat bervariasi tergantung dari aspek sosial budaya, fisiologis dan kronologis.
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Khopipah et al., (2023)
mengenai hubungan adl dengan tingkat depresi pada lansia di panti tresna werdha
budi luhur jambi yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat kemandirian
pada lansia, maka semakin rendah pula tingkat depresi pada lansia. Sedangkan
hasil yang sama didapatkan pada penelitian Rita Damayanti et al., (2020) semakin
tinggi aktivitas sehari-hari maka semakin rendah tingkat depresi pada lansia,
begitu pula sebaliknya semakin rendah tingkat aktivitas sehari-hari maka semakin
tinggi tingkat depresi pada lanjut usia.
2. Klasifikasi Lansia
Batasan Umur lansia menurut pendapat berbagai ahli dalam Nugroho
(2012), batasan-batasan umur yang mencakup batasan umur lansia adalah sebagai
berikut :
1. Menurut WHO, lansia dibagi menjadi empat kriteria berikut : seseorang
dikatakan lansia apabila usianya 60 tahun ke atas. Lansia bukan suatu
penyakit, namun merupakan tahap lanjut dari suatu proses 45-59 tahun, lanjut
PAGE \* MERGEFORMAT 21
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
usia (elderly) ialah 60-74 tahun, lanjut usia tua (old) ialah 75-90 tahun, usia
sangat tua (very old) ialah di atas 90 tahun.
2. Pengertian Activity of Daily Living (ADL)
ADL adalah keterampilan dasar dan tugas okupasional yang harus dimiliki
seseorang untuk merawat dirinya secara mandiri yang dikerjakan seseorang
sehari-hari dengan tujuan untuk memenuhi/berhubungan dengan perannya sebagai
pribadi dalam keluarga dan masyarakat.
ADL adalah kegiatan melakukan pekerjaan rutin sehari-hari. ADL
merupakan aktivitas pokok pokok bagi perawatan diri. ADL meliputi antara lain :
ke toilet, makan, berpakaian (berdandan), mandi, dan berpindah tempat .
(Hardywinito & Setiabudi, 2005). Sedangkan menurut Brunner & Suddarth
(2002) ADL adalah aktivitas perawatan diri yang harus pasien lakukan setiap hari
untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidup sehari-hari.
3. Macam – Macam ADL
1. ADL dasar, sering disebut ADL saja, yaitu ketrampilan dasar yang harus
dimiliki seseorang untuk merawat dirinya meliputi berpakaian, makan &
minum, toileting, mandi, berhias. Ada juga yang memasukkan kontinensi
buang air besar dan buang air kecil dalam kategori ADL dasar ini. Dalam
kepustakaan lain juga disertakan kemampuan mobilitas.
2. ADL instrumental, yaitu ADL yang berhubungan dengan penggunaan
alat atau benda penunjang kehidupan sehari-hari seperti menyiapkan
makanan, menggunakan telepon , menulis, mengetik, mengelola uang
kertas ADL dasar, sering disebut ADL saja, yaitu ketrampilan dasar yang
harus dimiliki seseorang untuk merawat dirinya meliputi berpakaian,
24
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
makan & minum, toileting, mandi, berhias. Ada juga yang memasukkan
kontinensi buang air besar dan buang air kecil dalam kategori ADL dasar
ini. Dalam kepustakaan lain juga disertakan kemampuan mobilitas.
3. ADL vokasional, yaitu ADL yang berhubungan dengan pekerjaan atau
kegiatan sekolah.
4. ADL non vokasional, yaitu ADL yang bersifat rekreasional, hobi, dan
mengisi waktu luang
4. Cara Pengukuran ADL
Pengkajian ADL penting untuk mengetahui tingkat ketergantungan atau
besarnya bantuan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Pengukuran
kemandirian ADL akan lebih mudah dinilai dan dievaluasi secara kuantitatif
dengan sistem skor yang sudah banyak dikemukakan oleh berbagai penulis ADL
dasar, sering disebut ADL saja, yaitu ketrampilan dasar yang harus dimiliki
seseorang untuk merawat dirinya meliputi berpakaian, makan & minum, toileting,
mandi, berhias. Ada juga yang memasukkan kontinensi buang air besar dan buang
air kecil dalam kategori ADL dasar ini. Dalam kepustakaan lain juga disertakan
kemampuan mobilitas (Sugiarto,2005)
5. Faktor yang mempengaruhi ADL
Menurut Heryanti (2014) faktor – faktor yang mempengaruhi kemandirian
adalah :
1. Usia
Lansia yang telah memasuki usia 70 tahun ialah lansia resiko
tinggi. Biasanya akan mengalami penurunan dalam berbagai hal termasuk
tingkat kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
25
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
2. Pendidikan
Lansia mengalami penurunan sensori yang menyebabkan penurunan
dalam fungsi kognitifnya. Seorang lansia jika mempunyai tingkat pendidikan
yang tinggi dapat mempertahankan kemampuan fungsional dan
kemandiriannya karena akan melakukan pemeliharaan dan upaya pencegahan
terhadap kesehatannya.
3. Kondisi kesehatan
Lansia yang mempunyai tingkat kemandirian tertinggi adalah yang
secara fisik dan psikis mempunyai kesehatan yang cukup prima. Persentase yang
paling tinggi adalah mereka yang mempunyai kesehatan baik. Dengan kesehatan
yang baik mereka bisa melakukan kegiatan sehari-harinya.
4. Kondisi ekonomi
Lansia yang mandiri pada kondisi ekonomi, mereka dapat
menyesuaikan kembali dengan kondisi yang mereka alami sekarang. Misalnya
perubahan gaya hidup. Dengan berkurangnya pendapatan setelah pensiun, mereka
dengan terpaksa harus menghentikan atau mengurangi kegiatan yang dianggap
menghamburkan uang (Hurlock, 2008).
5. Kondisi sosial dan keluarga
Kondisi penting yang menunjang kebahagiaan bagi orang lansia
adalah menikmati kegiatan sosial yang dilakukan dengan kerabat keluarga dan
teman-teman (Hurlock, 2008).
6. Keadaan kognitif
Gangguan kognitif merupakan gangguan atau kerusakan pada fungsi
otak yang lebih tinggi dan dapat memberikan efek yang merusak pada
26
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
kemampuan individu untuk melakukan fungsi kehidupan sehari-hari atau
melakukan hygiene personal (Sheila, 2008).
B. Konsep Depresi
1. Definisi Depresi
Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan
perasaan sedih mendalam, kehilangan minat atau kesenangan terhadap aktivitas
yang biasa disukai, serta perasaan putus asa, tidak berharga, dan kelelahan
berkepanjangan. Kondisi ini memengaruhi fungsi kognitif, motivasi, dan aktivitas
sehari-hari penderita.
Menurut WHO, depresi adalah gangguan mental umum yang menjadi
penyebab kecacatan nomor dua di dunia pada 2020 dan diperkirakan menjadi
penyebab utama pada 2030 dalam kelompok gangguan mental dan perilaku.
[Link] depresi
Tingkatan depresi umumnya dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan gejala,
yaitu:
1. Depresi ringan
Gejala yang muncul masih dapat ditangani dengan dukungan sosial dan
terapi ringan. Penderita mungkin masih dapat menjalani aktivitas sehari-hari
meskipun dengan kesulitan.
2. Depresi sedang
Gejala lebih nyata dan mengganggu fungsi sosial dan pekerjaan. Penderita
membutuhkan intervensi medis dan psikologis yang lebih intensif.
27
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
3. Depresi berat
Gejala sangat mengganggu fungsi sehari-hari, disertai pikiran atau usaha
bunuh diri, gangguan tidur dan makan yang berat, serta penurunan energi yang
signifikan. Biasanya memerlukan penanganan medis dan terapi intensif.
3.0. Kerangka Teori
28
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Depresi
gangguan suasana hati (mood)
Klasifikasi depresi :
yang ditandai dengan perasaan
1. Skor 0-4 :
sedih mendalam, kehilangan
Depresi Normal
minat atau kesenangan terhadap
2. Skor 5-8 :
aktivitas yang biasa disukai, serta
Depresi Ringan
perasaan putus asa, tidak berharga,
3. Skor 9-11 : Depresi
dan kelelahan berkepanjangan.
Sedang
4. Skor 12-15 : Depresi
Berat
Activity of Daily Living (ADL)
adalah ketrampilan dasar dan tugas Faktor Penyebab Depresi :
okupasional yang harus dimiliki 1. Penurunan kemampuan fisik
seseorang untuk merawat dirinya 2. Gangguan fungsi kognitif
secara mandiri yang dikerjakan 3. Isolasi sosial dan kesepian
seseorang sehari-hari 4. Kehilangan peran dan tujuan
hidup
5. Kurangnya dukungan sosial
6. Kondisi sosial dan keluarga
7. Faktor kepribadian dan
psikologis
Depresi
Dampak penurunan kemampuan kemandirian
ADL yang menyebabkan depresi pada lansia :
1. Penurunan kemampuan Fisik
2. Meningkatnya ketergantungan pada orang
lain Activity of Daily Living
3. Penurunan semangat dan motivasi hidup (ADL)
4. Penurunan kualitas hidup
5. Gangguan fungsi kognitif dan emosional
6. Risiko penyakit kronis bertambah
29
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Skema 2.1 Kerangka Teori
30
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
BAB III
KERANGKA KONSEP
A. Kerangka Konsep
Kerangka konsep di susun berdasarkan teori yang di temukan melalui telaah
jurnal dan merupakan pengembangan dari kerangka teori. Visualisasi hubungan
berbagai variabel di rumuskan oleh peneliti sendiri berdasarkan beberapa teori yang
telah di baca atau di telaah, kemudian di kembangkan oleh peneliti untuk berbagai
gagasan yang di gunakan sebagai dasar penelitiannya penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui hubungan antara kemampuan kemandirian Activity Of Daily Living
dengan tingkat depresi adapun variabel independent nya yaitu Activity Of Daily
Living dan dependen nya yaitu depresi. Untuk melihat hubungan antara kemampuan
kemandirian Activity Of Daily Living dengan tingkat depresi pada lansia. maka
susunlah kerangka konsep penelitian sebagai berikut.
Variabel Independen Variabel Dependen
Activity Of Daily Depresi
Living
Skema 3.1 Kerangka Konsep
B. Variabel Penelitian
1. Variabel Bebas ( indenpenden )
31
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Variabel Independen disebut juga variabel bebas. Variabel independen
merupakan variabel yang mempengaruhi variabel dependen atau variabel terikat.
Variabel independen akan menjelaskan atau memprediksi bagaimana masalah dalam
penelitian dipecahkan (Paramita et al., 2021). Variabel indpenden yang dimaksud
pada penelitian ini yaitu ‘’ADL ‘’
2. Variabel Terikat ( Denpenden)
Variabel dependen disebut juga sebagai variabel terikat. Variabel merupakan
permasalahan yang akan diselesaikan oleh peneliti atau merupakan tujuan dari
penelitian (Paramita et al., 2021). Variabel dependen yang dimaksud pada penelitian
ini yaitu “ depresi ‘’
C. Definisi Operasional
Untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel
diamati/diteliti, perlu sekali variabel-variabel tersebut diberi batasan atau “definisi
operasional”. Definisi operasional juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada
pengukuran atau pengamatan terhadap variabel-variabel yang bersangkutan serta
pengembangan instrument (alat ukur).
32
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Tabel 3.1 Definisi Operasional Hubungan Antara Kemampuan
Kemandirian Activity Of Daily Living Dengan Tingkat Depresi Pada
Lansia
No Variabel Definisi Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur Skala
Operasional
Independen Adl adalah ukuran Adl diukur Kemampuan Ordinal
1. Pengisian
: kemampuan menggunakan pemenuhan
kuisioner
ADL seseorang untuk Indeks kebutuhan
melakukan Barthels (IB) ADL
aktivitas dasar dikategorikan
sehari-hari secara menjadi lima
mandiri, seperti yakni:
mandi, berpakaian, [Link] : 20
makan, toileting , [Link]
berpindah tempat, gan ringan :
dan kontrol buang 12-19
air. Penilaian ADL [Link]
digunakan untuk gan sedang :
mengukur tingkat 9-11
kemandirian [Link]
fungsional gan berat : 5-8
seseorang, [Link]
terutama pada gan total : 0-4
lansia.
33
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Dependen : Depresi diartikan Depresi Pengisian Ordinal
2.
Depresi sebagai gangguan diukur kuesioner Skor 0-4:
psikologis dengan menggunakan Normal atau
gejala kognitif, Geriatric tidak depresi
perilaku, dan Depression
perasaan, termasuk Scale (GDS).
Skor 5-8:
kesedihan
Depresi ringan
mendalam,
penurunan konsep
diri, perubahan
Skor 9-11:
fisik, dan
Depresi
gangguan fungsi
sedang
sosial
Skor 12-15:
Depresi berat
3.4 Hipotesis
Hipotesis adalah suatu jawaban sementara dari pernyataan
penelitian. Hipotesis berfungsi untuk menentukan ke arah pembuktian,
artinya hipotesis ini merupakan pernyataan yang harus di buktikan.
Ha : Ada Hubungan Antara Kemampuan Kemandirian ADL Dengan
Tingkat Depresi Pada Lansia
Ho : Tidak ada Hubungan Antara Kemampuan Kemandirian ADL
Dengan Tingkat Depresi Pada Lansia.
34
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Jenis penelitian ini adalah Penelitian kuantitatif korelasional dengan desain
Cross sectional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya
hubungan antara dua variabel tersebut pada waktu tertentu tanpa intervensi dari
peneliti, yang rancangannya menggunakan desain korelasional, di mana
rancangan tersebut digunakan untuk mengetahui “hubungan antara kemampuan
kemandirian activity of daily living dengan tingkat depresi pada lansia di panti
tresna werdha batu sangkar“. Metode pengambilan data mengunakan kuesioner
yaitu desain kuantitatif non-eksperimental dengan pendekatan korelasional dan
metode cross-sectional. Tingkat depresi pada lansia, diukur dengan skala seperti
Geriatric Depression Scale (GDS) yang dilakukan langsung oleh peneliti
dengan responden untuk mengisi kuosioner Activity Of Daily Living.
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang
ada di panti jompo Tresna Werdha Sumatera Barat.
35
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
2. Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi sumber data
penelitian yang merupakan bagian dari jumlah karakteristik yang
dimiliki populasi sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi
yaitu 200 orang.
a. Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri-ciri yang perlu dipenuhi
oleh setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel.
Adapun kriteria sampel yang diteliti adalah :
1) Lansia yang berumur > 60 tahun
2) Lansia yang dapat berkomunikasi Bahasa minang atau indonesia
3) Lansia yang bersedia menjadi responden
4) Lansia dengan tingkat depresi
5) Tidak ada gangguan dalam komunikasi
b. Kriteria Ekslusi
Kriteria eksklusi merupakan dimana subjek penelitian tidak dapat
mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel
penelitian.
1) Lansia dengan gangguan pendengaran atau penglihatan
2) Lansia yang tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari
3) Lansia yang tidak bersedia menjadi responden.
C. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Tempat penelitian ini dilakukan di kasih sayang ibu batu sangkar.
36
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
2. Waktu
Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - Agustus 2025.
E. Teknik Pengumpulan Data
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang didapatkan dari sumber pertama, baik
dari individu atau perorangan seperti hasil wawancara atau hasil pengisian
lembar kuesioner. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam
penelitian ini menggunakan teknik pengisian lembar kuesioner untuk
mengetahui ADL pada tingkat depresi lansia yang menggunakan Geriatiric
Depression scale dan Barthel Index.
Teknik pengumpulan data ini dimulai dengan pengajuan judul kepada
koordinator skripsi, setelah disetujui oleh koordinator kemudian melakukan
pengajuan judul kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM)
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi.
a. Kemudian meminta izin dari LPPM melakukan survey awal atau
penelitian.
b. Meminta surat izin pengambilan data awal langsung ke Panti Tresna
Werdha Batu Sangkar.
c. Setelah mendapat izin dari pihak Panti Tresna Werdha Batu Sangkar
untuk melakukan survey awal, maka peneliti melakukan survei awal
tentang hubungan antara kemampuan kemandirian activity of daily
living pada tingkat depresi pada lansia.
d. Selanjutnya melakukan pengamatan secara langsung kepada
responden untuk mencari perubahan atau hal-hal yang akan diteliti.
37
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
2. Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang didapatkan dari lingkungan
penelitian berupa data di Panti Tresna Werdha Batu Sangkar, yaitu data
jumlah lansia dan sumber lain yang mendukung penelitian ini seperti
nama dan umur lansia.
F. Alat Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini pengumpulan data yang digunakan adalah
kuesioner. Kuesioner adalah salah satu teknik dalam mengumpulkan data
yang dilakukan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan atau
pernyataan secara tertulis yang harus di jawab oleh subjek dalam penlitian
ini yang dapat akan di ukur serta apa yang bisa peneliti harapkan subjek
penelitiannya. Kuisioner yang digunakan yaitu Barthel index dan Geriatric
Depression scale (GDS) In Activities Of Daily Living.
G. Etika penelitian
Etika merupakan nama atau nilai yang menjadi panduan dalam perilaku
dan keputusan yang mendasari manusia dalam mengindentfikasi perilaku dan
keputusan yang benar dan baik. Beberapa prinsip etika ada dalam penelitian
perlu di pertimbangkan oleh peneliti. Prinsip-prinsip ini antara lain adalah:
1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human
dignity).
Peneliti perlu mempertimbangkan hak-hak subjek untuk mendapatkn
informasi yang terbuka berkaitan dengan jalanya penelitian serta memiiki
38
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
kebebasan menentukan pilihan dan bebas dari paksaan untuk berpartisipasi
dalam kegiatan penelitian (autonomy).
2. Tanpa nama (anonymity)
Dalam lembar pengumpulan data, peneliti tidak mencantumkan nama
responden untuk menjaga keprivasian. Penliti cuma mencantumkan kode
dan inisial pada lembar kuesioner.
3. Kerahasiaan (convidentiality)
Data yang diserahkan responden kepada peneliti pada lembar
pengumpulan data akan dijamin kerahasiaan informasinya oleh peneliti dan
hanya diketahui oleh peneliti dan responden saja.
4. Keadilan dan keterbukaan (respect for justice and inclusiveness)
Menurut peneliti didalam hal ini menjamin bahwa semua subjek
penelitian memperoleh perlakuan dan keuntungan yang sama, tanpa
membedakan gender, agama, etnis, dan sebagainya, serta perlunya prinsip
keterbukaan dan adil pada kelompok.
G. Pengolahan data dan Analisa data
1. Cara pengelolaan data
a. Editing
Hasi pembagian kuesioner dan data-data yang di dapat dari responden
harus dilakukan penyuntingan (editing) terlebih dahulu. Secara umum
editing merupakan kegiatan untuk pengecekan atau perbaikan kuesioner
apakah lengkap, dan apakah pertanyaan dari kuesioner konsisten
b. Coding
39
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Setelah semua kuesioner diedit atau disunting, selanjutnya dilakukan
peng "kodean" atau "coding" yakni mengubah data berbentuk kalimat atau
huruf menjadi data bilangan.
1. Coding ADL
ada 6 aktivitas dasar yang diukur, dengan nilai 0 (tidak bisa) atau 1 (bisa dilakukan
sendiri)
activities = {
"Makan": 1,
"Mandi": 1,
"Berpakaian": 0,
"Menggunakan Toilet": 1,
"Mobilitas": 0,
"Kontrol Buang Air": 1
}
2. Coding Depresi : 1 = Ya (jawaban yang menunjukkan gejala depresi)
0 = Tidak (jawaban yang menunjukkan tidak ada gejala)
c. Tabulating
Jawaban-jawaban dari masing-masing responden yang dalam bentuk
"kode" (angka atau huruf) dimasukan didalam program computer, Dalam
proses ini dituntut ketelitian dalam melakukan (data entry).
d. Cleaning
Apabila semua data dari setiap sumber data atau responden selesai
dimasukkan, perlu dicek kembali untuk melihat kemungkinan kemungkinan
adanya kesalahan kode ketidak lengkapan dan sebagainya, kemudian
dilakukan pembentukan atau koreksi. Proses ini disebut pembersihan data
(data cleaning).
40
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
2. Analisa data
A. Analisa Univariat
Analisa univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan
karakteristik setiap variabel penelitian. Dengan Variabel penelitian
independent ADL dengan variabel dependen depresi. Untuk penelitian ini
menggunakan lembar observasi untuk melihat ADL pada lansia yang terdiri
dari
B. Analis Bivariat
Analisa ini untuk mengetahui hubungan antara kemampuan kemandirian
adl dengan tingkat depresi pada lansia di PSTW batusangkar tahun 2025. Uji
yang digunakan adalah chi-square. Uji ini digunakan untuk melihat ada atau
tidaknya hubungan antara variabel yang bermakna antara distribusi
frekuensi yang diharapkan dengan drajat kemaknaan 0,05 bila p value ≤ 0,05
berarti ada hubungan yang signifikan (Ho ditolak), jika p value > 0,05 maka
secara statistik disebut tidak ada hubungan (Ho diterima).
41
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
DAFTAR PUSTAKA
42
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN
Kepada [Link] partisipan
Di tempat
Dengan hormat:
Saya yang bertanda tangan di bawah ini adalah Mahasiswa Universitas Prima
Nusantara Bukitinggi, Program Studi S1 Keperawatan yang sedang melakukan
penelitian:
Nama : Muhammad Riski
Nim : 211000414201038
Judul : hubungan antara kemampuan kemandirian activity of daily living dengan
tingkat depresi pada lansia di panti sosial
tresna werdha batusangkar tahun 2025
Sehubungan dengan hal tersebut maka saya mohon kesediaan partisipan untuk
diwawancarai sangat saya hargai. Saya akan menjamin kerahasiaan yang sudah
merupakan kode etik penelitian. Kesediaan dan kerja sama menjadi partisipan, saya
ucapkan terimakasih.
Penulis
43
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Muhammad Riski
LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
judul penelitian : hubungan antara kemampuan kemandirian activity of daily
living dengan tingkat depresi pada lansia di panti sosial
nama : Irvan Firdaus
nim : 211000414201032
Saya adalah Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Prima
Nusantara Bukittinggi. Saya sedang melakukan penelitian dengan tujuan mengetahui
hubungan antara kemampuan kemandirian activity of daily living dengan tingkat
depresi pada lansia di panti sosial
Partisipan saudara/i dalam penelitian ini adalah bersikap sukarela dan tidak
ada paksaan dari pihak manapun. Apabila saudara/i bersedia menjadi responden
dalam penelitian ini maka saudara diharapkan untuk menandatangani lembar
persetujuan menjadi responden ini.
Peneliti akan menjaga kerahasiaan indentitas dan data yang responden berikan.
Informasi yang responden berikan akan saya simpan seaman mungkin dan apabila
dalam pemberian informasi ada yang kurang mengerti maka responden dapat
menanyakan pada peneliti. Terimakasih atas partisipasinya saudara/i dalam penelitian
ini.
Bukittinggi,Juli 2025
Responden
Peneliti
44
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
( Muhammad Riski ) ( )
KUESIONER BARTHEL INDEKS (IB)
45
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
GERIATRIC DEPRESSION SCALE (GDS)
INDONESIAN SHORT FORM
Nama : ______________________
Jenis kelamin : L / P
Usia : _______ tahun
46
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
N PERTANYAAN YA TIDAK
1. APAKAH ANDA PADA DASARNYA PUAS DENGAN
HIDUP ANDA ?
2. Sudahkah Anda meninggalkan banyak kegiatan dan minat?
3. Apakah Anda merasa hidup Anda kosong?
4. Apakah Anda Sering Bosan?
5. Apakah Anda Selalu Bersemangat?
6. Apakah Anda takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada
Anda?
7. Apakah Anda merasa senang sebagian besar waktu?
8. Apakah Anda sering merasa tidak berdaya?
9. Apakah Anda lebih suka tinggal di rumah, daripada pergi
keluar dan melakukan sesuatu?
10. Apakah Anda merasa memiliki lebih banyak masalah
dengan memori daripada kebanyakan?
11. Menurut Anda, betapa indahnya hidup sekarang?
12. Apakah Anda merasa tidak berharga seperti sekarang?
13. Apakah Anda merasa penuh energi?
14. Apakah Anda merasa bahwa situasi Anda tidak ada
harapan?
15. Apakah menurut Anda kebanyakan orang lebih baik
daripada Anda?
TOTAL
47
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
Berikut ini adalah skor untuk menilai tingkat depresi:
Skor 1-5 normal
Skor 6-10 depresi ringan
Skor 10-15 depresi berat
Satu poin untuk masing-masing jawaban ini:
[Link] [Link] [Link]
[Link] [Link] [Link]
[Link] [Link] [Link]
[Link] [Link] [Link]
[Link] [Link] [Link]
48
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi
49
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi