1.
IDENTITAS
Nama Satuan Pendidikan MI Sunan Ampel Arjosari
Mata Pelajaran Fiqih
Kelas/Semester 5 / Ganjil
Durasi Pertemuan 2 x 45 menit
2. IDENTIFIKASI
Siswa Siswa kelas 5 MI yang berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret, memiliki
rasa ingin tahu yang tinggi, serta siap untuk terlibat dalam pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis
proyek.
Materi Pelajaran Zakat
Capaian Dimensi Lulusan
Penalaran Kritis: Menganalisis informasi tentang zakat dan mengidentifikasi solusinya.
Keimanan & Ketakwaan: Menyadari pentingnya zakat sebagai perintah Allah SWT dan pilar ibadah.
Kemandirian: Merencanakan dan melaksanakan proyek pembelajaran zakat secara mandiri dan
bertanggung jawab.
Kewargaan: Menginternalisasi nilai kepedulian sosial dan gotong royong melalui konsep zakat.
Komunikasi: Menyampaikan gagasan dan hasil proyek tentang zakat secara efektif kepada orang lain.
3. DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran Pada akhir fase C (Kelas 5 MI), peserta didik mampu menginternalisasi
pentingnya zakat sebagai ibadah wajib dan pilar keadilan sosial, serta menguasai pengetahuan dasar dan
prosedur praktis terkait berbagai jenis zakat, pihak yang wajib mengeluarkan, dan pihak yang berhak
menerima.
Lintas Disiplin Ilmu
Bahasa Indonesia: Membaca dan memahami teks informasi tentang zakat, menyusun laporan atau
presentasi proyek.
Matematika: Menghitung besaran zakat fitrah dan zakat mal (nisab, haul, persentase).
Seni Budaya & Prakarya: Membuat infografis, poster, atau diorama tentang jenis-jenis zakat dan
mustahik.
Pendidikan Pancasila: Mengaitkan zakat dengan nilai keadilan sosial, gotong royong, dan kepedulian
terhadap sesama.
Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
Memahami Konsep Dasar Zakat: Menjelaskan pengertian zakat (bahasa dan istilah) dan menyebutkan
kedudukannya sebagai salah satu rukun Islam.
Menguasai Ketentuan Zakat Fitrah: Mengidentifikasi waktu wajib, besaran, dan jenis bahan makanan
pokok yang digunakan untuk Zakat Fitrah.
Mengenal Zakat Mal (Harta): Menjelaskan konsep dasar haul (masa kepemilikan) dan nisab (batas
minimal wajib zakat) pada beberapa jenis harta (minimal uang/emas/perak).
Mengetahui Mustahik Zakat: Menyebutkan dan mengelompokkan delapan golongan (asnaf) yang
berhak menerima zakat.
Mempraktikkan Prosedur Zakat: Mendemonstrasikan lafaz niat Zakat Fitrah dan mensimulasikan tata
cara penyerahan zakat secara sederhana.
Menginternalisasi Nilai Zakat: Menunjukkan sikap peduli sosial, empati, dan tanggung jawab dalam
menyucikan harta melalui zakat.
Topik Pembelajaran
Pengertian, hukum, dan kedudukan zakat dalam Islam.
Macam-macam zakat (Zakat Fitrah dan Zakat Mal).
Ketentuan Zakat Fitrah (waktu, jenis dan besaran, niat).
Ketentuan Zakat Mal (haul, nisab untuk uang/emas/perak).
Golongan yang berhak menerima zakat (mustahik).
Hikmah dan manfaat menunaikan zakat.
Praktik Pedagogis per Pertemuan Pertemuan 1: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-based
Learning/PjBL)
Kemitraan Pembelajaran
Orang tua/wali: Mendukung eksplorasi materi zakat di rumah, memotivasi siswa untuk berdiskusi
tentang praktik zakat di lingkungan keluarga.
Pengurus Masjid/Musholla: Sebagai narasumber lokal untuk menjelaskan praktik zakat di masyarakat
(jika memungkinkan untuk diundang atau dikunjungi).
Komunitas lokal (lembaga amil zakat, tokoh masyarakat): Sebagai sumber inspirasi dan informasi
tentang penyaluran zakat.
Lingkungan Pembelajaran
Ruang kelas: Diskusi kelompok, presentasi proyek, simulasi.
Perpustakaan sekolah/sudut baca: Sumber referensi buku-buku agama tentang zakat.
Area terbuka sekolah/masjid terdekat: Jika memungkinkan untuk melakukan observasi sederhana
(misal, pengamatan kotak infak/sedekah sebagai konteks kepedulian sosial).
Pemanfaatan Digital
YouTube: Menonton video edukasi tentang pengertian zakat, jenis-jenis zakat, atau simulasi
pembayaran zakat (Contoh: Video Edukasi Zakat).
Canva/Google Slides: Membuat infografis atau presentasi digital hasil proyek kelompok tentang zakat.
Quizizz/Kahoot: Digunakan untuk asesmen diagnostik atau formatif interaktif di awal atau tengah
pembelajaran.
Google Search/Sumber Daring: Mencari informasi tambahan mengenai nisab, haul, dan mustahik zakat.
4. PENGALAMAN BELAJAR
Pertemuan ke-1 (Pembelajaran Berbasis Proyek/PjBL)
Tahap Deskripsi Kegiatan
Memahami (Kegiatan Awal)
(bermakna, menggembirakan)
Guru memulai pembelajaran dengan salam, menanyakan kabar, dan memimpin doa.
Guru melakukan presensi dan menciptakan suasana kelas yang kondusif.
**Apersepsi:** Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa yang kalian ketahui tentang zakat?",
"Mengapa umat Islam wajib berzakat?", atau "Siapa yang pernah melihat orang berzakat?".
**Motivasi:** Guru menayangkan video singkat tentang kepedulian sosial dan manfaat zakat bagi kaum
dhuafa, atau menceritakan kisah inspiratif tentang berkah berzakat.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan garis besar kegiatan pembelajaran
berbasis proyek yang akan dilakukan.
Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok kecil secara heterogen.
Mengaplikasi (Kegiatan Inti)
(berkesadaran, bermakna)
**1. Penentuan Pertanyaan Mendasar:** Guru mengajukan pertanyaan esensial: "Bagaimana kita dapat
menjelaskan pentingnya zakat dan tata caranya secara sederhana agar mudah dipahami oleh teman-
teman kita atau adik kelas?"
**2. Mendesain Perencanaan Proyek:** Setiap kelompok berdiskusi untuk merancang sebuah proyek
(misal: membuat poster digital/infografis, membuat komik pendek, atau mensimulasikan tata cara
penyerahan zakat fitrah/mal sederhana). Mereka menentukan judul proyek, tujuan, alat dan bahan yang
dibutuhkan, serta pembagian tugas anggota.
**3. Menyusun Jadwal:** Peserta didik bersama guru menyepakati jadwal penyelesaian proyek, mulai
dari pengumpulan data, pembuatan draf, revisi, hingga presentasi. Guru memberikan batasan waktu
pengerjaan.
**4. Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek:** Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi
setiap kelompok. Peserta didik mencari informasi relevan dari buku paket, buku referensi, internet, atau
sumber lainnya. Mereka berdiskusi, merancang, dan mulai mengerjakan proyek sesuai pembagian tugas.
**5. Menguji Hasil:** Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya di depan kelas. Kelompok
lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau saran konstruktif. (Misal: menampilkan infografis,
membacakan komik, atau mensimulasikan niat dan tata cara zakat).
**6. Mengevaluasi Pengalaman:** Guru dan peserta didik bersama-sama melakukan refleksi terhadap
proses dan hasil proyek yang telah dilakukan. Guru memberikan penguatan materi dan meluruskan
konsep yang kurang tepat.
Refleksi (Kegiatan Penutup)
(berkesadaran, menggembirakan)
Guru bersama peserta didik merangkum dan menyimpulkan poin-poin penting materi tentang zakat
yang telah dipelajari.
**Refleksi:** Guru meminta peserta didik untuk mengisi lembar refleksi diri (misal: "Apa hal baru yang
saya pelajari hari ini?", "Bagian mana yang paling saya sukai?", "Apa kesulitan yang saya alami dan
bagaimana cara mengatasinya?").
Guru memberikan penguatan terhadap nilai-nilai karakter yang muncul selama pembelajaran, seperti
kepedulian, kerjasama, dan tanggung jawab.
Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan hasil kerja peserta didik.
Guru menyampaikan informasi atau motivasi untuk pertemuan selanjutnya (jika ada materi kelanjutan
atau tugas mandiri).
Pembelajaran diakhiri dengan doa penutup dan salam.
5. ASESMEN PEMBELAJARAN
Asesmen Awal
Pertanyaan pemantik lisan di awal pembelajaran: "Apa yang kalian ketahui tentang zakat?" atau "Siapa
yang wajib menerima zakat?" (untuk mengidentifikasi pengetahuan awal siswa).
Kuis singkat (via Kahoot/Quizizz atau tulis) tentang rukun Islam dan ibadah yang berkaitan dengan
kepedulian sosial.
Asesmen Proses
Observasi partisipasi dan keaktifan siswa selama diskusi kelompok dan saat merancang/mengerjakan
proyek.
Penilaian kinerja kelompok menggunakan rubrik observasi yang mencakup aspek kolaborasi, kreativitas,
tanggung jawab, dan manajemen waktu.
Umpan balik formatif terhadap draf proyek atau presentasi awal dari guru maupun teman sebaya.
Asesmen Akhir
Penilaian produk proyek (poster, infografis, video simulasi, komik) menggunakan rubrik penilaian
produk, fokus pada kejelasan konsep, kreativitas, dan akurasi informasi tentang zakat.
Observasi demonstrasi/simulasi lafaz niat dan tata cara penyerahan zakat secara sederhana (jika
menjadi bagian dari proyek).
Tes tulis (pilihan ganda/esai singkat) untuk mengukur pemahaman konsep dasar zakat, ketentuan zakat
fitrah dan mal, serta mustahik zakat.
Mengetahui,
Kepala Sekolah
Kurnia Dwi Wahyuni, [Link].I
NIP. -
Arjosari, ... ... ...
Guru Mata Pelajaran
Muhammad Idris, [Link]
NIP. -