KPRI Ibnu Hajar - 15
ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)
KOPERASI PEGAWAI NEGERI REPUBLIK INDONESIA (KPRI)
“IBNU HAJAR”
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
1. Yang dimaksud Koperasi adalah Koperasi Pegawai Republik Indonesia “IBNU HAJAR”
yang beranggotakan Pegawai Negeri Sipil dan Karyawan non PNS dilingkungan MTs
Negeri 4 Indramayu.
2. Pengurus adalah pengurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia “IBNU HAJAR” yang
dipilih oleh dan dari anggota.
3. Pejabat adalah pejabat yang diangkat dan mendapat kuasa khusus dari pemerintah/menteri,
yang diberi wewenang tentang perkoperasian.
4. Pengelola adalah Pengelola unit Usaha Koperasi Pegawai Republik Indonesia “IBNU
HAJAR” yang diangkat berdasarkan surat keputusan pengurus Koperasi Pegawai Republik
Indonesia “IBNU HAJAR”.
5. Karyawan adalah karyawan Koperasi Pegawai Republik Indonesia “IBNU HAJAR”.
6. Dewan Pengawas adalah Dewan Pengawas Koperasi Pegawai Republik Indonesia “IBNU
HAJAR” secara langsung di jabat oleh Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Indramayu
dan anggota koperasi yang disepakati oleh rapat anggota.
7. Rapat Anggota adalah rapat anggota koperasi pegawai negeri republik Indonesia “IBNU
HAJAR” , yang terdiri dari rapat anggota tahunan dan rapat anggota luar biasa.
8. Anggota adalah anggota koperasi pegawai republik Indonesia “IBNU HAJAR” yang telah
mengajukan permohonan secara tertulis dan diterima oleh pengurus, serta telah melunasi
simpanan pokok dan wajib.
9. Anggaran Rumah Tangga adalah anggaran rumah tangga koperasi pegawai republik
Indonesia “IBNU HAJAR” yang ditetapkan oleh rapat anggota.
BAB II
USAHA
Pasal 2
Untuk memajukan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta
ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang
maju, adil dan makmur berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945, koperasi
“IBNU HAJAR” melaksanakan usaha sebagai berikut :
1. Mengelolah unit usaha simpan pinjam (S/P)
2. Membuka warung serba ada (Waserda)
3. Membuka unit perdagangan umum
4. Menjadi rekanan pemerintah atau badan usaha lainnya yang saling menguntungkan.
Pasal 3
1. Setiap unit usaha dipimpin oleh seorang pengelola unit usaha yang ditunjuk oleh pengurus.
2. Dalam melaksanakan unit usaha, pengelola di bantu oleh beberapa karyawan, yang
jumlahnya disesuaikan dengan beban pekerjaan yang ada.
3. Pengelola diberi wewenang untuk membagi habis semua jenis pekerjaan kepada
karyawannya secara merata.
4. Pengelola diberi wewenang untuk mengadakan terobosan demi untuk kemajuan usaha,
dengan seijin pengurus.
5. Pengelola berkawajiban :
a. Mengawasi pelaksanaan kantor unit usaha sesuai dengan yang digariskan pengurus,
dengan membuat buku daftar hadir.
b. Membuat laporan rencana pelayanan unit usaha yang dilaporkan kepada pengurus, pada
awal setiap bulan.
KPRI Ibnu Hajar - 16
c. Setiap akhir bulan menutup semua pembukuan, selanjutnya membuat laporan hasil
usaha berupa neraca unit usaha, dan dilaporkan kepada pengurus pada setiap awal bulan
berikutnya.
d. Mengikuti rapat koordinasi sesuai jadwal rapat yang digariskan oleh pengurus.
Pasal 4
1. Pengelolan unit usaha simpan pinjam sesuai persyaratan peraturan pemerintah nomor 9
tahun 1995, tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi.
2. Besarnya pinjaman didasarkan kepada :
a. Kemampuan daya bayar atas sisa gaji anggota yang bersangkutan.
b. Keadaan keuangan unit simpan pinjam pada saat itu.
4. Tata cara pinjaman, dengan mengajukan secara tertulis berupa surat pengajuan
permohonan pinjaman/amprahan, dengan menggunakan formulir yang telah disediakan.
5. Surat pengajuan permohonan pinjaman, diterima oleh unit usaha simpan pinjam paling
lambat satu minggu sebelum pinjaman diberikan.
6. Angsuran pembayaran pinjaman disesuaikan menurut kemampuan anggota.
7. Bagi anggota yang melunasi/menutup pinjamannya sebelum jatuh tempo, maka jasa yang
diperhitungkan harus dibayar sesuai dengan bulan pelunasan ditambah jasa satu bulan.
BAB III
KEANGGOTAAN
Pasal 5
1. Yang diterima menjadi anggota Koperasi Pegawai Republik Indonesia “IBNU HAJAR”
adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan karyawan non PNS MTs Negeri 4 Indramayu yang
masih aktif maupun tidak aktif serta komite madrasah yang masih aktif dengan syarat
sebagai berikut :
a. Mengajukan permohonan tertulis kepada pengurus.
b. Telah menyatakan kesanggupan tertulis untuk melunasi simpanan pokok, sebagaimana
diatur dalam anggaran dasar.
c. Telah menyetujui secara tertulis isi Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga
(ART), keputusan yang telah di sepakati rapat anggota dan peraturan-peraturan
perkoperasian yang berlaku.
2. Penerimaan / penolakan menjadi anggota merupakan pertimbangan pengurus berdasarkan
penelitian pengurus sesuai dengan Anggaran Dasar.
3. Keanggotaan berakhir apabila :
a. Meninggal dunia
b. Mengajukan permohonan keluar/berhenti.
c. Di beritahukan oleh pengurus karena tidak mentaati kewajiban sebagai anggota
terutama dalam hal keuangan atau karena berbuat sesuatu yang merugikan koperasi
sesuai anggaran dasar Bab IV pasal 9.
Pasal 6
Setiap anggota mempunyai kewajiban :
a. Mematuhi dan tunduk kepada Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART),
peraturan khusus dan keputusan rapat anggota.
b. Membayar simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan lainnya yang telah
diputuskan oleh rapat anggota.
c. Membayar pinjaman yang telah diterima sesuai angsuran sampai lunas.
d. Berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang diselenggarakan oleh koperasi “IBNU
HAJAR”.
e. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasarkan asas kekeluargaan.
f. Menjaga nama baik koperasi “IBNU HAJAR”
KPRI Ibnu Hajar - 17
Pasal 7
Setiap anggota mempunyai hak :
a. Menghadiri rapat anggota.
b. Memberikan pendapat dan memberikan suara dalam rapat anggota.
c. Memilih dan atau dipilih menjadi anggota pengurusan atau pengawasan.
d. Meminta diadakan rapat anggota dan atau rapat anggota luar biasa sesuai diatur dalam
anggaran dasar Bab V pasal 19.
e. Mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus diluar rapat anggota, baik diminta
maupun tidak diminta.
f. Mendapatkan pelayanan yang sama dari koperasi “IBNU HAJAR” antara sesama
anggota.
g. Meminta keterangan mengenai perkembangan koperasi “IBNU HAJAR”.
h. Mendapatkan bagian sisa hasil usaha sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota.
i. Mendapat bagian sisa hasil penyelesaian apabila koperasi “IBNU HAJAR” dibubarkan.
j. Mengajukan pernyataan berhenti secara tertulis dengan alasan tertentu.
Pasal 8
1. Apabila keanggotaan berakhir, maka seluruh simpanan setelah dipotong
tanggungan/pinjaman, sisanya diserahkan kepada anggota dengan cara :
a. Mengajukan permohonan tertulis yang ditunjukan kepada pengurus dilampiri :
b. Pengurus membuat rincian yang dituangkan dalam formulir anggota keluar disertai
bukti-bukti keuangan, selanjutnya diserahkan kepada anggota/pihak keluarganya dengan
tanpa memotong simpanan pokok dan wajib.
2. Bagi anggota yang belum berakhir keanggotaannya dan menghendaki keluar/berhenti dari
keanggotaan maka ditempuh cara :
a. Mengajukan permohonan keluar/berhenti dari keanggotaan secara tertulis ditunjukan
kepada pengurus disertai alasan keluar dan diketahui oleh penasehat.
b. Dipertimbangkan dalam rapat pengurus atas alasan yang diajukan.
c. Pengurus dengan pertimbangannya dapat mengabulkan atau menolak permohonan
anggota keluar/berhenti dari keanggotaan.
BAB IV
RAPAT ANGGOTA
Pasal 9
1. Rapat anggota dapat diadakan atas :
a. Permintaan tertulis dari 10% jumlah anggota.
b. Keputusan rapat pengurus.
2. Rapat anggota terdiri dari :
a. Rapat anggota tahunan (RAT)
b. Rapat anggota luar biasa (RALB)
Pasal 10
Rapat Anggota Tahunan (RAT)
1. Kedudukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) adalah lembaga tertinggi organisasi koperasi.
2. Rapat anggota tahunan dilaksanakan untuk :
a. Menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
b. Menetapkan kebijaksanaan umum dibidang organisasi manajemen dan usaha koperasi.
c. Memilih pengurus dan pengawas.
d. Mengesahkan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas dalam pelaksanaan
tugasnya termasuk laporan keuangan/neraca dan perhitungan hasil usaha.
e. Mengesahkan rencana kerja serta rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi.
f. Pembagian sisa hasil usaha.
3. Rapat anggota tahunan dihadiri oleh :
a. Anggota yang tercantum dalam buku daftar anggota atau perwakilan.
b. Pengurus.
KPRI Ibnu Hajar - 18
c. Pengawas.
d. Pejabat Koperasi
e. Undangan tertentu.
4. Rapat anggota tahunan sah jika dihadiri oleh lebih dari separoh lebih satu jumlah anggota
yang diundang.
5. Apabila keputusan rapat tidak tercapai secara mufakat, maka keputusan diambil melalui
pemungutan suara dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Keputusan yang disetujui oleh suara terbanyak menjadi keputusan rapat.
b. Setiap anggota yang hadir hanya mempunyai hak satu suara.
6. Rapat anggota tahunan (RAT) diselenggarakn setelah tahun tutup buku.
Pasal 11
1. Rapat anggota luar biasa dapat diselenggarakan, apabila sangat diperlukan dan tidak bisa
menunggu diselenggarakannya rapat anggota tahunan, yaitu dalam hal :
a. Adanya ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengharuskan dilaksanakannya
perubahan Anggaran Dasar.
b. Terjadi pembubaran, pembagian atau peleburan koperasi.
c. Memberhentikan pengurus, pengawas yang tidak mentaati ketentuan Anggaran Dasar,
Anggaran Rumah Tangga, keputusan rapat anggota dan peraturan khusus.
d. Rencana pengembangan usaha dan pengajuan kredit yang besarnya melebihi yang telah
diputuskan dalam rapat anggota sebelumnya.
2. Rapat anggota luar biasa diselenggarakan atas :
a. Permintaan tertulis dari minimal 10% jumlah anggota.
b. Keputusan rapat pengurus.
c. Permintaan pengawas.
3. Keputusan Rapat anggota luar biasa diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat
apabila tidak tercapai mufakat maka keputusan diambil berdasrkan suara terbanyak dari
jumlah anggota yang hadir.
BAB V
PENGURUS
Pasal 12
1. Pengurus koperasi dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota.
2. Pengurus merupakan pemegang kuasa rapat anggota.
3. Yang dapat dipilih menjadi pengurus adalah anggota yang memenuhi syarat-syarat sebagai
mana tercantum dalam anggaran dasar Bab VI pasal 20.
4. Anggota pengurus yang masa jabatannya telah habis dapat dipilih kembali selama dua
periode.
5. Pengurus setiap waktu dapat diberhentikan oleh rapat anggota luar biasa apabila :
a. Melakukan kecurangan yang menimbulkan kerugian bagi koperasi dan atau anggota.
b. Tidak mentaati undang-undang perkoperasian serta peraturan pelaksanaannya anggaran
dasar, anggaran rumah tangga dan rapat anggota.
6. Pengurus tidak menerima gaji, akan tetapi dapat diberikan uang jasa sesuai keputusan rapat
anggota.
BAB VI
PENGAWAS
Pasal 13
1. Jabatan pengawas adalah 2 (dua) tahun dan dapat dipilih kembali pada masa bakti
berikutnya..
2. Pengawas terdiri dari 2 (dua) orang dengan komposisi :
Ketua
Anggota
3. Anggota pengawas mendapat fasilitas yang sama seperti yang diberikan kepada anggota.
4. Diadakan atau tidaknya pengawas atas keputusan rapat anggota.
5. Pengawas tidak menerima gaji, akan tetapi dapat diberikan uang jasa sesuai keputusan
rapat anggota.
KPRI Ibnu Hajar - 19
BAB VII
PEMILIHAN PENGURUS
Pasal 14
1. Pemilihan pengurus dilaksanakan oleh pimpinan sidang
2. Tata cara pemilihan pengurus dapat menggunakan salah satu cara sebagai berikut :
a. Aklamasi
b. Formatur
c. Votting/pemilihan langsung peranggota 1 (satu) suara.
3. Sistem Aklamasi yaitu penentuan keputusan diambil dari kesepakatan bersama yang di
sampaikan secara lisan oleh para anggota peserta rapat anggota.
4. Sistem formatur yaitu sistem pemilihan dengan cara membentuk panitia formatur yang
jumlahnya minimal 3 orang dan maksimal 5 orang, dengan komposisi sebagai berikut :
Ketua 1 orang
Sekretaris 1 orang
Anggota 1 orang atau 3 orang
a. Panitia formatur bersidang/berkewenangan menentukan susunan pengurus untuk masa
bakti 2 tahun dan pengawas untuk masa bakti 2 tahun.
b. Panitia formatur mengumumkan susunan pengurus dan pengawas di hadapan sidang
rapat anggota untuk mendapatkan pengesahan.
5. Sistem votting yaitu pemilihan yang dilakukan oleh setiap anggota yang hadir dalam rapat
anggota untuk menentukan/memilih pengurus dan pengawas.
BAB VIII
MANAJER DAN KARYAWAN
Pasal 15
1. Manajer dan karyawan diangkat oleh pengurus melalui perjanjian kontrak kerja dan surat
keputusan pengurus untuk masa kerja selama satu tahun.
2. Manajer dan karyawan yang telah habis masa kerjanya atas pertimbangan pengurus dapat
diberhentikan atau diangkat kembali.
3. Pelaksanaan pekerjaan karyawan, di bawah pengaturan manajer sesuai dengan volume
pengaturan manajer sesuai dengan volume pekerjaan yang ada dengan persetujuan
pengurus.
BAB IX
MODAL USAHA
Pasal 16
1. Modal usaha koperasi diperoleh dari simpanan anggota antara lain :
a. Simpanan Pokok, sebesar Rp. 100.000 (Seratus Ribu Rupiah)
b. Simpanan Wajib (berdasarkan kesepakatan rapat anggota)
c. Simpanan Sukarela dan Hari Raya (berdasarkan keinginan anggota dengan jumlah yang
sama pada setiap bulannya) minimal 30.000
2. Selain simpanan anggota, modal koperasi diperoleh pula dari :
a. Dana cadangan
b. Pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lainnya.
c. Sumber lain yang sah dan menguntungkan
3. Uang simpanan dikeluarkan ketika Rapat Anggota Tahunan, kecuali bila anggota
dinyatakan keluar.
BAB X
SIMPAN PINJAM
Pasal 17
1. Maksimal pinjaman anggota sebesar Rp. 10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah)
2. Angsuran pinjaman dibayar 10 atau 20 kali angsuran
KPRI Ibnu Hajar - 20
BAB XI
JASA
Pasal 18
1. Jasa pinjaman ditentukan dalam rapat anggota tahunan sebesar 2% per bulan.
2. Bagi simpanan sukarela dan hari raya diberikan jasa simpanan yang besarnya ditentukan
dalam rapat anggota tahunan dengan mengacu anggaran dasar.
BAB XII
SISA HASIL USAHA
Pasal 19
1. Pembagian sisa hasil usaha dilaksanakan setelah adanya pengesahan neraca oleh rapat
anggota tahunan
2. Sisa hasil usaha yang dibagikan adalah sisa hasil usaha bersih dan setelah dipotong pajak.
3. Sisa hasil usaha yang dibagikan kepada anggota berdasarkan anggaran dasar.
4. Sisa hasil usaha yang tidak dibagikan di masukan kedalam kas cadangan modal koperasi.
BAB XIII
SUMBANGAN, PERSENTASI DAN LAIN-LAIN
Pasal 20
1. Sumbangan sosial kepada anggota diambil dari dana sosial
2. Jenis santunan dana sosial yang diberikan kepada anggota ditentukan dalam rapat anggota
3. Untuk mendapatkan pelayanan santunan dana sosial sebagaimana tersebut pada ayat 2
diatas, dengan cara yang diatur menurut keputusan rapat anggota.
4. Sumbangan untuk kepentingan instansi MTs Negeri 4 Indramayu diambil dari dana
cadangan yang besarnya menurut pertimbangan pengurus.
5. Sumbangan bagi instansi dalam jalur vertical perkoperasian, diambil dari dana cadangan
yang besarnya menurut pertimbangan pengurus.
Pasal 21
1. Dana sosial diberikan kepada anggota dan suami atau istri dan anak yang masih dalam
tanggungannya sakit minimal 3 hari
2. Anggota yang mendapat sumbangan dana sosial adalah apabila memenuhi kriteria
sebagai berikut :
a. Sakit selama 3 hari
b. Melahirkan
c. Meninggal dunia
d. Menikah
3. Setiap anggota hanya berhak meneerima santunan satu tahun 3 kali
Pasal 22
Untuk besarnya dana sosial dapat dirinci sebagai berikut :
a. Sakit = Rp.200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah)
b. Melahirkan = Rp.200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah)
c. Meninggal dunia = Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah)
d. Menikah. Rp. 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah)
BAB XIV
USAHA KANTIN SEKOLAH
Pasal 23
1. Penyewa kantin adalah seluruh anggota koperasi atas persetujuan pengawas dan kepala
madrasah.
2. Biaya sewa kantin ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penyewa dengan pengurus.
KPRI Ibnu Hajar - 21
BAB XV
PERUBAHAN
Pasal 24
Perubahan Anggaran Rumah Tangga dapat dilakukan oleh rapat anggota yang dihadiri oleh
sekurang-kurangnya lebih dari separoh jumlah anggota.
BAB XVI
PENUTUP
Pasal 25
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan ditentukan dalam
peraturan khusus dengan ketentuan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga.
Anggaran Rumah Tangga ini ditanda tangani oleh pengurus.
Kandanghaur, 4 Maret 2023
Pengurus KPRI“Ibnu Hajar”
Masa Bakti 2023-2025
Ketua, Sekretaris,
JENAL ARIFIN, [Link] IIS ISTIANAH, [Link].I
Mengetahui :
Dewan Pengawas,
Ketua, Anggota,
H. AHMAD FADLALI, M.A Drs. TARJANA