Kinerja Pendidik dalam Pembelajaran Efektif
Kinerja Pendidik dalam Pembelajaran Efektif
UNTUK DI KEMBANGKAN
1 Pendidik menciptakan interaksi yang setara dan Pendidik menyediakan dukungan social emosional bagi peserta didik dalam proses pembelajaran
menyediakan saling menghargai antara pendidik dan Berikut ini Langkah Pendidik yang dilakukan disekolah KAMI adalah sebagai berikut :
dukungan sosial peserta didik 1. Membangun Komunikasi Terbuka
emosional bagi Mendengarkan dengan Aktif : Guru harus mendengarkan dengan penuh perhatian saat siswa
peserta didik memberi perhatian kepada peserta berbicara, menunjukan bahwa pendapat mereka dihargai.
dalam proses didik yang memerlukan dukungan Umpan Balik Kontruktif : Memberikan umpan balik yang membangun dan spesifik, bukan kritik
pembelajaran lebih/khusus. yang merendahkan.
Dokumen Pendukung
memfasilitasi peserta didik untuk [Link]
mengembangkan kemampuan
keterampilan sosial emosional 2. Pemberdayaan Siswa.
Memberikan pilihan : Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih topik proyek atau
memberikan umpan balik yang metode penilaian dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan keterlibatan mereka.
membangun kepercayaan diri peserta Mendorong Partisipasi Aktif : Mengajak siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi kelas dan
didik bahwa kemampuan dirinya dapat mengambil peran aktif dalam proses belajar mengajar.
terus berkembang ketika ia mau Dukumen Pendukung
berusaha [Link]
3. Menghargai keunikan dan keberagaman
Memahami kebutuhan Individual : Mengakui bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan dan gaya
belajar yang berbeda, dan mencoba untuk menyesuaikanpendekatan pengajaran sesuai
dengan itu.
Menghargai Latar Belakang Berbeda : Menciptakan lingkungan yang Inklusif dengan
menghargai budaya, latar belakang, dan pengalaman yang beragam.
Dukumen Pendukung
[Link]
4. Membangun Kepercayaan
Menunjukan Empati dan Pengertian: Guru harus bersikap empati dan berusaha memahami
perspektif dan perasaan siswa.
Konsistensi dan Keadilan: Bertindak dan adil dalam penerapan aturan dan penilaianuntuk
menciptakan rasa aman dan percaya.
Dukumen Pendukung
[Link]
2 Pendidik menyusun kesepakatan kelas secara Pendidik mengelola kelas untuk menciptakan suasanabelajar yang aman, nyaman dan mendukung
mengelola kelas partisipatif tercapainya tujuan pembelajaran. Berikut pendidikan/guru disekolah KAMI melakukan pengelolaan
untuk tidak menggunakan tindakan agresif, kelas
menciptakan baik secara verbal dan nonverbal 1. Menciptakan Aturan dan Harapan yang Jelas
suasana dalam mengelola perilaku peserta didik Menetapkan Aturan Kelas: Buat aturan kelas yang jelas dan sederhana berdasarkan
belajar yang kesepakatan bersama. Libatkan siswa dalam proses pembuatan aturan agar mereka merasa
aman, nyaman, memiliki dan lebih cenderung untuk mematuhinya.
dan mendukung Konsistensi dalam Penerapan: Terapkan aturan secara konsisten untuk semua siswa agar
mendorong terbangunnya perilaku
tercapainya mereka merasa aman dan tahu apa yang diharapkan dari mereka.
tujuan positif peserta didik berbasis Dukumen Pendukung
pembelajaran. tanggung jawab dan konsekuensi [Link]
4 Pendidik memfasilitasi peserta didik untuk Cara guru/pendidik disekolah memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan,
memfasilitasi menguatkan keimanan dan ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter
pembelajaran ketakwaan pada Tuhan untuk dan kompetensi lainnya yang relevan bagi pesrta didik.
yang efektif membentuk akhlak yang mulia melalui 1. Integritas Nilai Agama dalam Kurikulum: Integrasikan nilai-nilai keagamaan dalam setiap mata
dalam beragam pengalaman belajar pelajaran, bukan hanya dalam pelajaran agama. Misalnya, membahas etika dalam
membangun pembelajaran sains atau sejarah.
keimanan, memfasilitasi peserta didik untuk Kegiatan Keagamaan: Fasilitasi kegiatan keagamaan seperti doa bersama, kajian kitab suci,
ketakwaan, menguatkan kecintaan terhadap dan perayaan hari-hari besar agama.
komitmen sejarah, kekayaan budaya, alam Teladan: Guru harus jadi teladan dalam menunjukan keimanan dan ketakwaan melalui perilaku
kebangsaan, Indonesia, pemikiran, dan karya anak sehari-hari.
kemampuan bangsa melalui pengalaman belajar yang Dukumen Pendukung
bernalar dan beragam [Link]
memecahkan memfasilitasi peserta didik untuk
masalah, serta mengembangkan keingintahuan, 2. Pembelajaran Sejarah dan Kewarganegaraan: Ajarkan sejarah bangsa dan nilai-nilai
karakter dan serta kecintaan akan ilmu pengetahuan kebangsaan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Kegiatan Keagamaan: Libatkan siswa
kompetensi melalui pengalaman belajar dala upacara bendera, kegiatan pramuka, dan perayaan hari nasional. Proyek P5: Dengan
lainnya yang yang bermakna dan reflektif mengajak siswa terlibat dalam proyek-proyek social yang dapat menumbuhkan rasa
relevan bagi kepedulian terhadap sesame warga negara.
peserta didik memfasilitasi peserta didik untuk Dukumen Pendukung
mengembangkan kemampuan [Link]
bernalar dan memecahkan masalah
melalui strategi pembelajaran yang 3. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL): Gunakan metode pembelajaran berbasis masalah
mendorong peserta didik berani untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Eksperimen dan
bertanya, mau mencoba, dan berkarya Penelitian: Dorong siswa untuk melakukan Eksperimen dan Penelitian untuk menemukan
solusi dari berbagai masalah.
memfasilitasi pembelajaran yang Dukumen Pendukung
mendorong peserta didik melakukan [Link]
refleksi keterhubungan pembelajaran
dengan konteks kehidupan 4. Diskusi dan debat: Fasilitasi diskusi dan debat yang knstruktif untuk melatih kemampuan
nyata untuk dapat berperan dan bernalar dan menyampaikan argumen secara logis.
memberikan manfaat di lingkungannya Dukumen Pendukung
[Link]
Keterlibatan Siswa: Libatkan siswa dalam proses perencanaan dan evaluasi kegiatan pembelajaran
untuk memastikan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi.
Forum Siswa: Bentuk forum siswa atau kelompok diskusi untuk mendengarkan masukan dan saran
dari siswa mengenai bagaimana mereka merasa didukung di sekolah.
8. Kolaborasi dengan Orang Tua dan Komunitas
• Komunikasi dengan Orang Tua: Jalin komunikasi yang terbuka dengan orang tua tentang
kebutuhan anak mereka dan cara terbaik untuk mendukung mereka di sekolah.
• Kemitraan Komunitas: Bekerja sama dengan organisasi komunitas, lembaga kesehatan, dan
lembaga non-profit untuk menyediakan layanan tambahan bagi siswa dengan kebutuhan khusus.
9. Evaluasi dan Umpan Balik
Pemantauan dan Evaluasi: Lakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas
program inklusi dan dukungan yang diberikan.
Umpan Balik: Kumpulkan umpan balik dari siswa, orang tua, dan guru untuk mengetahui area yang
perlu diperbaiki dan memastikan bahwa kebutuhan belajar siswa terpenuhi dengan baik.
10. Pengembangan Profesional Staf
Pelatihan Inklusif: Berikan pelatihan tentang pengajaran inklusif dan keberagaman kepada seluruh
staf sekolah untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mendukung siswa yang beragam.
Sumber Daya: Sediakan sumber daya dan bahan ajar yang mendukung praktik inklusif di kelas.
12 Satuan melaksanakan kebijakan dan program Dalam rangka mewujudkan iklim lingkungan belajar yang aman secara psikis bagi peserta didik, pendidik,
pendidikan untuk mencegah dan dan tenaga kependidikan beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru antara lain :
mewujudkan iklim menangani perundungan dan kekerasan
lingkungan lainnya 1. Menyapa siswa dengan ramah dan bersemangat
2. Menciptakan suasana rileks di kelas
belajar
3. Memotivasi siswa
yang aman memiliki pendidik dan tenaga
4. Menggunakan ice breaking di sela pembelajaran
secara psikis bagi kependidikan yang memahami tata 5. Menggunaakan metode pembelajaran yang variatif
peserta didik, laksana penanganan perundungan dan Jelaskan strategi, proses, dan hasil yang dapat menjadi bukti bahwa sekolah anda sudah
pendidik, kekerasan lainnya
dan tenaga melibatkan orangtua/wali dalam menerapkan pembelajaran dengan kualitas tersebut.
kependidikan pencegahan dan penanganan 1. Menyiapkan RPP berdiferensiasi
perundungan dan kekerasan lainnya
2. Menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik
3. Program Remedial danPengayaan
4. Menggunakan sumber belajar yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan(kesiapan, minat dan profil
belajar peserta didik)
5. Memfasilitasi pembelajaran di dalam dan diluar kelas
.
13 Satuan memiliki/menggunakan bangunan Cara sekolah KAMI memastikan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan
pendidikan dengan kondisi baik (tidak rusak 1. Pengembangan Kebijakan Keselamatan
memastikan sedang dan/atau rusak berat) Kebijakan Keselamatan: Kembangkan kebijakan keselamatan yang mencakup semua aspek,
keselamatan termasuk kesehatan, keamanan fisik, dan perlindungan mental.
Pembaruan Berkala: Tinjau dan perbarui kebijakan secara berkala untuk menyesuaikan dengan
peserta
melaksanakan prosedur keselamatan perkembangan terbaru dan peraturan yang berlaku.
didik, pendidik,
dan tenaga peserta didik melalui
pengawasan dan pemeliharaan terhadap Pelatihan dan Pendidikan
kependidikan • Pelatihan Keselamatan: Berikan pelatihan keselamatan secara berkala kepada seluruh staf,
sarana dan prasarana
termasuk guru, tenaga kependidikan, dan petugas keamanan.
melaksanakan prosedur dan • Pendidikan Keselamatan untuk Siswa: Edukasikan siswa tentang prosedur keselamatan, seperti
Perlengkapan Pertolongan Pertama apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat dan bagaimana mengidentifikasi bahaya.
pada Rencana Tanggap Darurat
Kecelakaan (P3K) Rencana Darurat: Susun rencana tanggap darurat yang mencakup prosedur untuk berbagai situasi,
seperti kebakaran, gempa bumi, bencana alam, atau ancaman keamanan.
mempunyai dan melaksanakan prosedur Latihan Rutin: Lakukan latihan tanggap darurat secara rutin untuk memastikan bahwa semua
mitigasi bencana yang orang tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat.
relevan dengan kondisi yang ada Keamanan Fisik
• Keamanan Sekolah: Pasang sistem keamanan seperti kamera pengawas, kontrol akses ke gedung,
dan personel keamanan jika diperlukan.
• Perawatan Fasilitas: Pastikan fasilitas sekolah dalam kondisi baik dan aman, termasuk perawatan
rutin untuk sistem listrik, plumbing, dan struktur bangunan.
Pencegahan Kekerasan dan Bullying
• Program Anti-Bullying: Implementasikan program anti-bullying untuk mencegah kekerasan dan
perlakuan tidak adil di lingkungan sekolah.
• Sistem Pelaporan: Sediakan sistem pelaporan yang aman dan anonim bagi siswa dan staf untuk
melaporkan perilaku kekerasan atau pelanggaran.
Kesehatan dan Kebersihan
• Protokol Kesehatan: Terapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit, seperti
pembersihan dan disinfeksi rutin, serta menyediakan fasilitas cuci tangan.
• Perawatan Medis: Sediakan akses ke perawatan medis dan pertolongan pertama di sekolah. Latih
staf untuk menangani situasi medis darurat.
Pencegahan Kecelakaan
• Peraturan dan Panduan: Tetapkan peraturan dan panduan keselamatan untuk kegiatan sekolah,
termasuk olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler.
• Inspeksi Rutin: Lakukan inspeksi rutin terhadap area sekolah untuk mengidentifikasi dan
memperbaiki potensi bahaya, seperti permukaan licin atau peralatan yang rusak.
Keterlibatan Komunitas dan Orang Tua
Kemitraan dengan Orang Tua: Libatkan orang tua dalam upaya keselamatan dengan
menginformasikan mereka tentang kebijakan dan prosedur keselamatan sekolah.
Kerjasama dengan Komunitas: Jalin kerjasama dengan lembaga keamanan lokal, layanan
kesehatan, dan organisasi masyarakat untuk mendapatkan dukungan tambahan dalam menangani
situasi darurat.
Sistem Pelaporan dan Penanganan
Sistem Pelaporan: Buat sistem pelaporan untuk mengidentifikasi dan menangani masalah
keselamatan dengan cepat.
Tindakan Perbaikan: Tindak lanjuti laporan masalah keselamatan dengan tindakan perbaikan yang
tepat dan pantau efektivitasnya.
). Pemantauan dan Evaluasi
• Audit Keselamatan: Lakukan audit keselamatan secara berkala untuk menilai efektivitas kebijakan
dan prosedur keselamatan.
• Umpan Balik: Kumpulkan umpan balik dari siswa, staf, dan orang tua untuk mengetahui area yang
perlu ditingkatkan dalam hal keselamatan.
11. Kesehatan Mental dan Dukungan Emosional
Program Dukungan: Sediakan program dukungan kesehatan mental untuk membantu siswa dan
staf dalam menghadapi stres atau masalah emosional.
Konseling: Tawarkan layanan konseling dan dukungan psikologis untuk menangani masalah
kesehatan mental yang mungkin memengaruhi keselamatan dan kesejahteraan
14 Satuan pendidikan melaksanakan program untuk Cara sekolah KAMI menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang
menjamin lingkungan menjaga kebugaran peserta didik, membangun kesehatan fisik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan
yang sehat dan pendidik, dan tenaga kependidikan 1. Kebijakan dan Protokol Kesehatan
memiliki/melaksanakan • Kebijakan Kesehatan: Kembangkan kebijakan kesehatan yang mencakup pencegahan penyakit,
kebersihan, dan dukungan kesehatan mental. Pastikan kebijakan ini diterapkan dan dipahami oleh
program yang
menyediakan layanan Unit semua anggota sekolah.
membangun • Protokol Kesehatan: Implementasikan protokol kesehatan seperti pembersihan dan disinfeksi
kesehatan fisik dan Kesehatan Sekolah (UKS) atau
terhubung rutin, pemantauan suhu, dan langkah-langkah pencegahan penyakit menular.
mental pada peserta 2. Program Kesehatan Fisik
dengan fasilitas kesehatan terdekat
didik, pendidik, mendorong tersedianya pilihan • Kurikulum Pendidikan Jasmani: Integrasikan pendidikan jasmani yang berkualitas ke dalam
dan tenaga makanan di lingkungan dan sekitar kurikulum untuk mengajarkan pentingnya aktivitas fisik dan gaya hidup sehat.
kependidikan satuan pendidikan yang tidak Fasilitas Olahraga: Sediakan fasilitas olahraga yang memadai dan aman untuk kegiatan olahraga
mengandung pemanis buatan, gula dan aktivitas fisik lainnya.
• Aktivitas Ekstrakurikuler: Tawarkan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung kesehatan fisik,
dan
seperti klub olahraga, yoga, atau dansa.
sodium berlebihan, zat pewarna dan 3. Dukungan Kesehatan Mental
pengawet makanan yang tidak Program Kesehatan Mental: Implementasikan program kesehatan mental yang mencakup
aman. pendidikan tentang stres, manajemen emosi, dan keterampilan sosial.
Layanan Konseling: Sediakan layanan konseling dan dukungan psikologis bagi siswa, pendidik, dan
tenaga kependidikan. Pastikan bahwa mereka memiliki akses ke konselor atau psikolog sekolah.
Pelatihan Kesehatan Mental: Berikan pelatihan kepada staf tentang cara mendukung kesehatan
mental siswa dan menangani masalah yang mungkin muncul.
4. Kesehatan dan Nutrisi
melaksanakan program untuk • Makanan Sehat: Sediakan pilihan makanan sehat di kantin sekolah atau melalui program makan
membangun kesadaran tentang siang yang mendukung nutrisi seimbang.
• Edukasi Nutrisi: Edukasikan siswa dan staf tentang pentingnya pola makan sehat dan cara
kesehatan mental pada peserta
membuat pilihan makanan yang baik.
didik, pendidik, dan tenaga 5. Kebersihan dan Lingkungan Fisik
kependidikan • Kebersihan sekolah: Pastikan Kebersihan fasilitas sekolah dengan Jadwal pembersihan rutin dan
memberi kesempatan untuk pemeliharaan area umum, termasuk toilet dan ruang kelas.
pemenuhan kebutuhan istirahat dan • Ventilasi dan Pencahayaan: Pastikan ventilasi dan pencahayaan yang baik di ruang kelas dan area
bergerak aktif bagi peserta didik, lain untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat.
pendidik, dan tenaga kependidikan. 6. Pencegahan dan Penanganan Kesehatan
melaksanakan edukasi tentang • Vaksinasi dan Pemeriksaan: Dorong vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan rutin untuk mencegah
kesehatan reproduksi dan penyebaran penyakit menular.
• Pertolongan Pertama: Sediakan fasilitas dan pelatihan pertolongan pertama di sekolah untuk
pencegahan
menangani kecelakaan atau masalah kesehatan yang mendesak.
adiksi. Adiksi dalam hal ini merujuk 7. Kesejahteraan Emosional dan Sosial
pada narkoba, rokok, dan lainnya
• Kegiatan Sosial: Selenggarakan kegiatan sosial dan acara yang mendukung kesejahteraan
emosional dan memperkuat hubungan sosial di antara siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan.
• Mendukung Keberagaman: Ciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung keberagaman untuk
memastikan semua anggota merasa diterima dan dihargai.
8. Partisipasi dan Keterlibatan
Keterlibatan Siswa dan Staf: Libatkan siswa dan staf dalam merancang dan mengevaluasi program
3. Menghargai Kcunikan dan Keberagaman
kesehatan untuk memastikan bahwa mereka sesuai dengan kebutuhan mereka.
Komite Kesehatan: Bentuk komite kesehatan di sekolah yang terdiri dari perwakilan siswa, orang
tua, dan staf untuk mengawasi dan merencanakan inisiatif kesehatan.
9. Pemantauan dan Evaluasi
• Evaluasi Program: Lakukan evaluasi berkala terhadap program kesehatan untuk menilai
efektivitasnya dan melakukan perbaikan yang diperlukan.
• Umpan Balik: Kumpulkan umpan balik dari siswa, staf, dan orang tua untuk menilai kepuasan dan
dampak program kesehatan.
10. Pendidikan dan Kesadaran