Laboratorium Pengendalian Proses
Semester VI 2022/2023
LAPORAN PRAKTIKUM
CONTINOUS STIRRED TANK REAKTOR (CSTR)
Pembimbing : Lasire, S.T., [Link].
Kelompok : 4 (empat)
Tanggal Praktikum : 12, 26 April DAN 3 Mei 2023
Nama : 1. Muhammad Rezky Mahmud (43220029)
2. Amelia Novianty Aziz (43220036)
3. Nuraini Ramdhayanti Muslimin (43220039)
4. Annisa Syamsuddin (43220044)
5. Usnaima (43220046)
6. Magfira Firasti Putri (43220049)
7. Stepahie Angeline (43220053)
Kelas : 3B D4 Teknologi Kimia Industri
PRODI D4 TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2023
CONTINOUS STIRRED TANK REACTOR (CSTR)
I. TUJUAN
1. Menentukan orde reaksi.
2. Menentukan konstanta kecepatan reaksi laju umpan dan fungsi T sebagai
suhu.
3. Menentukan energi aktivasi (Fa).
4. Menentukan nilai konversi (Xa).
II. PERINCIAN KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Membuat larutan NaOH 0,1 N dan etil asetat 0,001 N.
3. Mengatur variabel dan program.
4. Melakukan percobaan batch dengan variasi suhu (T), semi batch dan
continue dengan variasi laju umpan.
III. ALAT DAN BAHAN
A. Alat yang digunakan
1. Seperangkat alat Reaktor Air Tangki Berpengaduk (CSTR)
2. Gelas kimia 1000 mL 2 buah
3. Gelas kimia 100 mL 1 buah
4. Gelas Kimia 100 mL 2 buah
5. Gelas kimia 50 mL 1 buah
6. Labu takar 1000 mL 2 buah
7. Erlenmeyer 250 mL 5 buah
8. Buret 50 mL 1 buah
9. Pipet ukur 10 mL 1 buah
10. Corong kaca 1 buah
11. Pipet tetes 1 buah
12. Klem 1 buah
13. Bola isap 1 buah
14. Labu semprot 1 buah
B. Bahan yang digunakan
1. NaOH 10 N
2. Etil Asetat 10 N
3. HCl 0,1 N
4. Indikator PP
5. Aquadest
IV. DASAR TEORI
Continous Stirred Tank Reactor (CSTR) atau reaktor alir tangki
berpengaduk merupakan salah satu jenis reaktor yang umumnya berbentuk
bejana dan bekerja secara kontinu (alir). Continous Stirred Tank Reactor
(CSTR) banyak digunakan untuk reaksi-reaksi homogen fase cair tanpa
katalis maupun dengan katalis serta reaksi yang didalamnya berlangsung
secara ishotermal. CSTR berbeda dengan reaktor lainnya, seperti PFR (Plug
Flow Reactor) dan PBR (Packed Bed Reactor) karena adanya proses
pengadukan (Stirred) yang memungkinkan adanya distribusi sifat fisis dan
kimiawi secara merata dari zat yang bereaksi di setiap tempat dalam reaktor.
Penggunaan CSTR paling banyak digunakan untuk memproduksi polimer,
seperti polimerisasi tyene. Selain itu CSTR juga digunakan dalam
pembentukan barium sulfat (BaSO4), asam asetat, asam format dan
penanganan limbah (Nasrul dkk, 2018).
Reaktor kimia adalah fitur terpenting dari proses kimia. Reaktor
adalah peralatan dimana bahn baku berada di konversi ke produk yang
diinginkan. Berbagai faktor dipertimbangkan dalam memilih reaktor kimia
untuk tugas tertentu. Selain biaya ekonomis, insinyur kimia diharuskan
memilih reaktor yang dapat akan memberikan hasil dan kemurnian tertinggi,
meminimalkan polusi dan memaksimalkan keuntunngan. Secara umum,
reaktor dipilih yang akan memiliki persyaratan yang ditentukan dan
mekanisme reaksi laju reaksi dan kapasitas produksi. Parameter terkait
lainnya yang harus ditentukan untuk memilih jenis reaktor yang tepat adalah
panas reaksi, konstanta laju reaksi, koefisien perpindahan panas dan ukuran
reaktor. Reaktor optimmal yang paling memenuhi persyaratan proses
memerlukan tinjauan apakah prosesnya kontinu atau batch dan apakah
kombinasi untuk tipe reaktor atau beberapa reaktor secara seri atau paralel
akan paling memadai (Coker, 2001).
Reaktor alir tangki berpengaduk (CSTR) dalam bentuknya ada ada
yang satu tangka tunggal (single tank) atau lebih sering serangkaian tangka
(series of tank), sangat cocok untuk reaksi fase cair dari banyak digunakan
dalam industry kimia organic untuk skala produksi menengah dan besarnya
ini dapat membentuk dalam proses yang berkelanjutan (continuous),
memberikan kualitas produk yang konsisten, kemudian kontrol otomatis dan
persyaratan tenaga kerja rendah. Reactor tangki berpengaduk (stirred tank
reactor) reaktan segera diencerkan saat memasuki tangki dalam banyak kasus
ini mendukung reaksi yang diinginkan dan menekan pembentukan produk
samping karena reaktan segera dicampur dengan cepat ke volume yang besar,
suhu tangki mudah dikontrol dan bintik-bintik panas lebih kecil
kemungkinannya terjadi dari pada reaktor turbulen. Selain itu, jika
serangkaian tangki diaduk digunakan relative mudah untuk menahan setiap
tangki pada suhu yang berbeda, sehingga optimal urutan suhu dapat tercapai
(Coulson dan Richardson, 1994).
Komposisi sama di seluruh titik dalam reaktor baik itu di dalam reaktor
dan produk hasil reaksi serta aliran keluaran produk hasil reaksi memiliki
komposisi yang sama dengan komposisi campuran reaksi di dalam
reactor(Levenspiel,1999)
Gambar. Tipe Reaktor Ideal Reaktor Tangki Berpengaduk Aliran Kontinyu (Levenspiel,1999).
Pada reaktor ini pengaduk dirancang sesuai dengan bahan yang akan
diaduk, sehingga campuran teraduk dengan sempurna dan diharapkan reaksi
berlangsung secara optimal. Biasanya untuk mendapatkan konversi yang
besar maka reaktor disusun secara seri dan dilengkapi dengan pemanas.
Reaktor berpengaduk sebenarnya sama dengan rekator batch namun yang
membedakannya adalah pada reaktor ini dilengkapi dengan pengaduk (Maiti
& Bidinger, 2017)
Reaksi ini dapat dianggap equimolar dan orde pertama untuk reaktan
NaOH dan etil asetat atau orde kedua secara keseluruhan. Penentuan orde dan
konstanta laju reaksi dapat dilakukan dengan berbagai metode yaitu, integral,
diferensial dan waktu paruh. (Sindhuwati, n.d.)
1. Metode Integral
Pada persamaan reaksi di atas, jika nilai konsentrasi awal NaOH (CA0)
bernilai sama dengan konsentrasi awal etil asetat (CB0) maka persamaan laju
reaksinya dapat disederhanakan menjadi:
1
Jika digunakan plot vst maka nilai dari konstanta laju reaksi (k) sama
CA
XA
dengan nilai slope dari grafik. Sedangkan jika digunakan plot vs t
1−XA
maka nilai dari konstanta laju reaksi (k) dapat dicari menggunakan
perhitungan :
2. Pengaruh Suhu terhadap Kecepatan Reaksi
Untuk laju reaksi yang dipengaruhi oleh suhu, hubungan antara konstanta laju
reaksi dan suhu dapat dituliskan sesuai dengan persamaan Hukum Arhenius,
dan nilai energi aktivasi dapat diperoleh dengan kombinasi data konstanta
laju reaksi yang diukur pada berbagai suhu
Jika hanya tersedia 2 data maka dapat dituliskan menjadi:
Jika data yang tersedia jumlahnya banyak, maka nilai E dapat dicari dengan
metode plot grafik
1
ln k vs . Nilai E dapat dihitung dari slope yang diperoleh.
T
3. Interpretasi Data Percobaan dengan Software CEM-304 Stirred Tank Reactor
Armfield Pengukuran
Menghitung Faktor Konversi
Dengan menggunakan nilai awal dan akhir untuk pengukuran konduktivitas,
kita dapat menghitung nilai konsentrasi natrium hidroksida (a1) dan
konsentrasi natrium asetat (c1) dan tingkat konversi (Xa dan Xc) untuk
masing-masing sampel konduktivitas yang diambil selama periode
percobaan. Konsentrasi natrium hidroksida pada waktu “t” adalah:
Demikian pula, konsentrasi natrium asetat adalah:
dimana A1 adalah pembacaan konduktivitas pada waktu “t”. Kita dapat
menentukan konversi natrium hidroksida sebagai jumlah yang bereaksi,
dinyatakan sebagai persentase dari jumlah awal yang ada. Kuantitas yang
sama dapat didefinisikan untuk natrium asetat yang dihasilkan, dinyatakan
sebagai persentase dari jumlah total yang diharapkan setelah waktu yang
tidak terbatas:
Menghitung Konstanta Laju Reaksi
Konstanta laju reaksi, k, dapat dihitung dari konsentrasi natrium
hidroksida dalam reaktor (a1) pada saat sudahmencapai steady state. Neraca
massa untuk reaktor dapat ditulis sebagai:
Perubahan dalam reaktor = Input – Output + Akumulasi
Untuk reaktor kontinu yang beroperasi pada kondisi steady, laju perubahan
di dalam reaktor adalah nol dan volume dapat diasumsikan konstan, maka:
Dinamika Reaktor Tangki
Reaktor adalah suatu alat tempat terjadinya suatu reaksi kimia
untukmengubah suatu bahan menjadi bahan lain yang mempunyai
nilaiekonomis lebih tinggi. Continuous Stirred-Tank Reactor (CSTR)
merupakansuatu tangki reaktor yang digunakan untuk mencampur dua atau
lebih bahan kimia dalam bentuk cairan denganmenggunakan
pengaduk(mixer).Pada Continuous Stirred-Tank Reactor terdapat heater yang
akan menghasilkan panasuntuk mengatur temperatur cairan pada harga
tertentu. Gambar fisik Continuous Stirred-Tank Reactor dapat dilihat pada
gambar dibawah ini:
Reaktor CSTR bekerja secara kontinyu, dengan laju massa umpan sama besar
dengan laju massa keluar dari tangki. Umpan dengan konsentrasi tetap
mengalir secara kontinyudapat dipandang sebagai umpan dengan pola step.
Neraca massa NaOH [laju akumulasi] = [laju masuk] – [laju keluar]
V d C1
=q0 C 0 – qi Ci ………………………………………………………(2)
dt
Untuk laju alir masuk sama dengan laju alir keluar (=q), ruas kiri dan
ruaskanan dari persamaan 1 dibagi dengan laju alir q, persamaan menjadi:
V d C1
=C 0 – C i
q dt
d C1
t =C 0 – Ci
dt
d C1 1
= …………………………………………………………………...
C0 – C i t
(3)
Persamaan 2 dapat disederhanakan dengan integrasi
Ci t
d C1
∫ C – C =∫ dtt …………………………………………………….……..(4)
Co 0 i o
Integrasi dapat diselesaikan dengan memisalkan, U = Co-Ci; sehingga dU =-
dCi sehingga syarat batasnya menjadi :
t = 0; Ci= 0; Uo= Co
t = t; Ci= Ci; U = Ci- Co
v t
−dv dt
=∫ =∫ ...........................................................................................(5)
vo v o τ
Vi
t
−ln Vo = = ………………………………………………………........(6)
τ
Co−CI
CO t
−ln = = …………………………………………………………….(7)
τ
Co−CI
CO −t
−ln =
τ
−t
Co−Ci τ
=−e
Co
−t
Co−Ci τ
1− =−e
Co
−t
C=Co(1−e τ )…………………………………………………………(8)
Persamaan (7) mencerminkan hubungan antara konsentrasi NaOH
terhadap waktu pada reaktor tinggal CSTR dengan umpan berbentuk
[Link] saat konsentrasi (Ci) mendekati konstan yaitu pada saat
t=t ;konsentrasi NaOH dalam tangki adalah Ck.(Ck mendekati harag Co).
−t
Ck=Co(1−e τ )
Pada saat Ci=Ck input step dihentikan, kemudian diganti
denganumpan berupa aquadest, konsentrasi NaOH = nol. (model ini dapat
dianggapseperti kelakuan tangki setelahmendapat input berupa pulse)
Neraca massa NaOH [laju akumulasi] = [laju masuk]– laju keluar]
V d C1
=q0 C 0 – qi Ci …………………………………………………….(9)
dt
Laju alir masuk sama dengan laju alir keluar = (q), Co=0 (aquades) ruas kiri
dan kanan dari persamaan 1 dibagi dengan laju alir [Link] menjadi:
V d C1
=– C i
q dt
d C1
T =– C i
dt
d C1 1
= .............................................................................................(10)
Ci t
Persamaan 8 dapat diselesaikan dengan integrasi
Ci
d C 1 t dt
∫ Ci
=∫ …………………………………………………….(11)
Ck o t
Syarat batas dari persamaan adalah:
t=0; Ci=Ck dan pada t=t; Ci=Ci
Vi
t
−ln Vk =
τ
−t
Ci τ
=−e
Ck
−t
e=Co(1−e τ )……………………………………………………(12)
Persamaan (12) mencerminkan hubungan antara konsentrasi NaOH terhadap
waktu pada reaktor tunggal CSTR dengan umpan berbentuk pulse.
Mekanisme Kerja Reaktor Tangki Berpengaduk
Pada reaktor ini proses berlangsung secara kontinue. Terjadinya
pengadukan merupakan hal yang paling penting dalam reaktor ini,
karenadengan pengadukan menyebabkan reaksi menjadi homogen
sehinggaterdapat umpan masuk dan terbentuk produk yang keluar selama
proses berlangsung.
Efektifitas tangki
Efektivitas tangki dapat diukur dari perbandingan volume tangki
sesungguhnya dibandingkan dengan volume yang diperoleh dari perhitungan
volume tangki seungguhnya dapat dihitung dengan mengukur dimensi tangki,
yaitu diameter dan tinggi dari [Link] efektiv daritangki, yaitu volume
yang benar-benar terpakai untuk terjadinya reaksi dapat diperkirakan dari
penurunan lebih lanjut persamaan (1). Yaitu menghitung harga gradien
konsentrasi NaCl pada saat t=0 pada reaktorCSTR dengan umpan step pada
tangki pertama.
V dC i = q o C o – q i C i
Pada saat t=0 ; Ci=0 ; persamaan menjadi :
V d C1
>t=0 = qo Co – qi Ci .0……………………………………(13)
dt
V d C1
>t=0 = qo Co ……………………………………..………(14)
dt
harga gradient konsentrasi ini juga dapat dihitung dari aluran datakonsentrasi
terhadap waktu. Untuk menghitung volume efektif dari reaktor CSTR. V=
qo.t
DAFTAR PUSTAKA
Eryan, [Link].: CONTINOUS STIRRED TANK REACTOR (CSTR).
Bandung : Politeknik Negeri Bandung. Diakses melalui :
[Link]
Jannah, Bainatul. (2020). CSTR. Banjarbaru : Universitas Lampung Mangkurat.
Diakses melalui : [Link]
lambung-mangkurat/teknik-reaksi-kimia-lanjut/laporan-cstr/46788080
Maiti, & Bidinger. (2017). Reaktor Berpengaduk. Journal of Chemical
Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Rifia, Dewi.(2019). Dasar Teori CSTR. Diakses melalui :
[Link]
Sudaryadi, dkk (2020). Pengaruh Kecepatan Pengadukan dan Waktu Tinggal
Reaktan Terhadap Temperatur dan Volume Fluida dalam Ratb Bench Scale
untuk Persiapan Sisntesis ZBS. Semarang : Universitas Negeri Semarang.
Diakses melalui :
[Link]