RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (MODUL AJAR)
BIOLOGI KELAS XI
INFORMASI UMUM
Komponen Deskripsi
Nama Penyusun Rianty Telaumbanua, [Link]
Satuan Pendidikan SMA Nommensen Jambi
Tahun Ajaran 2025/2026
Mata Pelajaran Biologi
Kelas/Fase/Semester XI / F / Ganjil
Bab/Materi Bab 1: Menjelajah Sel
Alokasi Waktu 5 Pertemuan (12 JP @45 menit)
A. Identifikasi Murid
Kategori Deskripsi
Pengetahuan Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar mengenai konsep makhluk
Awal hidup sebagai unit terkecil dari pelajaran IPA di jenjang SMP. Mereka
diasumsikan pernah mendengar istilah sel, namun pemahaman mengenai
struktur internal sel, perbedaan sel prokariotik dan eukariotik, serta fungsi
organel secara spesifik masih perlu dibangun dan diperdalam. Keterampilan
menggunakan mikroskop mungkin bervariasi.
Minat Minat belajar peserta didik beragam. Sebagian mungkin tertarik pada aspek
kesehatan dan penyakit (misalnya, bagaimana sel kanker berbeda dari sel
normal). Sebagian lain bisa jadi lebih tertarik pada bioteknologi (misalnya,
peran sel dalam rekayasa genetika) atau aspek visual dari pengamatan sel di
bawah mikroskop.
Kebutuhan Peserta didik membutuhkan pembelajaran yang menghubungkan konsep abstrak
Belajar sel dengan fenomena nyata. Mereka perlu pengalaman langsung (hands-on)
seperti praktikum menggunakan mikroskop untuk membuat konsep sel menjadi
konkret. Aktivitas yang bersifat investigatif dan kolaboratif diperlukan untuk
melatih nalar kritis dan kemampuan komunikasi ilmiah mereka.
B. Materi Pelajaran
1. Hakikat Sel dan Mikroskop: Sejarah penemuan sel, teori sel, dan teknologi mikroskop
sebagai alat untuk menjelajahi sel.
2. Pengamatan Struktur Sel: Prosedur pengamatan sel, perbandingan struktur sel prokariotik
dan eukariotik, serta identifikasi sel hewan dan tumbuhan.
3. Struktur dan Fungsi Organel: Analisis mendalam mengenai fungsi setiap organel sel
(membran plasma, inti sel, sitoplasma, mitokondria, ribosom, RE, badan golgi, lisosom,
vakuola, kloroplas, dan dinding sel).
4. Keterkaitan Struktur dan Fungsi Sel: Memahami bagaimana spesialisasi struktur sel
menunjang fungsi tertentu dalam suatu jaringan atau organisme.
C. Dimensi Profil Lulusan
Dimensi Elemen yang Dikembangkan
Beriman, Bertakwa Mensyukuri karunia Tuhan berupa keteraturan dan kompleksitas
kepada Tuhan YME, & unit terkecil kehidupan (sel) yang menopang seluruh fungsi
Berakhlak Mulia organisme.
Gotong Royong Berkolaborasi secara efektif dalam kelompok saat melakukan
kegiatan praktikum pengamatan sel, berbagi tugas, dan menyatukan data
untuk analisis bersama.
Mandiri Menunjukkan inisiatif dalam mencari informasi tambahan
mengenai fungsi organel dan bertanggung jawab dalam
menyelesaikan tahapan pengamatan secara individu.
Bernalar Kritis Menganalisis data hasil pengamatan mikroskop, membandingkan
temuan dengan teori, mengidentifikasi perbedaan sel hewan dan
tumbuhan, serta mengevaluasi kesimpulan.
Kreatif Menghasilkan karya (gambar hasil pengamatan, diagram, atau
model) untuk merepresentasikan pemahaman mengenai struktur
sel secara akurat dan estetis.
D. Desain Pembelajaran
Komponen Deskripsi
Capaian Pembelajaran Peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan struktur sel serta
Fase F bioproses yang terjadi seperti transpor membran dan pembelahan sel.
Lintas Disiplin Fisika: Konsep optik pada cara kerja mikroskop. Kimia: Komposisi kimiawi
Ilmu sel (makromolekul seperti protein, lipid, karbohidrat). Teknologi:
Pemanfaatan teknologi digital untuk pengamatan virtual dan pencarian
informasi.
Tujuan Pembelajaran 1. Melakukan pengamatan struktur sel hewan dan tumbuhan dengan
Bab 1 menggunakan mikroskop secara terampil. 2. Menganalisis perbedaan
fundamental antara struktur sel prokariotik dan eukariotik. 3.
Menganalisis hubungan antara struktur spesifik organel sel dengan
fungsinya dalam menopang kehidupan. 4. Mengomunikasikan hasil
pengamatan struktur sel melalui gambar representatif yang dilengkapi
keterangan.
Praktik PedagogisModel Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
(Pendekatan Deep Inkuiri) dan Discovery Learning. Metode: Praktikum pengamatan
Learning) langsung, analisis gambar/video, studi literatur, diskusi kelompok, dan
presentasi hasil.
Lingkungan Ruang kelas (dengan tata letak fleksibel untuk kerja kelompok),
Pembelajaran laboratorium biologi, akses ke platform digital.
Pemanfaatan Video pembelajaran tentang tur sel, simulasi mikroskop virtual (sebagai
Digital alternatif atau pengayaan), platform kolaborasi untuk berbagi hasil
pengamatan.
E. Pengalaman Belajar (Rincian per Pertemuan)
Blok 1: Penemuan Dunia Mikro (Pertemuan 1-2)
Pertemuan 1 (2 JP): Membuka Jendela ke Dunia Sel
● Kegiatan Awal (15 menit - Mindful & Meaningful Learning):
1. Guru memulai dengan pertanyaan pemantik: "Jika sebuah gedung tersusun dari batu bata
sebagai unit terkecilnya, terbuat dari apakah tubuh kita?"
2. Peserta didik diajak melakukan refleksi singkat, merasakan kulit tangan mereka dan
berpikir tentang apa yang ada di baliknya.
3. Guru menampilkan gambar-gambar menarik dari dunia mikroskopis (misal: sel darah, sel
saraf, bakteri) untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
● Kegiatan Inti (60 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Eksplorasi Mikroskop: Guru mendemonstrasikan bagian-bagian mikroskop dan
fungsinya. Peserta didik secara berkelompok (dibagi berdasarkan kebutuhan belajar, misal
yang sudah mahir digabung dengan yang pemula) mencoba langsung memegang dan
mengoperasikan mikroskop. Aktivitas ini dibuat seperti "pelatihan detektif" untuk
menemukan objek tersembunyi.
2. Studi Kasus Sejarah: Peserta didik membaca teks singkat atau menonton video tentang
penemuan sel oleh Robert Hooke dan teori sel. Mereka diminta menghubungkan
bagaimana perkembangan teknologi (mikroskop) membuka pemahaman baru tentang
kehidupan.
3. Latihan Pengamatan Awal: Peserta didik mencoba mengamati preparat awetan sederhana
(misal: preparat sayatan bawang merah) di bawah bimbingan guru. Fokus pada keterampilan
menemukan bidang pandang dan mengatur fokus.
● Kegiatan Penutup (15 menit - Mindful Learning):
1. Setiap kelompok berbagi pengalaman pertama mereka menggunakan mikroskop: "Apa
yang paling menantang? Apa yang paling membuat takjub?"
2. Refleksi: "Bagaimana penemuan sel mengubah cara manusia memandang kehidupan?"
Guru memberikan tiket keluar (exit ticket) berupa satu pertanyaan: "Sebutkan satu hal baru
yang kamu pelajari hari ini tentang sel."
Pertemuan 2 (3 JP): Mengintip Isi Rumah Sel
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru mereviu singkat kegiatan pertemuan sebelumnya dengan menampilkan kembali
gambar hasil pengamatan sel gabus Hooke.
2. Pertanyaan pemantik: "Jika sel gabus yang diamati Hooke tampak seperti 'ruangan kosong',
apakah sel-sel pada tubuh kita juga kosong? Apa saja isinya?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Meaningful & Joyful Learning):
1. Praktikum Pengamatan Sel: Secara berkelompok, peserta didik melakukan Aktivitas 1.6
(diadaptasi): Mengamati sel epitel pipi (sel hewan) dan sel daun Rhoeo discolor (sel
tumbuhan).
2. Panduan Investigasi: Guru menyediakan lembar kerja terstruktur yang memandu peserta
didik untuk:
■ Menggambar hasil pengamatan dengan detail.
■ Memberi label pada bagian-bagian yang terlihat (dinding sel, membran sel,
sitoplasma, inti sel, kloroplas).
■ Menjawab pertanyaan perbandingan: "Apa saja struktur yang ada di sel tumbuhan tapi
tidak ada di sel hewan yang kamu amati? Mengapa demikian?"
3. Pembelajaran Bermakna: Guru mengaitkan temuan praktikum dengan fungsi nyata.
Contoh: "Mengapa sel tumbuhan punya dinding sel yang kaku, sementara sel hewan tidak?
Hubungkan dengan cara hidup tumbuhan dan hewan!"
● Kegiatan Penutup (20 menit - Mindful Learning):
1. Galeri Jalan-Jalan (Gallery Walk): Setiap kelompok menempelkan gambar hasil
pengamatannya di dinding. Peserta didik berkeliling untuk melihat hasil kelompok lain,
memberikan apresiasi (misal: dengan sticky notes).
2. Diskusi klasikal untuk menyimpulkan perbedaan utama sel hewan dan sel tumbuhan
berdasarkan bukti pengamatan.
Blok 2: Pabrik Kehidupan di Dalam Sel (Pertemuan 3-4)
Pertemuan 3 (2 JP): Mengenal Para Pekerja di Dalam Sel
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru menampilkan analogi sebuah kota atau pabrik yang sibuk. "Siapa saja 'pekerja' di
dalam kota ini? Ada walikota, pembangkit listrik, pabrik protein, dan sistem
transportasinya. Sel kita juga seperti itu!"
● Kegiatan Inti (60 menit - Meaningful & Joyful Learning):
1. Model Jigsaw: Peserta didik dibagi menjadi beberapa "kelompok ahli". Setiap kelompok
ahli mendalami satu atau dua organel spesifik (misal: Kelompok Ahli Mitokondria,
Kelompok Ahli Ribosom & RE, Kelompok Ahli Badan Golgi, dll.) menggunakan buku
siswa dan sumber digital.
2. Diskusi Kelompok Asal: Peserta didik kembali ke kelompok asal mereka. Setiap "ahli"
sekarang bertugas mengajarkan tentang organel yang telah mereka pelajari kepada anggota
kelompoknya.
3. Aktivitas Analogi: Setiap kelompok diminta membuat analogi kreatif untuk sel dan
organelnya (misal: Sel adalah Kerajaan, Inti Sel adalah Raja, Mitokondria adalah
Pembangkit Listrik, dll.). Ini membantu pembelajaran menjadi lebih bermakna dan
menyenangkan.
● Kegiatan Penutup (15 menit):
1. Setiap kelompok mempresentasikan analogi yang mereka buat.
2. Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan miskonsepsi yang mungkin muncul.
Pertemuan 4 (3 JP): Spesialisasi Sel dan Refleksi Akhir
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru menampilkan gambar dua sel yang sangat berbeda, misalnya sel saraf (dengan
juluran panjang) dan sel otot (berbentuk serabut).
2. Pertanyaan pemantik: "Kedua gambar ini adalah sel. Mengapa bentuknya sangat berbeda?
Apakah isinya juga berbeda?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Meaningful & Mindful Learning):
1. Studi Kasus Keterkaitan Struktur-Fungsi (Adaptasi Aktivitas 1.7 & 1.8): Peserta
didik secara berkelompok menganalisis studi kasus:
■ Kasus 1: Mengapa sel otot jantung memiliki sangat banyak mitokondria? Kaitkan
dengan fungsi jantung.
■ Kasus 2: Mengapa sel kelenjar pankreas memiliki banyak sekali Ribosom dan Badan
Golgi? Kaitkan dengan fungsi pankreas dalam menghasilkan enzim (protein).
2. Diskusi dan Presentasi: Kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka, menekankan
pada prinsip bahwa struktur menentukan fungsi.
3. Asesmen Formatif: Guru memberikan kuis singkat (Latihan 1.1 & 1.2 dari buku siswa)
untuk mengecek pemahaman individual.
● Kegiatan Penutup (20 menit - Mindful Learning):
1. Refleksi Pembelajaran Bab: Peserta didik diminta mengisi lembar refleksi:
■ "Tiga hal terpenting yang saya pelajari di bab ini adalah..."
■ "Konsep yang masih membingungkan saya adalah..."
■ "Bagaimana pengetahuan tentang sel ini bermanfaat bagi saya?"
2. Guru menutup bab dengan mengapresiasi seluruh proses belajar peserta didik dan
memberikan gambaran singkat tentang bab selanjutnya.
● Pertemuan 5: Asesmen Sumatif & Refleksi Bab (2 JP)
○ Kegiatan Awal (5 menit):
■ Guru menjelaskan teknis asesmen.
○ Kegiatan Inti (60 menit):
Asesmen Sumatif: Siswa mengerjakan soal esai
○ Kegiatan Penutup (25 menit):
■ Refleksi Menyeluruh Bab 1.
■ Umpan balik dari guru mengenai pembelajaran selama satu bab.
F. Asesmen
Jenis Asesmen Teknik dan Instrumen
Asesmen Awal - Diskusi Kelas Terarah: Di awal bab untuk memetakan pengetahuan awal
(Diagnostik) tentang sel. - Pre-test Singkat: Beberapa pertanyaan dasar tentang sel untuk
mengidentifikasi miskonsepsi awal.
Asesmen - Observasi Kinerja: Rubrik penilaian keterampilan menggunakan mikroskop
Formatif (fokus, keamanan, prosedur). - Penilaian Gambar Praktikum: Rubrik
(Proses) penilaian kelengkapan, keakuratan, dan kerapian gambar hasil pengamatan. -
Penilaian Partisipasi Diskusi: Catatan anekdotal tentang keaktifan dan
kualitas argumen siswa dalam diskusi kelompok dan kelas. - Penilaian
Latihan/Kuis: Penilaian Latihan 1.1 dan 1.2 untuk mengecek pemahaman
konsep organel.
Asesmen Sumatif - Uji Kompetensi Tertulis: Soal-soal di akhir bab yang mencakup soal pilihan
(Akhir Bab) ganda dan esai berbasis analisis untuk mengukur pemahaman konsep secara
komprehensif. - Penilaian Proyek Mini (Opsional): Membuat model sel 3D
dari bahan daur ulang, dinilai berdasarkan akurasi, kreativitas, dan penjelasan
fungsi organel.
ASESMEN SUMATIF
1. Jelaskan pengertian sel dan sebutkan siapa ilmuwan pertama yang menemukan sel beserta
objek yang diamatinya!
2. Sebutkan tiga perbedaan utama antara sel prokariotik dan sel eukariotik!
3. Apa fungsi utama mikroskop dalam mempelajari sel, dan mengapa mata manusia tidak
dapat melihat sel tanpa mikroskop?
4. Jelaskan perbedaan struktur sel hewan dan sel tumbuhan, sertakan dua contoh
organel/struktur khas yang membedakan keduanya!
5. Uraikan fungsi mitokondria, retikulum endoplasma (RE) kasar, dan badan Golgi dalam
proses sintesis serta distribusi protein!
6. Bagaimana cara kerja membran plasma dalam mengatur transportasi zat masuk dan keluar
sel? Berikan contohnya!
7. Jelaskan prosedur sederhana untuk melakukan pengamatan sel epidermis bawang
merah menggunakan mikroskop cahaya!
8. Mengapa inti sel disebut sebagai “pusat pengendali sel”? Jelaskan perannya dalam kaitannya
dengan sintesis protein!
9. Analisislah keterkaitan antara jumlah mitokondria dalam sel dengan jenis aktivitas sel
tersebut! Berikan contohnya pada sel tubuh manusia!
10. Jelaskan bagaimana spesialisasi struktur sel saraf (neuron) menunjang fungsinya
dalam menghantarkan impuls, dibandingkan dengan sel otot yang berfungsi untuk
kontraksi!
G. Pengayaan dan Remedial
● Pengayaan:
○ Bagi peserta didik yang cepat paham, mereka dapat diberikan tugas untuk melakukan riset
sederhana tentang: "Peran teknologi mikroskop elektron (SEM/TEM) dalam penemuan
struktur organel yang lebih detail" atau "Studi kasus penyakit yang disebabkan oleh
malfungsi organel (misal: penyakit mitokondria)".
○ Menjelajahi simulasi mikroskop virtual untuk melihat berbagai jenis sel lain.
● Remedial:
○ Bagi peserta didik yang kesulitan memahami, diberikan bimbingan tambahan dalam
kelompok kecil untuk mengulang konsep dasar (perbedaan sel hewan/tumbuhan, fungsi
organel utama).
○ Menonton kembali video pembelajaran tentang tur sel dengan panduan pertanyaan dari guru.
○ Latihan terbimbing dalam menggunakan mikroskop hingga terampil.
H. Refleksi Diri Peserta Didik dan Pendidik
● Refleksi Peserta Didik (di akhir bab):
1. Konsep mana yang paling menarik bagiku dalam bab ini? Mengapa?
2. Keterampilan baru apa (misal: menggunakan mikroskop) yang berhasil aku kuasai?
3. Apa tantangan terbesarku saat mempelajari bab ini dan bagaimana aku mengatasinya?
4. Setelah mempelajari betapa kompleksnya sebuah sel, bagaimana pandanganku terhadap
kehidupan berubah?
● Refleksi Pendidik:
1. Aktivitas pembelajaran mana yang paling berhasil melibatkan peserta didik? Mengapa?
2. Kesulitan atau miskonsepsi apa yang paling sering muncul pada peserta didik?
3. Apa yang akan saya perbaiki atau ubah pada pembelajaran bab ini di kesempatan
berikutnya?
4. Apakah diferensiasi yang saya lakukan (misal: dalam pembagian kelompok atau pemberian
5. tugas) sudah efektif menjawab kebutuhan belajar murid yang beragam?
Mengetahui, Jambi, 12 September 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(Romauli Simarmata, [Link]) (Rianty Telaumbanua, [Link])
NIP. ..................................... NIP. .....................................
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (MODUL AJAR)
BIOLOGI KELAS XI
INFORMASI UMUM
Komponen Deskripsi
Nama Penyusun Rianty Telaumbanua, [Link]
Satuan Pendidikan SMA Nommensen Jambi
Tahun Ajaran 2025/2026
Mata Pelajaran Biologi
Kelas/Fase/Semester XI / F / Ganjil
Bab/Materi Bab 2: Pergerakan Zat melalui Membran Sel
Alokasi Waktu 5 Pertemuan (13 JP @45 menit)
A. Identifikasi Murid
Kategori Deskripsi
Pengetahuan Peserta didik telah memahami konsep dasar struktur sel dan membran plasma
Awal dari Bab 1. Mereka diasumsikan mengetahui bahwa sel membutuhkan zat dari
luar dan mengeluarkan zat sisa. Namun, pemahaman spesifik mengenai
mekanisme transpor (pasif dan aktif) serta konsep seperti gradien konsentrasi
dan potensial air masih perlu dikembangkan.
Minat Sebagian peserta didik mungkin tertarik pada aplikasi konsep ini dalam
kehidupan sehari-hari, seperti proses pembuatan manisan, pengawetan
makanan, atau mengapa jari menjadi keriput saat berenang. Sebagian lain
mungkin lebih tertarik pada aspek medis, seperti cara kerja infus atau proses
dialisis (cuci darah).
Kebutuhan Peserta didik membutuhkan visualisasi dan eksperimen untuk memahami
Belajar konsep pergerakan zat yang bersifat abstrak. Kegiatan praktikum sederhana
(misalnya, osmosis pada kentang) sangat penting untuk memberikan
pengalaman konkret. Analogi dan studi kasus relevan akan membantu mereka
menghubungkan teori dengan dunia nyata.
B. Materi Pelajaran
1. Transpor Pasif: Pergerakan zat yang tidak memerlukan energi, mengikuti gradien konsentrasi.
○ Osmosis: Perpindahan air melalui membran semipermeabel dari potensial air tinggi ke
rendah.
○ Difusi Sederhana: Perpindahan zat terlarut dari konsentrasi tinggi ke rendah.
○ Difusi Terfasilitasi: Proses difusi yang dibantu oleh protein transpor pada membran.
2. Transpor Aktif: Pergerakan zat yang memerlukan energi (ATP) karena melawan gradien
konsentrasi, melibatkan protein pompa.
3. Fenomena Osmosis dan Difusi: Aplikasi konsep dalam kehidupan sehari-hari (pembuatan
manisan, plasmolisis, krenasi, dialisis).
C. Dimensi Profil Lulusan
Dimensi Elemen yang Dikembangkan
Beriman, Bertakwa Mengagumi keteraturan mekanisme transpor sel yang sangat presisi
kepada Tuhan YME, & dalam menjaga keseimbangan internal (homeostasis) sebagai wujud
Berakhlak Mulia kebesaran Tuhan.
Gotong Royong Berkolaborasi dalam merancang, melaksanakan, dan menganalisis
data hasil praktikum osmosis, serta berbagi peran secara adil.
Mandiri Menunjukkan inisiatif dalam merumuskan hipotesis dan mencari
sumber informasi untuk menjelaskan fenomena yang diamati selama
praktikum.
Bernalar Kritis Menganalisis data kuantitatif (perubahan berat/panjang) dari hasil
praktikum, menghubungkan sebab-akibat antara konsentrasi larutan
dengan pergerakan air, dan menarik kesimpulan logis berdasarkan
bukti.
Kreatif Mengomunikasikan hasil penyelidikan dalam berbagai bentuk
(laporan, infografis, presentasi) yang sistematis dan mudah dipahami.
D. Desain Pembelajaran
Komponen Deskripsi
Capaian Peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan struktur sel serta
Pembelajaran Fase bioproses yang terjadi seperti transpor membran dan pembelahan sel.
F
Lintas Disiplin Kimia: Konsep larutan, konsentrasi, dan sifat molekul. Fisika: Konsep
Ilmu tekanan (tekanan turgor, tekanan osmotik). Kesehatan: Aplikasi dalam
proses fisiologis tubuh (penyerapan nutrisi, kerja ginjal, infus).
Tujuan 1. Merumuskan pertanyaan ilmiah dan hipotesis yang dapat diselidiki
Pembelajaran Bab mengenai proses transpor membran. 2. Menganalisis mekanisme transpor
2 pasif (osmosis dan difusi) dan transpor aktif melalui kegiatan penyelidikan
dan studi kasus. 3. Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang faktor-
faktor yang memengaruhi transpor membran menggunakan representasi
data yang sesuai.
Praktik Pedagogis Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Inquiry-
(Pendekatan Deep Based Learning. Metode: Eksperimen/Praktikum, analisis studi kasus,
Learning) diskusi kelompok, demonstrasi, dan pembuatan model.
Lingkungan Laboratorium biologi, ruang kelas, lingkungan sekitar sekolah (untuk
Pembelajaran mencari contoh fenomena terkait).
Pemanfaatan Video animasi proses osmosis dan difusi, simulasi virtual laboratorium
Digital untuk transpor membran, platform digital untuk presentasi hasil.
E. Pengalaman Belajar (Rincian per Pertemuan)
Blok 1: Perjalanan Tanpa Tiket (Pertemuan 1-2)
Pertemuan 1 (3 JP): Misteri Manisan dan Jari Keriput
● Kegiatan Awal (15 menit - Meaningful Learning):
1. Guru menampilkan gambar manisan buah dan gambar jari tangan yang keriput setelah
berenang.
2. Pertanyaan pemantik: "Apa persamaan dari kedua fenomena ini? Mengapa buah menjadi
lebih awet dan terasa manis saat dibuat manisan? Mengapa jari kita keriput setelah lama di
dalam air?"
3. Peserta didik diminta memberikan dugaan awal mereka, mengaktifkan pengetahuan
sebelumnya.
● Kegiatan Inti (100 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Demonstrasi & Eksplorasi Konsep: Guru mendemonstrasikan proses osmosis secara
sederhana menggunakan kantung teh celup (sebagai membran semipermeabel) yang
dimasukkan ke dalam air. Peserta didik mengamati pergerakan warna teh.
2. Praktikum Osmosis pada Kentang (Merancang): Secara berkelompok, peserta didik
merancang sebuah penyelidikan sederhana untuk membuktikan hipotesis: "Perendaman
kentang dalam larutan garam dengan konsentrasi berbeda akan memengaruhi berat dan
tekstur kentang." Mereka menentukan variabel, alat, bahan, dan langkah kerja.
3. Pembelajaran Bermakna: Selama proses perancangan, guru memandu diskusi:
"Mengapa kita perlu membandingkan dengan kentang yang direndam di air biasa?
Apa fungsi
perbandingan itu?" (mengenalkan konsep kontrol).
● Kegiatan Penutup (20 menit - Mindful Learning):
1. Setiap kelompok mempresentasikan rancangan penyelidikannya untuk mendapatkan
masukan dari kelompok lain dan guru.
2. Peserta didik menyiapkan alat dan bahan untuk dilaksanakan pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan 2 (2 JP): Membedah Hasil Eksperimen Osmosis
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru mereviu rancangan praktikum dari pertemuan sebelumnya.
2. Pertanyaan pemantik: "Prediksi apa yang kalian buat? Kentang di larutan mana yang akan
bertambah berat, dan di larutan mana yang akan berkurang beratnya? Mengapa?"
● Kegiatan Inti (60 menit - Meaningful & Mindful Learning):
1. Pelaksanaan Praktikum: Peserta didik melaksanakan praktikum osmosis pada kentang
sesuai rancangan mereka. Mereka melakukan pengukuran awal dan akhir (berat, panjang,
tekstur) dengan teliti.
2. Analisis Data: Peserta didik mengolah data hasil pengamatan ke dalam tabel dan
membuat grafik sederhana yang menunjukkan hubungan antara konsentrasi larutan dan
perubahan berat kentang.
3. Diskusi Kritis: Dalam kelompok, mereka menjawab pertanyaan panduan:
■ "Pada larutan mana terjadi perpindahan air dari larutan ke kentang? Buktinya?"
■ "Pada larutan mana terjadi perpindahan air dari kentang ke larutan? Buktinya?"
■ "Bagaimana konsep osmosis dapat menjelaskan fenomena ini?"
● Kegiatan Penutup (15 menit):
1. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis data dan kesimpulan mereka.
2. Diskusi kelas untuk mengonfirmasi pemahaman konsep osmosis, plasmolisis, dan turgor.
Guru menghubungkan kembali temuan praktikum dengan misteri manisan dan jari keriput
di awal.
Blok 2: Perjalanan dengan Bantuan (Pertemuan 3-4)
Pertemuan 3 (3 JP): Difusi dan Penumpang Khusus
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru meneteskan setetes sirup atau pewarna ke dalam segelas air bening. Peserta didik
mengamati apa yang terjadi.
2. Pertanyaan pemantik: "Mengapa warna menyebar ke seluruh bagian air tanpa diaduk?
Apakah ini sama dengan osmosis?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Eksplorasi Konsep Difusi: Guru menjelaskan konsep difusi sederhana dan faktor-faktor
yang memengaruhinya (suhu, ukuran partikel, gradien konsentrasi).
2. Studi Kasus Difusi Terfasilitasi: Guru menyajikan masalah: "Molekul glukosa sangat
dibutuhkan sel, tetapi ukurannya terlalu besar untuk melewati membran. Bagaimana cara
glukosa masuk ke dalam sel?"
3. Analisis Video/Animasi: Peserta didik menonton video animasi tentang difusi terfasilitasi
yang menunjukkan peran protein kanal dan protein pembawa.
4. Aktivitas Membuat Analogi: Kelompok membuat analogi untuk membedakan difusi
sederhana (orang masuk ke ruangan kosong) dan difusi terfasilitasi (orang masuk melalui
pintu khusus yang dijaga satpam).
● Kegiatan Penutup (20 menit):
1. Diskusi klasikal untuk membedakan osmosis, difusi sederhana, dan difusi terfasilitasi.
2. Guru memberikan kuis singkat untuk mengecek pemahaman.
Pertemuan 4 (2 JP): Transpor Aktif, Si Penuh Energi
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru mengingatkan kembali bahwa transpor pasif selalu bergerak dari konsentrasi tinggi
ke rendah.
2. Pertanyaan pemantik: "Bagaimana jika sel perlu memompa keluar zat yang konsentrasinya
di luar sudah tinggi? Atau mengambil zat yang konsentrasinya di dalam sudah tinggi?
Mungkinkah itu terjadi?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Meaningful Learning):
1. Analisis Masalah: Guru menyajikan studi kasus: "Sel saraf perlu menjaga konsentrasi ion
Natrium (Na+) tetap rendah di dalam sel dan ion Kalium (K+) tetap tinggi di dalam sel,
padahal di luar sel, konsentrasi Na+ sangat tinggi. Bagaimana sel melakukannya?"
2. Eksplorasi Konsep Transpor Aktif: Peserta didik mempelajari konsep transpor aktif,
peran ATP, dan mekanisme pompa Natrium-Kalium melalui buku atau video.
3. Debat Sederhana: Guru membagi kelas menjadi dua kubu: "Tim Transpor Pasif" dan
"Tim Transpor Aktif". Mereka berdebat tentang mana yang lebih penting bagi sel, dengan
memberikan argumen dan contoh.
● Kegiatan Penutup (15 menit - Mindful Learning):
1. Refleksi Akhir Bab: Peserta didik membuat peta konsep atau ringkasan visual di
selembar kertas yang merangkum semua jenis transpor membran yang telah dipelajari.
2. Guru mengumpulkan peta konsep sebagai asesmen sumatif dan memberikan umpan balik.
3. Menutup pembelajaran dengan menekankan betapa dinamis dan teraturnya lalu lintas zat
di tingkat seluler.
● Pertemuan 5: Asesmen Sumatif & Refleksi Bab (3 JP)
○ Kegiatan Awal (15 menit):
■ Guru menjelaskan teknis asesmen.
○ Kegiatan Inti (100 menit):
Asesmen Sumatif: Siswa mengerjakan soal esai
○ Kegiatan Penutup (20 menit):
■ Refleksi Menyeluruh Bab 1.
■ Umpan balik dari guru mengenai pembelajaran selama satu bab.
F. Asesmen
Jenis Asesmen Teknik dan Instrumen
Asesmen Awal - Diskusi Kelas dan Pertanyaan Pemantik: Untuk menggali pemahaman
(Diagnostik) awal tentang osmosis dan difusi dari pengalaman sehari-hari.
Asesmen - Penilaian Rancangan Praktikum: Rubrik penilaian kelengkapan
Formatif komponen (tujuan, hipotesis, variabel, prosedur). - Penilaian Laporan
(Proses) Praktikum: Rubrik penilaian penyajian data (tabel, grafik), analisis data, dan
kesimpulan. - Penilaian Kinerja Kelompok: Observasi terhadap kolaborasi,
pembagian tugas, dan kualitas diskusi. - Kuis Singkat: Pertanyaan konseptual
untuk membedakan jenis-jenis transpor pasif.
Asesmen - Uji Kompetensi Tertulis: Soal di akhir bab yang berisi studi kasus (misal:
Sumatif (Akhir menjelaskan apa yang terjadi pada sel darah merah jika dimasukkan ke larutan
Bab) hipotonik, isotonik, dan hipertonik). - Penilaian Peta Konsep/Ringkasan
Visual: Menilai kedalaman dan keakuratan pemahaman siswa tentang
keseluruhan materi bab.
ASESMEN SUMATIF
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan transpor pasif dan berikan satu contoh peristiwa dalam sel!
2. Apa perbedaan antara osmosis dan difusi sederhana?
3. Sebutkan dua contoh peristiwa osmosis dalam kehidupan sehari-hari!
4. Mengapa difusi terfasilitasi memerlukan protein transpor, sedangkan difusi sederhana tidak?
5. Jelaskan perbedaan mendasar antara transpor pasif dan transpor aktif, terutama terkait
kebutuhan energi!
6. Pada percobaan sel bawang yang direndam dalam larutan garam pekat, terjadi
plasmolisis. Jelaskan mekanisme osmosis yang menyebabkan peristiwa tersebut!
7. Mengapa sel darah merah dapat mengalami krenasi ketika dimasukkan ke dalam
larutan hipertonik?
8. Bandingkan mekanisme pompa natrium-kalium (Na⁺/K⁺ pump) dengan difusi
terfasilitasi, terutama dalam hal arah pergerakan zat dan kebutuhan energi!
9. Analisislah mengapa ginjal manusia memerlukan mekanisme transpor aktif dan pasif
secara bersamaan dalam proses pembentukan urin!
10. Hubungkan konsep osmosis dengan cara kerja cairan infus pada pasien di rumah sakit.
Mengapa cairan infus tidak boleh berupa air murni saja?
G. Pengayaan dan Remedial
● Pengayaan:
○ Peserta didik yang cepat paham dapat melakukan riset tentang: "Bagaimana cara kerja
mesin dialisis (cuci darah) menggunakan prinsip osmosis dan difusi?" atau "Peran transpor
aktif dalam penyerapan mineral oleh akar tumbuhan".
○ Menjelajahi simulasi virtual yang lebih kompleks tentang potensial membran dan pompa
ion.
● Remedial:
○ Bimbingan kelompok kecil untuk mengulang praktikum osmosis dengan panduan yang
lebih terstruktur.
○ Menggunakan model atau alat peraga sederhana (misal: menggunakan kelereng dan
saringan dengan ukuran lubang berbeda) untuk mensimulasikan difusi dan osmosis.
○ Menonton ulang video animasi dengan jeda untuk diskusi dan tanya jawab.
H. Refleksi Diri Peserta Didik dan Pendidik
● Refleksi Peserta Didik (di akhir bab):
1. Fenomena sehari-hari apa yang sekarang bisa aku jelaskan menggunakan konsep transpor
membran?
2. Bagian mana dari eksperimen osmosis yang paling menantang dan apa yang aku pelajari
dari tantangan itu?
3. Menurutku, mengapa sel perlu mengeluarkan energi untuk melakukan transpor aktif?
4. Apa satu pertanyaan yang masih tersisa di benakku tentang pergerakan zat melintasi sel?
● Refleksi Pendidik:
1. Apakah rancangan praktikum yang dibuat siswa sudah menunjukkan pemahaman tentang
metode ilmiah?
2. Apakah analogi dan studi kasus yang digunakan efektif membantu siswa memahami
konsep abstrak?
3. Bagaimana saya dapat lebih baik memfasilitasi analisis data dan pembuatan grafik bagi
siswa yang kesulitan?
4. Apakah alokasi waktu untuk setiap kegiatan sudah proporsional? Apa yang perlu
11. disesuaikan?
Mengetahui, Jambi, 12 September 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(Romauli Simarmata, [Link]) (Rianty Telaumbanua, [Link])
NIP. ..................................... NIP. .....................................
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (MODUL AJAR)
BIOLOGI KELAS XI
INFORMASI UMUM
Komponen Deskripsi
Nama Penyusun Rianty Telaumbanua, [Link]
Satuan Pendidikan SMA Nommensen Jambi
Tahun Ajaran 2025/2026
Mata Pelajaran Biologi
Kelas/Fase/Semester XI / F / Ganjil
Bab/Materi Bab 3: Proses Pengaturan pada Tumbuhan
Alokasi Waktu 5 Pertemuan (12 JP @45 menit)
A. Identifikasi Murid
Kategori Deskripsi
Pengetahuan Peserta didik telah mengenal organ-organ utama tumbuhan (akar, batang, daun,
Awal bunga) dari jenjang pendidikan sebelumnya. Mereka mungkin memiliki
pemahaman dasar tentang fotosintesis dan penyerapan air. Namun, pengetahuan
tentang jaringan tumbuhan (xilem, floem, meristem), proses transpor internal,
reproduksi kompleks (metagenesis, pembuahan ganda), dan respons tumbuhan
terhadap rangsang (tropisme) masih sangat terbatas dan perlu dibangun secara
sistematis.
Minat Minat peserta didik dapat bervariasi. Sebagian mungkin tertarik pada aspek
pertanian dan budidaya (bagaimana membuat tanaman tumbuh subur atau
berbuah cepat). Sebagian lain mungkin penasaran dengan fenomena unik
seperti gerakan tumbuhan (putri malu, sulur) atau cara tumbuhan bereproduksi
tanpa kawin. Ada pula yang mungkin tertarik pada aspek ekologis, yaitu peran
tumbuhan dalam lingkungan.
Kebutuhan Peserta didik membutuhkan pembelajaran yang menghubungkan struktur
Belajar mikroskopis (jaringan) dengan fungsi makroskopis (organ dan perilaku
tumbuhan). Kegiatan pengamatan langsung terhadap organ dan jaringan
tumbuhan, serta eksperimen sederhana (misalnya, percobaan transpor air)
sangat krusial untuk membuat konsep menjadi nyata. Studi kasus dan video
time-lapse pertumbuhan atau pergerakan tumbuhan akan sangat membantu
visualisasi.
B. Materi Pelajaran
1. Jaringan, Organ, dan Sistem Organ Tumbuhan: Identifikasi jaringan penyusun (meristem,
parenkim, penyokong, pengangkut) dan keterkaitannya dalam membentuk organ (akar, batang,
daun) dan sistem organ.
2. Transpor pada Tumbuhan: Mekanisme pengangkutan air dan mineral melalui xilem serta
pengangkutan hasil fotosintesis melalui floem.
3. Reproduksi pada Tumbuhan: Siklus hidup (metagenesis) pada lumut dan paku, serta
reproduksi pada tumbuhan berbiji (Gymnospermae dan Angiospermae), termasuk pembuahan
ganda.
4. Iritabilitas pada Tumbuhan: Respons tumbuhan terhadap rangsangan internal (nutrisi) dan
eksternal (cahaya, sentuhan, suhu, gravitasi).
C. Dimensi Profi lLulusan
Dimensi Elemen yang Dikembangkan
Beriman, Bertakwa Mensyukuri dan mengagumi kompleksitas sistem regulasi pada
kepada Tuhan YME, & tumbuhan, dari tingkat jaringan hingga respons terhadap
Berakhlak Mulia lingkungan, sebagai bagian dari ciptaan Tuhan yang luar biasa.
Gotong Royong Berkolaborasi dalam kelompok untuk melakukan pengamatan
jaringan tumbuhan, berbagi data, dan bersama-sama menganalisis hasil
pengamatan untuk menarik kesimpulan.
Mandiri Menunjukkan inisiatif dalam melakukan studi literatur untuk
memahami siklus hidup tumbuhan atau jenis-jenis gerak pada
tumbuhan.
Bernalar Kritis Menganalisis data hasil percobaan transpor air, menghubungkan
antara struktur jaringan dengan fungsinya, dan mengevaluasi
bagaimana faktor eksternal memengaruhi respons tumbuhan.
Kreatif Menghasilkan diagram atau bagan siklus hidup tumbuhan
(metagenesis) yang akurat, informatif, dan mudah dipahami.
D. Desain Pembelajaran
Komponen Deskripsi
Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem
Fase F organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada
sistem organ tersebut; memahami fungsi enzim dan mengenal proses
metabolisme yang terjadi dalam tubuh.
Lintas Disiplin Kimia: Proses kimia dalam fotosintesis dan transpor zat. Fisika: Prinsip
Ilmu kapilaritas dan tekanan dalam proses transpor air. Geografi: Hubungan
antara jenis tumbuhan dengan kondisi lingkungan (cahaya, air, suhu).
Tujuan Pembelajaran 1. Merencanakan dan melakukan penyelidikan tentang keterkaitan struktur
Bab 3 organ dan jaringan pada sistem organ tumbuhan dengan fungsinya. 2.
Menganalisis data hasil penyelidikan untuk menjelaskan proses transpor,
reproduksi, dan iritabilitas pada tumbuhan. 3. Mengomunikasikan hasil
penyelidikan mengenai proses pengaturan pada tumbuhan melalui
presentasi atau laporan yang sistematis.
Praktik PedagogisModel Pembelajaran: Inquiry-Based Learning dan Project-Based Learning
(Pendekatan Deep (untuk proyek pengamatan jangka panjang). Metode: Praktikum
Learning) (pengamatan mikroskopis), eksperimen, analisis video, studi kasus,
pembuatan model/diagram.
Lingkungan Laboratorium biologi, kebun sekolah/lingkungan sekitar, ruang kelas,
Pembelajaran platform digital.
Pemanfaatan Video time-lapse pertumbuhan dan gerak tumbuhan, animasi siklus
Digital metagenesis dan pembuahan ganda, artikel ilmiah digital tentang hormon
tumbuhan.
E. Pengalaman Belajar (Rincian per Pertemuan)
Blok 1: Arsitektur Tumbuhan (Pertemuan 1-2)
Pertemuan 1 (2 JP): Bongkar Pasang Organ Tumbuhan
● Kegiatan Awal (15 menit - Meaningful Learning):
1. Guru membawa beberapa jenis tumbuhan utuh (dengan akar, batang, daun, misal: bayam,
kangkung, atau tanaman pot kecil).
2. Pertanyaan pemantik: "Setiap bagian tumbuhan ini memiliki tugasnya masing-masing.
Apa tugas utama akar? Batang? Daun? Bagaimana mereka bekerja sama agar tumbuhan
ini tetap
hidup?"
● Kegiatan Inti (60 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Observasi Organ: Secara berkelompok, peserta didik mengamati dan mengidentifikasi
perbedaan struktur akar, batang, dan daun pada tumbuhan monokotil dan dikotil yang
tersedia.
2. Praktikum Jaringan: Peserta didik melakukan pengamatan mikroskopis sayatan melintang
batang dan akar (preparat jadi atau membuat preparat segar dari batang bayam/seledri).
Mereka fokus mengidentifikasi jaringan epidermis, korteks, dan berkas pengangkut (xilem
dan floem).
3. Menggambar dan Menganalisis: Peserta didik menggambar hasil pengamatan jaringan,
memberi label, dan menjawab pertanyaan: "Bagaimana susunan xilem dan floem pada
monokotil dan dikotil? Apa hubungan susunan ini dengan fungsinya?"
● Kegiatan Penutup (15 menit - Mindful Learning):
1. Diskusi kelas: "Mengapa batang bisa berdiri tegak? Jaringan apa yang berperan?" Guru
mengaitkan temuan mikroskopis (jaringan penyokong) dengan pengamatan makroskopis
(batang yang kokoh).
2. Refleksi singkat: "Satu hal menakjubkan yang saya temukan tentang 'isi' dari sebatang
tumbuhan adalah..."
Pertemuan 2 (3 JP): Sistem Pipa Super Canggih
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru mereviu tentang jaringan xilem dan floem.
2. Pertanyaan pemantik: "Bagaimana air dari tanah bisa sampai ke pucuk daun tertinggi
sebuah pohon raksasa? Apakah ada 'mesin pompa' di dalamnya?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Meaningful & Joyful Learning):
1. Eksperimen Transpor Air: Peserta didik melakukan eksperimen sederhana
menggunakan tanaman pacar air (atau seledri) yang batangnya direndam dalam air
berwarna. Mereka mengamati dan mencatat seberapa cepat dan di bagian mana warna
terlihat.
2. Analisis Hasil: Setelah beberapa waktu, batang dipotong melintang dan diamati. Peserta
didik mengidentifikasi jaringan yang berwarna (xilem) dan menyimpulkan jalur
pengangkutan air.
3. Studi Literatur & Diskusi: Peserta didik mencari informasi tentang daya kapilaritas
batang, daya isap daun (transpirasi), dan tekanan akar. Mereka mendiskusikan bagaimana
ketiga faktor ini bekerja sama untuk mengangkut air.
● Kegiatan Penutup (20 menit):
1. Peserta didik membuat diagram alur sederhana yang menjelaskan proses pengangkutan air
dari akar hingga daun.
2. Guru memberikan penguatan konsep dan menghubungkannya dengan pentingnya air bagi
proses fotosintesis.
Blok 2: Siklus Kehidupan dan Respons (Pertemuan 3-4)
Pertemuan 3 (2 JP): Pergiliran Keturunan dan Cinta Tumbuhan
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru menunjukkan gambar tumbuhan lumut yang menempel di batu dan tumbuhan paku.
2. Pertanyaan pemantik: "Bagaimana tumbuhan seperti ini berkembang biak? Apakah
mereka punya bunga dan biji seperti mangga?"
● Kegiatan Inti (60 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Analisis Video & Diagram: Peserta didik menonton video animasi atau menganalisis
diagram siklus hidup (metagenesis) lumut dan paku.
2. Aktivitas Membandingkan: Secara berkelompok, peserta didik membuat tabel
perbandingan antara siklus hidup lumut dan paku (fase dominan, struktur gametofit dan
sporofit).
3. Eksplorasi Reproduksi Tumbuhan Berbiji: Peserta didik mengamati struktur bunga
sepatu (bunga sempurna) dan mengidentifikasi benang sari dan putik. Guru menjelaskan
proses penyerbukan dan pembuahan ganda secara singkat melalui diagram.
● Kegiatan Penutup (20 menit):
1. Diskusi kelas: "Apa keuntungan dari reproduksi menggunakan biji dibandingkan dengan
spora?"
2. Guru memberikan kuis singkat untuk mengidentifikasi fase sporofit dan gametofit dari
gambar siklus hidup.
Pertemuan 4 (3 JP): Tumbuhan yang Peka
● Kegiatan Awal (15 menit - Mindful Learning):
1. Guru mendemonstrasikan gerak pada tanaman putri malu dengan menyentuhnya.
2. Pertanyaan pemantik: "Tumbuhan tidak punya otak dan saraf, tapi mengapa ia bisa
merespons sentuhan? Rangsangan apa lagi yang bisa direspons oleh tumbuhan?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Meaningful Learning):
1. Studi Kasus Gerak Tumbuhan: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap
kelompok mendapatkan satu studi kasus berbasis gambar atau video singkat:
■ Kasus 1: Batang tanaman yang tumbuh membengkok ke arah jendela (Fototropisme).
■ Kasus 2: Akar yang tumbuh ke bawah menuju pusat bumi (Geotropisme).
■ Kasus 3: Sulur tanaman yang melilit pada sebuah tongkat (Tigmotropisme).
2. Analisis dan Presentasi: Setiap kelompok menganalisis jenis rangsangan dan respons
yang terjadi, lalu mempresentasikannya di depan kelas.
3. Diskusi Faktor Internal & Eksternal: Guru memandu diskusi tentang bagaimana faktor-
faktor seperti nutrisi (internal) dan cahaya (eksternal) secara keseluruhan mengatur
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
● Kegiatan Penutup (20 menit):
1. Refleksi Akhir Bab: Peserta didik menuliskan jawaban singkat untuk pertanyaan:
"Setelah mempelajari bab ini, apa satu hal paling mengagumkan yang kamu sadari tentang
tumbuhan?"
2. Guru memberikan umpan balik dan menutup pembelajaran.
● Pertemuan 5: Asesmen Sumatif & Refleksi Bab (2 JP)
○ Kegiatan Awal (15 menit):
■ Guru menjelaskan teknis asesmen.
○ Kegiatan Inti (60 menit):
Asesmen Sumatif: Siswa mengerjakan soal esai
○ Kegiatan Penutup (15 menit):
■ Refleksi Menyeluruh Bab 3.
■ Umpan balik dari guru mengenai pembelajaran selama satu bab.
F. Asesmen
Jenis Asesmen Teknik dan Instrumen
Asesmen Awal - Tanya Jawab Klasikal: Mengidentifikasi pemahaman awal siswa tentang fungsi
(Diagnostik) organ-organ tumbuhan.
Asesmen - Penilaian Laporan Praktikum: Rubrik untuk menilai gambar pengamatan
Formatif jaringan dan analisis hasil eksperimen transpor air. - Penilaian Kinerja
(Proses) Kelompok: Observasi terhadap kemampuan kolaborasi dan kontribusi dalam
diskusi. - Penilaian Diagram/Tabel: Menilai keakuratan dan kelengkapan
diagram siklus hidup atau tabel perbandingan yang dibuat siswa. - Kuis
Singkat: Pertanyaan identifikasi jenis-jenis gerak pada tumbuhan.
Asesmen Sumatif - Uji Kompetensi Tertulis: Soal esai berbasis analisis yang meminta siswa
(Akhir menjelaskan proses transpor air secara lengkap atau membandingkan
Bab) mekanisme reproduksi pada dua kelompok tumbuhan yang berbeda.
ASESMEN SUMATIF
1. Sebutkan jenis-jenis jaringan pada tumbuhan dan jelaskan fungsi dari jaringan meristem!
2. Apa perbedaan utama antara xilem dan floem berdasarkan arah dan jenis zat yang diangkut?
3. Jelaskan perbedaan reproduksi generatif pada Gymnospermae dan Angiospermae!
4. Uraikan bagaimana jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim) membantu batang
tumbuhan berdiri tegak!
5. Jelaskan mekanisme naiknya air dari akar menuju daun melalui xilem dengan teori
transpirasi- tarik kohesi!
6. Bandingkan siklus hidup lumut dengan paku, terutama dalam hal dominasi fase gametofit
dan sporofit!
7. Mengapa pembuahan ganda hanya terjadi pada Angiospermae? Jelaskan prosesnya secara singkat!
8. Analisislah keterkaitan antara struktur akar serabut dengan kemampuannya menyerap air
pada tumbuhan monokotil!
9. Berikan penjelasan mengenai peran hormon tumbuhan dalam gerak fototropisme
dan geotropisme!
10. Hubungkan fenomena nasti (misalnya pada putri malu) dengan keuntungan adaptif bagi
tumbuhan tersebut dalam mempertahankan hidupnya!
G. Pengayaan dan Remedial
● Pengayaan:
○ Peserta didik yang cepat paham dapat diberikan proyek kecil: "Menyelidiki pengaruh
hormon auksin dengan melakukan stek pada tanaman" atau "Riset tentang teknologi kultur
jaringan dan kaitannya dengan sifat totipotensi sel tumbuhan".
○ Menganalisis artikel ilmiah sederhana tentang fotoperiodisme (pengaruh lama penyinaran
terhadap pembungaan).
● Remedial:
○ Bimbingan kelompok kecil untuk mengulang pengamatan jaringan tumbuhan dengan
preparat awetan yang lebih jelas.
○ Menonton ulang video animasi tentang metagenesis dengan panduan pertanyaan yang lebih
sederhana.
○ Membuat model sederhana xilem dan floem dari sedotan untuk memahami fungsinya
sebagai "pipa".
H. Refleksi Diri Peserta Didik dan Pendidik
● Refleksi Peserta Didik (di akhir bab):
1. Apa bagian paling menarik dari 'kehidupan rahasia' tumbuhan yang saya pelajari di bab ini?
2. Jika saya adalah sebutir air di dalam tanah, bisakah saya menceritakan perjalanan saya
hingga sampai ke daun?
3. Mengapa penting bagi kita untuk memahami cara tumbuhan tumbuh dan bereproduksi?
4. Satu pertanyaan yang masih ingin saya cari tahu lebih lanjut tentang tumbuhan adalah...
● Refleksi Pendidik:
1. Apakah kegiatan praktikum dan eksperimen berjalan efektif? Apa kendala yang dihadapi
(alat, waktu, pemahaman siswa)?
2. Bagaimana saya bisa membuat konsep abstrak seperti metagenesis menjadi lebih mudah
dipahami oleh semua siswa?
3. Apakah siswa sudah mampu menghubungkan antara struktur (misal: jaringan) dengan
fungsi (misal: transpor)? Di bagian mana mereka masih kesulitan?
4. Strategi diferensiasi apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan untuk pembelajaran
5. berikutnya?
Mengetahui, Jambi, 12 September 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(Romauli Simarmata, [Link]) (Rianty Telaumbanua, [Link])
NIP. ..................................... NIP. .....................................
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (MODUL AJAR) BIOLOGI KELAS XI
INFORMASI UMUM
Komponen Deskripsi
Nama Penyusun Rianty Telaumbanua, [Link]
Satuan Pendidikan SMA Nommensen Jambi
Tahun Ajaran 2025/2026
Mata Pelajaran Biologi
Kelas/Fase/Semester XI / F / Ganjil
Bab/Materi Bab 4: Proses Transpor dan Pertukaran Zat pada
Manusia
Alokasi Waktu 5 Pertemuan (13 JP @45 menit)
A. Identifikasi Murid
Kategori Deskripsi
Pengetahuan Peserta didik telah mempelajari sistem pencernaan, pernapasan, dan peredaran
Awal darah secara terpisah di jenjang SMP. Mereka memiliki pemahaman dasar
bahwa makanan dicerna, oksigen dihirup, dan darah mengalir. Namun, pemahaman
tentang keterkaitan sinergis antar sistem ini dalam proses transpor dan
pertukaran zat (nutrisi, gas, zat sisa) masih perlu dibangun secara mendalam.
Minat Minat peserta didik dapat diarahkan pada fenomena fisiologis yang mereka
alami langsung: mengapa napas dan detak jantung meningkat saat berolahraga,
bagaimana makanan memberikan energi, atau mengapa kita perlu buang air
kecil. Isu kesehatan seperti anemia, hipertensi, atau gangguan pernapasan juga
dapat menjadi titik masuk yang menarik.
Kebutuhan Peserta didik membutuhkan pembelajaran yang menekankan pada hubungan
Belajar sebab-akibat dan integrasi sistem. Mereka perlu aktivitas yang memungkinkan
mereka merasakan dan mengukur perubahan fisiologis pada tubuh sendiri
(misalnya, menghitung laju napas dan denyut nadi). Diagram alur, model, dan
studi kasus sangat penting untuk membantu mereka memvisualisasikan
bagaimana sistem-sistem yang berbeda bekerja sama.
B. Materi Pelajaran
1. Keterkaitan Sistem Organ: Memahami bagaimana sistem sirkulasi, pernapasan, pencernaan,
dan ekskresi bekerja sama untuk menjaga homeostasis tubuh.
2. Struktur dan Fungsi Organ: Tinjauan struktur kunci yang terlibat dalam pertukaran zat:
alveolus (paru-paru), vili usus (usus halus), nefron (ginjal), dan kapiler darah.
3. Proses Pertukaran Zat:
○ Pertukaran Gas: Difusi O₂ dan CO₂ di alveolus dan jaringan.
○ Penyerapan Nutrisi: Absorpsi sari-sari makanan di usus halus.
○ Pembentukan Urin: Proses filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi di ginjal.
4. Kelainan dan Gangguan: Studi kasus penyakit yang mengganggu proses transpor dan
pertukaran zat (misal: anemia, asma, gagal ginjal, diabetes).
C. Dimensi Profil Lulusan
Dimensi Elemen yang Dikembangkan
Beriman, Bertakwa Mensyukuri dan mengagumi mekanisme kerja sama antar sistem
kepada Tuhan YME, & organ yang terkoordinasi dengan sempurna untuk menopang
Berakhlak Mulia kehidupan, serta menjaga kesehatan sebagai bentuk syukur.
Gotong Royong Berkolaborasi dalam melakukan penyelidikan sederhana (misal:
mengukur laju napas), menganalisis data bersama, dan memecahkan
studi kasus penyakit.
Mandiri Bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan diri sendiri setelah
memahami pentingnya fungsi setiap sistem organ.
Bernalar Kritis Menganalisis data hasil pengukuran fisiologis, mengidentifikasi
hubungan antara aktivitas fisik dengan kebutuhan oksigen dan
nutrisi, serta mengevaluasi dampak gaya hidup terhadap kesehatan
sistem organ.
Kreatif Menghasilkan kampanye atau poster digital tentang gaya hidup sehat
untuk menjaga fungsi organ transpor dan pertukaran zat.
D. Desain Pembelajaran
Komponen Deskripsi
Capaian Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan peran antar sistem
Pembelajaran Fase organ (sirkulasi, pernapasan, pencernaan dan ekskresi) pada proses
F transport dan pertukaran zat pada tubuh manusia dan menyelidiki
fenomena terkait proses tersebut beserta kelainannya.
Lintas Disiplin Olahraga dan Kesehatan: Hubungan antara aktivitas fisik, kebugaran,
Ilmu dan efisiensi kerja sistem kardiorespirasi. Kimia: Reaksi pengikatan
oksigen oleh hemoglobin. Fisika: Prinsip difusi gas dan tekanan.
Tujuan 1. Menganalisis keterkaitan peran antara sistem sirkulasi, pernapasan,
Pembelajaran Bab pencernaan, dan ekskresi dalam proses transpor dan pertukaran zat. 2.
4 Menyelidiki faktor-faktor yang memengaruhi laju proses pertukaran zat
(misal: laju pernapasan). 3. Mengomunikasikan gagasan solusi untuk
menjaga kesehatan sistem organ yang terlibat dalam transpor dan
pertukaran zat melalui media kreatif.
Praktik Pedagogis Model Pembelajaran: Contextual Teaching and Learning (CTL) dan
(Pendekatan Deep Problem-Based Learning (PBL). Metode: Eksperimen, demonstrasi,
Learning) analisis data sekunder, studi kasus, pembuatan proyek kampanye
kesehatan.
Lingkungan Ruang kelas, laboratorium, lapangan sekolah (untuk aktivitas fisik), akses
Pembelajaran ke platform digital dan data kesehatan.
Pemanfaatan Aplikasi stopwatch atau pengukur detak jantung pada gawai, video
Digital animasi mekanisme pernapasan dan pencernaan, portal data kesehatan
(misal: Kemenkes) untuk studi kasus.
E. Pengalaman Belajar (Rincian per Pertemuan)
Blok 1: Mesin Tubuh Beraksi (Pertemuan 1-2)
Pertemuan 1 (3 JP): Mengapa Kita Terengah-engah?
● Kegiatan Awal (15 menit - Mindful & Meaningful Learning):
1. Peserta didik diajak berdiri dan melakukan aktivitas fisik ringan selama 2 menit (misal:
lari di tempat atau naik-turun bangku).
2. Setelah berhenti, mereka diminta untuk diam sejenak, meletakkan tangan di dada, dan
merasakan detak jantung serta laju napas mereka (Mindful Learning).
3. Pertanyaan pemantik: "Apa yang kalian rasakan pada detak jantung dan napas kalian?
Mengapa tubuh kita merespons seperti itu saat beraktivitas?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Penyelidikan Terpandu (Aktivitas 4.1 & 4.2): Secara berkelompok, peserta didik
mengukur dan membandingkan laju denyut nadi dan frekuensi pernapasan dalam tiga
kondisi: istirahat, setelah berjalan santai, dan setelah berlari cepat.
2. Analisis Data: Peserta didik mencatat data dalam tabel dan membuat grafik batang
sederhana untuk memvisualisasikan perbedaan.
3. Diskusi Kritis: Guru memandu diskusi dengan pertanyaan: "Mengapa laju napas dan
denyut jantung meningkat seiring beratnya aktivitas? Sistem organ apa saja yang terlibat
dalam fenomena ini? Bagaimana mereka bekerja sama?"
4. Membangun Konsep: Guru memperkenalkan konsep bahwa otot yang bekerja lebih keras
butuh lebih banyak energi, yang berasal dari nutrisi dan oksigen. Oksigen diangkut oleh
sistem pernapasan dan diedarkan bersama nutrisi oleh sistem sirkulasi. Proses ini
menghasilkan zat sisa yang harus dibuang oleh sistem ekskresi dan pernapasan.
● Kegiatan Penutup (20 menit):
1. Peserta didik secara berkelompok membuat diagram alur sederhana yang menunjukkan
keterkaitan antara aktivitas fisik -> kebutuhan energi -> sistem pernapasan -> sistem
sirkulasi.
2. Refleksi: "Apa yang terjadi jika salah satu dari sistem ini tidak berfungsi dengan baik saat
kita berolahraga?"
Pertemuan 2 (2 JP): Jalan Tol Nutrisi dan Oksigen
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru mereviu diagram alur dari pertemuan sebelumnya.
2. Pertanyaan pemantik: "Kita tahu nutrisi dan oksigen perlu diantar ke seluruh sel. Di mana
'pintu masuk' nutrisi dan oksigen ke dalam 'jalan tol' (peredaran darah) kita?"
● Kegiatan Inti (60 menit - Meaningful Learning):
1. Eksplorasi Struktur Pertukaran: Peserta didik dibagi menjadi kelompok "ahli" untuk
mendalami struktur kunci pertukaran zat menggunakan gambar detail, model, atau video:
■ Ahli Alveolus: Menganalisis struktur alveolus yang berdinding tipis dan dikelilingi
kapiler.
■ Ahli Vili Usus: Menganalisis struktur vili dan mikrovili yang memperluas permukaan
penyerapan.
2. Diskusi Kelompok Asal: Para ahli kembali ke kelompok asal dan menjelaskan temuan
mereka.
3. Analisis Terpadu: Guru menampilkan gambar skematik yang menunjukkan aliran darah
dari usus (kaya nutrisi) dan dari paru-paru (kaya oksigen) menuju jantung untuk diedarkan.
Peserta didik menganalisis gambar tersebut untuk memahami integrasi sistem.
● Kegiatan Penutup (15 menit):
1. Diskusi kelas: "Apa persamaan fundamental antara struktur alveolus dan vili usus yang
membuat keduanya sangat efisien untuk pertukaran zat?" (Jawaban: dinding sangat tipis,
luas permukaan besar, dekat dengan pembuluh darah).
Blok 2: Manajemen Limbah dan Isu Kesehatan (Pertemuan 3-4)
Pertemuan 3 (3 JP): Pusat Daur Ulang dan Pembuangan Tubuh
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Pertanyaan pemantik: "Setelah sel menggunakan nutrisi dan oksigen, apa yang dihasilkan?
Ke mana 'sampah' sisa metabolisme ini dibuang agar tidak meracuni tubuh?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Meaningful Learning):
1. Eksplorasi Sistem Ekskresi: Guru menjelaskan peran ginjal sebagai "filter" darah.
Peserta didik menganalisis diagram struktur nefron.
2. Studi Kasus: Dari Darah Menjadi Urin: Peserta didik menelusuri alur zat-zat dalam
darah (air, glukosa, urea, garam) saat melewati nefron:
■ Mana yang disaring di glomerulus? (Hampir semua kecuali sel darah dan protein besar).
■ Mana yang diserap kembali (reabsorpsi)? (Glukosa, air, garam yang masih dibutuhkan).
■ Mana yang sengaja dibuang (augmentasi)? (Urea, kelebihan garam dan air).
3. Praktikum Uji Makanan (Aktivitas 4.10): Untuk mengaitkan nutrisi yang masuk dengan
energi, peserta didik melakukan uji karbohidrat pada beberapa bahan makanan. Ini
memperkuat pemahaman tentang zat yang perlu diangkut.
● Kegiatan Penutup (20 menit):
1. Peserta didik melengkapi diagram alur dari pertemuan pertama dengan menambahkan
sistem pencernaan dan ekskresi, menciptakan sebuah peta sistem yang terintegrasi.
Pertemuan 4 (2 JP): Ketika Sistem Terganggu
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru menampilkan data atau berita singkat tentang prevalensi penyakit seperti anemia
atau diabetes di Indonesia.
2. Pertanyaan pemantik: "Penyakit-penyakit ini terdengar berbeda, tetapi sebenarnya mereka
semua terkait dengan gangguan pada sistem transpor dan pertukaran zat. Bagaimana bisa?"
● Kegiatan Inti (60 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL): Secara berkelompok, peserta didik memilih
satu studi kasus penyakit:
■ Kasus Anemia: Bagaimana kekurangan sel darah merah mengganggu transpor
oksigen? Apa dampaknya bagi tubuh?
■ Kasus Asma: Bagaimana penyempitan saluran napas mengganggu pertukaran gas di
paru-paru?
■ Kasus Diabetes: Bagaimana ketidakmampuan sel mengambil glukosa dari darah
mengganggu metabolisme energi?
2. Riset dan Solusi: Kelompok melakukan riset singkat untuk memahami mekanisme
penyakit dan merumuskan gagasan kampanye gaya hidup sehat untuk mencegahnya.
3. Proyek Kreatif (Aktivitas 4.13): Peserta didik menuangkan hasil riset dan gagasan
kampanye mereka ke dalam sebuah poster digital, infografis, atau video pendek.
● Kegiatan Penutup (15 menit):
1. Pameran Karya: Kelompok mempresentasikan hasil proyek kreatif mereka.
2. Refleksi akhir: "Setelah mempelajari bab ini, satu kebiasaan sehat yang akan saya mulai
terapkan adalah..."
● Pertemuan 5: Asesmen Sumatif & Refleksi Bab (3 JP)
○ Kegiatan Awal (15 menit):
■ Guru menjelaskan teknis asesmen.
○ Kegiatan Inti (100 menit):
Asesmen Sumatif: Siswa mengerjakan soal esai
○ Kegiatan Penutup (20 menit):
■ Refleksi Menyeluruh Bab 4.
■ Umpan balik dari guru mengenai pembelajaran selama satu bab.
F. Asesmen
Jenis Asesmen Teknik dan Instrumen
Asesmen Awal - Aktivitas Fisik dan Tanya Jawab: Mengukur pemahaman intuitif siswa
(Diagnostik) tentang hubungan aktivitas fisik dengan respons tubuh.
Asesmen - Penilaian Laporan Penyelidikan: Rubrik untuk menilai tabel data, grafik,
Formatif dan analisis hasil pengukuran laju napas/nadi. - Penilaian Diagram Alur:
(Proses) Menilai kemampuan siswa dalam memvisualisasikan keterkaitan antar sistem
organ. - Penilaian Partisipasi Diskusi: Catatan anekdotal tentang kualitas
argumen dalam analisis studi kasus. - Penilaian Laporan Praktikum Uji
Makanan.
Asesmen - Penilaian Proyek Kreatif: Rubrik untuk menilai poster/video kampanye
Sumatif (Akhir kesehatan (kebenaran konsep, kreativitas, kejelasan pesan). - Uji Kompetensi
Bab) Tertulis: Soal esai yang meminta siswa untuk melacak perjalanan sebutir
molekul oksigen dari udara bebas hingga digunakan oleh sel otot, dengan
menyebutkan semua sistem organ yang terlibat.
ASESMEN SUMATIF
1. Jelaskan fungsi utama alveolus pada sistem pernapasan!
2. Apa perbedaan antara proses filtrasi dan reabsorpsi pada ginjal?
3. Sebutkan dua contoh kelainan pada sistem pernapasan yang dapat mengganggu pertukaran gas!
4. Bagaimana hubungan antara sistem pencernaan dan sistem peredaran darah dalam penyerapan
dan distribusi nutrisi?
5. Jelaskan peran vili usus dalam meningkatkan efisiensi penyerapan sari-sari makanan!
6. Uraikan mekanisme difusi oksigen dan karbon dioksida di alveolus paru-paru!
7. Bagaimana sistem ekskresi (ginjal) membantu sistem sirkulasi dalam menjaga homeostasis tubuh?
8. Analisislah bagaimana gangguan pada salah satu sistem organ (misalnya gagal ginjal)
dapat memengaruhi kerja sistem organ lain dalam menjaga homeostasis!
9. Hubungkan struktur kapiler darah dengan fungsinya dalam pertukaran zat antara darah dan sel-
sel tubuh!
10. Studi kasus: Seorang pasien menderita anemia. Jelaskan mengapa penyakit ini dapat
menyebabkan sesak napas dan cepat lelah, ditinjau dari proses pertukaran gas dan
distribusi oksigen dalam tubuh!
G. Pengayaan dan Remedial
● Pengayaan:
○ Peserta didik dapat melakukan riset lebih dalam tentang "Bagaimana adaptasi fisiologis
tubuh pendaki gunung di dataran tinggi terkait transpor oksigen?" atau "Menganalisis
kandungan gizi pada label makanan kemasan dan menghubungkannya dengan kebutuhan
energi harian".
● Remedial:
○ Bimbingan kelompok kecil untuk kembali membedah diagram sistem organ dengan
menggunakan analogi yang lebih sederhana (misal: tubuh adalah sebuah rumah, sistem
pencernaan adalah dapur, pernapasan adalah ventilasi, sirkulasi adalah kurir, ekskresi
adalah tempat sampah).
○ Mengulang kegiatan pengukuran laju napas/nadi dengan bimbingan langkah demi langkah.
H. Refleksi Diri Peserta Didik dan Pendidik
● Refleksi Peserta Didik (di akhir bab):
1. Bagaimana pemahamanku tentang "bekerja sama" berubah setelah melihat cara kerja
sistem organ tubuhku?
2. Kebiasaan makanku sehari-hari, apakah sudah mendukung kerja sistem organku secara
optimal? Apa yang perlu aku ubah?
3. Mengapa menjaga kesehatan satu organ (misal: paru-paru) sangat penting untuk kesehatan
seluruh tubuh?
4. Apa satu hal yang bisa saya lakukan hari ini untuk berterima kasih kepada tubuh saya?
● Refleksi Pendidik:
1. Apakah kegiatan penyelidikan fisiologis (mengukur nadi/napas) berhasil membuat siswa
merasakan langsung konsep yang dipelajari?
2. Bagaimana saya dapat membantu siswa yang kesulitan memvisualisasikan hubungan antar
sistem yang tidak terlihat?
3. Apakah pemilihan studi kasus penyakit sudah relevan dan menarik bagi siswa?
4. Sejauh mana proyek kampanye kesehatan berhasil mendorong siswa tidak hanya tahu, tetapi
5. juga mau menerapkan gaya hidup sehat?
Mengetahui, Jambi, 12 September 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(Romauli Simarmata, [Link]) (Rianty Telaumbanua, [Link])
NIP. ..................................... NIP. .....................................
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (MODUL AJAR) BIOLOGI KELAS XI
INFORMASI UMUM
Komponen Deskripsi
Nama Penyusun Rianty Telaumbanua, [Link]
Satuan Pendidikan SMA Nommensen Jambi
Tahun Ajaran 2025/2026
Mata Pelajaran Biologi
Kelas/Fase/Semester XI / F / Genap
Bab/Materi Bab 5: Sistem Pertahanan Tubuh terhadap
Penyakit
Alokasi Waktu 5 Pertemuan (12 JP @45 menit)
A. Identifikasi Murid
Kategori Deskripsi
Pengetahuan Peserta didik memiliki pengalaman pribadi dengan sakit (misal: flu, demam)
Awal dan proses penyembuhan. Mereka pernah mendengar istilah "antibodi" dan
"vaksin", terutama pasca-pandemi. Pengetahuan tentang sel darah dari bab
sebelumnya menjadi fondasi penting. Namun, pemahaman tentang
mekanisme pertahanan berlapis (fisik, kimiawi, seluler), perbedaan imunitas
spesifik dan non-spesifik, serta peran berbagai jenis sel imun masih sangat
awam.
Minat Minat peserta didik sangat relevan dengan isu kesehatan terkini. Topik seperti
cara kerja vaksin, alasan mengapa orang bisa alergi, penyakit autoimun, dan
cara meningkatkan daya tahan tubuh sangat menarik bagi mereka. Analogi
sistem pertahanan tubuh sebagai "pasukan militer" juga dapat memicu
imajinasi dan minat.
Kebutuhan Konsep sistem imun melibatkan banyak istilah dan proses yang kompleks.
Belajar Peserta didik membutuhkan visualisasi yang kuat melalui animasi, diagram,
dan model. Studi kasus yang nyata (vaksinasi, tes golongan darah, tes antigen)
akan membuat pembelajaran menjadi bermakna. Kegiatan yang bersifat
interaktif seperti simulasi dan permainan peran dapat membantu mereka
memahami interaksi antar komponen sistem imun.
B. Materi Pelajaran
1. Sistem Pertahanan Non-spesifik (Bawaan):
○ Pertahanan Lapis Pertama: Fisik (kulit, membran mukosa) dan Kimiawi (lisozim,
asam lambung).
○ Pertahanan Lapis Kedua: Respon inflamasi (peradangan), sel fagosit (neutrofil,
makrofag), dan protein antimikroba.
2. Sistem Pertahanan Spesifik (Adaptif):
○ Pengenalan Antigen dan Antibodi: Konsep antigen sebagai "penanda asing" dan
antibodi sebagai "senjata spesifik".
○ Imunitas Humoral: Peran Limfosit B dalam memproduksi antibodi.
○ Imunitas Seluler: Peran Limfosit T dalam menghancurkan sel terinfeksi.
○ Sel Memori: Dasar dari imunitas jangka panjang.
3. Aplikasi dan Gangguan:
○ Imunisasi (Vaksinasi): Mekanisme imunitas aktif buatan.
○ Golongan Darah: Reaksi antigen-aglutinogen.
○ Gangguan Sistem Imun: Alergi, penyakit autoimun, dan imunodefisiensi (misal: AIDS).
C. Dimensi Profil Lulusan
Dimensi Elemen yang Dikembangkan
Beriman, Bertakwa Mengagumi kecerdasan dan kompleksitas sistem pertahanan
tubuh kepada Tuhan YME, & dalam melindungi diri dari ancaman tak kasat mata, sebagai
salah Berakhlak Mulia satu karunia Tuhan.
Gotong Royong Berkolaborasi dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus,
melakukan simulasi, dan menyusun kampanye tentang pentingnya
vaksinasi.
Mandiri Menunjukkan tanggung jawab untuk mencari informasi yang
valid dan terpercaya mengenai isu-isu kesehatan dan imunitas.
Bernalar Kritis Menganalisis data tentang efektivitas vaksin, membedakan fakta
dan mitos tentang sistem imun, dan mengevaluasi mekanisme kerja
berbagai jenis tes kesehatan (golongan darah, tes antigen).
Kreatif Merancang model atau diagram yang menjelaskan
mekanisme respon imun secara sederhana dan mudah
dipahami.
D. Desain Pembelajaran
Komponen Deskripsi
Capaian Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan peran antar komponen
Pembelajaran Fase penyusun sistem pertahanan tubuh pada manusia dan menyelidiki
F peran dan proses sistem tubuh dan kaitannya dengan penyakit.
Lintas Disiplin Kesehatan Masyarakat: Epidemiologi, program vaksinasi, dan
Ilmu pencegahan penyakit menular. Kimia: Struktur protein pada antigen dan
antibodi. Sosiologi: Respons masyarakat terhadap program kesehatan
seperti vaksinasi.
Tujuan 1. Menganalisis mekanisme pertahanan tubuh non-spesifik dan spesifik
Pembelajaran Bab dalam merespons infeksi patogen. 2. Menyelidiki prinsip dasar reaksi
5 antigen-antibodi melalui studi kasus penentuan golongan darah. 3.
Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang isu kesehatan
masyarakat yang berkaitan dengan sistem pertahanan tubuh (misal:
pentingnya imunisasi).
Praktik Pedagogis Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL) dan Cooperative
(Pendekatan Deep Learning (Model Jigsaw). Metode: Analisis studi kasus, simulasi,
Learning) permainan peran, diskusi, riset mini, pembuatan proyek.
Lingkungan Ruang kelas, laboratorium (untuk uji golongan darah jika
Pembelajaran memungkinkan), akses internet untuk riset dan video.
Pemanfaatan
Video animasi tentang respon imun, simulasi virtual uji golongan
Digital
darah, platform pembuatan poster/infografis digital.
E. Pengalaman Belajar (Rincian per Pertemuan)
Blok 1: Lini Pertahanan Pertama (Pertemuan 1-2)
Pertemuan 1 (2 JP): Benteng Pertahanan Tubuh
● Kegiatan Awal (15 menit - Meaningful Learning):
1. Guru meminta siswa mengingat kapan terakhir kali mereka terluka (misal: tergores)
dan bertanya, "Apa yang terjadi pada luka itu setelah beberapa hari? Mengapa luka
kecil umumnya bisa sembuh sendiri tanpa obat?"
2. Pertanyaan pemantik: "Setiap hari kita terpapar jutaan kuman, bakteri, dan virus. Mengapa
kita tidak sakit setiap hari? Apa yang melindungi kita?"
● Kegiatan Inti (60 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Analogi Benteng Kerajaan: Guru memperkenalkan sistem imun dengan analogi
sebuah kerajaan yang memiliki berbagai lapis pertahanan.
2. Eksplorasi Pertahanan Lapis Pertama (Fisik & Kimia): Peserta didik secara
berkelompok menganalisis peran:
■ Tembok Tinggi (Kulit): Mengapa kulit sulit ditembus kuman?
■ Parit (Membran Mukosa & Lendir): Bagaimana lendir di hidung dan tenggorokan
menangkap kotoran?
■ Penjaga Kimiawi (Lisozim, Asam Lambung): Di mana saja cairan pembunuh
kuman ini ditemukan di tubuh kita?
3. Studi Kasus Inflamasi (Pertahanan Lapis Kedua): Guru menampilkan gambar atau
video singkat tentang luka yang meradang (bengkak, merah, panas, nyeri). Peserta
didik mendiskusikan: "Mengapa peradangan justru merupakan tanda bahwa tubuh
sedang 'bertarung' melawan infeksi?"
● Kegiatan Penutup (15 menit - Mindful Learning):
1. Diskusi kelas: "Tindakan sederhana apa yang bisa kita lakukan setiap hari untuk
membantu kerja 'benteng pertahanan' lapis pertama kita?" (misal: mencuci
tangan, menjaga kebersihan).
2. Refleksi: "Satu hal yang saya syukuri dari sistem pertahanan bawaan saya adalah..."
Pertemuan 2 (3 JP): Pasukan Elit Pengenalan Musuh
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru mereviu tentang pertahanan non-spesifik yang "memukul rata" semua jenis musuh.
2. Pertanyaan pemantik: "Jika ada musuh yang berhasil lolos dari pertahanan awal, apakah
tubuh punya 'pasukan khusus' yang bisa mengenali dan mengingat musuh secara
spesifik?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Meaningful Learning):
1. Konsep Antigen & Antibodi: Guru menjelaskan konsep antigen sebagai "seragam"
atau "bendera" musuh dan antibodi sebagai "senjata" yang kuncinya pas dengan
"seragam" tersebut.
2. Studi Kasus Golongan Darah (Aktivitas 5.4 & 5.5): Ini adalah aplikasi nyata dari
reaksi antigen-antibodi.
■ Guru menjelaskan bahwa permukaan sel darah merah memiliki antigen (A, B)
dan plasma darah memiliki antibodi (anti-A, anti-B).
■ Peserta didik melakukan simulasi virtual uji golongan darah atau menganalisis data
hasil uji. Mereka menentukan golongan darah berdasarkan ada atau tidaknya
penggumpalan (aglutinasi).
■ Diskusi kritis: "Mengapa orang bergolongan darah O disebut donor universal?
Mengapa orang bergolongan darah AB disebut resipien universal?"
● Kegiatan Penutup (20 menit):
1. Peserta didik mengerjakan soal latihan tentang skenario transfusi darah untuk
menguji pemahaman.
2. Guru menekankan bahwa prinsip pengenalan spesifik ini adalah dasar dari sistem imun
adaptif.
Blok 2: Strategi Perang dan Memori Jangka Panjang (Pertemuan 3-4)
Pertemuan 3 (2 JP): Limfosit B dan T, Sang Jenderal Perang
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru menampilkan gambar sel darah putih (leukosit) dan bertanya, "Dari berbagai
jenis sel darah putih ini, mana yang berperan sebagai 'pasukan khusus'?"
● Kegiatan Inti (60 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Model Jigsaw Koperasi: Peserta didik dibagi menjadi kelompok "ahli":
■ Ahli Limfosit B (Pabrik Senjata): Mempelajari bagaimana Limfosit B
diaktifkan, berubah menjadi sel plasma, dan memproduksi antibodi secara massal
(Imunitas Humoral).
■ Ahli Limfosit T (Pasukan Pembunuh & Komandan): Mempelajari peran Limfosit
T sitotoksik (pembunuh sel terinfeksi) dan Limfosit T helper (komandan yang
mengaktifkan sel B dan T lainnya) (Imunitas Seluler).
2. Diskusi Kelompok Asal: Para ahli kembali ke kelompok asal dan saling
mengajarkan peran masing-masing "pasukan".
3. Permainan Peran: Setiap kelompok membuat skenario sederhana dan memerankan
proses respons imun. Misal: satu siswa menjadi virus (antigen), satu menjadi
makrofag,
satu menjadi Limfosit T helper, satu menjadi Limfosit B, dan yang lain menjadi antibodi.
● Kegiatan Penutup (15 menit):
1. Diskusi kelas untuk mengklarifikasi alur kerja sama antara berbagai sel imun.
2. Guru menekankan adanya sel memori yang terbentuk setelah "perang" pertama.
Pertemuan 4 (3 JP): Vaksinasi dan Gangguan Sistem Imun
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Pertanyaan pemantik: "Mengapa orang yang pernah kena cacar air jarang sekali
terkena lagi? Apa hubungannya dengan 'sel memori' yang kita bahas kemarin?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Meaningful Learning):
1. Mekanisme Vaksinasi: Guru menjelaskan bahwa vaksin adalah "latihan perang" bagi
sistem imun. Vaksin berisi antigen yang dilemahkan atau dimatikan, cukup untuk
memicu pembentukan sel memori tanpa menyebabkan sakit parah.
2. Analisis Grafik Respons Imun Primer vs Sekunder (Aktivitas 5.7): Peserta didik
menganalisis grafik yang menunjukkan bahwa respons imun pada paparan kedua
(atau setelah vaksinasi) jauh lebih cepat dan kuat.
3. Studi Kasus Gangguan Imun: Secara berkelompok, peserta didik melakukan riset mini
tentang salah satu topik:
■ Alergi: Mengapa sistem imun bereaksi berlebihan terhadap hal yang tidak berbahaya
(misal: debu, serbuk sari)?
■ Penyakit Autoimun (misal: Lupus): Mengapa sistem imun salah mengenali
dan menyerang sel tubuh sendiri?
4. Proyek Kampanye (Aktivitas 5.9 & 5.10): Berdasarkan pemahaman tentang vaksinasi,
setiap kelompok merancang satu pesan kunci untuk kampanye "Pentingnya Imunisasi" dan
menuangkannya dalam slogan atau gambar sederhana.
● Kegiatan Penutup (20 menit - Mindful Learning):
1. Presentasi singkat hasil kampanye setiap kelompok.
2. Refleksi akhir bab: "Setelah mempelajari sistem pertahanan tubuh, bagaimana cara
saya menghargai kesehatan saya dengan lebih baik?"
● Pertemuan 5: Asesmen Sumatif & Refleksi Bab (2 JP)
○ Kegiatan Awal (15 menit):
■ Guru menjelaskan teknis asesmen.
○ Kegiatan Inti (60 menit):
Asesmen Sumatif: Siswa mengerjakan soal esai
○ Kegiatan Penutup (20 menit):
■ Refleksi Menyeluruh Bab 5.
■ Umpan balik dari guru mengenai pembelajaran selama satu bab.
F. Asesmen
Jenis Asesmen Teknik dan Instrumen
Asesmen Awal - Tanya Jawab Klasikal: Menggali pemahaman dan pengalaman siswa
(Diagnostik) tentang sakit, sembuh, dan vaksin.
Asesmen - Penilaian Partisipasi Diskusi: Catatan anekdotal tentang keaktifan dalam
Formatif diskusi kelompok (Jigsaw, studi kasus). - Penilaian Simulasi/Permainan
(Proses) Peran: Observasi terhadap pemahaman alur kerja sistem imun. - Penilaian
Analisis Data: Kemampuan menafsirkan data uji golongan darah dan grafik
respons imun.
Asesmen - Uji Kompetensi Tertulis: Soal esai yang meminta siswa menjelaskan alur
Sumatif (Akhir respons imun dari masuknya patogen hingga terbentuknya imunitas, atau
Bab) membandingkan imunitas aktif dan pasif. - Penilaian Proyek Kampanye:
Menilai slogan/gambar kampanye berdasarkan kebenaran konsep dan
kreativitas.
ASESMEN SUMATIF
1. Sebutkan dua contoh pertahanan tubuh lapis pertama secara fisik dan kimiawi, lalu
jelaskan fungsinya!
2. Apa yang dimaksud dengan antigen dan antibodi? Berikan contohnya!
3. Jelaskan perbedaan utama antara imunitas bawaan (non-spesifik) dan imunitas adaptif
(spesifik)!
4. Bagaimana proses respon inflamasi (peradangan) terjadi ketika kulit terluka dan terinfeksi?
5. Jelaskan peran limfosit B dalam imunitas humoral dan hubungkan dengan produksi antibodi!
6. Bagaimana mekanisme kerja limfosit T sitotoksik dalam menghancurkan sel tubuh yang
terinfeksi virus?
7. Mengapa vaksinasi dikatakan sebagai bentuk imunitas aktif buatan? Jelaskan mekanismenya
secara singkat!
8. Analisislah bagaimana peran sel memori menjelaskan mengapa seseorang yang pernah
terinfeksi penyakit tertentu tidak mudah sakit lagi oleh penyakit yang sama.
9. Jelaskan mekanisme reaksi yang terjadi apabila seseorang dengan golongan darah A
menerima transfusi darah dari orang bergolongan darah B!
10. Studi kasus: Seorang pasien mengalami AIDS. Jelaskan bagaimana penyakit ini
melemahkan sistem imun tubuh, dengan menekankan peran sel yang diserang oleh virus
HIV!
G. Pengayaan dan Remedial
● Pengayaan:
○ Peserta didik dapat melakukan riset tentang: "Bagaimana cara kerja antibodi monoklonal
dalam pengobatan kanker?" atau "Sejarah penemuan vaksin pertama oleh Edward
Jenner".
○ Menganalisis data statistik dari Kemenkes atau WHO tentang cakupan imunisasi dan
dampaknya terhadap penurunan angka penyakit tertentu.
● Remedial:
○ Bimbingan kelompok kecil untuk menggambar ulang alur respons imun langkah
demi langkah.
○ Menggunakan kartu-kartu peran (kartu antigen, kartu sel B, kartu sel T, kartu antibodi)
untuk menyusun urutan kejadian saat terjadi infeksi.
○ Menonton ulang video animasi dengan panduan pertanyaan yang fokus pada
satu mekanisme spesifik.
H. Refleksi Diri Peserta Didik dan Pendidik
● Refleksi Peserta Didik (di akhir bab):
1. Jika tubuhku adalah sebuah negara, bagian mana dari 'pasukan pertahanan' yang
paling aku kagumi? Mengapa?
2. Bagaimana pemahamanku tentang vaksin berubah setelah mempelajari bab ini?
3. Apa yang akan aku jelaskan kepada teman atau keluarga yang masih ragu
tentang pentingnya imunisasi?
4. Satu pertanyaan tentang sistem imun yang masih membuatku penasaran adalah...
● Refleksi Pendidik:
1. Apakah analogi dan permainan peran efektif dalam menyederhanakan konsep yang
kompleks?
2. Bagaimana saya menangani pertanyaan sensitif atau misinformasi seputar vaksin dan
kesehatan di kelas?
3. Apakah siswa sudah dapat membedakan dengan jelas antara imunitas humoral dan seluler?
Di mana letak kesulitan utama mereka?
4. Sejauh mana pembelajaran ini berhasil membangun nalar kritis siswa dalam menyikapi
5. isu-isu kesehatan di masyarakat?
Mengetahui, Jambi, 12 September 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(Romauli Simarmata, [Link]) (Rianty Telaumbanua, [Link])
NIP. ..................................... NIP. .....................................
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (MODUL AJAR) BIOLOGI KELAS XI
INFORMASI UMUM
Komponen Deskripsi
Nama Penyusun Rianty Telaumbanua, [Link]
Satuan Pendidikan SMA Nommensen Jambi
Tahun Ajaran 2025/2026
Mata Pelajaran Biologi
Kelas/Fase/Semester XI / F / Genap
Bab/Materi Bab 6: Mobilitas pada Manusia
Alokasi Waktu 5 Pertemuan (13 JP @45 menit)
A. Identifikasi Murid
Kategori Deskripsi
Pengetahuan Peserta didik telah mempelajari sistem gerak (tulang, otot, sendi) di jenjang SMP.
Awal Mereka tahu bahwa tulang adalah alat gerak pasif dan otot adalah alat gerak
aktif. Konsep sistem saraf mungkin masih sangat abstrak, terbatas pada
pengetahuan bahwa otak adalah pusat kendali. Pemahaman tentang neuron,
impuls listrik, dan bagaimana perintah dari otak bisa sampai ke otot untuk
menghasilkan gerakan masih perlu dibangun dari dasar.
Minat Minat peserta didik dapat digali melalui aktivitas yang mereka sukai, seperti
olahraga, menari, atau bermain game. Fenomena seperti refleks (mengapa kita
menarik tangan saat terkena panas), cedera olahraga (patah tulang, kram otot),
dan cara atlet melatih gerakan presisi bisa menjadi pemicu rasa ingin tahu.
Kebutuhan Peserta didik membutuhkan pembelajaran kinestetik yang memungkinkan
Belajar mereka merasakan dan menganalisis gerakan tubuh sendiri. Penggunaan model
(torso, model rangka, model sendi) dan alat peraga sangat penting. Untuk konsep
sistem saraf yang abstrak, visualisasi melalui video animasi mekanisme impuls
saraf dan permainan simulasi sangat membantu.
B. Materi Pelajaran
1. Sistem Saraf sebagai Pusat Komando:
○ Struktur dan Fungsi Neuron: Dendrit, badan sel, akson, dan sinapsis.
○ Mekanisme Impuls Saraf: Konsep potensial aksi dan penghantaran impuls.
○ Sistem Saraf Pusat: Otak (bagian-bagian utama dan fungsinya) dan sumsum tulang
belakang.
○ Sistem Saraf Tepi: Saraf sadar (somatik) dan tak sadar (otonom).
2. Sistem Gerak sebagai Pelaksana:
○ Rangka: Fungsi rangka, jenis-jenis tulang, dan persendian (sendi).
○ Otot: Struktur otot lurik, mekanisme kontraksi (model pergeseran filamen), dan sifat kerja
otot (antagonis).
3. Keterkaitan Sistem Saraf dan Gerak:
○ Mekanisme Gerak Sadar: Alur perintah dari otak hingga kontraksi otot.
○ Gerak Refleks: Lengkung refleks dan perbedaannya dengan gerak sadar.
4. Gangguan dan Kelainan: Patah tulang, osteoporosis, kram, tetanus, stroke, dan penyakit
neurodegeneratif (misal: Parkinson).
C. Dimensi Profil Lulusan
Dimensi Elemen yang Dikembangkan
Beriman, Bertakwa Mengagumi koordinasi yang luar biasa antara sistem saraf dan
kepada Tuhan YME, & sistem gerak yang memungkinkan setiap gerakan, dari yang
Berakhlak Mulia sederhana hingga kompleks, sebagai bukti kesempurnaan ciptaan
Tuhan.
Gotong Royong Bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan praktikum refleks,
menganalisis data, dan merancang model sendi.
Mandiri Menunjukkan tanggung jawab untuk menjaga kesehatan tulang dan
otot melalui gaya hidup aktif dan nutrisi yang tepat.
Bernalar Kritis Menganalisis mekanisme kontraksi otot, membedakan alur gerak
sadar dan gerak refleks, serta mengevaluasi penyebab dan dampak
dari berbagai gangguan mobilitas.
Kreatif Merancang dan membuat model sendi yang dapat bergerak untuk
menjelaskan prinsip kerja sendi diartrosis.
D. Desain Pembelajaran
Komponen Deskripsi
Capaian Peserta didik mampu merumuskan pertanyaan dan hipotesis tentang
Pembelajaran Fase keterkaitan organ dalam sistem saraf dan gerak pada manusia
F dengan fungsinya, merencanakan penyelidikan, dan menganalisis
kelainan atau gangguan terkait.
Lintas Disiplin Ilmu Fisika: Prinsip tuas dan pengungkit pada kerja tulang dan sendi. Kimia:
Peran ion kalsium (Ca²⁺) dan ATP dalam kontraksi otot. Olahraga:
Biomekanika gerak, pencegahan cedera, dan peningkatan performa.
Tujuan 1. Menganalisis keterkaitan antara struktur dan fungsi organ penyusun
Pembelajaran Bab 6 sistem saraf dan sistem gerak. 2. Merencanakan dan melakukan
penyelidikan sederhana tentang gerak refleks pada manusia. 3.
Menganalisis kelainan atau gangguan yang terkait dengan sistem saraf dan
gerak melalui studi kasus.
Praktik Pedagogis Model Pembelajaran: Experiential Learning (Pembelajaran Berbasis
(Pendekatan Deep Pengalaman) dan Inquiry-Based Learning. Metode: Praktikum,
Learning) demonstrasi, pembuatan model, analisis video, studi kasus.
Lingkungan Ruang kelas, laboratorium, lapangan sekolah, akses ke platform digital.
Pembelajaran
Pemanfaatan Digital Video animasi 3D tentang mekanisme kontraksi otot dan penghantaran
impuls saraf, simulasi virtual laboratorium tentang refleks, aplikasi
anatomi 3D.
E. Pengalaman Belajar (Rincian per Pertemuan)
Blok 1: Pusat Komando dan Jaringannya (Pertemuan 1-2)
Pertemuan 1 (3 JP): Sang Komandan dan Kabel-kabelnya
● Kegiatan Awal (15 menit - Meaningful Learning):
1. Guru meminta seorang siswa untuk maju ke depan dan melakukan gerakan sederhana yang
diinstruksikan (misal: "Angkat tangan kananmu").
2. Pertanyaan pemantik: "Bagaimana perintah dari mulut saya bisa berubah menjadi gerakan
tangan teman kalian? Perjalanan seperti apa yang terjadi di dalam tubuhnya dalam
sepersekian detik?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Eksplorasi Sistem Saraf: Guru memperkenalkan otak sebagai "komandan" dan saraf
sebagai "kabel" yang membawa pesan. Peserta didik mengamati model/torso otak dan
sumsum tulang belakang.
2. Mengenal Neuron: Peserta didik menganalisis gambar struktur neuron dan fungsinya
masing-masing (dendrit: penerima, badan sel: pemroses, akson: pengirim).
3. Simulasi Impuls Saraf: Peserta didik melakukan simulasi sederhana dengan berbaris dan
saling menepuk pundak secara berurutan untuk menggambarkan bagaimana "pesan"
(impuls) dihantarkan sepanjang "kabel" (saraf).
4. Analisis Video: Peserta didik menonton video animasi tentang potensial aksi (impuls listrik)
dan peran sinapsis dalam mentransfer informasi antar neuron.
● Kegiatan Penutup (20 menit - Mindful Learning):
1. Diskusi kelas: "Apa yang akan terjadi jika 'kabel' saraf putus atau 'konektor' sinapsis
rusak?" (Mengarah ke konsep kelumpuhan).
2. Refleksi: "Satu hal luar biasa yang saya pelajari tentang kecepatan kerja sistem saraf saya
adalah..."
Pertemuan 2 (2 JP): Gerak Sadar vs. Gerak Refleks
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru menjatuhkan sebuah benda (misal: penghapus) dan meminta seorang siswa untuk
menangkapnya. Lalu, guru berpura-pura akan melempar benda itu ke arah siswa lain
(tanpa melempar) dan mengamati reaksinya.
2. Pertanyaan pemantik: "Manakah dari dua gerakan tadi yang kalian pikirkan terlebih
dahulu, dan mana yang terjadi begitu saja tanpa dipikir? Mengapa ada dua jenis respons
ini?"
● Kegiatan Inti (60 menit - Meaningful & Joyful Learning):
1. Menganalisis Alur: Guru menjelaskan perbedaan alur gerak sadar (melibatkan otak) dan
gerak refleks (melibatkan sumsum tulang belakang) menggunakan diagram lengkung
refleks.
2. Praktikum Refleks (Aktivitas 6.9): Secara berpasangan, peserta didik melakukan uji
refleks sederhana, seperti refleks patela (ketukan pada lutut) dan refleks pupil (respons
terhadap cahaya). Mereka mencatat respons yang terjadi.
3. Diskusi Hasil: Peserta didik mendiskusikan mengapa respons refleks terjadi sangat cepat
dan apa fungsi protektif dari gerak refleks (misal: menghindari bahaya).
● Kegiatan Penutup (15 menit):
1. Peserta didik membuat tabel perbandingan antara gerak sadar dan gerak refleks (pusat
kendali, kecepatan, tujuan).
2. Guru memberikan studi kasus singkat: "Mengapa pasien stroke kadang kehilangan
kemampuan gerak sadar tetapi refleksnya masih ada?"
Blok 2: Para Pelaksana Perintah (Pertemuan 3-4)
Pertemuan 3 (3 JP): Rangka dan Persendian
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru meminta siswa berdiri tegak, lalu mencoba membungkuk, dan menggerakkan lengan.
2. Pertanyaan pemantik: "Apa yang membuat tubuh kita memiliki bentuk? Apa yang
memungkinkan kita bisa menekuk lengan dan kaki di bagian tertentu?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Eksplorasi Rangka: Peserta didik mengamati model rangka manusia, mengidentifikasi
tulang-tulang utama (khususnya rangka apendikular/anggota gerak).
2. Proyek Model Sendi: Secara berkelompok, peserta didik merancang dan membuat model
salah satu jenis sendi diartrosis (misal: sendi engsel pada siku atau sendi peluru pada bahu)
menggunakan bahan sederhana seperti kardus, karet, dan baut.
3. Presentasi Model: Setiap kelompok mendemonstrasikan cara kerja model sendi mereka
dan menjelaskan jenis gerakan yang dimungkinkan.
● Kegiatan Penutup (20 menit):
1. Diskusi kelas tentang pentingnya sendi untuk mobilitas dan apa yang terjadi pada kondisi
seperti dislokasi atau artritis (radang sendi).
Pertemuan 4 (2 JP): Mekanisme Kontraksi Otot dan Gangguannya
● Kegiatan Awal (15 menit - Mindful Learning):
1. Guru meminta siswa untuk mengepalkan tangan sekuat mungkin, lalu merilekskannya.
2. Pertanyaan pemantik: "Rasakan otot lengan bawah kalian. Apa yang kalian rasakan saat
mengepal (berkontraksi) dan saat rileks? Bagaimana otot bisa memendek dan
memanjang?"
● Kegiatan Inti (60 menit - Meaningful Learning):
1. Mekanisme Kontraksi Otot: Peserta didik menganalisis diagram atau video animasi
tentang model pergeseran filamen (sliding filament model), yang menunjukkan bagaimana
filamen aktin dan miosin saling bergeser untuk menghasilkan kontraksi.
2. Kerja Otot Antagonis: Peserta didik menganalisis gerakan menekuk dan meluruskan
lengan, mengidentifikasi peran otot bisep (fleksor) dan trisep (ekstensor) yang bekerja
secara berlawanan.
3. Studi Kasus Gangguan: Peserta didik menganalisis kasus-kasus umum yang terkait
mobilitas:
■ Kram: Apa yang terjadi pada otot saat kram?
■ Patah Tulang (Fraktur): Bagaimana sistem gerak dan saraf terpengaruh?
■ Stroke: Bagaimana kerusakan pada sistem saraf (otak) menyebabkan kelumpuhan
pada sistem gerak?
● Kegiatan Penutup (15 menit):
1. Refleksi Akhir Bab: Peserta didik membuat sebuah "resep" atau "panduan" singkat berisi
3-5 langkah untuk menjaga kesehatan sistem mobilitas (tulang, sendi, otot, dan saraf).
2. Guru menutup pembelajaran dengan menekankan pentingnya gaya hidup aktif dan nutrisi
seimbang.
● Pertemuan 5: Asesmen Sumatif & Refleksi Bab (3 JP)
○ Kegiatan Awal (15 menit):
■ Guru menjelaskan teknis asesmen.
○ Kegiatan Inti (100 menit):
Asesmen Sumatif: Siswa mengerjakan soal esai
○ Kegiatan Penutup (20 menit):
■ Refleksi Menyeluruh Bab 6.
■ Umpan balik dari guru mengenai pembelajaran selama satu bab.
F. Asesmen
Jenis Asesmen Teknik dan Instrumen
Asesmen Awal - Tanya Jawab Klasikal: Menggali pemahaman awal siswa tentang fungsi otak,
(Diagnostik) tulang, dan otot.
Asesmen - Penilaian Partisipasi: Observasi keaktifan dalam simulasi impuls saraf dan
Formatif diskusi. - Penilaian Laporan Praktikum Refleks: Menilai kemampuan
(Proses) mengikuti prosedur dan mencatat hasil pengamatan. - Penilaian Proyek
Model Sendi: Rubrik untuk menilai akurasi model, kreativitas, dan kualitas
penjelasan. - Analisis Studi Kasus: Kemampuan siswa dalam
menghubungkan gejala dengan gangguan pada sistem saraf atau gerak.
Asesmen Sumatif - Uji Kompetensi Tertulis: Soal esai yang meminta siswa untuk menjelaskan alur
(Akhir Bab) lengkap dari niat untuk menendang bola hingga gerakan itu terjadi, dengan
melibatkan peran otak, saraf, dan otot. - Penilaian "Resep/Panduan
Kesehatan": Menilai pemahaman siswa tentang cara menjaga kesehatan
sistem mobilitas.
ASESMEN SUMATIF
1. Sebutkan bagian utama neuron dan jelaskan fungsinya masing-masing.
2. Apa perbedaan antara sistem saraf somatik dan sistem saraf otonom? Berikan
contoh perannya dalam kehidupan sehari-hari.
3. Jelaskan fungsi utama rangka bagi tubuh manusia.
4. Uraikan tahapan terjadinya potensial aksi pada neuron hingga terbentuk impuls saraf.
5. Bagaimana mekanisme kontraksi otot menurut teori geseran filamen (sliding filament
theory)?
6. Jelaskan perbedaan antara gerak sadar dan gerak refleks, sertakan contoh masing-masing.
7. Jelaskan alur mekanisme gerak sadar mulai dari otak hingga terjadi kontraksi otot.
8. Bandingkan struktur dan fungsi tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek dalam
sistem gerak manusia.
9. Analisislah mengapa kram otot dapat terjadi setelah aktivitas berat dan bagaimana
sistem saraf serta otot terlibat dalam kondisi ini.
[Link] Parkinson tergolong penyakit neurodegeneratif. Jelaskan penyebab utamanya
dan dampaknya terhadap mekanisme gerak manusia.
G. Pengayaan dan Remedial
● Pengayaan:
○ Peserta didik dapat melakukan riset tentang: "Bagaimana cara kerja doping pada atlet
dalam memengaruhi sistem saraf dan otot?" atau "Teknologi prostetik (kaki/tangan palsu)
modern yang terhubung dengan sistem saraf".
○ Menganalisis video biomekanika gerakan atlet profesional (misal: pelari cepat, perenang)
untuk melihat efisiensi gerak.
● Remedial:
○ Bimbingan kelompok kecil untuk kembali membedakan alur gerak sadar dan refleks
menggunakan diagram yang disederhanakan.
○ Menggunakan model torso untuk menelusuri kembali jalur saraf dari otak ke anggota gerak.
○ Membangun model kontraksi otot sederhana menggunakan jari-jari tangan yang saling
bertautan untuk mensimulasikan pergeseran aktin-miosin.
H. Refleksi Diri Peserta Didik dan Pendidik
● Refleksi Peserta Didik (di akhir bab):
1. Gerakan apa yang paling sering aku lakukan setiap hari? Setelah bab ini, aku jadi lebih
sadar betapa rumit proses di balik gerakan sederhana itu.
2. Apa satu kebiasaan yang bisa aku ubah untuk membuat tulang dan ototku lebih sehat di
masa depan?
3. Mengapa koordinasi antara "sang komandan" (otak) dan "para prajurit" (otot) sangat
penting?
4. Satu pertanyaan tentang gerakan atau sistem saraf yang masih membuatku penasaran
adalah...
● Refleksi Pendidik:
1. Apakah kegiatan kinestetik (praktikum refleks, membuat model) efektif untuk
meningkatkan pemahaman siswa?
2. Bagaimana saya bisa menjelaskan konsep abstrak seperti potensial aksi dengan lebih
sederhana dan menarik?
3. Apakah siswa sudah mampu melihat sistem saraf dan sistem gerak sebagai satu kesatuan
yang terintegrasi, bukan dua topik terpisah?
4. Seberapa baik saya menghubungkan materi dengan minat siswa (olahraga, kesehatan,
5. teknologi)?
Mengetahui, Jambi, 12 September 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(Romauli Simarmata, [Link]) (Rianty Telaumbanua, [Link])
NIP. ..................................... NIP. .....................................
RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (MODUL AJAR) BIOLOGI KELAS XI
INFORMASI UMUM
Komponen Deskripsi
Nama Penyusun Rianty Telaumbanua
Satuan Pendidikan SMA Nommensen Jambi
Tahun Ajaran 2025/2026
Mata Pelajaran Biologi
Kelas/Fase/Semester XI / F / Genap
Bab/Materi Bab 7: Hormon dalam Reproduksi Manusia
Alokasi Waktu 5 Pertemuan (12 JP @45 menit)
A. Identifikasi Murid
Kategori Deskripsi
Pengetahuan Peserta didik telah mengalami atau sedang mengalami masa pubertas. Mereka
Awal secara pribadi merasakan perubahan fisik dan emosional. Mereka mungkin
pernah mendengar istilah hormon, menstruasi, dan kehamilan dari pelajaran IPA
SMP, pendidikan kesehatan, atau media. Namun, pemahaman tentang kelenjar
endokrin spesifik, nama dan fungsi hormon reproduksi (FSH, LH, estrogen,
dll.), serta mekanisme umpan balik yang mengatur siklus menstruasi masih
sangat terbatas dan sering kali dipenuhi mitos.
Minat Topik ini sangat relevan secara pribadi bagi peserta didik. Minat mereka dapat
diarahkan pada pemahaman tentang perubahan tubuh mereka sendiri, kesehatan
reproduksi, siklus menstruasi, jerawat, dan isu-isu lain yang terkait pubertas.
Pertanyaan tentang kontrasepsi, kesuburan, dan kehamilan juga sering kali
muncul dan dapat menjadi titik masuk yang kuat.
Kebutuhan Peserta didik membutuhkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan
terbuka Belajar untuk membahas topik yang mungkin dianggap sensitif. Penggunaan bahasa
yang lugas dan ilmiah sangat penting. Visualisasi melalui grafik siklus
menstruasi, diagram organ reproduksi, dan animasi proses hormonal sangat
diperlukan. Studi kasus dan sesi tanya jawab (bisa anonim melalui sticky notes
atau platform digital) efektif untuk mengatasi keraguan dan meluruskan
miskonsepsi.
B. Materi Pelajaran
1. Sistem Endokrin dan Hormon: Pengenalan kelenjar endokrin, sifat dan mekanisme kerja
hormon secara umum (target sel, reseptor).
2. Hormon dalam Sistem Reproduksi:
○ Kelenjar dan Hormon Utama: Hipotalamus (GnRH), Hipofisis (FSH, LH), Ovarium
(Estrogen, Progesteron), dan Testis (Testosteron).
○ Peran Hormon: Mengatur pubertas, gametogenesis (spermatogenesis & oogenesis), dan
ciri kelamin sekunder.
3. Siklus Menstruasi: Fase-fase dalam siklus menstruasi (menstruasi, pra-ovulasi, ovulasi, pasca-
ovulasi) dan fluktuasi hormonal yang mengaturnya.
4. Kehamilan dan Persalinan: Proses fertilisasi, implantasi, perkembangan embrio, dan peran
hormon selama kehamilan.
5. Kesehatan Reproduksi: Gangguan hormonal, penyakit menular seksual (PMS), dan pentingnya
menjaga kesehatan organ reproduksi.
C. Dimensi Profil Lulusan
Dimensi Elemen yang Dikembangkan
Beriman, Bertakwa Mensyukuri anugerah sistem reproduksi dan proses hormonal yang
kepada Tuhan YME, & kompleks sebagai bagian dari siklus kehidupan manusia, serta
Berakhlak Mulia memiliki akhlak mulia dalam menjaga kehormatan dan kesehatan
diri.
Gotong Royong Berdiskusi dalam kelompok secara terbuka dan saling menghargai
pendapat saat membahas isu-isu kesehatan reproduksi.
Mandiri Bertanggung jawab atas kesehatan reproduksi diri sendiri dengan
mencari informasi yang benar dan menerapkan pola hidup sehat.
Bernalar Kritis Menganalisis grafik siklus menstruasi untuk memahami hubungan
sebab-akibat antara kadar hormon dengan perubahan pada ovarium
dan dinding rahim. Mampu membedakan fakta ilmiah dari mitos
seputar reproduksi.
Kreatif Mengomunikasikan informasi tentang kesehatan reproduksi atau fase-
fase menstruasi melalui media informatif seperti infografis atau bagan
alur.
D. Desain Pembelajaran
Komponen Deskripsi
Capaian Peserta didik mampu merumuskan pertanyaan dan prediksi tentang
Pembelajaran Fase keterkaitan fungsi hormon dengan struktur dan fungsi organ dalam
F sistem reproduksi manusia, menyelidiki, dan menganalisis kelainan
atau gangguan terkait.
Lintas Disiplin Ilmu Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK): Kesehatan
reproduksi remaja. Kimia: Struktur dasar hormon (steroid, protein).
Sosiologi & Antropologi: Pandangan budaya dan sosial tentang pubertas
dan reproduksi.
Tujuan 1. Menganalisis keterkaitan antara kelenjar, hormon, dan organ target
Pembelajaran Bab dalam sistem reproduksi manusia. 2. Menganalisis mekanisme umpan
7 balik hormonal yang mengatur siklus menstruasi berdasarkan data grafik.
3. Mengomunikasikan hasil analisis tentang isu kesehatan reproduksi
berdasarkan sumber yang kredibel.
Praktik Pedagogis Model Pembelajaran: Contextual Teaching and Learning (CTL) dan
(Pendekatan Deep Problem-Based Learning (PBL). Metode: Analisis grafik dan data, studi
Learning) kasus, diskusi kelompok terarah, pembuatan diagram/model, riset mini.
Lingkungan Ruang kelas yang kondusif dan inklusif, akses internet untuk sumber
Pembelajaran terpercaya (situs Kemenkes, WHO, BKKBN).
Pemanfaatan
Video animasi 3D tentang siklus menstruasi dan fertilisasi, grafik
Digital
interaktif, platform tanya jawab anonim.
E. Pengalaman Belajar (Rincian per Pertemuan)
Blok 1: Pesan Kimiawi dan Pubertas (Pertemuan 1-2)
Pertemuan 1 (2 JP): Kurir Rahasia dalam Darah
● Kegiatan Awal (15 menit - Meaningful Learning):
1. Guru menampilkan gambar-gambar yang menunjukkan perubahan fisik saat pubertas
(misal: pertumbuhan jakun pada laki-laki, pertumbuhan payudara pada perempuan,
jerawat).
2. Pertanyaan pemantik: "Perubahan ini terjadi pada hampir semua remaja. Apa yang
memicunya? Adakah 'pesan kimiawi' yang menyebar ke seluruh tubuh dan memerintahkan
perubahan ini terjadi?"
● Kegiatan Inti (60 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Pengenalan Hormon: Guru menjelaskan konsep hormon sebagai "kurir kimiawi" yang
dihasilkan kelenjar endokrin, berjalan melalui darah, dan hanya bekerja pada sel target
yang memiliki "kotak surat" (reseptor) yang cocok.
2. Peta Hormon Reproduksi: Peserta didik secara berkelompok membuat "peta komando"
hormon reproduksi. Mereka mengidentifikasi kelenjar utama (Hipotalamus, Hipofisis,
Gonad) dan hormon yang dihasilkan (GnRH, FSH, LH, Estrogen, Testosteron).
3. Mencocokkan Peran: Guru memberikan kartu-kartu berisi fungsi (misal: "memicu
pematangan sel telur", "menebalkan dinding rahim", "merangsang produksi sperma").
Peserta didik berdiskusi untuk mencocokkan setiap fungsi dengan hormon yang tepat.
● Kegiatan Penutup (15 menit):
1. Diskusi kelas untuk mengonfirmasi peta hormon dan peran masing-masing.
2. Refleksi singkat: "Satu hal baru yang saya pelajari tentang 'pesan rahasia' dalam tubuh
saya adalah..."
Pertemuan 2 (3 JP): Misteri Siklus Menstruasi
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru memulai dengan pertanyaan yang bersifat umum dan netral: "Banyak produk iklan di
televisi yang berhubungan dengan menstruasi. Sebenarnya, apa itu menstruasi dan
mengapa itu terjadi secara siklus atau berulang setiap bulan?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Meaningful Learning):
1. Analisis Grafik Siklus Menstruasi (Aktivitas 7.5): Ini adalah kegiatan inti. Guru
menampilkan grafik besar yang menunjukkan fluktuasi 4 hormon (FSH, LH, Estrogen,
Progesteron) beserta perubahan pada ovarium (folikel) dan dinding rahim (endometrium)
selama 28 hari.
2. Penyelidikan Terpandu: Secara berkelompok, peserta didik "membaca" grafik tersebut
dengan menjawab pertanyaan panduan:
■ "Pada hari ke-14, hormon apa yang mencapai puncaknya? Apa yang terjadi pada
ovarium saat itu?" (Lonjakan LH, terjadi ovulasi).
■ "Hormon apa yang dominan setelah ovulasi? Bagaimana pengaruhnya pada dinding
rahim?" (Progesteron, membuat endometrium menebal).
■ "Apa yang terjadi pada kadar hormon sesaat sebelum menstruasi? Apa dampaknya pada
dinding rahim?" (Semua hormon turun, endometrium meluruh).
● Kegiatan Penutup (20 menit - Mindful Learning):
1. Peserta didik secara individu mencoba menggambar ulang alur sederhana dari satu fase ke
fase berikutnya, menjelaskan hormon apa yang menjadi pemicunya.
2. Guru meluruskan miskonsepsi dan menekankan bahwa siklus ini adalah persiapan tubuh
untuk kemungkinan kehamilan.
Blok 2: Kehidupan Baru dan Menjaga Kesehatan (Pertemuan 3-4)
Pertemuan 3 (2 JP): Dari Sel Menjadi Janin
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Guru mereviu tentang ovulasi dari pertemuan sebelumnya.
2. Pertanyaan pemantik: "Jika pada saat ovulasi sel telur bertemu dengan sel sperma, apa
yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana sebuah sel bisa berkembang menjadi bayi?"
● Kegiatan Inti (60 menit - Meaningful Learning):
1. Visualisasi Fertilisasi dan Implantasi: Peserta didik menonton video animasi yang
menunjukkan perjalanan sperma, proses fertilisasi di tuba falopi, dan implantasi
(penempelan) embrio di dinding rahim.
2. Peran Hormon dalam Kehamilan: Guru menjelaskan peran hormon HCG (yang
dideteksi alat tes kehamilan) dan bagaimana progesteron tetap tinggi untuk
mempertahankan kehamilan.
3. Studi Kasus Organ Reproduksi: Peserta didik mengamati diagram organ reproduksi laki-
laki dan perempuan, lalu mendiskusikan fungsi setiap bagian dalam alur proses reproduksi
(dari produksi sel kelamin hingga fertilisasi).
● Kegiatan Penutup (15 menit):
1. Diskusi kelas tentang pentingnya kesehatan kedua organ reproduksi (laki-laki dan
perempuan) untuk keberhasilan proses pembuahan.
Pertemuan 4 (3 JP): Menjaga Aset Paling Berharga
● Kegiatan Awal (15 menit):
1. Pertanyaan pemantik: "Kita sudah tahu betapa rumit dan pentingnya sistem reproduksi.
Lalu, bagaimana cara kita menjaganya agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik?"
● Kegiatan Inti (100 menit - Joyful & Meaningful Learning):
1. Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL): Secara berkelompok, peserta didik melakukan
riset mini berbasis artikel atau sumber terpercaya (dari Kemenkes, BKKBN) tentang salah
satu isu kesehatan reproduksi remaja:
■ Masalah 1: Gangguan menstruasi (nyeri berlebihan, siklus tidak teratur). Apa
penyebab
dan solusinya?
■ Masalah 2: Penyakit Menular Seksual (PMS). Apa saja contohnya dan bagaimana
cara pencegahannya?
■ Masalah 3: Mitos vs. Fakta seputar kebersihan organ reproduksi.
2. Proyek Infografis (Aktivitas 7.6 diadaptasi): Kelompok menyajikan hasil riset mereka
dalam bentuk infografis atau poster digital yang informatif dan menarik. Tujuannya adalah
untuk mengedukasi teman sebayanya.
● Kegiatan Penutup (20 menit - Mindful Learning):
1. Pameran Infografis: Setiap kelompok memajang karyanya dan saling mengunjungi untuk
belajar dari kelompok lain.
2. Komitmen Pribadi: Peserta didik menuliskan satu komitmen pribadi untuk menjaga
kesehatan reproduksi mereka di selembar sticky note dan menempelkannya di papan kelas.
● Pertemuan 5: Asesmen Sumatif & Refleksi Bab (2 JP)
○ Kegiatan Awal (15 menit):
■ Guru menjelaskan teknis asesmen.
○ Kegiatan Inti (60 menit):
Asesmen Sumatif: Siswa mengerjakan soal esai
○ Kegiatan Penutup (15 menit):
■ Refleksi Menyeluruh Bab 7.
■ Umpan balik dari guru mengenai pembelajaran selama satu bab.
F. Asesmen
Jenis Asesmen Teknik dan Instrumen
Asesmen Awal - Tanya Jawab Klasikal: Menggali pengetahuan dan miskonsepsi awal tentang
(Diagnostik) pubertas dan menstruasi.
Asesmen
- Penilaian Peta Hormon/Diagram: Menilai keakuratan dalam
Formatif
mengidentifikasi kelenjar, hormon, dan fungsi. - Penilaian Analisis Grafik:
(Proses)
Kemampuan siswa dalam membaca dan menginterpretasikan data pada grafik
siklus menstruasi. - Penilaian Kinerja Kelompok: Observasi terhadap
kualitas diskusi dan riset saat mengerjakan PBL.
Asesmen - Penilaian Proyek Infografis: Rubrik untuk menilai kebenaran konten,
Sumatif (Akhir kejelasan informasi, kreativitas, dan sumber yang digunakan. - Uji
Bab) Kompetensi Tertulis: Soal esai yang meminta siswa menjelaskan peran
empat hormon utama dalam satu siklus menstruasi lengkap, atau menganalisis
sebuah studi kasus tentang gangguan hormonal.
ASESMEN SUMATIF
1. Jelaskan perbedaan kelenjar endokrin dengan kelenjar eksokrin, sertakan contohnya.
2. Apa yang dimaksud dengan hormon, dan bagaimana cara kerja hormon pada sel target?
3. Sebutkan hormon utama yang berperan dalam sistem reproduksi pria dan wanita
beserta fungsinya.
4. Uraikan peran hormon FSH dan LH dalam proses reproduksi pria maupun wanita.
5. Jelaskan fase-fase siklus menstruasi beserta fluktuasi hormon yang mengaturnya.
6. Bagaimana peran estrogen dan progesteron dalam mengatur siklus menstruasi dan
mempersiapkan rahim untuk kehamilan?
7. Jelaskan proses fertilisasi hingga implantasi embrio dalam rahim secara runtut.
8. Bagaimana peran hormon hCG, progesteron, dan oksitosin selama masa kehamilan
hingga persalinan?
9. Analisislah kemungkinan gangguan yang terjadi pada seorang wanita yang memiliki
kadar estrogen terlalu rendah.
10. Bandingkan antara gangguan hormonal dengan penyakit menular seksual (PMS) dalam
kaitannya dengan kesehatan reproduksi.
G. Pengayaan dan Remedial
● Pengayaan:
○ Peserta didik dapat melakukan riset lebih lanjut tentang: "Bagaimana cara kerja berbagai
jenis alat kontrasepsi hormonal (misal: pil KB, suntik KB)?" atau "Teknologi bayi tabung
(IVF) dan peran hormon di dalamnya".
○ Menganalisis data demografi tentang angka kelahiran dan program keluarga berencana.
● Remedial:
○ Bimbingan kelompok kecil untuk "membaca" grafik siklus menstruasi secara perlahan,
fase demi fase.
○ Menggunakan kartu peran (kartu hormon, kartu organ) untuk menyusun alur kerja hormon
dari kelenjar ke organ target.
○ Menonton ulang video animasi dengan fokus pada satu proses spesifik (misal: ovulasi) dan
menjawab pertanyaan terpandu.
H. Refleksi Diri Peserta Didik dan Pendidik
● Refleksi Peserta Didik (di akhir bab):
1. Apa pemahaman baru yang paling penting aku dapatkan tentang tubuhku sendiri setelah
mempelajari bab ini?
2. Mitos apa tentang menstruasi atau reproduksi yang berhasil aku patahkan dengan fakta
ilmiah?
3. Mengapa penting untuk bisa berbicara secara terbuka dan benar tentang kesehatan
reproduksi?
4. Satu pertanyaan tentang hormon atau reproduksi yang masih ingin aku tanyakan adalah...
● Refleksi Pendidik:
1. Bagaimana saya menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman untuk membahas
topik ini? Apa yang sudah berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan?
2. Apakah metode analisis grafik sudah dapat dipahami oleh sebagian besar siswa? Strategi
apa yang bisa digunakan untuk membantu siswa yang kesulitan?
3. Bagaimana saya menanggapi pertanyaan-pertanyaan siswa yang bersifat sangat pribadi
atau di luar materi inti dengan bijaksana?
5 4. . Sejauh mana pembelajaran ini berhasil meningkatkan literasi kesehatan reproduksi siswa?
Mengetahui, Jambi, 12 September 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
(Romauli Simarmata, [Link]) (Rianty Telaumbanua, [Link])
NIP. ..................................... NIP. .....................................