PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(DEEP LEARNING)
Satuan Pendidikan : ……………….
Mata Pelajaran : KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL
Elemen : Literasi Digital
Nama Guru : Bulan Purnama
Kelas/ Semester : X /Gasal
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (6 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026
IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK
Peserta didik kelas X untuk mata pelajaran Koding dengan fokus Literasi
Digital memiliki beragam tingkat kesiapan. Banyak di antara mereka yang
sudah akrab dengan konsumsi konten digital melalui media sosial dan
platform video, namun mungkin minim pengalaman dalam memproduksi
konten secara terstruktur atau memahami aspek diseminasi yang etis. Minat
mereka terhadap pembuatan konten bisa tinggi, terutama jika dikaitkan
dengan hobi atau ekspresi diri. Latar belakang akses terhadap perangkat dan
koneksi internet juga bervariasi, sehingga perlu disiapkan skenario
pembelajaran yang fleksibel dan mempertimbangkan ketersediaan sumber
daya. Pengetahuan awal mereka mungkin terbatas pada penggunaan aplikasi
dasar, bukan pada prinsip-prinsip desain multimedia atau dampak
diseminasi.
MATERI PELAJARAN
Analisis materi "Literasi Digital: Produksi dan Diseminasi Konten Digital
dalam Bentuk Sajian Multimedia" mencakup jenis pengetahuan konseptual
(prinsip produksi, jenis-jenis format multimedia, etika diseminasi) dan
prosedural (langkah-langkah membuat konten, memilih format,
mengunggah dan berbagi). Relevansinya dengan kehidupan nyata peserta
didik sangat tinggi karena mereka adalah generasi digital native yang akan
selalu berinteraksi dengan konten digital, baik sebagai konsumen maupun
produsen. Keterampilan ini relevan untuk masa depan karier di berbagai
bidang. Tingkat kesulitannya bervariasi, dimulai dari pengenalan konsep
dasar yang mudah, hingga praktik produksi yang memerlukan kreativitas dan
pemahaman teknis, serta aspek etika yang membutuhkan penalaran kritis.
Struktur materi akan mengalir dari pengenalan produksi, eksplorasi format,
praktik pembuatan, hingga diseminasi yang bertanggung jawab. Integrasi
nilai dan karakter sangat ditekankan, seperti kreativitas, kolaborasi,
tanggung jawab (dalam diseminasi), kejujuran (menghindari plagiarisme),
dan toleransi (saat berinteraksi di ruang digital).
DIMENSI PROFIL LULUSAN
Berdasarkan tujuan pembelajaran, dimensi profil lulusan yang sesuai adalah:
1. Kreativitas: Peserta didik akan merancang dan memproduksi konten
multimedia yang inovatif.
2. Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam tim untuk
membuat dan menyebarkan konten.
3. Penalaran Kritis: Peserta didik akan mengevaluasi sumber, memilih
format yang tepat, dan mempertimbangkan etika diseminasi.
4. Komunikasi: Peserta didik akan belajar cara mengemas pesan secara
efektif melalui berbagai format multimedia dan menyajikannya.
DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN
Menerapkan produksi dan diseminasi konten digital dalam bentuk sajian
multimedia.
Lintas Disiplin Ilmu
1. Bahasa Indonesia: Kemampuan mengemas pesan, narasi, dan
menyajikan informasi dengan baik dalam format teks dan lisan.
2. Pendidikan Pancasila: Memahami etika digital, hak cipta, dan
tanggung jawab sebagai warga negara digital.
3. Seni Budaya: Prinsip-prinsip desain visual dan audio, estetika dalam
produksi multimedia.
TOPIK PEMBELAJARAN
Produksi konten digital, Format multimedia (teks, audio, video, animasi),
Diseminasi konten.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menerapkan teknik produksi konten digital berbasis multimedia.
2. Memilih format digital yang sesuai (teks, video, gambar, audio).
3. Melakukan diseminasi konten secara etis dan bertanggung jawab
melalui media digital.
PRAKTIK PEDAGOGIS
1. Pembelajaran Berbasis Masalah
2. Diskusi kelompok, eksplorasi, dan presentasi
MITRA PEMBELAJARAN
1. Guru Bidang Studi Lain: Guru Bahasa Indonesia, Seni Budaya,
atau PPKn untuk integrasi materi dan perspektif.
2. Peserta Didik Lain: Untuk diskusi kelompok, berbagi ide, dan
kolaborasi dalam proyek.
3. Komunitas Pegiat Konten Digital/Praktisi Media: Jika
memungkinkan, mengundang vlogger, podcaster, desainer grafis,
atau profesional media untuk berbagi pengalaman dan tips.
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN
1. Ruang Fisik: Lab komputer dengan perangkat lunak pengolah
multimedia (jika ada), ruang kelas yang memungkinkan diskusi dan
kerja kelompok, area dengan pencahayaan dan akustik memadai
untuk perekaman sederhana.
2. Ruang Virtual: Platform daring untuk berbagi file (misalnya Google
Drive, OneDrive), platform kolaborasi proyek (misalnya Google
Classroom, Discord), platform hosting video/audio (misalnya
YouTube, SoundCloud), platform media sosial (untuk analisis
diseminasi).
3. Budaya Belajar: Berorientasi pada proyek, kolaboratif, kreatif,
menghargai orisinalitas, dan bertanggung jawab.
PEMANFAATAN DIGITAL
1. Perencanaan: Aplikasi pengolah ide (misalnya MindMeister, Miro),
aplikasi desain presentasi (misalnya Canva, Google Slides).
2. Pelaksanaan: Aplikasi editing gambar (misalnya Canva, Photopea),
aplikasi editing video (misalnya CapCut, KineMaster, DaVinci
Resolve), aplikasi editing audio (misalnya Audacity), platform media
sosial untuk analisis konten.
Asesmen: Form daring (misalnya Google Form) untuk kuis, platform
penyerahan tugas proyek, rubrik penilaian digital.
PENGALAMAN Pertemuan 1: Pengantar Konten Digital dan Multimedia
BELAJAR
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran
dengan dipimpin salah satu peserta didik.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru terkait peran penting
konten digital dalam kehidupan sehari-hari dan potensi mereka
sebagai kreator.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan
mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan
dibahas, misalnya "Apa saja jenis konten digital yang paling sering
kalian konsumsi setiap hari?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan berbagai contoh konten
multimedia yang menarik (video pendek, infografis, podcast).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, mengapa
konten-konten ini menarik dan efektif dalam menyampaikan pesan?".
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan atau video
singkat tentang definisi konten digital dan multimedia.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan
untuk menumbuhkan pemahaman awal tentang konsep dasar. a. "Apa
itu konten digital? Berikan contohnya!" b. "Apa yang membuat
sebuah konten disebut multimedia?" c. "Apa perbedaan antara konten
teks, audio, dan video?" d. Guru memaparkan tujuan pembelajaran
dan menghubungkan dengan peran mereka sebagai calon kreator.
Kegiatan Inti
MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik menyimak pemaparan guru tentang berbagai
jenis format multimedia (teks, gambar, audio, video,
animasi) dan karakteristik masing-masing.
2. Guru memfasilitasi diskusi tentang kelebihan dan kekurangan
setiap format untuk menyampaikan pesan tertentu, misalnya,
"Kapan sebaiknya kita menggunakan video daripada teks
untuk menyampaikan informasi?".
3. Peserta didik berdiskusi, membaca artikel, atau
mengeksplorasi sumber informasi pada buku, e-book, artikel,
dan situs web melalui internet tentang teori dasar produksi
konten digital dan pemilihan format. Pertanyaan pemantik: a.
"Bagaimana cara menentukan format multimedia yang paling
efektif untuk pesan kita?" b. "Apa saja elemen dasar yang
harus ada dalam sebuah konten digital yang berkualitas?"
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil.
2. Guru memberikan masalah nyata yang sederhana namun
memerlukan pemilihan format dan ide konten, contohnya:
"Bagaimana cara mensosialisasikan pentingnya menjaga
kebersihan kelas kepada teman-teman menggunakan satu
jenis format multimedia saja?".
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik dalam kelompok mulai menganalisis masalah
dan mengidentifikasi tujuan pesan.
2. Peserta didik berdiskusi untuk memilih format multimedia
yang paling sesuai (misalnya, poster digital, rekaman audio,
video pendek) dan merancang ide konten awal.
3. Guru memantau dan memberikan bimbingan, memastikan
mereka memahami alasan di balik pemilihan format dan
mulai menyusun kerangka ide konten.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik menyajikan ide konten awal dan alasan
pemilihan format mereka di depan kelas.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai relevansi, potensi dampak, dan kelayakan ide.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
pemahaman mereka terhadap berbagai format multimedia dan
tantangan dalam memilih yang tepat.
2. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pemahaman
mereka tentang pentingnya perencanaan awal dalam produksi
konten.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang dasar-
dasar konten digital, multimedia, dan pentingnya perencanaan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu mulai masuk ke teknik produksi.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai ide-ide kreatif
yang telah muncul.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 2: Teknik Produksi Konten Digital (Teks dan Gambar)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran untuk pertemuan ini,
yaitu menerapkan teknik produksi konten digital berbasis teks dan
gambar.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana
visual dan tulisan yang baik dapat membuat pesan lebih kuat.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan pertanyaan
"Ketika kalian melihat sebuah poster atau infografis, apa yang
membuat kalian tertarik untuk membacanya?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan beberapa contoh poster atau
infografis yang efektif dan tidak efektif.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Apa saja elemen yang
membuat sebuah desain visual dan teks di dalamnya menarik dan
mudah dipahami?".
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan atau video
tutorial singkat tentang dasar-dasar desain grafis dan penulisan
konten.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan
untuk menumbuhkan pemahaman awal. a. "Apa prinsip-prinsip dasar
desain yang kalian temukan?" b. "Bagaimana cara menulis teks yang
ringkas tapi informatif?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran
dan menghubungkannya dengan kemampuan menciptakan visual dan
teks yang berdampak.
Kegiatan Inti
MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang teknik
dasar produksi konten teks dan gambar, meliputi:
pemilihan font, warna, layout, prinsip keseimbangan, kontras,
serta teknik penulisan judul dan deskripsi yang menarik.
2. Guru mendemonstrasikan penggunaan aplikasi desain
sederhana (misalnya Canva atau aplikasi sejenis yang mudah
diakses) untuk membuat poster atau infografis.
3. Peserta didik berdiskusi dan menganalisis contoh-contoh
desain, mengidentifikasi prinsip-prinsip yang diterapkan.
Pertanyaan pemantik: a. "Mengapa penggunaan warna
tertentu penting dalam menyampaikan emosi?" b.
"Bagaimana cara membuat teks yang mudah dibaca dan tidak
membosankan?"
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik tetap dalam kelompok yang sama.
2. Guru memberikan masalah berbasis proyek yang
memerlukan produksi konten teks dan gambar, contohnya:
"Buatlah sebuah infografis digital untuk mengedukasi teman-
teman tentang pentingnya daur ulang sampah di sekolah!".
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik dalam kelompok mulai merancang dan
membuat infografis digital menggunakan aplikasi yang
direkomendasikan.
2. Peserta didik menerapkan prinsip-prinsip desain dan
penulisan teks yang telah dipelajari.
3. Guru memantau dan memberikan bimbingan teknis serta
masukan desain kepada setiap kelompok, memastikan mereka
memahami penggunaan alat dan penerapan prinsip.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik mempresentasikan infografis digital yang telah
mereka buat.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai desain, informasi yang disampaikan, dan efektivitas
pesan.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
pengalaman mereka dalam menggunakan aplikasi desain dan
menerapkan prinsip desain.
2. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan
mereka dalam memproduksi konten teks dan gambar.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang teknik
produksi konten teks dan gambar.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu eksplorasi format audio dan video.
3. Guru memuliakan peserta didik atas kreativitas dan hasil kerja
mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 3: Teknik Produksi Konten Digital (Audio dan Video)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran untuk pertemuan ini,
yaitu menerapkan teknik produksi konten digital berbasis audio dan
video.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana suara
dan gambar bergerak dapat menciptakan pengalaman yang
mendalam.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan pertanyaan
"Apa yang membuat sebuah video atau podcast kalian anggap
berkualitas dan ingin kalian tonton/dengarkan sampai selesai?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan potongan video atau audio
pendek yang memiliki kualitas baik dan buruk.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Apa saja faktor yang
memengaruhi kualitas sebuah rekaman audio atau video?".
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan atau video
tutorial singkat tentang dasar-dasar perekaman dan editing
audio/video.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan. a.
"Apa saja peralatan dasar yang dibutuhkan untuk merekam
audio/video?" b. "Bagaimana cara membuat suara jernih dalam
rekaman?" c. "Apa itu 'storytelling' dalam video?" d. Guru
memaparkan tujuan pembelajaran dan menghubungkannya dengan
kemampuan menciptakan konten audio-visual yang menarik.
Kegiatan Inti
MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang teknik
dasar produksi konten audio dan video, meliputi: dasar-
dasar pengambilan gambar (komposisi, pencahayaan),
perekaman suara (mic placement, eliminasi noise),
skrip/naskah, dan dasar-dasar editing (pemotongan, transisi,
penambahan musik/efek).
2. Guru mendemonstrasikan penggunaan aplikasi editing
video/audio sederhana (misalnya CapCut, KineMaster, atau
Audacity) untuk proses editing.
3. Peserta didik berdiskusi dan menganalisis contoh-contoh
video/audio pendek, mengidentifikasi teknik yang digunakan.
Pertanyaan pemantik: a. "Mengapa pencahayaan penting
dalam sebuah video?" b. "Bagaimana musik latar dapat
memengaruhi emosi penonton?"
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik tetap dalam kelompok yang sama.
2. Guru memberikan masalah berbasis proyek yang
memerlukan produksi konten audio atau video, contohnya:
"Buatlah video singkat (maks. 2 menit) atau podcast (maks. 3
menit) untuk mempromosikan kegiatan ekstrakurikuler favorit
di sekolah kalian!".
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik dalam kelompok merencanakan (membuat
skrip/outline), merekam, dan mengedit konten audio/video
mereka menggunakan perangkat dan aplikasi yang tersedia.
2. Peserta didik menerapkan teknik perekaman dan editing
dasar yang telah dipelajari.
3. Guru memantau dan memberikan bimbingan teknis serta
masukan kreatif, memastikan peserta didik memahami alur
produksi dan penggunaan alat.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik mempresentasikan video/audio yang telah
mereka buat (atau memutarkannya di kelas).
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kualitas teknis, kreativitas, dan efektivitas pesan.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
pengalaman mereka dalam memproduksi konten audio/video,
termasuk tantangan perekaman dan editing.
2. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan
mereka dalam memproduksi konten multimedia berbasis
audio dan video.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang teknik
produksi konten audio dan video.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu mengenai diseminasi konten.
3. Guru memuliakan peserta didik atas karya-karya yang telah
dihasilkan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 4: Prinsip Diseminasi Konten Digital
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran untuk pertemuan ini,
yaitu memahami prinsip dan strategi diseminasi konten digital.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana
konten yang bagus perlu disebarkan agar bermanfaat.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan pertanyaan
"Setelah membuat konten yang bagus, apa yang kalian lakukan agar
konten itu dilihat atau didengar banyak orang?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan beberapa contoh konten viral
dan menganalisis mengapa konten tersebut bisa tersebar luas.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Apakah semua konten yang
bagus pasti menjadi viral? Apa saja faktor yang memengaruhi
jangkauan sebuah konten?".
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan atau video
singkat tentang strategi dan platform diseminasi.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan. a.
"Apa saja platform yang bisa digunakan untuk menyebarkan konten
digital?" b. "Apakah ada perbedaan cara menyebarkan konten video
dan teks?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran dan
menekankan pentingnya strategi dalam diseminasi.
Kegiatan Inti
MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang prinsip
diseminasi konten digital, meliputi: pemilihan platform yang
tepat (media sosial, website, blog, aplikasi pesan), strategi
optimalisasi (SEO dasar, hashtag, thumbnail menarik), waktu
posting, dan target audiens.
2. Guru memfasilitasi diskusi tentang bagaimana sebuah konten
bisa mencapai target audiens yang diinginkan.
3. Peserta didik berdiskusi dan menganalisis strategi diseminasi
dari berbagai konten yang sudah ada. Pertanyaan pemantik: a.
"Mengapa konten anak muda cenderung lebih banyak di
TikTok daripada LinkedIn?" b. "Bagaimana sebuah judul atau
gambar bisa memengaruhi keputusan seseorang untuk
mengklik konten?"
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik tetap dalam kelompok yang sama.
2. Guru memberikan masalah berbasis proyek yang
memerlukan perancangan strategi diseminasi, contohnya:
"Rancanglah strategi diseminasi untuk infografis dan
video/podcast yang sudah kalian buat agar mencapai audiens
sekolah secara efektif!".
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik dalam kelompok menganalisis target audiens
(teman-teman sekolah), memilih platform yang sesuai
(misalnya Instagram, grup WhatsApp kelas, website sekolah),
dan merancang strategi posting serta promosi sederhana.
2. Peserta didik membuat rencana diseminasi yang mencakup
jadwal, platform, dan elemen promosi (misalnya, caption
menarik, penggunaan hashtag yang relevan).
3. Guru memantau dan memberikan bimbingan, memastikan
strategi yang dirancang logis dan relevan dengan target
audiens.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik mempresentasikan rencana diseminasi mereka
di depan kelas.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelayakan dan potensi keberhasilan strategi.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
pentingnya strategi dalam diseminasi dan tantangan dalam
mencapai audiens yang tepat.
2. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pemahaman
mereka tentang prinsip diseminasi konten digital.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang prinsip
dan strategi diseminasi konten digital.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, yaitu tentang etika dan tanggung jawab dalam
diseminasi.
3. Guru memuliakan peserta didik atas perencanaan strategis yang
telah mereka buat.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 5: Etika dan Tanggung Jawab dalam Diseminasi Konten
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran untuk pertemuan ini,
yaitu memahami dan menerapkan etika serta tanggung jawab dalam
diseminasi konten digital.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang dampak positif
dan negatif dari konten digital yang tersebar.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan pertanyaan
"Pernahkah kalian melihat konten yang ternyata berisi berita bohong
atau menyebarkan kebencian? Apa perasaan kalian saat
melihatnya?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan kasus-kasus nyata (yang
disederhanakan) tentang dampak negatif diseminasi konten yang
tidak bertanggung jawab (misalnya, berita palsu, cyberbullying).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Selain membuat konten
yang menarik, apa lagi yang harus kita perhatikan saat menyebarkan
konten agar tidak merugikan orang lain atau diri sendiri?".
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan atau video
singkat tentang etika digital, hak cipta, dan privasi.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan. a.
"Apa itu hak cipta? Mengapa kita harus menghormatinya?" b.
"Bagaimana cara membedakan berita fakta dan berita palsu?" c. "Apa
dampak dari menyebarkan informasi pribadi orang lain tanpa izin?"
d. Guru memaparkan tujuan pembelajaran dan menekankan peran
mereka sebagai warga digital yang bertanggung jawab.
Kegiatan Inti
MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang etika dan
tanggung jawab dalam diseminasi konten, meliputi: hak
cipta dan lisensi, privasi data, berita palsu (hoax) dan fakta,
ujaran kebencian, serta dampak jejak digital.
2. Guru memberikan skenario atau studi kasus fiktif yang
melibatkan dilema etika dalam diseminasi konten.
3. Peserta didik berdiskusi dan menganalisis skenario tersebut,
mencoba menentukan tindakan yang paling etis dan
bertanggung jawab. Pertanyaan pemantik: a. "Apa yang harus
kita lakukan jika tidak yakin apakah sebuah informasi itu
benar atau salah sebelum membagikannya?" b. "Bagaimana
cara meminta izin jika kita ingin menggunakan karya orang
lain dalam konten kita?"
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik tetap dalam kelompok yang sama.
2. Guru memberikan masalah berbasis proyek yang
melibatkan pengambilan keputusan etis, contohnya: "Kalian
menemukan sebuah video yang lucu tapi mungkin
mengandung unsur ujaran kebencian atau melanggar privasi
seseorang. Apa yang akan kalian lakukan? Mengapa?".
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik dalam kelompok menganalisis masalah,
mengidentifikasi dilema etika yang ada, dan merumuskan
keputusan serta alasannya.
2. Peserta didik mendiskusikan potensi konsekuensi dari
berbagai pilihan tindakan (misalnya, membagikan, tidak
membagikan, melaporkan).
3. Guru memantau dan memfasilitasi diskusi, mendorong
peserta didik untuk berpikir kritis dan mempertimbangkan
berbagai perspektif.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik mempresentasikan keputusan kelompok
mereka dan alasan di baliknya terkait skenario etika.
2. Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai penalaran etis yang mereka tunjukkan.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
pentingnya etika dan tanggung jawab dalam berinteraksi di
ruang digital.
2. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap komitmen
mereka untuk menjadi warga digital yang bertanggung jawab.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang etika
dan tanggung jawab dalam diseminasi konten, menekankan bahwa
kebebasan berekspresi datang dengan tanggung jawab besar.
2. Guru mengajak peserta didik untuk selalu kritis dan bertanggung
jawab dalam setiap interaksi digital.
3. Guru memuliakan peserta didik atas pemahaman dan komitmen etis
mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 6: Proyek Akhir: Produksi dan Diseminasi Konten
Multimedia
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran untuk pertemuan ini,
yaitu memproduksi dan melakukan diseminasi konten multimedia
secara etis dan bertanggung jawab.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
mengaplikasikan semua yang telah dipelajari dalam proyek nyata.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan pertanyaan
"Setelah belajar semua tentang membuat dan menyebarkan konten,
apakah kalian siap untuk membuat proyek sendiri dari awal sampai
akhir?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan beberapa contoh proyek konten
digital dari alumni atau siswa lain yang inspiratif.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Bagaimana semua
keterampilan yang kita pelajari (produksi, format, etika) dapat
digabungkan untuk menciptakan sebuah karya yang berdampak?".
10. Peserta didik melakukan literasi singkat tentang panduan proyek dan
rubrik penilaian.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik untuk mengulas kembali
semua materi yang telah dipelajari. a. "Apa saja yang harus
diperhatikan dalam produksi konten multimedia?" b. "Bagaimana
cara memastikan diseminasi konten kita etis dan efektif?" c. Guru
memaparkan tujuan pembelajaran dan menekankan bahwa ini adalah
kesempatan untuk menunjukkan penguasaan materi secara
menyeluruh.
Kegiatan Inti
MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah:
1. Guru memberikan proyek akhir berupa tantangan untuk
membuat sebuah konten digital multimedia (dengan
pilihan format bebas: infografis + teks, video pendek, podcast,
atau kombinasi) yang bertema "Edukasi Literasi Digital untuk
Remaja" (misalnya, tentang bahaya hoax, cyberbullying,
pentingnya privasi, atau etika bersosial media).
2. Peserta didik dalam kelompok memahami cakupan proyek,
kriteria penilaian, dan batasan waktu.
3. Peserta didik berdiskusi untuk memilih sub-tema, format
yang paling sesuai, dan merencanakan alur produksi hingga
diseminasi. Pertanyaan pemantik: a. "Sub-tema literasi digital
apa yang paling relevan untuk teman sebaya kita?" b. "Format
multimedia apa yang paling efektif untuk tema yang kita
pilih?"
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar:
1. Peserta didik tetap dalam kelompok yang sama.
2. Guru meminta setiap kelompok untuk mulai memproduksi
konten digital multimedia sesuai perencanaan mereka.
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok:
1. Peserta didik melakukan semua tahapan produksi: riset,
perencanaan (skrip/storyboard), pengumpulan aset (gambar,
video, audio), proses editing, dan finalisasi konten.
2. Peserta didik secara mandiri menggunakan aplikasi digital
yang relevan dan menerapkan teknik yang telah dipelajari.
3. Peserta didik merancang strategi diseminasi yang etis dan
bertanggung jawab untuk konten mereka (misalnya, membuat
postingan promosi, caption, hashtag).
4. Guru memantau, memberikan bimbingan, dan berfungsi
sebagai fasilitator, memastikan proyek berjalan sesuai rencana
dan kriteria.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil:
1. Peserta didik melakukan diseminasi konten mereka secara
terbatas (misalnya, di grup kelas, platform LMS sekolah, atau
demonstrasi langsung).
2. Peserta didik mempresentasikan proses produksi dan
diseminasi, serta menayangkan/menampilkan hasil karya
mereka.
3. Peserta didik mendapatkan umpan balik konstruktif dari
teman dan guru.
Menganalisis dan Mengevaluasi:
1. Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang
keseluruhan proses proyek, dari awal hingga akhir, termasuk
tantangan, solusi, dan pembelajaran yang didapat.
2. Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian
tujuan pembelajaran dan kualitas proyek mereka.
3. Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan
mereka setelah belajar, seperti bagaimana keterampilan ini
dapat diaplikasikan di luar konteks pembelajaran.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran tentang
Literasi Digital secara keseluruhan, merangkum perjalanan dari
produksi hingga diseminasi yang bertanggung jawab.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya, mendorong mereka untuk terus mengembangkan
keterampilan produksi konten dan menjadi warga digital yang positif.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyek mereka, kreativitas, dan tanggung jawab yang ditunjukkan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik
Mengetahui, Pekalongan, Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mapel
Matahari Bulan Purnama
Bahan Ajar: Produksi dan Diseminasi Konten Digital Berbasis Multimedia
Pendahuluan
Di era digital ini, kemampuan untuk menciptakan dan menyebarkan konten multimedia adalah
keterampilan yang krusial, tidak hanya untuk kreator konten profesional, tetapi juga bagi siapa
pun yang ingin berkomunikasi secara efektif di ranah daring. Dalam konteks Koding dan
Kecerdasan Artifisial, pemahaman tentang produksi konten digital menjadi semakin relevan,
mengingat peran AI dalam membantu otomatisasi dan peningkatan kualitas konten. Bahan ajar
ini akan membimbing Anda melalui proses penerapan teknik produksi konten digital
berbasis multimedia, pemilihan format digital yang sesuai, dan melakukan diseminasi
konten secara etis dan bertanggung jawab melalui berbagai media digital.
Menerapkan Teknik Produksi Konten Digital Berbasis Multimedia
Produksi konten digital berbasis multimedia melibatkan penggunaan berbagai elemen seperti
teks, gambar, audio, dan video untuk menyampaikan pesan. Proses ini menuntut kombinasi
kreativitas, pemahaman teknis, dan perencanaan yang matang.
Langkah-langkah dan Teknik Produksi Konten Multimedia:
1. Perencanaan Konten (Pre-Production):
o Identifikasi Tujuan dan Audiens: Apa tujuan konten Anda? Siapa yang ingin
Anda jangkau? (Misalnya, membuat video tutorial koding untuk pemula, atau
infografis tentang etika AI untuk masyarakat umum).
o Penelitian dan Pengumpulan Data: Kumpulkan informasi yang akurat dan
relevan. Ini bisa berupa data statistik, fakta, kutipan, atau studi kasus.
o Pembuatan Kerangka (Outline) atau Skrip: Susun alur cerita atau poin-poin
penting. Untuk video atau audio, buat skrip lengkap. Untuk gambar/infografis,
tentukan elemen visual utama.
o Pemilihan Alat: Tentukan perangkat lunak atau hardware yang akan digunakan
(misalnya, editor video seperti DaVinci Resolve/CapCut, editor gambar seperti
Canva/Photoshop, editor audio seperti Audacity, atau IDE untuk koding
demonstrasi).
2. Pembuatan Konten (Production):
o Teks: Tulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sesuai audiens. Gunakan
struktur paragraf yang baik, heading, dan bullet points untuk keterbacaan.
Contoh: Menulis artikel blog tentang "Pengantar Machine Learning
dengan Python."
o Gambar/Infografis: Gunakan visual yang menarik dan informatif. Perhatikan
komposisi, warna, tipografi, dan relevansi gambar dengan pesan yang
disampaikan. Pastikan resolusi tinggi dan format yang tepat.
Contoh: Membuat infografis yang menjelaskan arsitektur Neural Network
dasar.
o Audio: Rekam suara dengan kualitas yang baik (minim noise). Perhatikan
intonasi, kejelasan artikulasi, dan kecepatan bicara jika berupa narasi atau
podcast.
Contoh: Merekam narasi untuk video tutorial atau membuat segmen
podcast tentang berita terbaru di dunia AI.
o Video: Perhatikan pencahayaan, kualitas suara, resolusi video, dan komposisi
framing. Edit video untuk membuang bagian yang tidak perlu, menambahkan
transisi, teks overlay, dan musik latar.
Contoh: Membuat video demo langsung (live coding) tentang cara
membangun model chatbot sederhana.
o Integrasi AI dalam Produksi:
Penulisan Teks: Menggunakan AI generatif (seperti model bahasa) untuk
membuat draf awal, ide heading, atau ringkasan artikel.
Desain Grafis: Menggunakan AI untuk menghasilkan gambar (misalnya,
Midjourney, DALL-E) atau mengoptimalkan desain di perangkat lunak
(misalnya, fitur AI di Canva).
Pengeditan Video/Audio: Menggunakan alat AI untuk transkripsi
otomatis, penghapusan noise, atau pembuatan subtitle.
3. Pasca-Produksi (Post-Production):
o Penyuntingan (Editing): Gabungkan semua elemen multimedia. Sesuaikan
timing video/audio, koreksi warna gambar, perbaiki kesalahan ketik pada teks.
o Penambahan Efek: Tambahkan efek visual atau audio jika diperlukan untuk
meningkatkan daya tarik konten.
o Optimasi Ukuran File: Kompresi file untuk memastikan kecepatan loading yang
baik tanpa mengorbankan kualitas terlalu banyak.
o Review dan Koreksi: Periksa ulang seluruh konten untuk memastikan tidak ada
kesalahan, baik dari segi teknis maupun isi. Dapatkan feedback dari orang lain
jika memungkinkan.
Memilih Format Digital yang Sesuai (Teks, Video, Gambar, Audio)
Pemilihan format konten yang tepat adalah kunci untuk memastikan pesan Anda diterima dengan
baik oleh audiens target. Setiap format memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri.
Faktor dalam Memilih Format:
1. Tujuan Konten:
o Teks: Cocok untuk informasi detail, panduan langkah-demi-langkah, analisis
mendalam, berita, atau SEO (Search Engine Optimization). Baik untuk audiens
yang suka membaca atau mencari informasi spesifik.
Contoh: Artikel blog "Memahami Algoritma Backpropagation", e-book
"Panduan Lengkap Python untuk Data Science."
o Video: Efektif untuk demonstrasi, tutorial visual, wawancara, narasi cerita, atau
penjelasan konsep kompleks secara visual. Sangat menarik dan mudah
dikonsumsi.
Contoh: Tutorial video "Implementasi Model Klasifikasi Gambar dengan
TensorFlow," demo proyek AI.
o Gambar/Infografis: Ideal untuk menyampaikan data statistik, perbandingan,
konsep kompleks yang disederhanakan, atau kutipan. Sangat shareable dan
menarik perhatian dengan cepat.
Contoh: Infografis "Perbandingan Algoritma Machine Learning," diagram
alur kerja model AI.
o Audio: Bagus untuk diskusi, wawancara panjang, podcast, atau konten yang bisa
didengarkan saat multitasking.
Contoh: Podcast tentang "Masa Depan Kecerdasan Buatan," wawancara
dengan pakar AI.
2. Karakteristik Audiens:
o Apakah audiens Anda lebih suka membaca, menonton, atau mendengarkan?
o Apakah mereka memiliki waktu luang yang banyak atau hanya sebentar?
o Apakah mereka berada di perangkat seluler atau desktop? (Video dan gambar
cenderung lebih mudah dikonsumsi di seluler).
3. Kompleksitas Informasi:
o Informasi yang sangat teknis dan memerlukan referensi mungkin lebih baik dalam
teks.
o Proses atau interaksi yang dinamis lebih baik dalam video.
o Data visual paling baik disajikan dalam infografis.
4. Platform Diseminasi:
o YouTube dan TikTok ideal untuk video.
o Blog dan situs web cocok untuk teks.
o Instagram dan Pinterest bagus untuk gambar/infografis.
o Spotify dan Apple Podcasts untuk audio.
Contoh Pemilihan Format:
Untuk menjelaskan cara menginstal library Python dan menjalankan kode pertama:
Video tutorial adalah pilihan terbaik karena memungkinkan demonstrasi langkah demi
langkah secara visual. Teks sebagai pelengkap skrip video akan sangat membantu.
Untuk membandingkan efisiensi berbagai algoritma sorting: Infografis atau tabel
dalam artikel teks akan lebih efektif untuk menyajikan data secara ringkas dan mudah
dipahami.
Untuk diskusi mendalam tentang implikasi etika AI dalam pengambilan keputusan:
Podcast atau artikel blog yang panjang akan memungkinkan eksplorasi topik yang
lebih komprehensif.
Melakukan Diseminasi Konten Secara Etis dan Bertanggung Jawab Melalui Media Digital
Setelah konten diproduksi, langkah selanjutnya adalah mendistribusikannya. Diseminasi yang
efektif tidak hanya tentang mencapai audiens, tetapi juga melakukannya secara etis dan
bertanggung jawab.
Prinsip Diseminasi Etis dan Bertanggung Jawab:
1. Verifikasi Sumber dan Fakta: Pastikan semua informasi yang Anda sebarkan akurat
dan berasal dari sumber yang kredibel. Jangan menyebarkan hoax atau informasi yang
tidak terverifikasi, terutama dalam bidang AI yang berkembang pesat dan seringkali
memicu spekulasi.
o Contoh: Jika membagikan berita tentang terobosan AI, pastikan berasal dari
jurnal ilmiah terkemuka atau lembaga penelitian yang kredibel.
2. Transparansi Penggunaan AI: Jika sebagian atau seluruh konten Anda dibuat atau
dibantu oleh AI, sebaiknya berikan pengungkapan yang jelas kepada audiens. Ini
membangun kepercayaan dan membantu audiens memahami konteks konten.
o Contoh: Menambahkan catatan seperti "Artikel ini dibuat sebagian menggunakan
model bahasa AI" atau "Gambar dihasilkan oleh AI."
3. Penghargaan Hak Cipta dan Atribusi: Selalu berikan atribusi yang layak kepada
pencipta asli jika Anda menggunakan materi yang tidak Anda miliki (gambar, audio,
kutipan, kode). Hindari plagiarisme. Pahami lisensi Creative Commons atau lisensi open
source lainnya.
o Contoh: Jika menggunakan gambar dari Unsplash, sertakan kredit fotografer. Jika
menyertakan kutipan kode dari GitHub, berikan link ke repositori aslinya.
4. Menghindari Konten Berbahaya/Bias/Diskriminatif: Jangan menyebarkan konten
yang mempromosikan kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau stereotip negatif. Berhati-
hatilah terhadap bias yang mungkin ada dalam data pelatihan AI Anda dan pastikan
outputnya tidak memperkuat bias tersebut.
o Contoh: Memeriksa output model AI generatif untuk memastikan tidak ada
bahasa ofensif atau representasi yang tidak adil.
5. Perlindungan Privasi Data: Jika konten Anda melibatkan data pribadi, pastikan Anda
mematuhi regulasi privasi data (misalnya GDPR, UU ITE) dan mendapatkan persetujuan
yang diperlukan.
o Contoh: Tidak membagikan data pribadi pengguna tanpa izin eksplisit, terutama
dalam demo aplikasi AI yang melibatkan data sensitif.
6. Memilih Platform yang Tepat:
o Media Sosial (Twitter, LinkedIn, Facebook, Instagram): Efektif untuk
jangkauan luas, interaksi cepat, dan membangun komunitas. Pilih platform yang
paling relevan dengan audiens dan jenis konten Anda.
o Situs Web/Blog Pribadi: Memberikan kendali penuh atas konten, desain, dan
SEO. Ideal untuk konten mendalam dan membangun portofolio.
o Platform Video (YouTube, Vimeo): Cocok untuk konten video, memungkinkan
monetisasi dan komunitas.
o Platform Audio (Spotify, Apple Podcasts): Untuk konten audio/podcast.
o Forum Komunitas/Platform Spesialis (Stack Overflow, GitHub, Kaggle): Jika
konten Anda bersifat teknis (misalnya, berbagi kode, model AI, atau dataset),
platform ini sangat efektif untuk menjangkau audiens yang relevan.
Contoh Diseminasi Etis:
Anda telah membuat video tutorial tentang "Membangun Model AI Sederhana untuk Klasifikasi
Teks."
Pilihan Platform: YouTube (untuk jangkauan visual), GitHub (untuk kode sumber),
Blog pribadi (untuk artikel pendukung dan diskusi mendalam).
Praktik Etis:
o Pada deskripsi video dan blog, ungkapkan jika ada bagian skrip atau ide yang
dibantu oleh AI.
o Di repositori GitHub, pastikan Anda telah memberi atribusi kepada setiap
library atau dataset pihak ketiga yang Anda gunakan, sesuai lisensi masing-
masing.
o Pastikan tidak ada data sensitif yang tidak sengaja bocor dalam demonstrasi
video.
o Pastikan tutorial Anda tidak mendorong praktik yang tidak etis atau tidak aman
dalam pengembangan AI.
Kesimpulan
Keahlian dalam produksi konten digital berbasis multimedia, pemilihan format yang
cerdas, dan diseminasi yang etis dan bertanggung jawab adalah pilar penting bagi siapa pun
yang ingin sukses di lanskap digital saat ini. Dengan menguasai aspek-aspek ini, terutama dalam
domain Koding dan Kecerdasan Artifisial, Anda tidak hanya dapat menciptakan konten yang
menarik dan informatif, tetapi juga membangun reputasi sebagai komunikator yang kredibel dan
bertanggung jawab di tengah arus informasi yang tak terbatas.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : ..........................................
KELAS / SEMESTER : X / Gasal
MATA PELAJARAN : Koding dan Kecerdasan Artifisial
TUJUAN PEMBELAJARAN
Menerapkan teknik produksi konten digital berbasis multimedia.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1.1 Mengidentifikasi tahapan produksi konten digital.
1.2 Menggunakan perangkat lunak untuk membuat konten multimedia.
1.3 Menerapkan proses produksi konten digital secara sistematis.
ALAT DAN BAHAN
Komputer/laptop
Aplikasi editing (Canva, CapCut, atau sejenisnya)
Akses internet
TUGAS / SOAL
Bacalah narasi berikut:
Di era digital saat ini, konten multimedia telah menjadi bagian penting dalam menyampaikan
informasi, edukasi, dan hiburan. Misalnya, seorang siswa SMK membuat video tutorial cara
membuat kerajinan tangan dari barang bekas yang kemudian diunggah ke YouTube. Konten
tersebut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga edukatif dan menginspirasi penontonnya
untuk melakukan daur ulang. Namun, agar konten bisa diterima dengan baik, diperlukan
perencanaan dan proses produksi yang matang, seperti penentuan ide, pengumpulan bahan,
proses editing, hingga publikasi.
Berdasarkan narasi tersebut:
1. Jelaskan tiga tahapan penting dalam proses produksi konten digital berbasis multimedia!
2. Sebutkan perangkat dan aplikasi yang dapat digunakan dalam proses produksi konten
multimedia!
3. Buatlah perencanaan produksi untuk konten digital bertema "Gaya Hidup Ramah
Lingkungan" (minimal mencakup tujuan, media, alat, dan target audiens).
SOAL PRAKTIK:
Buatlah konten digital (video atau animasi) berdurasi maksimal 1 menit tentang "Manfaat
Teknologi AI dalam Kehidupan Sehari-hari". Konten harus mencakup unsur teks, audio, dan
gambar/video serta dapat dipublikasikan di platform digital.
KUNCI JAWABAN
1. Tahapan produksi konten: Pra-produksi, Produksi, Pasca-produksi.
2. Perangkat: Kamera, smartphone, laptop. Aplikasi: Canva, CapCut, Adobe Premiere,
Audacity.
3. Perencanaan produksi mencakup: Tema, tujuan edukatif, target audiens siswa, platform
YouTube atau Instagram, alat perekam dan editor video.
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Skor Maksimal
Pemahaman tahapan produksi 20
Pemilihan alat dan media 20
Kreativitas konten praktik 30
Kesesuaian tema 15
Etika digital & kerapian 15
Total 100
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : ..........................................
KELAS / SEMESTER : X / Gasal
MATA PELAJARAN : Koding dan Kecerdasan Artifisial
TUJUAN PEMBELAJARAN
Memilih format digital yang sesuai (teks, video, gambar, audio).
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
2.1 Mengidentifikasi jenis format konten digital.
2.2 Menganalisis kelebihan dan kekurangan berbagai format digital.
2.3 Menentukan format konten yang sesuai untuk tujuan tertentu.
ALAT DAN BAHAN
Komputer/smartphone
Contoh berbagai format konten
Akses ke platform digital (YouTube, Podcast, Instagram)
TUGAS / SOAL
Di era informasi seperti sekarang, pemilihan format digital yang tepat menjadi penting dalam
menyampaikan pesan. Sebagai contoh, promosi acara sekolah dapat dilakukan melalui video
pendek, poster digital, atau podcast. Setiap format memiliki keunggulan dan keterbatasan
masing-masing.
1. Bandingkan kelebihan dan kekurangan antara format video dan audio dalam
menyampaikan informasi edukatif!
2. Jika ingin mempromosikan acara sekolah kepada siswa dan guru, format apa yang paling
sesuai? Jelaskan alasannya!
3. Buatlah tabel rencana konten digital bertema "Teknologi Masa Depan" yang
menampilkan jenis format, platform, dan alasan pemilihannya.
SOAL PRAKTIK:
Buatlah dua versi konten digital tentang topik "Etika Penggunaan AI" masing-masing dalam
format gambar (infografis) dan video berdurasi 30 detik. Tampilkan di platform yang sesuai.
KUNCI JAWABAN
1. Video: visual & menarik, tapi butuh banyak kuota. Audio: mudah diakses, tapi kurang
visual.
2. Video atau poster digital karena visualisasi membantu pemahaman dan menarik perhatian
siswa.
3. Tabel rencana mencakup: Format (video, audio), Platform (Instagram, YouTube), Alasan
(target audiens, kemudahan akses).
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Skor Maksimal
Analisis format konten 25
Ketepatan pemilihan format 25
Kreativitas produk konten 25
Alasan & pemanfaatan platform 25
Total 100
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : ..........................................
KELAS / SEMESTER : X / Gasal
MATA PELAJARAN : Koding dan Kecerdasan Artifisial
TUJUAN PEMBELAJARAN
Melakukan diseminasi konten secara etis dan bertanggung jawab melalui media digital.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.1 Menjelaskan pentingnya etika digital dalam publikasi konten.
3.2 Mengidentifikasi platform yang sesuai untuk publikasi.
3.3 Melakukan publikasi konten sesuai etika digital.
ALAT DAN BAHAN
Komputer atau smartphone
Akun media sosial atau platform publikasi digital
Akses internet
TUGAS / SOAL
Dalam menyebarluaskan konten digital, penting untuk mempertimbangkan etika digital.
Misalnya, ketika seseorang membuat meme tentang isu sosial, konten tersebut bisa berdampak
besar baik secara positif maupun negatif. Konten yang mengandung hoaks, pelanggaran hak
cipta, atau ujaran kebencian sangat merugikan masyarakat.
1. Jelaskan tiga prinsip utama etika digital dalam diseminasi konten!
2. Sebutkan dan jelaskan dua platform yang sesuai untuk publikasi konten edukatif!
3. Simulasikan bagaimana kamu akan menyebarluaskan konten digital bertema
"Pemanfaatan AI untuk Difabel" secara etis.
SOAL PRAKTIK:
Unggah satu konten digital (video atau gambar) ke platform pilihanmu dengan deskripsi edukatif
dan mencantumkan sumber materi (jika ada). Pastikan konten tidak mengandung unsur SARA,
hoaks, atau pelanggaran hak cipta.
KUNCI JAWABAN
1. Etika digital: Menghormati privasi, mencantumkan sumber, tidak menyebar hoaks.
2. YouTube (visual edukasi), Instagram (infografis mudah diakses).
3. Menyusun caption netral, tagar positif, deskripsi informatif, serta menyebutkan sumber
data.
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Skor Maksimal
Pemahaman etika digital 30
Kesesuaian platform publikasi 20
Praktik diseminasi konten 30
Kerapian dan orisinalitas 20
Total 100
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : …………………
Kelas / Semester : X / Gasal
Mata Pelajaran : Koding dan Kecerdasan Artifisial
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menerapkan teknik produksi konten digital berbasis multimedia.
2. Memilih format digital yang sesuai (teks, video, gambar, audio).
3. Melakukan diseminasi konten secara etis dan bertanggung jawab melalui media digital.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
1. Mengidentifikasi teknik produksi konten digital berbasis multimedia.
2. Menganalisis pemilihan format digital yang sesuai dengan tujuan penyampaian informasi.
3. Mengevaluasi etika dan tanggung jawab dalam menyebarkan konten digital.
4. Mengintegrasikan berbagai format digital ke dalam satu produk konten multimedia.
5. Merancang dan mempublikasikan konten digital berbasis masalah kehidupan sehari-hari.
KISI-KISI SOAL
No IPK Level Kognitif Materi Bentuk Soal
1 1 C2 (Memahami) Produksi konten digital Pilihan Ganda
2 1 C4 (Menganalisis) Teknik produksi konten Pilihan Ganda
3 2 C3 (Menerapkan) Format multimedia Pilihan Ganda
4 2 C4 (Menganalisis) Pemilihan format konten Pilihan Ganda
5 3 C5 (Mengevaluasi) Etika diseminasi konten Pilihan Ganda
6 3 C3 (Menerapkan) Tanggung jawab penyebaran Pilihan Ganda
7 4 C4 (Menganalisis) Integrasi format digital Pilihan Ganda
8 5 C6 (Mencipta) Pembuatan konten digital Pilihan Ganda
9 5 C5 (Mengevaluasi) Publikasi konten digital Pilihan Ganda
10 5 C4 (Menganalisis) Penerapan konten pada kehidupan Pilihan Ganda
SOAL
1.
Toni diminta membuat konten promosi tentang pentingnya daur ulang sampah plastik dalam
bentuk video berdurasi satu menit. Ia berencana menggunakan footage aktivitas daur ulang di
lingkungannya dan menambahkan teks naratif.
Apa langkah awal yang paling tepat dilakukan Toni untuk memulai produksi konten tersebut?
A. Mengedit video langsung menggunakan aplikasi seluler
B. Mengunduh video dari internet untuk mempercepat proses
C. Membuat alur cerita (storyboard) berdasarkan pesan yang ingin disampaikan
D. Menambahkan lagu latar agar video lebih menarik
E. Mempublikasikan video di media sosial pribadi
2.
Sekelompok siswa membuat kampanye digital bertema hemat energi di rumah. Mereka membuat
infografis dan podcast berdurasi 3 menit.
Mengapa tim tersebut perlu menggunakan lebih dari satu jenis format digital?
A. Agar terlihat profesional seperti konten influencer
B. Untuk menarik perhatian guru pembimbing
C. Karena semakin banyak format, semakin mudah tugas dinilai
D. Untuk menjangkau audiens yang beragam dan meningkatkan pemahaman
E. Karena semua media sosial mendukung semua format tersebut
3.
Maya ingin membuat konten edukatif tentang bahaya cyberbullying. Ia bingung memilih antara
format teks panjang atau video animasi.
Apa pertimbangan paling relevan yang harus dilakukan Maya sebelum memilih format?
A. Menentukan kapasitas memori HP untuk menyimpan file
B. Menganalisis siapa target audiens dan bagaimana kebiasaan konsumsi medianya
C. Memastikan efek visual animasinya menarik
D. Memilih aplikasi editing video gratis
E. Mencari inspirasi dari konten viral TikTok
4.
Dalam membuat konten digital, siswa sering menggunakan lagu atau video dari internet tanpa
izin.
Mengapa hal ini harus dihindari dalam produksi konten digital?
A. Karena akan mempersulit proses editing
B. Agar bisa mendapat lebih banyak viewers
C. Karena melanggar hak cipta dan tidak etis
D. Karena aplikasi editing tidak mendukung format tertentu
E. Agar terhindar dari sanksi guru
5.
Andi membuat video edukasi menggunakan potongan klip film populer dan mengunggahnya ke
YouTube. Beberapa jam kemudian videonya dihapus otomatis oleh sistem.
Apa kemungkinan alasan video Andi dihapus?
A. Durasi video terlalu pendek
B. Format video tidak sesuai
C. Melanggar hak cipta karena menggunakan materi berlisensi tanpa izin
D. Tidak memiliki subtitle
E. Tidak ada thumbnail yang menarik
6.
Ketika menyusun konten presentasi kampanye digital hemat listrik, Lina ingin menggabungkan
data statistik, gambar, dan narasi suara.
Apa manfaat utama dari penggabungan elemen-elemen multimedia ini?
A. Membuat konten lebih banyak dan panjang
B. Menambah ukuran file agar terlihat kompleks
C. Meningkatkan efektivitas penyampaian pesan dan daya tarik visual
D. Memenuhi syarat tugas sekolah yang sulit
E. Menghindari plagiarisme
7.
Dalam sebuah tugas, siswa diminta membuat konten digital yang bisa memengaruhi perilaku
hidup sehat remaja.
Dari pilihan berikut, mana yang merupakan format konten paling sesuai untuk tujuan tersebut?
A. Video tutorial memasak sehat
B. Teks naratif tentang sejarah makanan
C. Gambar pemandangan
D. Musik instrumen klasik
E. File spreadsheet menu diet
8.
Sebuah kelompok siswa berhasil membuat video edukatif tentang pentingnya menjaga privasi
digital. Mereka ingin membagikannya ke media sosial.
Langkah mana yang menunjukkan tanggung jawab dan etika dalam mendistribusikan konten
digital?
A. Memasang watermark agar tidak dicuri
B. Menyisipkan iklan untuk mendapatkan uang
C. Memberi kredit sumber gambar dan suara
D. Menghapus komentar negatif dari audiens
E. Menggunakan tagar viral sebanyak-banyaknya
9.
Dalam proses diseminasi konten, aspek keamanan data dan etika sering kali diabaikan.
Apa risiko terbesar jika siswa menyebarkan konten digital tanpa memperhatikan aspek tersebut?
A. Konten tidak menarik
B. File menjadi berat dan tidak bisa diunggah
C. Pelanggaran hukum dan pencemaran nama baik
D. Sulit mengedit ulang kontennya
E. Dapat membuat algoritma platform terganggu
10.
Rani dan timnya membuat kampanye digital bertema “Stop Hoax”. Mereka ingin membuat
infografis, video pendek, dan podcast ringan.
Langkah akhir apa yang paling tepat sebelum mereka menyebarluaskan konten tersebut?
A. Mengunggah langsung tanpa diedit
B. Mempublikasikan di semua akun pribadi
C. Melakukan uji coba terbatas dan mengevaluasi feedback
D. Menambahkan filter dan efek dramatis
E. Menghapus identitas pembuat agar anonim
KUNCI JAWABAN
1. C
2. D
3. B
4. C
5. C
6. C
7. A
8. C
9. C
10. C
RUBRIK PENILAIAN
Skor Kriteria Penilaian
91 – Menjawab 10 – 9 soal dengan benar, menunjukkan pemahaman sangat tinggi
100 terhadap teknik produksi dan etika digital.
81 – 90 Menjawab 8 soal dengan benar, mampu memilih dan menganalisis konten secara
tepat.
71 – 80 Menjawab 7 soal dengan benar, menunjukkan pemahaman cukup baik.
61 – 70 Menjawab 6 soal dengan benar, namun kurang konsisten dalam menjawab soal
analisis.
< 60 Menjawab ≤5 soal dengan benar, pemahaman belum tuntas.
Total Nilai: 100
ASESMENT AKHIR PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : …………………
KELAS / SEMESTER : X / Gasal
MATA PELAJARAN : Koding dan Kecerdasan Artifisial
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menerapkan teknik produksi konten digital berbasis multimedia.
2. Memilih format digital yang sesuai (teks, video, gambar, audio).
3. Melakukan diseminasi konten secara etis dan bertanggung jawab melalui media digital.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
1. Peserta didik dapat merancang konten digital berbasis multimedia sesuai dengan topik
yang ditentukan.
2. Peserta didik dapat memilih format digital yang paling sesuai untuk menyampaikan pesan
tertentu.
3. Peserta didik dapat mempublikasikan konten digital menggunakan media yang tepat
dengan memperhatikan etika digital.
KISI-KISI SOAL
No IPK Level Kognitif Indikator Soal Bentuk
Soal
1 Merancang konten C6 (Mencipta) Peserta didik dapat merancang Proyek
digital multimedia proyek konten digital dalam bentuk
multimedia
2 Memilih format C5 Peserta didik dapat mengevaluasi Proyek
digital yang sesuai (Mengevaluasi) format multimedia yang cocok
untuk konten tertentu
3 Melakukan C5 Peserta didik dapat menjelaskan Proyek
diseminasi konten (Mengevaluasi) media digital yang sesuai dan etika
secara etis publikasi konten
SOAL PROYEK
Tugas Proyek:
Sebagai bagian dari kegiatan kampanye Digital Safety Awareness, sekolah akan membuat konten
edukatif yang akan dibagikan di media sosial sekolah.
Petunjuk Tugas:
1. Pilih satu tema dari daftar berikut:
a. Tips Berinternet Aman
b. Mengenal Jejak Digital
c. Cara Menghindari Berita Hoaks
d. Etika Berkomentar di Media Sosial
2. Buat konten digital edukatif yang memuat pesan-pesan penting dari tema yang kamu
pilih.
o Konten boleh berupa video pendek (maks. 1 menit), infografis, podcast (maks. 3
menit), atau kombinasi multimedia lain.
o Gunakan aplikasi seperti Canva, CapCut, Audacity, InShot, atau lainnya sesuai
kebutuhan.
3. Sajikan produk konten kamu dalam format digital dan unggah ke platform yang
disepakati (Google Drive, YouTube, Instagram Kelas, dll.).
4. Sertakan deskripsi konten dan alasan pemilihan format yang kamu gunakan (maks. 200
kata).
5. Pastikan konten memenuhi prinsip etika digital dan tidak mengandung SARA, kekerasan,
atau unsur negatif lainnya.
KUNCI JAWABAN
Penilaian berdasarkan rubrik penilaian di bawah.
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian
Maksimal
1. Relevansi Tema 20 Konten sesuai tema, pesan jelas, dan mendidik
2. Kualitas Multimedia 20 Tampilan menarik, audio/video jernih, desain
proporsional
3. Pemilihan Format 15 Format sesuai tujuan pesan dan audiens target
Digital
4. Kreativitas dan 15 Konten unik, tidak menjiplak, menyampaikan ide
Orisinalitas secara inovatif
5. Etika Digital dan 15 Tidak mengandung hoaks, SARA, atau unsur
Bahasa negatif; bahasa sopan
6. Deskripsi dan Alasan 15 Alasan pemilihan format logis, mendukung
Format efektivitas pesan
Total Skor Maksimal: 100