0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Kode Etik Guru: Panduan Profesionalisme

Dokumen ini membahas pentingnya kode etik bagi guru sebagai panduan perilaku dan sikap dalam menjalankan profesi pendidikan. Melalui sosialisasi yang dilakukan, diharapkan para guru dapat memahami dan menerapkan kode etik untuk menjaga profesionalisme dan integritas dalam lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun budaya etika yang kuat di kalangan pendidik.

Diunggah oleh

n.hanapiadl
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan9 halaman

Kode Etik Guru: Panduan Profesionalisme

Dokumen ini membahas pentingnya kode etik bagi guru sebagai panduan perilaku dan sikap dalam menjalankan profesi pendidikan. Melalui sosialisasi yang dilakukan, diharapkan para guru dapat memahami dan menerapkan kode etik untuk menjaga profesionalisme dan integritas dalam lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun budaya etika yang kuat di kalangan pendidik.

Diunggah oleh

n.hanapiadl
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL PEMBELAJARANKU MODUL 2

“MENUMBUHKAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SOSIALISASI


KODE ETIK GURU BERJUDUL ETIKA ADALAH NAPAS PROFESI DAN
NURANI PENDIDIKAN”

DISUSUN OLEH:

NAMA : RITMA SARI

NoUKG :202200206575

NIM :-

SEKOLAH : SDN JATIWANGI 01

PESERTA PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) TERTENTU

TAHAP 4 TAHUN 2025 IKIP PGRI WATES


KODE ETIK, APAKAH PERILAKU GURU SEBAGAI
PENDIDIK PERLU DIATUR

A. PENGERTIAN
Kode etik bagi guru merupakan sekumpulan norma, prinsip, dan nilai-nilai moral yang
berfungsi sebagai panduan untuk sikap dan tindakan guru dalam menjalankan perannya sebagai
pendidik, pembimbing, dan teladan bagi siswa serta masyarakat. Kode etik ini lebih dari sekadar
regulasi resmi; ia juga mencakup integritas pribadi, dedikasi profesional, dan kewajiban sosial
seorang guru.

B. ISI KODE ETIK GURU


1. Etika terhadap peserta didik
• Bersikap adil dan tidak diskriminatif.
• Menjadi teladan dalam ucapan dan tindakan.
• Membimbing secara penuh kasih sayang dan tanggung jawab.
2. Etika terhadap orang tua peserta didik
• Menjalin kerja sama yang baik.
• Menyampaikan perkembangan anak secara jujur dan profesional.
3. Etika terhadap sesama guru dan tenaga kependidikan
• Menjaga hubungan yang saling menghormati dan supportif.
• Menjunjung tinggi rasa solidaritas dan kolegialitas.
4. Etika terhadap lembaga dan masyarakat
• Menjaga nama baik sekolah dan profesi.
• Berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan secara positif.
5. Etika terhadap diri sendiri
• Selalu belajar, meningkatkan kompetensi, dan bersikap jujur.
• Menjaga integritas dan menjauhkan diri dari tindakan tercela.

C. MENGAPA KODE ETIK GURU DIANGGAP


PENTING ?
Guru bukan hanya bertugas mengajar, tetapi juga membina dan menjadi contoh bagi
siswa. Dalam melaksanakan fungsinya, seorang guru diharuskan memiliki sikap dan perilaku
yang mencerminkan nilai moral serta profesionalisme. Oleh sebab itu, sangat penting bagi
setiap pengajar untuk mengetahui dan memahami kode etik profesinya sebagai pedoman
dalam bertindak dan membuat keputusan.
Dengan memahami kode etik, guru dapat menjaga hubungan yang sehat dan harmonis
dengan siswa, rekan kerja, orang tua, dan masyarakat. Kode etik membantu guru bersikap adil,
mencegah diskriminasi, melindungi privasi siswa, dan bertindak bijak dalam penggunaan
media sosial. Pemahaman ini juga melindungi guru dari tindakan yang bisa merusak citra dan
kepercayaan masyarakat terhadap profesi pendidikan.

Selain itu, kode etik memiliki peran vital dalam menjaga integritas dan martabat
profesi guru. Dalam menghadapi berbagai tantangan dan dilema etika di sekolah, kode etik
menjadi acuan yang jelas untuk menentukan sikap yang sesuai. Seorang guru yang memahami
dan menerapkan kode etik dengan konsisten akan bisa melaksanakan tugasnya dengan penuh
tanggung jawab, serta menjadi contoh yang baik bagi generasi mendatang.

AKSI NYATA

Judul Aksi : “Etika adalah Napas Profesi dan Nurani Pendidikan”


(Menumbuhkan integritas dan sikap profesional guru melalui pemahaman dan penerapan kode
etik di sekolah dasar)

A. DESKRIPSI KEGIATAN
Dalam rangka menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya profesionalisme dan
integritas dalam dunia pendidikan, saya melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya
kode etik guru kepada rekan-rekan sejawat di sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk
mengajak para guru memahami kembali nilai-nilai etis yang menjadi dasar perilaku dan sikap
dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Sosialisasi dilakukan melalui diskusi santai namun bermakna, yang mencakup pemaparan
mengenai isi kode etik guru, contoh-contoh pelanggaran yang sering terjadi di lingkungan
sekolah, serta dampak positif dari penerapan kode etik secara konsisten. Saya juga membagikan
bahan ringkas berupa infografis dan poin-poin penting kode etik untuk memudahkan pemahaman
bersama.

Melalui kegiatan ini, para guru diajak untuk merefleksikan peran dan tanggung jawabnya
sebagai teladan bagi siswa, serta memperkuat komitmen untuk menjaga marwah profesi.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya etika yang kuat di
lingkungan sekolah.
B. LANGKAH LANGKAH
a. Menentukan Tujuan Sosialisasi
Saya memulai dengan merumuskan tujuan kegiatan, yaitu untuk meningkatkan
pemahaman dan kesadaran rekan sejawat mengenai pentingnya kode etik guru dalam
menjalankan tugas profesional.
b. Menyusun Materi Presentasi PPT
• Saya menyusun slide presentasi yang berisi:
• Pengertian kode etik guru
• Tujuan kode etik
• Pokok-pokok isi kode etik
• Masalah yang sering muncul
• Dampak pelanggaran kode etik
• Tindakan menjaga dan menerapkan etika
• Slide dirancang menarik dan ringkas agar mudah dipahami.
c. Mengundang dan Mengatur Waktu Sosialisasi
Saya mengajak beberapa rekan sejawat untuk mengikuti sesi sosialisasi singkat yang
dilaksanakan di ruang guru pada waktu yang telah disepakati bersama.
d. Melaksanakan Sosialisasi
Saya memaparkan materi melalui PPT secara lisan, menyampaikan penjelasan setiap
slide dengan diselingi contoh konkret dan pertanyaan interaktif agar diskusi lebih hidup.
e. Diskusi dan Tanya Jawab
Setelah pemaparan, saya membuka sesi diskusi. Rekan sejawat diberi kesempatan
berbagi pandangan, pengalaman, atau pertanyaan seputar penerapan kode etik guru.
f. Refleksi dan Penutup
Kegiatan ditutup dengan ajakan untuk merefleksikan kembali peran kita sebagai guru
dalam menjaga etika dan komitmen untuk saling mengingatkan dalam praktik sehari-hari.

C. HASIL YANG DIHARAPKAN


Melalui acara sosialisasi ini, saya berharap para guru dapat lebih memahami dan
menghargai pentingnya kode etik dalam menjalankan peran mereka sebagai pendidik. Saya ingin
mereka tidak hanya mengetahui isi kode etik, tetapi juga dapat menerapkannya dalam perilaku,
perkataan, dan tindakan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Saya juga mengharapkan munculnya motivasi untuk saling mengingatkan dan menjaga etika
bersama, sehingga tercipta suasana kerja yang lebih harmonis, saling menghormati, dan
profesional. Dengan cara ini, para guru dapat menjadi panutan bagi siswa, tidak hanya dalam
materi pelajaran, tetapi juga dalam sikap dan moral.

Akhirnya, saya berharap kegiatan ini menjadi langkah awal yang mendatangkan perubahan
yang baik, dimulai dari kesadaran kita sebagai guru untuk terus mempertahankan integritas dan
martabat profesi yang mulia ini.

D. RELEVANSI PEMBELAJARAN MENDALAM


Pembelajaran mendalam menyoroti pentingnya pemahaman yang signifikan, bersifat
reflektif, dan sesuai konteks, sehingga sangat cocok dengan aktivitas sosialisasi kode etik bagi
guru. Dalam program ini, saya tidak hanya memberikan informasi secara satu arah, tetapi juga
mengundang rekan-rekan saya untuk merenungi posisi dan tanggung jawab mereka sebagai
pendidik melalui diskusi, sesi tanya jawab, serta berbagi pengalaman nyata yang mereka alami di
lapangan.

Sosialisasi ini juga membantu mengembangkan kesadaran kolektif dan membangun


komitmen bersama, yang merupakan inti dari pembelajaran yang bermakna dan bisa mengubah.
Para guru tidak hanya diajak untuk memahami isi kode etik secara teoritis, tetapi juga untuk
melihat keterkaitannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, sehingga mereka dapat
mengintegrasikan nilai-nilai etika dalam praktik sehari-hari mereka.

Dengan pendekatan ini, kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar penyampaian informasi
namun menjadi wahana untuk menghidupkan nilai, memperkuat karakter, dan memperdalam
sikap profesional. Hal ini sejalan dengan prinsip pembelajaran mendalam yang menekankan
kesadaran, makna, dan proses transformasi diri.

E. RESPON REKAN SEJAWAT


A. Peserta 1 – Ibu KHAIRUNNISA (Guru Kelas 2)
1) Apa hal baru yang Anda pahami setelah mengikuti sosialisasi ini?
Saya baru menyadari bahwa kode etik untuk guru juga mencakup hubungan antar sesama
rekan kerja, tidak hanya terfokus pada interaksi dengan siswa. Ini membuat saya lebih
peka terhadap pentingnya mempertahankan sikap yang baik dalam lingkungan kerja.
2) Apakah Anda merasa sosialisasi ini berdampak pada cara Anda bersikap sebagai
guru? Jelaskan secara singkat.
Ya, saya merasa semakin terdorong untuk bertindak lebih profesional, terutama dalam
mengungkapkan pendapat dengan cara yang sopan dan menghargai orang lain.
3) Saran atau masukan untuk kegiatan sejenis di masa mendatang:
Akan lebih baik jika ke depan ada latihan peran (role play) agar kita dapat langsung
menerapkan prinsip-prinsip kode etik dalam keadaan yang sebenarnya.

B. Peserta 2 – Maulina (Guru Kelas 1)


1) Apa informasi baru yang Anda peroleh setelah mengikuti sosialisasi ini?
Saya menyadari bahwa menerima hadiah dari orang tua siswa, meskipun nilainya kecil,
dapat dianggap sebagai pelanggaran etika jika tidak sesuai dengan peraturan yang ada.
2) Apakah Anda merasakan ini mengubah sikap Anda sebagai guru? Berikan
penjelasan singkat.
Sangat berpengaruh. Saya menjadi lebih berhati-hati dalam bertindak dan berinteraksi,
terutama dalam menjaga netralitas saat menilai siswa.
3) Usulan atau rekomendasi untuk kegiatan serupa di masa mendatang:
Kegiatan seperti ini sebaiknya diadakan secara berkala, misalnya di awal setiap
semester, agar kita senantiasa diingatkan mengenai tanggung jawab etis sebagai guru.
REFLEKSI

Melalui program sosialisasi ini, saya menyadari bahwa sebagai seorang pendidik, tugas saya tidak
hanya terbatas pada pengajaran materi, tetapi juga berfungsi sebagai contoh dalam perilaku dan tindakan
di depan murid serta lingkungan sekolah. Kode etik seorang guru yang selama ini mungkin dianggap
hanya sebagai dokumen resmi, ternyata memiliki peranan penting dalam menjaga martabat dan
profesionalisme dalam profesi pengajaran.

Selama berlangsungnya sosialisasi, saya merasakan adanya semangat dan keterbukaan dari teman
sejawat untuk menelusuri kembali nilai-nilai etika yang kadang terlupakan di tengah kesibukan.
Pembahasan yang dilakukan memperkaya wawasan saya bahwa setiap pendidik memiliki pengalaman
dan tantangan yang berbeda dalam penerapan etika, namun tetap memiliki visi yang sama: menjadi
pengajar yang bertanggung jawab, adil, dan berintegritas.

Kegiatan ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi diri saya untuk senantiasa menjaga sikap,
menjalin hubungan baik dengan seluruh anggota sekolah, dan menjadikan etika sebagai dasar dalam
setiap keputusan yang diambil. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya berakhir pada fase sosialisasi,
tetapi dapat memicu terbangunnya budaya etis yang kuat dan berkembang dari kesadaran kolektif.
DOKUMENTASI KEGIATAN
UMPAN BALIK

Anda mungkin juga menyukai