0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan6 halaman

Pondasi Dangkal dan Menengah dalam Arsitektur

Dokumen ini membahas tentang pondasi dangkal dan menengah dalam konstruksi bangunan, termasuk jenis-jenis pondasi, aplikasi, dan kedalaman yang sesuai untuk berbagai kondisi tanah. Pondasi dangkal seperti pondasi menerus, telapak, jalur, rakit, dan umpak digunakan untuk bangunan rendah hingga menengah, sementara pondasi menengah seperti sumuran, bore pile, dan tiang galam digunakan ketika daya dukung tanah baik tidak ditemukan di dekat permukaan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang dinding penahan tanah yang digunakan untuk menyokong tanah secara lateral pada lereng yang curam.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan6 halaman

Pondasi Dangkal dan Menengah dalam Arsitektur

Dokumen ini membahas tentang pondasi dangkal dan menengah dalam konstruksi bangunan, termasuk jenis-jenis pondasi, aplikasi, dan kedalaman yang sesuai untuk berbagai kondisi tanah. Pondasi dangkal seperti pondasi menerus, telapak, jalur, rakit, dan umpak digunakan untuk bangunan rendah hingga menengah, sementara pondasi menengah seperti sumuran, bore pile, dan tiang galam digunakan ketika daya dukung tanah baik tidak ditemukan di dekat permukaan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang dinding penahan tanah yang digunakan untuk menyokong tanah secara lateral pada lereng yang curam.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL II

PONDASI DANGKAL DAN


DINDING PENAHAN TANAH
DASAR TEORI
Pondasi adalah elemen struktur bawah yang berfungsi untuk
memindahkan beban dari bangunan ke tanah secara aman dan stabil.
Dalam praktik arsitektur, pemilihan sistem pondasi harus
mempertimbangkan jenis bangunan, struktur atas, kondisi tanah, dan
konteks lingkungan.
Meskipun perancangan teknis rinci pondasi merupakan ranah rekayasa
struktur, arsitek tetap perlu memahami kapan dan mengapa memilih
jenis pondasi tertentu, serta bagaimana mengintegrasikannya dalam
gambar rancangan arsitektur sebagai bagian dari sistem bangunan
yang utuh.
Untuk bangunan sedang sampai menengah dapat digunakan pondasi
dangkal atau pondasi menengah dengan pertimbangan sebagai berikut
Pondasi Dangkal

rendah hingga menengah, dengan kedalaman ≤ 3 meter. Ada beberapa


Jenis pondasi dangkal umum digunakan untuk bangunan bertingkat

macam pondasi dangkal yang biasa digunakan seperti


 Pondasi
Menerus/Continous
Pondation, pondasi ini juga
umumnya dikenal dengan
istilah pondasi menerus
yang dibuat dengan susunan
pasangan batu (batu kali
atau karang) yang diikat
dengan campuran mortar
(semen, pasir dan air)
dengan perbandingan
campuran yang bervariasi
sesuai dengan standar yang
digunakan. Pondasi menerus biasanya diperuntukan untuk
konstruksi rumah sederhana atau perumahan yang tidak bertingkat
dengan kedalaman bervariasi antara ± 80-100 cm.
 Pondasi Telapak/Footplat, Pondasi jenis ini merupakan pondasi
dangkal yang terbuat dari campuran beton bertulang dengan
perbandingan tertentu yang berbentuk telapak dengan kedalaman
berkisar antara ± 150-200 cm. Jenis pondasi ini dapat digunakan
untuk bangunan bertingkat 2-3 lantai dengan beban sedang. Tetapi
hal ini tergantung kembali dari hasil investigasi laporan tanah guna
men entukan kedalaman dan ketebalan dari pondasi telapak.
Biasanya pondasi telapak dapat dikombinasikan dengan pondasi
menerus untuk penyaluran beban secara merata pada struktur
bangunan.
 Pondasi jalur /Strips
Pondasi jenis ini merupakan pondasi dangkal yang berbentuk
memanjang seperti pita, terbuat dari beton bertulang atau
pasangan batu kali, dengan kedalaman berkisar antara ± 60–
150 cm, tergantung kondisi tanah dan beban bangunan di atasnya.
Pondasi strip digunakan untuk menopang beban linier, seperti
beban dari dinding bata yang menerus atau deretan kolom yang
berjarak rapat.
Pondasi ini cocok
digunakan untuk
bangunan 1–2 lantai
dengan sistem struktur
dinding beban atau
sistem grid kolom
sederhana.
Dimensi dan ketebalan
pondasi strip disesuaikan
dengan lebar dinding
atau sloof di atasnya,
serta kondisi daya
dukung tanah di lokasi
proyek. Dalam beberapa kasus, pondasi strip juga dapat
dikombinasikan dengan sloof beton bertulang sebagai elemen
distribusi beban horizontal.
 Pondasi Rakit/Raft Foundation
Pondasi jenis ini merupakan pondasi dangkal yang
berbentuk pelat beton bertulang besar yang mencakup seluruh
area bangunan, berfungsi untuk mendistribusikan beban secara
merata ke permukaan tanah di bawahnya. Kedalaman pondasi
rakit biasanya berkisar antara ± 50–100 cm, namun bisa lebih
tergantung kebutuhan struktur dan kondisi tanah.
Pondasi rakit umumnya digunakan pada tanah lunak
atau dengan daya dukung rendah, di mana pondasi
setempat atau strip tidak cukup efektif. Sistem ini cocok untuk
bangunan dengan beban besar atau yang berdiri di atas lahan
berair/lembek, serta untuk bangunan bertingkat rendah
hingga sedang (2–4 lantai).
Pondasi rakit sering menjadi pilihan saat jarak antar kolom
terlalu rapat atau saat bangunan berdiri di atas ruang bawah tanah
(basement). Dalam beberapa kasus, pondasi ini juga dimanfaatkan
sebagai lantai dasar struktural.
 Pondasi Umpak
Pondasi jenis ini merupakan pondasi dangkal tradisional yang
digunakan pada bangunan ringan seperti rumah panggung atau
rumah kayu. Umpak biasanya berupa batu besar atau beton
pracetak yang diletakkan di atas permukaan tanah atau tanah yang
telah dipadatkan. Kedalamannya relatif dangkal, hanya sekitar ±
30–60 cm, dan seringkali tidak dicor ke dalam tanah.
Umpak menopang kolom bangunan secara langsung dan biasanya
tidak terhubung secara struktural antar titik. Jenis pondasi ini
sangat cocok untuk bangunan non-permanen atau semi-permanen,
terutama di daerah rawan banjir, gempa, atau yang berkondisi
tanah lunak.
Kelebihan pondasi umpak adalah kemudahan pelaksanaan, murah,
cepat dibangun, serta memiliki toleransi gerakan tanah yang cukup
tinggi. Namun, karena tidak kaku secara struktural, umpak tidak
cocok untuk bangunan berdinding penuh atau bertingkat.
Rincian perbandingan jenis dan penggunaan masing-masing pondasi
dapat dilihat pada Tabel 1
Tabel 1 Pondasi dangkal
Jenis Deskripsi Singkat Aplikasi
Dibuat dari susunan batu
Dinding penuh
Pondasi belah/kali, berbentuk
(masonry wall), rumah
Batu Kali trapesium, dengan sloof di
1–2 lantai
atasnya.
Plat beton bertulang yang
Pondasi
menopang kolom Sistem struktur
Footplate
individual. Dapat berbentuk kolom-balok
(Setempat)
persegi atau tapal kuda.
Beton bertulang berbentuk
Pondasi
memanjang, mengikuti Dinding beban dan
Jalur
arah beban dinding atau deretan kolom
(Strips)
kolom deret.
Pondasi Plat beton besar yang Bangunan di tanah
Rakit (Raft mendistribusikan beban ke lunak dengan beban
Foundation seluruh area dasar tersebar
) bangunan.
Batu atau beton kecil yang Rumah
Pondasi langsung menyangga kayu/panggung di
Umpak kolom kayu atau baja lahan kering
ringan.

Pondasi Menengah
Pondasi menengah digunakan ketika daya dukung tanah baik tidak
ditemukan di dekat permukaan, namun masih dapat dijangkau
tanpa peralatan berat seperti tiang pancang. Kedalamannya
biasanya antara 3–10 meter. Pondasi menengah digunakan jika
kondisi tanah permukaan lunak. Pengerjaan pondasi ini masih
mungkin dikerjakan tanpa alat berat khusus. Biaya lebih tinggi dari
pondasi dangkal, namun lebih murah dari pondasi dalam.
 Pondasi Sumuran (Caisson Manual)
Pondasi sumuran
adalah pondasi
menengah yang
dibangun dengan
menggali lubang
berdiameter
besar secara
manual, biasanya
berbentuk lingkaran
atau persegi
(diameter 60–120
cm), lalu diisi
dengan beton
bertulang.
Umumnya digunakan untuk bangunan 1–3 lantai di atas tanah
lunak, ketika daya dukung tanah yang baik berada pada
kedalaman >3 m.
Setelah lubang mencapai kedalaman tanah keras, dasar sumur
diberi penulangan dan pengecoran. Dapat dikombinasikan
dengan sloof atau tie beam di atasnya.

 Pondasi Bore Pile Manual


Merupakan pondasi tiang beton
bertulang yang dibuat dengan
cara mengebor tanah
menggunakan alat bor manual
(diameter kecil: 20–40 cm), lalu
dimasukkan tulangan dan diisi
dengan beton. Cocok untuk
bangunan kecil–menengah di
lahan terbatas atau dengan akses
alat berat yang sulit.
Bore pile efektif digunakan di
lokasi tanah lempung lunak
atau basah, serta minim getaran sehingga ideal di kawasan padat
penduduk.

 Pondasi Tiang Galam/Kayu (tradisional)


Pondasi ini menggunakan
batang kayu keras
(seperti kayu galam,
ulin, bakau) yang
ditanam secara vertikal ke
dalam tanah lunak atau
rawa-rawa. Digunakan
secara tradisional di daerah Kalimantan, Sumatera, dan wilayah
pesisir.
Tiang-tiang kayu ditanam secara rapat untuk menopang balok atau
lantai bangunan panggung. Cocok untuk bangunan ringan seperti
rumah kayu, rumah panggung, atau jembatan tradisional.
Tabel 2 Pondasi menengah
Jenis Deskripsi Singkat Cocok Untuk
Pondasi
Lubang berdiameter besar Bangunan kecil–
Sumuran
digali secara manual lalu menengah di tanah
(Caisson
diisi beton bertulang. lunak
Manual)
Pondasi Lubang diameter kecil (20– Rumah di lahan
Bore Pile 30 cm) dibor manual, lalu sempit dengan tanah
Manual diisi beton bertulang. lunak
Pondasi
Tiang kayu ditancapkan ke Rumah panggung
Tiang
tanah lunak untuk tradisional di daerah
Galam/Kayu
menopang beban ringan. rawa atau pesisir
(tradisional)

Dinding Penahan Tanah


Dinding penahan tanah atau dinding penahan adalah dinding yang
relatif kaku dan digunakan untuk menyokong tanah secara lateral
sehingga tanah dengan dua ketinggian berbeda di kedua sisi dinding
dapat ditahan. Dinding penahan tanah merupakan struktur yang
didesain untuk menahan tanah pada lereng yang secara alami tidak
dapat bertahan (pada umumnya pada lereng curam,
hampir vertikal, atau vertikal). Struktur ini digunakan untuk membatasi
tanah di antara dua ketinggian berbeda, sering kali pada wilayah medan
yang memiliki kemiringan tidak diinginkan atau pada wilayah dengan
lanskap yang perlu dibentuk secara besar dan terekayasa untuk tujuan
yang lebih spesifik

Dinding penahan tanah dan fungsinya (geotechnical course documents of


the Technische Universität Darmstadt diakses dari
[Link]
TUGAS
Carilah preseden penggunaan pondasi dangkal dan pondasi menengah
pada rumah bertingkat 2, tugas dikerjakan secara individu dan
dikumpulkan dalam bentuk PPT atau link canva ke folder
pengumpulan tugas SKBB II. Format penamaan file  Kelas_NIM_Nama.

Anda mungkin juga menyukai