HIPERTENSI
: SOP/CLUSTER
No. Dokumen
3 /PKG/001/2025
No. Revisi : 01
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 1/3
UPTD. Puskesmas dr. Dina Nurul Agustina
NIP.19820822 201412 2 001
Gladak Pakem
Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit atau gangguan
metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan
1. Pengertian tingginya kadar gula darah (hiperglikemia) disertai dengan gangguan
metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein, sebagai akibat
insufisiensi fungsi insulin.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah bagi tenaga medis dan
paramedis di Puskesmas Gladakpakem dalam memberikan pelayanan
2. Tujuan yang komprehensif dan terstandar untuk pasien Diabetes Melitus,
guna mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi.
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Gladakpakem Nomor:
3. Kebijakan 445/829.1/311.48/2024 tentang Pemberlakuan Standart Operasional
Prosedur Pelayanan Klinis di UPTD Puskesmas Gladakpakem.
a. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus
Tipe 2 di Indonesia terbaru dari PERKENI (Perkumpulan
Endokrinologi Indonesia).
4. Referensi b. Pedoman Klinis Praktik Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan RI.
c. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor [Nomor PMK]
tentang Standar Akreditasi Puskesmas.
1. Rekam Medis Pasien
2. Alat pengukur glukosa darah (glukometer), strip, dan
lancet
5. Alat dan Bahan 3. Formulir informed consent (jika diperlukan)
4. Obat-obatan antidiabetes oral dan insulin sesuai
formularium Puskesmas
5. Leaflet edukasi DM (5 pilar penatalaksanaan DM)
6. Langkah-langkah 1. Pendaftaran Pasien: Pasien mendaftar di loket
pendaftaran dan diarahkan ke Poli Umum/Poli Penyakit
Tidak Menular (PTM).
2. Anamnesis: Petugas medis/dokter melakukan anamnesis
terkait keluhan klasik DM (poliuria, polidipsia, polifagia,
penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya), gejala
penyerta, riwayat penyakit keluarga, dan gaya hidup (pola
makan, aktivitas fisik).
3. Pemeriksaan Fisik:
1. Pengukuran tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu,
pernapasan).
1. Pengukuran berat badan dan tinggi badan (IMT).
1. Pemeriksaan fisik umum dan pemeriksaan kaki
untuk deteksi dini komplikasi.
2. Pemeriksaan Penunjang:
Petugas melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS)
atau gula darah puasa (GDP) sesuai indikasi.
Jika diperlukan, dokter merujuk untuk pemeriksaan HbA1c
atau Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) di laboratorium
Puskesmas atau fasilitas lain yang bekerja sama.
3. Penegakan Diagnosis: Dokter menegakkan diagnosis
DM berdasarkan kriteria diagnosis yang berlaku
(misalnya: GDS ≥ 200 mg/dL dengan gejala klasik atau
GDP ≥ 126 mg/dL).
4. Penyusunan Rencana Asuhan (Plan of Care):
1. Dokter menetapkan rencana tatalaksana bersama
pasien, meliputi 5 pilar penatalaksanaan DM:
edukasi, terapi nutrisi medis (prinsip 3J: jadwal,
jumlah, jenis), latihan jasmani, terapi farmakologi,
dan pemantauan glukosa darah mandiri.
1. Dokter menentukan target gula darah individual
pasien.
5. Edukasi Pasien:
Perawat/ahli gizi memberikan edukasi terstruktur tentang
DM, pentingnya kepatuhan minum obat, pengaturan pola
makan sehat, aktivitas fisik rutin, dan perawatan kaki.
Pasien diajarkan cara memantau gula darah dan mengenali
tanda hipoglikemia/hiperglikemia.
6. Pemberian Terapi Farmakologi: Dokter meresepkan
obat antidiabetes oral atau insulin sesuai indikasi klinis
dan kondisi pasien, serta menjelaskan cara penggunaan
dan efek sampingnya.
7. Pencatatan dan Pelaporan: Semua hasil anamnesis,
pemeriksaan, diagnosis, tatalaksana, dan edukasi dicatat
lengkap dalam rekam medis pasien.
8. Penjadwalan Kontrol: Petugas menjadwalkan
kunjungan ulang (kontrol) untuk pemantauan
perkembangan penyakit dan evaluasi terapi.
Pasien datang untuk periksa
Petugas menerima pasien yang datang
Pasien melakukan pendaftaran
Petugas melakukan anamnesa & pemeriksaan tanda-
tanda vital pasien dan GDA
Konsultasi Dokter
7. Bagan Alir
Diagnosis & Tatalaksana
(Edukasi & Obat)
Pemeriksaan Penunjang (jika perlu)
Rujuk/Kontrol ulang
Pencatatan Rekam Medis.
8. Unit terkait Poli Umum
Poli Penyakit Tidak Menular (PTM)
Poli Gizi
Laboratorium
Farmasi
Rekam Medis
Rekam Medis Pasien.
Formulir Rujukan Internal/Eksternal.
9. Dokumen terkait
Formulir Resep Obat.
Buku Register DM (Program PTM).
10 Rekaman Historis Perubahan
No Yang Di Ubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan
DAFTAR TILIK
SOP IDENTIFIKASI HAMBATAN BAHASA
Unit Layanan :
Nama Petugas :
Tanggal Pelaksanaan :
No Langkah Kegiatan Ya Tidak
1 Apakah petugas menyapa, mengidentifikasi pasien, dan
mencatat data dasar pada formulir skrining (KMS
Dewasa/PTM)?
2 Apakah petugas melakukan anamnesis (wawancara)
singkat mengenai keluhan, riwayat penyakit, dan gaya
hidup.
3 Apakah petugas melakukan pengukuran antropometri:
berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut.
4 Apakah petugas melakukan pengukuran tanda vital:
tekanan darah.
5 Apakah petugas melakukan pemeriksaan penunjang
sederhana (GDS, Kolesterol, Asam Urat) jika tersedia.
6
Apakah petugas mencatat seluruh hasil pemeriksaan
ke dalam formulir rekam medis/skrining
7 Apakah petugas menginterpretasikan hasil dan
menentukan faktor risiko pasien (misalnya: hipertensi,
obesitas, diabetes melitus).
8 Apakah petugas memberikan edukasi dan konseling
kesehatan yang relevan sesuai hasil pemeriksaan
9 Apakah petugas menentukan tindak lanjut: Pasien
sehat/faktor risiko rendah (pulang/kontrol rutin), atau
dirujuk ke Poli Umum untuk pengobatan lebih lanjut.
10 Apakah petugas mendokumentasikan kegiatan dan
melaporkan hasil kegiatan ke dalam sistem informasi
Jumlah
Compliance Rate =
Kriteria :
A. Patuh apabila nilai CR ≥ 80%
B. Kurang patuh apabila nilai CR 20% - 79%
C. Tidak patuh apabila nilai CR < 20%
Jember,
Pelaksana,
………………………………….