Medication Error
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Menurut permenkes RI Nomor 72 tahun 2016 tentang standar
pelayanan kefarmasian di Rumah sakit, menyebutkan medication error merupakan kejadian
yang menyebabkan kerugian pasien, akibat pemakaian obat selama dalam penanganan
tenaga kesehatan, yang sebetulnya dapat dicegah. Menurut The National Coordinating
Council for Medication errors Reporting and Prevention (NCC MREP ), medication error
merupakan kejadian yang dapat menyebabkan atau berakibat pada pelayanan obat yang
tidak tepat atau membahayakan pasien ketika obat berada dalam pengawasan tenaga
kesehatan atau pasien (Timbongol et al., 2016).
Pada setiap tahap alur pelayanan Resep dilakukan upaya pencegahan terjadinya
kesalahan pemberian Obat (medication error).
Rekonsiliasi dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan Obat (medication error)
seperti Obat tidak diberikan, duplikasi, kesalahan dosis atau interaksi Obat. Kesalahan Obat
(medication error) rentan terjadi pada pemindahan pasien dari satu Rumah Sakit ke Rumah
Sakit lain, antar ruang perawatan, serta pada pasien yang keluar dari Rumah Sakit ke
layanan kesehatanprimer dan sebaliknya.
Pelayanan Resep dimulai dari penerimaan, pemeriksaan ketersediaan, penyiapan
Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai termasuk peracikan Obat,
pemeriksaan, penyerahan disertai pemberian informasi. Pada setiap tahap alur pelayanan
Resep dilakukan upaya pencegahan terjadinya kesalahan pemberian Obat (medication
error).