0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan47 halaman

Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Diunggah oleh

Faisal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan47 halaman

Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Diunggah oleh

Faisal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR BAB 1

Pancasila dalam Kehidupanku


(Pembelajaran dengan Pendekatan DEEP LEARNING)

PENYUSUN

( Eliyani, [Link] )
MODUL AJAR PPKN
I. INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Eliyani, [Link]
Instansi : SDN 03 Panai Tengah
Tahun Penyusunan : 2025
Jenjang Sekolah : SD/MI
Mata Pelajaran :PPKN
Fase / Kelas : C/5
Bab : Pancasila Dalam Kehidupanku
Alokasi Waktu : 21 x 35 menit (9 Pertemuan)

B. KOMPETENSI AWAL
1. Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang sejarah perjuangan kemerdekaan
Indonesia secara umum.
(Sebagai landasan untuk memahami konteks lahirnya Pancasila.)
2. Peserta didik mengenal tokoh-tokoh pahlawan nasional dan peran penting mereka dalam
sejarah Indonesia.
(Sebagai bekal untuk mengenali dan meneladani sikap para pendiri bangsa.)
3. Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan makna sila-sila dalam Pancasila
secara sederhana.
(Sebagai bekal untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila.)
4. Peserta didik memiliki pengalaman dalam menunjukkan sikap positif seperti jujur, adil,
dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.
(Sebagai dasar untuk meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkannya
dalam masyarakat.)

C. DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN


Pada kegiatan pembelajaran ini akan dilatihkan 8 Dimensi Profil Lulusan:
1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
Dengan mempelajari sejarah Pancasila, peserta didik meneladani sikap religius tokoh
bangsa yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan, serta mengamalkan sila pertama dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Kewargaan
Peserta didik belajar menjadi warga negara yang baik, memahami dasar negara,
menghargai jasa pendiri bangsa, dan menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan
bermasyarakat.
3. Penalaran Kritis
Peserta didik dilatih untuk berpikir logis dan kritis dalam memahami proses lahirnya
Pancasila, menilai sikap para pendiri bangsa, dan mengambil makna dari sejarah untuk
diterapkan saat ini.
4. Kreativitas
Peserta didik dapat mengembangkan cara-cara kreatif untuk menerapkan nilai-nilai
Pancasila, misalnya melalui cerita, poster, atau proyek tindakan sosial yang
mencerminkan nilai-nilai kebangsaan.
5. Kolaborasi
Dalam proses pembelajaran dan penerapan nilai Pancasila, peserta didik belajar bekerja
sama, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas kelompok yang mencerminkan sikap gotong
royong dan musyawarah.
6. Kemandirian
Peserta didik menunjukkan tanggung jawab pribadi dalam bersikap sesuai nilai
Pancasila, serta meneladani semangat juang tokoh bangsa secara mandiri tanpa disuruh.
7. Kesehatan
Meskipun tidak secara langsung, namun nilai Pancasila juga mendorong peserta didik
menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan sebagai wujud sikap cinta tanah air dan
tanggung jawab sosial.
8. Komunikasi
Peserta didik belajar menyampaikan pendapat, bercerita tentang tokoh bangsa, dan
menyampaikan contoh perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila dengan bahasa yang
santun dan logis.

GURU MENANYAKAN PELAKSANAAN 7 KEBIASAAN ANAK HEBAT


 Bangun-tidur bagaimana kamu memulai hari dengan baik?
 Beribadah -apa yang kamu lakukan untuk mengingat tuhan setiap hari?
 Berolahraga- mengapa penting untuk berolahraga setiap hari/
 Gemar belajar -apa hal yang kamu pelajari hari ini?
 Makan sehat dan bergizi -apa makanan yang sehat yang kamu konsumsi?
 Bermasyarakat- apa yang kamu lakukan untuk membantu teman atau keluarga?
 Tidur cepat - mengapa tidur yang cukup itu penting

D. SARANA DAN PRASARANA


1. Ruang Kelas
2. Buku Guru dan Buku Siswa Pendidikan Pancasila kelas V serta sumber referensi lain
3. LKPD
4. Alat bantu audio (speaker)
5. Kertas plano/buram/karton
6. Spidol, kertas berwarna, pensil warna

E. TARGET PESERTA DIDIK


Peserta didik reguler (bukan berkebutuhan khusus)

F. MODEL PEMBELAJARAN
1. Tatap Muka
2. Discovery Learning

G. PENDEKATAN PEMBELAJARAN
1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

H. METODE PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Diskusi Singkat, Pengisian Tabel, Diskusi Terbimbing, Praktik
Langsung, Umpan Balik, Sharing dan Refleksi.
Pertemuan 2: Bernyanyi Bersama, Pengantar Video, Mengamati Video atau Aktivitas
Alternatif, Diskusi dan Bertanya, Umpan Balik, Sharing dan Refleksi.
Pertemuan 3: Diskusi Singkat, Pengantar Materi, Diskusi Terbimbing, Aktivitas
Interaktif, Diskusi, Umpan Balik, Sharing dan Refleksi.
Pertemuan 4: Diskusi Singkat, Pengantar Materi, Diskusi Terbimbing, Aktivitas
Kelompok, Presentasi, Umpan Balik, Sharing dan Refleksi.
Pertemuan 5: Diskusi Singkat, Pengantar Materi, Diskusi Terbimbing, Aktivitas
Kelompok, Presentasi, Umpan Balik, Sharing dan Refleksi.
Pertemuan 6: Diskusi Singkat, Pengantar Materi, Diskusi Terbimbing, Aktivitas
Individu, Presentasi, Umpan Balik, Sharing dan Refleksi.
Pertemuan 7: Diskusi Singkat, Pengantar Materi, Observasi di Luar Kelas, Aktivitas
Wawancara, Pengisian Lembar Kerja, Diskusi, Umpan Balik, Sharing
dan Refleksi.
Pertemuan 8: Diskusi Singkat, Pengantar Materi, Diskusi Terbimbing, Aktivitas
Individu, Presentasi, Umpan Balik, Sharing dan Refleksi.
Pertemuan 9: Diskusi Singkat, Pengantar Materi, Diskusi Kelompok, Individu,
Presentasi, Umpan Balik, Sharing dan Refleksi.

KOMPETENSI INTI
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila.
2. Peserta didik mampu meneladani sikap para perumus Pancasila.
3. Peserta didik mampu menerapkan nilai Pancasila di lingkungan masyarakat.

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Elemen Capaian Pembelajaran
Pancasila Pancasila Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila;
meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di
lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam
Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan
makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan
pandangan hidup bangsa.

Undang-Undang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun


1945 Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan
Dasar Negara
kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara;
Republik Indonesia mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945; mempraktikkan musyawarah
Tahun 1945
untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta
menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.

Bhinneka Tunggal Bhinneka Tunggal Ika Menyajikan hasil identifikasi sikap


menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman
Ika
budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika
di lingkungan sekitar.

Negara Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia Mengenal wilayahnya


dalam konteks kabupaten/kota, dan provinsi sebagai bagian
Republik Indonesia
dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga
persatuan di lingkungan sekolah dan sekitar sebagai wujud
bela negara.
C. PEMAHAMAN BERMAKNA
Melalui pembelajaran ini, peserta didik menyadari bahwa Pancasila tidak hanya merupakan
dasar negara, tetapi juga warisan luhur para pendiri bangsa yang perlu dihargai dan
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami sejarah kelahirannya dan
meneladani sikap para tokoh perumus Pancasila, peserta didik belajar untuk menjadi warga
negara yang bertanggung jawab, menghargai keberagaman, dan menjunjung nilai-nilai
persatuan, keadilan, dan gotong royong. Mereka akan membangun kesadaran bahwa nilai-
nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam keluarga, sekolah, dan
masyarakat.

D. PERTANYAAN PEMANTIK
Mindful Learning:
1. Apa yang kalian ketahui tentang sejarah kelahiran Pancasila?
2. Apa yang kalian rasakan ketika mendengar lagu Garuda Pancasila?
3. Bagaimana Pancasila bisa menjadi petunjuk dalam kehidupan sehari-hari?
4. Apa yang kalian ketahui tentang peristiwa penting dalam sejarah lahirnya Pancasila?
5. Apa yang kalian ketahui tentang semangat gotong royong para pendiri bangsa?
6. Siapa tokoh pendiri bangsa yang paling menginspirasi kalian? Mengapa?
7. Apa saja perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila yang pernah kalian temui di
sekolah?
8. Apa saja perilaku sederhana yang dapat kalian lakukan untuk menerapkan nilai
Pancasila?
9. Apa yang kalian ketahui tentang nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari?
Meaningful Learning:
10. Mengapa Pancasila menjadi dasar negara kita?
11. Bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa membantu kita menjaga persatuan bangsa?
12. Mengapa proses perumusan Pancasila membutuhkan musyawarah dan pengorbanan
besar dari para pendiri bangsa?
13. Mengapa kerja sama dan gotong royong penting dalam kehidupan sehari-hari?
14. Bagaimana sikap cinta tanah air dan pengorbanan dapat kita terapkan dalam kehidupan
sehari-hari?
15. Bagaimana sikap keteladanan dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik?
16. Bagaimana cara kita dapat membantu orang lain agar tidak melakukan perilaku yang
bertentangan dengan nilai Pancasila?
17. Bagaimana kebiasaan kecil bisa membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik?
18. Bagaimana sikap disiplin dapat membantu kita menerapkan nilai Pancasila?
Joyful Learning:
19. Bayangkan jika kalian ada pada saat perumusan Pancasila. Apa yang akan kalian
lakukan untuk membantu memperkuat persatuan bangsa?
20. Bayangkan jika kalian harus menceritakan Pancasila kepada teman baru. Apa yang akan
kalian jelaskan?
21. Bayangkan jika kalian menjadi salah satu tokoh yang merumuskan Pancasila. Apa yang
akan kalian lakukan untuk memastikan persatuan bangsa?
22. Bayangkan jika kalian harus bekerja sama dengan teman-teman untuk menyelesaikan
tugas besar. Apa yang akan kalian lakukan agar tugas tersebut berhasil?
23. Bayangkan jika kalian harus menjadi pahlawan di masa kini. Apa yang akan kalian
lakukan untuk membantu masyarakat?
24. Bayangkan jika kalian bisa bertemu langsung dengan salah satu tokoh pendiri bangsa.
Apa yang ingin kalian tanyakan kepada mereka?
25. Bayangkan jika kalian menjadi pemimpin di sekolah. Apa yang akan kalian lakukan
untuk menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman?
26. Bayangkan jika kalian berhasil membentuk kebiasaan baru yang positif. Apa yang ingin
kalian capai?
27. Bayangkan jika kalian berhasil menjawab semua pertanyaan dalam permainan ini. Apa
yang akan kalian rasakan?

E. PERSIAPAN PEMBELAJARAN
1. Guru menyiapkan kebutuhan pembelajaran seperti Media Ajar guru Indonesia,
menyiapkan lembar kerja peserta didik, dsb.
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mempersiapkan buku teks, laptop, alat dan
bahan yang dibutuhkan.

F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama (2 JP x 35 menit)
Sub A: Sejarah Kelahiran Pancasila
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin pembacaan doa menit
dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya berdoa sebelum memulai
suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan yang kuat terhadap kuasa Tuhan
Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan
peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik dengan tepukan, atau
bernyanyi. (Joyful Learning)
Contoh:
“Halo anak-anak! Hari ini kita akan belajar tentang sejarah lahirnya Pancasila.
Apakah kalian sudah tahu apa itu Pancasila? Bagaimana sikap para perumus
Pancasila bisa kita teladani dalam kehidupan sehari-hari? Mari kita pelajari
bersama!”
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning yang organik dan
relevan:
 Apa yang kalian ketahui tentang sejarah kelahiran Pancasila? (Mindful Learning)
 Mengapa Pancasila menjadi dasar negara kita? (Meaningful Learning)
 Bayangkan jika kalian ada pada saat perumusan Pancasila. Apa yang akan kalian
lakukan untuk membantu memperkuat persatuan bangsa? (Joyful Learning)
4. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini:
 “Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan mampu memahami kronologi
sejarah kelahiran Pancasila, meneladani sikap para perumus Pancasila, dan
menghubungkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.”
5. Guru menjelaskan bahwa kegiatan akan melibatkan stimulasi, eksplorasi, diskusi, dan
refleksi. Penilaian akan dilakukan berdasarkan partisipasi, pemahaman konsep, dan
hasil kerja individu/kelompok.
Kegiatan Inti 50
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan (10 Menit) menit
Metode: Diskusi Singkat dan Pengisian Tabel
1. Guru memperkenalkan aktivitas Refleksi Awal:
 “Sebelum belajar lebih lanjut, mari kita isi tabel berikut sesuai dengan keterangan
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
yang ada.”
2. Peserta didik diminta mengisi tabel berikut:

3. Guru membimbing peserta didik untuk merenungkan hal-hal yang sudah mereka
ketahui tentang Pancasila, seperti lambang negara, sila-sila, atau tokoh-tokoh yang
terlibat dalam perumusan Pancasila.
Deep Learning & Diferensiasi:
 Mindful Learning: Mengajak peserta didik fokus pada pengetahuan awal mereka
tentang Pancasila.
 Diferensiasi Konten: Untuk peserta didik dengan kemampuan rendah, guru
memberikan contoh sederhana. Untuk peserta didik dengan kemampuan tinggi,
guru memberikan tantangan seperti mencari informasi tambahan tentang tokoh
perumus Pancasila.

Sintaks 2: Identifikasi Masalah (10 Menit)


Metode: Diskusi Terbimbing
4. Guru memperkenalkan aktivitas “Komik Pancasila Pemilihan Ketua Kelas”:
 “Mari kita baca komik berjudul ‘Pancasila Pemilihan Ketua Kelas.’ Perhatikan
percakapan antara guru dan siswa dalam komik tersebut.”
5. Peserta didik diminta membaca komik secara mandiri atau berpasangan.
6. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi masalah dalam komik:
 “Apa yang menjadi permasalahan dalam cerita ini? Bagaimana proses
musyawarah digambarkan dalam komik tersebut?”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Mengaitkan cerita dalam komik dengan nilai-nilai
Pancasila.
 Diferensiasi Proses: Peserta didik dengan gaya belajar visual dapat menggunakan
gambar dalam komik sebagai alat bantu.

Sintaks 3: Pengumpulan Data (15 Menit)


Metode: Diskusi dan Praktik Langsung
7. Guru memperkenalkan aktivitas “Ayo, Bercerita”:
 “Berdasarkan komik Pancasila yang sudah kalian baca, ceritakan hal menarik
yang kalian temukan dari cerita tersebut!”
8. Peserta didik diberikan kesempatan untuk bercerita tentang hal-hal menarik yang
mereka temukan dalam komik, seperti proses musyawarah, sikap toleransi, atau
pengambilan keputusan bersama.
9. Guru juga mengajak peserta didik untuk berbagi pengalaman pribadi:
 “Apakah kalian pernah mengalami proses musyawarah atau diskusi dengan teman
atau keluarga? Ceritakan pengalaman tersebut!”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Joyful Learning: Memberikan suasana belajar yang menyenangkan melalui cerita
dan pengalaman pribadi.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam bentuk tulisan
atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.

Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian (10 Menit)


Metode: Diskusi dan Umpan Balik
10. Guru membahas jawaban bersama peserta didik untuk memverifikasi pemahaman
mereka tentang konsep sejarah kelahiran Pancasila. Contoh pertanyaan:
 “Bagaimana proses musyawarah dalam komik ini mencerminkan nilai-nilai
Pancasila?”
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 “Apa yang bisa kita teladani dari sikap para tokoh dalam komik tersebut?”
11. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan dan
memperkuat pemahaman. Contoh umpan balik:
 “Bagus sekali, kamu sudah memahami pentingnya musyawarah. Coba jelaskan
bagaimana musyawarah bisa menciptakan kebersamaan.”
 “Masih ada sedikit kesalahan di bagian ini. Mari kita ulangi bersama-sama.”
Deep Learning:
 Joyful Learning: Memberikan apresiasi untuk setiap jawaban benar.
 Meaningful Learning: Mengaitkan solusi dengan aplikasi nyata.

Sintaks 5: Generalisasi/Kesimpulan (5 Menit)


Metode: Sharing dan Refleksi
12. Guru meminta peserta didik menyimpulkan konsep sejarah kelahiran Pancasila. Contoh
kesimpulan:
 “Pancasila lahir melalui proses musyawarah dan merupakan hasil pemikiran para
tokoh bangsa. Nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-
hari.”
13. Guru memperkuat hubungan antara materi dan konteks kehidupan sehari-hari:
 “Dengan memahami sejarah kelahiran Pancasila, kita bisa meneladani sikap para
perumusnya dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan aplikasi nyata.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam bentuk tulisan
atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.
Kegiatan Penutup 10
1. Peserta didik membuat resume tentang poin-poin penting yang muncul dalam kegiatan menit
pembelajaran yang telah dilakukan. Contoh resume:
 “Saya belajar bahwa Pancasila lahir melalui proses musyawarah dan merupakan
hasil pemikiran para tokoh bangsa. Saya juga belajar tentang pentingnya sikap
toleransi dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.”
2. Guru dapat menjelaskan Dimensi Profil Lulusan yang diperoleh dari pertemuan ini:
 Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa:
“Kita memulai pembelajaran dengan doa sebagai bentuk syukur atas ilmu yang
diberikan Tuhan.”
 Kewargaan:
“Kita belajar menghargai nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa dan
pandangan hidup.”
 Penalaran Kritis:
“Kita menganalisis proses musyawarah dan nilai-nilai Pancasila, melatih logika
dan pemecahan masalah.”
 Kreativitas:
“Kita menggunakan komik sebagai alat bantu untuk memahami sejarah Pancasila,
melatih kreativitas dalam belajar.”
 Kolaborasi:
“Kita bekerja sama dalam kelompok saat mendiskusikan cerita dalam komik,
melatih kerja tim dan saling membantu.”
 Kemandirian:
“Kita menyelesaikan tugas membaca dan bercerita secara mandiri, melatih
tanggung jawab dan kemampuan individu.”

 Kesehatan:
“Kita menjaga kesehatan fisik dan mental dengan aktivitas belajar yang
menyenangkan, seperti bernyanyi dan berdiskusi.”
 Komunikasi:
“Kita berlatih menyampaikan pendapat dan menanggapi hasil kerja teman, melatih
komunikasi yang efektif.”
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR), contohnya:
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 “Cari informasi tentang salah satu tokoh perumus Pancasila dan tuliskan sikap atau
perilaku dari tokoh tersebut yang bisa kita teladani dalam kehidupan sehari-hari.
Tuliskan dalam format esai singkat (minimal 100 kata).”
4. Guru mengagendakan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu Nasional/Daerah
dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.

Pertemuan Kedua (2 JP x 35 menit)


Sub A: Sejarah Kelahiran Pancasila
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin menit
pembacaan doa dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya
berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan
yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang
dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan
kesiapan peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik
dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
Contoh:
“Halo anak-anak! Hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran tentang
sejarah kelahiran Pancasila. Kita akan menyanyikan lagu nasional Garuda
Pancasila, mengamati video tentang Pancasila, dan mencari tahu lebih
banyak tentang sejarahnya. Siapkah kalian?”
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning yang organik
dan relevan:
 Apa yang kalian rasakan ketika mendengar lagu Garuda Pancasila?
(Mindful Learning)
 Bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa membantu kita menjaga persatuan
bangsa? (Meaningful Learning)
 Bayangkan jika kalian harus menceritakan Pancasila kepada teman baru.
Apa yang akan kalian jelaskan? (Joyful Learning)
4. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini:
 “Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan mampu memahami
makna lagu Garuda Pancasila, mengamati nilai-nilai Pancasila melalui
video atau aktivitas alternatif, serta mencari tahu lebih lanjut tentang
Pancasila melalui eksplorasi.”
5. Guru menjelaskan bahwa kegiatan akan melibatkan stimulasi, eksplorasi,
diskusi, dan refleksi. Penilaian akan dilakukan berdasarkan partisipasi,
pemahaman konsep, dan hasil kerja individu/kelompok.
Kegiatan Inti 50
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan (10 Menit) menit
Metode: Bernyanyi Bersama dan Pengantar Video
1. Guru memperkenalkan aktivitas “Ayo, Bernyanyi”:
 “Mari kita menyanyikan lagu nasional Garuda Pancasila ciptaan Prohar
Sudharnoto bersama-sama. Menyanyilah dengan penuh semangat agar
pembelajaran kita lebih menyenangkan.”
2. Setelah bernyanyi, guru membimbing peserta didik untuk merenungkan makna
lagu tersebut:
 “Apa makna dari lirik ‘Garuda Pancasila, Akulah pendukungmu’?
Bagaimana sikap kita sebagai pendukung Pancasila?”
3. Guru memperkenalkan aktivitas selanjutnya:
 “Sekarang, kita akan menyimak tayangan video dengan judul ‘Pancasila
yang Ku Tahu.’ Silakan pindai QR Code yang terdapat di samping ini
menggunakan perangkat telepon pintar kalian.”
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu

[Link]
Deep Learning & Diferensiasi:
 Joyful Learning: Memberikan suasana belajar yang menyenangkan
melalui nyanyian.
 Diferensiasi Konten: Untuk peserta didik dengan kemampuan rendah,
guru memberikan penjelasan tambahan tentang makna lagu.

Sintaks 2: Identifikasi Masalah (10 Menit)


Metode: Mengamati Video atau Aktivitas Alternatif
4. Aktivitas Utama (Menyimak Video):
 Peserta didik diminta menyimak tayangan video singkat tentang
Pancasila.
5. Pembelajaran Alternatif (Jika Kesulitan Mengakses Video):
 Guru memandu peserta didik untuk melakukan aktivitas alternatif:
“Silakan cari lima buah balok kayu berukuran pendek. Susunlah dengan
rapi, lalu ambil balok yang berada di paling bawah hingga susunan
tersebut terjatuh. Kemukakan pendapatmu, jika balok kayu tersebut
merupakan lima nilai sila Pancasila!”
6. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi masalah dalam video
atau aktivitas alternatif:
 “Apa yang kalian amati dari video atau aktivitas balok tersebut?
Bagaimana hubungan antara lima sila Pancasila dan keutuhan bangsa?”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Mengaitkan aktivitas dengan nilai-nilai Pancasila.
 Diferensiasi Proses: Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik dapat
menggunakan balok kayu sebagai alat bantu.

Sintaks 3: Pengumpulan Data (15 Menit)


Metode: Diskusi dan Bertanya
7. Guru memperkenalkan aktivitas “Ayo, Bertanya”:
 “Adakah kata-kata yang sulit kalian pahami dalam video singkat
tersebut? Hal menarik apa yang ingin kalian ketahui? Silakan tanyakan
kepada bapak/ibu gurumu untuk didiskusikan bersama.”
8. Guru membimbing peserta didik untuk bertanya secara aktif. Contoh
pertanyaan:
 “Apa arti simbol burung Garuda dalam lambang negara?”
 “Mengapa sila-sila Pancasila disusun secara berurutan?”
9. Guru memperkenalkan aktivitas “Ayo, Mencari Tahu”:
 “Kalian akan menyusun pertanyaan mengenai Pancasila dan sejarahnya
dibimbing oleh bapak/ibu guru. Tulislah pertanyaanmu dalam tabel
seperti berikut ini.”

10. Peserta didik diminta mencari jawaban melalui berbagai sumber, seperti buku,
internet, atau wawancara dengan orang tua.
Deep Learning & Diferensiasi:
 Mindful Learning: Mengajak peserta didik fokus pada proses penggalian
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
informasi.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam
bentuk tulisan atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.

Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian (10 Menit)


Metode: Diskusi dan Umpan Balik
11. Guru membahas jawaban bersama peserta didik untuk memverifikasi
pemahaman mereka tentang konsep sejarah kelahiran Pancasila. Contoh
pertanyaan:
 “Bagaimana nilai-nilai Pancasila tercermin dalam kehidupan sehari-
hari?”
 “Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga keutuhan bangsa
berdasarkan Pancasila?”
12. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan dan
memperkuat pemahaman. Contoh umpan balik:
 “Bagus sekali, kamu sudah memahami pentingnya sila kedua tentang
kemanusiaan. Coba jelaskan bagaimana kita bisa menerapkannya dalam
kehidupan.”
 “Masih ada sedikit kesalahan di bagian ini. Mari kita ulangi bersama-
sama.”
Deep Learning:
 Joyful Learning: Memberikan apresiasi untuk setiap jawaban benar.
 Meaningful Learning: Mengaitkan solusi dengan aplikasi nyata.

Sintaks 5: Generalisasi/Kesimpulan (5 Menit)


Metode: Sharing dan Refleksi
13. Guru meminta peserta didik menyimpulkan konsep sejarah kelahiran
Pancasila. Contoh kesimpulan:
 “Pancasila adalah dasar negara yang lahir melalui proses musyawarah
dan memiliki lima sila yang saling terkait. Nilai-nilai Pancasila dapat
kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga persatuan
bangsa.”
14. Guru memperkuat hubungan antara materi dan konteks kehidupan sehari-hari:
 “Dengan memahami sejarah kelahiran Pancasila, kita bisa meneladani
sikap para perumusnya dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan aplikasi nyata.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam
bentuk tulisan atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.
Kegiatan Penutup 10
1. Peserta didik melakukan refleksi akhir dengan menjawab pertanyaan berikut: menit
 “Hal apa yang paling menarik yang kalian pelajari hari ini?”
 “Apa yang masih ingin kalian ketahui lebih lanjut tentang Pancasila?”
2. Guru dapat menjelaskan Dimensi Profil Lulusan yang diperoleh dari
pertemuan ini:
 Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa:
“Kita memulai pembelajaran dengan doa sebagai bentuk syukur atas
ilmu yang diberikan Tuhan.”
 Kewargaan:
“Kita belajar menghargai nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa dan
pandangan hidup.”
 Penalaran Kritis:
“Kita menganalisis nilai-nilai Pancasila, melatih logika dan pemecahan
masalah.”
 Kreativitas:
“Kita menggunakan video dan aktivitas balok kayu untuk memahami
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Pancasila, melatih kreativitas dalam belajar.”
 Kolaborasi:
“Kita bekerja sama dalam kelompok saat mendiskusikan pertanyaan,
melatih kerja tim dan saling membantu.”
 Kemandirian:
“Kita menyelesaikan tugas mencari informasi secara mandiri, melatih
tanggung jawab dan kemampuan individu.”
 Kesehatan:
“Kita menjaga kesehatan fisik dan mental dengan aktivitas belajar yang
menyenangkan, seperti bernyanyi dan berdiskusi.”
 Komunikasi:
“Kita berlatih menyampaikan pendapat dan menanggapi hasil kerja
teman, melatih komunikasi yang efektif.”
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR), contohnya:
 “Ceritakan sebuah pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari di
mana kamu menerapkan salah satu nilai sila Pancasila. Tuliskan ceritamu
dalam format esai singkat (minimal 100 kata). Jelaskan sila yang kamu
terapkan dan bagaimana kamu melakukannya.”
4. Guru mengagendakan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu
Nasional/Daerah dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.

Pertemuan Ketiga (2 JP x 35 menit)


Sub A: Sejarah Kelahiran Pancasila
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin menit
pembacaan doa dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya
berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan
yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang
dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan
kesiapan peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik
dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
Contoh:
“Halo anak-anak! Hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran tentang
sejarah kelahiran Pancasila. Kita akan belajar tentang nilai-nilai Pancasila
sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari dan mencari kata-kata terkait
sejarah Pancasila. Siapkah kalian?”
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning yang organik
dan relevan:
 Bagaimana Pancasila bisa menjadi petunjuk dalam kehidupan sehari-hari?
(Mindful Learning)
 Mengapa proses perumusan Pancasila membutuhkan musyawarah dan
pengorbanan besar dari para pendiri bangsa? (Meaningful Learning)
 Bayangkan jika kalian menjadi salah satu tokoh yang merumuskan
Pancasila. Apa yang akan kalian lakukan untuk memastikan persatuan
bangsa? (Joyful Learning)
4. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini:
 “Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan mampu memahami
nilai-nilai Pancasila sebagai petunjuk dalam kehidupan sehari-hari, serta
mengetahui proses sejarah panjang kelahiran Pancasila melalui aktivitas
interaktif.”
5. Guru menjelaskan bahwa kegiatan akan melibatkan stimulasi, eksplorasi,
diskusi, dan refleksi. Penilaian akan dilakukan berdasarkan partisipasi,
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
pemahaman konsep, dan hasil kerja individu/kelompok.
Kegiatan Inti 50
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan (5 Menit) menit
Metode: Diskusi Singkat dan Pengantar Materi
1. Guru memperkenalkan materi dengan membacakan kutipan dari Sukarno:
 “Aku telah menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di bawah sebatang
pohon di halaman rumahku, merenungkan ilham yang diturunkan oleh
Tuhan, yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.”
2. Guru menjelaskan bahwa Pancasila merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa
yang lahir melalui proses sejarah panjang.
3. Guru menampilkan Gambar 1.6 Pancasila dan menjelaskan lima nilai dasar
Pancasila:
 “Lima nilai dasar ini dihasilkan melalui proses musyawarah dan
pengorbanan besar dari para pendiri bangsa. Mari kita pelajari lebih
lanjut.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan
kehidupan sehari-hari.
 Diferensiasi Konten: Untuk peserta didik dengan kemampuan rendah,
guru memberikan contoh sederhana.

Sintaks 2: Identifikasi Masalah (10 Menit)


Metode: Diskusi Terbimbing
4. Guru memperkenalkan kronologi sejarah kelahiran Pancasila:
 “Sukarno menyampaikan pidato tentang lima prinsip dasar negara pada
sidang BPUPK tanggal 1 Juni 1945. Kemudian, Panitia Sembilan
menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Akhirnya, Pancasila
ditetapkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945.”
5. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi masalah dalam proses
kelahiran Pancasila:
 “Apa yang membuat proses perumusan Pancasila begitu penting dan
membutuhkan pengorbanan besar?”
6. Guru memperkenalkan aktivitas selanjutnya:
 “Mari kita cari tahu lebih lanjut melalui aktivitas ‘Cari Kata’!”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Mindful Learning: Mengajak peserta didik fokus pada kronologi sejarah.
 Diferensiasi Proses: Peserta didik dengan gaya belajar visual dapat
menggunakan gambar atau tabel sebagai alat bantu.

Sintaks 3: Pengumpulan Data (20 Menit)


Metode: Aktivitas Interaktif “Cari Kata”
7. Guru memperkenalkan aktivitas “Ayo, Bermain: Cari Kata”:
 “Kalian akan mencari lima kata terkait sejarah Pancasila pada kotak
huruf berikut. Kata-kata tersebut adalah Pancasila, BPUPK, PPKI,
Musyawarah, dan Panitia Sembilan. Selamat bermain!”
8. Guru membagikan lembar aktivitas berisi kotak huruf dan meminta peserta
didik mencari kata secara mandiri atau berpasangan.
9. Setelah aktivitas selesai, guru membahas arti dari setiap kata yang ditemukan:
 “Apa itu BPUPK? Bagaimana peran mereka dalam perumusan
Pancasila?”
 “Siapa saja anggota Panitia Sembilan? Apa kontribusi mereka bagi
bangsa?”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Joyful Learning: Memberikan suasana belajar yang menyenangkan
melalui aktivitas interaktif.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam
bentuk tulisan atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu

Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian (10 Menit)


Metode: Diskusi dan Umpan Balik
10. Guru membahas jawaban bersama peserta didik untuk memverifikasi
pemahaman mereka tentang konsep sejarah kelahiran Pancasila. Contoh
pertanyaan:
 “Bagaimana musyawarah menjadi kunci dalam proses perumusan
Pancasila?”
 “Apa yang bisa kita teladani dari sikap para pendiri bangsa?”
11. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan dan
memperkuat pemahaman. Contoh umpan balik:
 “Bagus sekali, kamu sudah memahami pentingnya musyawarah. Coba
jelaskan bagaimana musyawarah bisa menciptakan kebersamaan.”
 “Masih ada sedikit kesalahan di bagian ini. Mari kita ulangi bersama-
sama.”
Deep Learning:
 Joyful Learning: Memberikan apresiasi untuk setiap jawaban benar.
 Meaningful Learning: Mengaitkan solusi dengan aplikasi nyata.

Sintaks 5: Generalisasi/Kesimpulan (5 Menit)


Metode: Sharing dan Refleksi
12. Guru meminta peserta didik menyimpulkan konsep sejarah kelahiran
Pancasila. Contoh kesimpulan:
 “Pancasila lahir melalui proses musyawarah dan merupakan hasil
pemikiran para tokoh bangsa. Nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan
dalam kehidupan sehari-hari.”
13. Guru memperkuat hubungan antara materi dan konteks kehidupan sehari-hari:
 “Dengan memahami sejarah kelahiran Pancasila, kita bisa meneladani
sikap para perumusnya dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan aplikasi nyata.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam
bentuk tulisan atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.
Kegiatan Penutup 10
1. Peserta didik melakukan refleksi akhir dengan menjawab pertanyaan berikut: menit
 “Hal apa yang paling menarik yang kalian pelajari hari ini?”
 “Apa yang masih ingin kalian ketahui lebih lanjut tentang Pancasila?”
2. Guru dapat menjelaskan Dimensi Profil Lulusan yang diperoleh dari
pertemuan ini:
 Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa:
“Kita memulai pembelajaran dengan doa sebagai bentuk syukur atas ilmu
yang diberikan Tuhan.”
 Kewargaan:
“Kita belajar menghargai nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa dan
pandangan hidup.”
 Penalaran Kritis:
“Kita menganalisis proses musyawarah dan nilai-nilai Pancasila, melatih
logika dan pemecahan masalah.”
 Kreativitas:
“Kita menggunakan aktivitas mencari kata untuk memahami sejarah
Pancasila, melatih kreativitas dalam belajar.”
 Kolaborasi:
“Kita bekerja sama dalam kelompok saat mendiskusikan jawaban, melatih
kerja tim dan saling membantu.”
 Kemandirian:
“Kita menyelesaikan tugas mencari informasi secara mandiri, melatih
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
tanggung jawab dan kemampuan individu.”
 Kesehatan:
“Kita menjaga kesehatan fisik dan mental dengan aktivitas belajar yang
menyenangkan, seperti bernyanyi dan berdiskusi.”
 Komunikasi:
“Kita berlatih menyampaikan pendapat dan menanggapi hasil kerja
teman, melatih komunikasi yang efektif.”
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR), contohnya:
 “Buatlah sebuah cerita singkat (minimal 100 kata) tentang bagaimana
kamu menerapkan salah satu nilai sila Pancasila di sekolah atau di
lingkungan rumah. Jelaskan sila yang kamu terapkan dan langkah-langkah
yang kamu lakukan.”
4. Guru mengagendakan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu
Nasional/Daerah dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.

Pertemuan Keempat (2 JP x 35 menit)


Sub A: Sejarah Kelahiran Pancasila
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin menit
pembacaan doa dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya
berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan
yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang
dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan
kesiapan peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik
dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
Contoh:
“Halo anak-anak! Hari ini kita akan belajar tentang kronologi sejarah
lahirnya Pancasila melalui kegiatan gotong royong membuat lini masa. Kita
juga akan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam proses kerja kelompok.
Siapkah kalian?”
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning yang organik
dan relevan:
 Apa yang kalian ketahui tentang peristiwa penting dalam sejarah lahirnya
Pancasila? (Mindful Learning)
 Mengapa kerja sama dan gotong royong penting dalam kehidupan sehari-
hari? (Meaningful Learning)
 Bayangkan jika kalian harus bekerja sama dengan teman-teman untuk
menyelesaikan tugas besar. Apa yang akan kalian lakukan agar tugas
tersebut berhasil? (Joyful Learning)
4. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini:
 “Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan mampu memahami
kronologi sejarah lahirnya Pancasila melalui kegiatan membuat lini masa,
serta mempraktikkan nilai gotong royong dalam kerja kelompok.”
5. Guru menjelaskan bahwa kegiatan akan melibatkan stimulasi, eksplorasi,
diskusi, dan refleksi. Penilaian akan dilakukan berdasarkan partisipasi,
pemahaman konsep, dan hasil kerja kelompok.
Kegiatan Inti 50
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan (5 Menit) menit
Metode: Diskusi Singkat dan Pengantar Materi
1. Guru memperkenalkan aktivitas hari ini:
 “Hari ini, kalian akan membuat sebuah karya berupa lini masa tentang
peristiwa penting sejarah lahirnya Pancasila. Kalian akan bekerja secara
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
berkelompok dengan menerapkan nilai gotong royong.”
2. Guru menampilkan Gambar 1.7 Contoh Lini Masa dan menjelaskan cara
membuat lini masa.
 “Lini masa ini akan mencakup peristiwa penting seperti pidato Sukarno
pada sidang BPUPK, Piagam Jakarta, dan penetapan Pancasila sebagai
dasar negara. Gunakan alat dan bahan yang tersedia, seperti kertas,
spidol, atau bahan lainnya.”
3. Guru membimbing peserta didik untuk merenungkan makna gotong royong:
 “Gotong royong adalah salah satu nilai Pancasila yang tercermin dalam
kehidupan sehari-hari. Bagaimana sikap gotong royong bisa membantu
kalian dalam kegiatan ini?”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan nilai gotong royong dengan
kegiatan pembuatan lini masa.
 Diferensiasi Konten: Untuk peserta didik dengan kemampuan rendah,
guru memberikan contoh sederhana.

Sintaks 2: Identifikasi Masalah (10 Menit)


Metode: Diskusi Terbimbing
4. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok (4–5 orang per
kelompok).
5. Guru memperkenalkan langkah-langkah pembuatan lini masa:
 “Tentukan peristiwa penting dalam sejarah lahirnya Pancasila, seperti
tanggal, nama tokoh, dan keputusan yang dihasilkan. Susunlah informasi
tersebut dalam bentuk lini masa yang menarik.”
6. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi masalah dalam kerja
kelompok:
 “Bagaimana cara kalian membagi tugas agar semua anggota kelompok
dapat berkontribusi?”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Mindful Learning: Mengajak peserta didik fokus pada tugas dan
tanggung jawab dalam kelompok.
 Diferensiasi Proses: Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik dapat
menggunakan alat bantu seperti gunting, lem, atau bahan visual lainnya.

Sintaks 3: Pengumpulan Data (20 Menit)


Metode: Aktivitas Kelompok “Gotong Royong Membuat Lini Masa”
7. Guru memandu peserta didik untuk memulai kegiatan pembuatan lini masa:
 “Mulailah dengan mendiskusikan ide-ide kreatif dalam kelompok.
Pastikan semua anggota terlibat dalam proses ini.”
8. Setiap kelompok diminta membuat lini masa dengan mencakup peristiwa
penting berikut:
 1 Juni 1945: Pidato Sukarno tentang lima prinsip dasar negara di sidang
BPUPK.
 22 Juni 1945: Pengesahan Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan.
 18 Agustus 1945: Penetapan Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang
PPKI.
9. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan dan memastikan setiap
kelompok bekerja dengan baik.
Deep Learning & Diferensiasi:
 Joyful Learning: Memberikan suasana belajar yang menyenangkan
melalui kerja kelompok.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat lini masa dalam
format yang unik sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.

Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian (10 Menit)


Metode: Presentasi dan Umpan Balik
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
10. Guru meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil karyanya di
depan kelas:
 “Silakan jelaskan lini masa yang sudah kalian buat. Ceritakan peristiwa
penting yang kalian masukkan dan bagaimana kalian bekerja sama
dalam kelompok.”
11. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan dan
memperkuat pemahaman. Contoh umpan balik:
 “Bagus sekali, kalian sudah memahami kronologi sejarah lahirnya
Pancasila. Coba jelaskan bagaimana nilai gotong royong tercermin
dalam kerja kelompok kalian.”
 “Masih ada sedikit kesalahan di bagian ini. Mari kita ulangi bersama-
sama.”
Deep Learning:
 Joyful Learning: Memberikan apresiasi untuk setiap presentasi yang
menarik.
 Meaningful Learning: Mengaitkan solusi dengan aplikasi nyata.

Sintaks 5: Generalisasi/Kesimpulan (5 Menit)


Metode: Sharing dan Refleksi
12. Guru meminta peserta didik menyimpulkan konsep sejarah kelahiran
Pancasila. Contoh kesimpulan:
 “Pancasila lahir melalui proses musyawarah dan merupakan hasil
pemikiran para tokoh bangsa. Nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan
dalam kehidupan sehari-hari.”
13. Guru memperkuat hubungan antara materi dan konteks kehidupan sehari-hari:
 “Dengan memahami sejarah kelahiran Pancasila, kita bisa meneladani
sikap para perumusnya dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan aplikasi nyata.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam
bentuk tulisan atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.
Kegiatan Penutup 10
1. Peserta didik melakukan refleksi akhir dengan menjawab pertanyaan berikut: menit
 “Hal apa yang paling menarik yang kalian pelajari hari ini?”
 “Apa yang masih ingin kalian ketahui lebih lanjut tentang Pancasila?”
2. Guru dapat menjelaskan Dimensi Profil Lulusan yang diperoleh dari
pertemuan ini:
 Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa:
“Kita memulai pembelajaran dengan doa sebagai bentuk syukur atas ilmu
yang diberikan Tuhan.”
 Kewargaan:
“Kita belajar menghargai nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa dan
pandangan hidup.”
 Penalaran Kritis:
“Kita menganalisis proses musyawarah dan nilai-nilai Pancasila, melatih
logika dan pemecahan masalah.”
 Kreativitas:
“Kita menggunakan aktivitas membuat lini masa untuk memahami
sejarah Pancasila, melatih kreativitas dalam belajar.”
 Kolaborasi:
“Kita bekerja sama dalam kelompok saat mendiskusikan jawaban, melatih
kerja tim dan saling membantu.”
 Kemandirian:
“Kita menyelesaikan tugas mencari informasi secara mandiri, melatih
tanggung jawab dan kemampuan individu.”
 Kesehatan:
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
“Kita menjaga kesehatan fisik dan mental dengan aktivitas belajar yang
menyenangkan, seperti bernyanyi dan berdiskusi.”
 Komunikasi:
“Kita berlatih menyampaikan pendapat dan menanggapi hasil kerja
teman, melatih komunikasi yang efektif.”
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR), contohnya:
 “Ceritakan pengalaman kalian ketika bekerja sama dalam kelompok
membuat lini masa. Tuliskan ceritamu dalam format esai singkat
(minimal 100 kata). Jelaskan bagaimana kalian menerapkan nilai gotong
royong dan apa manfaatnya bagi kelompok kalian.”
4. Guru mengagendakan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu
Nasional/Daerah dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.

Pertemuan Kelima (2 JP x 35 menit)


Sub B: Meneladani Perilaku Pancasila
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin menit
pembacaan doa dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya
berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan
yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang
dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan
kesiapan peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik
dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
Contoh:
“Halo anak-anak! Hari ini kita akan belajar tentang perilaku teladan yang
sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kita juga akan mengidentifikasi sikap-
sikap positif dari para pendiri bangsa dan orang-orang di sekitar kita.
Siapkah kalian?”
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning yang organik
dan relevan:
 Apa yang kalian ketahui tentang semangat gotong royong para pendiri
bangsa? (Mindful Learning)
 Bagaimana sikap cinta tanah air dan pengorbanan dapat kita terapkan
dalam kehidupan sehari-hari? (Meaningful Learning)
 Bayangkan jika kalian harus menjadi pahlawan di masa kini. Apa yang
akan kalian lakukan untuk membantu masyarakat? (Joyful Learning)
4. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini:
 “Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan mampu memahami
nilai-nilai keteladanan yang sesuai dengan Pancasila, serta meneladani
sikap para pendiri bangsa dalam kehidupan sehari-hari.”
5. Guru menjelaskan bahwa kegiatan akan melibatkan stimulasi, eksplorasi,
diskusi, dan refleksi. Penilaian akan dilakukan berdasarkan partisipasi,
pemahaman konsep, dan hasil kerja individu/kelompok.
Kegiatan Inti 50
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan (5 Menit) menit
Metode: Diskusi Singkat dan Pengantar Materi
1. Guru memperkenalkan materi dengan membacakan kutipan:
 “Pancasila dirumuskan melalui semangat gotong royong para pendiri
bangsa. Mereka mengupayakan kemerdekaan dengan keberanian dan
pengorbanan demi kepentingan orang banyak. Prinsip saling menghargai
perbedaan sangat kental dalam proses perumusan dasar negara.”
2. Guru menjelaskan bahwa perilaku teladan dapat dilihat melalui sikap para
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
pendiri bangsa maupun orang-orang di lingkungan sekitar:
 “Misalnya, orang tua yang merawat dan membimbing kalian, atau guru
yang mendampingi kalian belajar. Nilai-nilai ini menjadi pedoman bagi
kita untuk berperilaku sesuai Pancasila.”
3. Guru menampilkan tabel nilai keteladanan dan meminta peserta didik
memperhatikan kolom-kolomnya:
 “Mari kita pahami bersama nilai keteladanan yang ada dalam tabel ini.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan nilai keteladanan dengan
kehidupan sehari-hari.
 Diferensiasi Konten: Untuk peserta didik dengan kemampuan rendah,
guru memberikan contoh sederhana.

Sintaks 2: Identifikasi Masalah (10 Menit)


Metode: Diskusi Terbimbing
4. Guru membimbing peserta didik untuk mengisi kolom “Contoh Perilaku” pada
tabel nilai keteladanan secara individu atau berpasangan:

5. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi masalah dalam


praktik nilai keteladanan:
 “Apa tantangan yang kalian hadapi ketika mencoba menerapkan nilai
keteladanan ini dalam kehidupan sehari-hari?”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Mindful Learning: Mengajak peserta didik fokus pada tugas dan
tanggung jawab dalam kelompok.
 Diferensiasi Proses: Peserta didik dengan gaya belajar visual dapat
menggunakan gambar atau tabel sebagai alat bantu.

Sintaks 3: Pengumpulan Data (20 Menit)


Metode: Aktivitas Kelompok “Praktik Berpancasila”
6. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok (4–5 orang per
kelompok).
7. Guru memperkenalkan aktivitas “Praktik Berpancasila”:
 “Setiap kelompok akan memilih salah satu nilai keteladanan dari tabel,
kemudian membuat cerita singkat tentang bagaimana nilai tersebut dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Gunakan contoh nyata atau
imajinatif.”
8. Setiap kelompok diminta untuk:
 Memilih satu nilai keteladanan.
 Membuat cerita singkat (minimal 100 kata) yang menggambarkan
penerapan nilai tersebut.
 Menyiapkan presentasi singkat untuk dibagikan kepada kelas.
9. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan dan memastikan setiap
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
kelompok bekerja dengan baik.
Deep Learning & Diferensiasi:
 Joyful Learning: Memberikan suasana belajar yang menyenangkan
melalui kerja kelompok.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat cerita dalam format
yang unik sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.

Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian (10 Menit)


Metode: Presentasi dan Umpan Balik
10. Guru meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil cerita mereka di
depan kelas:
 “Silakan jelaskan cerita yang sudah kalian buat. Ceritakan bagaimana
nilai keteladanan tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.”
11. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan dan
memperkuat pemahaman. Contoh umpan balik:
 “Bagus sekali, kalian sudah memahami nilai keteladanan ini dengan
baik. Coba jelaskan bagaimana kalian bisa menerapkannya di sekolah
atau di rumah.”
 “Masih ada sedikit kesalahan di bagian ini. Mari kita ulangi bersama-
sama.”
Deep Learning:
 Joyful Learning: Memberikan apresiasi untuk setiap presentasi yang
menarik.
 Meaningful Learning: Mengaitkan solusi dengan aplikasi nyata.

Sintaks 5: Generalisasi/Kesimpulan (5 Menit)


Metode: Sharing dan Refleksi
12. Guru meminta peserta didik menyimpulkan konsep nilai keteladanan. Contoh
kesimpulan:
 “Nilai-nilai keteladanan seperti beriman, berakhlak mulia, nasionalisme,
gotong royong, musyawarah, dan patriotisme dapat kita terapkan dalam
kehidupan sehari-hari untuk menjadi warga negara yang baik.”
13. Guru memperkuat hubungan antara materi dan konteks kehidupan sehari-hari:
 “Dengan memahami nilai keteladanan ini, kita bisa meneladani sikap
para pendiri bangsa dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan aplikasi nyata.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam
bentuk tulisan atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.
Kegiatan Penutup 10
1. Peserta didik melakukan refleksi akhir dengan menjawab pertanyaan berikut: menit
 “Hal apa yang paling menarik yang kalian pelajari hari ini?”
 “Apa yang masih ingin kalian ketahui lebih lanjut tentang nilai
keteladanan?”
2. Guru dapat menjelaskan Dimensi Profil Lulusan yang diperoleh dari
pertemuan ini:
 Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa:
“Kita memulai pembelajaran dengan doa sebagai bentuk syukur atas ilmu
yang diberikan Tuhan.”
 Kewargaan:
“Kita belajar menghargai nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa dan
pandangan hidup.”
 Penalaran Kritis:
“Kita menganalisis nilai keteladanan, melatih logika dan pemecahan
masalah.”
 Kreativitas:
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
“Kita menggunakan aktivitas membuat cerita untuk memahami nilai
keteladanan, melatih kreativitas dalam belajar.”
 Kolaborasi:
“Kita bekerja sama dalam kelompok saat mendiskusikan jawaban, melatih
kerja tim dan saling membantu.”
 Kemandirian:
“Kita menyelesaikan tugas mencari informasi secara mandiri, melatih
tanggung jawab dan kemampuan individu.”
 Kesehatan:
“Kita menjaga kesehatan fisik dan mental dengan aktivitas belajar yang
menyenangkan, seperti bernyanyi dan berdiskusi.”
 Komunikasi:
“Kita berlatih menyampaikan pendapat dan menanggapi hasil kerja
teman, melatih komunikasi yang efektif.”
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR), contohnya:
 “Ceritakan sebuah pengalaman nyata di mana kamu menerapkan salah
satu nilai keteladanan yang telah dipelajari hari ini. Tuliskan ceritamu
dalam format esai singkat (minimal 100 kata). Jelaskan nilai keteladanan
yang kamu terapkan dan bagaimana kamu melakukannya.”
4. Guru mengagendakan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu
Nasional/Daerah dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.

Pertemuan Keenam (2 JP x 35 menit)


Sub B: Meneladani Perilaku Pancasila
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin menit
pembacaan doa dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya
berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan
yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang
dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan
kesiapan peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik
dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
Contoh:
“Halo anak-anak! Hari ini kita akan belajar tentang tokoh-tokoh pendiri
bangsa yang dapat kita teladani, serta sikap-sikap positif dari orang-orang di
sekitar kita. Siapkah kalian untuk menemukan teladan hidupmu?”
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning yang organik
dan relevan:
 Siapa tokoh pendiri bangsa yang paling menginspirasi kalian? Mengapa?
(Mindful Learning)
 Bagaimana sikap keteladanan dapat membantu kita menjadi pribadi yang
lebih baik? (Meaningful Learning)
 Bayangkan jika kalian bisa bertemu langsung dengan salah satu tokoh
pendiri bangsa. Apa yang ingin kalian tanyakan kepada mereka? (Joyful
Learning)
4. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini:
 “Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan mampu
mengidentifikasi sikap keteladanan dari tokoh pendiri bangsa atau orang-
orang di sekitar kalian, serta mempresentasikan hasil temuan kalian.”
5. Guru menjelaskan bahwa kegiatan akan melibatkan stimulasi, eksplorasi,
diskusi, dan refleksi. Penilaian akan dilakukan berdasarkan partisipasi,
pemahaman konsep, dan hasil kerja individu/kelompok.
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Inti 50
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan (5 Menit) menit
Metode: Diskusi Singkat dan Pengantar Materi
1. Guru memperkenalkan aktivitas hari ini:
 “Hari ini, kalian akan menemukan satu tokoh pendiri bangsa atau orang
di sekitar kalian yang memiliki sikap keteladanan. Kalian akan membuat
lembar kerja ‘Teladan Hidupku’ berdasarkan informasi yang kalian
kumpulkan.”
2. Guru menampilkan contoh lembar kerja “Teladan Hidupku”:
 “Lembar kerja ini mencakup nama tokoh, profil singkat, dan sikap
teladan yang dapat kalian tiru. Pastikan kalian mencari sumber yang
terpercaya untuk mendapatkan informasi.”

3. Guru membimbing peserta didik untuk merenungkan makna keteladanan:


 “Apa yang membuat seseorang layak dijadikan teladan? Bagaimana
sikap mereka dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik?”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan nilai keteladanan dengan
kehidupan sehari-hari.
 Diferensiasi Konten: Untuk peserta didik dengan kemampuan rendah,
guru memberikan contoh sederhana.

Sintaks 2: Identifikasi Masalah (10 Menit)


Metode: Diskusi Terbimbing
4. Guru membagikan lembar kerja “Teladan Hidupku” kepada setiap peserta
didik. Lembar kerja tersebut berisi format berikut:

5. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi masalah dalam


pencarian informasi:
 “Bagaimana cara kalian menemukan informasi yang akurat tentang
tokoh yang kalian pilih?”
 “Apa saja perilaku yang dapat diteladani dari tokoh tersebut?”
6. Guru memberikan alternatif bagi peserta didik yang kesulitan menemukan
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
tokoh pendiri bangsa:
 “Jika kalian kesulitan menemukan tokoh pendiri bangsa, kalian juga
dapat memilih sosok di sekitar kalian, seperti orang tua, guru, atau
tetangga, yang memiliki sikap keteladanan.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Mindful Learning: Mengajak peserta didik fokus pada tugas dan
tanggung jawab dalam pengumpulan data.
 Diferensiasi Proses: Peserta didik dengan gaya belajar visual dapat
menggunakan gambar atau tabel sebagai alat bantu.

Sintaks 3: Pengumpulan Data (20 Menit)


Metode: Aktivitas Individu “Membuat Lembar Kerja Teladan Hidupku”
7. Guru memandu peserta didik untuk memulai kegiatan pencarian informasi:
 “Gunakan sumber yang terpercaya, seperti buku, internet, atau
wawancara dengan orang tua. Temukan foto atau gambar tokoh tersebut
untuk ditempel pada lembar kerja kalian.”
8. Setiap peserta didik diminta untuk:
 Memilih satu tokoh pendiri bangsa atau orang di sekitar mereka.
 Menulis profil singkat tokoh tersebut.
 Menjelaskan sikap teladan yang dapat ditiru.
9. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan dan memastikan setiap peserta
didik bekerja dengan baik.
Deep Learning & Diferensiasi:
 Joyful Learning: Memberikan suasana belajar yang menyenangkan
melalui kegiatan individual.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat lembar kerja dalam
format yang unik sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.

Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian (10 Menit)


Metode: Presentasi dan Umpan Balik
10. Guru meminta beberapa peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerja
mereka di depan kelas:
 “Silakan jelaskan tokoh yang kalian pilih, profil singkatnya, dan sikap
teladan yang dapat kalian tiru. Jelaskan juga alasan kalian memilih
tokoh tersebut.”
11. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan dan
memperkuat pemahaman. Contoh umpan balik:
 “Bagus sekali, kamu sudah memahami nilai keteladanan dari tokoh ini
dengan baik. Coba jelaskan bagaimana kalian bisa menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari.”
 “Masih ada sedikit kesalahan di bagian ini. Mari kita ulangi bersama-
sama.”
Deep Learning:
 Joyful Learning: Memberikan apresiasi untuk setiap presentasi yang
menarik.
 Meaningful Learning: Mengaitkan solusi dengan aplikasi nyata.

Sintaks 5: Generalisasi/Kesimpulan (5 Menit)


Metode: Sharing dan Refleksi
12. Guru meminta peserta didik menyimpulkan konsep nilai keteladanan. Contoh
kesimpulan:
 “Nilai keteladanan dari tokoh pendiri bangsa atau orang di sekitar kita
dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadi pribadi
yang lebih baik.”
13. Guru memperkuat hubungan antara materi dan konteks kehidupan sehari-hari:
 “Dengan memahami nilai keteladanan ini, kita bisa meneladani sikap
para pendiri bangsa dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
kehidupan.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan aplikasi nyata.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam
bentuk tulisan atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.
Kegiatan Penutup 10
1. Peserta didik melakukan refleksi akhir dengan menjawab pertanyaan berikut: menit
 “Hal apa yang paling menarik yang kalian pelajari hari ini?”
 “Apa yang masih ingin kalian ketahui lebih lanjut tentang nilai
keteladanan?”
2. Guru dapat menjelaskan Dimensi Profil Lulusan yang diperoleh dari
pertemuan ini:
 Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa:
“Kita memulai pembelajaran dengan doa sebagai bentuk syukur atas ilmu
yang diberikan Tuhan.”
 Kewargaan:
“Kita belajar menghargai nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa dan
pandangan hidup.”
 Penalaran Kritis:
“Kita menganalisis nilai keteladanan, melatih logika dan pemecahan
masalah.”
 Kreativitas:
“Kita menggunakan aktivitas membuat lembar kerja untuk memahami
nilai keteladanan, melatih kreativitas dalam belajar.”
 Kolaborasi:
“Kita bekerja sama dalam kelompok saat mendiskusikan jawaban, melatih
kerja tim dan saling membantu.”
 Kemandirian:
“Kita menyelesaikan tugas mencari informasi secara mandiri, melatih
tanggung jawab dan kemampuan individu.”
 Kesehatan:
“Kita menjaga kesehatan fisik dan mental dengan aktivitas belajar yang
menyenangkan, seperti bernyanyi dan berdiskusi.”
 Komunikasi:
“Kita berlatih menyampaikan pendapat dan menanggapi hasil kerja
teman, melatih komunikasi yang efektif.”
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR), contohnya:
 “Ceritakan sebuah pengalaman nyata di mana kamu menerapkan salah
satu sikap keteladanan yang telah dipelajari hari ini. Tuliskan ceritamu
dalam format esai singkat (minimal 100 kata). Jelaskan sikap keteladanan
yang kamu terapkan dan bagaimana kamu melakukannya.”
4. Guru mengagendakan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu
Nasional/Daerah dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.

Pertemuan Ketujuh (3 JP x 35 menit)


Sub B: Meneladani Perilaku Pancasila
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 15
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin menit
pembacaan doa dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya
berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan
yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang
dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
kesiapan peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik
dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
Contoh:
“Halo anak-anak! Hari ini kita akan belajar di luar kelas untuk mengamati
perilaku atau kejadian yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila. Kita juga
akan mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Siapkah kalian?”
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning yang organik
dan relevan:
 Apa saja perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila yang pernah
kalian temui di sekolah? (Mindful Learning)
 Bagaimana cara kita dapat membantu orang lain agar tidak melakukan
perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila? (Meaningful
Learning)
 Bayangkan jika kalian menjadi pemimpin di sekolah. Apa yang akan
kalian lakukan untuk menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan
nyaman? (Joyful Learning)
4. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini:
 “Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan mampu
mengidentifikasi perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila,
menganalisis penyebabnya, serta merumuskan solusi untuk mengatasi
masalah tersebut.”
5. Guru menjelaskan bahwa kegiatan akan melibatkan stimulasi, eksplorasi,
diskusi, dan refleksi. Penilaian akan dilakukan berdasarkan partisipasi,
pemahaman konsep, dan hasil kerja individu/kelompok.
Kegiatan Inti 75
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan (10 Menit) menit
Metode: Diskusi Singkat dan Pengantar Materi
1. Guru memperkenalkan aktivitas hari ini:
 “Hari ini, kita akan keluar kelas untuk mengamati perilaku atau kejadian
yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila, seperti membuang sampah
sembarangan atau mencorat-coret fasilitas umum.”
2. Guru menampilkan Gambar 1.8 Perilaku yang Bertentangan dengan Nilai
Pancasila untuk memberikan gambaran awal kepada peserta didik:
 “Perhatikan gambar ini. Apa yang kalian lihat? Bagaimana perilaku
tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila?”
3. Guru membimbing peserta didik untuk memahami tujuan kegiatan:
 “Setelah mengamati masalah, kalian akan melakukan wawancara
dengan guru dan orang tua untuk mencari tahu penyebabnya serta solusi
yang dapat dilakukan.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan perilaku sehari-hari dengan nilai
Pancasila.
 Diferensiasi Konten: Untuk peserta didik dengan kemampuan rendah,
guru memberikan contoh sederhana.

Sintaks 2: Identifikasi Masalah (25 Menit)


Metode: Observasi di Luar Kelas
4. Guru memandu peserta didik untuk keluar kelas dan mengamati lingkungan
sekolah:
 “Amati perilaku atau kejadian yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila.
Catatlah satu masalah yang paling menarik perhatian kalian.”
5. Setiap peserta didik diminta untuk:
 Mengidentifikasi satu masalah yang bertentangan dengan nilai Pancasila.
 Mencatat lokasi dan deskripsi singkat dari masalah tersebut.
6. Guru memberikan contoh masalah yang mungkin ditemukan:
 “Misalnya, ada siswa yang membuang sampah sembarangan di halaman
sekolah.”
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Deep Learning & Diferensiasi:
 Mindful Learning: Mengajak peserta didik fokus pada pengamatan
langsung di lapangan.
 Diferensiasi Proses: Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik dapat
lebih aktif dalam proses observasi.

Sintaks 3: Pengumpulan Data (20 Menit)


Metode: Aktivitas Wawancara dan Pengisian Lembar Kerja
7. Guru membagikan lembar kerja kepada setiap peserta didik. Lembar kerja
tersebut berisi format berikut:

8. Guru memandu peserta didik untuk melakukan wawancara dengan guru atau
orang tua:
 “Gunakan pertanyaan-pertanyaan di lembar kerja untuk mendapatkan
informasi lebih lanjut tentang masalah yang kalian amati.”
9. Setiap peserta didik diminta untuk:
 Melakukan wawancara dengan guru atau orang tua.
 Mencatat hasil wawancara secara rinci.
10. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan dan memastikan setiap peserta
didik bekerja dengan baik.
Deep Learning & Diferensiasi:
 Joyful Learning: Memberikan suasana belajar yang menyenangkan
melalui kegiatan wawancara.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat lembar kerja dalam
format yang unik sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.

Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian (10 Menit)


Metode: Diskusi dan Umpan Balik
11. Guru meminta beberapa peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerja
mereka di depan kelas:
 “Silakan jelaskan masalah yang kalian temukan, hasil wawancara, dan
solusi yang kalian rumuskan. Jelaskan juga alasan kalian memilih
masalah tersebut.”
12. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan dan
memperkuat pemahaman. Contoh umpan balik:
 “Bagus sekali, kamu sudah memahami akar masalah dari perilaku ini.
Coba jelaskan bagaimana solusi kalian dapat diterapkan di sekolah.”
 “Masih ada sedikit kesalahan di bagian ini. Mari kita ulangi bersama-
sama.”
Deep Learning:
 Joyful Learning: Memberikan apresiasi untuk setiap presentasi yang
menarik.
 Meaningful Learning: Mengaitkan solusi dengan aplikasi nyata.

Sintaks 5: Generalisasi/Kesimpulan (10 Menit)


Metode: Sharing dan Refleksi
13. Guru meminta peserta didik menyimpulkan konsep nilai Pancasila. Contoh
kesimpulan:
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 “Perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila dapat merugikan
diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk
menjadi teladan bagi orang lain.”
14. Guru memperkuat hubungan antara materi dan konteks kehidupan sehari-hari:
 “Dengan memahami masalah ini, kita bisa mencari solusi untuk menjaga
lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman sesuai dengan nilai
Pancasila.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan aplikasi nyata.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam
bentuk tulisan atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.
Kegiatan Penutup 15
1. Peserta didik melakukan refleksi akhir dengan menjawab pertanyaan berikut: menit
 “Hal apa yang paling menarik yang kalian pelajari hari ini?”
 “Apa yang masih ingin kalian ketahui lebih lanjut tentang nilai
Pancasila?”
2. Guru dapat menjelaskan Dimensi Profil Lulusan yang diperoleh dari
pertemuan ini:
 Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa:
“Kita memulai pembelajaran dengan doa sebagai bentuk syukur atas ilmu
yang diberikan Tuhan.”
 Kewargaan:
“Kita belajar menghargai nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa dan
pandangan hidup.”
 Penalaran Kritis:
“Kita menganalisis masalah dan mencari solusi, melatih logika dan
pemecahan masalah.”
 Kreativitas:
“Kita menggunakan aktivitas wawancara untuk memahami masalah,
melatih kreativitas dalam belajar.”
 Kolaborasi:
“Kita bekerja sama dalam kelompok saat mendiskusikan jawaban, melatih
kerja tim dan saling membantu.”
 Kemandirian:
“Kita menyelesaikan tugas mencari informasi secara mandiri, melatih
tanggung jawab dan kemampuan individu.”
 Kesehatan:
“Kita menjaga kesehatan fisik dan mental dengan aktivitas belajar yang
menyenangkan, seperti bernyanyi dan berdiskusi.”
 Komunikasi:
“Kita berlatih menyampaikan pendapat dan menanggapi hasil kerja
teman, melatih komunikasi yang efektif.”
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR), contohnya:
 “Ceritakan sebuah pengalaman nyata di mana kamu melihat perilaku yang
bertentangan dengan nilai Pancasila. Tuliskan ceritamu dalam format esai
singkat (minimal 100 kata). Jelaskan perilaku tersebut, dampaknya, dan
solusi yang dapat dilakukan.”
4. Guru mengagendakan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu
Nasional/Daerah dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.

Pertemuan Kedelapan (3 JP x 35 menit)


Sub C: Membiasakan Perilaku Pancasila
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 15
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin menit
pembacaan doa dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya
berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan
yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang
dipelajari.
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan
kesiapan peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik
dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
Contoh:
“Halo anak-anak! Hari ini kita akan belajar bagaimana membiasakan
perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila melalui aktivitas sederhana yang bisa
kalian lakukan setiap hari. Siapkah kalian?”
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning yang organik
dan relevan:
 Apa saja perilaku sederhana yang dapat kalian lakukan untuk menerapkan
nilai Pancasila? (Mindful Learning)
 Bagaimana kebiasaan kecil bisa membantu kita menjadi pribadi yang
lebih baik? (Meaningful Learning)
 Bayangkan jika kalian berhasil membentuk kebiasaan baru yang positif.
Apa yang ingin kalian capai? (Joyful Learning)
4. Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini:
 “Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan mampu membuat
target perilaku sesuai nilai Pancasila, serta melatih diri untuk
membiasakan perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari.”
5. Guru menjelaskan bahwa kegiatan akan melibatkan stimulasi, eksplorasi,
diskusi, dan refleksi. Penilaian akan dilakukan berdasarkan partisipasi,
pemahaman konsep, dan hasil kerja individu/kelompok.
Kegiatan Inti 75
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan (10 Menit) menit
Metode: Diskusi Singkat dan Pengantar Materi
1. Guru memperkenalkan materi dengan menjelaskan pentingnya membiasakan
perilaku sesuai nilai Pancasila:
 “Perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila harus dilakukan secara
berkelanjutan agar menjadi kebiasaan baru. Mulailah dari hal yang
mudah dan sederhana, seperti membereskan tempat tidur saat bangun
pagi.”
2. Guru menampilkan tabel contoh membiasakan olahraga lari dan berprestasi di
kelas:
 “Tabel ini menunjukkan bagaimana kita bisa mulai dari target sangat
kecil hingga besar. Misalnya, untuk berolahraga, kita bisa mulai dengan
mengenakan sepatu lari terlebih dahulu.”

3. Guru memperkenalkan aktivitas “Pembuatan Kartu Pancasila”:


 “Kartu ini akan menjadi pengingat bagi kalian untuk menerapkan
perilaku sesuai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan nilai Pancasila dengan kebiasaan
sehari-hari.
 Diferensiasi Konten: Untuk peserta didik dengan kemampuan rendah,
guru memberikan contoh sederhana.

Sintaks 2: Identifikasi Masalah (10 Menit)


Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Metode: Diskusi Terbimbing
4. Guru membagikan lembar kerja “Pembuatan Kartu Pancasila” kepada setiap
peserta didik.
5. Guru membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi masalah dalam
pembuatan kartu:
 “Apa target sangat kecil yang dapat kalian lakukan untuk menerapkan
sila pertama? Bagaimana cara mencapai target sangat besar?”
6. Guru memberikan alternatif bagi peserta didik yang kesulitan menentukan
target:
 “Jika kalian merasa sulit, mulailah dengan hal yang paling sederhana,
seperti membaca doa sebelum tidur untuk sila pertama.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Mindful Learning: Mengajak peserta didik fokus pada tugas dan
tanggung jawab dalam pembuatan kartu.
 Diferensiasi Proses: Peserta didik dengan gaya belajar visual dapat
menggunakan gambar atau tabel sebagai alat bantu.

Sintaks 3: Pengumpulan Data (35 Menit)


Metode: Aktivitas Individu “Membuat Kartu Pancasila”
7. Guru memandu peserta didik untuk memulai kegiatan pembuatan kartu:
 Peserta didik diminta menyiapkan kertas karton, gunting, lem, spidol, dan
lain sebagainya.
 Guru meminta peserta didik membuat karton menyerupai bentuk buku
catatan yang terdiri atas empat sisi.
- Sisi pertama berfungsi sebagai cover kartu Pancasila.
- Sisi kedua berisi refleksi perilaku positif yang sudah dilakukan sesuai
dengan nilai Pancasila.
- Sisi ketiga berisi tabel refleksi perilaku yang bertentangan dengan
nilai Pancasila.
- Sisi keempat berisi komitmen perilaku apa saja yang akan kalian
lakukan sesuai dengan nilai Pancasila.
8. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan dan memastikan setiap peserta
didik bekerja dengan baik.
Deep Learning & Diferensiasi:
 Joyful Learning: Memberikan suasana belajar yang menyenangkan
melalui kegiatan individual.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat kartu dalam format
yang unik sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.

Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian (10 Menit)


Metode: Presentasi dan Umpan Balik
9. Guru meminta beberapa peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerja
mereka di depan kelas.
10. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan dan
memperkuat pemahaman.
Deep Learning:
 Joyful Learning: Memberikan apresiasi untuk setiap presentasi yang
menarik.
 Meaningful Learning: Mengaitkan solusi dengan aplikasi nyata.

Sintaks 6: Generalisasi/Kesimpulan (10 Menit)


Metode: Sharing dan Refleksi
11. Guru meminta peserta didik menyimpulkan konsep nilai Pancasila. Contoh
kesimpulan:
 “Nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui
kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.”
12. Guru memperkuat hubungan antara materi dan konteks kehidupan sehari-hari:
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 “Dengan membiasakan perilaku sesuai nilai Pancasila, kita bisa menjadi
teladan bagi orang lain dan membantu menciptakan lingkungan yang
lebih baik.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan aplikasi nyata.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam
bentuk tulisan atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.
Kegiatan Penutup 15
1. Peserta didik melakukan refleksi akhir dengan menjawab pertanyaan berikut: menit
 “Hal apa yang paling menarik yang kalian pelajari hari ini?”
 “Apa yang masih ingin kalian ketahui lebih lanjut tentang nilai
Pancasila?”
2. Guru dapat menjelaskan Dimensi Profil Lulusan yang diperoleh dari
pertemuan ini:
 Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa:
“Kita memulai pembelajaran dengan doa sebagai bentuk syukur atas ilmu
yang diberikan Tuhan.”
 Kewargaan:
“Kita belajar menghargai nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa dan
pandangan hidup.”
 Penalaran Kritis:
“Kita menganalisis nilai Pancasila, melatih logika dan pemecahan
masalah.”
 Kreativitas:
“Kita menggunakan aktivitas membuat kartu untuk memahami nilai
Pancasila, melatih kreativitas dalam belajar.”
 Kolaborasi:
“Kita bekerja sama dalam kelompok saat mendiskusikan jawaban, melatih
kerja tim dan saling membantu.”
 Kemandirian:
“Kita menyelesaikan tugas mencari informasi secara mandiri, melatih
tanggung jawab dan kemampuan individu.”
 Kesehatan:
“Kita menjaga kesehatan fisik dan mental dengan aktivitas belajar yang
menyenangkan, seperti bernyanyi dan berdiskusi.”
 Komunikasi:
“Kita berlatih menyampaikan pendapat dan menanggapi hasil kerja
teman, melatih komunikasi yang efektif.”
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR), contohnya:
 “Buatlah jadwal harian untuk menerapkan perilaku sesuai nilai Pancasila.
Tuliskan kegiatan yang akan kalian lakukan di rumah, sekolah, dan
masyarakat.”
4. Guru mengagendakan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu
Nasional/Daerah dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.

Pertemuan Kesembilan (3 JP x 35 menit)


Sub C: Membiasakan Perilaku Pancasila
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 15
1. Guru memberi salam dan meminta salah satu peserta didik memimpin menit
pembacaan doa dilanjutkan dengan penegasan oleh guru tentang pentingnya
berdoa sebelum memulai suatu kegiatan dalam rangka menanamkan keyakinan
yang kuat terhadap kuasa Tuhan Yang Maha Esa dalam memahami ilmu yang
dipelajari.
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
2. Guru menyapa peserta didik (menanyakan kabar, mengecek kehadiran dan
kesiapan peserta didik, dan lain-lain), serta menyemangati peserta didik
dengan tepukan, atau bernyanyi. (Joyful Learning)
Contoh:
“Halo anak-anak! Hari ini kita akan melakukan permainan seru ‘Jelajah
Nusantara’ di Pulau Sumatera. Selain itu, kita juga akan membuat jadwal
harian untuk melatih kedisiplinan sesuai nilai-nilai Pancasila. Siapkah
kalian?”
3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berbasis deep learning yang organik
dan relevan:
 Apa yang kalian ketahui tentang nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari? (Mindful Learning)
 Bagaimana sikap disiplin dapat membantu kita menerapkan nilai
Pancasila? (Meaningful Learning)
 Bayangkan jika kalian berhasil menjawab semua pertanyaan dalam
permainan ini. Apa yang akan kalian rasakan? (Joyful Learning)
4. Guru menjelaskan tujuan kegiatan pembelajaran kali ini:
 “Setelah mempelajari materi ini, kalian diharapkan mampu menjawab
pertanyaan terkait nilai Pancasila, membuat jadwal harian untuk melatih
kedisiplinan, serta merefleksikan apa yang sudah dipelajari.”
5. Guru menjelaskan bahwa kegiatan akan melibatkan stimulasi, eksplorasi,
diskusi, dan refleksi. Penilaian akan dilakukan berdasarkan partisipasi,
pemahaman konsep, dan hasil kerja individu/kelompok.
Kegiatan Inti 75
Sintaks 1: Stimulasi/Pemberian Rangsangan (15 Menit) menit
Metode: Diskusi Singkat dan Pengantar Materi
1. Guru memperkenalkan aktivitas hari ini:
 “Kita akan bermain ‘Jelajah Nusantara’ di Pulau Sumatera. Kalian
harus menjawab lima pertanyaan di setiap kota untuk mencapai kota
terakhir. Setiap jawaban benar akan membawa kalian lebih dekat ke
tujuan akhir.”
2. Guru menampilkan gambar Pulau Sumatera dengan penanda kota-kota beserta
pertanyaannya:
 Banda Aceh: “Tuliskan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila sebagai seorang anak di rumah dan peserta didik di sekolah?”
 Medan: “Mengapa sebagai seorang anak perlu membiasakan
berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?”
 Pekan Baru: “Bagaimana caramu membiasakan diri menerapkan
perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?”
 Palembang: “Jelaskan secara sederhana kronologis lahirnya
Pancasila!”
 Bandar Lampung: “Sikap teladan apa saja yang dapat kalian terapkan
dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan nilai-nilai Pancasila?”
3. Guru menjelaskan aturan permainan:
 “Setiap kelompok akan diberi kesempatan menjawab pertanyaan. Jika
jawaban benar, kalian boleh melanjutkan ke kota berikutnya. Gunakan
spidol untuk menandai perjalanan kalian pada peta.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan nilai Pancasila dengan
kehidupan sehari-hari.
 Diferensiasi Konten: Untuk peserta didik dengan kemampuan rendah,
guru memberikan bantuan petunjuk.

Sintaks 2: Identifikasi Masalah (20 Menit)


Metode: Diskusi Kelompok
4. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok (4–5 orang per
kelompok).
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
5. Guru memandu peserta didik untuk menjawab pertanyaan di setiap kota:
 “Diskusikan pertanyaan di kelompok kalian. Pastikan setiap anggota
berpartisipasi dalam mencari jawaban.”
6. Guru memberikan bimbingan untuk setiap pertanyaan:
 Banda Aceh: “Perilaku seperti hormat kepada orang tua, rajin belajar,
dan gotong royong merupakan contoh perilaku sesuai Pancasila.”
 Medan: “Membiasakan perilaku sesuai Pancasila penting karena
membantu kita menjadi warga negara yang baik dan bertanggung
jawab.”
 Pekan Baru: “Cara membiasakan diri bisa dimulai dari hal kecil,
seperti membantu orang tua di rumah atau belajar tepat waktu.”
 Palembang: “Kronologi lahirnya Pancasila dimulai dari pidato Sukarno
pada 1 Juni 1945, Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, hingga
pengesahan pada 18 Agustus 1945.”
 Bandar Lampung: “Sikap teladan seperti nasionalisme, gotong royong,
dan musyawarah dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.”
7. Guru memastikan setiap kelompok mencapai kota terakhir dengan benar.
Deep Learning & Diferensiasi:
 Mindful Learning: Mengajak peserta didik fokus pada tugas dan
tanggung jawab dalam kelompok.
 Diferensiasi Proses: Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik dapat
menggunakan peta fisik sebagai alat bantu.

Sintaks 3: Pengumpulan Data (20 Menit)


Metode: Aktivitas Individu “Membuat Jadwal Harian”
8. Guru memperkenalkan aktivitas “Membuat Jadwal Harian”:
 “Sekarang, kalian akan membuat jadwal harian untuk melatih
kedisiplinan sesuai nilai Pancasila. Jadwal ini mencakup kegiatan di
rumah, sekolah, dan masyarakat.”
9. Guru membagikan format tabel jadwal harian kepada setiap peserta didik:

10. Guru memandu peserta didik untuk mengisi jadwal mereka:


 “Isilah jadwal dengan kegiatan yang mendukung nilai Pancasila, seperti
membantu orang tua, belajar dengan tekun, atau membersihkan
lingkungan.”
11. Guru berkeliling untuk memberikan bimbingan dan memastikan setiap peserta
didik bekerja dengan baik.
Deep Learning & Diferensiasi:
 Joyful Learning: Memberikan suasana belajar yang menyenangkan
melalui kegiatan individual.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat jadwal dalam
format yang unik sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.

Sintaks 4: Verifikasi/Pembuktian (10 Menit)


Metode: Presentasi dan Umpan Balik
12. Guru meminta beberapa peserta didik untuk mempresentasikan hasil kerja
mereka di depan kelas:
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 “Silakan jelaskan jadwal harian yang sudah kalian buat. Bagaimana
jadwal tersebut membantu kalian menerapkan nilai Pancasila?”
13. Guru memberikan umpan balik langsung untuk memperbaiki kesalahan dan
memperkuat pemahaman. Contoh umpan balik:
 “Bagus sekali, kamu sudah memahami pentingnya kedisiplinan. Coba
jelaskan bagaimana kegiatanmu di sekolah mendukung nilai Pancasila.”
 “Masih ada sedikit kesalahan di bagian ini. Mari kita ulangi bersama-
sama.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Joyful Learning: Memberikan apresiasi untuk setiap presentasi yang
menarik.
 Meaningful Learning: Mengaitkan solusi dengan aplikasi nyata.

Sintaks 5: Generalisasi/Kesimpulan (10 Menit)


Metode: Sharing dan Refleksi
14. Guru meminta peserta didik menyimpulkan konsep nilai Pancasila. Contoh
kesimpulan:
 “Nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui
kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.”
15. Guru memperkuat hubungan antara materi dan konteks kehidupan sehari-hari:
 “Dengan membiasakan perilaku sesuai nilai Pancasila, kita bisa menjadi
teladan bagi orang lain dan membantu menciptakan lingkungan yang
lebih baik.”
Deep Learning & Diferensiasi:
 Meaningful Learning: Menghubungkan materi dengan aplikasi nyata.
 Diferensiasi Produk: Peserta didik diminta membuat resume dalam
bentuk tulisan atau gambar, sesuai dengan preferensi gaya belajar mereka.
Kegiatan Penutup 15
1. Peserta didik melakukan refleksi akhir dengan mengisi tabel refleksi: menit
 “Silakan isi kolom ‘Hal yang Saya Pelajari’ di tabel refleksi awal.
Kemudian, isi tabel refleksi berikut untuk mengevaluasi diri sendiri.”

2. Guru dapat menjelaskan Dimensi Profil Lulusan yang diperoleh dari


pertemuan ini:
 Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa:
“Kita memulai pembelajaran dengan doa sebagai bentuk syukur atas ilmu
yang diberikan Tuhan.”
 Kewargaan:
“Kita belajar menghargai nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa dan
pandangan hidup.”
 Penalaran Kritis:
“Kita menganalisis nilai Pancasila, melatih logika dan pemecahan
masalah.”
Alokasi
Kegiatan Pembelajaran
Waktu
 Kreativitas:
“Kita menggunakan aktivitas membuat jadwal untuk memahami nilai
Pancasila, melatih kreativitas dalam belajar.”
 Kolaborasi:
“Kita bekerja sama dalam kelompok saat mendiskusikan jawaban, melatih
kerja tim dan saling membantu.”
 Kemandirian:
“Kita menyelesaikan tugas mencari informasi secara mandiri, melatih
tanggung jawab dan kemampuan individu.”
 Kesehatan:
“Kita menjaga kesehatan fisik dan mental dengan aktivitas belajar yang
menyenangkan, seperti bernyanyi dan berdiskusi.”
 Komunikasi:
“Kita berlatih menyampaikan pendapat dan menanggapi hasil kerja
teman, melatih komunikasi yang efektif.”
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR), contohnya:
 “Terapkan jadwal harian yang sudah kalian buat selama satu minggu.
Catat pengalaman kalian dan tuliskan dalam format esai singkat (minimal
100 kata).”
4. Guru mengagendakan materi yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya.
5. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan menyanyikan lagu
Nasional/Daerah dilanjutkan dengan doa dan mengucapkan salam.

G. ASESMEN
No Jenis Asesmen Bentuk Asesmen
 Pertanyaan pemantik sebelum pembelajaran
1.
Diagnostik dimulai.
 Tanya jawab sebagai tindak lanjut.
Penilaian proses, observasi sikap, performa berupa
2. presentasi dan pameran hasil karya, keterampilan
Formatif
dan pengetahuan selama peserta didik mempelajari
bab 1, yaitu Pancasila dalam kehidupanku.
3. Tertulis (Soal Pilihan Ganda)
Sumatif

H. KEGIATAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN


1. Kegiatan Remedial:
Peserta didik yang hasil belajarnya belum mencapai target guru melakukan pengulangan
materi dengan pendekatan yang lebih individual dan memberikan tugas individual
tambahan untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik yang bersangkutan.
2. Kegiatan Pengayaan:
Peserta didik yang daya tangkap dan daya kerjanya lebih dari peserta didik lain, guru
memberikan kegiatan pengayaan yang lebih menantang dan memperkuat daya serapnya
terhadap materi yang telah dipelajari.

I. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK


1. Refleksi Guru

No Pertanyaan Jawaban
1. Apakah tujuan pembelajaran yang terdapat pada bab 1
relevan ditujukan kepada peserta didik selama proses
pembelajaran?
2. Apakah terdapat kesinambungan antara capaian
No Pertanyaan Jawaban
pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi, aktivitas,
asesmen selama melaksanakan proses pembelajaran bab 1?
3. Apakah pembelajaran bab 1 dapat memberikan makna dan
relevansi terhadap konteks kehidupan peserta didik sehari-
hari?
4. Apakah pembelajaran yang dilakukan sudah berorientasi
pada kebutuhan belajar peserta didik dengan melaksanakan
pembelajaran yang menyenangkan dan menghadirkan
tantangan?
5. Apakah pelaksanan pembelajaran 1 hari ini dapat
memberikan semangat kepada peserta didik untuk lebih
antusias dalam pembelajaran selanjutnya?

2. Refleksi Peserta Didik

No Pertanyaan Jawaban
1. Apakah kalian memahami materi yang
terdapat pada bab 1 dengan baik?
2. Jelaskan pada aktivitas pembelajaran
manakah yang paling kalian sukai?
3. Jelaskan apa saja tantangan yang kalian
dapatkan saat menyusun kebiasaan baru
sesuai dengan nilai Pancasila!
4. Bagaimana perasaan kalian saat mengamati
perilaku keteladanan yang ditunjukkan oleh
para pendiri bangsa?
5. Media pembelajaran apa yang paling kalian
sukai dalam pembelajaran bab 1?
6. Manfaat apa yang kalian peroleh dari
pembelajaran bab 1?

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas V

Nurhamidah Batubara,[Link] Eliyani,[Link]


NIP. 19830530 200502 2 002 NIP. 19800306 200212 2 001
LAMPIRAN

A. PENILAIAN
1. Penilaian Diagnostik
a. Diagnostik Non Kognitif
Asesmen diagnostik non kognitif di awal pembelajaran dilakukan untuk menggali
hal-hal meliputi kesejahteraan psikologi peserta didik, sosial emosi, aktivitas peserta
didik selama belajar di rumah, kondisi keluarga dan pergaulan peserta didik, gaya
belajar, karakter, dan minat peserta didik.
Pilihan Jawaban
No Pertanyaan
Ya Tidak
1. Apa kabar hari ini?

2. Apakah ada yang sakit hari ini?

3. Apakah kalian dalam keadaan sehat?

4. Apakah anak-anak merasa bersemangat hari ini?

5. Apakah anak-anak sudah makan?

6. Apakah tadi malam sudah belajar?

b. Diagnostik Kognitif
No Pertanyaan
1. Apa yang kalian ketahui tentang sejarah kelahiran Pancasila?
2. Apa yang kalian rasakan ketika mendengar lagu Garuda Pancasila?
3. Bagaimana Pancasila bisa menjadi petunjuk dalam kehidupan sehari-hari?
4. Apa yang kalian ketahui tentang peristiwa penting dalam sejarah lahirnya
Pancasila?
5. Apa yang kalian ketahui tentang semangat gotong royong para pendiri
bangsa?
6. Siapa tokoh pendiri bangsa yang paling menginspirasi kalian? Mengapa?
7. Apa saja perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila yang pernah
kalian temui di sekolah?
8. Apa saja perilaku sederhana yang dapat kalian lakukan untuk menerapkan
nilai Pancasila?
9. Apa yang kalian ketahui tentang nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan
sehari-hari?
10. Mengapa Pancasila menjadi dasar negara kita?
11. Bagaimana nilai-nilai Pancasila bisa membantu kita menjaga persatuan
bangsa?
12. Mengapa proses perumusan Pancasila membutuhkan musyawarah dan
pengorbanan besar dari para pendiri bangsa?
13. Mengapa kerja sama dan gotong royong penting dalam kehidupan sehari-
hari?
14. Bagaimana sikap cinta tanah air dan pengorbanan dapat kita terapkan
dalam kehidupan sehari-hari?
15. Bagaimana sikap keteladanan dapat membantu kita menjadi pribadi yang
lebih baik?
16. Bagaimana cara kita dapat membantu orang lain agar tidak melakukan
perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila?
17. Bagaimana kebiasaan kecil bisa membantu kita menjadi pribadi yang
No Pertanyaan
lebih baik?
18. Bagaimana sikap disiplin dapat membantu kita menerapkan nilai
Pancasila?
19. Bayangkan jika kalian ada pada saat perumusan Pancasila. Apa yang akan
kalian lakukan untuk membantu memperkuat persatuan bangsa?
20. Bayangkan jika kalian harus menceritakan Pancasila kepada teman baru.
Apa yang akan kalian jelaskan?
21. Bayangkan jika kalian menjadi salah satu tokoh yang merumuskan
Pancasila. Apa yang akan kalian lakukan untuk memastikan persatuan
bangsa?
22. Bayangkan jika kalian harus bekerja sama dengan teman-teman untuk
menyelesaikan tugas besar. Apa yang akan kalian lakukan agar tugas
tersebut berhasil?
23. Bayangkan jika kalian harus menjadi pahlawan di masa kini. Apa yang
akan kalian lakukan untuk membantu masyarakat?
24. Bayangkan jika kalian bisa bertemu langsung dengan salah satu tokoh
pendiri bangsa. Apa yang ingin kalian tanyakan kepada mereka?
25. Bayangkan jika kalian menjadi pemimpin di sekolah. Apa yang akan
kalian lakukan untuk menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan
nyaman?
26. Bayangkan jika kalian berhasil membentuk kebiasaan baru yang positif.
Apa yang ingin kalian capai?
27. Bayangkan jika kalian berhasil menjawab semua pertanyaan dalam
permainan ini. Apa yang akan kalian rasakan?

2. Penilaian Formatif
a. Instrumen Penilaian Kompetensi Sikap
Pedoman Pengamatan Sikap
Kelas : ………………………………….
Hari, Tanggal : ………………………………….
Pertemuan Ke- : ………………………………….
Materi Pembelajaran : ………………………………….
Aspek Penilaian
Nama Peserta
No Tanggung
Didik Religius Komunikatif Demokratis
Jawab
1.

2.

3.

4.

5.

Berilah tanda cek list () pada kolom yang tersedia jika peserta didik sudah
menunjukan sikap/perilaku tersebut.

b. Instrumen Penilaian Observasi dan Tanya Jawab


Pernyataan
Pengungkapa Ketepatan
Kebenara
No Nama n Gagasan Penggunaan Skor
n Konsep
yang Orisinil Istilah
1 2 1 2 1 2
1.

2.

3.

4.

5.

Keterangan: 1 = tidak, 2 = ya
Penilaian sikap untuk setiap peserta didik dapat menggunakan rumus berikut:

c. Instrumen Penilaian Kompetensi Keterampilan


Pedoman Penilaian Kompetensi Keterampilan
Aspek Penilaian
No Nama Peserta Didik Jumlah Nilai
1 2 3
1.

2.

3.

4.

5.

Aspek dan Rubrik Penilaian


Perolehan
No Aspek Penilaian Nilai
Nilai
1. Kejelasan dan kedalaman informasi
a. Informasi disampaikan secara jelas,
lengkap, dan relevan dengan topik/tema 30
yang didiskusikan.
b. Informasi disampaikan secara jelas,
lengkap, tetapi kurang relevan dengan 20
topik/tema yang didiskusikan.
c. Informasi disampaikan secara jelas, tetapi
10
kurang lengkap.
2. Keaktifan dalam berdiskusi
a. Sangat aktif dalam diskusi. 30
b. Cukup aktif dalam diskusi. 20
c. Kurang aktif dalam diskusi. 20
3. Kejelasan dan kerapian dalam presentasi
a. Presentasi sangat jelas dan rapi. 40
b. Presentasi cukup jelas dan rapi. 30
c. Presentasi dengan jelas tetapi kurang rapi. 20
d. Presentasi dengan kurang jelas dan kurang
10
rapi.

Perhitungan Perolehan nilai


Nilai akhir yang diperoleh merupakan akumulasi dari perolehan nilai untuk setiap
aspek dengan ketentuan sebagai berikut:
Jika peserta didik pada aspek pertama memperoleh nilai 20, aspek kedua 30, aspek
keempat 40, maka total perolehan nilainya adalah 90.

d. Instrumen Penilaian Kompetensi Pengetahuan


1) Penilaian Kognitif Sub Sejarah Kelahiran Pancasila
Soal
Ayo mencari kata pada kotak huruf berikut. Terdapat lima kata yang harus
kalian temukan dengan cara mendatar, menurun, ataupun menyilang.
Katakata tersebut adalah sebagai berikut.
1. Pancasila
2. BPUPK
3. PPKI
4. Musyawarah
5. Panitia Sembilan

Tiap jawaban benar bernilai 1 sehingga jumlah skor adalah 5.

Nilai = Perolehan Nilai x 100


5

2) Penilaian Kognitif Sub Meneladani Perilaku Pancasila


Soal
Tulislah contoh perilaku yang meneladani nilai-nilai Pancasila dari orang-
orang di sekitar kalian dalam kehidupan sehari-hari
Nilai Contoh
Penjelasan
Keteladanan Perilaku
Beriman dan Menaati perintah Tuhan YME dan
Bertakwa menjauhi laranganNya merupakan
Kepada Tuhan bentuk perilaku beriman dan bertakwa.
YME Perilaku ini akan berdampingan
dengan perilaku positif lainnya
terhadap sesama manusia di
lingkungan kalian sehari-hari.
Berakhlak Menghormati sesama manusia
Mulia merupakan sikap yang harus
diterapkan di manapun kalian berada.
Perilaku menghormati orang yang
lebih tua serta menghargai teman
sebaya menjadi salah satu sikap
Soal
Nilai Contoh
Penjelasan
Keteladanan Perilaku
Beriman dan Menaati perintah Tuhan YME dan
Bertakwa menjauhi laranganNya merupakan
Kepada Tuhan bentuk perilaku beriman dan bertakwa.
YME Perilaku ini akan berdampingan
dengan perilaku positif lainnya
terhadap sesama manusia di
lingkungan kalian sehari-hari.
penting untuk menjalankan kehidupan
yang damai.
Nasionalisme Rasa cinta terhadap bangsa dan negara
dapat dimulai dengan menanamkan
kecintaan terhadap diri sendiri, orang
lain, dan lingkungan sekitar. Kita patut
bersyukur dan merasa bangga akan
negara Indonesia yang memiliki
beragam potensi di berbagai bidang.
Gotong Perilaku yang didasari kasih sayang
Royong antarsesama akan menimbulkan
praktik kerjasama dan upaya saling
membantu, saling menolong dalam
kehidupan sehari-hari. Perilaku gotong
royong juga merupakan nilai penting
dalam Pancasila yang sudah muncul
sejak lama.
Musyawarah Nilai positif dalam menentukan
Mufakat keputusan dengan cara berdiskusi,
bertukar pikiran secara bijak dan adil
untuk mencapai tujuan bersama.
Patriotisme Melalui sikap patriot, kita patut
mendahulukan kepentingan bersama di
atas kepentingan pribadi atau
kelompok.

Tiap satu soal jawaban benar bernilai 1 hingga 5. Jadi jumlah skor dari
keenam soal secara keseluruhan adalah 30.

Nilai = Perolehan Nilai x 100


30

3) Penilaian Kognitif Sub Membiasakan Perilaku Pancasila


Soal
Selamat datang di permainan “Jelajah Nusantara”. Kalian akan berjalan-jalan
menyusuri Pulau Sumatera dengan cara menjawab lima pertanyaan yang ada
di setiap kota dimulai dari kota nomor 1. Jika kalian menjawab seluruh
pertanyaan dengan benar, maka kalian akan tiba di kota terakhir dan
mendapatkan nilai dari bapak/ibu guru kalian. Berikan tanda menggunakan
spidol di setiap kota dan perjalanan yang sudah kalian tempuh. Selamat
bermain!
Soal

1. Tuliskan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai


seorang anak di rumah dan peserta didik di sekolah!
2. Mengapa sebagai seorang anak perlu membiasakan berperilaku sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila?
3. Bagaimana caramu membiasakan diri menerapkan perilaku yang sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila?
4. Jelaskan secara sederhana kronologis lahirnya Pancasila.
Tiap satu soal jawaban benar bernilai 1 hingga 5. Jadi jumlah skor dari
keempat soal secara keseluruhan adalah 20.

Nilai = Perolehan Nilai x 100


20

3. Penilaian Sumatif
Asesmen sumatif merupakan asesmen yang dilakukan guru setelah menyelesaikan proses
pembelajaran. Hasil asesmen sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar
peserta didik, mengukur konsep dan pemahaman peserta didik, serta mendorong untuk
melakukan aksi dalam mencapai kompetensi yang dituju.
Soal Pilihan Ganda
1. Berikut ini tokoh yang memberikan pidato pertama kali mengenai Pancasila pada
tanggal 1 Juni 1945 ….
a. Soebardjo b. Moh Hatta

c. Syahrir d. Soekarno

2. Pemilihan ketua kelas termasuk contoh penerapan nilai Pancasila dalam hal ….
a. Kepentingan b. Kekuasaan

c. Musyawarah d. Peraturan
3. Berikut ini yang bukan termasuk lima nilai dasar Pancasila dihasilkan melalui proses
sejarah perumusan Pancasila adalah ….
a. Kemanusiaan yang adil dan b. Kerakyatan yang dipilih berdasarkan
beradab kepentingan
c. Persatuan Indonesia d. Ketuhanan Yang Maha Esa

4. Hikmah yang dapat kita ambil dari peran para pendiri bangsa dalam merumuskan
Pancasila sampai dengan ditetapkannya sebagai dasar negara yaitu ….
a. Karena tidak ada pengawasan b. Begitu besarnya pengorbanan, rasa
dari pihak asing maka para cinta tanah air, dan sikap menghargai
pendiri bangsa membuatnya pendapat orang lain
c. Meraih kekuasaan dan d. Sebagai landasan para pemimpin untuk
memanfaatkannya untuk
kepentingan sendiri meraih keuntungan dari jabatan
5. Manfaat gotong royong dalam kehidupan masyarakat adalah ….
a. Memperkuat hubungan sosial b. Memanfaatkan masyarakat miskin
di lingkungan tempat tinggal untuk bekerja keras
c. Menguntungkan masyarakat d. Mengisi waktu luang dari masyarakat
golongan atas setempat
6. Keterkaitan sejarah lahirnya Pancasila dan nilai gotong royong adalah ….
a. Nilai gotong royong b. Berkaitan dengan cita-cita dari
merupakan nilai budi luhur penjajah untuk memakmurkan
yang berasal dari luar masyarakat Indonesia
Indonesia
c. Para pendiri bangsa d. Tidak ada keterkaitan secara langsung
merumuskan Pancasila dengan dari Pancasila dan nilai gotong royong
memasukkan nilai-nilai
gotong royong
7. Prinsip saling menghargai perbedaan sangat terasa dalam proses perumusan dasar
negara, hal itu disebabkan karena ….
a. Indonesia sebenarnya b. Indonesia merupakan wilayah yang
merupakan wilayah yang memiliki keberagaman budaya, ras,
merdeka bersarkan perjanjian suku, kepercayaan, agama, dan bahasa
Belanda dan Jepang
c. Indonesia tidak pernah d. Indonesia akan dijadikan negara
terlepas dari kendali bangsa percobaan bagi negara lain untuk
asing dan akan terus dijajah memasarkan produk industri
8. Sikap teladan dari Soekarno yang perlu kita teladani pada saat proses perumusan
Pancasila adalah ….
a. Menyatukan kepentingan
b. Untuk sementara waktu memisahkan
asing dengan kepentingan
Papua Barat dari wilayah NKRI
masyarakat Indonesia
c. Menyatukan segala perbedaan d. Memilih Jawa sebagai pusat politik
masyarakat Indonesia pada dan pemerintahan karena lebih unggul
nilai persatuan dan kesatuan
9. Menunjukkan rasa hormat dan menghargai kepada teman yang sedang merayakan
hari raya keagamaannya merupakan contoh sikap keteladanan Pancasila dalam hal
….
a. Kejujuran dalam b. Menghormati dan menghargai
mengemukakan pendapat perbedaan
c. Membela golongan yang satu d. Memberi contoh yang bertentangan
identitas dengan Pancasila
10. Gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal, merupakan
nilai-nilai yang terdapat Pancasila yang mengajarkan kita tentang pentingnya ….
a. Kerja tanpa dibayar b. Menghargai perbedaan

c. Saling bekerja sama d. Memanfaatkan waktu luang

11. Menunjukkan semangat cinta tanah air dengan menghargai dan melestarikan budaya
Indonesia, merupakan cerminan dari sikap ….
a. Apatisme b. Mutualisme

c. Optimisme d. Nasionalisme

12. Penggalangan dana untuk korban bencana alam merupakan sikap keteladanan untuk
peduli terhadap ….
a. Rasa kemanusiaan b. Rasa percaya diri

c. Rasa optimis d. Rasa gengsi

13. Sikap toleransi terhadap perbedaan suku dan agama di lingkungan sekitar demi
terciptanya rasa kesatuan merupakan penerapan dari nilai Pancasila dari sila ke- ….
a. 1 b. 2

c. 3 d. 4

14. Berikut ini perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila "Keadilan Sosial bagi
Seluruh Rakyat Indonesia" adalah ….
a. Melakukan musyawarah b. Mempersatukan kelompok yang
dalam pemilihan ketua RT sedang berkonflik
c. Beribadah menurut d. Membantu teman yang sedang
kepercayaan dan keyakinan kesulitan tanpa pilih kasih
15. Aktivitas berikut yang mencerminkan nila dari sila ke-4 Pancasila adalah ….
a. Membuat aturan tata tertib b. Menghormati hak asasi manusia
melalui musyawarah dan sebagai bentuk dari memiliki sikap
diskusi seluruh anggota kelas bermartabat
c. Menyatukan perbedaan d. Membela negara dengan semangat
identitas budaya agar tercipta patriotisme dan nasionalisme
rasa persatuan

Kunci Jawaban
1. D 6. C 11. D
2. C 7. B 12. A
3. B 8. C 13. C
4. B 9. B 14. D
5. A 10. C 15. A

Penskoran :
Tiap jawaban benar bernilai 1 sehingga jumlah skor adalah 15.

Nilai = Perolehan Nilai x 100


15
B. LAMPIRAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

LKPD I
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :

A. Tujuan
1. Melalui kegiatan projek membuat linimasa, peserta didik mampu memahami kronologi
sejarah lahirnya Pancasila serta membangun karakter gotong royong.
B. Alat dan Bahan
1. Alat tulis
2. Kertas
3. Gawai dan jaringan internet atau bisa menggunakan buku sumber terkait informasi sejarah
lahirnya Pancasila.
* dapat disesuaikan dengan kebutuhan Peserta didik
C. Instruksi Kerja
1. Buatlah kelompok bersama teman kelas kalian (3-5 orang)
2. Siapkanlah kertas kosong dan alat tulis.
3. Carilah informasi terkait kronologi sejarah lahirnya Pancasila di internet atau di buku.
4. Tulislah kronologi terkait perancangan, perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar
negara. Penulisan diurutkan berdasarkan kronologi waktu (tanggal, bulan, dan tahun).
5. Untuk lebih memudahkan dalam penulisan, buatlah garis bantu pada setiap kronologi
peristiwa tersebut.
6. Presentasikan hasil kerja kalian di depan kelas. Sampaikan penjelasan peristiwa penting
tentang kronologi sejarah lahirnya Pancasila dan nilai gotong royong yang terwujud dalam
proses pengerjaan secara berkelompok.
LKPD II
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :

A. Tujuan
1. Melalui kegiatan projek membuat kliping, peserta didik mampu menemukan satu tokoh
pendiri bangsa yang dapat diteladani sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
B. Alat dan Bahan
1. Foto atau gambar tokoh
2. Alat tulis
3. Kertas
4. Lem
* dapat disesuaikan dengan kebutuhan Peserta didik
C. Instruksi Kerja
1. Carilah informasi umum tentang tokoh yang akan kalian teladani perilakunya terkait dengan
penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
2. Temukan foto atau gambar tokoh tersebut dari berbagai sumber yang terpercaya.
3. Tempelkan foto atau gambar tokoh tersebut pada tempat yang telah disediakan pada lembar
kerja. Berikut contoh lembar kerja yang dapat kalian buat.

4. Presentasikan dan jelaskan alasan kalian memilih tokoh tersebut sebagai tokoh teladan di
hadapan teman-teman kelas kalian.
LKPD III
(Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama :
Kelas :
No. Absen :

A. Tujuan
1. Melalui kegiatan projek membuat kartu Pancasila, peserta didik mampu berperilaku sesuai
dengan nilai-nilai Pancasila.
B. Alat dan Bahan
1. Kertas karton
2. Gunting
3. Lem
4. Spidol
* dapat disesuaikan dengan kebutuhan Peserta didik
C. Instruksi Kerja
1. Siapkan kertas karton, gunting, lem, spidol, dan lain sebagainya.
2. Buatlah karton menyerupai bentuk buku catatan yang terdiri atas empat sisi.
a. Sisi pertama berfungsi sebagai cover kartu Pancasila.
b. Sisi kedua berisi refleksi perilaku positif yang sudah dilakukan sesuai dengan nilai
Pancasila.
c. Sisi ketiga berisi tabel refleksi perilaku yang bertentangan dengan nilai Pancasila.
d. Sisi keempat berisi komitmen perilaku apa saja yang akan kalian lakukan sesuai dengan
nilai Pancasila.
3. Contoh pembuatan kartu Pancasila dapat dilihat pada Buku Siswa kelas V.

4.
C. BAHAN BACAAN UNTUK PESERTA DIDIK DAN GURU
Bahan bacaan untuk peserta didik dan guru diambilkan dari buku siswa dan buku guru
Pendidikan Pancasila kelas V dan media ajar guru Indonesia. Serta bisa juga menambahkan
dari sumber internet yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.

D. GLOSARIUM
No Istilah Arti
1. Gotong Royong Kerjasama atau tolong menolong, dan saling
membantu diantara anggota atau suatu komunitas.
2. Keteladanan Sesuatu (perbuatan, barang dsb,) yang patut ditiru
atau dicontoh.
3. Kronologi Menurut urutan waktu (dalam penyusunan sejumlah
kejadian atau peristiwa).
4. Linimasa Gambaran perisiwa pening dalam urutan kronologis.

5. Pendiri bangsa Orang atau sekumpulan orang yang


memperjuangkan kemerdekaan suatu negara.
6.

7.

8.

9. ……………..

10. ……………..

E. DAFTAR PUSTAKA
Indra, A. D., Aziz, A., & Dewi, L. M. (2023). Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk
SD/MI Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Indra, A. D., Aziz, A., & Dewi, L. M. (2023). Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V.
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Anda mungkin juga menyukai