AL-BASHIR
(Yang Maha Melihat)
Kata Al-Bashîr berasal dari kata “bashara” yang berarti mengetahui atau
melihat. Kata Al-Bashîr atau Bashîr yang tertuju bagi Allah, diulang dalam Al-
Qur`an sebanyak 42 kali. Allah Al-Bashir, artinya Allah Yang Maha Melihat segala
sesuat, baik yang lahir atau batin, baik yang jelas atau samar-samar baik yang
diperlihatkan atau disamarkan.
Tidak ada yang luput dari pandangan Allah. Allah melihat semut hitam yang
berjalan diatas batu yang hitam, ditengah malam yang gelap gulita. Allah berfirman
yang artinya : Sesungguhnya dia maha melihat segala sesuatu (QS.-Al Mulk :19)
Tentu penglihat Allah dan hakikatnya tidak dapat diketahui dan tidak serupa
dengan penglihatan makhluknya. Allah berfirman yang artinya : ia tidak dapat
dicapai oleh penglihatan mata, sedang dia dapat melihat segala yang kelihatan, dan
dialah yang maha halus lagi maha mengetahui (QS. Al-An’am:103) dan di dalam QS.
Asy-Syura : 11 Allah juga berfirman yang artinya, tidak ada sesuatu yang serupa
dengan Dia dan Dialah yang maha mendengar dan melihat. Dapat disimpulkan
bahwa Al-Bashir yaitu maha melihat, maha teliti, tidak terbatas.
Seorang hamba yang meneladani nama Al-Bashir akan selalu merasa dilihat
oleh Allah sehingga ia selalu menjaga diri dari berbagai ucapan dan prilaku yang
tidak di ridhoi oleh-Nya. Ia selalu menggunakan pandangannya untuk melihat hal-hal
yang baik dan benar lalu kebenaran tersebut ia jadikan sebagai kekuatan dalam
melihat berbagai permasalahan. Mata hatinya selalu ia asah dengan ilmu yang
bermanfaat dan mendekatkan diri kepada Allah, sehingga mampu mudah dalam
membedakan anatar hak dan batil. Ia mampu melihat kekurangan dan kelebihan diri
sendiri lalu sibuk untuk meningkatkan kelebihannya dan memperbaiki
kekurangannya.
Cara meneladani Al-Bashir
1. Berhati-hati dalam bertindak
2. Menggunakan mata (penglihatan) untuk kebaikan
3. Menjauhi maksiat sebab Allah selalu mengawasi hambanya
4. Bekerja dengan teliti
5. Melihat dengan bijaksana, memiliki wawasan yang luasmampu melihat segala
sesuatu dengan bijaksana, tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tidak benar.
Sumber : buku The Miracle of 99 Asmaul Husna : Dr. Hasan el-Qudsy