0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan7 halaman

Pencegahan HIV/AIDS dan COVID-19

Dokumen ini membahas pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dalam konteks pandemi COVID-19, menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan melanjutkan pengobatan antiretroviral bagi ODHA. Meskipun tidak ada bukti bahwa ODHA memiliki risiko lebih tinggi terhadap COVID-19, mereka tetap harus mengambil langkah pencegahan yang ekstra untuk melindungi diri. Selain itu, Kementerian Kesehatan RI memberikan pedoman untuk layanan HIV/AIDS selama pandemi, termasuk penyediaan obat ARV dan tindakan pencegahan untuk menghindari penularan virus.

Diunggah oleh

albersonlaoli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan7 halaman

Pencegahan HIV/AIDS dan COVID-19

Dokumen ini membahas pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dalam konteks pandemi COVID-19, menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan melanjutkan pengobatan antiretroviral bagi ODHA. Meskipun tidak ada bukti bahwa ODHA memiliki risiko lebih tinggi terhadap COVID-19, mereka tetap harus mengambil langkah pencegahan yang ekstra untuk melindungi diri. Selain itu, Kementerian Kesehatan RI memberikan pedoman untuk layanan HIV/AIDS selama pandemi, termasuk penyediaan obat ARV dan tindakan pencegahan untuk menghindari penularan virus.

Diunggah oleh

albersonlaoli
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Alberson Laoli

Nim : 1803006
Mata Kuliah : Epidemiologi Penyakit Menular HIV/Aids

Pencegahan Dan Penanggulangan Hiv/Aids Dalam Masa Pandemi Covid 19

Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) yang belum mencapai supresi virus melalui
pengobatan antiretroviral rentan untuk mendapatkan infeksi opportunistik dan perjalanan
penyakit akan cepat mengalami perburukan. Hal ini disebabkan karena sistem imun yang
belum pulih. Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa ada peningkatan risiko infeksi
terhadap COVID-19 dan peningkatan perburukan penyakit untuk ODHA. Saat ini tidak ada
kasus infeksi COVID-19 yang dilaporkan di antara ODHA, meskipun hal ini dapat dengan
cepat berubah ketika virus menyebar. Dilaporkan bahwa selama wabah SARS dan MERS
hanya ada beberapa laporan kasus penyakit ringan terkait SARS dan MERS di antara ODHA.

Data klinis saat ini menunjukkan faktor risiko kematian karena COVID terutama
terkait dengan usia lanjut dan komorbiditas lainnya termasuk penyakit kardiovaskular,
diabetes, penyakit saluran pernapasan kronis, dan hipertensi. Beberapa orang yang sangat
sehat juga menderita penyakit parah akibat infeksi coronavirus.

Data terakhir Kemenkes RI menunjukkan, pada rentang Januari hingga maret 2017
saja sudah tercatat lebih dari 10.000 laporan infeksi HIV, dan tidak kurang dari 650 kasus
AIDS di Indonesia. Saat ini, belum ada informasi spesifik tentang risiko Covid-19 pada
ODHA. Meskipun risiko penyakit serius dari Covid-19 untuk orang dengan HIV belum
diketahui, namun mereka masuk ke dalam daftar memiliki kondisi medis tertentu yang
memiliki risiko tinggi.
Orang-orang dengan risiko tinggi tertular Covid-19 antara lain orang lanjut usia,
orang-orang dari segala usia yang memiliki kondisi medis serius. Termasuk orang-orang
yang immunocompromised. Immunocompromised adalah istilah umum yang merujuk pada
suatu kondisi di mana kemampuan sistem imun untuk melawan penyakit dan infeksi
mengalami gangguan atau melemah. Sehingga untuk kondisi ini, risiko bagi orang dengan
HIV adalah yang terbesar dalam penularan Covid-19. Orang dengan HIV juga dapat
meningkatkan risiko penyakit parah jika terinfeksi virus Covid-19. Saat ini tidak ada vaksin
untuk mencegah Covid-19.
Cara terbaik untuk mencegah penularan virus adalah dengan menghindari paparan
virus. Orang dengan HIV harus mengambil tindakan pencegahan setiap hari untuk membantu
mencegah penyebaran Covid-19. Di tengah kondisi seperti saat ini orang ODHAharus lebih
ekstra mempertahankan gaya hidup sehat. Seperti makan makanan sehat dan seimbang, tidur
teratur minimal 8 jam, mengurangi stres sebanyak mungkinuntuk mempertahankan tubuh
tetap sehat dan membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi jika terjadi.
Jika seorang dengan HIV sedang meminum obat HIV, lanjutkan pengobatannya dan
mengikuti saran dari penyedia layanan kesehatan. Ini adalah cara terbaik untuk menjaga
sistem kekebalan tubuh mereka tetap sehat.

 Layanan HIV-AIDS (ARV-PDP) saat Pandemi Covid-19

Saat ini belum ada data yang menunjukkan bahwa Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)
yang rutin jalani ART (Antiretroviral Treatment) memiliki risiko lebih besar terinfeksi virus
corona. Namun, sangat penting untuk dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian infeksi
pada ODHA. Hal ini karena kematian akibat Covid-19 lebih tinggi pada orang usia lanjut,
serta penyakit penyerta, seperti kanker, diabetes, hingga kardiovaskular. Karenanya, layanan
HIV/AIDS tetap harus diupayakan agar semua pelayanan kesehatan berjalan sebagaimana
mestinya dalam upaya penanggulangan Covid-19.
Berikut layanan HIV-AIDS (ARV-PDP) dalam pandemi Covid-19 dari Kementerian
Kesehatan RI melalui akun Instagram @kemenkes_ri :
- Layanan memastikan tersedianya Universal Precaution/APD dan hand sanitizer
dipintu masuk, dan masker untuk yang batuk (yang sehat tidak memerlukan
masker)
- Dahulukan pasien dengan batuk, demam dan yang dengan gejala flu lain untuk
dipastikan bukan Covid-19
- Batasi ODHA yang datang, utamakan yang batuk/bergejala
- Berikan ARV multi month scripting atau pemberian dua (2) bulan lagi bagi
ODHA yang stabil dan selektif
- Berikan ARV pada satu anggota keluarga saja jika pasangan dan atau anak juga
ODHA

Cara terbaik untuk mencegah penularan virus adalah dengan menghindari paparan
virus.

1. Orang dengan HIV harus mengambil tindakan pencegahan setiap hari untuk
membantu mencegah penyebaran Covid-19.

2. Di tengah kondisi seperti saat ini orang ODHAharus lebih ekstra mempertahankan
gaya hidup sehat.
3. Seperti makan makanan sehat dan seimbang, tidur teratur minimal 8 jam, mengurangi
stres sebanyak mungkinuntuk mempertahankan tubuh tetap sehat dan membantu
sistem kekebalan tubuh melawan infeksi jika terjadi.
4. Jika seorang dengan HIV sedang meminum obat HIV, lanjutkan pengobatannya dan
mengikuti saran dari penyedia layanan kesehatan. Ini adalah cara terbaik untuk
menjaga sistem kekebalan tubuh mereka tetap sehat.
5. Hubungi penyedia layanan kesehatan jika mengalami gejala yang mungkin mengarah
pada infeksi Covid-19.
6. Diskusikan bagaimana cara dievaluasi dan bagaimana agar tidak menularkan Covid-
19 ke orang lain. Pelajari lebih lanjut tentang Covid-19 dan apa yang harus dilakukan
jika sakit.
7. Simplifikasi rejimen ARV, pemberian obat ARV lebih dari 1 bulan (3-6 bulan) untuk
pasien dewasa, anak-anak, remaja dan bumil serta ibu menyusui yang stabil termasuk
populasi kunci kunci (pengguna napza jarum suntik/penasun), pekerja seks, lelaki
seks lelaki (LSL), waria dan penghuni rutan/lapas dan mereka yang tinggal di
lingkungan tertutup) memberikan manfaat untuk keberlangsungan logistik dan akan
mengurangi frekwensi kunjungan dan akan mengurangi kemungkinan terpapar atau
memberikan paparan corona virus selama wabah berlangsung.

Berikut beberapa cara yang direkomendasikan Kemenkes RI untuk pencegahan


penyakit mematikan HIV/AIDS.

1. Hindari perilaku berisiko, seperti hubungan seksual berisiko atau menggunakan narkoba
jarum suntik.
2. Bila sudah melakukan perilaku berisiko tersebut, segera lakukan tes HIV.
3. Bila tes HIV negatif, lakukan perilaku aman untuk mencegah tertular HIV.
4. Bila tes HIV positif, jalani hubungan seksual yang aman, menggunakan kondom, serta
menghindari penggunaan jarum suntik bergantian adalah pilihan terbaik.
5. Minum obat ARV sesuai dengan petunjuk dokter agar hidup tetap produktif.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh orang dengan HIV selain dari apa yang
direkomendasikan untuk umum adalah:

 Pastikan memiliki setidaknya 30 hari persediaan obat HIV dan obat lain atau pasokan
medis yang dibutuhkan untuk pengobatan HIV.
 Konsultasikan dengan tenaga medis dan pastikan melakukan vaksinasi, termasuk
vaksinasi influenza dan pneumonia.
 Pantau kesehatan dengan telemedicine melalui portal daring penyedia perawatan HIV.
Jika telemedicine tidak tersedia, pastikan ada tenaga medis untuk berkonsultasi.
 Pastikan selalu terhubung dengan keluarga dan kerabat walau melalui media online.
Ini dapat membantu tetap terhubung secara sosial dan sehat secara mental, yang
sangat penting bagi penderita HIV. Orang dengan HIV kadang-kadang lebih mungkin
membutuhkan bantuan ekstra, dari teman, keluarga, tetangga, petugas kesehatan
masyarakat, dan lainnya.
 Jika sakit, pastikan tetap berkomunikasi melalui telepon atau email dengan orang
yang dapat membantu anda.

 Saran

- Pencegahan Bagi Penderita HIV/AIDS Yaitu :

1. Hindari perilaku berisiko, seperti hubungan seksual berisiko atau menggunakan narkoba
jarum suntik.

2. Bila sudah melakukan perilaku berisiko tersebut, segera lakukan tes HIV.

3. Bila tes HIV negatif, lakukan perilaku aman untuk mencegah tertular HIV.

4. Bila tes HIV positif, jalani hubungan seksual yang aman, menggunakan kondom, serta
menghindari penggunaan jarum suntik bergantian adalah pilihan terbaik.

5. Minum obat ARV sesuai dengan petunjuk dokter agar hidup tetap produktif

- Pencegahan Covid 19

Penanggulangan Hiv/Aids melakukan pemeriksaan melalui Skrining yang


terbaik,mengukur suhu tubuh seseorang. Jika sudah memiliki indikasi-indikasi yang
menandakan orang tersebut termasuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau Pasien Dalam
Pengawasan (PDP), maka perlu dilakukan testing. “Tergantung metodeloginya bagaimana
dan kita mulai dari mana. Tapi ini harus kita mulai sesegera mungkin,” Untuk diketahui, tes
untuk mengetahui seseorang positif atau negatif Covid-19 pada gold standard adalah tes
molekuler.

1. Cuci Tangan
Tindakan pertama yang dapat dilakukan untuk menangkal virus corona adalah dengan
rajin mencuci tangan. Sebab, tangan adalah salah satu anggota tubuh yang menjadi
sumber penyakit.

Cuci tangan dengan durasi minimal 20 detik untuk membunuh virus corona
menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir. Setelah itu, keringkan tangan
menggunakan kain yang bersih atau tisu.

Tindakan pencegahan yang satu ini dianggap lebih efektif untuk membunuh kuman,
bakteri, termasuk virus corona. Cuci tangan merupakan langkah yang disarankan oleh
banyak pihak, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia.

2. Hindari Sentuh Wajah

Telah diketahui bahwa tangan dapat menjadi sumber penyakit sebab sering terjadi
kontak dengan benda maupun orang lain. Sementara itu, virus corona disinyalir dapat
masuk tubuh manusia melalui segitiga wajah yakni mata, hidung, dan mulut.

Maka dari itu, hindari untuk menyentuh wajah menggunakan tangan. Apabila terpaksa
harus menyentuh wajah, maka pastikan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dengan

3. Memakai Masker

Virus corona tidak menyebar melalui udara. Namun, penggunaan masker dapat
meminimalisir penularan virus corona. Sebab, virus corona dapat menyebar melalui
droplets dan dapat masuk ke dalam tubuh melalui selaput lender seperti mata, mulut,
dan hidung. Masker juga dapat digunakan ketika seseorang dalam kondisi yang
kurang sehat. Hindari untuk menggunakan satu masker secara berulang-ulang. Sebab,
masker dapat mengandung berbagai jenis kuman, bakteri, dan virus setelah dipakai.

1. Hindari Interaksi Langsung


Cara sederhana guna menangkal virus corona yang kelima adalah hindari interaksi
secara langsung seperti berpelukan, berjabat tangan, dan lain sebagainya.

Dengan menghindari kontak kulit dengan orang lain, maka Anda dapat mengurangi
penyebaran virus corona.

2. Hindari Berbagi Barang Pribadi

Barang pribadi milik orang lain dapat saja meningkatkan risiko penularan virus
corona. Sebab meskipun tidak nampak gejala, virus ini dapat menginfeksi tubuh
manusia hingga berstatus sebagai silent carrier yang membawa dan menularkan virus
corona covid-19 kepada orang lain.

Maka dari itu, selalu gunakan barang sendiri dan hindari untuk meminjam barang
pada orang lain. Hal tersebut merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk
menekan laju penyebaran virus corona yang berbahaya.

Anda mungkin juga menyukai