0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Analisis QoS Jaringan Wi-Fi Politeknik

Penelitian ini menganalisis Quality of Service (QoS) jaringan internet Wi-Fi di Gedung KPA Politeknik Negeri Sriwijaya menggunakan metode Drive Test. Hasil menunjukkan bahwa lantai 2 memiliki kualitas layanan terbaik dengan throughput 59,858%, packet loss 0%, dan jitter 0%. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Axence Nettools Pro 4.0 untuk mengukur dan menganalisis parameter QoS seperti throughput, packet loss, dan delay.

Diunggah oleh

Vicky Wibisono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan7 halaman

Analisis QoS Jaringan Wi-Fi Politeknik

Penelitian ini menganalisis Quality of Service (QoS) jaringan internet Wi-Fi di Gedung KPA Politeknik Negeri Sriwijaya menggunakan metode Drive Test. Hasil menunjukkan bahwa lantai 2 memiliki kualitas layanan terbaik dengan throughput 59,858%, packet loss 0%, dan jitter 0%. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Axence Nettools Pro 4.0 untuk mengukur dan menganalisis parameter QoS seperti throughput, packet loss, dan delay.

Diunggah oleh

Vicky Wibisono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

P r o s i d i n g S N AT I F K e - 4 T a h u n 2 0 1 7 ISBN: 978-602-1180-50-1

MONITORING DAN ANALISIS QOS (QUALITY OF SERVICE) JARINGAN INTERNET


PADA GEDUNG KPA POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
DENGAN METODE DRIVE TEST

Pipit Wulandari1*, Sopian Soim1, Mujur Rose1


1
Program Studi Teknik Telekomunikasi, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Sriwijaya
Jl. Srijaya Negara, Bukit Besar, Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan
*
Email: pipitwulandari22@[Link]

Abstrak
Semua kegiatan di Politeknik Negeri Sriwijaya memanfaatkan fasilitas internet, baik itu kegiatan
belajar mengajar,kegiatan dibagian tata usaha atau humas,kegiatan bagian manajemen mutu,
kegiatan unit mahasiswa, dan [Link] mendukung semua kegiatan tersebut perlu
adanya sebuah sistem jaringan internet yang baik dan handal. Pada penelitian ini akan
memonitoring dan menganalisis Quality of Service jaringan internet Wi-Fi di Gedung KPA
Politeknik Negeri Sriwijaya dengan menggunakan perangkat lunak Axence Nettools Pro 4.0.
Hasil pengukuran yang didapatkan selanjutnya akan diolah untuk dianalisis nilai throughput,
packet loss dan jitter nya guna mengetahui bagaimana kualitas layanan internet Wi-Fi yang
disediakan. Hasil pengolahan data akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik
perbandingan throughput pada lantai 1, lantai 2, dan lantai 3 Gedung KPA guna memudahkan
pembaca dalam menganalisis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan internet
Wi-Fi di lantai 2 Gedung KPA merupakan kualitas layanan internet terbaik dengan throughput
terbesar yaitu 59,858% , packet loss 0% dan jitter 0%.

Kata kunci: Quality of Service (QoS), Throughput, Jiter, PacketLoss.

1. PENDAHULUAN
Sistem telekomunikasi global yang berkembang pesat saat ini telah membawa masyarakat menuju
ke dunia teknologi komunikasi dan informasi (information society). Masyarakat mulai sadar akan
perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang semakin canggih. Sebagai sarana
telekomunikasi, penggunaan jaringan dan jasa telekomunikasi untuk kegiatan sehari-hari sudah
merupakan kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Penggunaan jaringan dan jasa
telekomunikasi tidak lepas dari adanya penyelenggara telekomunikasi yang disebut sebagai penyedia
jasa telekomunikasi.
Salah satu teknologi terbaru yang digunakan saat ini adalah Wireles Fidelity (Wi-Fi) yang memiliki
keunggulan dalam mengirim sinyal serta frekuensi yang tinggi[1]. Dimana keunggulan pada teknologi
Wi-Fi yaitu menggunakan frekuensi yang tinggi. Wi-Fi juga digunakan dalam sistem transmisi sinyal
dan data. Sekarang ini ada 4 (empat) variasi standar Wi-Fi diantaranya802.11a,802.11b,802.11g dan
802.11n.. Namun standar pengguna yang paling banyak digunakan adalah 802.11b karena kelebihannya
yang memungkinkan penggunaan jaringa LAN tanpa kabel. Hal ini menguntungkan penyedia jasa
telekomunikasi karena dapat mengurangi biaya dalam topologi jaringan. Sedangkan kekurangan pada
teknologi Wi-Fi yaitu delay (waktu tunda) yang sangat besar[2]. Padapenelitian
iniuntukdapatmengamati kualitas jaringaninternetmakaakan dilakukanpengukura langsung secara
real-time dengan menggunakan metode DriveTest dengan menggunakan salah satu provider
sebagai bahan unjuk kerja.
DriveTest adalah metode pengukuran pada system komunikasi bergerak yang bertujuan untuk
mengumpulkan data hasil pengukuran secara real-time suatu jaringan dari arah Node B ke UE (User
Equipment), sehingga dapat diketahui bagaimana kualitas sinyal yang dihasilkan dari jaringan tersebut.
Drive test dilakukan di dalam ruangan (indoor) di lingkungan KPA Politeknik Negeri Sriwijaya dengan
mengamati proses transmisi pada sisi download sebuah file. Parameter yang dibutuhkan pada peelitian
kali ini diantaranya : lama pengamatan (Avg), paket data yang dikirim (Sent), paket data yang diterima

Fakultas Teknik – Universitas Muria Kudus


341
P r o s i d i n g S N AT I F K e - 4 T a h u n 2 0 1 7 ISBN: 978-602-1180-50-1

(Recv), serta waktu tunda (Delay). Untuk mempermudah proses pengambilan datpada penelitian ini
dibantu dengan menggunakan perangkat lunak Axence NettolssPro 4.0 dalam pengukurannya. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengukuran kualitas sinyal yang dihasilkan oleh
jaringan internet Wi-Fi secara real-time di lingkungan KPA Politeknik Negeri Srwijaya, yang
selanjutnya akan dibandingkan dengan perhitungan secara manual guna mengukur tingkat error (%)
sebagai bahan perbandingan.

2. METODOLOGI
2.1. QoS (Quality Of Service)
Quality of Services adalahkemampuan dari sebuah layanan untuk menjamin performansi dan
merupakanparameter untuk mengukur kualitas dari sebuah layanan. Dalam proyek ini yang akan
menjadi parameter yang akan dianalisis adalahdelay, jitter dan throughput. QoS (Quality of Service)
juga merupakan istilah umum untuk menyatakan efek dari kualitas layanan secara keseluruhan dari
sudut pandang user. Tiga parameter yang dapat menentukan QoS pada jaringan antara lain:
1. Troughput
Throughput merupakan kinerja jaringanyang [Link] Merupakan jumlah total
kedatangan paket yang berhasil yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi
oleh durasi interval waktu tersebut..Rumus yang digunakan untuk mencari throughput adalah
(1)

Tabel 1 Kategori Troughput


Kategori Throughput Throughput (0%) Indeks
Sangat Bagus 100% 4
Bagus 75% 3
Sedang 50% 2
Jelek <25% 1

2. Packet Loss
Merupakan suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket
yang hilang, dapat terjadi karena collision dan congestion pada jaringan dan hal ini berpengaruh pada
semua aplikasi karena retransmisi akan mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun
jumlah bandwidth cukup tersedia untuk aplikasi aplikasi tersebut. Rumus yang digunakan untuk mencari
packet loss adalah:
(2)
Dimana:
γ = Packet data dikirim-paket data diterima
A= Packet data dikirim

Tabel 2 Kategori Packet Loss


Kategori Packet Loss (0%) Indeks
Packet Loss
Sangat Bagus 0% 4
Bagus 3% 3
Sedang 15% 2
Jelek 25% 1

3. Delay (Latency)
Adalah waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. Delay dapat dipengaruhi
oleh jarak, media fisik, kongesti atau juga waktu proses yang lama.

Fakultas Teknik – Universitas Muria Kudus


342
P r o s i d i n g S N AT I F K e - 4 T a h u n 2 0 1 7 ISBN: 978-602-1180-50-1

Tabel 3 Kategori Delay/Latency


Kategori Jitter Jitter (ms) Indeks
Sangat Bagus 0ms 4
Bagus 0ms s/d 75ms 3
Sedang 75ms s/d 125 ms 2
Jelek 125 ms s/d 225ms 1

Untuk menghitung nilai Jitter dapat menggunakan Persamaan (3).


(3)

2.2. Tes Kinerja Sistem


Kinerja sistem secara keseluruhan untuk menganalisis dan mengetahui kualitas layanan jaringan
internet wifi terutama pada analisis jaringan internet pada gedung KPA Politeknik Negeri Sriwijaya
dengan menggunakan tools yaitu Wifi Analyzer, dan axence NetTool, terhadap jaringan internet wifi
di gedung KPA Politeknik Negeri Sriwijaya, sehingga didapat besar kualitas layanan (QoS) yang harus di
penuhi atau yang memenuhi standar kualitas layanan yang baik menurut standar versi TIPHON.
Sehingga jaminan QoS yang di berikan disesuaikan dengan aplikasi yang digunakan serta efisiensi
terhadap jaringan internet wifi pada gedung KPA Politeknik Negeri Sriwijaya.

Mu lai

Kajian Pus tak a

Instalas i Software:
[Link] NetToo ls
[Link] Analyzer

Pengamb ilan Data

Mo nitoring QOS

Simp an Hasil Gamb ar

Data Beru pa:


[Link] with
[Link]
[Link] ugp ut
[Link] et Loss

Pengo lah an d an
Analisis Data

Kes impu lan

Seles ai

Gambar 1. Flowchart kinerja sistem keseluruhan

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Data Hasil Pengukuran
Penelitian ini dilakukan dengan melakukan perhitungan sesuai dengan formula empiris masing-
masing persamaan. Hasil pengukuran yang didapatkan melalui Drive Test di lingkungan KPA
Politeknik Negeri Sriwijaya area lantai 1, lantai 2 dan lantai3 dalam waktu yang berbeda yaitu pada
saat jam sibuk antara jam 09.30 s.d 11.00 WIB dan pada saat jam tidak sibuk atara jam 13.00 s.d 15.00
[Link] KPA Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang ditunjukkan pada Tabel di bawah ini.

Fakultas Teknik – Universitas Muria Kudus


343
P r o s i d i n g S N AT I F K e - 4 T a h u n 2 0 1 7 ISBN: 978-602-1180-50-1

Tabel 4 Hasil Pengukuran AP1, AP2, AP3 dan AP4 dilantai 1 gedung KPA
Pelaksanaan Waktu Sent Recv Delay
Maks(ms)
Senin,06 09.30- 5133 5131 1
Maret 2017 11.00
13.00- 4 42
15.00 454 451

Selasa,07 09.30- 4 42
Maret 2017 11.00 616 616
13.00- 4 46
15.00 449 449
Rabu,08 09.30- 4 47
Maret 2017 11.00 778 778
13.00- 7 74
15.00 173 173
Kamis,09 09.30- 3 3 17
Maret 2017 11.00 461 461
13.00- 4500 4500 5
15.00

Tabel 5 Hasil Pengukuran AP1, AP2, AP3 dan AP4 dilantai 2 gedung KPA
Pelaksanaan Waktu Sent Recv Delay
Maks(ms)
Senin,13 09.30- 5323 5323 2
Maret 2017 11.00
13.00- 7183 7183 5
15.00
Selasa,14 09.30- 4295 4295 1
Maret 2017 11.00
13.00- 4601 4601 2
15.00
Rabu,15 09.30- 2161 2161 8
Maret 2017 11.00
13.00- 708 5708 2
15.00
Kamis,16 09.30- - - -
Maret 2017 11.00

Fakultas Teknik – Universitas Muria Kudus


344
P r o s i d i n g S N AT I F K e - 4 T a h u n 2 0 1 7 ISBN: 978-602-1180-50-1

13.00- - - -
15.00

Tabel 6 Hasil Pengukuran AP1, AP2, AP3 dan AP4 dilantai 3 gedung KPA
Pelaksanaan Waktu Sent Recv Delay
Maks(ms)
Senin,20 09.30- 2649 2647 217
Maret 2017 11.00
13.00- 858 858 61
15.00
Selasa,21 09.30- 3500 3500 1
Maret 2017 11.00
13.00- 5833 5832 2
15.00
Rabu,22 09.30- 3263 3263 1
Maret 2017 11.00
13.00- 4277 4277 26
15.00
Kamis,23 09.30- 4002 4001 1
Maret 2017 11.00
13.00- 5478 5478 2
15.00
Dari tabel hasil pengukuran AP1, AP2, AP3 dan AP4 di Lantai 1, Lantai 2 dan Latai 3 Gedung KPA
Politeknik Negeri Sriwijaya didapatkan hasil pengukuran Delay Maksimum terbesar yaitu 217ms.
Delay ini didapatkan saat pengguna mengakses layanan internet Wi-Fi dengan mendownload file
dengan paket data yang dikirim sebesar 2649, dan paket data yang diterima 2647 pada jam 09.30-
11.00.
Hasil drive test yang didapat dengan melakukan monitoring layanan internet Wi-Fi di Gedung KPA
Politeknik Negeri Sriwijaya menunjukkan pembacaan Delay terkecil yaitu 1ms terjadi pada kurun
waktu yang berbeda-beda. Namun pengiriman paket data yang terbesar yaitu 5133 dan paket yang
diterima sebesar 5131 berbanding terbalik dengan delay yang didapatkan yaitu hanya 1ms.
3.2 Hasil Pengolahan Data
Data hasil drive test yang didapatkan selanjutnya akan diolah untuk menganalisis QoS (Quality of
Service) nya. Parameter yang digunakan untuk menganalisis kualitas layanan internet Wi-Fi di gedung
KPA Politeknik Negeri Sriwijaya adalah Throughput, Packet Loss dan Jitter.
Parameter diolah sesuai dengan fomula empiris yang terdapat pada persamaan (1), (2) dan (3). Hasil
pengolahan data akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik guna memudahkan pembaca dalam
menganalisis.

Fakultas Teknik – Universitas Muria Kudus


345
P r o s i d i n g S N AT I F K e - 4 T a h u n 2 0 1 7 ISBN: 978-602-1180-50-1

Tabel 7Hasil Perhitungan Kualitas Layanan Internet WiFi Di Lantai 1 Gedung KPA
AP Name Throughput(%) Packet Loss Jitter
(0%)
1 57,001 0 0
37,092 0 0
2 51,288 0 0
37,075 0 0
3 53,088 0 0
59,775 0 0
4 38,455 0 0
37,5 0 0
Tabel 8 Hasil Perhitungan Kualitas Layanan Internet WiFi Di Lantai 2 Gedung KPA
AP Name Throughput(%) Packet Loss Jitter
(0%)
1 59,144 0 0
59,858 0 0
2 47,722 0 0
38,342 0 0
3 24,011 0 0
47,566 0 0
4 - - -
- - -
Tabel 9 Hasil Perhitungan Kualitas Layanan Internet WiFi Di Lantai 3 Gedung KPA
AP Name Throughput(%) Packet Loss Jitter
(0%)
1 29,411 0 0
7,15 0 0
2 38,888 0 0
48,6 0 0
3 36.255 0 0
35,642 0 0
4 44,455 0 0
45,65 0 0
Dari tabel hasil analisis pengolahan data dihasilkan nilai Throughput terbesar yaitu 59, 858%,
dengan Packet Loss sebesar 0% dan Jitter 0%. Merujuk pada tabel klasifikasi kategori throughput nilai
Fakultas Teknik – Universitas Muria Kudus
346
P r o s i d i n g S N AT I F K e - 4 T a h u n 2 0 1 7 ISBN: 978-602-1180-50-1

ini termasuk dalam kategori ―sedang‖ dengan indeks throughput yaitu 2. Namun berdasarkan tabel
klasifikasi kategori packet loss menunjukkan kategori ―sangat bagus‖ dan terhadap jitter yang didapat
juga menunjukkan kategori ―sangat bagus‖ dengan indeks 4.
Sedangkan throughput terkecil dihasilkan setelah melakukan perhitungan kualitas layanan internet
Wi-Fi di Lantai 3 Gedung KPA dengan nilai throughput yaitu 7,15%, packet loss sebesar 0% dan jitter
sebesar 0%. Mengacu pada tabel klasifikasi kategori throughput nilai yang dihasilkan termasuk dalam
kategori ―jelek‖ dengan indeks kategori 1. Namun packet loss dan jitter yang dihasilkan menunjukkan
pembacaan kategori ―sangat bagus‖ dengan indeks kategori yaitu 4

D. KESIMPULAN
Dari hasil monitoring dan analisis kerja jaringan Wi-Fi yang mencakup throughput, packet loss dan
delay di Gedung KPA Politeknik Negeri Sriwijaya dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Nilai rata-rata throughput yang dihasilkan setelah melakukan pengolahan data apabila
dibandingkan dengan standarisasi TIPHON termasuk dalam kategori ―sedang‖ karena rata-rata
throughput yang didapat yaitu 38.9153%.
2. Terhadap nilai rata-ratanya throughput layanan internet Wi-Fi di Gedung KPA Politeknik Negeri
Sriwijaya termasuk dalam kategori ―sedang‖ jika merujuk pada standarisasi kategori TIPHON
3. Terhadap hasil pengolahan data jika merujuk pada standarisasi TIPHON menunjukkan packet
loss&delay yang dihasilkan termasuk dalam kategori ―sangat bagus‖ dengan rata-rata yang
didapatkan yaitu 0%.
4. Nilai throughput terbesar ditunjukkan pada hasil pengukuran di titik Access Point 1 lantai 2
Gedung KPA dengan nilai throughput 59.858%, packet loss 0% dan delay 0ms.
5. Faktor yang mempengaruhi penurunan kualitas layanan internet dintaranya, jarak perangkat
dengan Access Point, pemilihan waktu, tipe file yang didownload dan juga teknologi dari
perangkat yang digunakan.

DAFTAR PUSTAKA
[1] A. Bahariawan and O. Puspitorini, ―Analisa interferensi elektromagnetik pada propagasi wifi
outdoor,‖ pp. 1–5, 2011.
[2] T. D. Purwanto and W. Cholil, ―Analisa Kinerja Wireless Radius Server Pada Perangkat Access
Point 802 . 11g ( Studi Kasus di Universitas Bina Darma ),‖ vol. 2013, no. November, pp. 371–
376, 2013.
[3] T. Purwanto, ―ANALISA KINERJA WIRELESS RADIUS SERVER PADA PERANGKAT
ACCESS POINT 802 . 11g ( STUDI KASUS DI UNIVERSITAS BINADARMA ) Timur Dali
Purwanto Dosen Universitas Bina Darma Jalan Jenderal Ahmad Yani No . 12 Palembang
Performance of wireless networks lies in the,‖ vol. 2013, no. November, pp. 371–376, 2013.
[4] A. C. Firdana, R. Munadi, and R. B. C. Widodo, ―Analisis Qos ( Quality of Service ) Layanan
Video , Packet Data Dan Voice Pada Jaringan Ip Berbasis Wimax Studi Kasus Di Wilayah
Bandung Timur,‖ 2012.

Fakultas Teknik – Universitas Muria Kudus


347

Anda mungkin juga menyukai