0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Checklist Manajemen Risiko Proyek WIKA

Dokumen ini adalah instruksi kerja untuk self-assessment manajemen risiko pada proyek modifikasi tank di PT Wijaya Karya, yang mencakup berbagai area penilaian seperti kepemimpinan, integrasi, identifikasi risiko, dan evaluasi risiko. Setiap area memiliki kriteria dan bobot yang diukur untuk menentukan tingkat kematangan manajemen risiko. Hasil penilaian menunjukkan total skor dan level kematangan risiko sebesar 3.23 dari skala maksimum 5.00.

Diunggah oleh

RIZKY PROJECT
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Checklist Manajemen Risiko Proyek WIKA

Dokumen ini adalah instruksi kerja untuk self-assessment manajemen risiko pada proyek modifikasi tank di PT Wijaya Karya, yang mencakup berbagai area penilaian seperti kepemimpinan, integrasi, identifikasi risiko, dan evaluasi risiko. Setiap area memiliki kriteria dan bobot yang diukur untuk menentukan tingkat kematangan manajemen risiko. Hasil penilaian menunjukkan total skor dan level kematangan risiko sebesar 3.23 dari skala maksimum 5.00.

Diunggah oleh

RIZKY PROJECT
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk JUDUL : No. Dokumen : WIKA-SMR-IK.02.

03
Jln DI Panjaitan Kav 9-10 Jakarta INSTRUKSI KERJA SELF ASSESSMENT MANAJEMEN RISIKO No. Revisi : 02
PROYEK: Tank Modification Tanggal Berlaku : 01 Mei 2022

Unit Kerja
Maturita
Proyek %
No Area dan Deskripsi Kriteria s per
Bobot Pencapaian
Checklist Skala Nilai Bobot Skor Area
per item
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
Kepemimpinan dan Komitmen (leadership and commitment) 12 12

Manajemen puncak dan badan pengawas, sesuai wewenangnya,


Terdapat Kebijakan Manajemen Risiko (hard copy) yang telah ditandatangani
memastikan 1 √ 4 3.75 3 11.25
Direksi
manajemen risiko terintegrasi pada semua aktivitas organisasi dan
menunjukkan
kepemimpinan dan komitmen dengan: √ 5 5 3 15
2 Terdapat Pedoman, Prosedur dan IK Manajemen Risiko Terupdate
I a. menyesuaikan dan mengimplementasikan semua komponen
kerangka kerja;
b. menerbitkan pernyataan atau kebijakan yang menetapkan
pendekatan, rencana, atau arah tindakan manajemen risiko; 3 Telah dilakukan Sosialisasi Manajemen Risiko √ 5 5 2 10
c. memastikan sumber daya yang diperlukan dialokasikan untuk
pengelolaan risiko;
d. menetapkan kewenangan, tanggung jawab, dan akuntabilitas pada 4 Terdapat role model implementasi manajemen risiko √ 5 5 4 20
tingkat yang diperlukan di dalam organisasi.
56.25 94% 4.69
Integrasi (integration) 10 10
1 Pelaksanaan manajemen risiko dilakukan dari tahap tender - RKP - pelaksanaan 2 1.25 2 2.5
Integrasi manajemen risiko ke dalam organisasi adalah proses yang
2 Risiko yang teridentifikasi dalam tahap tender - RKP 1 0 2 0
dinamis dan berulang, serta sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan
II dan budaya perusahaan. 3 Kecukupan budget risiko (biaya / cadangan risiko) dalam tahap tender - RKP 1 0 2 0
Manajemen risiko sebaiknya menjadi bagian dari, dan tidak
terpisahkan dari tujuan, tata kelola, kepemimpinan dan komitmen, 4 Dilakukan untuk seluruh proses bisnis 4 3.75 2 7.5
strategi, sasaran, dan operasional organisasi.
5 Terdapat PIC atas implementasi manajemen risiko yang kompeten di unit kerja 5 5 2 10
20 40% 2.00
Lingkup, Konteks, dan Kriteria (Design) 7 7
1 Terdapat konteks risiko yang sesuai dengan kondisi unit kerja 2 1.25 2 2.5
Organisasi menentukan ruang lingkup aktivitas manajemen risikonya.
Terdapat stakeholder analysis (Stakeholder List) yang sesuai dengan kondisi unit
Karena proses manajemen risiko dapat diterapkan pada berbagai 2 5 5 1 5
kerja
III tingkat (strategis, operasional, proyek, atau aktivitas lain), sehingga
Terdapat Surat Tugas penanggung jawab implementasi manajemen risiko di
diperlukan kejelasan tentang ruang lingkup yang menjadi cakupan, 3 2 1.25 2 2.5
setiap unit kerja (Seluruh Fungsi di Proyek)
sasaran relevan yang perlu dipertimbangkan, dan keselarasannya
Telah dilakukan program pengembangan pegawai secara efektif pada semua
dengan sasaran organisasi 4 3 2.5 2 5
fungsi (risk owner)
15 43% 2.14
Identifikasi Risiko 15 15
Terdapat identifikasi risiko yang sesuai dengan kriteria risiko (pemenuhan prinsip
Identifikasi risiko bertujuan untuk menemukan, mengenali, dan 1 4 3.75 5 18.75
GRC)
menguraikan risiko yang dapat membantu atau menghalangi
pencapaian sasaran. 2 Mencantumkan penyebab dan dampak atas risiko 5 5 4 20
IV
Informasi yang relevan, memadai, dan mutakhir penting dalam
mengidentifikasi risiko. Pengisian kategori - kriteria - sub kriteria (disesuaikan dengan kondisi existing
3 4 3.75 3 11.25
Organisasi dapat memakai beragam teknik untuk mengidentifikasi untuk area, kategori, subkategori)
ketidakpastian yang dapat mempengaruhi satu atau lebih sasaran. 4 Dilakukan updating atas identifikasi risiko (dari tahap RKP - pelaksanaan) 3 2.5 3 7.5

57.5 77% 3.83


Analisis Risiko 5 5
Tujuan analisis risiko adalah untuk memahami sifat risiko dan Kriteria probabilitas mengacu pada panduan Prosedur Sistem Manajemen Risiko
1 5 5 2 10
katekteristiknya, termasuk, jika memungkinkan, tingkat risikonya. Terupdate
V
Analisis risiko melibatkan pertimbangan mendetail terhadap
ketidakpastian, sumber risiko, dampak, kemungkinan, peristiwa, Kriteria dampak mengacu pada panduan Prosedur Sistem Manajemen Risiko
2 5 5 3 15
skenario, kendali, dan efektivitas kendali tersebut. Terupdate
25 100% 5.00
Evaluasi Risiko 3 3

Tujuan evaluasi risiko adalah mendukung keputusan. Evaluasi risiko


VI melibatkan perbandingan hasil analisis risiko dengan kriteria risiko
1 Evaluasi risiko terhadap urgency inline dengan batas waktu yang telah ditentukan 4 3.75 3 11.25
yang telah ditetapkan untuk menentukan apakah diperlukan tindakan
tambahan ataukah tidak.
11.25 75% 3.75
Perlakuan Risiko 15 15
Tujuan perlakuan risiko adalah untuk memilih dan menerapkan opsi
1 Kesesuaian Kontrol Eksisting 4 3.75 3 11.25
penanganan risiko.
Perlakuan risiko mencakup proses berulang dari: 2 Tingkat Efektivitas Kontrol Eksisting 4 3.75 2 7.5
a. Formulasi dan seleksi opsi perlakuan risiko;
VII b. Perencanaan dan implementasi perlakuan risiko; 3 Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut Proaktif 5 5 5 25
c. Penilaian efektivitas perlakuan itu; 5 5 2 10
4 Tersusunnya Rencana Tindak Lanjut Reaktif
d. Pengambilan keputusan apakah risiko tersisa
dapat diterima; 5 Terdapat penanggungjawab/PIC RTL mitigasi risiko yang ter-update 3 2.5 2 5
e. Pelaksanaan perlakuan lanjutan, (jika opsi tidak
diterima) 6 Dilakukannya evaluasi atas level risiko setelah direncanakan RTL-nya 3 2.5 1 2.5
Unit Kerja
Maturita
Proyek %
No Area dan Deskripsi Kriteria s per
Bobot Pencapaian
Checklist Skala Nilai Bobot Skor Area
per item
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
61.25 82% 4.08
Pemantauan dan Tinjauan (monitoring and review) 10 10

Tujuan Pemantauan dan Review adalah memastikan peningkatan Kesesuaian realisasi RTL atas risiko yang diidentifikasi dengan schedule yang telah
1 3 2.5 3 7.5
mutu, efektivitas desain, implementasi, dan hasil dari proses ditetapkan.
manajemen risiko.
VIII 2 Kesesuaian cadangan risiko dengan item Risiko 5 5 2 10
Pemantauan yang sedang berlangsung dan tinjauan berkala terhadap
proses serta hasil dari manajemen risiko menjadi bagian terencana
3 Terdapat listing peluang 1 0 2 0
dari proses manajemen risiko, dengan tanggung jawab yang
ditentukan secara jelas. 4 Pencapaian risk ratio 1 0 3 0
17.5 35% 1.75

Komunikasi dan Konsultasi (communication and consultation) 10 10

Tujuan komunikasi dan konsultasi adalah membantu pemangku Laporan bulanan (manajemen risiko online) sudah diautorisasi secara ontime
1 5 5 3 15
kepentingan memahami risiko sebagai dasar pengambilan keputusan, sesuai unit kerjanya
IX
dan alasan mengapa tindakan tertentu diperlukan.
2 Terdapat tanggapan atas laporan manajemen risiko online oleh tim manajemen 1 0 4 0
Komunikasi bertujuan mendorong kesadaran dan pemahaman risiko,
sedangkan konsultasi mencakup pencarian umpan balik dan informasi
Risiko ekstrim dan peluang menjadi pembahasan dalam MR serta tercatat dalam
untuk mendukung pengambilan keputusan. 3 5 5 3 15
notulen MR
30 60% 3.00
Pencatatan dan Pelaporan (recording and reporting) 3 3
Proses dan hasil manajemen risiko didokumentasikan dan dilaporkan
melalui mekanisme yang sesuai.
Pencatatan dan pelaporan bertujuan untuk:
a. Mengkomunikasikan aktivitas manajemen risiko dan hasil keluaran
dari manajemen risiko ke seluruh organisasi;
X
b. Memberikan informasi untuk pengambilan 1 Kehandalan Alat bantu IT Manrisk 4 3.75 3 11.25
keputusan;
c. Meningkatkan aktivitas manajemen risiko;
d. Membantu interaksi dengan pemangku kepentingan, termasuk
pihak yang memiliki tanggung jawab dan akuntabilitas untuk
manajemen risiko.
11.25 75% 3.75
Perbaikan (improvement) 10 10
Perbaikan dapat dilakukan dengan dua cara: Terlaksananya Rencana Tindakan Perbaikan kegiatan klinik dan atau Rencana
a. Adaptasi 1 Tindak Lanjut Temuan Audit sampai berstatus closed sesuai waktu yang 3 2.5 2 5
Organisasi secara berkelanjutan memantau dan mengadaptasi direncanakan
kerangka kerja manajemen risiko untuk mengatasi perubahan
Pembelajaran atas pelaksanaan manajemen risiko dijadikan bahan KM melalui
eksternal dan internal. Dengan demikian, organisasi dapat 2 3 2.5 2 5
media KM Online/Forum Manrisk/LPS Sharing
meningkatkan value.
b. Perbaikan Berkesinambungan
XI
Organisasi secara berkesinambungan meningkatkan kesesuaian, 3 Tersusunnya kamus risiko di unit kerja 2 1.25 3 3.75
kecukupan, dan efektivitas kerangka kerja manajemen risiko, serta
bagaimana proses manajemen risiko diintegrasikan. Ketika GAP atau
peluang perbaikan yang relevan diidentifikasi, organisasi akan 4 Terdapat daftar istilah terupdate yang dapat digunakan di seluruh unit kerja 4 3.75 1 3.75
mengembangkan rencana, dan tugas pengembangan serta
menugaskan pihak yang memiliki akuntabilitas terhadap
implementasi manajemen risiko. Setelah diimplementasikan, hasil 5 Telah dilakukan analisa BCP, 1 0 2 0
dari perbaikan berkontribusi pada peningkatan manajemen risiko.
17.5 35% 1.75

Total 100 322.5


RISK MATURITY LEVEL 3.23

Keterangan :
(1) No
(2) Parameter yang diukur mengacu pada ISO 31000 : 2018
(3) Kriteria yang diukur pada setiap area
(4) Ada tidaknya implementasi atas kolom (3) yang didukung oleh dokumen, diisi dengan tanda centang (√)
(5) Skala penilaian dari range 1-5 sesuai form
(6) Penilaian berdasarkan skala
(7) Bobot per masing-masing item kriteria pengukuran
(8) Bobot total dalam 1 area (parameter yang diukur)
(9) Score = nilai (6) x bobot (7)
(10) Pencapaian tingkat kematangan atas implementasi di masing-masing parameter ( skala 1-5)

Score Total = penjumlahan score di setiap area (parameter yang diukur)


Risk Maturity Level = (score total/500)*5

RISK MATURITY LEVEL 5.00


RISK MATURITY LEVEL
Kepemimpinan
4.00
dan Komitmen…
5.00
Perbaikan 4.69 Integrasi 3.00
(improvement) 4.00 (integration) 4.69 5.00

3.00 2.00 3.83 3.75


4.08
3.75
Pencatatan dan 3.75 1.75 Lingkup, 3.00 3.
Pelaporan… 2.00 Konteks, dan… 1.00 2.00 2.14
1.75 85
1.75
1.00 2.00 2.14
0.00
0.00
Komunikasi dan 3.00 Identifikasi
3.83
Konsultasi… Risiko
1.75

Pemantauan
Analisis Risiko
dan Tinjauan… 5.00
Perlakuan 3.75
4.08 Evaluasi Risiko
Risiko

Anda mungkin juga menyukai