PROGRAM
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
(PKB)
MADRASAH ALIYAH DARUL IMAN PALU
KEMENTERIAN AGAMA KOTA PALU
TAHUN 2023
..............................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi guru yang
dilaksanakan sesuai degan kebutuhan, secara bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan
profesionalitas guru. Dengan demikian, guru dapat memelihara, meningkatkan, dan
memperluas pengetahuan dan keterampilannya untuk melaksanakan proses pembelajaran secara
profesional. Pembelajaran yang berkualitas diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap peserta didik.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan setelah kegiatan evaluasi diri
yang dilakukan oleh masing-masing guru yang selanjutnya di analisis oleh koordinator PKB
beserta Tim Pembantu Koordinator. Dimana hasil evaluasi diri dan analisis ini selanjutnya
dijadikan sebagai acuan dalam penyusunan Program Kegiatan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB).
Pengembangan keprofesian berkelanjutan mencangkup kegiatan perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi,dan refleksi yang didesain untuk meningkatkan karakteristik,
pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan sebagaimana digambarkan pada diagram berikut
ini.
diadopsi dari Center for Continous Profesional Development (CPD).
University of Cincinnati Academic Health Center.
1
Melalui siklus evaluasi, refleksi pengalaman belajar, perencanaan dan implementasi
kegiatan pengembangan keprofesian guru secara berkelanjutan, maka diharapkan guru akan
mampu mempercepat pengembangan kompetensi padagogik, profesional, sosial, dan
kepribadian untuk kemajuan [Link] dapat memenuhi harapan tersebut diatas dan untuk
dapat menjamin keterlaksanaan kegiatan PKB maka terlebih dahulu perlu di susunnya program
pelaksanaan kegiatan yang merupakan langkah awal dalam tahap perencanaan yang dapat
dijadikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan serta menjadi dasar monitoring evaluasi maupun
pelaporan.
B. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Peraturan Pemerintahan Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan
Pegawai Negeri Sipil;
4. Peraturan Pemerintahan Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
5. Peraturan Pemerintahan Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;
6. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai
Negeri Sipil;
7. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor
16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsinal Guru dan Angka Kreditnya;
8. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara
Nomor 14 Tahun 2010 dan No mor 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan
Fungsional dan Angka Kreditnya;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 12 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
dan Kompetensi Pengawas Sekolah;
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 13 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
dan Kompetensi Kepala Sekolah;
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi Guru;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi
dan Kompetensi Konselor;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan
Mutu Pendidikan;
2
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomer 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis
Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
C. TUJUAN
1. Tujuan umum pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah untuk meningkatkan
kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan mutu
pendidikan.
2. Tujuan khusus pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah sebagai berikut;
a. Meningkatkan kompetensi guru untuk mencapai standar kompetensi yang di
tetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku.
b. Memutakhirkan kompetensi guru untuk memenuhu kebutuhan guru dalam
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk memfasilitasi proses
pembelajaran peserta didik.
c. Meningkatkan komitmen guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya
sebagai tenaga profesional.
d. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga sebagai penyandang profesi guru.
e. Meningkatkan citra, harkat, dan martabat profesi guru di masyarakat.
f. Mununjang pengembangan karir guru.
D. MANFAAT
Manfaat pengembangan keprofesian berkelanjutan yangterstruktur, sistematik dan
memenuhi kebutuhan peningkatan keprofesian guru adalah sebagai berikut:
1. Bagi Peserta Didik
Peserta didik memperoleh jaminan pelayanan dan pengalaman belajar yang efektif.
2. Bagi Guru
Guru dapat memenuhi standar dan mengembangkan kompetensinya sehingga mampu
melaksanakan tugas-tugas utamanya secara efektif sesuai dengan kebutuhan belajar
peserta didik untuk menghadapi kehidupan di masa datang.
3. Bagi Sekolah
Sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik.
3
4. Bagi Orang Tua/Masyarakat
Orang tua/masyarakat memperoleh jaminan bahwa anak mereka mendapatkan layanan
pendidikan yang berkualitas dan pengalaman belajar yang efektif.
5. Bagi Pemerintah
Memberikan jaminan kepada mayarakat tentang layanan pendidikan yang berkualitas
dan professional.
E. SASARAN
Sasaran kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah semua guru pada MA
Darul Iman
F. KEGIATAN
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan guru.
Pelaksanaannya didasarkan pada unsur-unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan,
prinsip pelaksanaan dan lingkup pelaksanaan kegiatan.
1. Unsur-unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan
Menurut Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009, unsur kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan meliputi:
a. Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri agar
memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau kebijakan
pendidikan nasional serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni.
b. Publikasi Ilmiah
Publikasi ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada
masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses
pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan secara umum. Publikasi
ilmiah mencakup 3 kelompok yaitu ;
1) Presentasi pada forum ilmiah
1) Publikasi ilmiah berupa hasil penelitian atau gagasan ilmu bidang pendidikan formal
2) Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan/atau pedoman guru
4
c. Karya Inovatif
Karya inovatif adalah karya yang bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan
baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses
pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi, dan
seni. Karya inovatif ini dapat berupa penemuan teknologi tepat guna,
penemiian/peciptaan atau pengembangan karya seni, pembuatan/modifikasi alat
pelajaran/peraga/praktikum, atau penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya
pada tingkat nasional maupun provinsi.
2. Prinsip pelaksanaan
Dalam sistem Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, sebagai langkah awal
pelaksanaan pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru, dilakukan pemetaan profil
kinerja guru dengan menggunakan instrumen evaluasi diri. Kegiatan tersebut dilaksanakan
pada setiap awal semester
Melalui kegiatan ini dapat diketahui tentang profil kinerja guru baik secara individual
maupun kelompok. Merumuskan / membuat perencanaan PKB oleh koordinator PKB bersama-
sama guru, melalui konsuhasi dengan kepala sekolah. menetapkan dan menyetujui rencana final
PKB bagi guru dengan oleh Koordinator PKB bersama Kepala Sekolah, untuk selanjutnya
serah terima rencana kegiatan PKB dari koordinator PKB kepada masing-masing guru.
Pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan selama kurun waktu 2 semester
baik bagi guru yang telah maupun yang belum mencapai standar yang ditetapkan. Dalam
setiap semester terdapat bulan yang tidak sepenuhnya efektif digunakan dalam proses
pembelajaran terdapat mingu-minggu yang tidak efektif, hal ini tentunya harus dijadikan
sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan jadwal kegiatan PKB, selanjutnya pada setiap
akhir semester ke 2 dilakukan penilaian kinerja guru (PKG), dimana hasilnya merupakan
gambaran peningkatan kompetensi yang diperoleh guru setelah melaksanakan pengembangan
5
keprofesian berkelanjutan pada tahun berjalan dan sekaligus digunakan sebagai dasar
penetapan angka kredit unsur utama dari sub-unsur pembelajaran/bimbingan pada tahun
tersebut. Hasil penilaian kinerja guru tahun sebelumnya dan dilengkapi hasil evaluasi diri
tahun berjalan, selanjutnya digunakan sebagai acuan perencanaan pengembangan keprofesian
berkelanjutan untuk tahun berikutnya.
Agar pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat mencapai tujuan
yang diharapkan sesuai dengan prioritas pelaksanaan tersebut, maka pelaksanaan
pengembangan keprofesian berkelanjutan didasarkah pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus menjadi bagian integral dari tugas guru
sehari-hari yang berorientasi kepada keberhasilan peserta didik. Cakupan materi untuk
kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan harus kaya dengan materi akademik,
metode pembelajaran, penelitian pendidikan terkini, teknologi dan/atau seni, serta berbasis
pada data dan hasil pekerjaan peserta didik sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran.
b. Setiap guru berhak mendapat kesempatan dan wajib mengembangkan diri secara leratur.
sistematis, dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesinya.
c. Sekolah wajib menyediakan kesempatan kepada setiap guru untuk mengikuti program
pengembangan keprofesian berkelanjutan dengan minimal jumlah jam per tahun sesuai
dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan/atau
sekolah berhak menambah alokasi waktu jika dirasakan perlu. Untuk menghindari
kemungkinan pengalokasian kesempatan pengembangan yang tidak merata, maka proses
perencanaan program pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dimulai dari sekolah.
d. Guru yang tidak memperlihatkan peningkatan kompetensi setelah diberi kesempatan untuk
mengikuti program pengembangan keprofesian berkelanjutan sesuai dengan kebutuhannya,
maka dimungkinkan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sanksi tersebut
tidak berlaku bagi guru, jika sekolah tidak dapat memenuhi kebutuhan guru untuk
melaksanakan program pengembangan keprofesian berkelanjutan.
e. Guru harus terlibat secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan sebagai salah satu
sumber informasi kegiatan monitoring dan evaluasi program pengembangan keprofesian
berkelanjutan sehingga betul-betul terjadi perubahan pada dirinya yang berkontribusi pada
peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah.
6
f. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus berkontribusi dalam mewujudkan visi, misi,
dan nilai-nilai yang berlaku di sekolah dan/atau kabupaten/kota. Oleh karena itu, kegiatan
pengembangan keprofesian berkelanjutan harus menjadi bagian terintegrasi dari rencana
pengembangan sekolah dan/atau kabupaten/kota dalam melaksanakan peningkatan mutu
pendidikan.
g. Sedapat mungkin kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan di sekolah
atau MGMP bersama-sama dengan sekolah lain, sehingga mengurangi dampak negatif pada
layanan pendidikan karena guru meninggalkan sekolah.
h. Pengembangan keprofesian berkelanjutan harus dapat mewujudkan guru yang lebih
profesional sehingga mendorong pengakuan profesi guru sebagai lapangan pekerjaan yang
bermartabat dan bermakna bagi masyarakat dalam pencerdasan kehidupan bangsa.
i. Pengembangan keprofesian berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pengembangan karir
guru yang lebih obyektif, transparan dan akuntabel.
3. Lingkup pelaksanaan
Lingkup pelaksanaan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan ditunjukkan dalam
diagram di bawah ini (diadopsi dari TDA: Continuing Profesional Development.
[Link] pengembangan
keprofesian berkelanjutan dapat dilakukan di internal sekolah, eksternal-antar sekolah maupun
melibatkan kepakaran lain yang dimungkinkan untuk dilakukan melalui jaringan virtual.
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk pengembangan di MA Darul Iman
Palu dilakukan secara mandiri dan dikelompokkan sebagai berikut;
7
a. Dilakukan oleh guru secara mandiri, dengan program kegiatan antara lain
sebagai berikut:
1) mengembangkan kurikulum yang mencakup topik-topik aktual/terkini yang berkaitan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan
peserta didik;
2) merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode
pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik;
3) mengevaluasi, menilai dan menganalis hasil belajar peserta didik yang dapat
menggambarkan kemampuan peserta didik secara nyata;
4) menganalisis dan mengembangkan model pembelajaran berdasarkan umpan balik yang
diperoleh dari peserta didik;
5) melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan sehari-hari sebagai
bahan untuk pengembangan pembelajaran;
6) mengkaji artikel dan/atau buku yang berkaitan dengan bidang dan profesi untuk
membantu pengembangan pembelajaran;
7) melakukan penelitian mandiri (misalnya Penelitian Tindakan Kelas) dan menuliskan
menjadi bahan publikasi ilmiah;
8) lain-lain kegiatan terkait dengan pengembangan keprofesian guru
b. Dilakukan oleh guru bekerja sama dengan guru lain dalam satu sekolah dengan program
kegiatan antara lain sebagai berikut:
1) mengobservasi kegiatan pembelajaran sesama guru dan memberikan saran untuk
perbaikan pembelajaran;
2) melakukan identifikasi, investigasi dan membahas permasalahan yang dihadapi di
kelas/sekolah;
3) menulis modul, buku panduan peserta didik, lembar kerja peserta didik, dsb;
4) membaca dan mengkaji artikel dan/atau buku yang berkaitan dengan bidang dan profesi
untuk membantu pengembangan pembelajaran;
5) mengembangkan kurikulum dan persiapan mengajar dengan memanfaatkan TIK;
6) melaksanakan pembimbingan pada program induksi bagi guru pemula;
7) melakukan penelitian bersama dan menuliskan hasil penelitian tersebut;
8) lain-lain kegiatan terkait dengan pengembangan keprofesian guru
8
c. Dilakukan oleh guru melalui jaringan sekolah.
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui jaringanSekolah dapat
dilakukan dalam satu rayon (kelompok kerja/musyawarah kerja guru), antar rayon dalam
kabupaten/kota tertentu, antar provinsi, bahkan dimungkinkan melalui jaringan kerjasama
sekolah antar neeara serta kerjasama sekolah dan industri, baik secara langsung maupun
melalui teknologi informasi.
Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui jaringan antara lain dapat
berupa:
1) kegiatan MGMP;
2) pelatihan/seminar/lokakarya;
3) kunjungan ke sekolah lain, dunia usaha dan industri, dsb;
4) mengundang narasumber dari sekolah lain, komite sekolah, dinas pendidikan,
pengawas, asosiasi profesi, atau dari instansi/institusi yang relevan.
Adapun dalam pelaksanaannya nanti tentunya akan memperhatikan hasil evaluasi diri
yang dijadikan dasar dalam menentukan profil kinerja guru, situasi dan kondisi, kemampuan
serta arah kebijakan tingkat rayon, tingkat kabupaten, propinsi dan pusat.
Dalam menetapkan pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan di sekolah, melalui
jaringan sekolah, atau kepakaran lain, hal hal lamnya yang juga menjadi perhatian yaitu :
1) tidak merugikan kepentingan belajar peserta didik
2) sesuai dengan kebutuhan pengembangan profesionalisme guru -dan peningkatan mutu
sekolah
3) kelayakan pelaksanaan program pengembangan keprofesian berkelanjutan ditinjau
dari segi ketersediaan sumber daya manusia, biaya. dan waktu.