SIMULASI JARINGAN CISCO
A. Langkah-Langkah Simulasi Cisco Jaringan
1. Membuka Cisco Packet Tracer
a. Jalankan aplikasi Cisco Packet Tracer pada komputer.
b. Setelah terbuka, akan muncul workspace kosong yang digunakan sebagai area
untuk merancang jaringan.
c. Pada bagian bawah aplikasi terdapat berbagai perangkat jaringan (router, switch,
server, PC) yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.
d. Workspace inilah yang akan menjadi tempat menyusun topologi jaringan secara
virtual.
Berikut adalah tampilan awal Cisco Packet Tracer :
Gambar 1 Tampilan Awal Cisco Packet Tracer
2. Membuat Topologi Jaringan
a. Tambahkan perangkat-perangkat berikut ke dalam workspace:
a) 1 Router (Cisco 2911)
b) 1 Switch (Cisco 2960-24TT)
c) 1 Server
d) 5 PC Client
b. Hubungkan seluruh perangkat dengan kabel straight-through (UTP) agar koneksi
fisik antar perangkat dapat terbentuk.
c. Sambungkan router ke switch, lalu hubungkan server dan PC client ke switch.
d. Dengan topologi ini, semua perangkat akan saling terhubung melalui switch.
Berikut ini adalah tampilan pembuatan topologi jaringan :
Gambar 2 Tampilan Pembuatan Topologi Jaringan
3. Konfigurasi IP Address Pada PC Client
a. Klik salah satu PC → masuk ke menu Desktop → IP Configuration.
b. Pilih mode Static agar IP yang diberikan tidak berubah.
c. Atur alamat IP pada masing-masing PC dengan ketentuan:
a) PC1 → [Link]
b) PC2 → [Link]
c) PC3 → [Link]
d) PC4 → [Link]
e) PC5 → [Link]
d. Subnet Mask untuk semua PC → [Link]
e. Default Gateway → [Link]
f. Dengan konfigurasi ini, setiap PC memiliki identitas jaringan unik sehingga bisa
dikenali dan diakses perangkat lain.
Berikut ini adalah tampilan konfigurasi IP address pada PC client :
Gambar
3 Tampilan Konfigurasi IP Address Pada PC Client
4. Konfigurasi IP Address Pada Server
a. Klik perangkat Server → pilih Desktop → IP Configuration.
b. Pilih mode Static untuk pengaturan manual.
c. Atur alamat IP server sebagai berikut:
a) IPv4 Address → [Link]
b) Subnet Mask → [Link]
c) Default Gateway → [Link]
d. Server kini memiliki alamat tetap yang dapat diakses oleh seluruh PC client.
Berikut ini adalah tampilan konfigurasi IP address pada server:
Gambar 4
Tampilan Konfigurasi IP Address Pada Server
5. Uji Koneksi dari Server ke PC1
a. Buka Command Prompt pada server.
b. Jalankan perintah ping [Link]
c. Hasil uji: Reply from [Link] → artinya server dapat berkomunikasi dengan
PC1.
d. Hal ini membuktikan bahwa koneksi antar server dan PC sudah terhubung dengan
baik.
Berikut ini adalah tampilan uji koneksi dari server ke PC1
Gambar 5 Tampilan
Uji Koneksi dari Server ke PC1
6. Uji Koneksi antar PC (PC1 ke PC5)
a. Buka Command Prompt pada PC1.
b. Jalankan perintah ping [Link]
c. Hasil uji: Reply from [Link] → artinya PC1 juga dapat berkomunikasi
dengan PC5.
d. Hal ini membuktikan bahwa seluruh client dalam jaringan dapat saling terhubung.
Berikut ini adalah tampilan uji
koneksi antar PC (PC1 ke PC5)
Gambar 6 Tampilan Uji Koneksi antar PC (PC1 ke PC5)
B. Langkah-langkah Pembuatan Prototype Jaringan
1. Persiapan Perangkat
a. Buka Cisco Packet Tracer.
b. Masukkan perangkat sesuai kebutuhan:
a) 1 buah Router (2911)
b) 1 buah Switch (2960-24TT)
c) 1 buah Server (Server-PT)
d) 5 buah PC (PC-PT)
2. Koneksi Perangkat
Gunakan kabel straight-through (copper straight-through) untuk menghubungkan:
a. Server0 → Switch0
b. Router0 → Switch0
c. PC0 → Switch0
d. PC1 → Switch0
e. PC2 → Switch0
f. PC3 → Switch0
g. PC4 → Switch0
Catatan: tanda centang hijau (garis hijau) menandakan koneksi aktif.
3. Konfigurasi IP Address
Atur IP address pada masing-masing perangkat:
Perangkat IP Address Subnet Mask Gateway
Server0 [Link] [Link] [Link]
PC0 [Link] [Link] [Link]
PC1 [Link] [Link] [Link]
PC2 [Link] [Link] [Link]
PC3 [Link] [Link] [Link]
PC4 [Link] [Link] [Link]
Router0 (g0/0) [Link] [Link] —
C. Langkah-Langkah Membatasi Bandwitch di Mikrotik (Winbox)
1. Login ke Mikrotik
a. Buka aplikasi Winbox.
b. Pilih router yang terdeteksi (misalnya: [Link] atau berdasarkan MAC
Address).
c. Masukkan:
a) Login: admin (default, jika belum diganti).
b) Password: kosong (jika masih default, atau sesuai password yang Anda buat).
d. Klik Connect.
Berikut ini adalah tampilan Login ke Mikrotik :
Gambar 7 Tampilan Login ke Mikrotik
2. Masuk ke Menu Queues
a. Setelah masuk ke tampilan utama Winbox, di panel kiri pilih Queues.
b. Akan muncul jendela Queue List.
Berikut ini adalah tampilan Menu Queues:
Gambar 8 Tampilan Menu Queues
3. Buat Simpel Queue Baru
a. Klik tombol + (New) → pilih Simple Queue.
b. Akan muncul jendela pengaturan.
Berikut ini adalah tampilan Buat Simpel Queue Baru
Gambar 9 Tampilan Buat Simpel Queue Baru
4. Isi Konfigurasi Queue
Pada tab General:
a. Name → isi nama agar mudah dikenali, misalnya laptopadmin.
b. Target → masukkan IP address client yang ingin dibatasi, contoh [Link]
(lebih baik pakai IP, jangan ether1, karena kalau pakai ether1 akan membatasi
semua yang lewat interface).
c. Max Limit (Target Upload/Download) → tentukan batas bandwidth, misalnya:
a) Upload: 3M
b) Download: 3M
d. (Artinya client ini hanya dapat maksimal 3 Mbps upload & download).
e. Klik Apply lalu OK.
f. Simple Queue akan muncul di daftar Queue List.
Berikut ini adalah tampilan pengisian konfigurasi queue
Gambar 10 Tampilan M Isi Konfigurasi Queue
5. Uji Coba
a. Hubungkan client sesuai IP yang sudah ditargetkan.
b. Lakukan speed test (misalnya buka [Link]).
c. Hasil kecepatan seharusnya tidak melebihi batas yang sudah Anda atur.
Berikut ini adalah tampilan hasil uji coba
Gambar 11 Tampilan Hasil Uji Coba
D. Langkah-Langkah Setting Hotspot Mikrotik
1. Masuk ke Winbox
a. Login ke MikroTik menggunakan Winbox.
b. Pastikan interface yang akan dijadikan Hotspot sudah aktif dan terkoneksi ke
LAN/WiFi client.
Berikut ini adalah tampilan Winbox
Gambar 12 Tampilan Winbox
2. Masuk ke Menu IP Hotspot
a. Klik menu IP di sebelah kiri.
b. Pilih Hotspot.
c. Akan muncul jendela Hotspot Setup.
Berikut ini adalah tampilan Menu IP Hotspot :
Gambar 13 Tampilan Menu IP Hotspot
3. Pilih Interface Hotspot
a. Klik tombol Hotspot Setup (ikon plus).
b. Pilih interface yang akan dijadikan Hotspot (contoh: wlan1 atau ether2).
c. Klik Next.
Berikut ini adalah Interface Hotspot:
Gambar 14 Interface Hotspot
4. Atur IP Adresss untuk Hotspot
a. Jika interface belum ada IP, MikroTik akan otomatis memberikan saran IP
(misalnya: [Link]/24).
b. Klik Next
5. Berikut ini adalah Tampilan Pengaturan IP Adresss untuk Hotspot:
Gambar 15 Tampilan Pengaturan IP Adresss untuk Hotspot:
6. Set DHCP Server
a. Jika DHCP sudah ada, MikroTik akan mendeteksinya.
b. Jika belum, bisa pilih Yes untuk membuat DHCP Server baru.
c. Atur IP Pool (rentang IP yang dipakai user hotspot), contoh :[Link] –
[Link]
d. Klik Next.
Berikut ini adalah Tampilan Set DHCP Server
Gambar 16 Tampilan Set DHCP
7. Set SSL Certifitace
a. Pilih opsi none (kecuali jika Anda sudah punya sertifikat SSL).
b. Klik Next.
8. Berikut ini adalah Tampilan Set
SSL Certifitace
Gambar 17 Tampilan Set SSL Certifitace
9. DNS Server
a. Isi DNS Server, biasanya otomatis akan terisi (contoh: [Link] atau [Link]).
b. Klik Next.
Berikut ini adalah Tampilan DNS Server
Gambar 18 Tampilan DNS Server
10. Buat User Admin Hotspot
a. Masukkan username dan password untuk login pertama kali ke Hotspot yaitu :
a) User: admin
b) Password: 123456
b. Klik Next.
c. Hotspot selesai dibuat.
Berikut ini adalah Tampilan DNS Server
Gambar 18 Tampilan DNS Server
11. Tes Hotspot
a. Hubungkan perangkat (HP/laptop) ke jaringan MikroTik pada interface yang
sudah diset Hotspot.
b. Buka browser, otomatis akan diarahkan ke login page Hotspot MikroTik.
c. Masukkan username & password yang sudah dibuat → jika berhasil, internet bisa
digunakan.
E. Khvbhj
Nama Kelompok VI :
1. Akbar Tanjung
2. Butut
3. Blok
4. Jef
5. jeeje