0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan17 halaman

Peta Curah Hujan Menggunakan CHRIPS

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah pembuatan peta curah hujan menggunakan data CHIRPS dengan perangkat lunak ArcGIS. Proses mencakup pengolahan data curah hujan bulanan, penggabungan data tahunan, pemotongan wilayah, interpolasi, dan pembuatan model 3D. Selain itu, dokumen juga mencakup pengaturan visualisasi peta dan pengukuran luas area dalam hektar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan17 halaman

Peta Curah Hujan Menggunakan CHRIPS

Dokumen ini menjelaskan langkah-langkah pembuatan peta curah hujan menggunakan data CHIRPS dengan perangkat lunak ArcGIS. Proses mencakup pengolahan data curah hujan bulanan, penggabungan data tahunan, pemotongan wilayah, interpolasi, dan pembuatan model 3D. Selain itu, dokumen juga mencakup pengaturan visualisasi peta dan pengukuran luas area dalam hektar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMBUATAN PETA CURAH HUJAN DENNGAN DATA CHRIPS

1. Disiapkan data curah hujan yang telah di ekstrak terlebih dahulu

2. Masuk ke dalam arcgis dan kemudian klik katalog ( ) pada toolbar diatas.
3. Cari data chrips yang sudah di ekstrak dalam file yang telah disimpan seperti pada gambar,
masukan data curah hujan yg telah di ekstrak satu persatu perbulan 1-12 dalam lingkup
pertahun

4. Setelah itu klik arctoolbox ( ) pada toolbar dan kemudiann spatial analisis tools(

) dann klik local > cell statistik ( ) guna untuk


menjumlahkan data curah hujan 12 bulan tersebut.
5. Masukan ke 12 data tersebut ke input raster dan Pastikan overlay statistik menjadi SUM
untuk menggabungkan 12 bulan data. Seperti pada gambar dibawah. Lakukan hal tersebut
hingga data ke 10 tahun selesai, namun sebagai contoh disini saya menggunakan 3 tahun.
6. Selanjutnya ketika semua data tahunan sudah di gabungkan, lakukan penggabungan data ke
10 tahun tersebut, namun disini saya menggunakan 3 tahun, jadi bisa dimasukan semua data
tersebut ke input raster, namun disini terdapat perbedaan pada overlay statistik yang
dijadikan mean dikarenakan kita akan membuat rata rata dari 10 tahun terakhir.

7. Untuk menghilangkan data minus bisa masuk ke arctoolbox>spatian analisis tools>map


algebra>raster calculator
8. Masukan rumus (SetNull, klik Cell yang telah dirataratakan, klik tanda < klik 0, setelah koma
klik cell rata lagi) berikut ke dalam nya. Jadi rumusnya adalah SetNull(“xxx” < 0, “xxx”)
9. Kemudain untuk membuat point point / titik titik grid hujannya bisa menggunakan
arctoolbox > conversion tool ( ) kemudian from raster > raster to point

10. Masukan batas wilayah yag ingin digunakann misal kabupatn padang pariaman
11. Kemudian jika data batas wilayah belum di potong sesuai batas yg diinnginkan bisa gunakan
cara select feature ( ) di atas menu bar > tekan, tahan dan seret seberapa lokasi yang
ingin diambil, jangan perhatikan jangan sampai arsirannya melewati batas wilayahnya.
Seperti gambar dibawah.

12. Jika berhasil terselect tampilannya akan ada di highLight warna biru seperti gambar dibawah
dan kemudian klik kanan pada data di layers > data > export data.
13. Setelah itu buat nama file dan jika ada peringatan add to layer klik yes atau oke. Seperti pada
gambar dibawah

14. Kemudian kita harus melakukan define project ke data point/titik dengan cara klik data
manajemen tools ( ) dan pilih projection and transformation dan klik

project
15. Kemudian masukan data titik/point ke dalam input dataset dan koordinat diubah menjadi
WGS 1984 lalu klik OK.

16. Setelah dilakukan define projeect, lakukan project yang terdpat pada tools yang sama.
17. Data yang harus di project adalah data batas wilayah (mis: padang pariaman) dann data titik
yang sudah di definee project sebelumnnya. Jangann lupa untuk mengganti nama file dan
atur letak penyimpananya di kolom output dataset dan mengganti output coordinat system
sesuai wilayah zona lokasinnya. Jangann lupa mengingat dimana projection disimpan agar
tidak sulit mencarinya padaa step berikutnya.

18. Setelah di project, add data( ) yang telah di project sebelumnya dan langsung zoom to
layer data hasil project sebelumnya

19. Selanjutnya lakukan select feature( ) titik yang akan diambil yang mewakili batas
padang pariamann.
20. Lakukan export data dengan cara klik kanan pada data titik yang terdapat di layer dan jangan
lupa memberi nama file

21. Setelah data di export dan masuk ke dalam layer lakukann interpolasi dengann IDW.

22. Masukan data titik yang telah di export sebelumnya, unntuk Z value di ganti menjadi
gridcode, output cell size diganti menjadi 30
23. Setelah idw selesai, untuk memotong hasil idw sesuai dengan batas wilayah, Lakukan select
feature( ) pada batas wilayah

24. Kemudian klik windows > image analisis


25. Klik data idw dan klik clip

26. Kemudian lakukan reclasify pada toolbox data manajemen toolsuntuk membuat kelas kelas
curah hujannya

27. Kemudian masukan data idw pada input raster dan klik reclasify yang kemudian ubah jumlah
kelasnya sesuai data yanng tersedia (dikarennakan hannya ada 4 data disii digunnakan 4
kelas)
28. Jika sudah, untuk menngukur luasnya dalam hektar, kita harus merubah data raster mennjadi
polygon dengan cara menggunakann tool dari raster to poligon yang bisa diambil dari
conversion tool

29. Masukan data reclasify sebelumnya ke input rster kemudian klik OK

30. Seetelah data berhasil menjadi poligon, buka atribut tabel data tersebut dan buat field baru
untuk mengukur luas dengan cara add field pada table option ( ) dan ubah nama field
menjadi luas dan type tabel adalah double.

31. Setelah data berhasil ditambah, kemudian klik kanan pada head of tabel dengan tulisan luas
dan klik calculate geometry.
32. Klik proprty yang dibawah/use coordinate system of data frame dan units di atur menjadi
hektare

33. Kemudian double klik pada data poligon tadi untuk membuka properties dan masuk ke
menu symbology, atur symbology menjadi categories unique values dan color ramp menjadi
putih-biru, value field menjadi gridcode dan klik add all values. Setelah itu block semua
warna kemudian klik kanan dan klik properties for all symbol dan ubah outline menjadi no

color.
34. Setelah itu kita bisa melihat batas batas kelas curah hujann pada peta, selanjutnya kita harus
menggabungkan data luas yang kelas curah hujannya sama denngan cara start editing dan
pilih data yang sama dari open atribut tabel kemudian klik merge pada menu editor pada
menubar.

Jika sudah selesai lakukan klik geometry kembali untuk menngkoreksi jumlah hektar

35. Utuk meambahkan batas kecamata bisa dimasukann data batas administrasi ar kecamatan
yang dapat diperoleh dari data RBI Inageoportal
36. Kemudia buka atribut tabel dari admiistrasi kecamata tersebut da klik select by atribut ( )
dan kemudiann masukann rumus berikut dengan cara klik pada layar (tidak perlu diketik) dan
klik apply

rumusnya : WADMKK (singkatann dari wilayah administrasi


kecamatannkota) = (klik get unnique values) ‘Padang Pariaman’
37. Denngann itu semua kecamatan yanng terdapat di padanng pariama sudah terselect, jika
ingin menambahkan kota pariaman bisa juga ditambah dennngann klik kolom paling kiri
dengan control

38. Kemudia klik kanan data kecamatan pada layer dan lakuka export data
39. Utuk memuculkan label bisa klik kannan data yg telah di export dan klik label features, untuk
mengatur huruf warna label dll. Bisa diatur dalam properties pada bagan labels.

40. Selannjutnya untuk membuat model 3D dibutuhkan data demnas yang bisa diambil dari
Inageoportal dengann menncari lokasi di searchinng tab dan mendownload area padng
pariaman permosaic, jika ada 4 mosaic untuk batas padag pariama maka harus
menndownload ke 4 mosaic tersebut. Atau bisa menggunakan data dem SRTM dari USGS.
(disini saya menggunakan srtm bukan inageo, namun disinni dibutkan tutorial
pendownloadan inageo dan meenggabungkan mosaicnya) (Disarankan menggunakan SRTM
agar lebih mudah tanpa menggabungkan dan mengunduh mosaic 1 per 1)
41. Jika menggunakan data demnas inageoportal harus menggabungkan antar mosaic menjadi 1
mosaic dengan menggunakan tools mosaic to new raster dari data manajemennt
tool>raster>raster dataset.

42. Jika ada 4 data mosaic demnas, masukan ke 4 mosaic tersebut ke dalam iput raster
kemudiann atur output locationnnya, buat raster dataset nname dengan akhiran nama file
(.tif), atur spatil reference, pixel type jadi 32 bit signed, number of band 1(karena kita mau
membuat 4 mosaic menjadi 1 mosaic baru) dan operator menjadi mean, colourmap menjadi

match.
43. Lakukan projection ke mosaic baru yang telah dibuat dan masukan ke dalam layer.
44. Jika menggunakan SRTM, add data( ) demnas SRTM ke layer.
45. Untuk membuat dem memotong sesuai batas wilayah, Matikan centang dari dem srtm
terlebih dahulu lalu Select feature untuk select semua wilayah.

46. Kemudian klik windows dan image analys

47. Kemudian klik data dem dan klik clip


48. Kemudian untuk membuat shade relief 3D, klik windows>image analys kembali, klik data
dem yang sudah di clip sebelumnya kemudian atur warnanya jadi putih ke hitam dan klik
shade relief.

49. Setelah data shade relief 3D masuk ke dalam layer, kemudia atur effect transparancy menjadi
65%, contrast +15%, brightnes -15% dengan cara memasukan data 3D ke menubar effect.

contrast Brightnes Transperency


50. Hasil peta tinggal di layout sesuai kreativitas masing2

Anda mungkin juga menyukai