0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan25 halaman

Koding dan AI di Sekolah Dasar

Dokumen ini membahas implementasi koding dan kecerdasan artifisial di sekolah dasar, menekankan pentingnya integrasi dalam kurikulum dan pengembangan kompetensi guru. Siswa diajarkan berpikir komputasional, literasi digital, dan etika penggunaan teknologi, tanpa harus menjadi programmer. Pembelajaran dilakukan melalui metode 'plugged' dan 'unplugged', dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah.

Diunggah oleh

Adnan Gunawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan25 halaman

Koding dan AI di Sekolah Dasar

Dokumen ini membahas implementasi koding dan kecerdasan artifisial di sekolah dasar, menekankan pentingnya integrasi dalam kurikulum dan pengembangan kompetensi guru. Siswa diajarkan berpikir komputasional, literasi digital, dan etika penggunaan teknologi, tanpa harus menjadi programmer. Pembelajaran dilakukan melalui metode 'plugged' dan 'unplugged', dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah.

Diunggah oleh

Adnan Gunawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

IMPLEMENTASI

Koding &
Kecerdasan
Artifisial
DI SEKOLAH DASAR
Erwin Agustiana Yusuf
Guru PPLG | SMK Negeri 2 Kuningan
Pemrograman Perangkat Bergerak
Pemrograman Perangkat Bergerak adalah bidang ilmu yang mempelajari cara
merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan aplikasi yang berjalan
pada perangkat mobile seperti smartphone, tablet, dan wearable device

Pemrograman Web
Pemrograman Web adalah bidang ilmu yang mempelajari cara merancang,
membangun, dan mengembangkan aplikasi atau situs web yang dapat diakses
melalui internet maupun jaringan lokal.
Koding & Kecerdasan Artifisial
Koding & Kecerdasan Artifisial (AI) adalah bidang yang mempelajari cara menulis
kode (programming) untuk mengembangkan sistem cerdas yang mampu berpikir,
Pemrograman Desktop
belajar, dan mengambil keputusan layaknya manusia. Topik ini menggabungkan
Pemrograman Desktop adalah bidang ilmu yang mempelajari cara merancang dan logika pemrograman, matematika, dan algoritma dengan teknologi pembelajaran
mengembangkan aplikasi yang dijalankan pada komputer atau laptop tanpa mesin (machine learning) serta pemrosesan data untuk menciptakan solusi inovatif
memerlukan koneksi internet secara langsung. di berbagai bidang kehidupan.
Penerapan Pembelajaran
Koding & KA
Berdasarkan hasil kajian Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah, pemerintah mengambil langkah-langkah
strategis sebagai berikut:
1. Integrasi Koding dan KA dalam Kurikulum
a. Mapel wajib
b. Mapel pilihan
c. Integrasi Mapel yang sudah ada
d. Ekstrakurikuler
2. Penguatan Regulasi dan Capaian Pembelajaran
3. Pengembangan sumber belajar dan pelatihan guru
4. Sertifikasi dan Penguatan Kompetensi Guru
5. Kolaborasi dan Pemantauan Program
Apa itu Koding &
Kecerdasan Artifisial (KKA) ?
Terdiri dari dua kata utama yang saling berkaitan namun memiliki
fokus berbeda yaitu “Koding” dan “Kecerdasan Artifisial”
Koding adalah proses menuliskan instruksi atau perintah kepada
komputer, agar dapat menjalankan sesuatu sesuai logika
manusia.
Kecerdasan Artifisial adalah kemampuan suatu mesin/ komputer
untuk meniru cara berpikir dan belajar seperti manusia
Maknanya: dalam pembelajaran SD, siswa tidak harus menjadi
seorang programer atau ahli coding, atau membuat produk AI,
tetapi disini siswa belajar berpikir komputasional (logis,
berurutan, dan sistematis), literasi digital (memahami cara kerja
teknologi dan penggunaannya yang aman.), etika (Anak sadar
bahwa AI bisa salah, dan harus digunakan dengan tanggung
jawab.), kreativitas & kolaborasi (Anak terampil berkarya
memanfaatkan teknologi digital)
Tahapan Kemampuan yang Dikuasai Peserta Didik

Koding Jenjang SMP/MTs


Merancang program untuk sistem

Jenjang SD/MI manajemen sederhana meliputi


pengumpulan, pemahaman, dan
pemrosesan data
Menghasilkan solusi untuk masalah
Menulis program pada aplikasi
sehari-hari secara terstruktur
sederhana berbasis simbol
menggunakan alat bantu seperti
Merancang produk digital sederhana
balok susun atau kepingan gambar
Menyusun langkah sistematis dan

Jenjang SMA/MA/SMK
logis dengan kosakata terbatas
atau simbol dari pengalaman
(perintah sederhana/algoritma
dasar) Merancang program berbasis teks
Menjalankan urutan instruksi lebih kompleks dengan tambahan
bersyarat sederhana (baris- fungsi dan modul
berbaris atau menggunakan Membuat program berbasis teks
program berbasis blok dengan untuk menyelesaikan masalah nyata,
logika percabangan dan seperti simulasi pergerakan objek
pengulangan) Membuat produk digital yang lebih
Memahami distopia teknologi kompleks
Tahapan Kemampuan yang Dikuasai Peserta Didik

Jenjang SD/MI Kecerdasan


Artifisial
Memahami dampak kecerdasan
artifisial dalam kehidupan sehari-hari
Menggunakan kecerdasan artifisial
dengan memegang etika (keadaban)
Membedakan antara teknologi
kecerdasan artifisial dan non
Jenjang SMA/MA/SMK
kecerdasan artifisial Menggunakan teknologi kecerdasan
Memahami konsep dasar input- artifisial dengan kombinasi perintah
proses-output yang tepat (prompt engineering)
Memahami dampak kecerdasan
Jenjang SMP/MTs artifisial terhadap pekerjaan
Memahami persoalan pada
Memahami dampak kecerdasan kecerdasan artifisial sebagai bahan
artifisial terhadap masyarakat untuk evaluasi teknologi kecerdasan
Memahami persoalan pada artifisial
kecerdasan artifisial Membangun model kecerdasan
Memahami hubungan antara data artifisial sederhana
dan kecerdasan artifisial dengan Membangun aplikasi dengan
penggunaan teachable machine, menggunakan model kecerdasan
termasuk pentingnya data yang artifisial yang sudah ada, tersedia
berkualitas dalam bentuk library/API
Belajar Koding

PLUGGED UNPLUGGED
CODING CODING
Pembelajaran Koding menggunakan Pembelajaran Koding menggunakan
komputer media fisik untuk mengenalkan konsep koding
tanpa layar
Unplugged Coding
Konsep belajar koding tanpa
menggunakan perangkat komputer.
Biasanya melibatkan aktivitas fisik,
permainan atau latihan berbasis
media kertas untuk mengajarkan
logika koding dan pemecahan
masalah.
Keuntungan
1. Kemampuan berfikir logis
2. Pemecahan masalah (Problem
Solving)
3. Berfikir komputasional
4. Kreativitas
5. Kolaborasi dan komunikasi
6. Kemampuan beradaptasi
7. Perhatian terhadap detail
8. Pemahaman Pola
9. Matematika
<-- Mulai

<-- Berhenti

<-- Kanan

<-- Kiri

<-- Atas

<-- Bawah
<-- Mulai

<-- Berhenti

<-- Kanan

<-- Kiri

<-- Atas

<-- Bawah

<-- Kanan 3 langkah

<-- Bawah 5 langkah


Plugged Coding
Mengacu pada pembelajaran koding
dengan menggunakan perangkat
komputer dan bahasa pemrograman.
Hal ini dapat meningkatkan berbagai
kemampuan yang bermanfaat baik
secara teknis maupun non-teknis
Kemampuan Teknis (Hard Skills)
1. Logika pemrograman
2. Pemahaman struktur data &
algoritma
3. Penguasaan bahasa pemrograman
4. Problem solving dengan komputer
5. Pemahaman teknologi
6. Pengembangan perangkat lunak
(software development)
7. Data science dan analisis
Media yang dapat digunakan:

PEMULA:
1. Scratch
2. [Link] TINGKAT LANJUT:
3. Tynker 1. SoloLearn
2. GrassHopper
ANAK-ANAK: 3. [Link]
1. Blockly
2. Hopscotch
3. CodeMonkey
Kecerdasan Artifisial
untuk Pembelajaran

Tujuannya bukan membuat AI, tetapi mengenalkan cara kerja,


manfaat, dan etika penggunaannya dengan cara sederhana,
aman, dan menyenangkan.
CONTOH PENGGUNAAN KECERDASAN
ARTIFISIAL UNTUK SISWA SD (FASE C)
1. AI for Oceans – [Link]

“AI belajar dari data yang diberikan. Kalau datanya salah, hasilnya
pun salah.”
→ Anak belajar bahwa AI tidak selalu benar dan harus dilatih
dengan data yang baik.

2. Quick, Draw! – h[Link]

“AI mengenali pola, bukan arti. Jadi kalau bentuknya mirip, bisa
salah menebak.”
CONTOH PENGGUNAAN KECERDASAN
ARTIFISIAL UNTUK SISWA SD (FASE C)
3. AutoDraw – [Link]
Siswa menggambar bebas.
AI menebak apa yang digambar dan menawarkan versi yang
lebih rapi.

4. Seeing AI (Microsoft App)


Arahkan kamera ke benda, wajah, atau teks.
AI akan menceritakan apa yang dilihat (contoh: “This is a chair”).
Guru jelaskan bahwa AI tidak benar-benar “melihat”, hanya
menafsirkan pola.
Terima Kasih
“Koding itu bukan soal komputer…”
…tapi soal cara berpikir dan cara bersikap.
Anak-anak tidak sedang diajari menjadi programmer, tapi mereka
sedang belajar memecahkan masalah dengan logika dan hati.

Koding bukan hanya menulis kode, tapi:


Menyusun langkah-langkah kegiatan (algoritma)
Melihat pola, membuat keputusan, dan berpikir logis
Melatih cara berpikir sistematis dan kritis

“Anak-anak kita lahir di dunia digital.


Kalau sekolah tidak mengajarkan mereka berpikir tentang
teknologi,
mereka akan tumbuh hanya sebagai pengguna teknologi, bukan
pencipta kebaikan melalui teknologi.”

Anda mungkin juga menyukai