Pengolah Data Bagian Kelima
Kompetensi Khusus :
Dapat menggunakan komponen-komponen pengolah data
Pokok Bahasan : 1. ENCODING
2. DECODING
Sasaran : Dapat mengubah data dari satu bentuk ke bentuk lain
1. Konsep Kalkulator
Apabila diamati bentuk kalkulator kemudian dianalisa proses kerjanya,
maka secara teknik dapat dipaparkan seperti Gb.1. di bawah ini.
DATA ENCODER
DISPLAY
DESIMAL
PROSES
DATA
KEY IN DISPLAY DECODER
Gb.1. Proses kerja kalkulator
2. Konsep Encoder
Bila diperhatikan Gb.1. encoder menerima data berbentuk desimal, agar
dapat diproses keluarannya maka harus berbentuk biner. Bila menggunakan
biner murni suatu saat akan terurai panjang deretan biner pengganti desimal
tersebut dan kurang spesifik misalnya 68 melalui biner langsung terbentuk
1000100(2) hal ini terlalu panjang bagi mesin untuk menginterpretasikan
bilangan tersebut. Untuk mempermudah mesin bekerja maka dibuat
kelompok yang dapat mengandung arti menjadi 6 dan 8, sehingga tertulis
0110 dan 1000 mengingat untuk bentuk numerik yang yang tertinggi adalah 9
atau 1001 (ingat kode BCD). Dalam hal ini maka untuk mempermudah mesin
kerja sering digunakan kode yang berbentuk biner serta dapat mewakili input
yang dimaksud.
Mengingat output yang akan diproses berbentuk kode maka encoder
dapat pula disebut sebagai pengkode/penyandi (pembuat kode/sandi). Jadi
input dari encoder akan diubah menjadi suatu kode yang isinya biner agar
mesin dapat bekerja untuk memproses awal input apapun bentuknya. (ingat
digital hanya memproses bentuk biner).
Selanjutnya encoder dapat digambarkan dan dilihat rangkain dalamnya
seperti uraian di halaman berikut ini.
Elektronika Digital 1 1
Pengolah Data Bagian Kelima
Simbol Encoder :
E
Hanya N MSB Hasilnya
satu C satu
input O bentuk
yang D
LSB kode
aktif E
R
Gb.2. Simbol dan prinsip encoder
3. Encoder Oktal Biner (8 line ke 3 line)
Pengertian kalimat di atas adalah encoder mempunyai 8 input dan
outputnya sebanyak 3 yang merupakan kode oktal. Sesuai dengan
kapasitasnya maka encoder tersebut dapat dibuat tabel input-outputnya serta
dapat dibuat rangkaian dalamnya.
I0 E
I1 MSB O2
N
I2 C
I3 O O1
I4 a b
I5
D LSB O0 input/output input/output
I6 E aktif tinggi ("1") aktif rendah ("0")
I7 R
Gb.4. Tanda I/O untuk aktif tinggi atau
Gb.3. Blok encoder 8 to 3 line aktif rendah
Input aktif tinggi → komponen bekerja bila ada perubahan pada input dari logik 0 ke logik 1
Output aktif tinggi → outputnya menghasilkan logik 1
4. Rangkaian Dalam Encoder 8 to 3 line Octal
INPUT OUTPUT
I7 I6 I5 I4 I3 I2 I1 10 O2 O1 O0 Persamaan dari table kebenaran
0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 (input/output aktif tinggi)
0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1
0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 O2 = I4 + I5 + I6 + I7
0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1
0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 O1 = I2 + I3 + I6 + I7
0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1
0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 O0 = I1 + I3 + I5 + I7
1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1
I7
I6 O2
I5
I4 O1
I3
I2
I1 O0
I0
Gb.5. Rangkaian encoder 8 to 3 line
Elektronika Digital 1 2
Pengolah Data Bagian Kelima
Pada jenis TTL yang tersedia adalah IC 74148 (8 to 3 line octal priority
Encoder) yang mempunyai input aktif rendah dan output aktif rendah.
Sehingga tabel input untuk yang ada dalam kotak diagonal berlogik 0 yang
lainnya berlogik 1 dan outputnya juga demikian.
5. Encoder Desimal BCD (10 line ke 4 line) IC 74147
Prinsip Encoder ini berasal dari 16 line ke 4 line, mengingat kebutuhan
yang digunakan adalah Desimal (dari 0 sampai dengan 9) maka sisanya (dari
10 sampai dengan 15) tidak digunakan. Selanjutnya komponen ini sering
disebut Encoder switch desimal ke BCD.
IC 74147 bekerja dengan input/output aktif rendah, gambar rangkaian
dalam IC tersebut dapat dinyatakan seperti Gb. 6 di bawah ini.
I9 I8 I7 I6 I5 I4 I3 I2 I1 I0
MSB
O3
O2
Output BCD
O1
O0
LSB
Gb.6. Rangkaian encoder desimal ke BCD
6. Soal :
1. Buatlah tabel dan persamaan serta rangkaian untuk encoder 8 line ke 3
line
dengan input dan output aktif rendah.
2. Buktikan dengan tabel dan persamaannya bahwa rangkaian dalam dari IC
74247 sama dengan Gb. 6.
7. Konsep Decoder
Bila diperhatikan Gb.1. decoder menerima hasil proses data dari bentuk
kode yakni BCD menjadi bentuk lain yang dapat dibaca dalam display.
Mengingat tampilan pada kalkulator berbentuk desimal (mudah dibaca oleh
orang awam) maka tampilan desimal tersebut dapat diupayakan dengan
beberapa komponen display. Komponen display yang dapat menyajikan
bentuk desimal diantaranya : LCD; Dot matrix; British Flag; dan 7 segment.
Jika dipahami lebih lanjut bahwa mesin hanya mengerti dengan
bahasanya, dalam digital bahasa mesinnya adalah biner, untuk komunikasi
dengan pihak luar maka mesin akan menampilkan bahasa yang dapat
dimengerti oleh pihak luar diantaranya adalah desimal. Karena mesin
berupaya agar komunikasinya dapat dimengerti dengan pihak luar maka
diperlukan komponen yang dapat membantu menerangkan bahasa mesin
Elektronika Digital 1 3
Pengolah Data Bagian Kelima
tersebut sehingga komponen tersebut dikenal dengan istilah penterjemah
atau pemecah sandi/kode.
Guna mengarah kepada definisi perlu dilihat bahwa input dari decoder
dalam kalkulator adalah kode BCD (4 bit) sedangkan display yang terbaca
bentuk desimal (0 s/d 9) jika diamati terdiri dari segment-segment yang
terpadu dari angka 1 dibutuhkan 2 segmen yang aktif hingga angka 8
dibutuhkan 7 segmen yang aktif, artinya untuk mengaktifkan angka desimal
dibutuhkan maksimum 7 segmen. Dari penjelasan ini dapat disimpulkan
bahwa komponen decoder inputnya 4 bit outputnya 7 bit atau dapat
dinyatakan dalam hubungan input/output bahwa decoder mengbah input
dengan jumlah sedikit menjadi output dalam jumlah banyak.
Kesimpulan akhir, difinisi decoder adalah rangkaian logika yang
mengubah suatu bentuk input biner N bit menjadi M buah len-len output
sedemikian rupa sehingga tiap-tiap len output hanya akan diaktifkan
oleh salah satu dari kemungkinan kombinasi input.
Selanjutnya decoder dapat digambarkan dan dilihat rangkain dalamnya
seperti uraian di halaman berikut ini.
Simbol Decoder :
MSB D
Satu E Hanya
kombinasi C satu len
input O yang
D
yang aktif aktif
E
LSB R
Gb.7. Simbol dan prinsip decoder
8. Decoder Biner Oktal (3 len ke 8 len)
Pengertian kalimat di atas adalah decoder mempunyai 3 line input dan
outputnya sebanyak 8 line. Sesuai dengan kapasitasnya maka decoder
tersebut dapat dibuat tabel input-outputnya serta dapat dibuat rangkaian
dalamnya.
INPUT OUTPUT Persamaan Outputnya
C B A O0 O1 O2 O3 O4 O5 O6 O7
0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 O0 = C B A
0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 O1 = C B A
O2 = C B A
0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0
O3 = C B A
0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0
O4 = C BA
1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0
O5 = C B A
1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0
O6 = C B A
1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 O7 = C B A
1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1
Dengan melihat persamaan di atas maka dapat dibuat rangkaiannya.
Mengacu pada cara pembuatan rangkaian tersebut, dapat diketahui rangkaian
dalam untuk kelompok decoder dari IC berikut ini :
Elektronika Digital 1 4
Pengolah Data Bagian Kelima
• IC 74138 : 3 to 8 line decoders/demultiplexers (input aktif tinggi
output aktif rendah)
• IC 74139 : Dual 2 to 4 line decoders/demultiplexers (input aktif tinggi
output aktif rendah)
• IC 74141 : BCD to decimal decoders/driver (input aktif tinggi output
aktif rendah)
• IC 7446/47 : BCD to seven segment decoders driver (input aktif tinggi
output aktif rendah)
• IC 7448/49 : BCD to seven segment decoders driver(input/output aktif
tinggi aktif )
9. Soal
1. Buatlah rangkaian dalam dari IC 74138
2. Buatlah rangkaian dalam dari IC 7446
3. Buatlah rangkaian dalam dari IC 74139
2.
Elektronika Digital 1 5