RESUME
Arsitektur nusantara tidak salah kalau di katakan arsitektur desa, karena memang benar
arsitektur nusantara terdapat banyak di desa, di dalam musim kemarau dan hujan yang mutlak
harus di punyai adalah atap, atap bagaikan kepala dan topi kita, yang berikut nya juga di
punyai adalah geladah atau lantai, memang musim kemarau tidak di perlukan tanah nya
kering, beda cerita dengan musim hujan karena becek, jadi yang paling di perlukan adalah
atap dan geladah, dinding tidak mutlak, ini adalah akar arsitektur nusantara kita, jadi ketika
merancang kita merancang atap dan lantai itu baru sebuah bangunan.
Arsitektur itu wujud nya bermacam macam dan bentuk nya bermacam macam, dari
pengetahunya, waktu, tinjauan dan sejarah masing masing berbeda di dalam nya.
Dari segi pengetahuan arsitektur itu ada yang mengatakan seni membangun dan seni
bangunan, tapi semenjak 1700an di eropa muncul pengetahuan arsitektur adalah ilmu
membangun bangunan namun melihat ada perbedaan mendasar antara ilmu dan seni, ilmu
sebagai arsitektur beda dengan seni sebagai arsitektur, pada 1900 an muncul lagi pengetahuan
baru yaitu arsitektur membangun bangunan dan seni. Di zaman modern arsitektur adalah ilmu
membangun bangunan dan seni.
Ada Arsitektur eropa,amerika,pasifik,asia dan afrika, arsitektur amerika,eropa,australia
cendrung sama, pasifik berbeda, afrika berbeda maupun asia, dari sisi tempat ada eropa
amerika dan asia, ada 4 arsitektur pokok, asia sendiri ada arsitektur, jepang,cina,india, dan
Indonesia, tempat demi tempat berpotensi memunculkan arsitektur sendiri, dengan demikian
arsitektur tidak hanya satu tetapi banyak
Dari segi waktu juga sama ada arsitektur purba, di Indonesia salah satu nya gunung padang
atau goa goa yang ada lukisan nya, kalau eropa ada arsitektur classic, purba, dan modern,
tentu kamu memilih yang kiwari karena temporer.
Di zaman modern muncul laagi ilmu ilmu arsitektur baru atas dasar tema atas dasar pilihan
berpikir, arsitektur Indonesia itu adalah arsitektur tropis, tetapi arsitektur tropis tidak harus
Indonesia, semua yang terkena garis katulistiwa itu semua tropis, seperti india, afrika (kenya)
kuba di amerika tengah, dan kepulauan yang ada di amerika tengah, bahkan ada yang tropik
lemab, jadi kalau ngomongin arsitektur tropik itu tidak sinonim dan tidak sama dengan
arsitektur Indonesia, arsitektur Indonesia memang tropik tapi arsitektur tropik bukan
Indonesia, ada juga arsitektur berkelanjutan, bertema hijau dan banyak tema tema yang lain
Dari sejarah indonesia masa reformasi, orde lama, orde baru, hindia belanda, nusantara kayu,
batu. Eropa postmodern, modern, pramodern, neo klasik barok, renaisans.
Muncul nya arsitektur Indonesia menempatkan arsitektur dunia di kancah dunia, tidak ada
pilihan lain mengatakan arsitektur Indonesia adalah arsitektur dunia, tetapi sebagai anggota
arsitektur dunia pandangan orang Indonesia itu tidak sama, ada pihak yang mengatakan
artsitektur ini adalah urusan hari ini dan esok, dan orang yang berpikiran seeperti ini menolak
arsitektur nusantara, kita merancang tidak untuk merancang untuk masa lalu, kita merancang
untuk hari ini dan esok.