0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Prinsip Kerja Televisi dan Modulasi Sinyal

Dokumen ini menjelaskan prinsip kerja televisi, termasuk transmisi sinyal suara dan gambar melalui modulasi frekuensi (FM) dan amplitudo (AM). Terdapat penjelasan tentang saluran pemancar, proses kerja televisi hitam putih, serta teknik pemindahan gambar seperti interlaced scanning dan sinkronisasi. Selain itu, dibahas juga tentang aspek teknis seperti brightness dan contrast dalam penyajian gambar.

Diunggah oleh

jusman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan4 halaman

Prinsip Kerja Televisi dan Modulasi Sinyal

Dokumen ini menjelaskan prinsip kerja televisi, termasuk transmisi sinyal suara dan gambar melalui modulasi frekuensi (FM) dan amplitudo (AM). Terdapat penjelasan tentang saluran pemancar, proses kerja televisi hitam putih, serta teknik pemindahan gambar seperti interlaced scanning dan sinkronisasi. Selain itu, dibahas juga tentang aspek teknis seperti brightness dan contrast dalam penyajian gambar.

Diunggah oleh

jusman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul

Prinsip Kerja Televisi secara umum

Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang di tranmisikan
bersama sinyal gambar. Penyiaran telavisi sebenarnya menyerupai suara sistem radio tetapi
mencakup gambar dan suara. Sinyal suara di pancarkan oleh modulasi frekuensi (FM) pada
suatu gelombang terpisah dalam satu saluran pemancar yang sama dengan sinyal gambar.
Sinyal gambar termodulasi mirip dengan sistem pemancaran radio yang telah dikenal
sebelumnya. Dalam kedua kasus ini, amplitudo sebuah gelombang pembawa frekuensi radio
(RF) dibuat bervariasi terhadap tegangan pemodulasi. Modulasi adalah sinyal bidang
frekuensi dasar (base band).

Modulasi frekuensi (FM) digunakan pada sinyal suara untuk meminimalisasikan atau
menghindari derau (noise) dan interferensi. Sinyal suara FM dalam televisi pada dasarnya
sama seperti pada penyiaran radio FM tetapi ayunan frekuensi maksimumnya bukan 75 khz
melainkan 25 khz.

a. Saluran dan Standar Pemancar Televisi

Kelompok frekuensi yang di tetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk


tranmisi sinyalnya disebut saluran (chanel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6
MHz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran
televisi komersial.

1) VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ.
2) VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ.
3) UHF saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ.
Sebagai contoh, saluran 3 disiarkan pada 60 MHZ sampai 66 MHZ. Sinyal pembawa
RF untuk gambar dan suara keduanya termasuk di dalam tiap saluran tersebut.

b. Televisi Hitam Putih


a) Proses dan Prinsip Kerja TV Hitam Putih (Monochrome)
1) Isyarat listrik yg mewakili gambar disebut isyarat video, sedangkan isyarat audio
mewakili suara.
2) Isyarat video dari kamera monochrome dinyatakan dengan gelap & terang dengan
tingkat kegelapan yang berbeda-beda (grey-level).
3) Isyarat video yg menyatakan gelap-terang ini disebut isyarat luminansi (Y)
4) Isyarat video dilengkapi dengan isyarat pemadaman (blanking) dan sinkronisasi
yg menghasilkan isyarat video komposit (Ycomp)
5) Isyarat video komposit memodulasi AM terhadap isyarat pembawa gambar (fp)
6) Isyarat audio memodulasi FM terhadap isyarat pembawa suara (fa)

b) Spektrum Dasar Sinyal TV


1) Spektrum bidang dasar (baseband) TV hitam putih mempunyai BW 6 MHz
seperti yg digunakan di Indonesia & Sebagian besar Eropa.
2) Pada sistem penerima televisi hitam putih, sinyal composite video yang
terdiri dari sinyal video luminance ( hitam), sinyal video Chrominance
(warna), dan sinyal sinkronisasi, hanya diambil komponen Luminance (Y)
dan sinyal sinkronisasi saja.

c) Pembacaan Dan Penyajian Gambar


1) Di pemancar, kamera membaca gambar obyek titik demi titik dari kiri ke
kanan, dari atas ke bawah.
2) Di penerima, tabung gambar menyajikan gambar titik demi titik dari kiri ke
kanan, dari atas ke bawah sesuai urutan di pemancar.
3) Tanggapan mata manusia terlambat 1/18 detik bagi ”menghilangnya” suatu
gambar. Jika gambar ditampilkan > 18 kali/detik secara terputus-putus, akan
terkesan gambar tsb tertayang secara kontinyu
4) Di Eropa, Indonesia 25 frame/detik, di Amerika 30 frame/detik.
5) Menembakkan berkas elektron secara beruntun ke layar kamera (di pemancar)
atau ke tabung gambar (di penerima) ke arah titik obyek yang dituju (di
pemancar) atau ke titik tempat akan ditampilkannya gambar di layar tv (di
penerima).
6) Di Indonesia, Eropa layar terbagi 625 garis, di Amerika 525 garis

d) Interlaced Scanning
1) Proses menembak-nembakkan elektron di kamera maupun di tabung TV ke
titik-titik sesuai pola garis-garis sehingga menyapu seluruh permukaan
kamera/layar disebut pemayaran (Scanning)
2) 1 frame dapat dibagi menjadi garis-garis bernomor ganjil dan garis-garis
bernomor genap.
3) Scanning paling sederhana = menampilkan garis-garis 1,2,3,...m dan
mengulanginya n kali/detik
4) Pemayaran bersisipan (interlaced scanning) = scanning diawali dengan garis-
garis ganjil 1,3,5,.., dan dilanjutkan dengan garis-garis bernomor genap
2,4,6,..., Proses ini diulang-ulang n kali
5) Interlaced scanning dapat memperhalus tampilan gambar obyek di layar
karena obyek dengan n frame per/detik ditampilkan seolah olah 2n
frame/detik. Jadi jika n = 25 frame/detik, maka gambar seolah-olah
ditayangkan 50 frame/detik. (jauh diatas ambang mata manusia 18
frame/detik)
6) Di Indonesia digunakan m = 625 garis/frame, dan n = 25 frame/detik

e) Pemadaman (Blanking) Dan Sinkronisasi


1) Gerakan scanning elektron dari kiri ke kanan disebut trace horisontal.
2) Setelah sampai di kanan, elektron harus dikembalikan ke kiri à retrace / fly-
back horisontal
3) Gerakan dari atas ke bawah disebut trace vertikal
4) Gerakan elektron kembali dari tepi bawah ke atas disebeut retrace vertik
5) Pada setiap langkah balik (horisontal/vertikal) berkas elektron tidak boleh
membekas di layar sehingga harus dilakukan pemadaman (blanking)
6) Agar posisi gambar yang ditayangkan sesuai dengan obyek aslinya, maka
gerakan elektron di pengirim dan pemancar harus serempak/sinkron. à
sinkronisasi
7) Retrace harus berlangsung sesingkat mungkin. Namun retrace vertikal
membutuhkan waktu 20 garis. Maka 2 X 20 = 40 garis ”hilang” setiap frame.
Jadi jumlah garis tiap frame yg efektif dinikmati pemirsa sekitar 625 – 40 =
585 garis.
f) Raster

Iluminasi yang dihasilkan pada gambar layar tabung sebagai hasil


scanning elektron secara vertikal dan horizontal ketika tidak ada sinyal video
yang datang tabung katoda disebut raster. Hal ini juga dapat didefinisikan sebagai
pola iluminasi rektangular yang terbentuk pada layar tabung oleh pistol elektron
yang tidak termodulasi dan discan oleh sirkuit pembelok pada penerima.

g) Frekuensi Frame dan Bidang

Jumlah dari frame gambar lengkap yang dikirimkan setiap detiknya


dinamakan frekuensi frame dan jumlahnya adalah 25. dengan tujuan untuk
meminimalisasi efek flicker, satu frame gambar dikirimkan menjadi dua gambar
yang disebut dengan bidang. Pada satu bidang semua baris ganjil discan dan di
bidang yang lain kita scan semua baris genap. Oleh karena itu 50 gambar dari
bidang dikirimkan setiap detiknya. Jumlah dari bidang yang dikirimkan setiap
detiknya dinamakan frekuensi bidang dan jumlahnya adalah 50.

h) Brightness
Brightness dapat didefinisikan sebagai tingkat kecerahan latar belakang
pada saat pembentukan gambar kembali. Tingkat kecerahan yang dihasilkan oleh
pancaran elektron adalah suatu karakteristik dari parameter pancaran elektron
seperti intensitas, kecepatan, dsb. Oleh karena itu, brightness bergantung dari
tegangan anoda tabung gambar (menentukan kecepatan) dan prasikap grid katoda
(menentukan frekuensi).

i) Contrast

Perbedaan dalam intensitas dari bagian hitam dan putih dari gambar yang
dibentuk kembali disebut contrast. Dengan kata lain contrast memberi kita
pengertian seberapa banyak gelap pada bagia hitam dari sebuah gambar dibanding
denganbagia putih. Cara pakai yang lain, hal ini mengindikasikan mengenai
kecerahan pada bagian putih dibandingkan dengan tingkat kegelapan dari bagian
hitam. Lebih cerah pada bagian putih, maka juga lebih contras.
Contrast dapat divariasikan dengan mengubah – ubah amplitudo dari sinyal video
yang diberikan kepada gambar tabung katoda.

Anda mungkin juga menyukai