MAKALAH
COLLABORATIVE LEARNING
Dosen Pengampu:
Muhammad Ilham, S.S., [Link].
Oleh:
Kelompok 6
Arlina 2440602011
Alesia 2440602015
Donna Selvia 2440602034
Syifa Alfira 2440602046
PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2025
KATA PENGANTAR
Tarakan, 4 Mei 2025
Penulis,
Kelompok
PAGE \* MERGEFORMAT ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...........................................................................................
DAFTAR ISI.......................................................................................................II
BAB I PENDAHULUAN....................................................................................1
A. Latar Belakang..............................................................................................................
B. Batasan Masalah.................................................................................................
C. Rumusan Masalah..............................................................................................
D. Tujuan Makalah ...................................................................................................
E. Manfaat Makalah..................................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...............................................................................
A. judul................................................................................................................................
B. judul................................................................................................................................
C. judul................................................................................................................................
D. judul................................................................................................................................
E. judul................................................................................................................................
F. judul................................................................................................................................
BAB III PENUTUP...............................................................................................
A. Kesimpulan.............................................................................................................................
B. Saran.......................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................
PAGE \* MERGEFORMAT ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Batasan Masalah.
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Masalah
E. Manfaat Makalah
PAGE \* MERGEFORMAT ii
BAB II
PEMBAHASAN
A. Metode Pembelajaran Collaborative Learning
1. Pengertian Metode Pembelajaran
Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang
sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara
optimal (Sanjaya, 2008). Menurut Rianto (2006) metode pembelajaran merupakan cara
yang memungkinkan peserta didik memperoleh kemudahan dalam rangka
mempelajari/membahas bahan ajar yang disampaikan oleh guru sebagai sarana
mewujudkan ketercapaian kompetensi. Berdasarkan pendapat tersebut dapat
disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah sebuah upaya yang digunakan dalam
proses pembelajaran untuk menerapkan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan
nyata untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Kedudukan metode dalam kegiatan pembelajaran untuk membangun kondisi
yang memudahkan peserta didik dalam belajar sehingga dapat mewujudkan
ketercapaian kompetensi yang diharapkan secara efektif, efisien, dan seoptimal
mungkin. Fungsi metode dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan kondisi
pembelajaran yang memungkinkan peserta didik memperoleh kemudahan dalam
mempelajari bahan ajar (Rianto, 2006).
Seorang guru memiliki peran penting dalam mewujudkan pembelajaran yang
efektif, salah satu cara agar bisa mewujudkan pembelajaran efektif guru harus mampu
memilih metode pembelajaran yang sesuai agar tujuan pembelajaran tercapai. Dalam
memilih metode ada beberapa hal yang harus diperhatikan menurut Nurhidayati
(2011), yaitu:
1. Tujuan pembelajaran, selain kompetensi sesuai bidang studi juga perlu
dikembangkan pendidikan karakter
2. Karakteristik materi pembelajaran
3. Jenis/bentuk kegiatan
4. Ukuran kelas
5. Kepribadian dan kemampuan guru
6. Karakteristik siswa
7. Waktu
8. Sarana dan prasarana yang tersedia.
Dengan memperhatikan hal-hal di atas seorang guru akan mampu memilih
metode pembelajaran yang cocok agar tujuan pembelajaran tercapai seperti yang
diinginkan.
PAGE \* MERGEFORMAT ii
2. Collaborative Learning
a. Pengertian Collaborative Learning
Collaborative learning merupakan istilah umum untuk berbagai pendekatan
pendidikan yang melibatkan usaha intelektual bersama oleh siswa atau siswa dan guru
secara bersama-sama. Biasanya siswa berkerja di dalam grup dua orang atau lebih,
saling memberi pengertian, solusi, makna, atau menciptakan sebuah produk.
Menurut MacGregor (1990) collaborative learning adalah suatu pendekatan
pengajaran dan pembelajaran yang melibatkan kelompok peserta didik yang bekerja
sama untuk mememecahkan masalah, menyelesaikan tugas atau membuat suatu
produk. Di ruang lingkup kegiatan collaborative learning peserta didik ditantang baik
secara emosional maupun sosial saat mereka mendengarkan perspektif yang berbeda,
dan diminta untuk mengartikulasikan dan membela gagasan mereka (Marjan,
2012:491). Dibidang pendidikan, collaborative learning dimaksudkan untuk
mengembangkan pengajaran yang paling efektif bagi jumlah siswa yang paling banyak
(Pugach & Johnson, 1995:178).
Dari pemaparan teori di atas dapat disimpulkan bahwa metode collaborative learning
adalah metode belajar yang mengharuskan siswa 7 untuk belajar secara berkelompok.
Siswa diharapkan mampu menerima opini dan saran dari teman, sehingga mampu
mememecahkan permasalahan bersama-sama dan dapat menjalin komunikasi dengan
baik saling menghargai dan menghormati selama pembelajaran.
Johnson & Johnson (1990) mengungkapkan lima poin faktor dasar dalam
collaborative learning. Diantaranya :
1. Saling ketergantungan; Anggota tim diwajibkan saling bergantung satu sama
lain untuk mencapai tujuan. Jika ada anggota tim yang gagal melakukan peran mereka,
maka setiap anggota harus menerima konsekuensinya. Anggota harus percaya bahwa
mereka terikat dengan orang lain dengan cara memastikan bahwa mereka semua akan
berhasil bersama.
2. Interaksi yang cukup; Anggota saling membantu dan saling mendorong
untuk belajar. Mereka menjelaskan apa yang mereka pahami dengan mengumpulkan
dan berbagi pengetahuan. Setiap anggota kelompok harus secara aktif memberikan
feedback, menantang satu sama lain untuk memberikan kesimpulan dan pemikirannya,
dan yang paling penting saling mengajar dan saling mendorong.
3. Pertanggungjawaban diri sendiri dan tanggung jawab pribadi; Semua siswa
dalam kelompok bertanggung jawab atas pekerjaan mereka dan untuk menguasai
semua materi yang akan dipelajari.
PAGE \* MERGEFORMAT ii
4. Keterampilan sosial; Siswa didorong dan dibantu untuk mengembangkan dan
melatih keterampilan membangun kepercayaan, kepemimpinan, pengambilan
keputusan, komunikasi, dan manajemen konflik.
5. Evaluasi kelompok; Anggota tim menetapkan tujuan kelompok, menilai
secara berkala apa yang mereka lakukan sudah dilakukan dengan baik, dan
mengidentifikasi perubahan untuk bisa lebih baik kedepannya dan bisa digunakan
dengan baik.
B. Langkah-langkah pembelajaran Collaborative Learning
Menurut Farida (2010) langkah-langkah collaborative learning adalah sebagai
berikut:
1) Siswa dalam kelompok menetapkan tujuan belajar dan membagi tugas
sendiri-sendiri
2) Semua siswa dalam kelompok membaca, berdiskusi, dan menulis
3) Siswa dalam kelompok mengerjakan tugas atau masalah dalam lembar kerja
4) Siswa dalam kelompok menyepakati hasil diskusi
5) Guru menunjuk salah satu kelompok secara acak (selanjutnya diupayakan
agar semua kelompok dapat giliran ke depan) untuk melakukan presentasi hasil
diskusi kelompok di depan kelas, siswa pada kelompok lain mengamati,
mencermati, membandingkan hasil presentasi tersebut, dan menanggapi
6) Siswa dalam kelompok melakukan revisi (bila diperlukan) terhadap laporan
yang akan dikumpulkan
7) Laporan dikumpulkan
8) Laporan siswa dikoreksi, dikomentari, dinilai, dikembalikan pada pertemuan
berikutnya, dan didiskusikan
C. Teknik Collaborative Learning
Berikut ini adalah beberapa teknik collaborative learning yang diadaptasi dari Barkley,
Cross dan Major (2005) .
1. Teknik Diskusi
a. Think pair share tujuan dilakukannya think pair share adalah
meningkatkan partisipasi siswa dalam berinteraksi dan mengemukakan
pendapat atau gagasan pengetahuan untuk dapat dibagi dengan teman. Ada tiga
9 tahap yang digunakan dalam think pair share yaitu tahap pertama siswa
harus berfikir sendiri selama beberapa menit tentang tugas yang diberikan oleh
guru, tahap kedua siswa mengungkapkan pendapat atau gagasannya kepada
pasangannya dan berdiskusi, tahap terahir siswa mengungkapkan pendapat
PAGE \* MERGEFORMAT ii
atau gagasannya di depan teman sekelas. Barragato (2015) menjelaskan bahwa
think pair share merupakan teknik penilaian formatif sederhana yang efektif
yang dapat membantu kebingungan siswa dalam proses belajar. Sehingga
kegiatan ini dapat memberi siswa kesempatan untuk bekerja sama dengan
teman untuk membangun pembelajaran mereka.
b. Round robin yaitu kegiatan yang mana guru memberikan masalah
lalu siswa mengemukakan idenya dan dilakukan secara bergilir, sehingga setiap
siswa akan memiliki kesempatan untuk berbicara.
c. Buzz groups diskusi pada satu kelompok besar kemudian dibagi
menjadi kelompok kecil terdiri dari 4 6 orang anggota untuk mendiskusikan
masalah tertentu dalam waktu yang singkat.
d. Talking chips yaitu kegiatan yang dapat mendorong siswa lebih aktif
dalam kelas dan kelompok sehingga setiap siswa memiliki kesempatan
berpartisipasi dalam mengungkapkan ide mereka.
e. Three step interview yaitu kegiatan saling mewawancarai dan
melaporkan hasil dari apa yang telah mereka pelajari pada pasangan lain.
f. Critical debates yaitu kegiatan siswa saling berargumen dengan
pendapat masing-masing dengan topik tertentu untuk meningkatkan
kemampuan berfikir kritis dan kemampuan berbicara siswa.
2. Teknik Pengajaran Timbal-Balik
a. Note taking pair teknik yang memberikan kegiatan terstrukruktur
pada siswa untuk mengumpulkan informasi, mengisi kekosongan, memeriksa
dan mengoreksi kesalahan, serta saling membantu satu sama lain untuk belajar
mencatat dengan baik. (Barkley, 2014)
b. Learning cell kegiatan siswa berpasangan lalu saling bertanya dan
menjawab secara bergantian berdasarkan materi yang sama.
c. Fishbowl diskusi dengan format lingkaran dengan kelompok kecil
tugasnya memberikan jawaban pertanyaan dan kelompok lain menjadi
pendengar dan memberikan pertanyaan kepada kelompok kecil.
d. Role play kegiatan yang mengharuskan siswa untuk berperan sebagai
tokoh hidup atau benda mati untuk mengembangkan imajinasi siswa. Kegiatan
ini juga membantu siswa dalam memahami skenario, meningkatkan motivasi
belajar siswa dalam pembelajaran meningkatkan kreativitas siswa dan
kemampuan belajar siswa.
e. Jigsaw kegiatan pembelajaran dengan menggunakan kelompok kecil
dengan mengembangkan pengetahuan dengan topik tertentu kemudian
diajarkan ke siswa lain.
PAGE \* MERGEFORMAT ii
f. Test taking team melakukan persiapan ujian secara berkelompok,
kemudian melakukan ujian individu dan kemudian melanjutkan dengan
mengerjakan tugas bersama.
3. Teknik Pemecahan Masalah
a. Send a problem kegiatan yang mana siswa mencoba memecahkan
masalah sebagai sebuah kelompok. Setiap kelompok memiliki masalah yang
berbeda kemudian mencari solusi dengan kelompok lain, terakhir kelompok
menganalisis dan mengavaluasi respons dari kelompok lain dan
mempresentasikan solusi terbaik di depan kelas.
4. Teknik Untuk Menulis
a. Peer editing kegiatan diskusi secara berpasangan dengan meninjau
dan memberikan feedback terhadap esai atau karangan teman. Penelitian ini
menggunakan teknik untuk menulis yaitu peer editing. Mata kuliah tsushin
merupakan mata kuliah mengarang seperti yang sudah dijelaskan pada bab
sebelumnya. Teknik peer editing digunakan karena teknik ini merupakan
teknik yang digunakan untuk memberikan feedback terhadap esai atau
karangan, hal ini sesuai dengan tema penelitian.
D. Tujuan Metode Collaborative Learning
Tujuan utama penggunaan metode collaborative learning menurut
Armiati dalam Lianasari (2012) adalah sebagai berikut:
1) Fokus pada belajar yang aktif
2) Membangun skill menulis dan komunikasi lisan
3) Memberikan tanggungjawab belajar secara eksplisit
4) Memperjelas peran pengajar sebagai fasilitator dan mentor
5) Dapat mencakup materi lebih banyak atau lebih baik (untuk materi
yang sama)
6) Membangun rasa percaya diri dan mandiri pada siswa
7) Memiliki pengalaman bekerja secara kelompok
8) Mendukung peer review
Berdasarkan tujuan penggunaan metode collaborative learning di atas dapat
disimpulkan bahwa collaborative learning bertujuan untuk membuat siswa lebih aktif
dalam pembelajaran, mampu bekerja secara kelompok dan memperjelas bahwa peran
pengajar sebatas fasilitator atapun mentor.
PAGE \* MERGEFORMAT ii
E. Manfaat Collaborative Learning
Marjan dan Seyed (2012:487-488) merangkum manfaat collaborative learning
menjadi empat kategori; sosial, psikologi, akademik dan penilaian;
1. Manfaat sosial
a. Collaborative learning membantu mengembangkan sistem dukungan
sosial bagi peserta didik
b. Collaborative learning mengarah untuk membangun pemahaman
keragaman di kalangan siswa dan staff
c. Collaborative learning membentuk suasana positif dan berlatih
bekerja sama d. Collaborative learning belajar.
2. Manfaat Psikologis
a. mengembangkan komunitas Siswa berpusat pada meningkatkan
penghargaan diri
b. Kerja sama mengurangi kecemasan
c. Collaborative learning terhadap guru.
3. Manfaat Akademik
a. mengembangkan sikap positif Collaborative learning
mengembangkan keterampilan berfikir kritis
b. Melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran
c. Hasil kelas meningkat
d. Model teknik pemecahan masalah siswa yang tepat
e. Kuliah besar bisa dipersonalisasikan
f. Collaborative learning dapat membantu memotivasi siswa dalam
rencana pembelajaran tertentu
4. Alternatife Teknik Penilaian Siswa dan Guru
a. Teknik pengajaran kolaboratif menggunakan beragam penilaian.
Berdasarkan manfaat di atas dapat disimpulkan bahwa collaborative
learning memiliki banyak manfaat yang dapat membantu siswa dalam
membangun kegiatan sosial di dalam kelas maupun di luar kelas,
mempengaruhi siswa dalam mengembangkan sikap positif, mampu secara aktif
dan berfikir kreatif dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil
belajar. Semua itu dapat diraih karena siswa saling membantu dan
membutuhkan.
PAGE \* MERGEFORMAT ii
F. Kelebihan Collaborative Learning
Menurut Farida dalam Lianasari (2012) keunggulan collaborative learning
yaitu: Dasar dari pembelajaran dengan menggunakan metode collaborative learning
adalah teori interaksional yang memandang belajar sebagai suatu proses membangun
makna melalui sosial. Menurut Gunawan dalam Farida dalam Lianasari (2012) yaitu
keunggulan dalam pembelajaran dengan menggunakan metode collaborative learning
adalah pencapaian akademik tinggi, pemahaman mendalam terhadap materi, belajar
yang menyenangkan, serta mengembangkan keterampilan leadership.
G. Kekurangan Collaborative Learning
Di samping berbagai kelebihan yang dimiliki, metode collaborative learning
juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan dalam penerapannya.
Kekurangan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Ketergantungan antaranggota
Keberhasilan kelompok sangat dipengaruhi oleh kerja sama semua anggota. Apabila
ada siswa yang tidak aktif, maka tugas kelompok menjadi tidak seimbang.
2. Perbedaan tingkat kemampuan
Siswa yang lebih unggul sering kali menanggung beban lebih besar, sementara siswa
yang kurang mampu cenderung hanya mengikuti alur diskusi tanpa benar-benar
memahami materi.
3. Munculnya konflik internal
Perbedaan cara berpikir, pandangan, maupun gaya belajar antara anggota dapat
menimbulkan perselisihan yang menghambat kelancaran kerja kelompok.
4. Membutuhkan durasi belajar lebih panjang
Proses diskusi kelompok biasanya memerlukan waktu yang relatif lama karena setiap
anggota diberikan kesempatan untuk mengemukakan pendapat.
5. Evaluasi individu yang kurang objektif
Hasil pembelajaran bersifat kolektif, sehingga guru sulit menilai kontribusi masing-
masing siswa secara adil dan akurat.
6. Dominasi anggota tertentu
Tidak jarang dalam sebuah kelompok terdapat satu atau dua orang yang lebih
mendominasi pembahasan, sehingga anggota lain menjadi kurang terlibat aktif.
PAGE \* MERGEFORMAT ii
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode Collaborative Learning (CL) merupakan strategi pembelajaran berbasis kerja
sama kelompok yang mendorong siswa untuk aktif berdiskusi, saling memberi
masukan, serta bertanggung jawab atas hasil belajar bersama. Pendekatan ini tidak
hanya meningkatkan pemahaman akademik, tetapi juga keterampilan sosial,
komunikasi, kepemimpinan, dan berpikir kritis, sementara guru berperan sebagai
fasilitator. Metode ini mendapat respon positif karena mampu meningkatkan motivasi,
kemandirian, serta kualitas belajar, meskipun mahasiswa tetap menginginkan arahan
guru sebagai pendamping.
Pembelajaran kolaboratif adalah pendekatan pengajaran yang menekankan kerja sama
antar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. Ini melibatkan siswa yang
bekerja dalam kelompok untuk memecahkan masalah, menyelesaikan tugas, atau
membuat produk, dengan setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas kontribusi
mereka. Keberhasilan pembelajaran kolaboratif bergantung pada interaksi positif,
saling ketergantungan, dan akuntabilitas individu dalam kelompok.
[Link]
PAGE \* MERGEFORMAT ii
DAFTAR PUSTAKA
PAGE \* MERGEFORMAT ii
PAGE \* MERGEFORMAT ii
PAGE \* MERGEFORMAT ii