MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
Nama Penyusun : FITRI SUCIATI, [Link]
Nama Sekolah : SD NEGERI 11 MENGKIRAU
Mata Pelajaran : ILMU PENGETAHUAN ALAM & SOSIAL
( IPAS)
Fase C, Kelas / Semester : VI (Enam) / I (Ganjil) & II ( Genap )
IDENTITAS UMUM
Identitas Modul:
Nama Penyusun Fitri Suciati, [Link]
Satuan Pendidikan SD Negeri 11 Mengkirau
Kelas / Semester VI / 1
Mata pelajaran IPAS
Materi Pokok Bab 2- Cerita tentang Indonesia Kita
Tahun Pelajaran 2025/2026
Alokasi waktu 27 JP
Fase C
Capaian Pembelajaran
Pemahaman IPAS (sains dan sosial)
Ilmu pengetahuan mengambil peran penting dalam mengembangkan teori-teori yang membantu kita
memahami bagaimana dunia kita bekerja. Lebih jauh lagi, ilmu pengetahuan telah membantu kita
mengembangkan teknologi dan sistem tata kelola
yang mendukung terciptanya kehidupan yang lebih baik. Dengan menguasai ilmu pengetahuan
kita dapat melakukan banyak hal untuk menyelesaikan permasalahan atau menghadapi tantangan
yang ada.
Memiliki pemahaman IPAS merupakan bukti ketika seseorang memilih dan mengintegrasikan
pengetahuan ilmiah yang tepat untuk menjelaskan serta memprediksi suatu fenomena atau fakta dan
menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi yang berbeda. Pengetahuan ilmiah ini berkaitan
dengan fakta, konsep, prinsip, hukum, teori dan model yang telah ditetapkan oleh para ilmuwan.
Keterampilan proses
Dalam profil Pelajar Pancasila, disebutkan bahwa peserta didik Indonesia yang bernalar kritis mampu
memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif secara objektif, membangun keterkaitan
antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi, dan menyimpulkannya. Dengan
memiliki keterampilan proses yang baik maka profil tersebut dapat dicapai.
Keterampilan proses adalah sebuah proses intensional dalam melakukan diagnosa terhadap situasi,
memformulasikan permasalahan, mengkritisi suatu eksperimen dan menemukan perbedaan dari
alternatif-alternatif yang ada, mencari opini yang dibangun berdasarkan informasi yang kurang
lengkap, merancang investigasi, menemukan informasi, menciptakan model, mendebat rekan
sejawat menggunakan fakta, serta membentuk argumen yang koheren (Linn, Davis, & Bell 2004).
Inkuiri sangat direkomendasikan sebagai bentuk pendekatan dalam pengajaran karena hal ini terbukti
membuat peserta didik lebih terlibat dalam pembelajaran (Anderson, 2002).
Dalam pengajaran IPAS, terdapat dua pendekatan pedagogis: pendekatan deduktif dan induktif
(Constantinou [Link], 2018). Peran guru dalam pendekatan deduktif adalah menyajikan suatu konsep
berikut logika terkait dan memberikan contoh penerapan. Dalam pendekatan ini, peserta didik
diposisikan sebagai pembelajar yang pasif (hanya menerima materi). Sebaliknya, dalam pendekatan
induktif, peserta didik diberikan kesempatan yang lebih leluasa untuk melakukan observasi,
melakukan eksperimen dan dibimbing oleh guru untuk membangun konsep berdasarkan
pengetahuan yang dimiliki (Rocard, [Link]., 2007).
Pembelajaran berbasis inkuiri memiliki peran penting dalam pendidikan sains (e.g. Blumenfeld et al.,
1991; Linn, Pea, & Songer, 1994; National Research Council, 1996; Rocard et al., 2007). Hal ini
didasarkan pada pengakuan bahwa sains secara esensial didorong oleh pertanyaan, proses yang
terbuka, kerangka berpikir yang dapat dipertanggungjawabkan, dan dapat diprediksi. Oleh karenanya
peserta didik perlu mendapatkan pengalaman personal dalam menerapkan inkuiri saintifik agar aspek
fundamental IPAS ini dapat membudaya dalam dirinya (Linn, Songer, & Eylon, 1996; NRC, 1996).
Menurut Ash (2000) dan diadopsi dari Murdoch (2015), sekurang-kurangnya ada enam keterampilan
inkuiri yang perlu dimiliki peserta didik.
Mengamati
Mengamati sebuah fenomena dan peristiwa merupakan awal dari proses inkuiri yang akan terus
berlanjut ke tahapan berikutnya. Pada saat melakukan pengamatan, peserta didik memperhatikan
fenomena dan peristiwa dengan saksama, mencatat, serta membandingkan informasi yang
dikumpulkan untuk melihat persamaan dan perbedaannya. Pengamatan bisa dilakukan langsung
atau menggunakan instrumen lain seperti kuesioner, wawancara.
Mempertanyakan dan memprediksi
Peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui pada saat
melakukan pengamatan. Pada tahap ini peserta didik juga menghubungkan pengetahuan yang
dimiliki dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari sehingga bisa memprediksi apa yang akan
terjadi dengan hukum sebab akibat.
Merencanakan dan melakukan penyelidikan Setelah mempertanyakan dan membuat prediksi
berdasarkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki, peserta didik membuat
rencana dan menyusun langkah-langkah operasional berdasarkan referensi yang benar. Peserta
didik dapat menjawab pertanyaan dan membuktikan prediksi dengan melakukan penyelidikan.
Tahapan ini juga mencakup identifikasi dan inventarisasi faktor-faktor operasional baik internal
maupun eksternal di lapangan yang mendukung dan menghambat
kegiatan. Berdasarkan perencanaan tersebut peserta didik mengambil data dan melakukan
serangkaian tindakan yang dapat digunakan untuk mendapatkan temuan-temuan.
Memproses, menganalisis data dan informasi Peserta didik memilih dan mengorganisasikan
informasi yang diperoleh. Ia menafsirkan informasi yang didapatkan dengan jujur dan
bertanggung jawab. Selanjutnya, menganalisis menggunakan alat dan metode yang tepat, menilai
relevansi informasi yang ditemukan dengan mencantumkan referensi rujukan, serta menyimpulkan
hasil penyelidikan.
Mengevaluasi dan refleksi
Pada tahapan ini peserta didik menilai apakah kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tujuan yang
direncanakan atau tidak. Pada akhir siklus ini, peserta didik juga meninjau kembali proses belajar
yang dijalani dan hal-hal yang perlu dipertahankan dan/atau diperbaiki pada masa yang akan datang.
Peserta didik melakukan refleksi tentang bagaimana pengetahuan baru yang dimilikinya dapat
bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar dalam perspektif global untuk masa
depan berkelanjutan.
Mengomunikasikan hasil
Peserta didik melaporkan hasil secara terstruktur melalui lisan atau tulisan, menggunakan bagan,
diagram maupun ilustrasi, serta dikreasikan ke dalam media digital dan non-digital untuk mendukung
penjelasan. Peserta didik lalu mengomunikasikan hasil temuannya dengan mempublikasikan hasil
laporan dalam berbagai media, baik digital dan atau non digital. Pelaporan dapat dilakukan
berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Keterampilan proses tidak selalu merupakan urutan langkah, melainkan suatu siklus yang dinamis
yang dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan dan kemampuan peserta didik.
Profil Pelajar Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan dalam dalam Fase ini adalah
Pancasila dimensi Mandiri dan Gotong Royong.
Sarana dan Laptop
prasarana, Media: Sumber Belajar:
Buku Teks
Target Peserta didik Peserta didik reguler
Jumlah Peserta Didik 30
Model Pembelajaran Discovery learning
Metode Demonstrasi
B. KEGIATAN INTI
DESKRIPSI Pada bab ini, peserta didik akan mengenal sejarah negara Indonesia
yang dimulai dari kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Nusantara
sampai perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan para penjajah
meraih kemerdekaan. Melalui kegiatan literasi dan diskusi peserta didik
diharapkan mampu mengenali sejarah bangsanya. Selain itu, peserta
didik juga diharapkan dapat memetakan informasi dan menceritakan
kembali sejarah bangsa Indonesia yang digambarkan dalam bentuk lini
masa. Pada akhir pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu
merefleksikan cerita sejarah bangsa Indonesia baik dari tokoh,
periodisasi, dan kronologi kejadian. Peserta didik dapat meneladani
tokoh dan semangat perjuangan bangsa Indonesia mencapai
kemerdekaan dalam kehidupannya sehari-hari.
Pada proyek akhir bab ini, peserta didik akan membuat pagelaran seni
pertunjukan berupa drama kolosal terkait “Perjuangan para Pejuang”
yang bisa dikaitkan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan
SBdP. Dari pengalaman ini, peserta didik bisa merasakan semangat
gotong royong dan kerja sama sebagai bentuk refleksi perjuangan para
pahlawan.
Kosa Kata Baru Nusantara, gold , glory gospel , lini masa, intervensi, kebijakan,
romusha, proklamasi
Tujuan Pembelajaran Mengenal sejarah, baik tokoh maupun periodisasinya di Indonesia
serta menghubungkan dengan konteks kehidupan saat ini.
Menceritakan kembali bagaimana perjuangan bangsa Indonesia
melawan imperialisme dan mencapai kemerdekaan.
Merefleksikan semangat juang para pahlawan dan meneladani
perjuangan pahlawan yang diimplementasikan dalam tindakan nyata di
kehidupan sehari-hari.
Pemahaman materi Membaca (memahami isi teks bacaan).
Melakukan observasi.
Mengidentifikasi.
Berpikir sistematis (merunutkan kejadian secara kronologis).
Menganalisis.
Daya abstraksi (menuangkan apa yang dilihat dalam bentuk tulisan).
Berkomunikasi (menceritakan kembali pengalaman, mendengar cerita
teman sebaya).
Kegiatan Keluarga
Mari kita libatkan keluarga untuk menyelaraskan suasana belajar di
rumah dengan sekolah. Untuk mendukung proses belajar peserta didik
saat belajar tema ini, keluarga bisa mengajak peserta didik untuk
melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
Jika di daerah tempat tinggal terdapat tempat bersejarah atau museum,
peserta didik bisa diajak melakukan studi sejarah di tempat tersebut.
Jika di daerah tempat tinggalnya terdapat taman makam pahlawan,
peserta didik bisa diajak berziarah untuk mendoakan para pahlawan
yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan negara
Indonesia.
Jika terdapat perpustakaan atau Taman Bacaan Masyarakat di dekat
tempat tinggal, peserta didik dapat diajak berkunjung dan mencari
referensi yang berhubungan dengan sejarah perjuangan bangsa
Indonesia dalam melawan penjajah.
Jika memiliki fasilitas internet, keluarga bisa mengunduh informasi atau
video terkait sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan
penjajah.
Berikan ruang untuk keluarga dapat berkonsultasi dengan guru apabila
mengalami hambatan atau kendala dalam melakukan kegiatan-
kegiatan di atas.
Bahan materi BUKU IPAS KELAS VI Kurikulum Merdeka, Kementrian Pendidikan
Dan kebudayaan tahun 2022
Pertanyaan Pemantik Apa maksud kedatangan bangsa-bangsa asing ke wilayah Indonesia?
Bagaimana cara bangsa-bangsa asing menguasai wilayah Indonesia?
Bagaimana kondisi masyarakat Indonesia setelah kedatangan bangsa-
bangsa asing?
Persiapan Apabila memungkinkan guru menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik
Pembelajaran (LKPD).
Guru menyiapkan bahan bacaan tentang materi yang diajarkan
PEMBELAJARAN PENGENALAN TEMA (2 Jam Pelajaran)
Tujuan Unit Peserta didik melakukan aktivitas yang berkaitan dengan tema
pembelajaran sebagai perkenalan.
Peserta didik mengetahui apa yang ingin dan akan dipelajari di bab ini.
Peserta didik membuat rencana belajar.
Pendahuluan Guru mengajak peserta didik berdoa dengan bimbingan Guru untuk
menambah keimananan dan wawasan pengetahuan
Guru meminta pelajar secara berpasangan mendiskusikan, tentang
materi yang sudah diketahui, mana yang menurut mereka paling
menarik dan ingin diketahui lebih lanjut.
Guru membahas daftar kata baru yang sudah dicatat peserta didik,
kemudian memberi kesempatan pelajar untuk menuliskan pertanyaan-
pertanyaan yang terlintas setelah membaca tentang materi yang
dipelajari
Aktivitas Kegiatan Inti
Mengamati Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati,
membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan
bahan bacaan terkait materi :
Cerita tentang Indonesia kita
Menanya Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak
mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual
sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus
tetap berkaitan dengan materi yang diajarkan.
Cerita tentang Indonesia kita
Mengekplorasi/ Peserta didik bersama orang tua mendiskusikan, mengumpulkan
menalar informasi, kemudian melalaui siswa mempresentasikan ulang, dan
saling bertukar informasi dengan siswa lain mengenai materi yang
diajarkan
Cerita tentang Indonesia kita
Mengasosiasi/ Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu
mencoba secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang
dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu
yang mempresentasikan
Cerita tentang Indonesia kita
Mengomunikasikan Peserta didik dan guru melakukan tanya jawab terkait materi yang
belum dipahami.
Guru dan peserta didik membuat kesimpulan terkait materi yang telah
dipelajari.
Cerita tentang Indonesia kita
Kegiatan Akhir
Penutup (10 Menit) Peserta didik membuat rangkuman/simpulan [Link] point-
point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru
dilakukan
Guru membuat rangkuman/simpulan [Link] point-point
penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru
dilakukan
ASESMEN
Pembelajaran Diferensiasi
Untuk siswa yang berminat belajar dan mengeksplorasi topik ini lebih jauh, disarankan untuk
membaca materi menganalisis tata cara thaharah dari berbagai referensi dan literatur lain yang
relevan.
Guru dapat menggunakan alternatif metode dan media pembelajaran sesuai dengan kondisi
masing-masing agar pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan (joyfull learning)
sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Untuk siswa yang kesulitan belajar topik ini, disarankan untuk belajar kembali tata cara pada
pembelajaran di dalam dan atau di luar kelas sesuai kesepataan antara guru dengan siswa.
Siswa juga disarankan untuk belajar kepada teman sebaya.
Asesmen
Asesmen Awal
Untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan peserta didik, guru memberikan pertanyaan
kepada peserta mengenai materi yang telah dipelajari baik secara lisan maupun tulis.
Contoh istrumen:
Apa yang kamu ketahui tentang materi yang telah dipelajari ?
Pemetaan Penguasaan Kompetensi Peserta didik hasil asesmen awal
No. Kompetensi dan Lingkup Materi Sudah (%) Belum (%)
1
2
3
4
5
Tindak lanjut hasil asesmen awal
No. Soal
No Nama 1 2 3 4 5 Nilai Tindak Lanjut
1 Abdan Rafi’i diberi referensi agar dibaca
di rumah
2 Abdi Azka
Ramadhan
3 Ahmad Abid
4 Ahmad Sajid
5 Alifa
Khairinnisa
6 Aryadi
7 Dina Nur Aqila
8 Dwi Mutia Putri
9 Fakhri Afdhal
10 Febrian
Dharma Y
11 Firman Saputra
12 Fitra Zafran
Edsaf
13 Fitri Zahran
Edsaf
14 Hafiza Khaira
Lubna
15 M. Faqih Abdur
Rahman
16 M. Firmansyah
17 M. Naufal Nur
A
18 M. Nazilul
Akmal
19 Marsya
Zhufairoh
20 M. Azka Aldric
21 M. Azka Mulia
22 Muhammad
Shodiq
23 Nadya Alyssa
24 Nazatul Najwa
25 Raiva Husna
26 Rifqi Risqullah
27 Ummi Atul B
28 Viya
Khairinniswa
29 Zulvan Saputra
30 Fitri Nurhafizah
dst
Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Asesmen formatif dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung, khususnya
saat siswa melakukan kegiatan diskusi, presentasi dan refleksi tertulis.
Teknik Asesmen : Observasi, Unjuk Kerja
Bentuk Instrumen : Pedoman/lembar observasi
Lembar kerja pengamatan kegiatan pembelajaran dengan metode tanya jawab dan tikraran
No Nama Siswa Aspek yang diamati Skor
Ide/gagasan Aktif Kerjasama 1 2 3 4
1 Abdan Rafi’i
2 Abdi Azka
Ramadhan
3 Ahmad Abid
4 Ahmad Sajid
5 Alifa
Khairinnisa
6 Aryadi
7 Dina Nur
Aqila
8 Dwi Mutia
Putri
9 Fakhri
Afdhal
10 Febrian
Dharma Y
11 Firman
Saputra
12 Fitra Zafran
Edsaf
13 Fitri Zahran
Edsaf
14 Hafiza
Khaira
Lubna
15 M. Faqih
Abdur
Rahman
16 M.
Firmansyah
17 M. Naufal
Nur A
18 M. Nazilul
Akmal
19 Marsya
Zhufairoh
20 M. Azka
Aldric
21 M. Azka
Mulia
22 Muhammad
Shodiq
23 Nadya
Alyssa
24 Nazatul
Najwa
25 Raiva
Husna
26 Rifqi
Risqullah
27 Ummi Atul B
28 Viya
Khairinniswa
29 Zulvan
Saputra
30 Fitri
Nurhafizah
Nilai = skor x 25
Assesmen Sumatif
Asesmen Pengetahuan Teknik Asesmen:
Tes : Tertulis
Non Tes : Observasi
Bentuk Instrumen:
Asesmen tidak tertulis: Daftar pertanyaan
Asesmen tertulis : Jawaban singkat
Asesmen Keterampilan
Teknik Asesmen : Kinerja
Bentuk Instrumen : Lembar Kinerja
Pengayaan
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai kompetensi dan tujuan
pembelajaran.
Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih variatif dengan menambah keluasan dan
kedalaman materi yang mengarah pada high order thinking
Program pengayaan dilakukan di luar jam belajar efektif.
Remedial
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran
Guru melakukan pembahasan ulang terhadap materi yang telah diberikan dengan cara/metode yang
berbeda untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih memudahkan peserta didik dalam memaknai
dan menguasai materi ajar misalnya lewat diskusi dan permainan.
Program remedial dilakukan di luar jam belajar efektif.
Refleksi Peserta didik
Pertanyaan refleksi Jawaban Refleksi
Bagian manakah yang menurut kamu hal paling sulit
dari pelajaran ini?
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki
hasil belajarmu?
Kepada siapa kamu akan meminta
bantuan untuk memahami pelajaran ini?
Jika kamu diminta untuk memberikan bintang 1
sampai 5, berapa bintang yang akan kamu berikan
pada usaha yang telah kamu lakukan?
Apakah kamu sudah dapat mempraktikkan tata cara
wudhu dengan benar?
Refleksi Guru
Pertanyaan kunci yang membantu guru untuk merefleksikan kegiatan pengajaran di kelas,
misalnya:
Bagaimana membuat peserta didik merasa nyaman di sekolah?
Bagaimana membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik?
Apa saja kesulitan yang dialami guru
Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran?
Kesulitan apa yang dialami peserta didik?
Apa langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki proses belajar?
Apakah kegiatan pembelajaran dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritis pada diri siswa?
UJI PEMAHAMAN
A. Kedatangan Bangsa-Bangsa Eropa
1. Apa tujuan bangsa Eropa datang ke Indonesia?
2. Mengapa bangsa Eropa ingin menguasai wilayah Indonesia?
3. Bagaimana menjaga keutuhan NKRI dari pengaruh negara lain?
B. Perlawanan terhadap Para Penjajah
1. Mengapa akhirnya bangsa kita melakukan perlawanan terhadap penjajah?
2. Apa saja upaya yang dilakukan bangsa kita untuk melawan kekejaman para penjajah?
C. Peristiwa Penting Menjelang Kemerdekaan
Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, pilih 3 tokoh yang kalian ketahui dan sudah
berperan pada masa kemerdekaan.
Deskripsikan secara singkat ketiga tokoh tersebut! 2. Sikap apa yang bisa diteladani dari ketiga tokoh
tersebut?
Mengetahui Mengkirau, 2025
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
MULYADI, [Link] FITRI SUCIATI, [Link]
NIP. 196901271994041001 NIPPPK. 199603032022212013