LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (SPJ)
HIBAH BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH DAERAH (BOSDA)
DI LINGKUNGAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN LUMAJANG
TAHUN ANGGARAN 2025
NAMA : MUTMAINNAH, [Link]
MADRASAH : MI NURUL KALAM TEMPEH KIDUL
PERIODE PELAPORAN: Juli – Oktober 2025
MODUL AJAR
KURIKULUM MERDEKA
Nama Penyusun : MUTMAINNAH, [Link]
Madrasah : MI NURUL KALAM TEMPEH KIDUL
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Fase, Kelas/Semester : C, VI / Ganjil
Tahun Ajaran : 2025-2026
A. INFORMASI UMUM MODUL
Nama Sekolah : MI NURUL KALAM TEMPEH KIDUL
Nama Penyusun : MUTMAINNAH, [Link]
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Fase/Kelas/Semester : C / VI / 1
Alokasi Waktu : 8 JP x 35 Menit
Tahun Penyusunan : 2025-2026
Materi : Belajar Pancasila Dengan Menyenangkan
B. KOMPONEN INTI
Capaian Pembelajaran Fase C
Pada fase ini, peserta didik memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila dan meneladani sikap
para perumus Pancasila; memahami hubungan sila-sila Pancasila sebagai suatu kesatuan yang
utuh dan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara;
mengidentifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban; mempraktikkan musyawarah membuat
kesepakatan dan aturan bersama; menghormati, menjaga dan melestarikan keberagaman budaya
dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika; mengenal wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota,
provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan menjaga persatuan
dan kesatuan di lingkungan sekolah dan sekitar sebagai wujud bela negara.
Fase C Berdasarkan Elemen
Undang-Undang Dasar Peserta didik menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak,
Negara Republik Indonesia dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga
Tahun 1945 sekolah, dan warga negara; mempraktikkan dalam kehidupan sehari-
hari; melaksanakan praktik musyawarah untuk membuat kesepakatan
dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga
dan sekolah.
Tujuan Pembelajaran 1. Mengidentifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban
dalam kedudukannya sebagai warga negara dan menunjukkan
contoh- contohnya.
2. Menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan
kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara.
Konsep dan Keterampilan Sebelum memasuki proses pembelajaran, guru perlu memastikan
Prasyarat bahwa peserta didik memiliki bekal konsep dan keterampilan yang
menjadi prasyarat agar pembelajaran berjalan lancar dan mencapai
tujuan. Bekal yang dimaksud di antaranya pemahaman tentang
kedudukan dan fungsi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara terkait pemahaman hubungan antara nilai dan norma
dalam praktik hidup sehari-hari.
Di kelas V, peserta didik telah mendapatkan bekal informasi tentang
hak dan kewajiban. Dengan bekal konsep dan keterampilan
prasyarat ini, diharapkan pembelajaran dapat berjalan lebih
menyenangkan dan lancar. Selain bekal pengetahuan konseptual,
peserta didik diharapkan sudah memiliki keterampilan dalam
mengomunikasikan pemahaman mereka.
Profil Pancasila Beriman Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia
Berkebhinekaan Global
Mandiri
Bernalar
Kritis
Kreatif
8 Profil Lulusan 1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan
tuhan seta menghayati nilai-nilai spriritual dalam kehidupan
sehari-hari
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan
dna norma social dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki
kepedulian, tanggungjawab social, serta berkomitmen untuk
menyelesaikan masalah nyata yang terkait, keberlanjutan
manusia dan lingkungan
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis dan
reflektif dalam memahami, mngevaluasi, serta memproses
informasi untuk menyelesaikan masalah
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan
orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk
menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan
orang lain secara gotong roying untuk mencapai tujuan
Bersama melalui pembagian pesan dan tanggung jawab
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan
hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan
untuk mengambil inisiatif, mngetasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat bergantung pada orang lain
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan
mampu menjaga keseimbangan Kesehatan mental dan fisik
untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being)
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi untrapribadi
untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk
menyampaikan ide, gagasan dan antarpribadi untuk
menyampaikan ide gagasan, dan informasi baik lisan maupun
tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
Kata kunci Norma, Hak, Kewajiban
Target Peserta Didik : Jumlah Siswa :
Peserta didik Reguler 20 Peserta didik (dimodifikasi dalam pembagian
jumlah anggota kelompok ketika jumlah siswa
sedikti atau lebih banyak)
Assesmen : Jenis Assesmen :
Guru menilai ketercapaian tujuan pembelajaran Presentasi
- Asesmen individu Produk
- Asesmen kelompok Tertulis Unjuk Kerja
Tertulis
Kegiatan Pembelajaran Utama / Pengaturan Metode Pembelajaran :
peserta didik :
Individu Deep Learning, Diskusi, Presentasi
Berkelompok (Lebih dari dua orang)
Ketersediaan Materi : Model Pembelajaran
Pengayaan untuk peserta didik Tatap muka
berpencapaian tinggi:
YA/TIDAK
Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas
untuk peserta didik yang sulit memahami
konsep:
YA/TIDAK
Media Pembelajaran
1. Alat tulis
2. Buku Pendidikan pancasila dan kewarganegaran kelas VI SD
3. Alat Peraga
Materi Pembelajaran
1. Norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
2. Hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan sehari-hari.
3. Hak dan kewajiban anak dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Sumber Belajar :
1. Sumber Utama
Buku Pendidikan pancasila dan kewarganegaran kelas VI SD
2. Sumber Alternatif
Guru juga dapat menggunakan alternatif sumber belajar yang terdapat di lingkungan sekitar dan
disesuaikan dengan tema yang sedang dibahas.
Persiapan Pembelajaran :
a. Memastikan semua sarana prasarana, alat, dan bahan tersedia
b. Memastikan kondisi kelas kondusif
c. Mempersiapkan Alat peraga
d. Mempersiapkan LKPD
Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran :
Kegiatan Pembuka
🌱 1. Mindful Learning
Menumbuhkan kesadaran diri, tujuan belajar, dan keterlibatan aktif sejak awal pembelajaran
a. Persiapan dan Apersepsi:
Guru menyapa peserta didik dengan hangat dan memastikan kesiapan fisik dan psikis mereka
(menyapa, menanyakan kabar, memberi semangat).
Guru membimbing peserta didik untuk memimpin doa sesuai agama dan keyakinan masing-
masing, untuk membangun suasana belajar yang nyaman dan inklusif.
Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran hari itu dengan melibatkan peserta
didik dalam perumusan rencana kegiatan (agar mereka merasa memiliki proses belajar).
Guru memancing kesadaran kritis melalui pertanyaan reflektif:
“Apa yang terjadi jika tidak ada aturan di rumah atau sekolah?” “Mengapa kita perlu hak dan
kewajiban?”
b. Asesmen Awal (Refleksi Diri dan Pengetahuan Awal):
Peserta didik diminta menceritakan pengalaman pribadi terkait peraturan, hak, atau
kewajiban.
Guru menanggapi dengan umpan balik positif untuk membangun kesadaran pentingnya
pembelajaran hari itu.
😊 2. Joyful Learning
Menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, aktif, dan penuh makna dengan bermain
sambil belajar
a. Aktivitas Ice Breaking:
Permainan “Empat Yes” dilakukan untuk membangun suasana menyenangkan sekaligus
menanamkan pentingnya kesepakatan dan peraturan.
Guru dan peserta didik mendiskusikan refleksi permainan secara ringan dan seru:
“Apa yang terjadi kalau peraturan tidak dipatuhi?”
“Bagaimana perasaanmu saat bermain dengan aturan itu?”
b. Kegiatan Inti Interaktif:
Ayo, Membaca: Guru meminta siswa membaca materi tentang norma yang ada dibuku
Pendidikan pancasila.
Guru merefleksi seputar isi bacaan dan memberikan pertanyaan pemantik untuk
mengaktifkan imajinasi dan kreativitas peserta didik.
Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 5 siswa dalam tiap kelompok.
Ayo, Memahami: Guru menfasilitasi siswa dengan kertas manila dan origami sebagai bahan
presentasi kelompok.
Guru membimbing siswa untuk berdiskusi dengan suasana santai dan kolaboratif antar siswa
mengenai norma, hak dan kewajiban.
Guru membimbing siswa menyiapkan bahan presentasi menggunakan amplop kejutan.
💡 3. Meaningful Learning
Memberikan pengalaman belajar yang relevan, kontekstual, dan bermakna dalam kehidupan nyata
a. Hasik diskusi kelompok :
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok didepan kelas, kemudian meminta
kelompok lain Menyusun isi amplop sesuai dengan kategori norma, atau hak dan kewajiban.
Gurus dan siswa bersama2 merefleksi hasil penyusunan amplop kejutan yang telah
dikerjakan siswa.
Guru mengaitkan perilaku pada norma-norma, hak dan kewajiban dengan nilai-nilai
Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
b. Refleksi dan Penutup:
Peserta didik menuliskan refleksi pribadi:
“Norma apa yang pernah aku taati dan membuatku bangga?”
“Hak dan kewajiban apa yang sering kulupakan?”
Guru menekankan bahwa tindakan kecil seperti memberi salam, mencium tangan orang tua,
dan menghormati orang lain adalah bentuk pengamalan Pancasila.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pesan moral yang mudah dipraktikkan di rumah.
Asesmen Formatif :
Asesmen formatif dilaksanakan di antara kegiatan yang berlangsung dengan mempertimbangkan
hasil lembar kerja peserta didik pada dua aktivitas sebelumnya, yaitu pada kegiatan Ayo,
Memahami dan Ayo, Menyimpulkan. Berikut ini contoh rubrik penilaian yang dapat digunakan.
Tabel 3.1 Asesmen Formatif Aktivitas Buku Siswa
Kriteria
Aspek yang
No
Dinilai
Mahir Cakap Berkembang
1 Komunikasi Mampu berkomunikasi Mampu berkomunikasi Belum mampu
secara lisan ataupun secara lisan berkomunikasi secara
tulisan dengan baik ataupuntulisan dengan lisan ataupun tulisan
menggunakan bahasa baik menggunakan dengan baik
Indonesia yang baik bahasa Indonesia yang menggunakan bahasa
dan benar. baik dan benar, tetapi Indonesia yang baik
belum konsisten. dan benar.
2 Kerja sama Mampu bekerja sama Mampu menunjukkan Belum mampu
dalam melakukan kerja sama pada salah mempraktikkan kerja
wawancara, membuat satu dari aktivitas yang sama di semua
laporan, dan membutuhkan kerja aktivitas terkait
mempresentasikan sama wawancara, diskusi,
hasil wawancara. dan presentasi.
3 Materi pokok Mampu menguraikan Mampu Hanya memiliki sedikit
makna norma, hak, menguraikanmakna kemampuan
dan kewajiban; norma, hak, dan menguraikan makna
menjelaskan akibat kewajiban; menjelaskan norma, hak, dan
yang terjadi jika norma akibat yang terjadi jika kewajiban; menjelaskan
tidak dijalankan; serta norma tidak dijalankan; akibat yang terjadi jika
menjelaskan serta menjelaskan norma tidak dijalankan;
pemahaman hak dan pemahaman hak dan serta menjelaskan
kewajiban anak. kewajiban anak; tetapi pemahaman hak dan
tidak sempurna. kewajiban anak.
4 Isi lembar kerja dan Mampu membuat Mampu membuat Membuat laporan,
laporan wawancara laporan hasil laporan hasil tetapi masih terdapat
wawancara dengan wawancara, tetapi banyak kekurangan.
bahasa yang runut, belum runut, jelas, dan
jelas, dan sistematik. sistematik.
.
a. Pendalaman juga dilakukan dengan menggunakan aktivitas Ayo, Menemukan. Pada bagian ini,
peserta didik diminta untuk mencari dan menemukan pesan dari sebuah cerita secara mandiri
ataupun bersamasama dengan peserta didik lain.
b. Untuk mengupayakan penguatan psikomotorik dan sikap, gunakan aktivitas dalam Ayo,
Menulis dan Ayo, Merenungkan. Diharapkan melalui dua aktivitas ini, peserta didik dapat
merenungkan nilai-nilai dan menumbuhkan kesadaran secara mandiri tentang pentingnya
aturan dan pengendalian diri. Guru dapat menambahkan penilain karakter berdasarkan jawaban
pada buku tulis peserta didik atau lembar yang disediakan guru.
Asesmen Sumatif
Terlampir
Refleksi Guru:
1. Apakah saya sudah sungguh-sungguh mempelajari materi dan menyiapkan cara
menyampaikan materi sesuai dengan penalaran usia anak tentang fungsi Pancasila sebagai
dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi berbangsa dan bernegara?
2. Pembelajaran apa yang dapat saya ambil dari kesulitan ataupun kemudahan memfasilasi
pembelajaran tentang fungsi Pancasila dalam Bab 2 ini?
3. Dalam proses pembelajaran pada bab ini, bagian mana yang paling penting untuk diperbaiki
dan bagian mana yang sudah baik, tetepi perlu dikembangkan lagi?
Refleksi Peserta Didik:
Mari melakukan refleksi dan evaluasi diri tentang pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila
elemen gotong royong. Berilah tanda centang ( √) jika kalian merasa sudah baik atau tanda silang
(×) jika kalian merasa masih harus diperbaiki.
Tabel 2.4 Renungan Bab 2
Penilaian
No Sikap
√ ×
1 Saya melaksanakan ibadah sesuai keyakinan pribadi dan menghormati
teman yang berbeda agama.
2 Jika ada penggalangan dana sumbangan bencana alam, saya akan
berpartisipasi.
3 Ketika belajar di sekolah, saya menggunakan bahasa Indonesia dengan
baik dan benar.
4 Setiap hari saya menyisihkan uang saku untuk ditabung.
5 Jika dalam musyawarah usulan saya tidak diterima, saya akan
menerima keputusan musyawarah dan melaksanakannya dengan rasa
tanggung jawab.
Pada bagian ini, kalian akan melakukan refleksi dan evaluasi diri tentang pengembangan karakter
Profil Pelajar Pancasila elemen berkebinekaan global dan berakhlak mulia.
Buatlah tulisan di lembar terpisah mengikuti pertanyaan reflektif di setiap lingkaran berikut ini.
Pengayaan dan Remedial
1. Peserta didik yang dalam setiap aktivitas dapat mencapai level mahir dan memiliki minat tinggi
pada Pendidikan Pancasila dapat diminta untuk melakukan pencarian informasi lebih jauh
tentang pemenuhan hak anak di Indonesia melalui media koran atau internet. Bila
dimungkinkan, peserta didik dengan minat tinggi tersebut didorong untuk membuat tulisan
dalam bentuk esai pendek atau cerita ataupun membuat poster tentang pencegahan
perundungan di kalangan anak. Hasil karya tentang pencegahan perundungan ini dapat dikirim
ke media masa atau diunggah di media sosial guru atau orang tua.
2. Peserta didik yang masih pada tahap berkembang dapat membuat kelompok belajar untuk
mengulang materi tentang norma, hak, dan kewajiban ataupun membuat karangan atau gambar
yang dipresentasikan ulang secara pribadi di hadapan guru.
Pengayaan Peserta didik yang telah mahir dalam penguasaan konten dan memiliki karakter yang
matang dalam karakter sesuai nilai Pancasila serta memiliki minat yang tinggi pada Pendidikan
Pancasila dapat diberi pengayaan berupa membuat tulisan pendek tentang makna Pancasila
dalam kehidupan anak atau membuat poster yang berisi ajakan untuk mencegah tindak
perundungan.
Kalian yang dapat menyelesaikan uji kompetensi dengan lancar dan mahir serta memiliki minat
besar pada Pendidikan Pancasila dapat membuat karangan tentang “Mengembangkan Kesadaran
Orang Tua tentang Hak Anak” atau “Mencegah Perundungan di Lingkungan Sekolah”.
C. LAMPIRAN
ASESMEN SUMATIF
Daftar Hadir Peserta Didik
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Formatif
No Nama LM 1 Juli 2025 LM 2 Agustus 2025 LM 3 September 2025 LM 4 Oktober 2025
TP1 TP2 TP3 TP4 TP1 TP2 TP3 TP4 TP1 TP2 TP3 TP4 TP1 TP2 TP3 TP4
1 Arsafi Lintang Sevtian Hadir Hadir
2 Audia Pratama Ningsih Hadir Hadir
3 Azzam Maulana Syahmi Arrasyid Hadir Hadir
4 Dhia Susilowati Hadir Hadir
5 Feni Ramadhani Ijin Ijin
6 Firli Nugraeni Hadir Hadir
Lisa Qurrotul Izzabella Hadi Hadir
7 r
Muhammad Farel Andriansah Hadi Hadir
8 r
9 Muhammad Haris Atha Hadir Hadir
Muhammad Wahyu Andrean Pratama Hadi Hadir
10 r
11 Nafilatus Sholiha Hadir Hadir
12 Nashoichul Ibad Fadhlillah Hadir Hadir
13 Nayla Najwa Safira Hadir Hadir
14 Nufa Aprilia Nur Saputri Hadir Hadir
15 Roihan Ashabi Hadir Hadir
16 Saidatun Nafisah Assubkiyah Hadir Hadir
17 Sinta Dwi Anggraeni Hadir Hadir
18 Siti Fatimatus Zahro Hadir Hadir
19 Siti Rahmania Nur Zafira Alfa Alfa
20 Achmad Fathur Rozi Hadir Hadir
Daftar Nilai Peserta Didik
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Formatif Sumatif
Sumatif lingkup Materi Akhir
No Nama lingkup Materi 1 lingkup Materi 2 lingkup Materi 3 lingkup Materi 4 Semester
TP1 TP2 TP3 TP4 TP1 TP2 TP3 TP4 TP1 TP2 TP3 TP4 TP1 TP2 TP3 TP4 LM1 LM2 LM3 LM4
1 Arsafi Lintang Sevtian 80 80 80
2 Audia Pratama Ningsih 82 82 82
3 Azzam Maulana Syahmi Arrasyid 80 80 80
4 Dhia Susilowati 80 80 80
5 Feni Ramadhani 0 0 0
6 Firli Nugraeni 82 82 82
7 Lisa Qurrotul Izzabella 83 83 83
8 Muhammad Farel Andriansah 80 80 80
9 Muhammad Haris Atha 84 84 84
10 Muhammad Wahyu Andrean P. 85 85 85
11 Nafilatus Sholiha 85 85 85
12 Nashoichul Ibad Fadhlillah 80 80 80
13 Nayla Najwa Safira 80 80 80
14 Nufa Aprilia Nur Saputri 83 83 83
15 Roihan Ashabi 80 80 80
16 Saidatun Nafisah Assubkiyah 85 90 90
17 Sinta Dwi Anggraeni 80 80 80
18 Siti Fatimatus Zahro 84 84 84
19 Siti Rahmania Nur Zafira 0 0 0
20 Achmad Fathur Rozi 80 80 80
DOKUMENTASI
KBM
HASIL KARYA / TUGAS SISWA
Bahan Bacaan Guru :
Gani, Ruslan Abdul. Perjalanan Sebuah Idiologi. Jakarta: Grasindo, 1988.
Hemay, Idris, dkk. “Pancasila sebagai Rumah Kebangsaan, Peran MPR da- lam Mengawal Ideologi
dan Merawat Kebinekaan”. Jakarta: Badan Pengkajian MPRRI, 2020.
[Link]
Latif, Yudi. Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama, 2015.
Mahfud, Moh. M.D. dkk. Prosiding Kongres Pancasila 30-1 Mei, Kerja Sama Universitas Gadjah
Mada dan Mahkamah Konstitusi. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah
Konstitusi, 2009. Samekto, FX. Adji. Pancasila: Dialektika dan Masa Depan Bangsa. Jakarta:
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, 2019.
Glosarium
apersepsi : pengertian awal tentang sesuatu yang sudah dimiliki sebelum menerima ide-ide atau
pemahaman baru
asesmen : suatu proses untuk menentukan dan memberikan penilaian berdasarkan kriteria
tertentu
Bhinneka : semboyan bangsa Indonesia, bahwa dalam semua
Tunggal Ika : perbedaan yang tampak terdapat kesamaan-kesamaan yang menyatukan.
dasar negara : gagasan-gagasan berisi nilai-nilai yang sangat penting untuk mendirikan sebuah
negara
dialek : variasi dalam berbahasa sesuai dengan daerah tertentu
dimensi : aspek-aspek yang membentuk entitas atau berada dalam suatu elemen
diorama : miniatur (3 dimensi) dari sebuah peristiwa
drama : sandiwara tentang suatu kisah yang memiliki pesan tertentu
eksperimentasi : praktik uji coba untuk melihat dampak yang ditimbulkan dari suatu perlakuan
elemen : unsur atau bagian dari suatu entitas
etnis : kelompok etnis atau suku bangsa
fasilitator : orang atau kelompok yang berperan mempermudah atau memperlancar suatu proses
mencapai tujuan
gotong royong : kerja bersama untuk kepentingan bersama atau sebagai bentuk tolong-
menolong yang dilakukan secara sukarela
gubernur : pemimpin suatu provinsi
hak : peluang yang diterima oleh seorang individu untuk menerima atau melakukan dan tidak
melakukan sesuatu
hukum : peraturan-peraturan yang bersifat mengikat yang menentukan tingkah laku manusia dan
lingkungan masyarakat
ice breaking : permainan atau kegiatan untuk menarik perhatian peserta didik
identitas : ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang yang terbentuk dari penghayatan nilai-nilai
kebiasaan dan budayanya
ideologi : seperangkat gagasan
kata kunci : kata atau sekumpulan kata yang mengandung konsep pokok
keberagaman : perbedaan-perbedaan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat
kebudayaan : keseluruhan hasil cipta, rasa, karsa dalam bentuk bahasa, seni, ekonomi,
teknologi, ekspresi beragama, cara kerja, dan sistem
kewajiban : beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan oleh
pihak lain atau yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan
kompetensi : kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan,
keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan
konsep : pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret
makna : arti atau maksud atau konsep yang dimiliki oleh suatu tanda
mind map : metode/kegiatan belajar dengan membuat peta pemikiran, disebut juga peta konsep
moral : patokan yang digunakan oleh masyarakat untuk menetukan suatu tindakan baik atau tidak
musyawarah : kegiatan untuk mencari kesepakatan bersama melalui dialog atau urun rembuk
narasi : wacana atau teks yang digunakan untuk mengisahkan suatu peristiwa sesuai sudut
pandang penulis
narasumber : orang yang berperan untuk memberikan informasi suatu topik yang sedang dibahas
nasionalisme : paham tentang bangsa yang mengandung kesadaran tentang cinta dan semangat
tanah air, memiliki rasa kebanggaan sebagai bangsa dan memelihara kehormatan bangsa
nilai-nilai : sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai hakikatnya, sifat-sifat yang penting
atau berguna bagi kemanusiaan
nonformal : di luar jalur formal
norma : aturan yang mengikat suatu kelompok masyarakat
observasi : kegiatan mengamati objek tertentu untuk mendapatkan informasi secara langsung
pandangan hidup : sistem nilai yang membentuk cara berfikir dan mengarahkan pada suatu
tujuan hidup
poster : gambar yang digunakan sebagai sarana menyampaikan pesan
prasyarat : syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan atau memasuki proses lebih lanjut
presentasi : proses menampilkan ide atau hasil suatu pekerjaan di depan audiens
profil : gambaran singkat tentang orang atau organisasi dengan karakter khas
provinsi : satuan teritorial yang menjadi nama sebuah wilayah administratif pemerintahan di
bawah negara.
refleksi : aktivitas pikir dan rasa dalam rangka menilai situasi diri atau situasi lingkungan untuk
menumbuhkan kesadaran yang lebih baik dalam mengaktualisasikan diri. semboyan : tanda
untuk memberitahu atau mengingatkan sesuatu.
sopan santun : tata krama atau tuntunan sikap yang baik menurut suatu budaya atau kebiasaan
masyarakat
suku bangsa : kesatuan hidup atau sekelompok manusia yang memiliki kesamaan sistem
interaksi, sistem norma, dan identitas yang sama dan menyatukan
susila : sopan santun dan keadaban
tradisi : kebiasaan yang ada sejak masa lalu
Daftar Pustaka:
Anggraena, Yogi, dkk. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar, dan Menengah. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022. Anggraena, Yogi, dkk.
Panduan Pengembangan Projek Penguatan Proil Pelajar Pancasila. Jakarta: Badan Standar,
Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi,
2022. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia. Peraturan Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila Nomor 2 Tahun 2022 tentang Materi Dasar Pembinaan Ideologi Pancasila.
Jakarta, 2022. Bawantara, A., Ebo, P., dan Ekaristi, M. Khazanah Negeriku; Mengenal 33 Provinsi
di Indonesia. Jakarta: Anak Kita, 2011. Berutu, L. “Gotong Royong, Musyawarah, dan Mufakat
sebagai Faktor Penunjang Kerekatan Berbangsa dan Bernegara”. Jurnal Antropologi Sosial
Budaya ETNOVISI 1, no. 1 (2005): 21-24. Bestari, Niken. “15 Contoh Gotong Royong yang Terjadi
di Lingkungan Masyarakat”. (22 Desember 2022). [Link]
gotong-royong-yang-terjadi-di-lingkungan-asyarakat?page=all#:~:text=1.,rumah%20warga%20yang
%20terkena%20musibah Derung, Teresia Norman. “Gotong Royong dan Indonesia”. SAPA-Jurnal
Kateketik dan Pastoral 4 no. 1 (2019): 5-13. Dewantara, Agustinus W. Alangkah Hebatnya Negara
Gotong Royong: Indonesia dalam Kacamata Soekarno. Yogyakarta: Kanisius, 2017. Gani, Ruslan
Abdul. Perjalanan Sebuah Idiologi. Jakarta: Grasindo, 1988. Handayani, T.U. “Membangun Jati Diri
Bangsa Melalui Budaya”. 2013. Diakses tanggal 25 Oktober
[Link]://[Link]/bitstream/
handle/11617/3485/13_Membangun_Jati_Diri_Bangsa_Melalui_Budaya. pdf?
sequence=1&isAllowed=y Hatta. Mohammad. Pengertian Pancasila. Jakarta: Idayu Press, 1977.
Hemay, Idris, dkk. “Pancasila sebagai Rumah Kebangsaan, Peran MPR dalam Mengawal Ideologi
dan Merawat Kebinekaan”. Jakarta: Badan Pengkajian MPRRI, 2020.
[Link] Kartodirdjo,
Sartono. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta: Depdikbud, 1983 Koentjaraningrat. Manusia dan
Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Djambatan, 2004. Kurniasih, Wida. “10 Manfaat Musywarah
dalam Masyarakat”. Diakses April 2023. [Link]
dalam-masyarakat/ Latif, Yudi. Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama, 2015. Lombard. Denys. Nusa Jawa, Silang Budaya. Jakarta: Gramedia,
2000. Mahfud, Moh. M.D. dkk. Prosiding Kongres Pancasila 30-1 Mei, Kerja Sama Universitas
Gadjah Mada dan Mahkamah Konstitusi. Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan
Mahkamah Konstitusi, 2009. Pasya, Gurniwan Kamil. 2000. “Gotong Royong dalam Kehidupan
Masyarakat”. OSIETAS 1 no. 1 (2019) Diakses 23 April 2023. Prasetyo, Ardian, Iqbal Arpannudin,
dan Sulaiman. Pendidikan dan Pembinaan Ideologi Pancasila. Jakarta: Badan Pembinaan Ideologi
Pancasila dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022. Ruslan, Idrus.
Kontribusi Lembaga-Lembaga Keagamaan dalam Pengembangan Toleransi Antar Umat
Beragama di Indonesia. Lampung: Arjasa Pratama, 2020. Samekto, FX. Adji. Pancasila: Dialektika
dan Masa Depan Bangsa. Jakarta: Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, 2019 Siska, Yulia. 2017.
Geograi Sejarah Indonesia. Yogyakarta: Garudhawaca, 2017. Suhardi, Didik. dkk. Literasi Budaya
dan Kewargaan. Jakarta: Kemendikbud, 2017. Trianggoro, Hendaru. “Gotong Royong, “DNA”
orang Indonesia”. Historia. (16 November 2020). Yayasan Pembela Tanah Air. Sejarah Lahirnya
Pancasila. Jakarta: Yapeta, 1995. Sumber Internet Diunduh dari
[Link] pada 16
November 2020. Diunduh dari [Link]
terjadi-di-lingkungan-masyarakat?page=all#:~:text=1.,rumah%20 warga%20yang%20terkena
%20musibah pada 22 Desember 2022. Diunduh dari [Link]
budaya/ diunduh pada 25 Februari 2023 Diunduh dari
[Link]
pembelajaran/. pada 2 Maret 2023 Diunduh dari
[Link] pada 5 Maret
2003 Diunduh dari [Link]
pangeran-dalam-republik-1501/pada 25 Juni 2023 Diunduh dari
[Link]
sejarahnya?page=all/ pada 25 Juni 2023