100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
10 tayangan4 halaman

SOP Penggunaan Alat Laboratorium SMP

Dokumen ini adalah Prosedur Operasi Standar (SOP) untuk penggunaan alat di laboratorium SMP Mater Inviolata, yang mencakup tujuan, ruang lingkup, wewenang, tanggung jawab, dan prosedur penggunaan alat sebelum, selama, dan setelah praktik. Selain itu, terdapat panduan umum keselamatan yang harus diikuti oleh praktikan untuk mencegah bahaya listrik dan api selama kegiatan praktikum. SOP ini bertujuan untuk memastikan kegiatan praktikum berjalan aman dan efektif.

Diunggah oleh

fransiskusdiaz39
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
10 tayangan4 halaman

SOP Penggunaan Alat Laboratorium SMP

Dokumen ini adalah Prosedur Operasi Standar (SOP) untuk penggunaan alat di laboratorium SMP Mater Inviolata, yang mencakup tujuan, ruang lingkup, wewenang, tanggung jawab, dan prosedur penggunaan alat sebelum, selama, dan setelah praktik. Selain itu, terdapat panduan umum keselamatan yang harus diikuti oleh praktikan untuk mencegah bahaya listrik dan api selama kegiatan praktikum. SOP ini bertujuan untuk memastikan kegiatan praktikum berjalan aman dan efektif.

Diunggah oleh

fransiskusdiaz39
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROSEDUR OPERASI STANDAR (SOP)

5 LABORATORIUM IPA SMPS MATER


INVIOLATA

Disusun oleh:

NINI LIAT ROBERTINA (L63)

YAYASAN SANTU GABRIEL


SMPS MATER INVIOLATA
Jln. Don Lorenzo DVG, Balela- Larantuka
Flores Timur-NTT
1
A. PENGGUNAAN ALAT DI LABORATORIUM
1. TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk kegiatan penggunaan alat dalam kegiatan praktikum di laboratorium SMP.
2. RUANG LINGKUP
2.1 Prosedur ini untuk kegiatan praktikum siswa di laboratorium di lingkungan sekolah.
2.2 Prosedur ini untuk kegiatan praktikum rutin, penggunaan alat untuk penelitian siswa maupun
guru dan pengguna dari pihak lain.
3. DEFINISI
Alat adalah kumpulan peralatan / perkakas yang digunakan dalam menunjang kegiatan
praktikum di laboratorium.
4. WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB
4.1 Kepala Laboratorium tanggung jawab terhadap pelaksanaan prosedur ini.
4.2 Teknisi / Laboran bertanggung jawab atas perawatan, penyimpanan, pendistribusian alat, dan
pemeriksaan alat.
4.3 Siswa bertanggung jawab terhadap penggunaan alat dalam kegiatan praktikum dan guru
pembimbing dan penggunaan penggunaan alat dalam kegiatan praktikum.
5. BAHAN ACUAN
5.1 UU Nomor: 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
5.2 UU RI Nomor: 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
5.3 PP Nomor: 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
6. PROSEDUR
6.1 Sebelum Praktik
6.1.1 Kepala laboratorium, teknisi dan analis / laboran mengadakan rapat membahas kesiapan
kegiatan praktik dua pekan sebelum kegiatan praktikum untuk siswa dilakukan;
6.1.2 Kepala Laboratorium bersama teknisi / laboran mengecek kesiapan dan kelayakan alat yang
akan digunakan satu pekan sebelum kegiatan praktikum dimulai.
6.1.3 Kepala dan penanggung jawab laboratorium mengecek kesiapan LKS yang akan digunakan
untuk kegiatan praktikum;
6.1.4 Laboran menyerahkan daftar bon alat kepada siswa untuk diisi alat apa yang akan dipinjam;
6.1.5 Laboran menyerahkan alat kepada ketua dan anggota kelompok siswa;
6.1.6 Siswa (ketua kelompok) bersama dengan teknisi / analis / laboran bersama-sama mengecek
kelayakan alat yang dipinjam. Jika terjadi ketidaklayakan alat akan dikembalikan kepada
laboran / teknisi dan kesalahan buku kerusakan alat.
6.1.7 Guru praktikum diwajibkan mengisi Berita Acara Praktikum yang diketahui oleh
penanggungjawab laboratorium sebelum melakukan praktikum.

6.2 Selama Praktik


6.2.1 Sebelum masuk praktik siswa harus menggunakan jas praktik sesuai dengan ketentuan dan
tidak membawa tas masuk ke laboratorium.
6.2.2 Guru menjelaskan cara penggunaan alat kepada siswa praktikan baik yang standart maupun
yang dipinjam sesuai dengan fungsinya;
6.2.3 Siswa menggunakan alat sesuai dengan fungsi dan petunjuk praktik dan diamati oleh guru
pembimbing.

6.3 Selesai Praktik


6.3.1 Siswa membersihkan alat yang telah digunakan dan mengembalikannya kepada teknisi /
laboran;
6.3.2 Teknisi / Laboran pemeriksaan kelayakan alat jika rusak / hilang maka teknisi / laboran catat
sebagai alat yang ditanggalkan yang harus diganti oleh peminjam.

2
6.4 Lain-Lain
6.4.1 Sebelum menggunakan alat-alat praktikum, siswa harus memahami petunjuk penggunaan alat
itu, sesuai dengan petunjuk penggunaan yang diberikan atau disampaikan oleh
penanggungjawab praktikum;
6.4.2 Siswa harus memperhatikan dan mematuhi peringatan ( warning ) yang biasa tertera pada
badan alat;
6.4.3 Siswa harus memahami fungsi atau peruntukan alat-alat praktikum dan menggunakan alat-alat
tersebut hanya untuk aktivitas yang sesuai fungsi atau peruntukannya. Menggunakan alat
praktikum di luar fungsi atau peruntukannya dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut
dan bahaya keselamatan praktikan;
6.4.4 Siswa harus memahami spesifikasi dan jangkauan kerja alat-alat praktikum dan menggunakan
alat-alat tersebut sesuai spesifikasi dan pekerjaan. Menggunakan alat praktikum di
luar spesifikasi dan pekerjaan dapat menimbulkan kerusakan pada alat tersebut dan bahaya
keselamatan praktikan;
6.4.5 Seluruh peralatan praktikum yang digunakan harus dipastikan aman dari benda / logam tajam,
api / panas berlebih atau lainnya yang dapat merusak kerusakan pada alat tersebut;
6.4.6 Tidak melakukan aktifitas yang dapat menyebabkan kotor, koretan, goresan atau sejenisnya
pada badan alat-alat praktikum yang digunakan.

B. PANDUAN UMUM KESELAMATAN PENGGUNAAN LABORATORIUM PERALATAN


1. KESELAMATAN
Pada prinsipnya, untuk mewujudkan praktikum yang diperlukan sebagai tanggung jawab seluruh
praktikan dan penanggung jawab praktikum yang dirawat. Dengan demikian, diputuskan setiap
praktikan terhadap uraian panduan pada bagian ini akan sangat membantu mewujudkan
praktikum yang aman.
2. LISTRIK BAHAYA
2.1. Notice dan safir tempat-tempat sumber listrik (stop-kontak dan circuit breaker )
dan cara menyala-matikannya. Jika kerusakan yang membahayakan, laporkan pada asisten /
penanggung jawab praktikum.
2.2. Suara daerah atau benda yang menimbulkan bahaya listrik (sengatan listrik / strum) secara
tidak disengaja, misalnya kabel jala-jala yang terkelupas dll.
2.3. Tidak melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya listrik pada diri sendiri atau
orang lain.
2.4. Keringkan bagian tubuh yang basah karena, misalnya, keringat atau sisa air wudhu
2.5. Selalu waspada terhadap bahaya listrik pada setiap aktivitas praktikum. Kecelakaan akibat
bahaya listrik yang terjadi adalah tersengat arus listrik. Berikut ini adalah hal-hal yang harus
mengikuti praktikan jika hal itu terjadi:
 Jangan panik.
 Matikan semua peralatan elektronik dan sumber listrik di meja masing-masing dan di
meja praktikan yang tersengat arus listrik.
 Bantu praktikan yang tersengat arus listrik untuk melepaskan diri dari sumber listrik.
 Beritahukan dan minta bantuan asisten, praktikan lain dan orang di sekitar anda
tentang kecelakaan akibat bahaya listrik
3. BAHAYA API ATAU PANAS BERLEBIH
3.1. Jangan membawa benda-benda mudah terbakar (korek api, gas dll.) Ke dalam ruang
praktikum bila tidak disyaratkan dalam modul praktikum.
3.2. Jangan melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan api, percikan api atau panas yang
berlebihan.
3.3. Jangan melakukan sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya api atau panas berlebih pada
diri sendiri atau orang lain.
3
3.4. Selalu waspada terhadap bahaya api atau panas berlebih pada setiap aktivitas
praktikum. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diikuti praktikan jika menghadapi bahaya api
atau panas berlebih:
 Jangan panik.
 Beritahukan dan minta bantuan asisten / penanggungjawab praktikum, praktikan lain dan
orang di sekitar anda tentang kejadian bahaya atau panas berlebih.
 Matikan semua peralatan elektronik dan sumber listrik di meja masing-masing.
 Jauh dari ruang praktikum.

Anda mungkin juga menyukai