Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi karena tubuh
tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Kondisi
ini dapat menyebabkan banyak gejala, termasuk sering haus, sering buang air kecil, sering lapar,
penurunan berat badan tanpa sebab, dan luka yang sulit sembuh. Meskipun tidak dapat
disembuhkan, diabetes melitus dapat dikelola dengan pilar penanganan seperti edukasi, pola makan
seimbang, aktivitas fisik, penggunaan obat (jika diperlukan), dan pemantauan rutin.
Gejala utama
Tiga P: Banyak makan, banyak minum, dan banyak kencing.
Rasa haus berlebihan: Haus yang tidak hilang meski sudah minum air.
Penurunan berat badan: Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Luka yang sulit sembuh: Luka yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh.
Kelelahan: Sering merasa lelah padahal tidak melakukan aktivitas fisik berat.
Gejala lain: Pandangan kabur, kesemutan, gatal-gatal, dan bisul yang hilang timbul.
Pilar penanganan
Edukasi:
Memahami penyakit ini bersama keluarga dan tenaga kesehatan.
Pola makan:
Menjaga asupan makan seimbang dengan jumlah, jenis, dan jarak pemberian yang teratur.
Aktivitas fisik:
Meningkatkan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki atau berolahraga secara teratur.
Obat-obatan:
Mengonsumsi obat diabetes sesuai anjuran dokter untuk mengendalikan kadar gula darah.
Monitoring:
Melakukan pemantauan rutin terhadap kadar gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan komplikasi
lain yang mungkin terjadi.
Pencegahan
Pola makan sehat: Menerapkan pola makan sehat, rendah gula, rendah lemak jenuh, dan
tinggi serat serta sayuran.
Aktivitas fisik rutin: Melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Menjaga berat badan: Menjaga berat badan ideal dan menghindari obesitas.
Hindari kebiasaan buruk: Menghindari merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
Pemeriksaan kesehatan rutin: Rutin menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memantau
kadar gula darah.