INSTRUKSI KERJA QUALITY CONTROL (QC)
PERUSAHAAN FURNITURE ABC
1. Tujuan
Memastikan kualitas produk furniture yang dihasilkan sesuai dengan
standar mutu perusahaan, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan
mengurangi tingkat produk cacat.
2. Ruang Lingkup
Instruksi kerja ini berlaku untuk seluruh proses produksi di bagian QC,
mulai dari bahan baku hingga produk jadi yang siap dikirim ke pelanggan.
3. Definisi
Quality Control (QC): Proses pengujian dan pengawasan kualitas produk
pada setiap tahap produksi.
Produk Cacat: Produk yang tidak memenuhi standar kualitas yang telah
ditetapkan.
Produk Jadi: Produk yang telah melewati semua tahapan produksi dan siap
dikirim ke pelanggan.
4. Tanggung Jawab
QC Supervisor: Bertanggung jawab atas seluruh proses QC dan
memastikan prosedur ini dilaksanakan.
QC Inspector: Melakukan pemeriksaan kualitas pada setiap tahap
produksi.
Operator Produksi: Melaporkan setiap masalah kualitas kepada tim QC.
5. Prosedur Kerja
5.1 Pemeriksaan Bahan Baku
5.2
1. Pemeriksaan Visual: Pastikan bahan baku (misalnya kayu, kain, dan
bahan lainnya) tidak memiliki cacat seperti retak, lubang, atau
perubahan warna.
2. Pemeriksaan Ukuran: Gunakan alat ukur untuk memeriksa apakah
bahan baku sesuai dengan spesifikasi ukuran yang ditentukan.
3. Dokumentasi: Catat hasil pemeriksaan bahan baku dan simpan
dalam lembar pemeriksaan.
5.3 Pemeriksaan Selama Proses Produksi
5.4
1. Pengukuran Dimensi: Periksa dimensi komponen produk seperti kaki
kursi, meja, dan lainnya menggunakan penggaris atau caliper.
2. Kualitas Sambungan: Pastikan semua sambungan, seperti paku atau
lem, kuat dan tidak ada yang longgar.
3. Finishing: Periksa hasil finishing, pastikan cat atau pernis merata
dan tidak ada cacat seperti bintik atau goresan.
4. Pengujian Kekuatan: Lakukan uji kekuatan produk, misalnya dengan
memberikan beban pada kursi atau meja untuk memastikan tidak
mudah rusak.
5.3 Pemeriksaan Produk Jadi
1. Pemeriksaan Fungsi: Pastikan produk bekerja sesuai fungsinya
(contoh: laci meja dapat dibuka dan ditutup dengan lancar).
2. Estetika: Periksa tampilan akhir produk untuk memastikan tidak ada
cacat visual, seperti lecet atau goresan.
3. Pemeriksaan Pengemasan: Pastikan produk dikemas dengan benar
sesuai standar pengemasan agar tidak rusak selama pengiriman.
5.5 Penanganan Produk Cacat
5.6
1. Jika ditemukan produk cacat, beri tanda pada produk dan catat
dalam laporan QC.
2. Pisahkan produk cacat dari produk yang sesuai standar.
3. Evaluasi apakah produk cacat dapat diperbaiki atau harus dibuang.
4. Laporan hasil perbaikan produk disimpan sebagai bagian dari
dokumentasi.
5. Dokumentasi dan Pelaporan
Formulir Pemeriksaan QC: Digunakan untuk mencatat setiap hasil inspeksi
pada bahan baku, proses produksi, dan produk jadi.
Laporan Harian QC: Laporan harian yang berisi hasil pemeriksaan dan
tindakan yang telah dilakukan.
Laporan Cacat: Laporan khusus untuk produk cacat, berisi penyebab cacat
dan tindakan perbaikan yang dilakukan.
6. Alat yang Dibutuhkan
Penggaris
Caliper
Timbangan digital
Alat uji kekuatan (misalnya, mesin uji beban)
Formulir pemeriksaan
7. Standar Acuan
Standar ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu.
Standar internal perusahaan terkait ukuran, kekuatan, dan finishing
produk.