0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Desain Struktur Atap: Balok & Kolom

Dokumen ini menjelaskan perancangan struktur bangunan dengan menggunakan data dari NIM dan asumsi material. Terdapat perhitungan beban, desain balok dan kolom, serta jadwal tulangan yang mencakup dimensi, tulangan utama, dan sengkang. Semua perhitungan adalah awal dan memerlukan verifikasi lebih lanjut sesuai data yang lebih lengkap.

Diunggah oleh

rioatuadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Desain Struktur Atap: Balok & Kolom

Dokumen ini menjelaskan perancangan struktur bangunan dengan menggunakan data dari NIM dan asumsi material. Terdapat perhitungan beban, desain balok dan kolom, serta jadwal tulangan yang mencakup dimensi, tulangan utama, dan sengkang. Semua perhitungan adalah awal dan memerlukan verifikasi lebih lanjut sesuai data yang lebih lengkap.

Diunggah oleh

rioatuadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1) Parameter dasar (ditentukan dari NIM = 24041000091)

 Angka terakhir NIM = 1 (ganjil) → gunakan aturan contoh pada file.

Tugas Praktisi Mengajar V.C tah…

 Tinggi kolom kiri H1 = 4,1 m

 Tinggi kolom kanan H2 = 4,1 m

 Bentang utama L1 = 6,1 m

 Bentang sayap L2 = 7,1 m

 Jarak antar kuda-kuda (ambil sesuai pola contoh) = 4,1 m (diambil sesuai pola 4,… m).

 Mutu baja = BJ 37 (karena NIM ganjil).

Tugas Praktisi Mengajar V.C tah…

(Karena file memuat “KODE SOAL” 1–8 untuk ukuran gording, saya pilih Kode Soal = 1 karena angka
akhir NIM = 1 — sehingga gording = WF 100×50×5×7,5 dan sudut atap = 20°. Jika Anda punya aturan
pemilihan kode lain, beri tahu dan saya ubah.)

2) Asumsi material & standar perancangan (umum, bisa diganti jika dosen minta)

 Mutu beton yang dipakai (asumsi): f'c = 25 MPa (K-250).

 Mutu baja tulangan (BJ 37): fy = 370 MPa.

 Berat sendiri beton ≈ 24 kN/m³.

 Pondasi, sambungan dan syarat SNI diasumsikan standar praktis; jika butuh sesuai SNI 03-
2847 (beton bertulang) saya terapkan secara eksplisit bila diminta.

3) Gambaran tugas / cakupan yang saya selesaikan

Saya berikan:

1. Data input lengkap dari NIM.

2. Langkah perhitungan beban (dead load dan live load) untuk atap sederhana & distribusi ke
balok/kolom.

3. Desain contoh: satu balok utama bentang L1 (6,1 m) — analisis momen rencana, dimensi
awal, pemilihan tulangan lentur, cek lendutan & geser.

4. Desain contoh: satu kolom yang menumpu balok (menghitung beban aksial rencana,
memilih dimensi kolom dan tulangan).

5. Jadwal tulangan (schedule) contoh & catatan pelaksanaan (cover, panjang belit, dsb).

6. Ringkasan jawaban dalam format yang bisa langsung disalin ke laporan.

Catatan: saya buat contoh perhitungan numerik lengkap untuk 1 balok dan 1 kolom tipikal. Untuk
seluruh rangka (semua balok/kolom/jarak kuda-kuda) prosesnya diulang dengan tributary area
masing-masing — bila mau, saya lanjut hitung semua elemen setelah Anda konfirmasi ingin seluruh
rangka atau hanya contoh.
4) Perhitungan beban (contoh cepat untuk atap & balok bezier)

Langkah 1 — Luas atap per kuda-kuda

 Jarak antar kuda-kuda = 4,1 m → tributary width per gording/purlin = 4,1 m.

 Panjang gording mengikuti bentang L1 (6,1 m) atau L2 (7,1 m) tergantung posisi; untuk
contoh kita desain balok utama bentang L1 = 6,1 m.

Langkah 2 — Beban mati atap (asumsi umum):

 Berat rangka atap (gording, reng, penutup, spandrel) saya ambil konservatif = 0,50 kN/m²
(penutup ringan seperti seng/galvalume) — Anda bisa ganti jika ada data.

 Beban sendiri balok (balok beton) dihitung terpisah.

Langkah 3 — Beban hidup (asumsi atap):

 Untuk atap tidak ditempati, beban hidup = 0,25 kN/m² (atau sesuai SNI, bisa dianggap kecil).

 Beban angin dan gempa tidak dihitung rinci di sini — jika tugas meminta analisa
gempa/angin, saya akan tambahkan analisa gaya lateral berdasarkan SNI/NA.

Beban terdistribusi pada balok (contoh):

 Ambil lebar tributary pada balok = jarak antar kuda-kuda = 4,1 m.

 Berat atap = (0,50 + 0,25) kN/m² = 0,75 kN/m² total → beban per panjang balok = 0,75 × 4,1
= 3,075 kN/m.

 Tambahkan berat sendiri (self-weight) balok beton: untuk balok dimensi perkiraan 0,30 m ×
0,50 m → area = 0,15 m² → berat = 0,15×24 = 3,6 kN/m.

 Jadi beban total terdistribusi w = 3,075 + 3,6 = 6,675 kN/m (dibulatkan 6,68 kN/m).

5) Desain contoh Balok utama (Bentang = 6,1 m)

5.1 Momen Ultimate (sederhana, balok dua tumpuan, beban merata w)

 Untuk balok sederhana: M_max = w L² / 8

 w = 6,675 kN/m, L = 6,1 m

 Hitung: L² = 6,1² = 37,21


M = 6,675 × 37,21 / 8 = (248,45) / 8 = 31,06 kN·m

Untuk faktor beban ultimate (beban kombinasi), gunakan γ = 1,2 DL + 1,6 LL (bila pakai load factors).
Kita gunakan cara SNI simplifikasi:

 Beban kombinasi ultimate w_u ≈ 1,2×DL + 1,6×LL. Dari DL=3,6 kN/m (balok sendiri) + 0,5
kN/m²×4,1 = 2,05? (saya sebelumnya gabungkan; untuk konsistensi, ambil w_u ≈ 1,4×w total
sebagai perkiraan konservatif).
Untuk ringkas, gunakan faktor 1.4 → M_u ≈ 1.4 × 31,06 = 43,49 kN·m.

5.2 Tentukan dimensi awal

 Pilih dimensi balok tebal h = 500 mm, lebar b = 300 mm (sesuai asumsi sebelumnya: 0,30 ×
0,50 m).
 As = tulangan lentur yang diperlukan dihitung dari persamaan kapasitas momen nominal
(Mn) = φ As fy (d - a/2) , dengan asumsi sederhana.

5.3 Perhitungan tulangan (pendek)

Asumsi: d ≈ h − cover − ϕ/2 − stirrup = 500 − 40 − 8/2 − 10 ≈ 440 mm (anggap d = 0,44 m).
Gunakan persamaan sederhana: M_u = φ·Mn ; ambil φ = 0,9. Maka Mn_req = M_u / φ = 43,49 / 0,9
= 48,32 kN·m.

Asumsi a = (As·fy)/(0.85·f'c·b) — perlu iterasi, tapi kita dapat pakai rumus pendek (untuk estimasi
awal) As ≈ M / (φ·fy·jd) ; dj (lever arm) ≈ 0.9d → jd ≈ 0.9×0.44 = 0.396 m.

As ≈ Mn_req / (fy·jd) = 48,32 kN·m / (370 MPa × 0,396 m)


Konversi: 48,32 kN·m = 48.320 N·m = 48.320.000 N·mm; fy = 370 N/mm²; jd = 396 mm.
As ≈ 48.320.000 / (370 × 396) = 48.320.000 / 146.520 ≈ 329.8 mm²

Pilih tulangan praktis: mis. 2 batang Ø12 (area tiap Ø12 ≈ 113 mm² → 2Ø12 = 226 mm²) terlalu kecil.
3Ø12 = 339 mm² → 3 batang Ø12 cocok (As = 339 mm² > 329.8 mm²).

Cek geser & lendutan (ringkasan):

 Periksa geser V_u = w_u·L/2 (untuk setengah bentang) → pastikan kapasitas geser balok
dengan sanggahan sengkang. Jika melebihi, tambahkan sengkang.

 Cek lendutan dengan I dan modulus elastisitas — jika h = 500 mm biasanya aman untuk
bentang 6,1 m, tapi periksa rasio L/h: L efektif ≈ 6,1 m → L/h = 6100 / 500 = 12.2 → biasanya
L/h < 20 jadi lendutan kontrol mungkin terpenuhi; hitung lebih rinci bila diminta.

Ringkasan balok:

 Dimensi balok: b = 300 mm, h = 500 mm

 Tulangan utama: 3Ø12 (As = 339 mm²)

 Sengkang (stirrup): mis. Ø8 tiap 150 mm pada daerah momen/pusat ; Ø8 tiap 200 mm di
daerah luar (cek geser rinci diperlukan).

6) Desain contoh Kolom (mengambil kolom penyangga balok)

6.1 Beban aksial estimasi

 Asumsikan kolom menumpu tributary area dari 2 balok (kiri & kanan) atau satu bidang atap.
Untuk contoh sederhana, ambil beban terpusat dari balok diatas:
Total beban dari balok per panjang: w × L = 6,675 kN/m × 6,1 m = 40,72 kN per balok. Jika
dua balok masuk tributary → ≈ 81,4 kN. Ditambah berat atap lainnya dan faktor dead load →
ambil beban aksial awal N_u ≈ 200 kN (ambil konservatif). Jika Anda ingin saya hitung persis
tributary area, saya akan kerjakan.

6.2 Pilih dimensi kolom awal

 Pilih kolom persegi 300 × 300 mm sebagai titik awal.

 Cek kapasitas aksial lentur sederhana (kolom pendek): φ·P0 = 0,8 f'c·A_g? (metode kasar)
A_g = 300×300 = 90.000 mm² = 0,09 m² → 0,09×25 MPa = 2,25 MN = 2250 kN → kapasitas
besar; jelas 200 kN aman. Namun harus dicek momen eksentrisitas.
6.3 Tulangan kolom

 Pilih 4Ø16 sebagai tulangan utama (area tiap Ø16 ≈ 201 mm² → 4×201 = 804 mm² → Rasio
tulangan ≈ 804 / 90.000 ≈ 0.0089 = 0,89% — dalam batas praktis 1–4% typical).

 Buat stirrup Ø8 @ 100 mm untuk memastikan ikatan.

7) Jadwal tulangan (contoh ringkas)

 Balok B1 (L = 6,1 m): b×h = 300×500 mm ; Tulangan atas (jika diperlukan geser atau momen
negatif): 2Ø10 ; Tulangan bawah (utama): 3Ø12 ; Sengkang: Ø8 @ 150 mm (daerah
momen) / Ø8 @ 200 mm (daerah netral).

 Kolom C1: 300×300 mm ; 4Ø16 ; Sengkang Ø8 @ 100 mm (seluruh tinggi).

 Semua cover beton = 40 mm untuk elemen luar (sesuaikan kondisi ekspos dan syarat tugas).

8) Catatan perhitungan & dokumentasi

 Semua angka beban hidup / mati atap di atas adalah asumsi umum. Jika tugas Anda
memberikan data beban atap/jarak purlin/material penutup, saya harus mengganti dan
menghitung ulang.

 Untuk desain final perlu: periksa geser (V_u vs φV_n), cek lendutan (defleksi) terhadap batas
service (L/250, L/360 sesuai fungsi), dan penulisan gambar potongan & detail tulangan
(ankor, hak, overlap).

 Jika tugas mensyaratkan pemodelan SAP2000 atau perhitungan sesuai SNI tertentu (mis.
gaya gempa), saya bisa lanjutkan dengan input SNI bila Anda minta (saya akan butuh info
apakah mau analisa gempa/dinamik).

 9) Teks laporan singkat (siap copy →


paste)
 (Bagian ini bisa langsung Anda letakkan di laporan tugas)
Data Awal:
NIM: 24041000091 → H1 = 4,1 m; H2 = 4,1 m; L1 = 6,1 m; L2 = 7,1 m; Jarak antar
kuda-kuda = 4,1 m; Mutu baja = BJ 37 (fy=370 MPa). :contentReference[oaicite:3]
{index=3}

Asumsi Material:
f'c = 25 MPa; fy = 370 MPa; berat beton = 24 kN/m³; beban atap = 0,50 kN/m² (dead)
+ 0,25 kN/m² (live).

Contoh Perancangan Balok (L = 6,1 m):


Beban total terdistribusi w ≈ 6,675 kN/m → M_u (perkiraan dengan faktor) ≈ 43,49
kN·m.
Dimensi awal balok = 300×500 mm; Tulangan utama bawah = 3Ø12 (As = 339 mm²);
Sengkang Ø8 @ 150 mm (daerah momen).

Contoh Perancangan Kolom:


Asumsi beban aksial N_u ≈ 200 kN (perkiraan tributary). Dimensi kolom = 300×300
mm; Tulangan = 4Ø16; Sengkang Ø8 @ 100 mm.
Catatan:
Semua perhitungan di atas adalah perhitungan awal dan harus diverifikasi ulang bila
data beban/material/tata-letak penuh diberikan. Jika diinginkan, saya lanjutkan: (a)
perhitungan geser lengkap, (b) perhitungan lendutan, (c) gambar detail & schedule
tulangan lengkap, (d) perhitungan seluruh kolom & balok pada rangka.

Anda mungkin juga menyukai