EVALUASI DIRI TERHADAP STANDARISASI KEBERSIHAN
AKIBAT COVID-19
PROYEK AKHIR
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Kelulusan Program Studi
Diploma IV Manajemen Perhotelan
DISUSUN OLEH:
NAMA: LUCANO URIAN
NIM: 19420012
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV MANAJEMEN
PERHOTELAN AKADEMI PARIWISATA PERTIWI
JAKARTA
2023
HALAMAN PERSETUJUAN
Proyek Akhir
Evaluasi Diri terhadap Standarisasi Kebersihan akibat COVID 19
Disusun Oleh:
Nama: Lucano Urian
NIM: 19420012
Telah Disetujui Pembimbing Untuk Dipertahankan
di Hadapan Dewan Penguji Sebagai Proyek Akhir
Tanggal ................................................
Pembimbing
..................................................
NIDN ...................................
Mengetahui,
Kepala Program Studi
....................................................
NIDN ......................................
HALAMAN PENGESAHAN
Proyek Akhir
Evaluasi Diri terhadap Standarisasi Kebersihan akibat COVID 19
Disusun Oleh:
Nama: Lucano Urian
NIM: 19420012
Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Proyek Akhir Akademi Pariwisata
Pertiwi Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan Kelulusan Program Studi Diploma
IV Pengelolaan Perhotelan
Pada Hari/Tanggal
………………………………….
Dewan Penguji: Paraf
1. ………………………………. ( )
2. ………………………………. ( )
Mengesahkan,
Direktur Akademi Pariwisata Pertiwi
Sri Indrayanti, S.E., [Link]
NIDN : 0330038003
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah menunjukkan
rahmat, petunjuk, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan dalil ini dengan judul “Evaluasi Diri terhadap Standarisasi
Kebersihan akibat Covid-19”.
Usulan ini merupakan hasil kerja keras dan kerja keras selama beberapa waktu
dalam menggali dan mengurai dampak pandemi virus Corona di kawasan industri
pariwisata, terutama di bagian kebersihan objek wisata. Sehubungan dengan
pandemi yang melanda dunia, industri perjalanan adalah salah satu bidang yang
terkena dampaknya. Pedoman kebersihan dan konvensi kesehatan sangat penting
untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengelola,
pembicara, dan pihak-pihak terkait di perguruan tinggi yang telah memberikan
bimbingan, arahan, dan dukungan selama waktu yang dihabiskan untuk menyusun
penelitian ini. Tanpa bantuan dan dukungan mereka, susunan penelitian ini tidak
akan pernah terbayangkan.
Selain itu, penulis ingin menyampaikan penghargaan kepada semua responden
dan pihak terkait yang telah memberikan informasi dan data yang signifikan untuk
pemeriksaan ini. Komitmen mereka adalah titik awal yang signifikan untuk
menciptakan penemuan dan tujuan yang adil dan dapat diterapkan.
Penulis juga ingin berterima kasih kepada orang yang membantu, yang telah
secara konsisten menawarkan bantuan dan dukungan moral dalam perjalanan
penulis untuk menyelesaikan penelitian ini. Permintaan dan inspirasi mereka telah
menjadi sumber solidaritas bagi kami untuk terus berusaha memberikan hasil
terbaik.
Akhirnya, penulis memahami bahwa proposal ini tidak sepenuhnya sempurna.
Oleh karena itu, penulis sangat mempercayai analisis, ide, dan kontribusi berharga
dari pembaca yang dapat membantu penulis untuk terus mengerjakan sifat
eksplorasi penulis di kemudian hari.
Idealnya, penelitian ini dapat menjadi komitmen yang bermanfaat bagi
peningkatan kawasan industri pariwisata, khususnya dalam menghadapi
kebersihan akibat pandemi virus Corona. Idealnya, penelitian ini juga bisa
menjadi acuan untuk eksplorasi lebih lanjut yang berhubungan dengan titik
serupa.
Hormat saya,
BAB 1
LATAR BELAKANG
Coronavirus, yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2, pertama kali
muncul di kota Wuhan di Wilayah Hubei, China, pada Desember 2019. World
Prosperity Affiliation (WHO) menyatakan infeksi ini sebagai pandemi pada 11
Maret 2020, setelah untuk menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.
Orang yang terkena virus menyebarkan SARS-CoV-2 melalui tetesan kecil
saat mereka batuk, bersin, atau berbicara. Juga, virus ini dapat menyebar melalui
kontak dengan permukaan yang terkena virus yang mencemari mereka. Demam,
kelelahan, sesak nafas, nyeri otot, kehilangan sensasi atau penciuman, sakit
tenggorokan, dan masalah terkait perut adalah efek samping dari Coronavirus.
Beberapa kasus dapat berkembang menjadi penyakit yang parah, terutama pada
orang tua atau mereka yang memiliki masalah medis sebelumnya.
Coronavirus mempengaruhi kesehatan masyarakat, ekonomi, dan sosial.
Untuk menghentikan penyebaran Covid-19, banyak negara telah melakukan
pembatasan seperti lockdown, pembatasan perjalanan, dan sosial distancing.
Demikian pula, Asosiasi Kesehatan Dunia menyarankan praktik pencegahan
seperti menjaga jarak sesama masyarakat, memakai masker, mencuci tangan
dengan hand sanitizer dan air mengalir, dan menjauhi kerumunan.
Pandemi Coronavirus membutuhkan kerja sama di seluruh dunia,
peningkatan cepat vaksin, obat-obatan, dan pengujian massal. Beberapa vaksin
Coronavirus telah dibuat dan diberikan setelah uji klinis lengkap mulai dari awal
pandemi. Salah satu teknik utama untuk mengendalikan penyebaran virus dan
mengurangi dampak penyakit adalah vaksinasi.
Pandemi virus Corona terus berlanjut, dan reaksi negara-negara telah
bermacam-macam. Untuk melindungi diri dan orang lain dari Coronavirus,
penting untuk tetap mengikuti arahan dan informasi terbaru dari spesialis
kesehatan setempat.
Demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas adalah efek samping dari
virus Corona. Namun, beberapa orang mungkin menunjukkan gejala ringan atau
tidak ada sama sekali, tetapi mereka masih dapat menyebarkan virus ke orang
lain. Orang-orang tertentu, terutama mereka yang lebih berpengalaman atau
memiliki penyakit sebelumnya seperti diabetes, penyakit jantung, atau penyakit
paru-paru, dapat mengembangkan komplikasi serius dari virus Corona. Untuk
mencegah penyebaran virus Corona, dianjurkan untuk tidak menyentuh wajah,
menjaga jarak satu meter dengan orang lain, rutin membersihkan dengan
pembersih dan air mengalir, serta menggunakan penutup wajah saat berada di
tempat yang terang benderang.
Berbagai organisasi negara telah mendukung penggunaan antibodi virus
Corona. Vaksinasi dapat membantu melindungi masyarakat dari penyakit serius.
Coronavirus masih menyebar di banyak negara di seluruh dunia, meskipun banyak
upaya untuk membatasi penyebaran virus. Pendekatan penanganan kasus virus
Corona bisa berbeda-beda di setiap negara. Pandemi virus Corona telah
mempengaruhi ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan di seluruh dunia. Untuk
menghentikan penyebaran virus, banyak negara mengamankan dan membatasi
interaksi sosial.
Menurut Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif, pandemi virus Corona telah membatasi kehidupan masyarakat dan
membatasi tempat rekreasi dan hiburan, yang secara finansial mempengaruhi area
industri pariwisata. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disebut-sebut
membuat masyarakat lebih sering beraktivitas di rumah, dan laju pengunjung
penginapan dan restoran turun drastis. Wishnutama mengatakan dalam keterangan
resmi yang diterima Bisnis pada Kamis (6/8/2020) bahwa pengaruhnya sangat
besar terhadap bidang-bidang pendukung industri pariwisata dan ekonomi kreatif,
seperti transportasi. Meski demikian, difasilitasinya PSBB oleh beberapa negara
bagian setempat membuat perekonomian masyarakat mulai bergerak secara
bertahap. Terakhir, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah
membuka kembali industri pariwisata untuk wisatawan dari seluruh Nusantara.
Dia percaya industri pariwisata dapat membangkitkan ekonomi masyarakat.
Selain itu, layanan tersebut juga memulai Indonesia CARE, sebuah rencana
korespondensi yang mengarah pada peningkatan kepercayaan publik. Sesuai Focal
Measurements Organization (BPS), perkembangan keuangan publik pada triwulan
kedua tahun 2020 menyusut sebesar -5,32%, yang merupakan angka paling
rendah mulai sekitar tahun 1999.
Lebih dari setahun sebelumnya, pandemi virus Corona melanda Indonesia.
Sekitar 1,6 juta orang terpapar. Namun, informasi tentang kasus kematian akibat
virus yang tidak terdeteksi ini masih bias. Selain tidak disegarkan dalam pola pikir
daerah, data penyebaran virus corona di wilayah dan pusat pemerintahan pusat
juga masih inkonsisten.
Lapor Data LaporCovid19 Volunteer Group menemukan angka kematian
positif virus Corona telah menyentuh 47.642 orang per Rabu (28 April 2021).
Dan, setelah semua dikatakan dan dilakukan, masih ada 12 daerah yang miskin
memperbarui informasinya karena situsnya bermasalah. Pemerintah pusat sendiri
menyampaikan 45.116 kasus kematian hingga Kamis (29 April 2021). Artinya,
ada perbedaan hingga 2.526 kasus kematian yang dicatat oleh pemerintah daerah
dan pemerintah pusat.
Jumlah Kematian positif COVID-19 Tingkat Provinsi
Dari 33 wilayah, tujuh telah mencatat lebih dari 1.000 kematian akibat
virus Corona. Jawa Pusat justru menempati level tertinggi dengan 11.794 kasus,
disusul Jawa Timur (10.654 kasus), DKI Jakarta (6.690 kasus), Jawa Barat (3.692
kasus), Kalimantan Timur (1.624 kasus), Banten (1.201 kasus), dan Riau (1.049).
Ketujuh wilayah ini menangani 77% kasus positif corona di Indonesia. Lihat
diagram terlampir:
Jumlah kasus kematian ini bisa jauh lebih menonjol jika otoritas publik
mengikuti aturan Asosiasi Kesejahteraan Dunia (WHO), yang memasukkan
kasus-kasus yang masuk akal (memiliki efek samping Coronavirus namun tidak
memiliki kesempatan dan kemauan untuk menjalani pengujian) sebagai kasus
kematian karena Coronavirus. Kelompok LaporCovid19 mencatat kasus yang
masuk akal, menghubungi 10.156 orang. Artinya, total kematian akibat virus
Corona di Indonesia mencapai 57.798.
Meskipun demikian, hanya enam area yang telah memberikan
kemungkinan informasi kasus per poin. Daerah tersebut adalah DKI Jakarta
dengan 6.858 kasus, Jawa Timur (1.477 kasus), Jawa Barat (1.451 kasus),
Sulawesi Selatan (222 kasus), Nusa Tenggara (93 kasus), dan Banten (55 kasus).
Tingkat kemungkinan kasus kematian di Banten dan Sulawesi Selatan mencapai
lebih dari 90% dari kasus yang masuk akal. Ini menyiratkan bahwa sebagian besar
kemungkinan kasus di kedua wilayah ini berakhir dengan kematian.
Perbedaan Data Kematian Pemerintah Pusat dan Daerah
Perbedaan data kematian antara administrasi negara teritorial dan fokus
menunjukkan bahwa otoritas publik tidak main-main untuk memberikan informasi
terbaru tentang penanganan virus Corona kepada masyarakat. Seharusnya tidak
ada upaya untuk menyembunyikan informasi tentang kematian dari Coronavirus
di tengah peningkatan kasus di india dan beberapa negara lain, seperti India.
Dalam persepsi masyarakat, berbagai daerah berpotensi mengalami
lonjakan kasus positif positif virus Corona yang dinamis. Berikutnya adalah 51
dari 514 masyarakat urban dengan jumlah kasus positif dinamis terbanyak yang
masih mengalami disengagement. Perlu diingat, pandemi virus Corona belum
selesai.
Direktur Perwakilan MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, konvensi
Kebersihan, Kesejahteraan, Keamanan, dan Iklim (CHSE) harus menjadi norma
lain di masyarakat, eksekutif industri perjalanan, dan menarik wisatawan asing
(Wisman). Menurutnya, hal ini dapat menjadikan industri travel sebagai
pendorong berkembangnya berbagai bidang.
Lestari mengatakan dalam imbauannya, Minggu (17/7/2022), standar
CHSE dalam penyelenggaraan industri travel publik harus terus ditumbuhkan agar
kawasan industri travel dapat mempercepat perkembangan berbagai daerah.
Diberitahu bahwa di masa pandemi, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Imajinatif
(Kemenparekraf) melaporkan Indonesia naik 12 peringkat menjadi 32 dari 117
negara dalam Travel and The Travel Industry Seriousness List (TTCI) 2021.
Menurut Lestari, hasil tersebut menunjukkan bahwa konvensi CHSE
merupakan cara alternatif pasca pandemi yang dapat memenuhi kebutuhan
wisatawan. Ini juga merupakan kesempatan untuk melibatkan industri perjalanan
sebagai dorongan untuk pengembangan di berbagai bidang.
Di tengah ancaman krisis keuangan global yang sedang berlangsung, Rie,
sapaan akrab Lestari, mengatakan bahwa berbagai upaya yang tepat untuk
menggerakkan ekonomi masyarakat sangat penting. Sejalan dengan itu, setiap
potensi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi harus segera ditumbuhkan.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penerapan
Standar CHSE dalam bidang kebersihan di Studio Alam TVRI.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana penerapan Standar CHSE
dalam bidang kebersihan di Studio Alam TVRI.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut:
1. Manfaat untuk spesialis:
Pelajar dapat membiasakan diri dengan konvensi kebersihan,
kesejahteraan, keamanan, dan pemeliharaan ekologis yang diterapkan
dalam bisnis lingkungan dengan memimpin studi CHSE di penginapan. Ini
akan membangun kesadaran mereka akan pentingnya mengikuti pedoman
kebersihan dan kesejahteraan dalam industri perjalanan.
Melakukan penelitian CHSE di penginapan akan membantu siswa
menjadi lebih baik dalam penelitian. Mereka akan mempelajari prosedur
penelitian, bagaimana mengumpulkan informasi, melakukan pemeriksaan,
dan menyusun laporan penelitian. Kapasitas ini akan berguna nantinya
baik dalam profesi sarjana maupun ahli.
2. Keuntungan ujian untuk Perguruan Tinggi:
Kondisi pasang surut sangat berlaku untuk penelitian CHSE di
penginapan, terutama yang berkaitan dengan pandemi Coronavirus.
Sebagai perguruan tinggi, terkait dengan penelitian ini akan memberikan
kesempatan untuk berpartisipasi dalam ujian nyata dan secara langsung
mempengaruhi bisnis keramahan.
Perguruan tinggi dapat memperluas wawasan mereka tentang
konvensi kebersihan, kesejahteraan, keamanan, dan pengelolaan alam
yang diterapkan dalam bisnis keramahan melalui penelitian CHSE di
penginapan. Ini akan membangun wawasan mereka tentang industri
perjalanan dan kapasitas mereka untuk menampilkan materi yang
signifikan.
3. Keuntungan pemeriksaan untuk Industri Perjalanan:
Keramahan CHSE berkonsentrasi pada bantuan untuk lebih
mengembangkan kebersihan, kesejahteraan, keamanan, dan pedoman
alami dalam tugas-tugas penginapan. Hal ini meningkatkan kedudukan
industri perjalanan dan perusahaan penginapan pada umumnya. Voyager
umumnya akan memilih fasilitas yang memenuhi pedoman CHSE tinggi
untuk meningkatkan kepercayaan dan keandalan pelanggan.
CHSE berkonsentrasi pada penginapan bantuan dengan
memberikan iklim pengunjung yang aman, bersih, dan sehat. Ini secara
langsung memengaruhi loyalitas konsumen dan pengalaman positif
mereka selama kunjungan mereka. Pemenuhan pengunjung yang tinggi
akan menghasilkan manfaat jangka panjang sebagai ulasan, saran, dan
kunjungan pengulangan tertentu.
E. Batasan Masalah
Pembatasan masalah pada penelitian ini adalah:
1. Destinasi wisata yang diambil hanya Studio Alam TVRI.
2. Bidang CHSE yang diambil adalah bagian kebersihan dari
konvensi CHSE.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
A. Profil Tempat
1. Sejarah
Studio Alam TVRI Depok adalah salah satu studio kreasi TV di Kota
Depok, Jawa Barat, Indonesia. Ini penting untuk slot TV publik paling mapan
di Indonesia, TVRI (Televisi Republik Indonesia).
Studio Alam TVRI Depok didirikan pada tahun 1989 dengan tujuan
utama menciptakan program TV yang memperhatikan alam dan iklim. Sejak
pendiriannya, studio ini telah menampilkan narasi dan program TV yang
berbeda dengan tema seperti keamanan ekologis, keanekaragaman hayati, dan
alam.
Serial narasi pengalaman "Jejak Petualang" yang telah lama
dikomunikasikan secara konsisten di TVRI merupakan salah satu proyek
paling menonjol yang dibuat di Studio Alam TVRI Depok. Program ini sudah
berlangsung sangat lama dan menjadi salah satu simbol TVRI.
Selain itu, Inclination Studio TVRI Depok juga membuat proyek-
proyek lain, seperti "Nature and People", yang berbicara tentang hubungan
antara manusia dan alam, dan "Bumi Indonesia", yang mengeksplorasi
keindahan alam Indonesia.
Studio Alam TVRI Depok juga sering dimanfaatkan oleh produsen
mandiri maupun pihak luar untuk menayangkan acara TV dengan tema
natural dan natural. Studio memiliki kantor produksi modern yang
memungkinkan pembuatan program yang sangat baik.
Meski saat ini banyak studio produksi TV rahasia di Indonesia, Studio
Tendensi TVRI Depok tetap menjadi salah satu area utama pengembangan
program TV yang berhubungan dengan alam dan iklim. Studio Alam TVRI
Depok terus berkreasi dan menyesuaikan diri dengan kemajuan inovasi kreasi
TV.
2. Visi Misi
3. Logo dan Makna
4. Fasilitas
5. Paket Permainan/Wahana
6. Tiket
B. Struktur Organisasi
1. Profil Pemilik
2. Struktur Organisasi
3. Job Desk
C. Tinjauan Pustaka
1. Evaluasi Diri
a. Pengertian
Evaluasi diri adalah pendekatan untuk mengevaluasi pencapaian
bisnis Anda. Anda dapat percaya kapasitas Anda sendiri untuk menjadi
kualitas Anda. Manfaat self-assessment adalah pekerjaan membantu
gambaran keadaan dan pameran seseorang melalui evaluasi dan
pemeriksaan yang diselesaikan dengan berkonsentrasi pada proyek-proyek
atau yayasan-yayasan tersier. Motivasi di balik menilai diri sendiri adalah
untuk mengatasi diri sendiri dengan tujuan yang dapat Anda tingkatkan
secara pribadi.
Evaluasi diri penting dengan tujuan agar Anda tahu tentang
kekurangan dan kelebihan Anda, termasuk bagaimana orang lain
memandang pekerjaan Anda. Dengan memiliki kesadaran ini, Anda dapat
mengembangkan keberanian yang lebih baik, meningkatkan kemampuan
Anda untuk menggunakan penilaian yang baik, dan membuat hubungan
yang lebih kuat dengan orang-orang di sekitar Anda.
Menurut Dianne Vella-Brodrick dan kelompoknya(2014), evaluasi
diri adalah "siklus dasar dan cerdas yang mencakup evaluasi kualitas,
keterampilan, dan tujuan hidup seseorang yang sepenuhnya bermaksud
memperluas pemahaman diri dan mencapai peningkatan diri."
Menurut dengan Richard Ryan dan kelompok eksplorasi (2013),
sehubungan dengan penelitian otak inspirasional, evaluasi diri adalah
"siklus yang berkembang dan sangat kompleks yang mencakup evaluasi
dan memutuskan apakah kebutuhan mental esensial seseorang terpenuhi
dan sejauh mana orang dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan
kualitas dan keinginan individu."
Menurut Svetlana N. Khapova dan Helena C. Kraemer (2020),
dalam lingkungan karir, evaluasi diri adalah "pengamatan dasar dan
pemahaman praktis tentang penampilan, kemampuan, dan nilai-nilai
tunggal yang dapat membantu pengaturan karier dan pergantian peristiwa
profesional."
Menurut dengan Laura D. Schmalzl (2014), berkaitan dengan
kesejahteraan dan kesejahteraan, evaluasi diri adalah "suatu kursus
pengamatan diri sadar yang mencakup pemahaman dan penilaian tubuh,
otak, dan perasaan tunggal dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan dan
kepuasan pribadi."
b. Hal hal yang mempengaruhi terjadi Evaluasi diri
Evaluasi diri adalah proses penalaran dan evaluasi diri yang
mencakup merenungkan kapasitas, pencapaian, dan cara Anda berperilaku.
Beberapa hal yang mempengaruhi penilaian diri adalah sebagai berikut:
1) Tujuan dan Norma Individu: Penilaian diri dalam banyak kasus
disebabkan oleh pemeriksaan antara tujuan yang telah ditetapkan
dan pencapaian yang telah dicapai. Panduan individu yang
digunakan sebagai tolok ukur juga memengaruhi evaluasi diri;
seseorang yang memiliki persyaratan tinggi mungkin lebih
mendasar saat menilai diri mereka sendiri.
2) Kritik dari Orang Lain: Sudut pandang atau masukan orang lain
dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri.
Masukan positif dapat meningkatkan kepercayaan diri dan
memberikan kepuasan, sedangkan kritik pesimistis dapat
mendorong seseorang untuk berpikir lebih mendasar tentang
dirinya sendiri.
3) Iklim Sosial: Tempat tinggal seseorang juga dapat mempengaruhi
cara mereka memandang diri sendiri. Orang-orang mungkin
berhati-hati untuk menilai diri sendiri dengan lebih hati-hati jika
mereka berada dalam iklim yang stabil dan mendorong, tetapi jika
mereka berada dalam iklim yang sederhana atau kejam, mereka
mungkin akan cenderung menilai diri mereka sendiri dengan lebih
buruk.
4) Nilai dan Keyakinan: Pikiran dan keyakinan seseorang juga dapat
memengaruhi cara mereka melihat diri mereka sendiri. Seseorang
yang menganggap otonomi penting dapat menilai seberapa bebas
mereka.
5) Pengalaman Pendidikan: Pertemuan berharga seseorang, termasuk
dua kemenangan dan kekecewaan, dapat memengaruhi cara mereka
menilai diri sendiri. Baik kekecewaan maupun pencapaian dapat
mendorong seseorang untuk melakukan penilaian diri yang lebih
mendasar.
c. Tujuan evaluasi diri
Penilaian diri direncanakan untuk hal-hal berikut:
1) Mengumpulkan profil kelembagaan yang lengkap dengan informasi
yang luar biasa.
2) Persiapan yang gigih dan pengembangan pribadi
3) Penegasan kualitas interior program studi dan yayasan pendidikan
lanjutan
4) Memberikan data tentang konsentrasi proyek dan perguruan tinggi
kepada masyarakat umum dan perkumpulan tertentu yang
membutuhkannya (mitra).
5) Dasar untuk penilaian luar (otorisasi).
d. Manfaat Evaluasi Diri
Hasil dari evaluasi diri dapat terlibat dengan berkonsentrasi
pada proyek atau perguruan tinggi untuk hal-hal berikut:
1) Membantu dalam identifikasi masalah, penilaian program dan
pencapaian sasaran
2) Memperkuat budaya evaluasi kelembagaan (institusional
evaluation) dan analisis-diri.
3) Memperkenalkan staf baru kepada keseluruhan program studi/
perguruan tinggi
4) Memperkuat jiwa korsa dalam lembaga, memperkecil kesenjangan
antara tujuan pribadi dan tujuan lembaga dan mendorong
keterbukaan.
5) Menemukan kader baru bagi lembaga.
6) Mendorong program studi/perguruan tinggi untuk meninjau
kembali kebijakan yang telah usang.
7) Memberi informasi tentang status program studi/perguruan tinggi
dibandingkan dengan program studi/perguruan tinggi lain.
e. Faktor yang mempengaruhi Evaluasi Diri
Berikutnya adalah beberapa bagian normal yang perlu
dipertimbangkan yang dapat memengaruhi penilaian diri seseorang:
1) Kesadaran diri dan Pelatihan: Cara seseorang menilai dirinya
sendiri dapat dipengaruhi oleh sekolah formal dan peluang
pertumbuhan yang konstan.
2) Bantuan Sosial: Dukungan dari orang-orang di sekitar kita, seperti
teman, pemandu, dan keluarga, dapat memengaruhi penilaian diri
kita.
3) Menyesuaikan Komitmen dan Kekuatan Mental: Bagaimana
seseorang menangani tekanan, masalah, dan kekecewaan
memengaruhi cara mereka menilai diri sendiri.
4) Pengalaman hidup dan Trauma: Penegasan diri seseorang dapat
dipengaruhi oleh latar belakang mereka, termasuk peristiwa besar
atau cedera.
2. Standarisasi
a. Pengertian
Standarisasi adalah patokan atau aturan yang digunakan sebagai
acuan dasar untuk mencapai kesesuaian. Standar umumnya digunakan
sebagai patokan untuk suatu artikel dengan menentukan kualitas dan detail
tertentu yang dipaksakan padanya. Standarisasi disinggung sebagai kerja
bersama untuk menata sebuah standar. Dengan standar ini, suatu barang
telah menambah harga diri dan dirasakan oleh seluruh wilayah setempat.
American National Standards Institute (ANSI):
Sesuai ANSI, standarisasi adalah cara paling umum untuk
membuat, melaksanakan, dan mengikuti prinsip yang ditetapkan oleh
badan pedoman sertifikasi.
International Organization for Standardization (ISO):
ISO mencirikan standarisasi sebagai tindakan untuk membuat dan
menerapkan aturan, aturan, dan kualitas untuk latihan eksplisit yang berarti
mencapai level ideal dalam pengaturan umum.
National Institute of Standards and Technology (NIST):
NIST mencirikan standarisasi sebagai metode yang terlibat dengan
pembuatan dan pelaksanaan aturan, aturan, dan detail khusus untuk
mencapai konsistensi, kesamaan, keamanan, interoperabilitas, atau kualitas
yang ideal.
Standards Council of Canada (SCC):
Seperti yang ditunjukkan oleh SCC, standarisasi adalah proses
yang melibatkan pembuatan, pelaksanaan, dan mengikuti prinsip-prinsip
untuk item, administrasi, atau interaksi tertentu.
International Electrotechnical Commission (IEC):
IEC mencirikan standarisasi sebagai gerakan yang menggabungkan
semua kegiatan yang diperlukan untuk memberikan aturan, aturan, saran,
dan hal-hal khusus untuk mencapai tingkat ideal dalam pengaturan umum.
b. Tujuan Standarisasi
1) Berusaha agar pengembangan, pasokan, perakitan barang dan
administrasi agar lebih aman, lebih bersih, lebih efisien, dan lebih
berkualitas.
2) Menjadi pedoman dari teknis pemerintah untuk beberapa bidang
seperti, legislasi lingkungan, keselamatan dalam kesehatan, dan
penyetaraan.
3) Menyempurnakan dan mempercepat waktu proses produk masuk
ke dalam pasar serta suatu jasa yang berasal dari inovasi. mobile
gaminator
4) Memberikan fasilitas terbaik dalam perdagangan antarnegara agar
lebih adil.
5) Membuat hidup masyarakat lebih nyaman, lebih tenteram, dan
lebih sederhana karena adanya pemecahan pada setiap
permasalahan bersama.
6) Saling berbagi dalam kemajuan teknologi dan praktik mengenai
manajemen yang baik dan benar.
7) Memberikan jaminan pada konsumen atau pemakai umum
menyangkut pada produk dan jasa.
c. Manfaat Standarisasi
1) Di bidang perdagangan, ISO membuat medan pertempuran yang
rata untuk semua lawan di pasar.
2) Untuk kekuatan publik, ISO adalah landasan di bidang mekanis
dan akal yang menjaga kemakmuran, keamanan, dan pedoman
teratur.
3) Untuk negara-negara non-modern, ISO adalah sumber data untuk
menawarkan dukungan dan titik potong untuk mengatasi masalah
pertukaran.
4) Untuk klien suatu hal atau organisasi, ISO dapat menjamin yang
terbaik dalam hal keamanan, kenyamanan, kualitas, dan keandalan.
5) Untuk semua orang, ISO menjamin bahwa segala sesuatu, seperti
mesin, rakitan mekanik, transportasi, barang, dan organisasi yang
digunakan, baik-baik saja untuk kemakmuran semua orang.
3. Kebersihan
a. Pengertian
Kebersihan adalah lingkungan yang bersih dari pencemaran udara,
pencemaran air dan sampah (Perda Kab. Ciamis No. 10 Tahun 2012
Tentang Ketertiban Kebersihana dan Keindahan).
Seperti yang ditunjukkan oleh Arifin (Hardiana, 2018: 501),
kerapian ekspres yang terlihat bersih, sehat, dan indah. Iklim yang
sempurna adalah hak dasar setiap orang untuk mendapatkan kesejahteraan
untuk pekerjaan mereka. Semua yang terjadi pada iklim akan
mempengaruhi ketahanan dan kemakmuran manusia dan makhluk hidup
lainnya. Dalam menjaga iklim yang sempurna, diperlukan kesadaran
manusia sebagai hewan yang memiliki otak.
Menurut Subrata (2013: 14 dan 16), secara garis besar iklim atau
iklim kehidupan adalah setiap keadaan atau kondisi di alam yang
menggabungkan makhluk hidup dan benda serta membentuk kehidupan
yang nyaman. Keadaan teratur secara langsung akan mempengaruhi
pergantian peristiwa dan perilaku makhluk hidup di dalamnya. Lebih
lanjut Subrata mengungkapkan bahwa, sebagai aturan umum, iklim
manusia itu sendiri dapat dikenali menjadi habitat umum dan iklim sosial.
Habitat reguler adalah iklim kehidupan di sekitar manusia, sedangkan
iklim sosial adalah iklim yang membentuk dan mempengaruhi cara
berperilaku dan karakter seseorang atau kelompok. Keduanya saling
berkaitan erat, sehingga pengelolaannya tidak sepenuhnya terpaku oleh
keberadaannya. Habitat asli tidak akan seperti yang diharapkan terpelihara
jika tidak ada iklim bersahabat yang juga bagus. Sebaliknya, iklim sosial
tidak akan terbentuk seperti yang diharapkan jika tidak ada habitat asli
yang layak.
b. Manfaat Menjaga Kebersihan
Lingkungan yang bersih tentu menjadi dambaan semua warga.
Menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai
kebiasaan kecil seperti mencuci tangan, mengatur barang-barang agar tetap
bersih, dan mencuci barang-barang yang sering digunakan secara rutin.
Namun, terkadang masih ada seb by jagian masyarakat yang belum
mengetahui bahwa menjaga bhbu BB jh mu hp itu sangat penting. Padahal,
menjaga kebersihan sangat membantu orang lain.
Dengan kebersihan, Anda dapat beraktivitas sehari-hari dengan aman dan
nyaman. Kebersihan memiliki dampak positif bagi orang yang melakukannya.
1) Terhindar dari Ancaman Banjir
Banjir adalah salah satu dampak buruk dari lingkungan
yang tidak bersih. Penyebab banjir adalah pembuangan sampah
secara teratur di beberapa tempat yang tidak dapat diterima.
Hal ini membuat berton-ton sampah terbuang ke mana-
mana, sehingga saat hujan, sampah akan terbawa air dan menutupi
lubang saluran pembuangan, sehingga air tidak mengalir dengan
semestinya.
Seperti itu, air akan merendam jalan dan bahkan
penginapan. Air baru akan surut beberapa waktu kemudian,
beberapa jam bahkan beberapa hari.
2) Terhindar dari Penyakit Menular
Lingkungan yang kotor dapat menyebabkan penyakit
menular seperti demam berdarah, diare, dan tifus. Penyakit
tersebut, jika tidak ditangani sebagaimana mestinya, dapat
menyebabkan kematian.
Banyak orang takut akan bahaya, tetapi masih jarang orang
yang bermain aman melawan faktor pertaruhan untuk penyakit
tersebut. Ini telah menyebabkan banyak penyakit yang disebabkan
oleh lingkungan yang kotor. Di sisi lain, lingkungan yang bersih
akan membuat kita hidup aman, nyaman, dan tenteram.
Dengan melakukan pencegahan, misalnya menjaga
kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah
sembarangan, tidak membiarkan sampah sembarangan, dll, kita
dapat terhindar dari penyakit-penyakit tersebut.
3) Lingkungan Menjadi Lebih Rapi dan Nyaman Untuk ditempati
Ketika melihat kawasan kumuh yang berada di suatu
daerah, kita akan merasa tidak nyaman untuk memperhatikannya.
Bahwa, betapapun dekat, kita merasa enggan karena bau yang
ditimbulkannya. Begitulah cara orang menilai lingkungan yang
kotor.
Orang-orang akan menilai kita jika mereka melihat di luar
kita, misalnya, wilayah tempat kita tinggal. Agar orang atau
pengunjung merasa senang memasuki wilayah lingkungan kita,
kita harus menjaga kebersihan lingkungan. Cara memulainya
mudah, hanya dengan membuang sampah di tempatnya terlebih
dahulu. Dengan begitu, keadaan kita saat ini akan lebih rapi dan
nyaman untuk dilihat.
4) Meningkatkan Kesehatan Jasmani dan Rohani
Kebersihan adalah modal utama kesehatan jasmani dan
rohani. Ada kutipan dari puisi satire yang ditulis indah oleh
Decimus Iunius Iuvenalis, seorang penulis dan sarjana Romawi,
yang membaca dengan teliti "Mens Sana In Corpore Sano," yang
dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat..
Dia menekankan bahwa keunggulan budaya bersih di suatu
negara mencerminkan kemajuan nalar negara. Perspektif dasar
bersih berasal dari rumah kita sendiri.
Rumah yang bersih akan membawa energi dan kekuatan yang
tenang bersama dengan kesejahteraan, baik secara jasmani maupun
rohani.
c. Faktor
Menurut Potter dan Perry (2005), ada tujuh faktor yang
mempengaruhi seseorang untuk melakukan kebersihan diri, antara lain :
1) Citra Tubuh
Penampilan fisik seseorang adalah ide emosional dari
persepsi diri. Persepsi diri memengaruhi bagaimana seseorang
menjaga kebersihan. Ada perubahan fisik yang diakibatkan oleh
prosedur medis atau penyakit; makanya membutuhkan lebih
banyak pekerjaan untuk menjaga kebersihan.
2) Praktek Sosial
Kelompok sosial dalam pergaulan dapat mempengaruhi
kebersihan secara signifikan. Pada masa anak-anak, latihan
kebersihan diperoleh dari orang tua. Kecenderungan untuk tinggal
di rumah, kebersihan lingkungan rumah, dan bagaimana anak-anak
diajarkan bagaimana menangani diri mereka sendiri. Seiring
bertambahnya usia, bergaul di sekolah akan mengubah cara Anda
mempraktikkan kebersihan diri.
3) Status Sosial Ekonomi
Gaji seseorang juga merupakan variabel yang sangat
memengaruhi kebersihan. Kemampuan seseorang untuk membeli
peralatan dan bahan untuk menangani kebersihan diri dan
lingkungan.
4) Pengetahuan
Saat ini, tidak sedikit orang yang tidak memahami
pentingnya kebersihan bagi kesehatan. Dengan demikian, faktor
pengetahuan juga berpengaruh, meskipun pengetahuan itu sendiri
tidak cukup mendorong seseorang untuk menerapkan kebersihan
diri di dalam dirinya.
5) Budaya
Budaya mempengaruhi kebersihan individu karena teknik
yang diterapkan di satu daerah dan daerah lain akan berbeda.
Penggunaan air untuk membersihkan diri setelah buang air besar
merupakan budaya di Indonesia. Sedangkan di negara luar seperti
Jepang, China, dan Korea, cukup menggunakan tisu saja.
6) Pilihan Pribadi
Setiap orang pada dasarnya memiliki caranya masing-
masing dalam menghadapi dirinya sendiri, kapan waktu yang tepat,
dan bagaimana cara merawat diri sendiri .
7) Keadaan Fisik
Ketika Anda sakit, terutama ketika sakit keras, tentu saja
kondisi fisik akan menurun, sehingga kemampuan untuk merawat
diri sendiri pun berkurang. Butuh bantuan orang lain untuk
merawat diri.
Ketujuh faktor ini sangat mempengaruhi kebersihan seseorang. Di
masa pandemi seperti ini, otoritas publik harus melobi kebersihan dan
kewaspadaan individu. Kedua hal ini adalah hal terpenting yang harus
dimungkinkan untuk menghentikan penyebaran infeksi virus Corona.
4. Covid 19
a. Pengertian
Covid atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2
(SARS-CoV-2) adalah infeksi yang menyerang sistem pernapasan. Infeksi
tak tertahankan yang disebabkan oleh infeksi ini disebut Coronavirus.
Covid dapat menyebabkan masalah sistem pernapasan yang tidak terlalu
berlebihan, penyakit paru-paru yang serius, dan bahkan kematian.
World Health Organization (WHO):
Coronavirus adalah penyakit yang tak tertahankan yang disebabkan
oleh Covid baru yang tidak pernah dibedakan pada manusia. Penyakit ini
disebabkan oleh infeksi penyakit pernapasan serius Covid 2 (SARS-CoV-
2).
Centers for Disease Control and Prevention (CDC):
Coronavirus adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh
penyakit dengan infeksi SARS-CoV-2. Gejala umum termasuk demam,
batuk, sesak napas, lemas, otot atau tubuh berdenyut, kehilangan indera
perasa atau penciuman, dan efek samping lainnya.
National Institutes of Health (NIH):x
Coronavirus adalah penyakit yang disebabkan oleh penyakit
dengan infeksi SARS-CoV-2. Infeksi ini menyerang sistem pernapasan
dan dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari yang ringan hingga
yang parah, termasuk pneumonia atau infeksi paru-paru.
Johns Hopkins Medicine:
Coronavirus adalah penyakit yang tak tertahankan yang disebabkan
oleh penyakit dengan infeksi SARS-CoV-2. Penyakit ini dapat menyebar
melalui tetesan dari orang yang terinfeksi batuk, mengi, atau berbicara,
serta melalui kontak dekat dengan permukaan yang kotor.
European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC):
Coronavirus adalah penyakit pernapasan parah yang disebabkan
oleh penyakit dengan infeksi SARS-CoV-2. Infeksi menyebar melalui
tetesan kecil dari hidung atau mulut orang yang terkontaminasi saat
mereka batuk, terisak, atau berbicara.
b. Faktor faktor penyebab Covid
Berikut ini adalah unsur-unsur penyebab virus Corona secara lengkap:
1) Infeksi SARS-CoV-2: Seorang individu dari keluarga Covid,
SARS-CoV-2 menyebabkan Coronavirus. Ini menyebar melalui
droplet yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi ketika mereka
batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui kontak dekat dengan
permukaan yang tercemar.
2) Penyebaran individu ke individu: SARS-CoV-2 dapat menyebar
dari individu yang terinfeksi ke individu lain melalui kontak dekat,
terutama melalui droplet yang dilepaskan saat batuk, bersin, atau
berbicara. Selanjutnya, bersentuhan dengan permukaan yang
direndahkan dengan infeksi dapat menyebabkan penularan.
3) Kontak dengan Permukaan yang Terkontaminasi: Virus SARS-
CoV-2 dapat terjadi pada permukaan tertentu selama beberapa jam
hingga beberapa hari, bergantung pada jenis permukaan dan
keadaan alam. Seseorang dapat terinfeksi jika menyentuh
permukaan yang kotor dan menyentuh wajah, terutama mata,
hidung, atau mulut.
4) Aeorosol dan Transmisi Udara: Selain tetesan, ada bukti bahwa
SARS-CoV-2 juga dapat menyebar melalui partikel semprotan
yang lebih kecil yang dapat bertahan di udara untuk jangka waktu
yang lebih lama, terutama di daerah dengan ventilasi yang lebih
sedikit dan di mana aktivitas seperti berbicara, bernyanyi, atau
berteriak menghasilkan partikel semprotan.
5) Kontak dengan Hewan Terkontaminasi: Ada tanda-tanda bahwa
SARS-CoV-2 awalnya muncul dari hewan, kemungkinan
kelelawar, dan kemudian ditularkan kepada manusia melalui
mediator hewan. Namun, penyelidik masih menyelidiki penularan
langsung dari manusia ke manusia.
6) Kurangnya Kekebalan Spesifik: Corona virus dapat memengaruhi
siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Orang yang tidak
pernah terkontaminasi atau yang tidak memiliki kekebalan spesifik
terhadap SARS-CoV-2 lebih tidak berdaya terhadap penyakit ini.
c. Dampak tidak langsung akibat Covid 19
Beberapa perubahan atau efek tidak langsung mungkin terjadi di
titik-titik sulit seperti pandemi ini. Berikut adalah beberapa contoh efek
memutar yang mungkin terjadi selama pandemi COVID-19:
1) Kesadaran Kesehatan yang Lebih Tinggi: Perhatian publik yang
lebih luas terhadap pentingnya social distancing, menggunakan
masker, mencuci tangan, dan menjaga kebersihan yang baik dapat
membantu mengurangi penyebaran penyakit menular lainnya di
kemudian hari.
2) Kemajuan dalam Teknologi dan Telekomunikasi: Pandemi telah
mendorong pengembangan dan penggunaan teknologi, seperti e-
learning, bisnis online, layanan kesehatan jarak jauh, dan obrolan
video. Ini dapat memberikan manfaat jangka panjang terkait
jaringan, produktivitas, dan aksesibilitas.
3) Perhatian terhadap Kesejahteraan Mental: karena pandemi,
kesadaran akan pentingnya kesejahteraan psikologis telah meluas.
Masyarakat dan organisasi mulai berfokus pada kesejahteraan
mental dan penanggulangan penyakit psikologis.
4) Inovasi dalam Penelitian Medis: Kemajuan dalam pemahaman,
pencegahan, dan pengobatan Coronavirus telah mendorong
perluasan penelitian medis dan kolaborasi di seluruh dunia. Bidang
kesehatan secara keseluruhan dapat mengambil manfaat dari
penemuan dan kemajuan yang telah terjadi selama pandemi ini.
5) Kesadaran tentang Kesiapsiagaan dan Sistem Kesehatan: Pandemi
virus Corona telah menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dalam
mengelola risiko kesehatan global. Hal ini dapat mendorong
perubahan dan peningkatan di masa mendatang dalam kesehatan
dan kesiapsiagaan.
5. CHSE
a. Pengertian
Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability
(CHSE) adalah cara paling umum untuk memberikan otentikasi kepada
organisasiusaha pariwisata, destinasi pariwisata dan produk wisata lainnya
untuk memberikan sertifikasi kepada wisatawan sehubungan dengan
pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan
sesuai dengan protokol kesehatan dan aturan yang ada sehubungan dengan
pencegahan dan pengendalian Covid 2019.
Sertifikat ini ditujukan untuk sektor pariwisata seperti hotel, rumah
makan, pondok wisata, daya tarik wisata, desa wisata, arung jeram, selam,
dan lapangan golf. Pemberian sertifikat ini dilakukan oleh lembaga
sertifikasi yang ditunjuk oleh pemerintah. Usaha yang sudah memperoleh
sertifikasi wajib menerapkan standar dan protokol kesehatan dalam
kegiatan usahanya untuk mencegah penularan virus kepada konsumen
yang menggunakan produk atau jasanya.
b. Manfaat Sertifikat CHSE
Usaha Pariwisata yang mendapatkan dukungan CHSE dapat
menempelkan logo I Do Care pada produk barang dan jasa sebagai ciri
kemajuan pariwisata. Logo ini menunjukkan anggapan bahwa kafe,
restoran, atau motel yang dikunjungi telah melaksanakan protokol
kesehatan selama waktu yang dihabiskan untuk menerapkan protokol
kesehatan dalam proses penyajian produk barang dan jasanya kepada
konsumen.
Perusahaan penginapan dan perhotelan yang telah mendapatkan
sertifikat ini diharapkan memenuhi tanggung jawab untuk menjaga
kebersihan, seperti membersihkan lantai, meja, kamar, dan pegangan pintu
secara rutin menggunakan disinfektan, menyiapkan hand sanitizer atau
tempat cuci tangan di sekitar lorong, mewajibkan semua pekerja untuk
memakai masker saat melayani konsumen.
Selanjutnya, kekhawatiran pembeli dapat dikurangi saat
menggunakan layanan yang diberikan karena perusahaan telah memenuhi
standar kesehatan dasar yang dapat membatasi resiko penularan virus.
Sertifikat CHSE berlaku untuk satu tahun. Jika masa berlaku habis,
organisasi dapat memperpanjang sertifikat sehubungan dengan hasil
penilaian ulang dari badan sertifikat yang menyelesaikan peninjauan.
c. Faktor yang menyebabkan CHSE
CHSE adalah konsep yang digunakan di berbagai bidang dan
asosiasi untuk menjamin lingkungan kerja dan lingkungan yang bersih,
sehat, terlindungi, dan dapat dikelola.
Berikutnya adalah gambaran singkat dari setiap faktor CHSE:
1. Kebersihan: Ini berhubungan dengan menjaga kebersihan
lingkungan kerja atau lingkungan hidup. Ini termasuk
membersihkan dan menjaga ruang kerja atau cuaca untuk
mencegah penyebaran mikroba, infeksi dan penyakit. Kebersihan
juga dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi pekerja
atau penghuni.
2. Kesehatan: Faktor kesehatan dalam CHSE menjamin kesejahteraan
dan keehatan individu yang tinggal di lingkungan tersebut. Ini
termasuk melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian
penyakit, memberikan fasilitas kesehatan yang memuaskan, dan
mempromosikan gaya hidup yang sehat di antara pekerja atau
penduduk.
3. Keselamatan: Keselamatan adalah bagian penting dari CHSE yang
menyangkut penghindaran kecelakaan dan cedera. Langkah-
langkah keselamatan harus dilakukan untuk mengurangi pertaruhan
kecelakaan dan melindungi pekerja atau penyewa dari
kemungkinan bahaya di lingkungan atau lingkungan kerja mereka.
4. Keberlanjutan Lingkungan: Faktor dukungan alami dalam CHSE
mengacu pada upaya untuk menjaga keseimbangan biologis dan
membatasi konsekuensi merugikan pada lingkungan. Ini termasuk
penggunaan sumber daya secara cerdas, pengelolaan limbah yang
baik, dan penurunan pembuangan dan kontaminasi.
Dengan menerapkan standar CHSE, asosiasi dan jaringan dapat
menciptakan kondisi yang terlindungi, solid, sempurna dan layak, yang
dengan demikian dapat bekerja pada kepuasan dan produktivitas.
BAB 3
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Studio Alam TVRI beralamatkan di
Jalan Raden Saleh No. 90, Jl. Studio Alam TVRI No.1, Sukmajaya,
Depok, Jawa Barat, Indonesia, 16412
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian kurang lebih 3 bulan (dari bulan Mei - Agustus
2023). Penelitian sendiri dimulai dari pengajuan judul hingga
pengumpulan skripsi.
No Kegiatan Penelitian Mei Juni Juli Agustus
4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengajuan Judul
2 Mencari Rumusan
Masalah
3 Pengajuan Proposal
4 Konsultasi Proposal
5 Mengurus Perizinan
6 Melakukan Observasi
7 Wawancara dengan
Narasumber
8 Pengolahan Data
9 Hasil Penelitian
10 Kesimpulan &
Lampiran
11 Presentasi
12 Sidang
13 Revisi Hasil Sidang
14 Pengumpulan Skripsi
Tabel 3.1 Pelaksanaan Penelitian
B. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah penjelasan dari tujuan istilah, yang
menjelaskan secara operasional pemeriksaan untuk diselesaikan. Definisi
operasional ini memuat penjelasan tentang istilah-istilah yang digunakan
dalam eksplorasi. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Komaruddin
(1994: 29): “Definisi istilah adalah pengertian yang lengkap tentang
sesuatu istilah yang mencakup semua unsur yang menjadi ciri utama
istilah itu”.
Definisi operasional digunakan untuk memberikan gambaran
operasional dalam penelitian. Definisi ini digunakan sebagai alasan untuk
menentukan jaringan instrumen eksplorasi. Nazir (1999:152) mengusulkan
sebagai berikut:
Definisi operasional adalah definisi yang diberikan kepada suatu
variabel atau bangunan dengan memberikan arti penting, menentukan
latihan, atau memberikan operasionalisasi yang diharapkan untuk
mengukur perkembangan atau variabel tertentu.
Definisi operasional digunakan untuk membandingkan peluang
pemahaman yang berbeda antara analis dan individu yang membaca
eksplorasi mereka. Untuk menghindari kesan yang salah, definisi
operasional diurutkan dalam ulasan.
Dengan berfokus pada pertanyaan-pertanyaan di atas, berikut ini
akan menggambarkan definisi operasional variabel-variabel pemeriksaan
yang digunakan dalam ulasan ini.
1. Pengaruh
Pengaruh adalah kekuatan yang ada atau muncul dari
sesuatu (individu, benda, dan lain sebagainya) yang memiliki
kekuatan atau memiliki kekuatan (dunia lain). (Poerwadarmita,
1993; 137). Dalam tinjauan ini, budaya sekolah sebagai variabel
bebas berdampak pada kelangsungan pengalaman pendidikan
sebagai variabel terikat.
2. Budaya Sekolah
Budaya dapat diartikan sebagai contoh pengandaian
esensial yang dibuat, ditemukan, atau diciptakan oleh kelompok
tertentu sebagai pembelajaran untuk mengatasi masalah organisasi.
Sedangkan pengertian sekolah adalah struktur atau landasan untuk
mendidik dan memajukan serta memperoleh dan memberi ilustrasi
(sesuai jenjang, jurusan, dsb).
Jadi budaya sekolah adalah permintaan nilai,
kecenderungan, dan pengaturan yang dibuat dan tercermin dalam
cara berperilaku sehari-hari dari perorangan dan kelompok saat
mereka mencari cara untuk mengatasi masalah untuk membentuk
karakteristik sekolah yang jelas.
3. Efektivitas Proses Pembelajaran
Ada penilaian yang berbeda dari para ahli dalam hal
pemikiran kelangsungan hidup, termasuk gagasan Etzioni
(1964:187) bahwa "Efektivitas adalah derajat dimana organisasi
mencapai tujuannya". Satu penilaian lagi dikomunikasikan oleh
Strees (1980:234): "Efektivitas menekankan perhatian pada
kesesuaian hasil yang dicapai organisasi dengan tujuan yang akan
dicapai”. Sementara itu, sesuai Sergovani (1987:33) "Efektivitas
organisasi adalah kesesuaian hasil yang dicapai organisasi dengan
tujuan".
Dalam Kamus Pendidikan Pengajaran dan Umum (1994:61),
kelangsungan hidup dapat dicirikan sebagai tahapan untuk mencapai
tujuan yang benar. Mengingat sebagian dari pemahaman ini, sebagai suatu
peraturan, kelangsungan hidup terletak secara objektif. Dalam ulasan ini,
efektivitas pencapaian pengalaman pendidikan yang dilakukan oleh
pendidik sesuai dengan tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan.
Sementara itu, menurut sumber yang sama, referensiKamus
Pendidikan Pengajaran dan Umum (1994: 190), proses adalah
perkembangan peristiwa, pengelompokan perubahan (peristiwa) dalam
perbaikan sesuatu, atau perkembangan kegiatan, perbuatan, atau
penanganan yang menghasilkan suatu barang.
Menurut Agus Suryana (2006:29), “belajar adalah suatu proses
peralihan tingkah laku ke arah yang positif untuk menyelesaikan masalah-
masalah individu, moneter, sosial, dan politik yang dialami oleh orang-
orang, perkumpulan-perkumpulan, dan jaringan-jaringan”. Pembelajaran,
singkatnya, adalah jalannya komunikasi antara peserta didik, pendidik, dan
aset pembelajaran dalam suatu iklim pembelajaran. Pengalaman
pendidikan merupakan kerangka kerja yang berisi rangkaian peristiwa
yang direncanakan dan diatur sedemikian rupa sehingga berdampak dan
menunjang pengalaman pendidikan pada siswa.
Dari penjelasan tersebut, pembelajaran dalam penelitian ini adalah
cara penyampaian program pendidikan yang paling umum dilakukan oleh
pendidik kepada siswa di kelas dan di luar ruang belajar untuk memahami
tujuan pembelajaran yang belum sepenuhnya ditetapkan.
Dengan demikian, efektivitas proses pembelajaran tidak
sepenuhnya ditentukan oleh jalannya komunikasi antara pendidik dan
peserta didik serta aset belajar yang disusun dan direncanakan sehingga
membentuk cara pandang peserta didik yang lebih baik dan cara
berperilaku yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ideal.
C. Populasi dan Sampel
D. Jenis & Sumber Data
1. Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh
langsung dari sumbernya dan dapat disinggung sebagai data
primer. Sedangkan data sekunder adalahdata yang dikumpulkan
ilmuwan dari sumber yang mudah diakses, sehingga cenderung
disinggung sebagai barang bekas (Mulyadi, 2016: 144). Dalam
ulasan ini, data penting diperoleh dari wawancara. Sementara
informasi tambahan akan diambil dari arsip, persepsi, foto,
informasi, dan eksplorasi masa lalu yang bersangkutan.
2. Sumber Data
Menurut Lofland (dalam Moleong, 2013: 157) “Sumber
data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan
tindakan, selebihnya adalah tambahan seperti dokumen dan lain-
lain”. Sumber data akan diambil dari dokumen, hasil wawancara,
catatan lapangan dan hasil dari observasi.
E. Teknik Pengumpulan Data
Sugiyono (2015:224) Metode pengumpulan informasi merupakan
langkah yang paling penting dalam penelitian, karena tujuan utamanya
adalah untuk mendapatkan informasi.
Prosedur pemilahan informasi dalam penelitian ini adalah strategi
pertemuan, persepsi, dan dokumentasi.
1. Wawancara
Wawancara adalah diskusi yang menyelenggarakan suatu alasan
tertentu oleh dua pertemuan, yaitu pewawancara dan narasumber
yang memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh
pewawancara (Maleong, 2013: 186). Menurut Nasution dalam
Sugiyono (2016: 137) Rapat digunakan sebagai prosedur
pengumpulan informasi jika ada keinginan untuk melakukan
laporan primer untuk menemukan hal-hal yang perlu diperhatikan,
dan selanjutnya untuk mengetahui hal-hal dari responden yang
lebih atas ke bawah dan jumlah responden sedikit/sedikit.
Wawancara dilakukan dengan menwawancarai Pengelola dan Staf
Studio Alam TVRI. Wawancara diberi kode (W)
2. Observasi
Rubiyanto (2011:85) menyatakan bahwa persepsi adalah suatu
pendekatan untuk mengumpulkan informasi dengan cara
memperhatikan secara lugas terhadap hal yang direnungkan. Para
ilmuwan menggunakan persepsi non-partisipatif, dan itu
menyiratkan bahwa spesialis hanya menyebutkan fakta objektif
yang normal (Djam'an dan Aan, 2013)
Menurut Arikunto dalam Imam Gunawan (2013: 143) menyatakan
Persepsi adalah metode pemilahan informasi yang dilakukan oleh
ahli terkemuka secara hati-hati, serta pencatatan yang disengaja.
Menurut Rachman (2015: 93) menyatakan persepsi adalah sebagai
persepsi yang tepat dan rekaman dari efek samping yang muncul
pada objek eksplorasi.
Observasi akan dilakukan oleh peneliti di Studio Alam TVRI untuk
mengetahui bagaimana cara menerapkan CHSE di tempat wisata.
Pada tahap ini peneliti melakukan observasi Studio Alam TVRI.
Observasi diberi kode (O) Untuk mempermudah observasi, peneliti
mengerjakan unsur-unsur indikator observasi. Berikut ini adalah
tabel instrumen observasi:
Tabel 3.2
W/O/P/S
Keterangan :
W: Wawancara
O: Observasi
P: Pengelola
S: Staf 1
Staf 2
F. Teknik Analisis Data
Penelitian ini akan menggunakan strategi pemeriksaan informasi dengan model
cerdas Miles dan Huberman, model ini dimulai dari pengumpulan informasi kasar,
penyajian informasi, pengurangan informasi, dan diakhiri dengan konfirmasi dan
penyelesaian informasi. Klarifikasi strategi investigasi informasi ini adalah
sebagai berikut:
1. Reduksi data
Dalam sebuah penelitian, Anda akan mendapatkan informasi yang
sangat banyak dan beragam, oleh karena itu diperlukan pemeriksaan
informasi. Djam’an dan aan (2013: 218) berpendapat bahwa data yang
diperoleh dan dicatat adalah sebagai laporan atau informasi pokok, laporan
disusun mengingat informasi yang diperkecil, dirangkum, dan diambil hal-
hal utama yang menekankan pada hal-hal yang penting. Pengurangan data
ini dilakukan dengan memilih informasi yang dibutuhkan dalam
eksplorasi.
2. Penyajian Data
Penyajian data adalah cara menampilkan data mentah sehingga
dapat dilihat perbedaan antara data yang dibutuhkan dalam penelitian dan
data yang tidak dibutuhkan (Zulfa, 2010: 132). Sedangkan fungsi tampilan
adalah untuk memudahkan memahami apa yang sedang terjadi dan
merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami
(Djam’an & Aan, 2013: 219).
3. Kesimpulan dan verifikasi
Sebagaimana ditunjukkan oleh Dja,’an dan Aan (2013: 219) Tujuan pokok
yang dikemukakan masih singkat, dan dapat berubah jika tidak ditemukan
bukti yang kuat untuk mendukung informasi yang dikumpulkan, namun
dengan asumsi bahwa tujuan yang dikemukakan pada tahap awal didukung
oleh bukti yang kuat dan mantap ketika eksplorasi kembali ke tingkat
keragaman informasi, maka tujuan yang dikemukakan adalah tujuan yang
dapat dipercaya.
No Keterangan SB B CB KB STB
1 Ketersediaan sarana cuci tangan dengan air mengalir
serta sabun, maupun hand sanitizer
2 Ketersediaan tempat sampah yang tertutup.
3 Ketersediaan toilet di area objek wisata.
4 Ketersediaan toilet di tempat ibadah/masjid.
5 Ketersediaan tempat cuci tangan dan airbersih mengalir
serta sabun (di tempat makan, masjid/mushola dan
toilet).
6 Pengecekan saluran pembuangan limbah.
7 Sistem filterisasi air bersih.
Daftar pertanyaan
Apakah ada monitoring atau evaluasi rutin untuk memastikan ketersediaan dan
keberfungsian sarana cuci tangan di tempat ini?
Bagaimana tanggapan dan umpan balik dari pengunjung/pengguna mengenai
ketersediaan sarana cuci tangan di tempat ini?
Apakah ada dispenser hand sanitizer yang tersedia di area yang mudah diakses
dan strategis?
Bagaimana kebijakan atau prosedur untuk memastikan bahwa semua tempat cuci
tangan memiliki air mengalir dan sabun yang cukup?
Bagaimana pengelolaan persediaan air mengalir dan sabun dilakukan, termasuk
pengadaan, penyimpanan, dan pengisian ulang?
Apakah tempat wisata ini memiliki cukup banyak tempat sampah yang tersedia
untuk pengunjung?
Apakah ada perbedaan jenis tempat sampah yang disediakan, seperti sampah
organik dan anorganik, atau daur ulang?
Bagaimana pengelolaan dan pemeliharaan tempat sampah di tempat wisata ini
dilakukan?
Apakah ada petugas atau staf yang bertanggung jawab untuk memastikan
kebersihan dan ketersediaan tempat sampah di tempat wisata ini?
Apakah tempat wisata ini memiliki fasilitas toilet yang memadai untuk
pengunjung?
Berapa jumlah toilet yang tersedia di area tempat wisata ini?
Bagaimana lokasi toilet ditempatkan agar mudah diakses oleh pengunjung?
Apakah toilet di tempat wisata ini dilengkapi dengan fasilitas air mengalir, sabun,
dan tisu toilet?
Bagaimana kebijakan atau prosedur perawatan dan pemeliharaan toilet di tempat
wisata ini?
Apakah ada petugas atau staf yang bertanggung jawab untuk memastikan
kebersihan dan ketersediaan toilet di tempat wisata ini?
Apakah ada perencanaan atau tindakan yang diambil jika terdapat masalah atau
kebocoran pada saluran pembuangan limbah?
Bagaimana pengelolaan dan perawatan saluran pembuangan limbah diintegrasikan
dalam upaya kebersihan dan kelestarian lingkungan di tempat ini?
Apakah tempat ini menggunakan sistem filtrasi air bersih untuk memastikan
kualitas air yang dikonsumsi?
Bagaimana sistem filtrasi air bersih di tempat ini dirancang dan beroperasi?