0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan52 halaman

Evaluasi Kebersihan Pasca COVID-19

Dokumen ini adalah proyek akhir oleh Lucano Urian yang mengevaluasi penerapan standar kebersihan akibat COVID-19 di industri pariwisata, khususnya di Studio Alam TVRI. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak pandemi terhadap kebersihan dan keamanan dalam sektor pariwisata serta pentingnya penerapan standar CHSE. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan industri pariwisata di masa depan.

Diunggah oleh

rahmatrafif3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan52 halaman

Evaluasi Kebersihan Pasca COVID-19

Dokumen ini adalah proyek akhir oleh Lucano Urian yang mengevaluasi penerapan standar kebersihan akibat COVID-19 di industri pariwisata, khususnya di Studio Alam TVRI. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak pandemi terhadap kebersihan dan keamanan dalam sektor pariwisata serta pentingnya penerapan standar CHSE. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan industri pariwisata di masa depan.

Diunggah oleh

rahmatrafif3
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

EVALUASI DIRI TERHADAP STANDARISASI KEBERSIHAN

AKIBAT COVID-19

PROYEK AKHIR

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Kelulusan Program Studi


Diploma IV Manajemen Perhotelan

DISUSUN OLEH:

NAMA: LUCANO URIAN

NIM: 19420012

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV MANAJEMEN


PERHOTELAN AKADEMI PARIWISATA PERTIWI

JAKARTA
2023
HALAMAN PERSETUJUAN
Proyek Akhir

Evaluasi Diri terhadap Standarisasi Kebersihan akibat COVID 19

Disusun Oleh:

Nama: Lucano Urian

NIM: 19420012

Telah Disetujui Pembimbing Untuk Dipertahankan

di Hadapan Dewan Penguji Sebagai Proyek Akhir

Tanggal ................................................

Pembimbing

..................................................
NIDN ...................................
Mengetahui,
Kepala Program Studi

....................................................
NIDN ......................................
HALAMAN PENGESAHAN
Proyek Akhir
Evaluasi Diri terhadap Standarisasi Kebersihan akibat COVID 19

Disusun Oleh:
Nama: Lucano Urian
NIM: 19420012
Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Proyek Akhir Akademi Pariwisata
Pertiwi Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan Kelulusan Program Studi Diploma
IV Pengelolaan Perhotelan
Pada Hari/Tanggal
………………………………….
Dewan Penguji: Paraf
1. ………………………………. ( )
2. ………………………………. ( )

Mengesahkan,
Direktur Akademi Pariwisata Pertiwi

Sri Indrayanti, S.E., [Link]


NIDN : 0330038003
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah menunjukkan
rahmat, petunjuk, dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan dalil ini dengan judul “Evaluasi Diri terhadap Standarisasi
Kebersihan akibat Covid-19”.

Usulan ini merupakan hasil kerja keras dan kerja keras selama beberapa waktu
dalam menggali dan mengurai dampak pandemi virus Corona di kawasan industri
pariwisata, terutama di bagian kebersihan objek wisata. Sehubungan dengan
pandemi yang melanda dunia, industri perjalanan adalah salah satu bidang yang
terkena dampaknya. Pedoman kebersihan dan konvensi kesehatan sangat penting
untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengelola,


pembicara, dan pihak-pihak terkait di perguruan tinggi yang telah memberikan
bimbingan, arahan, dan dukungan selama waktu yang dihabiskan untuk menyusun
penelitian ini. Tanpa bantuan dan dukungan mereka, susunan penelitian ini tidak
akan pernah terbayangkan.

Selain itu, penulis ingin menyampaikan penghargaan kepada semua responden


dan pihak terkait yang telah memberikan informasi dan data yang signifikan untuk
pemeriksaan ini. Komitmen mereka adalah titik awal yang signifikan untuk
menciptakan penemuan dan tujuan yang adil dan dapat diterapkan.

Penulis juga ingin berterima kasih kepada orang yang membantu, yang telah
secara konsisten menawarkan bantuan dan dukungan moral dalam perjalanan
penulis untuk menyelesaikan penelitian ini. Permintaan dan inspirasi mereka telah
menjadi sumber solidaritas bagi kami untuk terus berusaha memberikan hasil
terbaik.

Akhirnya, penulis memahami bahwa proposal ini tidak sepenuhnya sempurna.


Oleh karena itu, penulis sangat mempercayai analisis, ide, dan kontribusi berharga
dari pembaca yang dapat membantu penulis untuk terus mengerjakan sifat
eksplorasi penulis di kemudian hari.

Idealnya, penelitian ini dapat menjadi komitmen yang bermanfaat bagi


peningkatan kawasan industri pariwisata, khususnya dalam menghadapi
kebersihan akibat pandemi virus Corona. Idealnya, penelitian ini juga bisa
menjadi acuan untuk eksplorasi lebih lanjut yang berhubungan dengan titik
serupa.

Hormat saya,
BAB 1
LATAR BELAKANG

Coronavirus, yang disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2, pertama kali


muncul di kota Wuhan di Wilayah Hubei, China, pada Desember 2019. World
Prosperity Affiliation (WHO) menyatakan infeksi ini sebagai pandemi pada 11
Maret 2020, setelah untuk menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Orang yang terkena virus menyebarkan SARS-CoV-2 melalui tetesan kecil


saat mereka batuk, bersin, atau berbicara. Juga, virus ini dapat menyebar melalui
kontak dengan permukaan yang terkena virus yang mencemari mereka. Demam,
kelelahan, sesak nafas, nyeri otot, kehilangan sensasi atau penciuman, sakit
tenggorokan, dan masalah terkait perut adalah efek samping dari Coronavirus.
Beberapa kasus dapat berkembang menjadi penyakit yang parah, terutama pada
orang tua atau mereka yang memiliki masalah medis sebelumnya.

Coronavirus mempengaruhi kesehatan masyarakat, ekonomi, dan sosial.


Untuk menghentikan penyebaran Covid-19, banyak negara telah melakukan
pembatasan seperti lockdown, pembatasan perjalanan, dan sosial distancing.
Demikian pula, Asosiasi Kesehatan Dunia menyarankan praktik pencegahan
seperti menjaga jarak sesama masyarakat, memakai masker, mencuci tangan
dengan hand sanitizer dan air mengalir, dan menjauhi kerumunan.

Pandemi Coronavirus membutuhkan kerja sama di seluruh dunia,


peningkatan cepat vaksin, obat-obatan, dan pengujian massal. Beberapa vaksin
Coronavirus telah dibuat dan diberikan setelah uji klinis lengkap mulai dari awal
pandemi. Salah satu teknik utama untuk mengendalikan penyebaran virus dan
mengurangi dampak penyakit adalah vaksinasi.

Pandemi virus Corona terus berlanjut, dan reaksi negara-negara telah


bermacam-macam. Untuk melindungi diri dan orang lain dari Coronavirus,
penting untuk tetap mengikuti arahan dan informasi terbaru dari spesialis
kesehatan setempat.
Demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas adalah efek samping dari
virus Corona. Namun, beberapa orang mungkin menunjukkan gejala ringan atau
tidak ada sama sekali, tetapi mereka masih dapat menyebarkan virus ke orang
lain. Orang-orang tertentu, terutama mereka yang lebih berpengalaman atau
memiliki penyakit sebelumnya seperti diabetes, penyakit jantung, atau penyakit
paru-paru, dapat mengembangkan komplikasi serius dari virus Corona. Untuk
mencegah penyebaran virus Corona, dianjurkan untuk tidak menyentuh wajah,
menjaga jarak satu meter dengan orang lain, rutin membersihkan dengan
pembersih dan air mengalir, serta menggunakan penutup wajah saat berada di
tempat yang terang benderang.

Berbagai organisasi negara telah mendukung penggunaan antibodi virus


Corona. Vaksinasi dapat membantu melindungi masyarakat dari penyakit serius.
Coronavirus masih menyebar di banyak negara di seluruh dunia, meskipun banyak
upaya untuk membatasi penyebaran virus. Pendekatan penanganan kasus virus
Corona bisa berbeda-beda di setiap negara. Pandemi virus Corona telah
mempengaruhi ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan di seluruh dunia. Untuk
menghentikan penyebaran virus, banyak negara mengamankan dan membatasi
interaksi sosial.

Menurut Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi

Kreatif, pandemi virus Corona telah membatasi kehidupan masyarakat dan


membatasi tempat rekreasi dan hiburan, yang secara finansial mempengaruhi area

industri pariwisata. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disebut-sebut

membuat masyarakat lebih sering beraktivitas di rumah, dan laju pengunjung

penginapan dan restoran turun drastis. Wishnutama mengatakan dalam keterangan

resmi yang diterima Bisnis pada Kamis (6/8/2020) bahwa pengaruhnya sangat

besar terhadap bidang-bidang pendukung industri pariwisata dan ekonomi kreatif,

seperti transportasi. Meski demikian, difasilitasinya PSBB oleh beberapa negara

bagian setempat membuat perekonomian masyarakat mulai bergerak secara

bertahap. Terakhir, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Bali telah

membuka kembali industri pariwisata untuk wisatawan dari seluruh Nusantara.

Dia percaya industri pariwisata dapat membangkitkan ekonomi masyarakat.

Selain itu, layanan tersebut juga memulai Indonesia CARE, sebuah rencana

korespondensi yang mengarah pada peningkatan kepercayaan publik. Sesuai Focal

Measurements Organization (BPS), perkembangan keuangan publik pada triwulan

kedua tahun 2020 menyusut sebesar -5,32%, yang merupakan angka paling

rendah mulai sekitar tahun 1999.

Lebih dari setahun sebelumnya, pandemi virus Corona melanda Indonesia.

Sekitar 1,6 juta orang terpapar. Namun, informasi tentang kasus kematian akibat

virus yang tidak terdeteksi ini masih bias. Selain tidak disegarkan dalam pola pikir

daerah, data penyebaran virus corona di wilayah dan pusat pemerintahan pusat

juga masih inkonsisten.

Lapor Data LaporCovid19 Volunteer Group menemukan angka kematian

positif virus Corona telah menyentuh 47.642 orang per Rabu (28 April 2021).
Dan, setelah semua dikatakan dan dilakukan, masih ada 12 daerah yang miskin

memperbarui informasinya karena situsnya bermasalah. Pemerintah pusat sendiri

menyampaikan 45.116 kasus kematian hingga Kamis (29 April 2021). Artinya,

ada perbedaan hingga 2.526 kasus kematian yang dicatat oleh pemerintah daerah

dan pemerintah pusat.

Jumlah Kematian positif COVID-19 Tingkat Provinsi

Dari 33 wilayah, tujuh telah mencatat lebih dari 1.000 kematian akibat

virus Corona. Jawa Pusat justru menempati level tertinggi dengan 11.794 kasus,

disusul Jawa Timur (10.654 kasus), DKI Jakarta (6.690 kasus), Jawa Barat (3.692

kasus), Kalimantan Timur (1.624 kasus), Banten (1.201 kasus), dan Riau (1.049).

Ketujuh wilayah ini menangani 77% kasus positif corona di Indonesia. Lihat

diagram terlampir:

Jumlah kasus kematian ini bisa jauh lebih menonjol jika otoritas publik

mengikuti aturan Asosiasi Kesejahteraan Dunia (WHO), yang memasukkan


kasus-kasus yang masuk akal (memiliki efek samping Coronavirus namun tidak

memiliki kesempatan dan kemauan untuk menjalani pengujian) sebagai kasus

kematian karena Coronavirus. Kelompok LaporCovid19 mencatat kasus yang

masuk akal, menghubungi 10.156 orang. Artinya, total kematian akibat virus

Corona di Indonesia mencapai 57.798.

Meskipun demikian, hanya enam area yang telah memberikan

kemungkinan informasi kasus per poin. Daerah tersebut adalah DKI Jakarta

dengan 6.858 kasus, Jawa Timur (1.477 kasus), Jawa Barat (1.451 kasus),

Sulawesi Selatan (222 kasus), Nusa Tenggara (93 kasus), dan Banten (55 kasus).

Tingkat kemungkinan kasus kematian di Banten dan Sulawesi Selatan mencapai

lebih dari 90% dari kasus yang masuk akal. Ini menyiratkan bahwa sebagian besar

kemungkinan kasus di kedua wilayah ini berakhir dengan kematian.

Perbedaan Data Kematian Pemerintah Pusat dan Daerah

Perbedaan data kematian antara administrasi negara teritorial dan fokus

menunjukkan bahwa otoritas publik tidak main-main untuk memberikan informasi

terbaru tentang penanganan virus Corona kepada masyarakat. Seharusnya tidak

ada upaya untuk menyembunyikan informasi tentang kematian dari Coronavirus

di tengah peningkatan kasus di india dan beberapa negara lain, seperti India.

Dalam persepsi masyarakat, berbagai daerah berpotensi mengalami

lonjakan kasus positif positif virus Corona yang dinamis. Berikutnya adalah 51

dari 514 masyarakat urban dengan jumlah kasus positif dinamis terbanyak yang

masih mengalami disengagement. Perlu diingat, pandemi virus Corona belum

selesai.
Direktur Perwakilan MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, konvensi

Kebersihan, Kesejahteraan, Keamanan, dan Iklim (CHSE) harus menjadi norma

lain di masyarakat, eksekutif industri perjalanan, dan menarik wisatawan asing

(Wisman). Menurutnya, hal ini dapat menjadikan industri travel sebagai

pendorong berkembangnya berbagai bidang.

Lestari mengatakan dalam imbauannya, Minggu (17/7/2022), standar

CHSE dalam penyelenggaraan industri travel publik harus terus ditumbuhkan agar

kawasan industri travel dapat mempercepat perkembangan berbagai daerah.

Diberitahu bahwa di masa pandemi, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Imajinatif

(Kemenparekraf) melaporkan Indonesia naik 12 peringkat menjadi 32 dari 117

negara dalam Travel and The Travel Industry Seriousness List (TTCI) 2021.

Menurut Lestari, hasil tersebut menunjukkan bahwa konvensi CHSE

merupakan cara alternatif pasca pandemi yang dapat memenuhi kebutuhan

wisatawan. Ini juga merupakan kesempatan untuk melibatkan industri perjalanan

sebagai dorongan untuk pengembangan di berbagai bidang.


Di tengah ancaman krisis keuangan global yang sedang berlangsung, Rie,

sapaan akrab Lestari, mengatakan bahwa berbagai upaya yang tepat untuk

menggerakkan ekonomi masyarakat sangat penting. Sejalan dengan itu, setiap

potensi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi harus segera ditumbuhkan.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penerapan

Standar CHSE dalam bidang kebersihan di Studio Alam TVRI.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana penerapan Standar CHSE

dalam bidang kebersihan di Studio Alam TVRI.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut:

1. Manfaat untuk spesialis:

Pelajar dapat membiasakan diri dengan konvensi kebersihan,

kesejahteraan, keamanan, dan pemeliharaan ekologis yang diterapkan

dalam bisnis lingkungan dengan memimpin studi CHSE di penginapan. Ini

akan membangun kesadaran mereka akan pentingnya mengikuti pedoman

kebersihan dan kesejahteraan dalam industri perjalanan.


Melakukan penelitian CHSE di penginapan akan membantu siswa

menjadi lebih baik dalam penelitian. Mereka akan mempelajari prosedur

penelitian, bagaimana mengumpulkan informasi, melakukan pemeriksaan,

dan menyusun laporan penelitian. Kapasitas ini akan berguna nantinya

baik dalam profesi sarjana maupun ahli.

2. Keuntungan ujian untuk Perguruan Tinggi:

Kondisi pasang surut sangat berlaku untuk penelitian CHSE di

penginapan, terutama yang berkaitan dengan pandemi Coronavirus.

Sebagai perguruan tinggi, terkait dengan penelitian ini akan memberikan

kesempatan untuk berpartisipasi dalam ujian nyata dan secara langsung

mempengaruhi bisnis keramahan.

Perguruan tinggi dapat memperluas wawasan mereka tentang

konvensi kebersihan, kesejahteraan, keamanan, dan pengelolaan alam

yang diterapkan dalam bisnis keramahan melalui penelitian CHSE di

penginapan. Ini akan membangun wawasan mereka tentang industri

perjalanan dan kapasitas mereka untuk menampilkan materi yang

signifikan.

3. Keuntungan pemeriksaan untuk Industri Perjalanan:

Keramahan CHSE berkonsentrasi pada bantuan untuk lebih

mengembangkan kebersihan, kesejahteraan, keamanan, dan pedoman

alami dalam tugas-tugas penginapan. Hal ini meningkatkan kedudukan


industri perjalanan dan perusahaan penginapan pada umumnya. Voyager

umumnya akan memilih fasilitas yang memenuhi pedoman CHSE tinggi

untuk meningkatkan kepercayaan dan keandalan pelanggan.

CHSE berkonsentrasi pada penginapan bantuan dengan

memberikan iklim pengunjung yang aman, bersih, dan sehat. Ini secara

langsung memengaruhi loyalitas konsumen dan pengalaman positif

mereka selama kunjungan mereka. Pemenuhan pengunjung yang tinggi

akan menghasilkan manfaat jangka panjang sebagai ulasan, saran, dan

kunjungan pengulangan tertentu.

E. Batasan Masalah

Pembatasan masalah pada penelitian ini adalah:

1. Destinasi wisata yang diambil hanya Studio Alam TVRI.

2. Bidang CHSE yang diambil adalah bagian kebersihan dari

konvensi CHSE.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

A. Profil Tempat

1. Sejarah

Studio Alam TVRI Depok adalah salah satu studio kreasi TV di Kota

Depok, Jawa Barat, Indonesia. Ini penting untuk slot TV publik paling mapan

di Indonesia, TVRI (Televisi Republik Indonesia).

Studio Alam TVRI Depok didirikan pada tahun 1989 dengan tujuan

utama menciptakan program TV yang memperhatikan alam dan iklim. Sejak

pendiriannya, studio ini telah menampilkan narasi dan program TV yang

berbeda dengan tema seperti keamanan ekologis, keanekaragaman hayati, dan

alam.

Serial narasi pengalaman "Jejak Petualang" yang telah lama

dikomunikasikan secara konsisten di TVRI merupakan salah satu proyek

paling menonjol yang dibuat di Studio Alam TVRI Depok. Program ini sudah

berlangsung sangat lama dan menjadi salah satu simbol TVRI.

Selain itu, Inclination Studio TVRI Depok juga membuat proyek-

proyek lain, seperti "Nature and People", yang berbicara tentang hubungan

antara manusia dan alam, dan "Bumi Indonesia", yang mengeksplorasi

keindahan alam Indonesia.

Studio Alam TVRI Depok juga sering dimanfaatkan oleh produsen

mandiri maupun pihak luar untuk menayangkan acara TV dengan tema


natural dan natural. Studio memiliki kantor produksi modern yang

memungkinkan pembuatan program yang sangat baik.

Meski saat ini banyak studio produksi TV rahasia di Indonesia, Studio

Tendensi TVRI Depok tetap menjadi salah satu area utama pengembangan

program TV yang berhubungan dengan alam dan iklim. Studio Alam TVRI

Depok terus berkreasi dan menyesuaikan diri dengan kemajuan inovasi kreasi

TV.

2. Visi Misi

3. Logo dan Makna

4. Fasilitas

5. Paket Permainan/Wahana

6. Tiket

B. Struktur Organisasi

1. Profil Pemilik

2. Struktur Organisasi

3. Job Desk

C. Tinjauan Pustaka

1. Evaluasi Diri

a. Pengertian
Evaluasi diri adalah pendekatan untuk mengevaluasi pencapaian

bisnis Anda. Anda dapat percaya kapasitas Anda sendiri untuk menjadi

kualitas Anda. Manfaat self-assessment adalah pekerjaan membantu

gambaran keadaan dan pameran seseorang melalui evaluasi dan

pemeriksaan yang diselesaikan dengan berkonsentrasi pada proyek-proyek

atau yayasan-yayasan tersier. Motivasi di balik menilai diri sendiri adalah

untuk mengatasi diri sendiri dengan tujuan yang dapat Anda tingkatkan

secara pribadi.

Evaluasi diri penting dengan tujuan agar Anda tahu tentang

kekurangan dan kelebihan Anda, termasuk bagaimana orang lain

memandang pekerjaan Anda. Dengan memiliki kesadaran ini, Anda dapat

mengembangkan keberanian yang lebih baik, meningkatkan kemampuan

Anda untuk menggunakan penilaian yang baik, dan membuat hubungan

yang lebih kuat dengan orang-orang di sekitar Anda.

Menurut Dianne Vella-Brodrick dan kelompoknya(2014), evaluasi

diri adalah "siklus dasar dan cerdas yang mencakup evaluasi kualitas,

keterampilan, dan tujuan hidup seseorang yang sepenuhnya bermaksud

memperluas pemahaman diri dan mencapai peningkatan diri."

Menurut dengan Richard Ryan dan kelompok eksplorasi (2013),

sehubungan dengan penelitian otak inspirasional, evaluasi diri adalah

"siklus yang berkembang dan sangat kompleks yang mencakup evaluasi

dan memutuskan apakah kebutuhan mental esensial seseorang terpenuhi


dan sejauh mana orang dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan

kualitas dan keinginan individu."

Menurut Svetlana N. Khapova dan Helena C. Kraemer (2020),

dalam lingkungan karir, evaluasi diri adalah "pengamatan dasar dan

pemahaman praktis tentang penampilan, kemampuan, dan nilai-nilai

tunggal yang dapat membantu pengaturan karier dan pergantian peristiwa

profesional."

Menurut dengan Laura D. Schmalzl (2014), berkaitan dengan

kesejahteraan dan kesejahteraan, evaluasi diri adalah "suatu kursus

pengamatan diri sadar yang mencakup pemahaman dan penilaian tubuh,

otak, dan perasaan tunggal dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan dan

kepuasan pribadi."

b. Hal hal yang mempengaruhi terjadi Evaluasi diri

Evaluasi diri adalah proses penalaran dan evaluasi diri yang

mencakup merenungkan kapasitas, pencapaian, dan cara Anda berperilaku.

Beberapa hal yang mempengaruhi penilaian diri adalah sebagai berikut:

1) Tujuan dan Norma Individu: Penilaian diri dalam banyak kasus

disebabkan oleh pemeriksaan antara tujuan yang telah ditetapkan

dan pencapaian yang telah dicapai. Panduan individu yang

digunakan sebagai tolok ukur juga memengaruhi evaluasi diri;

seseorang yang memiliki persyaratan tinggi mungkin lebih

mendasar saat menilai diri mereka sendiri.


2) Kritik dari Orang Lain: Sudut pandang atau masukan orang lain

dapat mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri.

Masukan positif dapat meningkatkan kepercayaan diri dan

memberikan kepuasan, sedangkan kritik pesimistis dapat

mendorong seseorang untuk berpikir lebih mendasar tentang

dirinya sendiri.

3) Iklim Sosial: Tempat tinggal seseorang juga dapat mempengaruhi

cara mereka memandang diri sendiri. Orang-orang mungkin

berhati-hati untuk menilai diri sendiri dengan lebih hati-hati jika

mereka berada dalam iklim yang stabil dan mendorong, tetapi jika

mereka berada dalam iklim yang sederhana atau kejam, mereka

mungkin akan cenderung menilai diri mereka sendiri dengan lebih

buruk.

4) Nilai dan Keyakinan: Pikiran dan keyakinan seseorang juga dapat

memengaruhi cara mereka melihat diri mereka sendiri. Seseorang

yang menganggap otonomi penting dapat menilai seberapa bebas

mereka.

5) Pengalaman Pendidikan: Pertemuan berharga seseorang, termasuk

dua kemenangan dan kekecewaan, dapat memengaruhi cara mereka

menilai diri sendiri. Baik kekecewaan maupun pencapaian dapat

mendorong seseorang untuk melakukan penilaian diri yang lebih

mendasar.

c. Tujuan evaluasi diri


Penilaian diri direncanakan untuk hal-hal berikut:

1) Mengumpulkan profil kelembagaan yang lengkap dengan informasi

yang luar biasa.

2) Persiapan yang gigih dan pengembangan pribadi

3) Penegasan kualitas interior program studi dan yayasan pendidikan

lanjutan

4) Memberikan data tentang konsentrasi proyek dan perguruan tinggi

kepada masyarakat umum dan perkumpulan tertentu yang

membutuhkannya (mitra).

5) Dasar untuk penilaian luar (otorisasi).

d. Manfaat Evaluasi Diri

Hasil dari evaluasi diri dapat terlibat dengan berkonsentrasi

pada proyek atau perguruan tinggi untuk hal-hal berikut:

1) Membantu dalam identifikasi masalah, penilaian program dan

pencapaian sasaran

2) Memperkuat budaya evaluasi kelembagaan (institusional

evaluation) dan analisis-diri.

3) Memperkenalkan staf baru kepada keseluruhan program studi/

perguruan tinggi
4) Memperkuat jiwa korsa dalam lembaga, memperkecil kesenjangan

antara tujuan pribadi dan tujuan lembaga dan mendorong

keterbukaan.

5) Menemukan kader baru bagi lembaga.

6) Mendorong program studi/perguruan tinggi untuk meninjau

kembali kebijakan yang telah usang.

7) Memberi informasi tentang status program studi/perguruan tinggi

dibandingkan dengan program studi/perguruan tinggi lain.

e. Faktor yang mempengaruhi Evaluasi Diri

Berikutnya adalah beberapa bagian normal yang perlu

dipertimbangkan yang dapat memengaruhi penilaian diri seseorang:

1) Kesadaran diri dan Pelatihan: Cara seseorang menilai dirinya

sendiri dapat dipengaruhi oleh sekolah formal dan peluang

pertumbuhan yang konstan.

2) Bantuan Sosial: Dukungan dari orang-orang di sekitar kita, seperti

teman, pemandu, dan keluarga, dapat memengaruhi penilaian diri

kita.

3) Menyesuaikan Komitmen dan Kekuatan Mental: Bagaimana

seseorang menangani tekanan, masalah, dan kekecewaan

memengaruhi cara mereka menilai diri sendiri.


4) Pengalaman hidup dan Trauma: Penegasan diri seseorang dapat

dipengaruhi oleh latar belakang mereka, termasuk peristiwa besar

atau cedera.

2. Standarisasi

a. Pengertian

Standarisasi adalah patokan atau aturan yang digunakan sebagai

acuan dasar untuk mencapai kesesuaian. Standar umumnya digunakan

sebagai patokan untuk suatu artikel dengan menentukan kualitas dan detail

tertentu yang dipaksakan padanya. Standarisasi disinggung sebagai kerja

bersama untuk menata sebuah standar. Dengan standar ini, suatu barang

telah menambah harga diri dan dirasakan oleh seluruh wilayah setempat.

American National Standards Institute (ANSI):

Sesuai ANSI, standarisasi adalah cara paling umum untuk

membuat, melaksanakan, dan mengikuti prinsip yang ditetapkan oleh

badan pedoman sertifikasi.

International Organization for Standardization (ISO):

ISO mencirikan standarisasi sebagai tindakan untuk membuat dan

menerapkan aturan, aturan, dan kualitas untuk latihan eksplisit yang berarti

mencapai level ideal dalam pengaturan umum.

National Institute of Standards and Technology (NIST):


NIST mencirikan standarisasi sebagai metode yang terlibat dengan

pembuatan dan pelaksanaan aturan, aturan, dan detail khusus untuk

mencapai konsistensi, kesamaan, keamanan, interoperabilitas, atau kualitas

yang ideal.

Standards Council of Canada (SCC):

Seperti yang ditunjukkan oleh SCC, standarisasi adalah proses

yang melibatkan pembuatan, pelaksanaan, dan mengikuti prinsip-prinsip

untuk item, administrasi, atau interaksi tertentu.

International Electrotechnical Commission (IEC):

IEC mencirikan standarisasi sebagai gerakan yang menggabungkan

semua kegiatan yang diperlukan untuk memberikan aturan, aturan, saran,

dan hal-hal khusus untuk mencapai tingkat ideal dalam pengaturan umum.

b. Tujuan Standarisasi

1) Berusaha agar pengembangan, pasokan, perakitan barang dan

administrasi agar lebih aman, lebih bersih, lebih efisien, dan lebih

berkualitas.

2) Menjadi pedoman dari teknis pemerintah untuk beberapa bidang

seperti, legislasi lingkungan, keselamatan dalam kesehatan, dan

penyetaraan.
3) Menyempurnakan dan mempercepat waktu proses produk masuk

ke dalam pasar serta suatu jasa yang berasal dari inovasi. mobile

gaminator

4) Memberikan fasilitas terbaik dalam perdagangan antarnegara agar

lebih adil.

5) Membuat hidup masyarakat lebih nyaman, lebih tenteram, dan

lebih sederhana karena adanya pemecahan pada setiap

permasalahan bersama.

6) Saling berbagi dalam kemajuan teknologi dan praktik mengenai

manajemen yang baik dan benar.

7) Memberikan jaminan pada konsumen atau pemakai umum

menyangkut pada produk dan jasa.

c. Manfaat Standarisasi

1) Di bidang perdagangan, ISO membuat medan pertempuran yang

rata untuk semua lawan di pasar.

2) Untuk kekuatan publik, ISO adalah landasan di bidang mekanis

dan akal yang menjaga kemakmuran, keamanan, dan pedoman

teratur.
3) Untuk negara-negara non-modern, ISO adalah sumber data untuk

menawarkan dukungan dan titik potong untuk mengatasi masalah

pertukaran.

4) Untuk klien suatu hal atau organisasi, ISO dapat menjamin yang

terbaik dalam hal keamanan, kenyamanan, kualitas, dan keandalan.

5) Untuk semua orang, ISO menjamin bahwa segala sesuatu, seperti

mesin, rakitan mekanik, transportasi, barang, dan organisasi yang

digunakan, baik-baik saja untuk kemakmuran semua orang.

3. Kebersihan

a. Pengertian

Kebersihan adalah lingkungan yang bersih dari pencemaran udara,

pencemaran air dan sampah (Perda Kab. Ciamis No. 10 Tahun 2012

Tentang Ketertiban Kebersihana dan Keindahan).

Seperti yang ditunjukkan oleh Arifin (Hardiana, 2018: 501),

kerapian ekspres yang terlihat bersih, sehat, dan indah. Iklim yang

sempurna adalah hak dasar setiap orang untuk mendapatkan kesejahteraan

untuk pekerjaan mereka. Semua yang terjadi pada iklim akan

mempengaruhi ketahanan dan kemakmuran manusia dan makhluk hidup

lainnya. Dalam menjaga iklim yang sempurna, diperlukan kesadaran

manusia sebagai hewan yang memiliki otak.


Menurut Subrata (2013: 14 dan 16), secara garis besar iklim atau

iklim kehidupan adalah setiap keadaan atau kondisi di alam yang

menggabungkan makhluk hidup dan benda serta membentuk kehidupan

yang nyaman. Keadaan teratur secara langsung akan mempengaruhi

pergantian peristiwa dan perilaku makhluk hidup di dalamnya. Lebih

lanjut Subrata mengungkapkan bahwa, sebagai aturan umum, iklim

manusia itu sendiri dapat dikenali menjadi habitat umum dan iklim sosial.

Habitat reguler adalah iklim kehidupan di sekitar manusia, sedangkan

iklim sosial adalah iklim yang membentuk dan mempengaruhi cara

berperilaku dan karakter seseorang atau kelompok. Keduanya saling

berkaitan erat, sehingga pengelolaannya tidak sepenuhnya terpaku oleh

keberadaannya. Habitat asli tidak akan seperti yang diharapkan terpelihara

jika tidak ada iklim bersahabat yang juga bagus. Sebaliknya, iklim sosial

tidak akan terbentuk seperti yang diharapkan jika tidak ada habitat asli

yang layak.

b. Manfaat Menjaga Kebersihan

Lingkungan yang bersih tentu menjadi dambaan semua warga.

Menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan dengan berbagai

kebiasaan kecil seperti mencuci tangan, mengatur barang-barang agar tetap

bersih, dan mencuci barang-barang yang sering digunakan secara rutin.


Namun, terkadang masih ada seb by jagian masyarakat yang belum

mengetahui bahwa menjaga bhbu BB jh mu hp itu sangat penting. Padahal,

menjaga kebersihan sangat membantu orang lain.

Dengan kebersihan, Anda dapat beraktivitas sehari-hari dengan aman dan

nyaman. Kebersihan memiliki dampak positif bagi orang yang melakukannya.

1) Terhindar dari Ancaman Banjir

Banjir adalah salah satu dampak buruk dari lingkungan

yang tidak bersih. Penyebab banjir adalah pembuangan sampah

secara teratur di beberapa tempat yang tidak dapat diterima.

Hal ini membuat berton-ton sampah terbuang ke mana-

mana, sehingga saat hujan, sampah akan terbawa air dan menutupi

lubang saluran pembuangan, sehingga air tidak mengalir dengan

semestinya.

Seperti itu, air akan merendam jalan dan bahkan

penginapan. Air baru akan surut beberapa waktu kemudian,

beberapa jam bahkan beberapa hari.

2) Terhindar dari Penyakit Menular

Lingkungan yang kotor dapat menyebabkan penyakit

menular seperti demam berdarah, diare, dan tifus. Penyakit

tersebut, jika tidak ditangani sebagaimana mestinya, dapat

menyebabkan kematian.
Banyak orang takut akan bahaya, tetapi masih jarang orang

yang bermain aman melawan faktor pertaruhan untuk penyakit

tersebut. Ini telah menyebabkan banyak penyakit yang disebabkan

oleh lingkungan yang kotor. Di sisi lain, lingkungan yang bersih

akan membuat kita hidup aman, nyaman, dan tenteram.

Dengan melakukan pencegahan, misalnya menjaga

kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah

sembarangan, tidak membiarkan sampah sembarangan, dll, kita

dapat terhindar dari penyakit-penyakit tersebut.

3) Lingkungan Menjadi Lebih Rapi dan Nyaman Untuk ditempati

Ketika melihat kawasan kumuh yang berada di suatu

daerah, kita akan merasa tidak nyaman untuk memperhatikannya.

Bahwa, betapapun dekat, kita merasa enggan karena bau yang

ditimbulkannya. Begitulah cara orang menilai lingkungan yang

kotor.

Orang-orang akan menilai kita jika mereka melihat di luar

kita, misalnya, wilayah tempat kita tinggal. Agar orang atau

pengunjung merasa senang memasuki wilayah lingkungan kita,

kita harus menjaga kebersihan lingkungan. Cara memulainya

mudah, hanya dengan membuang sampah di tempatnya terlebih

dahulu. Dengan begitu, keadaan kita saat ini akan lebih rapi dan

nyaman untuk dilihat.


4) Meningkatkan Kesehatan Jasmani dan Rohani

Kebersihan adalah modal utama kesehatan jasmani dan

rohani. Ada kutipan dari puisi satire yang ditulis indah oleh

Decimus Iunius Iuvenalis, seorang penulis dan sarjana Romawi,

yang membaca dengan teliti "Mens Sana In Corpore Sano," yang

dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat..

Dia menekankan bahwa keunggulan budaya bersih di suatu

negara mencerminkan kemajuan nalar negara. Perspektif dasar

bersih berasal dari rumah kita sendiri.

Rumah yang bersih akan membawa energi dan kekuatan yang

tenang bersama dengan kesejahteraan, baik secara jasmani maupun

rohani.

c. Faktor

Menurut Potter dan Perry (2005), ada tujuh faktor yang

mempengaruhi seseorang untuk melakukan kebersihan diri, antara lain :

1) Citra Tubuh

Penampilan fisik seseorang adalah ide emosional dari

persepsi diri. Persepsi diri memengaruhi bagaimana seseorang

menjaga kebersihan. Ada perubahan fisik yang diakibatkan oleh

prosedur medis atau penyakit; makanya membutuhkan lebih

banyak pekerjaan untuk menjaga kebersihan.


2) Praktek Sosial

Kelompok sosial dalam pergaulan dapat mempengaruhi

kebersihan secara signifikan. Pada masa anak-anak, latihan

kebersihan diperoleh dari orang tua. Kecenderungan untuk tinggal

di rumah, kebersihan lingkungan rumah, dan bagaimana anak-anak

diajarkan bagaimana menangani diri mereka sendiri. Seiring

bertambahnya usia, bergaul di sekolah akan mengubah cara Anda

mempraktikkan kebersihan diri.

3) Status Sosial Ekonomi

Gaji seseorang juga merupakan variabel yang sangat

memengaruhi kebersihan. Kemampuan seseorang untuk membeli

peralatan dan bahan untuk menangani kebersihan diri dan

lingkungan.

4) Pengetahuan

Saat ini, tidak sedikit orang yang tidak memahami

pentingnya kebersihan bagi kesehatan. Dengan demikian, faktor

pengetahuan juga berpengaruh, meskipun pengetahuan itu sendiri

tidak cukup mendorong seseorang untuk menerapkan kebersihan

diri di dalam dirinya.

5) Budaya

Budaya mempengaruhi kebersihan individu karena teknik

yang diterapkan di satu daerah dan daerah lain akan berbeda.

Penggunaan air untuk membersihkan diri setelah buang air besar


merupakan budaya di Indonesia. Sedangkan di negara luar seperti

Jepang, China, dan Korea, cukup menggunakan tisu saja.

6) Pilihan Pribadi

Setiap orang pada dasarnya memiliki caranya masing-

masing dalam menghadapi dirinya sendiri, kapan waktu yang tepat,

dan bagaimana cara merawat diri sendiri .

7) Keadaan Fisik

Ketika Anda sakit, terutama ketika sakit keras, tentu saja

kondisi fisik akan menurun, sehingga kemampuan untuk merawat

diri sendiri pun berkurang. Butuh bantuan orang lain untuk

merawat diri.

Ketujuh faktor ini sangat mempengaruhi kebersihan seseorang. Di

masa pandemi seperti ini, otoritas publik harus melobi kebersihan dan

kewaspadaan individu. Kedua hal ini adalah hal terpenting yang harus

dimungkinkan untuk menghentikan penyebaran infeksi virus Corona.

4. Covid 19

a. Pengertian

Covid atau Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2

(SARS-CoV-2) adalah infeksi yang menyerang sistem pernapasan. Infeksi

tak tertahankan yang disebabkan oleh infeksi ini disebut Coronavirus.


Covid dapat menyebabkan masalah sistem pernapasan yang tidak terlalu

berlebihan, penyakit paru-paru yang serius, dan bahkan kematian.

World Health Organization (WHO):

Coronavirus adalah penyakit yang tak tertahankan yang disebabkan

oleh Covid baru yang tidak pernah dibedakan pada manusia. Penyakit ini

disebabkan oleh infeksi penyakit pernapasan serius Covid 2 (SARS-CoV-

2).

Centers for Disease Control and Prevention (CDC):

Coronavirus adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh

penyakit dengan infeksi SARS-CoV-2. Gejala umum termasuk demam,

batuk, sesak napas, lemas, otot atau tubuh berdenyut, kehilangan indera

perasa atau penciuman, dan efek samping lainnya.

National Institutes of Health (NIH):x

Coronavirus adalah penyakit yang disebabkan oleh penyakit

dengan infeksi SARS-CoV-2. Infeksi ini menyerang sistem pernapasan

dan dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari yang ringan hingga

yang parah, termasuk pneumonia atau infeksi paru-paru.

Johns Hopkins Medicine:

Coronavirus adalah penyakit yang tak tertahankan yang disebabkan

oleh penyakit dengan infeksi SARS-CoV-2. Penyakit ini dapat menyebar


melalui tetesan dari orang yang terinfeksi batuk, mengi, atau berbicara,

serta melalui kontak dekat dengan permukaan yang kotor.

European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC):

Coronavirus adalah penyakit pernapasan parah yang disebabkan

oleh penyakit dengan infeksi SARS-CoV-2. Infeksi menyebar melalui

tetesan kecil dari hidung atau mulut orang yang terkontaminasi saat

mereka batuk, terisak, atau berbicara.

b. Faktor faktor penyebab Covid

Berikut ini adalah unsur-unsur penyebab virus Corona secara lengkap:

1) Infeksi SARS-CoV-2: Seorang individu dari keluarga Covid,

SARS-CoV-2 menyebabkan Coronavirus. Ini menyebar melalui

droplet yang dikeluarkan oleh orang yang terinfeksi ketika mereka

batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui kontak dekat dengan

permukaan yang tercemar.

2) Penyebaran individu ke individu: SARS-CoV-2 dapat menyebar

dari individu yang terinfeksi ke individu lain melalui kontak dekat,

terutama melalui droplet yang dilepaskan saat batuk, bersin, atau

berbicara. Selanjutnya, bersentuhan dengan permukaan yang

direndahkan dengan infeksi dapat menyebabkan penularan.

3) Kontak dengan Permukaan yang Terkontaminasi: Virus SARS-

CoV-2 dapat terjadi pada permukaan tertentu selama beberapa jam


hingga beberapa hari, bergantung pada jenis permukaan dan

keadaan alam. Seseorang dapat terinfeksi jika menyentuh

permukaan yang kotor dan menyentuh wajah, terutama mata,

hidung, atau mulut.

4) Aeorosol dan Transmisi Udara: Selain tetesan, ada bukti bahwa

SARS-CoV-2 juga dapat menyebar melalui partikel semprotan

yang lebih kecil yang dapat bertahan di udara untuk jangka waktu

yang lebih lama, terutama di daerah dengan ventilasi yang lebih

sedikit dan di mana aktivitas seperti berbicara, bernyanyi, atau

berteriak menghasilkan partikel semprotan.

5) Kontak dengan Hewan Terkontaminasi: Ada tanda-tanda bahwa

SARS-CoV-2 awalnya muncul dari hewan, kemungkinan

kelelawar, dan kemudian ditularkan kepada manusia melalui

mediator hewan. Namun, penyelidik masih menyelidiki penularan

langsung dari manusia ke manusia.

6) Kurangnya Kekebalan Spesifik: Corona virus dapat memengaruhi

siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Orang yang tidak

pernah terkontaminasi atau yang tidak memiliki kekebalan spesifik

terhadap SARS-CoV-2 lebih tidak berdaya terhadap penyakit ini.

c. Dampak tidak langsung akibat Covid 19


Beberapa perubahan atau efek tidak langsung mungkin terjadi di

titik-titik sulit seperti pandemi ini. Berikut adalah beberapa contoh efek

memutar yang mungkin terjadi selama pandemi COVID-19:

1) Kesadaran Kesehatan yang Lebih Tinggi: Perhatian publik yang

lebih luas terhadap pentingnya social distancing, menggunakan

masker, mencuci tangan, dan menjaga kebersihan yang baik dapat

membantu mengurangi penyebaran penyakit menular lainnya di

kemudian hari.

2) Kemajuan dalam Teknologi dan Telekomunikasi: Pandemi telah

mendorong pengembangan dan penggunaan teknologi, seperti e-

learning, bisnis online, layanan kesehatan jarak jauh, dan obrolan

video. Ini dapat memberikan manfaat jangka panjang terkait

jaringan, produktivitas, dan aksesibilitas.

3) Perhatian terhadap Kesejahteraan Mental: karena pandemi,

kesadaran akan pentingnya kesejahteraan psikologis telah meluas.

Masyarakat dan organisasi mulai berfokus pada kesejahteraan

mental dan penanggulangan penyakit psikologis.

4) Inovasi dalam Penelitian Medis: Kemajuan dalam pemahaman,

pencegahan, dan pengobatan Coronavirus telah mendorong

perluasan penelitian medis dan kolaborasi di seluruh dunia. Bidang

kesehatan secara keseluruhan dapat mengambil manfaat dari

penemuan dan kemajuan yang telah terjadi selama pandemi ini.


5) Kesadaran tentang Kesiapsiagaan dan Sistem Kesehatan: Pandemi

virus Corona telah menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dalam

mengelola risiko kesehatan global. Hal ini dapat mendorong

perubahan dan peningkatan di masa mendatang dalam kesehatan

dan kesiapsiagaan.

5. CHSE

a. Pengertian

Cleanliness, Health, Safety dan Environment Sustainability

(CHSE) adalah cara paling umum untuk memberikan otentikasi kepada

organisasiusaha pariwisata, destinasi pariwisata dan produk wisata lainnya

untuk memberikan sertifikasi kepada wisatawan sehubungan dengan

pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan

sesuai dengan protokol kesehatan dan aturan yang ada sehubungan dengan

pencegahan dan pengendalian Covid 2019.

Sertifikat ini ditujukan untuk sektor pariwisata seperti hotel, rumah

makan, pondok wisata, daya tarik wisata, desa wisata, arung jeram, selam,

dan lapangan golf. Pemberian sertifikat ini dilakukan oleh lembaga

sertifikasi yang ditunjuk oleh pemerintah. Usaha yang sudah memperoleh

sertifikasi wajib menerapkan standar dan protokol kesehatan dalam

kegiatan usahanya untuk mencegah penularan virus kepada konsumen

yang menggunakan produk atau jasanya.


b. Manfaat Sertifikat CHSE

Usaha Pariwisata yang mendapatkan dukungan CHSE dapat

menempelkan logo I Do Care pada produk barang dan jasa sebagai ciri

kemajuan pariwisata. Logo ini menunjukkan anggapan bahwa kafe,

restoran, atau motel yang dikunjungi telah melaksanakan protokol

kesehatan selama waktu yang dihabiskan untuk menerapkan protokol

kesehatan dalam proses penyajian produk barang dan jasanya kepada

konsumen.

Perusahaan penginapan dan perhotelan yang telah mendapatkan

sertifikat ini diharapkan memenuhi tanggung jawab untuk menjaga

kebersihan, seperti membersihkan lantai, meja, kamar, dan pegangan pintu

secara rutin menggunakan disinfektan, menyiapkan hand sanitizer atau

tempat cuci tangan di sekitar lorong, mewajibkan semua pekerja untuk

memakai masker saat melayani konsumen.

Selanjutnya, kekhawatiran pembeli dapat dikurangi saat

menggunakan layanan yang diberikan karena perusahaan telah memenuhi

standar kesehatan dasar yang dapat membatasi resiko penularan virus.

Sertifikat CHSE berlaku untuk satu tahun. Jika masa berlaku habis,

organisasi dapat memperpanjang sertifikat sehubungan dengan hasil

penilaian ulang dari badan sertifikat yang menyelesaikan peninjauan.

c. Faktor yang menyebabkan CHSE


CHSE adalah konsep yang digunakan di berbagai bidang dan

asosiasi untuk menjamin lingkungan kerja dan lingkungan yang bersih,

sehat, terlindungi, dan dapat dikelola.

Berikutnya adalah gambaran singkat dari setiap faktor CHSE:

1. Kebersihan: Ini berhubungan dengan menjaga kebersihan

lingkungan kerja atau lingkungan hidup. Ini termasuk

membersihkan dan menjaga ruang kerja atau cuaca untuk

mencegah penyebaran mikroba, infeksi dan penyakit. Kebersihan

juga dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi pekerja

atau penghuni.

2. Kesehatan: Faktor kesehatan dalam CHSE menjamin kesejahteraan

dan keehatan individu yang tinggal di lingkungan tersebut. Ini

termasuk melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian

penyakit, memberikan fasilitas kesehatan yang memuaskan, dan

mempromosikan gaya hidup yang sehat di antara pekerja atau

penduduk.

3. Keselamatan: Keselamatan adalah bagian penting dari CHSE yang

menyangkut penghindaran kecelakaan dan cedera. Langkah-

langkah keselamatan harus dilakukan untuk mengurangi pertaruhan

kecelakaan dan melindungi pekerja atau penyewa dari

kemungkinan bahaya di lingkungan atau lingkungan kerja mereka.

4. Keberlanjutan Lingkungan: Faktor dukungan alami dalam CHSE

mengacu pada upaya untuk menjaga keseimbangan biologis dan


membatasi konsekuensi merugikan pada lingkungan. Ini termasuk

penggunaan sumber daya secara cerdas, pengelolaan limbah yang

baik, dan penurunan pembuangan dan kontaminasi.

Dengan menerapkan standar CHSE, asosiasi dan jaringan dapat

menciptakan kondisi yang terlindungi, solid, sempurna dan layak, yang

dengan demikian dapat bekerja pada kepuasan dan produktivitas.

BAB 3

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Studio Alam TVRI beralamatkan di

Jalan Raden Saleh No. 90, Jl. Studio Alam TVRI No.1, Sukmajaya,

Depok, Jawa Barat, Indonesia, 16412

2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian kurang lebih 3 bulan (dari bulan Mei - Agustus

2023). Penelitian sendiri dimulai dari pengajuan judul hingga

pengumpulan skripsi.

No Kegiatan Penelitian Mei Juni Juli Agustus

4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Pengajuan Judul

2 Mencari Rumusan
Masalah

3 Pengajuan Proposal

4 Konsultasi Proposal

5 Mengurus Perizinan

6 Melakukan Observasi

7 Wawancara dengan
Narasumber

8 Pengolahan Data

9 Hasil Penelitian

10 Kesimpulan &
Lampiran

11 Presentasi

12 Sidang

13 Revisi Hasil Sidang

14 Pengumpulan Skripsi
Tabel 3.1 Pelaksanaan Penelitian

B. Definisi Operasional
Definisi operasional adalah penjelasan dari tujuan istilah, yang

menjelaskan secara operasional pemeriksaan untuk diselesaikan. Definisi

operasional ini memuat penjelasan tentang istilah-istilah yang digunakan

dalam eksplorasi. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Komaruddin

(1994: 29): “Definisi istilah adalah pengertian yang lengkap tentang

sesuatu istilah yang mencakup semua unsur yang menjadi ciri utama

istilah itu”.

Definisi operasional digunakan untuk memberikan gambaran

operasional dalam penelitian. Definisi ini digunakan sebagai alasan untuk

menentukan jaringan instrumen eksplorasi. Nazir (1999:152) mengusulkan

sebagai berikut:

Definisi operasional adalah definisi yang diberikan kepada suatu

variabel atau bangunan dengan memberikan arti penting, menentukan

latihan, atau memberikan operasionalisasi yang diharapkan untuk

mengukur perkembangan atau variabel tertentu.

Definisi operasional digunakan untuk membandingkan peluang

pemahaman yang berbeda antara analis dan individu yang membaca

eksplorasi mereka. Untuk menghindari kesan yang salah, definisi

operasional diurutkan dalam ulasan.


Dengan berfokus pada pertanyaan-pertanyaan di atas, berikut ini

akan menggambarkan definisi operasional variabel-variabel pemeriksaan

yang digunakan dalam ulasan ini.

1. Pengaruh

Pengaruh adalah kekuatan yang ada atau muncul dari

sesuatu (individu, benda, dan lain sebagainya) yang memiliki

kekuatan atau memiliki kekuatan (dunia lain). (Poerwadarmita,

1993; 137). Dalam tinjauan ini, budaya sekolah sebagai variabel

bebas berdampak pada kelangsungan pengalaman pendidikan

sebagai variabel terikat.

2. Budaya Sekolah

Budaya dapat diartikan sebagai contoh pengandaian

esensial yang dibuat, ditemukan, atau diciptakan oleh kelompok

tertentu sebagai pembelajaran untuk mengatasi masalah organisasi.

Sedangkan pengertian sekolah adalah struktur atau landasan untuk

mendidik dan memajukan serta memperoleh dan memberi ilustrasi

(sesuai jenjang, jurusan, dsb).

Jadi budaya sekolah adalah permintaan nilai,

kecenderungan, dan pengaturan yang dibuat dan tercermin dalam

cara berperilaku sehari-hari dari perorangan dan kelompok saat


mereka mencari cara untuk mengatasi masalah untuk membentuk

karakteristik sekolah yang jelas.

3. Efektivitas Proses Pembelajaran

Ada penilaian yang berbeda dari para ahli dalam hal

pemikiran kelangsungan hidup, termasuk gagasan Etzioni

(1964:187) bahwa "Efektivitas adalah derajat dimana organisasi

mencapai tujuannya". Satu penilaian lagi dikomunikasikan oleh

Strees (1980:234): "Efektivitas menekankan perhatian pada

kesesuaian hasil yang dicapai organisasi dengan tujuan yang akan

dicapai”. Sementara itu, sesuai Sergovani (1987:33) "Efektivitas

organisasi adalah kesesuaian hasil yang dicapai organisasi dengan

tujuan".

Dalam Kamus Pendidikan Pengajaran dan Umum (1994:61),

kelangsungan hidup dapat dicirikan sebagai tahapan untuk mencapai

tujuan yang benar. Mengingat sebagian dari pemahaman ini, sebagai suatu

peraturan, kelangsungan hidup terletak secara objektif. Dalam ulasan ini,

efektivitas pencapaian pengalaman pendidikan yang dilakukan oleh

pendidik sesuai dengan tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan.

Sementara itu, menurut sumber yang sama, referensiKamus

Pendidikan Pengajaran dan Umum (1994: 190), proses adalah

perkembangan peristiwa, pengelompokan perubahan (peristiwa) dalam


perbaikan sesuatu, atau perkembangan kegiatan, perbuatan, atau

penanganan yang menghasilkan suatu barang.

Menurut Agus Suryana (2006:29), “belajar adalah suatu proses

peralihan tingkah laku ke arah yang positif untuk menyelesaikan masalah-

masalah individu, moneter, sosial, dan politik yang dialami oleh orang-

orang, perkumpulan-perkumpulan, dan jaringan-jaringan”. Pembelajaran,

singkatnya, adalah jalannya komunikasi antara peserta didik, pendidik, dan

aset pembelajaran dalam suatu iklim pembelajaran. Pengalaman

pendidikan merupakan kerangka kerja yang berisi rangkaian peristiwa

yang direncanakan dan diatur sedemikian rupa sehingga berdampak dan

menunjang pengalaman pendidikan pada siswa.

Dari penjelasan tersebut, pembelajaran dalam penelitian ini adalah

cara penyampaian program pendidikan yang paling umum dilakukan oleh

pendidik kepada siswa di kelas dan di luar ruang belajar untuk memahami

tujuan pembelajaran yang belum sepenuhnya ditetapkan.

Dengan demikian, efektivitas proses pembelajaran tidak

sepenuhnya ditentukan oleh jalannya komunikasi antara pendidik dan

peserta didik serta aset belajar yang disusun dan direncanakan sehingga

membentuk cara pandang peserta didik yang lebih baik dan cara

berperilaku yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ideal.

C. Populasi dan Sampel


D. Jenis & Sumber Data

1. Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data

primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh

langsung dari sumbernya dan dapat disinggung sebagai data

primer. Sedangkan data sekunder adalahdata yang dikumpulkan

ilmuwan dari sumber yang mudah diakses, sehingga cenderung

disinggung sebagai barang bekas (Mulyadi, 2016: 144). Dalam

ulasan ini, data penting diperoleh dari wawancara. Sementara

informasi tambahan akan diambil dari arsip, persepsi, foto,

informasi, dan eksplorasi masa lalu yang bersangkutan.

2. Sumber Data

Menurut Lofland (dalam Moleong, 2013: 157) “Sumber

data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan

tindakan, selebihnya adalah tambahan seperti dokumen dan lain-

lain”. Sumber data akan diambil dari dokumen, hasil wawancara,

catatan lapangan dan hasil dari observasi.

E. Teknik Pengumpulan Data

Sugiyono (2015:224) Metode pengumpulan informasi merupakan

langkah yang paling penting dalam penelitian, karena tujuan utamanya

adalah untuk mendapatkan informasi.


Prosedur pemilahan informasi dalam penelitian ini adalah strategi

pertemuan, persepsi, dan dokumentasi.

1. Wawancara

Wawancara adalah diskusi yang menyelenggarakan suatu alasan

tertentu oleh dua pertemuan, yaitu pewawancara dan narasumber

yang memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh

pewawancara (Maleong, 2013: 186). Menurut Nasution dalam

Sugiyono (2016: 137) Rapat digunakan sebagai prosedur

pengumpulan informasi jika ada keinginan untuk melakukan

laporan primer untuk menemukan hal-hal yang perlu diperhatikan,

dan selanjutnya untuk mengetahui hal-hal dari responden yang

lebih atas ke bawah dan jumlah responden sedikit/sedikit.

Wawancara dilakukan dengan menwawancarai Pengelola dan Staf

Studio Alam TVRI. Wawancara diberi kode (W)

2. Observasi

Rubiyanto (2011:85) menyatakan bahwa persepsi adalah suatu

pendekatan untuk mengumpulkan informasi dengan cara

memperhatikan secara lugas terhadap hal yang direnungkan. Para

ilmuwan menggunakan persepsi non-partisipatif, dan itu

menyiratkan bahwa spesialis hanya menyebutkan fakta objektif

yang normal (Djam'an dan Aan, 2013)


Menurut Arikunto dalam Imam Gunawan (2013: 143) menyatakan

Persepsi adalah metode pemilahan informasi yang dilakukan oleh

ahli terkemuka secara hati-hati, serta pencatatan yang disengaja.

Menurut Rachman (2015: 93) menyatakan persepsi adalah sebagai

persepsi yang tepat dan rekaman dari efek samping yang muncul

pada objek eksplorasi.

Observasi akan dilakukan oleh peneliti di Studio Alam TVRI untuk

mengetahui bagaimana cara menerapkan CHSE di tempat wisata.

Pada tahap ini peneliti melakukan observasi Studio Alam TVRI.

Observasi diberi kode (O) Untuk mempermudah observasi, peneliti

mengerjakan unsur-unsur indikator observasi. Berikut ini adalah

tabel instrumen observasi:

Tabel 3.2

W/O/P/S

Keterangan :

W: Wawancara

O: Observasi

P: Pengelola

S: Staf 1

Staf 2

F. Teknik Analisis Data


Penelitian ini akan menggunakan strategi pemeriksaan informasi dengan model

cerdas Miles dan Huberman, model ini dimulai dari pengumpulan informasi kasar,

penyajian informasi, pengurangan informasi, dan diakhiri dengan konfirmasi dan

penyelesaian informasi. Klarifikasi strategi investigasi informasi ini adalah

sebagai berikut:

1. Reduksi data

Dalam sebuah penelitian, Anda akan mendapatkan informasi yang

sangat banyak dan beragam, oleh karena itu diperlukan pemeriksaan

informasi. Djam’an dan aan (2013: 218) berpendapat bahwa data yang

diperoleh dan dicatat adalah sebagai laporan atau informasi pokok, laporan

disusun mengingat informasi yang diperkecil, dirangkum, dan diambil hal-

hal utama yang menekankan pada hal-hal yang penting. Pengurangan data

ini dilakukan dengan memilih informasi yang dibutuhkan dalam

eksplorasi.

2. Penyajian Data

Penyajian data adalah cara menampilkan data mentah sehingga

dapat dilihat perbedaan antara data yang dibutuhkan dalam penelitian dan

data yang tidak dibutuhkan (Zulfa, 2010: 132). Sedangkan fungsi tampilan

adalah untuk memudahkan memahami apa yang sedang terjadi dan

merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami

(Djam’an & Aan, 2013: 219).

3. Kesimpulan dan verifikasi


Sebagaimana ditunjukkan oleh Dja,’an dan Aan (2013: 219) Tujuan pokok

yang dikemukakan masih singkat, dan dapat berubah jika tidak ditemukan

bukti yang kuat untuk mendukung informasi yang dikumpulkan, namun

dengan asumsi bahwa tujuan yang dikemukakan pada tahap awal didukung

oleh bukti yang kuat dan mantap ketika eksplorasi kembali ke tingkat

keragaman informasi, maka tujuan yang dikemukakan adalah tujuan yang

dapat dipercaya.

No Keterangan SB B CB KB STB

1 Ketersediaan sarana cuci tangan dengan air mengalir

serta sabun, maupun hand sanitizer


2 Ketersediaan tempat sampah yang tertutup.

3 Ketersediaan toilet di area objek wisata.

4 Ketersediaan toilet di tempat ibadah/masjid.

5 Ketersediaan tempat cuci tangan dan airbersih mengalir

serta sabun (di tempat makan, masjid/mushola dan

toilet).

6 Pengecekan saluran pembuangan limbah.

7 Sistem filterisasi air bersih.

Daftar pertanyaan

Apakah ada monitoring atau evaluasi rutin untuk memastikan ketersediaan dan

keberfungsian sarana cuci tangan di tempat ini?

Bagaimana tanggapan dan umpan balik dari pengunjung/pengguna mengenai

ketersediaan sarana cuci tangan di tempat ini?

Apakah ada dispenser hand sanitizer yang tersedia di area yang mudah diakses

dan strategis?

Bagaimana kebijakan atau prosedur untuk memastikan bahwa semua tempat cuci

tangan memiliki air mengalir dan sabun yang cukup?

Bagaimana pengelolaan persediaan air mengalir dan sabun dilakukan, termasuk

pengadaan, penyimpanan, dan pengisian ulang?


Apakah tempat wisata ini memiliki cukup banyak tempat sampah yang tersedia

untuk pengunjung?

Apakah ada perbedaan jenis tempat sampah yang disediakan, seperti sampah

organik dan anorganik, atau daur ulang?

Bagaimana pengelolaan dan pemeliharaan tempat sampah di tempat wisata ini

dilakukan?

Apakah ada petugas atau staf yang bertanggung jawab untuk memastikan

kebersihan dan ketersediaan tempat sampah di tempat wisata ini?

Apakah tempat wisata ini memiliki fasilitas toilet yang memadai untuk

pengunjung?

Berapa jumlah toilet yang tersedia di area tempat wisata ini?

Bagaimana lokasi toilet ditempatkan agar mudah diakses oleh pengunjung?

Apakah toilet di tempat wisata ini dilengkapi dengan fasilitas air mengalir, sabun,

dan tisu toilet?

Bagaimana kebijakan atau prosedur perawatan dan pemeliharaan toilet di tempat

wisata ini?

Apakah ada petugas atau staf yang bertanggung jawab untuk memastikan

kebersihan dan ketersediaan toilet di tempat wisata ini?

Apakah ada perencanaan atau tindakan yang diambil jika terdapat masalah atau

kebocoran pada saluran pembuangan limbah?


Bagaimana pengelolaan dan perawatan saluran pembuangan limbah diintegrasikan

dalam upaya kebersihan dan kelestarian lingkungan di tempat ini?

Apakah tempat ini menggunakan sistem filtrasi air bersih untuk memastikan

kualitas air yang dikonsumsi?

Bagaimana sistem filtrasi air bersih di tempat ini dirancang dan beroperasi?

Anda mungkin juga menyukai