Pedoman PWS-KIA Revisi 2021
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
I. Pendahuluan
Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA) adalah sistem pemantauan
terencana dan berkesinambungan yang digunakan oleh tenaga kesehatan di tingkat puskesmas
dan dinas kesehatan untuk menilai pencapaian pelayanan KIA. Tujuan utama PWS-KIA adalah
mengetahui capaian program, mengidentifikasi masalah, serta melakukan tindak lanjut dalam
rangka meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.
II. Indikator Utama PWS-KIA
1 K1: Ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan antenatal.
2 K4: Ibu hamil yang mendapat pelayanan antenatal minimal empat kali.
3 Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (Linakes).
4 Kunjungan Nifas Lengkap (minimal 3 kali sesuai standar).
5 Neonatus Lengkap (KN1, KN2, KN3).
6 Bayi ditimbang (D/S bayi) dan Balita ditimbang (D/S balita).
7 Balita dengan status gizi kurang/buruk.
8 Kematian ibu dan bayi di wilayah kerja.
III. Definisi Operasional
Setiap indikator memiliki definisi operasional yang digunakan untuk memastikan keseragaman
dalam pengisian data. Contoh: K1 adalah ibu hamil yang pertama kali mendapatkan pelayanan
antenatal oleh tenaga kesehatan pada tahun berjalan.
IV. Pembaruan Berdasarkan Permenkes No. 21 Tahun 2021
Permenkes No. 21 Tahun 2021 memperkuat penyelenggaraan pelayanan kesehatan masa
sebelum hamil, kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan kontrasepsi. Penyesuaian
terhadap pedoman PWS-KIA meliputi:
• Pencatatan ibu hamil risiko tinggi dilakukan lebih rinci dengan kategori medis dan sosial.
• Penambahan indikator pelayanan prakonsepsi (pra-kehamilan) sebagai bagian pembinaan
wilayah.
• Penguatan pelaporan kasus komplikasi obstetri dan neonatal.
• Integrasi data KIA dengan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA).
• Pemantauan pascapersalinan mencakup kesehatan mental ibu (skrining depresi nifas).
V. Analisis Zona (Merah, Kuning, Hijau)
Data hasil PWS-KIA disajikan dalam bentuk grafik wilayah dan warna zona: - Zona Hijau: capaian ≥
target nasional (misal K4 ≥ 95%) - Zona Kuning: capaian 80–94% - Zona Merah: capaian < 80%
Analisis ini membantu menentukan wilayah prioritas pembinaan dan tindak lanjut lapangan.
VI. Penutup
Pedoman ini diharapkan menjadi acuan bagi tenaga kesehatan di puskesmas, bidan desa, dan
pengelola program dalam melakukan pemantauan, analisis, dan tindak lanjut program KIA.
Pembaruan disesuaikan dengan kebijakan nasional terkini agar data PWS-KIA tetap relevan dan
bermanfaat dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.