TUTORIAL MEMBUAT DAS
Menggunakan Software ArcGIS
A. Pembuatan Peta Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus
Langkah- langkah pembuatan Peta Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus adalah
sebagai berikut:
1. Mengunduh ArcGIS dan Data ........................................................................................ 2
1.1 Mengunduh ArcGIS ......................................................................................................... 2
1.2 Data DEMNas (Digital Elevation Model Nasional) ....................................................... 5
1.3 Data TupLah (Tutupan Lahan) ....................................................................................... 7
1.1 Data Shp (Shapefile) ......................................................................................................... 8
2. Membuat DAS (Daerah Aliran Sungai) ....................................................................... 10
3. Menghitung Aliran Sungai ............................................................................................ 34
4. Menghitung Luas Daerah Aliran Sungai ..................................................................... 37
1
Rafliandra Mirza Ardinova
1. Mengunduh ArcGIS dan Data
1.1 Mengunduh ArcGIS
Sebelum membuat daerah aliran sungai maka kita perlu memasang software berupa ArcGIS
yang dapat diinstal dengan langkah langkah berikut:
1. Buka link google drive berikut [Link]
1CeoBOOB2BRZxDyU_cCYI , maka akan muncul tampilan seperti gambar dibawah.
Gambar 1. 1 Tampilan Link Google Drive
2. Klik Ikon titik tiga (seperti gambar dibawah), Lalu klik download untuk masing-
masing file.
Gambar 1. 2 Letak Ikon Titik Tiga
2
Rafliandra Mirza Ardinova
Gambar 1. 3 Letak ikon Download
3. Setelah file selesai diunduh buka tempat file yang sudah diunduh diletakkan (biasanya di file
download).
4. Klik kanan file dengan nama Arcgis 10.8 (Ikonnya buku/WinRAR), Klik WinRAR, lalu klik
Extract To.
Gambar 1. 4 Tampilan Letak Extract To
3
Rafliandra Mirza Ardinova
5. Setelah itu akan muncul frame yang meminta memasukkan password, masukkan passwordnya
wfh2020 dan pencet OK maka akan muncul frame seperti dibawah.
Gambar 1. 5 Frame Input Password
Gambar 1. 6 Frame Extract File
4
Rafliandra Mirza Ardinova
6. Buka file yang telah di extract dengan ikon folder, lalu klik aplikasi ArcGIS nya maka akan
keluar frame seperti gambar dibawah, klik next hingga keluar ikon loading dan setelah selesai
tekan close, lalu tekan yes, lalu tekan next dan setelah itu finish.
Gambar 1. 7 Letak File Yang Telah Di Extract
Gambar 1. 8 Frame Install Application
7. Setelah selesai di download cari aplikasi dengan mengetik Arcmap di pencarian aplikasi, dan
open aplikasi tersebut.
5
Rafliandra Mirza Ardinova
Gambar 1. 9 Mencari Aplikasi ArcGIS
Sebelum membuka ArcGIS kita mengunduh data-data yang akan kita gunakan nanti:
1. Mengunduh data DEMNas (Digital Elevation Model Nasional).
2. Mengunduh data TupLah (Tutupan Lahan).
3. Mengunduh data SHP (Shapefile).
Data-data tersebut diunduh dengan cara berikut.
1.2 Data DEMNas (Digital Elevation Model Nasional)
Berikut langkah-langkah dalam mengunduh data DEMNas:
1. Buka website Ina-Geoportal.
2. Masukkan email dan sandi untuk dapat mengunduh data:
Gambar 1. 10 Tampilan Website DEMNas
6
Rafliandra Mirza Ardinova
3. Klik unduh data pada beranda sebelah kiri, dan tekan unduh data seperti pada gambar.
Gambar 1. 11 Tampilan Unduh Data DEMNas
4. Setelah mengklik maka akan keluar tampilan seperti gambar bawah berikut, dan zoom
in ke daerah yang ingin di unduh.
Gambar 1. 12 Tampilan Setelah Klik Unduh Data
5. Lalu klik pada wilayah yang ingin di unduh dan klik UNDUH DEMNas.
Gambar 1. 13 Tampilan Setelah Zoom In
7
Rafliandra Mirza Ardinova
6. Lalu simpan file yang sudah diunduh, dan letakkan file ke dalam folder yang sudah
disiapkan untuk membuat DAS.
1.3 Data TupLah (Tutupan Lahan)
1. Masuk ke dalam website berikut:
[Link]
[Link]
2. Setelah masuk ke dalam website, scroll ke bawah lalu pilih data provinsi Kalimantan
Timur yang ingin di unduh dan klik download.
Gambar 1. 14 Tampilan Setelah Masuk Ke Website dan Scroll Ke Bawah
3. Setelah itu akan dialihkan ke google drive lalu ketik ikon unduh di pojok kanan atas.
Gambar 1. 15 Tampilan Setelah Mengklik Donwload
8
Rafliandra Mirza Ardinova
4. Setelah selesai di unduh pindahkan data tutupan lahan ke folder yang sama dengan
data DEMNas tadi.
1.4 Data Shp (Shapefile)
1. Masuk ke dalam website tersebut [Link]
2. Setelah masuk ke dalam website, scroll ke bawah hingga seperti gambar dibawah.
Gambar 1. 16 Tampilan Setelah Masuk Ke dalam Website
3. Setelah klik data provinsi Kalimantan Timur, lalu scroll ke bawah hingga muncul
tulisan DOWNLOAD (seperti gambar dibawah).
Gambar 1. 17 Tampilan Setelah Mengklik dan Scroll Ke Bawah
9
Rafliandra Mirza Ardinova
4. Setelah itu akan masuk ke file google drive (seperti gambar dibawah), lalu unduh data
daerah KOTA SAMARINDA.
Gambar 1. 18 Tampilan Setelah Mengklik Download
5. Setelah data selesai diunduh, pindahkan file ke dalam folder yang sudah disiapkan.
2. Membuat DAS (Daerah Aliran Sungai)
Dalam membuat DAS (Daerah Aliran Sungai) kita memerlukan software yaitu ArcGIS
dengan Langkah-langkah berikut:
1. Buka Aplikasi ArcGIS.
2. Lalu tekan New Maps, lalu klik OK.
Gambar 2. 1 Tampilan Awal ArcGIS
3. Tekan Geopressing → Enviroments.. → Scroll kebawah → Parallel Processing → isi
10
Rafliandra Mirza Ardinova
dengan angka 0 → OK.
Gambar 2. 2 Tampilan Frame Enviroments
4. Klik kanan layers → Properties → Coordinate System → Geographic Coordinate Systems →
World → WGS 1984 → Klik Kanan → Add To Favorite → OK.
Gambar 2. 3 Tampilan Frame Data Properties
5. Klik → Add Data →→ Pilih folder yang sudah disiapkan → OK.
6. Klik DEMNAS_1915-41_41_v1.[Link] → OK (akan Muncul seperti gambar dibawah).
Gambar 2. 4 Setelah Data Demnas Dimasukkan
11
Rafliandra Mirza Ardinova
7. Klik Geopressing → Arctoolbox → Spatial Analiyst Tools → Hydrology → Fill → Input layer
DEMNas → OK.
Gambar 2. 5 Tampilan Frame Fill
Gambar 2. 6 Setelah Gambar Di Fill
Fill berguna mengisi atau menutup sink (lubang atau depresi) pada data DEM (Digital Elevation
Model), yang bertujuan agar aliran air dapat mengalir kontinu tanpa terhenti di cekungan yang tidak
realistis.
12
Rafliandra Mirza Ardinova
8. Klik Spatial Analiyst Tools → Hydrology → Fill Direction → Input layer Hasil Fill → OK.
Gambar 2. 7 Tampilan Frame Flow Direction
Gambar 2. 8 Setelah Di Flow Direction
Flow direction menentukan arah aliran air dari tiap sel pada dem, bertujuan untuk mengetahui ke
mana air bergerak dari setiap titik.
13
Rafliandra Mirza Ardinova
9. Klik Spatial Analiyst Tools → Hydrology → Basin → Input layer Hasil Fill Direction → OK.
Gambar 2. 9 Tampilan Frame Basin
Gambar 2. 10 Setelah Di Basin
Basin berfungsi Membagi daerah menjadi cekungan alami (basin), bertujjuan Menunjukkan batas wilayah
tangkapan air berdasarkan topografi.
14
Rafliandra Mirza Ardinova
10. Klik Conversion Tools → From Raster → Raster to Polygon → Input layer Hasil Basin → OK.
Gambar 2. 11 Tampilan Frame Raster to Polygon
Gambar 2. 12 Setelah Di Raster To Polygon
Raster to polygon Mengubah data raster menjadi data vektor poligon, bertujuan Supaya batas DAS bisa lebih
jelas dan mudah digunakan untuk analisis.
15
Rafliandra Mirza Ardinova
11. Klik Kanan Hasil Raster Polygon → Edit Features → Start editing.
Gambar 2. 13 Letak Start Editing
12. Klik Kiri daerah seperti pada gambar dibawah → Ctrl+C.
Gambar 2. 14 Tampilan Gambar Setelah Di Klik
13. Select semua wilayah dengan cara hold klik kiri → Delete → Ctrl + V → OK.
Gambar 2. 15 Tampilan Setelah Select All
16
Rafliandra Mirza Ardinova
Gambar 2. 16 Tampilan Setelah Ctrl V
14. Klik Editor → Stop Editing → Yes.
Gambar 2. 17 Tampilan Letak Stop Editing
17
Rafliandra Mirza Ardinova
15. Klik Kanan hasil Raster Polygon → Convert Features to Graphics → Ikuti setting gambar
dibawah → OK.
Gambar 2. 18 Letak Convert Features to graphics
Gambar 2. 19 Frame Convert Feature to Grapichs
16. Klik polygon di layer → Windows → Image Analysis → Klik Data Demnas → Klik →
Delete Polygonnya.
Gambar 2. 20 Tampilan Klik Polygon dan Windows
18
Rafliandra Mirza Ardinova
Gambar 2. 21 Frame Image Analysis
Gambar 2. 22 Tampilan Setelah Image Analysis
Clip berfungsi memotong bentuk data berdasarkan polygon.
19
Rafliandra Mirza Ardinova
17. Klik Geopressing → Arctoolbox → Spatial Analiyst Tools → Hydrology → Fill → Input layer
DEMNas → OK.
Gambar 2. 23 Frame Fill
Gambar 2. 24 Tampilan Setelah FIll
18. Klik Spatial Analiyst Tools → Hydrology → Flow Direction → Input layer Hasil Fill → OK.
Gambar 2. 25 Frame Flow Direction
20
Rafliandra Mirza Ardinova
Gambar 2. 26 Tampilan Setelah Flow Direction
19. Klik Spatial Analiyst Tools → Hydrology → Flow Accumulation → Input layer Hasil Flow
Direction → OK.
Gambar 2. 27 Frame Flow Accumulation
Gambar 2. 28 Tampilan Setelah Flow Accumulation
Flow accumulation menghitung jumlah aliran yang terkumpul di tiap sel, bertujuan menentukan
jalur utama aliran air (calon sungai).
21
Rafliandra Mirza Ardinova
20. Klik Spatial Analiyst Tools → Hydrology → Stream Link → Input layer Hasil Fill Accumulation
→ Input Flow Direction → OK.
Gambar 2. 29 Frame Stream Link
Gambar 2. 30 Tampilan Setelah Stream Link
Stream Link bertujuan memberi nomor unik pada setiap segmen sungai, berfungsi supaya jaringan sungai
bisa dibedakan dan dianalisis lebih mudah.
22
Rafliandra Mirza Ardinova
21. Klik Spatial Analiyst Tools → Hydrology → Stream Order → Input layer Hasil Stream Link →
Input Flow Direction → OK.
Gambar 2. 31 Frame Stream Order
Gambar 2. 32 tampilan Setelah Stream Order
Stream order berfungsi mengurutkan sungai dari cabang terkecil sampai sungai utama, bertujuan
mengetahui hierarki sungai di dalam DAS.
23
Rafliandra Mirza Ardinova
22. Klik Spatial Analiyst Tools → Hydrology → Stream to Feature → Input layer Hasil Stream
Order → Input Flow Direction → OK.
Gambar 2. 33 Frame Stream to Feature
Gambar 2. 34 Tampilan Setelah Stream to Feature
Stream to feature berfungsi mengubah aliran sungai dari bentuk raster menjadi garis (vector),
bertujuan agar sungai lebih mudah ditampilkan, diukur, dan dianalisis.
24
Rafliandra Mirza Ardinova
23. Matikan semua layer kecuali hasil StreamT_Stream dan RasterT_Basin (Seperti Gambar Di
Bawah).
Gambar 2. 35 Tampilan Frame Table Of Contents
24. Klik → Add Data → planet → shape → [Link] → Add.
Gambar 2. 36 Tampilan Setelah Memasukkan Data Jalan
25. Klik catalog → Klik kanan folder yang sudah disiapkan → New → Shapefile.. → Kasi nama
POINT → Edit → WGS 1984 → OK
Gambar 2. 37 Letak Catalog
25
Rafliandra Mirza Ardinova
Gambar 2. 38 Letak Shapefile
Gambar 2. 39 Frame Create New Shapefile
Gambar 2. 40 Frame Setelah mengklik Edit
26
Rafliandra Mirza Ardinova
26. Klik Kanan Layer Point → Edit Feature → Start Editing → Create Feature → Point → POINT
→ Letakkan Titik di titik seperti gambar → Klik Kiri → Stop Editing → OK.
Gambar 2. 41 Letak Create Feature
Gambar 2. 42 Klik Point diatas dan Point dibawah
Gambar 2. 43 Letak Point
27
Rafliandra Mirza Ardinova
27. Klik Spatial Analiyst Tools → Hydrology → Snap Pout Point → Input Point → Input Flow
Accumulation → OK.
Gambar 2. 44 Frame Snap Pour Point
Gambar 2. 45 Tampilan Setelah snap Pour Point
Snap pour point berfungsi menyesuaikan titik outlet DAS ke lokasi aliran terbesar terdekat,
bertujuan Supaya batas DAS lebih akurat sesuai dengan posisi sungai sebenarnya.
28
Rafliandra Mirza Ardinova
28. Klik Spatial Analiyst Tools → Hydrology → Watershed → Input Flow Direction → Input Snap
Pour Point → OK.
Gambar 2. 46 Frame Watershed
Gambar 2. 47 Tampilan Setelah Watershed
Watershed berfungsi membuat peta batas daerah aliran sungai berdasarkan titik outlet, bertujuan
menentukan area das yang mengalir ke satu titik keluaran.
29
Rafliandra Mirza Ardinova
29. Klik Conversion Tools → From Raster → Raster Polygon → Input layer Hasil Watershed →
OK.
Gambar 2. 48 Frame Watershed
Gambar 2. 49 Tampilan Setelah Raster to Polygon
30
Rafliandra Mirza Ardinova
30. Klik Kanan Layer Hasil Raster Polygon → Properties → General → Ganti Namanya menjadi DAS
KARANG MUMUS → OK.
Gambar 2. 50 Frame Layer Properties General
31. Klik Kanan Layer StreamT_Stream → Properties → Symbology → Quantities → Graduated
Symbols → Value (Grid_Code) → Template (river) → OK.
Gambar 2. 51 Frame Layer Properties
31
Rafliandra Mirza Ardinova
Gambar 2. 52 Tampilan Setelah Mengganti Template
32. Klik Kanan Layer StreamT_Stream → Properties → General → Ganti Namanya menjadi Aliran
KARANG MUMUS → OK.
Gambar 2. 53 Frame Layer Properties
31. Klik → Add Data → Tuplah → TupLah_Kalimantan_Timur_2019 → Add.
Gambar 2. 54 Tampilan Setelah Memasukkan Data TupLah
32
Rafliandra Mirza Ardinova
32. Klik Data Management Tools → Features → Repair Geometry → Input data Tuplah → OK.
Gambar 2. 55 Frame Repair Geometry
33. Klik Geoprocessing → Clip → Input Tuplah → 𝐼𝑛𝑝𝑢𝑡 𝑅𝑎𝑠𝑡𝑒𝑟 → OK → Matikan Layer Tuplah
sebelum clip.
Gambar 2. 56 Frame Clip
Gambar 2. 57 Tampilan Setelah Clip
33
Rafliandra Mirza Ardinova
Clip berfungsi memotong data sesuai batas tertentu, bertujuan membatasi analisis hanya pada area
DAS atau wilayah studi yang diinginkan.
34. Klik Kanan Layer TupLah → Properties → Symbology → Categories → Unique Value → Value
Field (Legenda) → Add All Value → OK.
Gambar 2. 58 Frame Layer Properties
Gambar 2. 59 Tampilan Setelah Mengkatagorikan Unique Value
3. Menghitung Aliran Sungai
1. Matikan Semua layer kecuali ALIRAN KARANG MUMUS.
2. Klik Kanan Layer ALIRAN KARANG MUMUS → Open Attribue Table.
34
Rafliandra Mirza Ardinova
Gambar 3. 1 Letak Open Attribute Table
Gambar 3. 2 Tampilan Attribute Label
3. Geser tabel Ke Kanan → Klik Icon → Add Field → Ganti settingan seperti
gambar di bawah → OK.
Gambar 3. 3 Frame Add Field
35
Rafliandra Mirza Ardinova
4. Klik Kanan kolom yang telah dibuat → Calculate Geometry → Ganti settingan seperti gambar
di bawah → OK.
Gambar 3. 4 Frame Calculate Geomerty
5. Klik kanan layer ALIRAN KARANG MUMUS → Label features → Klik kanan layer ALIRAN
KARANG MUMUS → Edit Features → Start Editing → Hold shift pada keyboard → Klik kiri
potongan sungai-sungai terpanjang dari ujung ke ujung (seperti gambar dibawah).
Gambar 3. 5 Tampilan Sungai Terpanjang
36
Rafliandra Mirza Ardinova
6. Klik Kanan Kolom Panjang Sungai → Statistics → SUM Adalah panjang maksimalnya →
Editor → Stop Editing.
Gambar 3. 6 Letak Statistics
Gambar 3. 7 Frame Statistics
4. Menghitung Luas Daerah Aliran Sungai
1. Matikan Semua layer kecuali DAS KARANG MUMUS.
2. Klik Kanan Layer DAS KARANG MUMUS → Open Attribue Table.
37
Rafliandra Mirza Ardinova
Gambar 4. 1 Letak Open Attribute Table
Gambar 4. 2 Tampilan Attribute Label
3. Geser tabel Ke Kanan → Klik Icon → Add Field → Ganti settingan seperti
gambar di bawah → OK.
Gambar 4. 3 Frame Add Field
38
Rafliandra Mirza Ardinova
4. Klik Kanan kolom yang telah dibuat → Calculate Geometry → Ganti settingan seperti gambar
di bawah → OK.
Gambar 4. 4 Frame Calculate Geomerty
6. Klik Kanan Kolom LUAS DAS → Statistics → SUM adalah luas daerahnya → Editor → Stop
Editing.
Gambar 4. 5 Frame Statistics
39
Rafliandra Mirza Ardinova