0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan102 halaman

Modul Praktikum Pemrograman Python

Modul Praktikum Pemrograman Python ini ditujukan untuk mahasiswa Program Studi Informatika di Universitas Dehasen Bengkulu, berisi panduan belajar dasar-dasar pemrograman menggunakan bahasa Python. Modul mencakup pengenalan Python, instalasi, tipe data, variabel, operator, percabangan, pengulangan, dan fungsi, serta menyediakan latihan dan proyek akhir. Diharapkan mahasiswa dapat menguasai pemrograman Python dan mampu membuat aplikasi yang relevan dengan bidang informatika.

Diunggah oleh

Yolanda Atmaretha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan102 halaman

Modul Praktikum Pemrograman Python

Modul Praktikum Pemrograman Python ini ditujukan untuk mahasiswa Program Studi Informatika di Universitas Dehasen Bengkulu, berisi panduan belajar dasar-dasar pemrograman menggunakan bahasa Python. Modul mencakup pengenalan Python, instalasi, tipe data, variabel, operator, percabangan, pengulangan, dan fungsi, serta menyediakan latihan dan proyek akhir. Diharapkan mahasiswa dapat menguasai pemrograman Python dan mampu membuat aplikasi yang relevan dengan bidang informatika.

Diunggah oleh

Yolanda Atmaretha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PRAKTIKUM

PEMROGRAMAN PYTHON

Dosen Pengampu
Juju Jumadi, [Link], [Link]

PROGRAM STUDI INFORMATIKA


FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DEHASEN
BENGKULU

Modul Praktikum Python


Page 1
Kata Pengantar

Assalamu’alaikum [Link]
Puji dan syukur kami panjatkan ke kehadirat Allah SWT atas
petunjuk dan karunia-NYA kepada penulis untuk menyelesaikan
Modul Dasar-Dasar Pemrograman ini dengan baik.
Modul ini merupakan bahan ajar pendamping dalam mata kuliah
Dasar-Dasar Pemrograman. Bahasa Pemrograman yang
digunakan adalah python dikarenakan bahasa ini sangat populer
dan menjadi salah satu bahasa pemrograman terbaik untuk
belajar.
Modul ini diharapkan dapat memberikan pedoman bagi
mahasiswa khususnya bagi mahasiswa Program Studi
Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dehasen
Bengkulu.
Besar harapan modul ini dapat menjadi teman belajar
mahasiswa sehingga dapat menguasai dasar-dasar pemrograman
komputer khususnya python, namun demikian para mahasiswa
sangat di anjurkan untuk merujuk pada sumber-sumber yang lain
sebagai pelengkap dalam proses belajar.
Semoga Allah Meridhoi usaha yang kecil ini sebagai amal baik.
Bengkulu, Oktober 2023

Penulis

Modul Praktikum Python


Page 2
Daftar Isi

Kata Pengantar
Modul I Pertemuan Pengenalan Python
1.1 Apa itu Python
1.2 Keunggulan Python
1.3 Instalasi Python
1.4 instalasi Visual Studio Code
Modul II Tipe Data
2.1 Pengenalan Variabel
2.2 Jenis-Jenis Tipe Data
2.3 Bilangan
2.4 Operator
2.5 Latihan dan Praktikum
Modul III Percabangan
3.1 Kondisi If
3.2 Kondisi If – Else
3.3 Kondisi If - Elif
3.4 Seleksi Kondisi dengan banyak kondisi (tiga kondisi atau
lebih)
3.5 Latihan Praktikum
3.6 Tugas & Quiz
Modul IV Pengulangan
4.1 Pengulangan For
4.2 Pengulangan While
4.3 Pengulangan Bersarang
4.4 Latihan Praktikum
Modul V Data Struktur Lanjutan
5.1 List
5.2 Tuple
5.3 Dictionary
5.4 Latihan praktikum

Modul Praktikum Python


Page 3
Modul VI Fungsi
6.1 Jenis Fungsi
6.2 Nilai Balik Fungsi
6.3 Fungsi dengan Parameter
6.4 Variabel Global dan Variabel Lokal
6.5 Fungsi dengan Statement Lambda
6.6 Latihan Praktikum
Modul VII Teks Sederhana/Exception
7.1 Jenis-jenis eksepsi
7.2 Multiple eksepsi
7.3 Penggunaan multiple eksepsi
7.4 Eksepsi bersarang
7.5 Membuat eksepsi sendiri
7.6 Menggunakan “finally” pada Try-Excep
Proyek Akhir

Modul Praktikum Python


Page 4
PENDAHULUAN

Deskripsi Materi
Materi dalam Buku Ajar ini menjelaskan beberapa teknik
pemrograman bahasa basic / dasar menggunakan Python.
Pada Buku Ajar ini akan dijelaskan mengenai tahapan-
tahapan pemrograman Python mulai dari instalasi,
pemrograman sederhana hingga pembuatan aplikasi yang
dapat diterapkan.
Buku Ajar yang disusun ini memiliki keterkaitan dengan mata
kuliah dasar-dasar pemrograman yang digunakan sebagai alat
bantu / pendamping yang memberi kemudahan bagi
mahasiswa baik untuk menyelesaikan tugas sehari-hari
maupun mempersiapkan mahasiswa dalam penyusunan tugas
akhir.
Setelah mempelajari dan memahami Buku Ajar ini,
mahasiswa diharapkan mampu dan berkompetensi membuat
aplikasi yang dapat digunakan pada bidang keilmuan
informatika. Dari proses pembelajaran ini diharapkan juga
mahasiswa dapat membuat dan menarik kesimpulan yang
bermanfaat.

Standart Kompetensi
1. Mahasiswa mampu menguasai bahasa pemrograman
menggunakan Python.
2. Mahasiswa mampu mengidentifikasikan,
memformulasikan dan menganalisis masalah pada
sistem terintegrasi berdasarkan pendekatan
komputasional.
3. Mahasiswa mampu membuat program / aplikasi
dengan menggunakan bahasa pemrograman Python
untuk merealisasikan algoritma-algoritma dalam
penyelesaian masalah tertentu.

Modul Praktikum Python


Page 5
BAB I
PENGENALAN PYTHON

Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari Modul I ini, diharapkan mahasiswa :
1. Mampu melakukan Instalasi Python dengan baik
2. Mampu melakukan instalasi Pycharm dengan baik
3. Mampu menggunakan software pendukung dengan
baik

Indikator
1. Dapat mengetahui proses instalasi Python
 Mampu memahami proses pemrograman Python
2. Dapat mengetahui proses instalasi Pycharm
 Mampu memahami proses software pendukung
(Visual Studio Code)
3. Dapat mengetahui dasar pemrograman Python

1.1 Apa itu python


Python adalah bahasa pemrograman komputer,
sama layaknya seperti bahasa pemrograman lainnya seperti
C, C++, Java, PHP, Perl dan lainnya. Sebagai bahasa
pemrograman, python memiliki struktur, kosakata atau kata
kunci (keyword) dan aturan tersendiri yang jelas berbeda
dengan bahasa pemrograman lainnya.
Python dikembangkan oleh Guido van Rossum pada
tahun 1990 di CWI, Amsterdam sebagai kelanjutan dari
bahasa pemrograman ABC. Versi terakhir yang dikeluarkan
CWI adalah 1.2. Tahun 1995, Guido pindah ke CNRI sambil
terus melanjutkan pengembangan Python. Versi terakhir
yang dikeluarkan adalah 1.6. Tahun 2000, Guido dan para
pengembang inti Python pindah ke [Link] yang

Modul Praktikum Python


Page 6
merupakan sebuah perusahaan komersial dan membentuk
Be Open PythonLabs. Python 2.0 dikeluarkan oleh Be Open.
Setelah mengeluarkan Python 2.0, Guido dan beberapa
anggota tim PythonLabs pindah ke Digital Creations. Saat ini
pengembangan Python terus dilakukan oleh sekumpulan
pemrogram yang dikoordinir Guido dan Python Software
Foundation. Python Software Foundation adalah sebuah
organisasi non-profit yang dibentuk sebagai pemegang hak
cipta intelektual Python sejak versi 2.1 dan dengan demikian
mencegah Python dimiliki oleh perusahaan komersial. Saat
ini distribusi Python sudah mencapai versi 2.6.1 dan versi
3.0 Nama Python dipilih oleh Guido sebagai nama bahasa
ciptaannya karena kecintaan guido pada acara televisi
Monty Python’s Flying Circus.

1.2 Keunggulan Python


A. Tidak ada tahapan kompilasi dan penyambungan (link)
sehingga kecepatan perubahan pada masa pembuatan
system aplikasi meningkat
B. Tidak ada deklarasi tipe sehingga program menjadi
lebih sederhana, singkat, dan fleksible
C. Manajemen memori otomatis yaitu kumpulan sampah
memori sehingga dapat menghindari pencatatan kode
D. Tipe data dan operasi tingkat tinggi yaitu kecepatan
pembuatan system aplikasi menggunakan tipe objek
yang telah ada Pemrograman berorientasi objek
E. Terdapat kelas, modul, eksepsi sehingga terdapat
dukungan pemrograman skala besar secara modular
F. Kompilasi untuk portable kode byte sehingga
kecepatan eksekusi bertambah dan melindungi kode
sumber
G. Antarmuka terpasang untuk pelayanan keluar seperti
perangkat Bantu system, GUI, persistence, database, dll

Modul Praktikum Python


Page 7
1.3 Instalasi Python
Proses instalasi python pada windows dapat dilakukan
langkah-langkah sebagai berikut :
1. Download installer python dari situs resminya :
[Link]
2. Jalankan installer python, kemudian klik Next untuk
melanjutkan instalasi seperti gambar berikut :

Gambar 1.1 Langkah Awal Installasi Python

3. Tunggu proses instalasi python berjalan

Gambar 1.2 Proses Installasi Python

Modul Praktikum Python


Page 8
4. Klik pada bagian Disable path length limit, jika pesan
tersebut muncul

Gambar 1.3 Installasi Python Selesai

5. Setelah selesai, silahkan klik tombol Close


6. Sampai tahap ini seharusnya installasi Python sudah
selesai. Untuk melihat hasil installasi Python, silahkan
kalian cek versi python via Command Prompt.
7. Silahkan buka Command Prompt (CMD) lalu ketikkan
perintah python --version lalu tekan tombol Enter

Gambar 1.4 Cek Versi Python

Modul Praktikum Python


Page 9
8. Jika setelah kalian ketik python --version lalu kalian
tekan Enter, muncul versi python seperti gambar di
atas, berarti installasi python yang kalian lakukan sudah
berhasil dan siap memulai programming dengan
Python

1.4 Instalasi Visual Studio Code


Langkah – langkah dari instalasi pycharm adalah sebagai
berikut :
1. Download Installer Pycharm dari situs resminya :
[Link]

2. Klik download Visual Studio Code


3. Buka folde download
4. Double klik hasil download
5. Klik “ I accept the aggrement” dan klik Next

Modul Praktikum Python


Page 10
6. Klik Next

Modul Praktikum Python


Page 11
7. Klik Next

8. Ceklis semua dan klik Next

Modul Praktikum Python


Page 12
9. Klik Install

10. Proses instalasi sedang berlangsung, jangan di cancel


ya!

Modul Praktikum Python


Page 13
11. Klik Finish

Install Ekstensi Python di Microsoft Visual Studio


Code

Visual Studio Code kini sudah terpasang di


komputer. Pada asalnya teks editor ini bisa
digunakan untuk bahasa pemograman apapun.
Adapun contoh ini ingin digunakan untuk edit berkas
file yang berbasis Python. Oleh karena itu, langkah
selanjutnya adalah install ekstensi Python di Visual
Studio Code sebagaimana screenshot berikut ini.
1. Buka aplikasi Visual Studio Code

Modul Praktikum Python


Page 14
2. Klik icon extentions atau bisa juga dengan menekan
tombol Ctrl+Shift+X secara bersamaan

3. Ekstensi Python sudah terpasang

Modul Praktikum Python


Page 15
4. Installasi Ekstension selesai.

Modul Praktikum Python


Page 16
BAB II
VARIABEL DAN OPEATOR

Kompetensi
Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa :
1. Mampu mengenali jenis data, variabel, Operator dan
konstanta
2. Mampu melakukan deklarasi variabel dan konstanta
serta operator dalam pemrograman
3. Mampu mengenali tipe data, operator dan fungsi
matematis pada Python
4. Mampu membuat dan mengeksekusi program
Indikator
1. Mampu memahami penggunaaan masing – masing
data, variabel dan konstanta
2. Mampu melakukan deklarasi variabel
3. Mampu memahami penggunaan tipe data, operator
dan fungsi matematis pada Pyhton
4. Mampu membuat program sederhana
5. Mampu mengidentifikasikan perintah pengaturan
berdasarkan fungsi tertentu dan menjalankan program
tersebut.

Uraian Materi
2.1 Pernyataan pada Python
Pada python, istilah pernyataan diartikan sebagai instruksi
yang dapat di eksekusi oleh interpreter. Contohnya sebagai
beriku :
print (‘Hello Word’)
print (“Informatika A2)

Modul Praktikum Python


Page 17
Contoh diatas merupakan pernyataan untuk menampilkan
Hello Word
Informatika A2
Tabel 2.1 menunjukan contoh beberapa perintah dalam
bahasa manusia dan pernyataan pada python yang setara

Tabel 2.1 persamaan antara kalimat dalam bahasa


manusia dan pernyataan pada python
Kalimat dalam bahasa Pernyataan pada python
manusia
Tampilkan nilai pada skor print (“skor”)
Hitunglah e = mc2 e = m*c*c
Bacalah data skor skor = input()

2.2 Variabel
Variabel adalah lokasi memori yang dicadangkan
untuk menyimpan nilai-nilai. Variabel menyimpan data yang
dilakukan selama program dieksekusi, yang nantinya isi dari
variabel tersebut dapat diubah oleh operasi - operasi
tertentu pada program yang menggunakan variabel.
Variabel merupakan simbol yang mewakili nilai
tertentu. Pembuatan variabel dalam python sangat
sederhana. Berikut adalah ketentuan mengenai variabel
dalam pyton
 Variabel tidak perlu dideklarasikan mempunyai tipe data
tertentu
 Jenis data dalam variabel dapat berubah-ubah
 Penulisan variabel harus diawali dengan huruf, dan untuk
karakter selanjutnya bisa berupa huruf atau angka
 Penulisan variabel tidak boleh dipisah oleh <spasi> Untuk
variabel yang terdiri dari 2 suku kata, dapat dipisah
dengan simbol underscore ( _ ) Statemen yang tidak
boleh dijadikan nama variabel
Contoh Deklarasi Variabel

Modul Praktikum Python


Page 18
Gambar 2.1 Penulisan Variabel

Hasil dari running program sebagai berikut :


Dasar-Dasar Pemrograman
Informatika A2

Berikut ini contoh penggunaan variabel dalam bahasa


pemrograman Python

Gambar 2.2 Contoh Script Penggunaan Variabel

2.3 Tipe – Tipe Data


Tipe data adalah suatu media atau memori pada
komputer yang digunakan untuk menampung informasi.
Python sendiri mempunyai tipe data yang cukup unik bila
kita bandingkan dengan bahasa pemrograman yang lain.
Berikut adalah tipe data dari bahasa pemrograman Python.

Tabel 2.1 Tipe Data


Tipe Data Contoh Penjelasan
Menyatakan benar True
Booelan True or False bernilai 1 atau salah False
yang bernilai 0
“Ayo Belajar Menyatakan
String
Python” karakter/kalimat baik

Modul Praktikum Python


Page 19
Tipe Data Contoh Penjelasan
berupa huruf, angka dll
(yang diapit tanda “” atau
‘’)
Menyatakan bilangan
Integer 25 atau 1250
bulat
Menyatakan bilangan
Float 6.5 atau 0.74
yang mempunyai koma
Menyatakan pasangan
Complex 1 + 3j
angka riil dan imajiner
Data untaian yang
*“abc”, “234”, menyimpan berbagai tipe
List
“2.34”+ data dan isinya bisa
diubah – ubah.
Data untaian yang
(“abc”, “234”, menyimpan berbagai tipe
Tuple
“2.34”) data dan isinya tidak bisa
diubah – ubah
Data untaian yang
,“nama” : menyimpan berbagai tipe
Dictionary
“pyhon”,”id”:1- data berupa petunjuk dan
nilai
Contoh penulisan Syntak untuk tipe-tipe data

Gambar 2.3 Contoh Penggunaan Tipe Data Booelan

Modul Praktikum Python


Page 20
Gambar 2.4 Contoh Penggunaan Tipe Data String

Gambar 2.5 Contoh Penggunaan List

Gambar 2.6 Contoh Penggunaan Tuple

Gambar 2.7 Contoh Penggunaan Dictionary

Modul Praktikum Python


Page 21
Pada Python Anda bisa mengkonversi tipe data dengan
menggunakan fungsi. Dibawah ini adalah beberapa fungsi
untuk mengkonversi tipe data number Python
 int(x) untuk meng-konversi x menjadi plain integer
 long(x) untuk meng-konversi x menjadi long integer
 float(x) untuk meng-konversi x menjadi floating point
number
 complex(x) untuk meng-konversi x menjadi complex
number dengna real part x dan imaginary part zero.

2.4 Operator
Operator adalah konstruksi yang dapat memanipulasi nilai
dari operan. Sebagai contoh operasi 5+4=9. Disini 4 dan 5
adalah operan dan + adalah operator. terdapat beberapa
tipe operator, yaitu :
A. Operator Aritmatika
Tabel 2.2 Operator Aritmatika
Operator Contoh Penjelasan
Menjumlahkan nilai dari
Penjumlahan
4+5=9 masing-masing operan atau
(+)
bilangan
Mengurangkan nilai dari
Pengurangan
7-4=3 masing-masing operan atau
(-)
bilangan
Perkalian (*) 4*5=20 Mengalikan operan / bilangan
Pembagian Membagikan operan /
6/2=3
(/) bilangan
Mendapatkan sisa pembagian
Sisa Bagi (%) 11%2=1
dari operan/bilangan
Memangkatkan operan /
Pangkat (**) 3**2 = 9
bilangan
Sama seperti pembagian (/),
Pembagian
10//3=3 hanya saja dibelakang koma
Bulat (//)
dihilangkan.

Modul Praktikum Python


Page 22
Berikut ini contoh script penggunaan operator Arimatika
# Operasi penjumlahan
a = 10
b=5
c=a+b
print("Hasil penjumlahan:", c)

# Operasi pengurangan
d=a-b
print("Hasil pengurangan:", d)

# Operasi perkalian
e=a*b
print("Hasil perkalian:", e)

# Operasi pembagian
f=a/b
print("Hasil pembagian:", f)

# Operasi modulus
g=a%b
print("Hasil modulus:", g)

# Operasi pemangkatan
h = a ** b
print("Hasil pemangkatan:", h)

Pada bahasa pemrograman Python juga terdapat operator


pembanding (comparision operators) yang digunakan untuk
membandingkan dua variabel. Operator pembanding dapat
diihat pada tabel berikut :

Modul Praktikum Python


Page 23
Gambar 2.8 Operator Pembanding

B. Assigment Operator
Operator penugasan ini digunakan untuk
memberikan atau memodifikasi nilai kedalam sebuah
variabel.
Tabel 2.3 Assigment Operator
Operator Contoh Penjelasan
Sama dengan a = 1 Memberikan nilai di kanan
(=) ke dalam variabel yang
berada di sebelah kiri
Tambah sama a += 1 Memberikan nilai variabel
dengan (+=) dengan nilai variabel itu
sendiri ditambah dengan
nilai disebelah kanan
Kurang sama a -= 1 Memberikan nilai variabel
dengan (-=) dengan nilai variabel itu
sendiri dikurang dengan
nilai disebelah kanan
Kali sama a *= 1 Memberikan nilai variabel
dengan (*=) dengan nilai variabel itu
sendiri dikali dengan nilai

Modul Praktikum Python


Page 24
Operator Contoh Penjelasan
disebelah kanan
Bagi sama a /= 1 Memberikan nilai variabel
dengan (/=) dengan nilai variabel itu
sendiri dibagi dengan nilai
disebelah kanan
Sisa bagi sama a *= 1 Memberikan nilai variabel
dengan (-=) dengan nilai variabel itu
sendiri dibagi dengan nilai
di sebelah kanan. Yang
diambil nantinya adalah
sisa baginya
Pangkat sama a **= 1 Memberikan nilai variabel
dengan (-=) dengan nilai variabel itu
sendiri dipangkat dengan
nilai disebelah kanan
Pembagian a /?= 1 Membagi bulat operan
bulat sama sebelah kiri operator
dengan (-=) dengan operan sebelah
kanan operator kemudian
hasilnya
diisikan ke operan sebelah
kiri

C. Logical Operator
Logical operator adalah operator yang digunakan
dalam pemrograman untuk membandingkan atau
menggabungkan nilai boolean. Ada tiga jenis logical
operator, yaitu

Modul Praktikum Python


Page 25
Tabel 2.4 Logical Operator
Operator Penjelasan
Operator ini mengembalikan nilai boolean
True jika kedua operan benar, dan
and
mengembalikan nilai boolean False jika
salah satu atau kedua operan salah
Jika salah satu atau kedua operan bernilai
True maka kondisi akan bernilai True. Jika
or
keduanya False maka kondisi akan bernilai
False
Membalikkan nilai kebeneran pada operan
not misal jika asalnya True akan menjadi False
dan begitupun sebaliknya

Contoh penggunaan logical operator

Dalam contoh di atas, kita menggunakan dua variabel


“a” dan “b” yang masing-masing berisi nilai boolean
True dan False. Kemudian, kita menggunakan operator
"and", "or", dan "not" untuk membandingkan nilai
boolean ini.

D. Bitwise Operator
Bitwise adalah operator khusus untuk
menangani operasi logika bilangan biner dalam bentuk
bit. Bilangan biner sendiri merupakan jenis bilangan

Modul Praktikum Python


Page 26
yang hanya terdiri dari 2 jenis angka, yakni 0 dan 1. Jika
nilai asal yang dipakai bukan bilangan biner, akan
dikonversi secara otomatis menjadi bilangan biner.
Misalnya 7 desimal = 0111 dalam bilangan biner.
Pada penerapannya, operator bitwise tidak
terlalu sering dipakai, kecuali anda sedang membuat
program yang harus memproses bit-bit komputer.
Selain itu operator ini cukup rumit dan harus memiliki
pemahaman tentang sistem bilangan biner. Dalam
bahasan kali ini saya menganggap anda sudah paham
beda antara bilangan biner (basis 2) dan bilangan
desimal (basis 10).
Tabel 2.5 Bitwise Operator
Operator Nama Contoh Penjelasan
a, b = 13, 37 Operator biner AND,
# a akan memeriksa
bernilai '0000 apakah operan di
1101' sebelah kiri dan operan
# b akan sebelah kanan
& and bernilai '0010 mempunyai angka
0101' biner 1 di setiap bit.
c=a&b Jika keduanya bernilai
c akan 1 maka bit hasil
bernilai 5 = operasi akan bernilai 1
'0000 0101'
a, b = 13, 37 Operator biner OR,
# a akan memeriksa
bernilai '0000 apakah operan di
1101' sebelah kiri dan operan
| or # b akan sebelah kanan
bernilai '0010 mempunyai angka
0101' biner 1 di setiap bit.
c=a|b Jika salah satunya
# c akan bernilai 1 maka bit

Modul Praktikum Python


Page 27
Operator Nama Contoh Penjelasan
bernilai 45 = hasil
'0010 1101' operasi akan bernilai 1
print c
a, b = 13, 37 Operator biner XOR,
# a akan memeriksa
bernilai '0000 apakah operan di
1101' sebelah kiri dan operan
# b akan sebelah kanan
bernilai '0010 mempunyai angka
^ Xor
0101' biner 1 di setiap bit.
c=a^b Jika keduanya bernilai
# c akan 1 maka bit hasil
bernilai 40 = operasi akan bernilai 0
'0010 1000'
print c

Contoh source code penggunaan operator bitwise


#Penggunaan Operator Bitwise and
a = 13
b = 37
c = a & b
print (c)
Ouput dari source code bitwise and adalah 5

#Penggunaan Operator Bitwise or


a = 17
b = 37
c = a | b
print (c)
Ouput dari source code bitwise or adalah 53

Modul Praktikum Python


Page 28
#Penggunaan Operator Bitwise Xor
a = 17
b = 37
c = a ^ b
print (c)
Ouput dari source code bitwise or adalah 52

Soal Latihan / Tugas


1. Buatlah aplikasi sederhana, untuk perhitungan suatu
rumus pada bangun datar
2. Buatlah program serupa yang melibatkan 5 bilangan dari
operator aritmatika operator pembanding, logical,
operator Bitwise
3. Konversikan hasil dari soal No 2 ke Float, complex,
integer
4. Buatlah program nya dengan output seperti terlihat pada
gambar di bawah, gunakan operator bitwise, dengan me
nentukan berapakah nilai variabel a, b
a&b=9
a | b = 13
a ^ b = 13
5. jelaskan hasil dan logikanya

Modul Praktikum Python


Page 29
RESPONSI BAB II
Nilai Materi NPM
Tanggal Nama
Dosen Kelas

Modul Praktikum Python


Page 30
BAB III
PERCABANGAN

Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan
1. Memahami konsep dan penerapan pernyataan
berkondisi dan pernyataan berkondisi bersarang
dengan penggunaan operator
2. Mampu melakukan pemrograman dan fungsi logika
Indikator
1. Dapat mengenali jenis kondisi
2. Mampu memahami penggunaan masing-masing jenis
kondisi
3. Dapat melakukan perintah pengaturan dan
pemrograman kondisi
4. Mampu membuat suatu pemrograman kondisi pada
aplikasi

Uraian Materi
3.1 Kondisi If
Pengambilan keputusan (kondisi if) digunakan untuk
mengantisipasi kondisi yang terjadi saat running dan
menentukan tindakan apa yang akan dilakukan sesuai
dengan kondisi
Pada Python ada beberapa kondisi / statement
diantaranya adalah if, else dan elif. Kondisi if digunakan
untuk mengeksekusi kode jika kondisi bernilai benar
(True). Jika kondisi bernilai salah (False), maka kondisi /
statement if tidak akan di eksekusi.

Modul Praktikum Python


Page 31
Contoh penggunaan If

Gambar 3.1 Contoh Penggunaan If


Dari contoh diatas, jika program dijalankan maka
akan mencetak string "Selamat Anda Lulus " sebanyak 1
kali yaitu pada if pertama. Di if kedua statement bernilai
salah, jadi perintah print("Selamat Anda Lulus") tidak akan
dieksekusi.
3.2 Kondisi If….Else
Pengambilan keputusan (kondisi if else) tidak hanya
digunakan untuk menentukan tindakan apa yang akan
diambil sesuai dengan kondisi, tetapi juga digunakan
untuk menentukan tindakan apa yang akan
diambil/dijalankan jika kondisi tidak sesuai
if kondisi 1:
print (kondisi1)
else kondisi2:
print (kondisi2)
Berikut contoh script

Gambar 3.2 Contoh Penggunaan If..Else

Modul Praktikum Python


Page 32
Pada contoh diatas, jika program dijalankan maka akan
mencetak string "Maaf Anda Tidak Lulus" karena
pernyataan pada if bernilai FALSE.
3.3 Kondisi If…Elif
Pengambilan keputusan (kondisi if elif) merupakan
lanjutan/percabangan logika dari "kondisi if". Dengan elif
kita bisa membuat kode program yang akan menyeleksi
beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. Hampir sama
dengan kondisi "else", bedanya kondisi "elif" bisa banyak
dan tidak hanya satu.

Gambar 3.3 Struktur If..Elif

Modul Praktikum Python


Page 33
Contoh script penggunaan IF…Elif

Gambar 3.4 Contoh Penggunaan If…Elif

3.4 Kondisi IF Bersarang (Nested If)


Struktur kondisi If bersarang (Nested If) dapat dituliskan
sebagai berikut :

Gambar 3.5 Strukur If Bersarang

Modul Praktikum Python


Page 34
Contoh penggunaan script nested if

Gambar 3.6 Contoh Penggunaan If Bersarang

3.5 Latihan Praktikum


1. Tampilkan “Saya Mahasiswa Unived”
jika nilai saya 80
2. Tampilkan “Saya Mahasiswa Informatika”
jika nilai DDP = nilai PTI dan nilai PBO = Analisa
Algoritma
3. Tampilkan “Saya Kelas TI A4”
jika nilai DDP = nilai PTI atau nilai PBO = Analisa
Algoritma
4. If 10 > 4
print(nilai 10 lebih besar dari nilai 4)
5. Jelaskan error yang terjadi pada soal no 4

Modul Praktikum Python


Page 35
3.6 Tugas
1. Buatlah program sederhana dengan menggunakan
fungsi kondisi untuk menampilkan :
jika umur 5 tahun = balita
jika umur 6 s/d 12 = Anak – Anak
jika umur 13 s/d 25 = Remaja
jika umur 25 s/d 40 = Dewasa
jika umur lebih dari 40 = Lansia
2. Buatlah Program untuk mendeteksi zodiak berdasarkan
tanggal dan bulan lahir anda
3. Buatlah program perkiraan cuaca dengan ketentuan
sebagai berikut :
a. Suhu >= 30
Kelembaban < 70
Cuaca cerah
b. Suhu > 20
Kelembaban > 70
Cuaca Berawan
c. Suhu > 10
Kelembaban < 70
Cuaca hujan
d. Cuaca Salju

Modul Praktikum Python


Page 36
RESPONSI BAB III
Nilai Materi NPM
Tanggal Nama
Dosen Kelas

Modul Praktikum Python


Page 37
BAB IV
PERULANGAN

Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan :
1. Memahami konsep dan penerapan jenis perulangan
2. Mampu melakukan pemrograman dan fungsi
perulangan
Indikator
1. Mampu memahami Pengulangan For
2. Mampu memahami Pengulangan While
3. Mampu memahami Pengulangan Bersarang
(Nested…Loop)
4. Mampu membuat program sederhana berbasis
for..loop dan while..loop dan Nested…Lopp

Uraian Materi
Secara umum, pernyataan pada bahasa pemrograman
akan dieksekusi secara berurutan. Pernyataan pertama dalam
sebuah fungsi dijalankan pertama, diikuti oleh yang kedua,
dan seterusnya. Tetapi akan ada situasi dimana Anda harus
menulis banyak kode, dimana kode tersebut sangat banyak.
Jika dilakukan secara manual maka Anda hanya akan
membuang-buang tenaga dengan menulis beratus-ratus
bahkan beribu-ribu kode. Untuk itu Anda perlu menggunakan
pengulangan di dalam bahasa pemrograman Python.
Di dalam bahasa pemrogrman python, pengulangan
dibagi menjadi :
1. Pengulangan for (For … Loop)
2. Pengulangan while (While … Loop)
3. Nested … Loop

Modul Praktikum Python


Page 38
4.1 Pengulangan For
Perulangan digunakan untuk mengeksekusi perintah
tertentu secara berulangulang dan jumlah perulangan
dapat diatur sendiri sesuai dengan keinginan. Perintah for
dalam python mempunyai ciri khas tersendiri
dibandingkan dengan Bahasa pemrograman lainnya. Tidak
hanya mengulang bilangan-bilangan sebuah ekspresi
aritmatik, atau memberikan keleluasaan dalam
mendefinisikan iterasi perulangan dan menghentikan
perulangan padasaat kondisi tertentu.
Dalam Python, Perulangan for digunakan untuk
mengulangi urutan (yaitu daftar, tupel, kamus, set, atau
string). Dengan for loop kita dapat mengeksekusi satu set
pernyataan, sekali untuk setiap item dalam daftar, tuple,
set dll. Bentuk perulangan for akan dijalankan selama
kondisi bernilai TRUE dan akan keluar dari perulangan jika
kondisi FALSE.
Contoh script pengulangan for sederhana

Gambar 4.1 Contoh Script For Sederhana 1

Gambar 4.2 Contoh Script For Sederhana 2

Modul Praktikum Python


Page 39
Pada pengulan for tidak memerlukan variabel
pengindeks untuk diatur sebelumnya. Bahkan String
adalah objek yang dapat diubah dengan urutan karakter
Berikut contoh Script Looping String

Gambar 4.3 Contoh Script For Looping String


Pada pengulangan For juga dapat menghentikan
loop sebelum loop melewati semua item yang ada, dengan
menggunakan break
Berikut contoh Script for break

Gambar 4.4 Contoh Script For Break 1

Gambar 4.5 Contoh Script For Break 2


Dari contoh pada gambar 4.1 dan 4.2 diatas terlihat
perbedaan dari penulisan script dimana pada gambar 4.1

Modul Praktikum Python


Page 40
diatas proses akan terhenti jika telah menemukan kata
“SI”, sedangkan untuk script pada gambar 4.2 terlebih
dahulu menampilkan variabel yang kemudian akan
berhenti jika telah menemukan kata “SI.
For..Range
Untuk mengulang satu set kode beberapa kali, kita
dapat menggunakan fungsi range(). Fungsi range()
mengembalikan urutan angka, mulai dari 0 secara default,
dan bertambah 1 (secara default), dan berakhir pada
angka yang ditentukan
Struktur penulisan script for range
for variabel in range (nilai_awal, nilai_akhir,
nilai_pencacah)
Contoh script untuk perulangan for range

Gambar 4.6 Contoh Script Pengulangan For Range

4.2 Pengulangan While


Berbeda dengan pengulangan for yang diketahui
jumlah pengulangannya, pengulangan while tidak
menunjukan secara spesifik jumlah pengulangannya.
Berikut struktur penulisan pengulangan while
while kondisi:
Pernyataan_yang _diulang
Ekspresi diatas menunjukan bahwa ada pengecekan
kondisi (dinyatakan dalam ekspresi boolean) terlebih
dahulu sebelum pernyataan di dalam loop dilaksanakan.

Modul Praktikum Python


Page 41
Pernyataan berikut kondisi akan dikerjakan jika kondisi
tersebut atau lebih tepatnya nilai boolean bernilai benar.
Jika kondisi bernilai salah maka proses akan melompat
atau mengerjakan aksi yang berada diluar loop, atau
dengan kata lain pengulangan akan berhenti.
Berikut contoh script while

Gambar 4.7 Contoh Penggunaan While

Hasil tampilan program

Gambar 4.8 Hasil Running Program Penggunaan While

4.3 Pengulangan Bersarang (Nested loop)


Pengulangan bersarang merupakan pengulangan
yang berada di dalam loop pengulangan lainnya.
Pengulangan ini dapat merupakan kombinasi antara
perulangan yang sama atau yang berbeda. Berikut contoh
script pengulangan bersarang

Modul Praktikum Python


Page 42
Gambar 4.9 Perulangan Bersarang (Nasted Loop)
Prinsip kerja utama dari pengulangan ini adalh
program akan mengeksekusi pengulangan luar satu kali
terlebih dahulu kemudian menyelesaikan perulangan
bagian dalam. Setalah itu program akan melanjutkannya
perulangan luar satu kali lagi dan kembali mengeksekusi
perulangan bagian dalam. Proses tersebut terus berlanjut
sampai program mencapai batas akhir dari perulangan
luar.

Gambar 4.10 Hasil Porgram Perulangan Bersarang


(Nasted Loop)

Modul Praktikum Python


Page 43
4.4 Latihan Praktikum

1. Lengkapi script berikut ini :


print (“=============================”)
print (“Program ini mampu menghitung jumlah deret
bilangan”)
print (“=============================”)
BatasAkhirBilangan = input(“Tentukan batas akhir : “)
x = int(…)
jumlah = 0
for i in range(………..)
print (i)
jumlah = jumlah+1
print (“jumlah deret =,…..)

2. Lengkapi dan perbaiki script berikut ini


print (“==============================)
x=1
while i >=6
for j in range (1,I,1)
print (j, “”, …..””)
x=i+1
3. Buatlah mencari nilai N faktorial
4. Buatlah program untuk mencari luas dan keliling
Segitiga

Modul Praktikum Python


Page 44
4.5 Tugas
1. Buat program sederhana untuk menampilkan
12345
1234
123
12
1
2. Buatlah program menghitung Luas Bidang Data
jika dipilih 1 maka akan menghitung luas persegi
panjang
jika dipilih 2 maka akan menghitung luas lingkaran
jika dipilih 3 maka akan menghitung luas segitiga

RESPONSI BAB IV
Nilai Materi NPM
Tanggal Nama
Dosen Kelas

Modul Praktikum Python


Page 45
BAB V
Struktur Data

Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan :
1. Mengenal dan memahami jenis struktur data
2. Mengenal dan memahami konsep struktur data
3. Mampu membuat program dengan strukutr data yang
tepat
Indikator
1. Mampu mengenal dan memahami jenis struktur List,
Tuple, Dictionary seperti : mengakses, menambah
memperbaharui, menghapus, memanipulasi dan
modifikasi
2. Mampu menyusun suatu program untuk membuat
struktur data.
3. Mampu membuat suatu pemrograman dengan
struktur data tertentu dengan tepat

5.1 List
List merupakan struktur data paling dasar. List menyimpan
koleksi data terurut, di dalamnya kita dapat menyimpan
sequence atau rangkaian item menggunakan list. Jika di dalam
bahasa pemrograman C/C++ dan java terdapat array sebagai
sekumpulan data dengan tipe data yang sama dan tersimpan
dalam suatu variabel, maka dalam bahasa pemrograman python
terdapat list yang menggantikan array. Di dalam element –
element suatu list dapat di akses menggunakan index-nya. List
ditandai dengan tanda kurung “* +”. Ilustrasi isi dan penomoran
index list dapat dilihat pada gambar berikut :

Modul Praktikum Python


Page 46
Element a b c d e
0 1 2 3 4
Index
1 2 3 4 5

A. Membuat List
Langkah pembuatan list secara umum sama dengan
inisialisasi variabel, namun isi yang diberikan pada variabel di
gunakan tanda kurung “* +”, dan setiap isinya dipisahkan
dengan tanda “,”. Berikut contoh beberapa pembuatan
variabel yang bertipe list.

Gambar 5.1 Pembuatan List


List1 merupakan variabel list yang memiliki 6 data dan
nilai index tertinggi adalah 5, sedangkan pada List2 dan List3
adalah variabel list yang memiliki 4 data dan nilai index
tertinggi adalah 3.
B. Mengakses List
Untuk mengakses list yang telah dibuat dapat
dilakukan dengan menulis atau mengetik “nama variabel” list
dengan nomor index ataupun dengan range index yang ingin
diakses. Berikut contoh akses list.

Modul Praktikum Python


Page 47
Gambar 5.2 Mengakses List
Pada gambar …., terlihat bahwa saat kita memanggil
nama list tanpa disertai index list, maka seluruh element
(data) pada list akan ditampilkan. Berikut ini perintah untuk
mengakses List :
1. print(nama_list) akan menampilkan seluruh element
(data) yang terdapat pada list
Contoh :

Gambar 5.3 Menampilkan Seluruh Isi List

2. print(nama_list[index]) akan menampilkan element (data)


tertentu pada list
Contoh :

Gambar 5.4 Menampilkan List Tertentu

Modul Praktikum Python


Page 48
3. print(nama_list[index_awal : index_akhir]) akan
menampilkan element list (data) yang dimulai pada index
ke dan berakhir pada inde ke
Contoh :

Gambar 5.5 Menampilkan List dimulai dari index ke –


sampai index ke :
4. print(nama_list[-index]) akan menampilkan element list
(data) yang dimulai dari index terakhir
Contoh :

Gambar 5.6 Menampilkan list index yang dimulai dari


kanan
5. print(nama_list[: index]) akan menampilkan element list
(data) dua (2) list pertama
contoh :

Gambar 5.7 Menampilkan 2 List Pertama

C. Menambah List
Pada bahasa pemrograman python terdapat
beberapa cara untuk menambahkan data (element) dalam
sebuah list. Berikut ini perintah beserta format penulisan
penambahan data dalam sebuah list :

Modul Praktikum Python


Page 49
1. nama_list.append (data yang akan ditambahkan)
Perintah append yaitu menambahkan data (element) pada
posisi setelah index terakhir pada list.
Contoh :

Gambar 5.8 Contoh Perintah [Link]

2. nama_list.insert (nomor index, data yang akan


ditambahkan)
Perintah insert yaitu menambahkan data (element) pada
index tertentu yang diinginkan, setelah di tambah data
akan bergeser ke kanan.
Contoh :

Gambar 5.9 Contoh Perintah [Link]

3. nama_list.extend ([data1, data2, data-n])


Dengan menggunakan perintah extend, kita dapat
menambahkan beberapa element (data) sekaligus ke
dalam sebuah list. Data – data yang ditambahkan ini akan
berada di posisi setelah index terakhir dalam list.

Modul Praktikum Python


Page 50
Contoh :

Gambar 5.10 Contoh Perintah [Link]


D. Menghapus List
Untuk menghapus nilai di dalam list python, Anda
dapat menggunakan salah satu pernyataan “del” jika Anda
tahu persis elemen yang Anda hapus. Anda dapat
menggunakan metode “remove()” jika Anda tidak tahu persis
item mana yang akan dihapus.
Contoh :

Gambar 5.11 Contoh Perintah Del

Gambar 5.12 Contoh Perintah Remove

Modul Praktikum Python


Page 51
E. Memperbaharui / Mengupdate List
Proses memperbaharui atau mengupdate list dapat
dilakukan dengan menggunakan assigment operator “=”.
Proses ini bisa dikatakan menyerupai dengan pemberian nilai
pada sebuah variabel namun disini “nama variabel” di ikuti
dengan “nomor index” element atau data yang akan
diperbaharui.
Contoh :

Gambar 5.13 Memperbaharui List


F. Metode dan Fungsi Build-in
Pemrograman Python juga menyediakan beberapa
fitur dasar lainnya selain yng telah dijelaskan sebelumnya
yang dapat digunakan untuk proses mencari nilai maksimum
dan nilai minimum, menghitung panjang element dalam
sebuah list, membandingkan dua buah struktur data sejenis,
bahkan mengubah struktur data dari sebuah list.
Tabel 5.1 Method dan Fungsi Build-in
Python
Function & Keterangan
Methode
Len(list) Mengetahui total panjang list
Max Mengetahui nilai maksimal pada list
Min Mengetahui nilai minimum pada list
Sort Mengurutkan nilai pada list
Count Menghitung jumlah data tertentu pada list

Modul Praktikum Python


Page 52
Insert Menambah / menyisipkan data pada list
Remove Menghapus data pada list
Append Menambah data pada list

Agar dapat dimengerti dan dipahami berikut sedikit


script penggunaan build-in function dan method pada python

Gambar 5.14 Penggunaan Fungsi-in Build dan Method

5.2 Tuple
Tuple merupakan struktur data pada bahasa
pemrograman python yang sifatnya immutable (isinya tidak
dapat diubah). Sama halnya dengan list, tuple merupakan
sequence namun yang membedakan adalah isi dari tuples isinya
tidak dapat diubah atau hanya read only dan tidak menggunakan
“*+” tapi menggunakan “,-”. Isi dari tuple dipisahkan dengan
tanda koma. Pendeklarasian variabel tuples = list.
A. Operasi Tuple
Pada Tuple juga terdapat beberapa opeasi yang
menggunakan operator untuk memanipulasi, modifikasi data.
Beberapa perintah terkait operasi tuple :
1. print (nama_tuple)
Perintah ini akan menampilkan seluruh isi dari tuple

Modul Praktikum Python


Page 53
2. nama_tuple.index(elemen)
Dengan menggunakan perintah ini, untuk mengetahui
index dari sebuah element (data) pada tuple yang
dimasukan pada bagian parameter.

3. len(nama_tuple
Perintah ini untuk mengetahui jumlah (banyak) data pada
tuple

4. nama_tuple(nomor_index)
Perintah ini berfungsi untuk memanggil elemen (data)
tertentu pada sebuah tuple sesuai dengan nomor_index
yang diinginkan.

5. nama_tuple(nomor_index_awal : nomor_index_akhir)
Perintah ini berfungsi untuk melakukan operasi slicing
atau memanggil beberapa elemen (data) pada sebuah
tuple sesuai dengan nomor_index yang diinginkan.

Berikut contoh penggunaan operasi pada tuple

Gambar 5.15 Penggunaan Operasi Pada Tuple

Gambar 5.15 Hasil Program Penggunaan Operasi Tuple

Modul Praktikum Python


Page 54
B. Update Nilai Tuple
Tupel tidak berubah, yang berarti anda tidak dapat
memperbarui atau mengubah nilai elemen tupel. Anda dapat
mengambil bagian dari tupel yang ada untuk membuat tupel
baru seperti ditunjukkan oleh contoh berikut :

Gambar 5.16 Script Update Nilai Tuple


C. Konversi Tuple ke List
Kelebihan lain yang dimiliki oleh python adalah kita
bisa mengkonversi tuple menjadi list. Untuk mengkonversi
tuple menjadi list dapat dilakukan dengan menggunakan
fungsi list () dengan melewatkan argument berupa tuple yang
ada didalamnya.
contoh :

Gambar 5.17 Contoh Script Konversi Tuple Ke List

5.3 Dictionary
Dictionary merupakan sekumpulan data yang terdiri
dari sepasang kunci (index) dan nilai. Dictionary memetakan
elemen – elemen ke dalam dua bagian yaitu kunci (index) dan
nilai dan isi elemennya dapat diubah. Seperti halnya list dan
tuple yang mempunyai tanda sendiri, dictionary juga mempunya
tanda yaitu kurung kurawal “,-”.

Modul Praktikum Python


Page 55
Kunci (index) yang berada didalam dictionary ini harus
“unik” karena kunci ini sama dengan index pada list. Jadi, pada
saat kita akan mengakses salah satu isi dari dictionary kita akan
menggunakan “nama_dictionary” disertai dengan kuncinya.
Penulisan atau penggunaan dictionary secara umum :
nama_dictionary ={kunci1 : nilai1, kunci2 : nilai2, kuncin, nilain}
A. Pembuatan Dictionary
Sesuai dengan struktur penulisan dictionary, kita akan
membuat dictionary dengan cara membuat nama variabel
dictionary kemudian di isi dengan kunci (index) yang disertai
dengan nilainya. Berikut contoh sederhana dalam pembuatan
dictionary :

Gambar 5.18 Contoh Pembuatan Dictionary

Gambar 5.19 Hasil Dictionary


B. Mengakses Dictionary
Pada sub ini akan dibahas beberapa cara terkait akses
ke dictionary. Berikut ini beberapa cara yang umum / sering
digunakan untuk mengakses dictionary :
1. print(namavar_dictionary)
Untuk menampilkan seluruh isi dari dictionary.

Modul Praktikum Python


Page 56
Contoh :

Gambar 5.19 Menampilkan Seluruh Isi Dictonary

2. print(namavar_dictionary[kunci])
Perintah ini akan digunakan untuk mengakses atau
menampilkan elemen tertentu pada dictionary sesuai
dengan kunci (index).
Contoh :

Gambar 5.20 Menampilkan Salah Satu Isi Dictonary

3. len(namavar_dictionary)
Perintah ini digunakan untuk mengetahui panjang
(banyaknya kunci) dari dictionary.
Contoh :

Gambar 5.21 Menampilkan Jumlah Dictonary

4. namavar_dictionary.keys()
Perintah ini digunakan untuk melihat nama – nama kunci
(index) yang ada dalam dictionary.

Modul Praktikum Python


Page 57
Contoh :

Gambar 5.22 Menampilkan Kunci (Index) Dictonary

5. namavar_dictionary.values()
Perintah ini digunakan untuk melihat setiap elemen yang
ada dalam dictionary.
Contoh :

Gambar 5.23 Menampilkan Element (Nilai ) Dictonary

6. namavar_dictionary.items()
Perintah ini digunakan untuk melihat isi dictionary terkait
setiap pasangan, yaitu antara kunci (index) dengan
elemennya.
Contoh :

Gambar 5.24 Menampilkan Pasangan Setiap Dictonary

C. Menambah dan Mengubah Dictionary


Untuk menambaha elemen baru ataupun mengubah
elemen yang sudah terdapat di dalam dictionary dapat
dilakukan dengan perintah :

Modul Praktikum Python


Page 58
Menambah : namavar_dictionary[kunci_baru]=nilai_baru
Mengubah : namavar_dictionary[kunci]=nilai_baru
Berikut ini contoh bagaimana menambah dan mengubah
elemen dictionary

Gambar 5.25 Menambah Dan Mengubah Dictonary

D. Menghapus Dictionary
Untuk menghapus elemen (nilai) pada dictionary
dapat dilakukan dengan menggunakan fungsi del
Contoh :

Gambar 5.26 Menghapus Dictonary

Modul Praktikum Python


Page 59
5.4 Latihan Praktikum

1. Buatlah program sederhana untuk menampilkan npm


dan nama anda menggunakan list

2. Buatlah program sedernana untuk menampilkan NIDN


dan nama dosen menggunakan dictionary

3. Buatlah program sederhana untuk perkalian dengan


semua angka yang ada di dalam tuple x=(1,2,3,4,5),

4. Buatlah program sederhana untuk menggabungkan isi


dictionary :
dicsatu : (“npm” : “ “, “nama” : , “ “)
dictdua : (“hobi” : “ “, “asal sekolah “ : “ “)

5. Lengkapi Script berikut :


ListDosenKu=
for i in range(5)
[Link]("Sebutkan Nama Dosen
Informatika :")
print("\n")
for i in range(5)
print(ListDosenKu[i])

Modul Praktikum Python


Page 60
6. Lengkapi Srcipt berikut ini :
listnama = []
listnilai =[]
for i in range(5)
[Link](input("Masukan Nama Anda
:"))
[Link](int(input("Masukan Nilai Anda
:",)))
print
("==========================
==========")
print ("Nama "," ","Nilai")
print("=======================
=============")
for i in range(5)
print(listnama[i], " ", listnilai[i])
print("=======================
=============")
print("jumlah mahasiswa ",listnama))
jumlah = “harus menampilkan jumlah nilai”
rata= “menampilkan Nilai Rata-Rata”

5.5 Tugas
Buatlah program untuk memasukkan nama dan nilai
mahasiswa dengan memanfaatkan list (batasi 5 mahasiswa
saja), kemudian tampilkan nama dan nilai nilai tertinggi,
nilai terendah, nilai rata-rata serta keterangan lulus
dengan ketentuan >= 60 Lulus:

Modul Praktikum Python


Page 61
RESPONSI BAB V
Nilai Materi NPM
Tanggal Nama
Dosen Kelas

Modul Praktikum Python


Page 62
BAB VI
FUNGSI

Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan :
1. Mengenal dan memahami konsep fungsi
2. Mampu mendesain program menggunakan fungsi
3. Mampu menggunakan fungsi dengan argument
4. Mengenal variabel local dan global
Indikator
1. Mampu mengenal dan memahami definisi,
pemanggilan fungsi
2. Mampu menyusun suatu program menggunakan
fungsi.
3. Mampu dan memahami penggunaan fungsi argumen
dalam membuat program.
4. Mampu dan memahami penggunaan variabel local
dan variabel global dalam membuat program

Uraian Materi
Salah satu kelebihan yang dimiliki python yaitu kaya akan
fungsi – fungsi pustaka yang dapat langsung digunakan untuk
berbagai kebutuhan dan keperluan, akan tetapi kelebihan
tersebut menjadi tidak ada guna ketika tidak memahami konsep
dan maksud dari fungsi tersebut. Bagi seorang programmer
menciptakan fungsi dengan gaya nya sendiri tanpa mengabaikan
struktur dan prosedur yang berlaku merupakan kepuasan
tersendiri. Pada bab ini akan mempelajari lebih lanjut
pemrograman python. Bab ini akan menjelaskan bagaimana
membuat dan menggunakan fungsi di dalam program untuk
kebutuhan / keperluan.

Modul Praktikum Python


Page 63
Fungsi merupakan suatu cara dalam pemrograman
terstruktur atau prosedural untuk mengorganisasikan atau
mengatur logika – logika di dalam program. Fungsi berisikan blok
kode / script program yang bisa digunakan atau dipanggil
kapanpun dibutuhkan. Fungsi juga dibuat atau diciptakan untuk
melakukan aksi dan eksekusi tertentu di dalam program. Hal ini
bisa dicapai dengan memberi nama pada blok statemen,
kemudian nama ini dapat dipanggil di manapun dalam program.
Dengan konsep prmrograman fungsional, maka
program dapat dibagi kedalam fungsi – fungsi untuk melakukan
tugas tertentu. Berikut manfaat yang diperoleh dengan adanya
pemrograman fungsional :
1. Kode program lebih sederhana
Dengan menuliskan kode/script program di dalam suatu
fungsi membuat kode/script lebih efisien dikarenakan tidak
harus menulis ulang apabila dibutuhkan kembali, cukup
memanggil nama fungsi tersebut.

2. Mudah dalam pengembangan


Membagi program dalam bentuk fungsi-fungsi memberikan
manfaat dan kemudahan dalam pengembangan. Selain itu,
kesalahan yang terdapat di dalam program lebih mudah dicari
dan diperbaiki.

3. Memberikan kemudahan dalam teamwork


Fungsi juga memberikan kemudahan bagi programmer dalam
berkerja dalam tim. Dengan memecah program menjadi
bagian – bagian tertentu tiap programmer akan melakukan
tugas-tugasnya sendiri berdasarkan fungsi yang ingin
dikerjakan.

6.1 Jenis Fungsi


Dalam pemrograman, fungsi dibedakan menjadi dua
yaitu :

Modul Praktikum Python


Page 64
1. Fungsi tanpa nilai balik
Fungsi tanpa nilai balik adalah fungsi yang tidak menghasilkan
nilai. Fungsi tersebut hanya digunakan untuk melakukan
proses tertentu. Sebagai contoh print() adalah fungsi yang
hanya digunakan untuk melakukan pencetakan atau
menampilkan output pada layar. Ini berarti bahwa tidak ada
nilai yang dihasilkan ketika anda mengeksekusi fungsi
tersebut.
2. Fungsi dengan nilai balik
Fungsi dengan nilai balik adalah fungsi yang ketika dipanggil
akan menghasilkan nilai. Sebagai contoh, sqrt() yang ada di
dalam modul math. Fungsi tersebut akan menghitung
penjumlahan dari suatu bilangan yang dilewatkan sebagai
parameter.
Fungsi dalam python didefinisikan menggunakan kata
“def”. Setelah def diikut dengan “nama fungsinya”. Sama seperti
blok kode yang lain, kita juga harus memberikan identasi (tab
atau spasi 2x) untuk menuliskan isi fungsi. Bentuk umum
pendefisinian fungsi sebagai berikut :

Gambar 6.1 Struktur Penulisan Fungsi

Modul Praktikum Python


Page 65
Berikut contoh penulisan “def”

Gambar 6.2 Contoh Script Fungsi


Hasil

Gambar 6.3 Hasil Fungsi

6.2 Nilai Balik Fungsi


Suatu fungsi bisa mengembalikan suatu nilai pada saat
dipanggil. Keadaan tersebut tergantung pada saat
mendefinisikan fungsi. Secara default, nilai balik fungsi di dalam
python adalah none. Untuk memberikan nilai balik fungsi
digunakan kata kunci return pada akhir fungsi.

Gambar 6.4 Penulisan Fungsi dengan Parameter Return

Modul Praktikum Python


Page 66
Contoh :

Gambar 6.5 Contoh Fungsi Parameter Dengan Return


6.3 Fungsi Dengan Parameter
Sebagian besar fungsi pada umumnya memiliki satu
atau beberapa parameter. Bagi yang belum pernah mengenal
dan mempelajari pemrograman mungkin agak sedikit bingung
dengan istilah paramater.
Secara umum parameter adalah variabel yang
menampung nilai untuk diproses di dalam fungsi. Adapun
menurut beberapa pendapat yang menyatakan bahwa
parameter adalah suatu nilai (berupa variabel) yang dikirim ke
dalam fungsi, yang kemudian akan ikut diproses di dalam badan
fungsi. Maka dari itu, sebelum melanjutkan pembahasan tetang
fungsi, pada sub bab ini akan membahas sekilas tentang
parameter. Struktur penulisan parameter secara umum adalah
sebagai berikut :

Gambar 6.6 Struktur Penulisan Fungsi Dengan


Parameter

Modul Praktikum Python


Page 67
Contoh :

Gambar 6.7 Contoh Script Fungsi Dengan Parameter


Pada contoh gambar 6.7, kita membuat fungsi dengan
parameter “Matakuliah”. “Dasar-Dasar Pemrograman” adalah
nilai parameter yang diberikan, kemudian bagaimana jika
parameternya lebih dari satu ??. Untuk parameter lebih dari satu
bisa menggunakan tanda koma “,” untuk memisah
parameternya.
Contoh :

Gambar 6.8 Contoh Penggunaan Fungsi Dengan 2


Parameter

6.4 Variabel Global dan Variabel Lokal


Saat kita menggunakan fungsi, maka kita juga harus
mengetahui yang namanya variabel Global dan Lokal. Variabel
Global adalah variabel yang bisa diakses dari semua fungsi,
sedangkan variabel lokal hanya bisa diakses di dalam fungsi
tempat ia berada saja. Sedangkan variabel lokal hanya digunakan
untuk keperluan internal fungsi dan tidak akan dikenal dari luar
fungsi. Perhatikan contoh berikut :

Modul Praktikum Python


Page 68
Gambar 6.9 Contoh Penggunaan Variabel Global
Pada gambar 6.9 diatas dapat dilihat bahwa
pemanggilan fungsi ubah_nilai() tidak akan mengubah nilai
variabel a ketika ditampilkan, variabel a masih tetap bernilai 88.
Mengapa demikian?, untuk diketahui bahwa setiap eksekusi di
dalam python, akan dibuat sebuah namespace lokal. Namespace
ini berfungsi untuk menyimpan nama variabel yang didefinisikan
di dalam fungsi, termasuk juga untuk variabel – varibael yang
digunakan sebagai parameter. Dengan demikian varibael a di
dalam fungsi ubah_nilai() merupakan variabel baru yang sama
sekali tidak ada kaitannya dengan variabel a yang tersimpan di
dalam namespace global. Untuk mengakses variabel di dalam
namespace golobal dari fungsi diperlukan menggunakan
statement global, seperti contoh berikut ini :

Modul Praktikum Python


Page 69
6.5 Fungsi Dengan Statement Lambda
Selain menggunakan fungsi def, pyhton juga
menyediakan suatu bentuk ekspresi yang menghasilkan objek
fungsi. Sama seperti def, ekspresi ini menciptakan sebuah fungsi
yang dipanggil nanti untuk mengembalikan fungsi dan bukan
untuk menetapkan sebuah nama. Inilah sebabnya mengapa
terkadang lambda dikenal sebagai anonim (yakni, tidak
disebutkan namanya) fungsi. Dalam prakteknya, mereka sering
digunakan sebagai cara untuk inline definisi fungsi, atau untuk
menunda pelaksanaan sepotong kode.
Bentuk umum dari lambda adalah kata kunci lambda,
diikuti oleh satu argument atau lebih, dan di ikuti oleh ekspresi
setelah tanda titik dua :
lambda argument : ekspresi1
Lambda memiliki perbedaan dengan def :
1. Lambda adalah sebuah ekspresi, bukan pernyataan.
Karena ini, sebuah lambda dapat muncul di tempat-
tempat def tidak diperbolehkan oleh sintaks Python-
didalam daftar harfiah atau pemanggilan fungsi argumen,
misalnya. Sebagai ekspresi, lambda mengembalikan nilai
(fungsi baru) yang opsional dapat diberi nama. Sebaliknya,

Modul Praktikum Python


Page 70
pernyataan def selalu memberikan fungsi baru ke nama di
header, bukannya kembali sebagai hasilnya.
2. Tubuh lambda adalah ekspresi tunggal, bukan satu blok
statemen. Tubuh lambda sama dengan apa yang akan
dimasukkan ke dalam statemen return dalam tubuh def.
Contoh Penggunaan Lambda :

Gambar di atas menunjukkan format untuk membuat


fungsi lambda. Lambda bisa memiliki lebih dari satu argumen
atau parameter, tapi hanya bisa memiliki satu ekspresi atau isi.
Contoh :

Lambda tidak memiliki nama, maka diperlukan variabel


untuk menyimpannya. Sehingga saat memanggil dan
menampilkan output, hanya perlu menuliskan nama variabelnya
saja seperti di bawah ini:

Dari pemanggilan fungsi lambda di atas, akan


ditampilkan output seperti yang ditunjukkan pada gambar di
bawah ini :

6.6 Latihan Praktikum


1. Tulis fungsi Python untuk mencari maksimal tiga angka.

Modul Praktikum Python


Page 71
2. Tulis fungsi Python untuk menjumlahkan semua angka
dalam list.
Daftar sampel : (8, 2, 3, 0, 7)
Output yang diharapkan : 20
3. Tulis fungsi Python yang mengambil list dan
mengembalikan list baru dengan elemen berbeda dari
daftar pertama.
Daftar contoh : [1,2,3,3,3,3,4,5]
Daftar unik : [1, 2, 3, 4, 5]
4. Tulis fungsi Python yang menggunakan bilangan sebagai
parameter dan memeriksa apakah bilangan tersebut
prima atau bukan.
Catatan : Bilangan prima (atau bilangan prima) adalah
bilangan asli yang lebih besar dari 1 dan tidak
mempunyai pembagi positif selain 1 dan bilangan itu
sendiri.
5. Tulis fungsi Python yang mencetak n baris pertama
segitiga Pascal.
Catatan : Segitiga Pascal adalah bangun datar aritmatika
dan geometri yang pertama kali dibayangkan oleh Blaise
Pascal.
6.7 Tugas
Buatlah program yang memuat fungsi untuk menghitung
luas bangun datar. Input program ini dari user dan user
dapat memilih bangun datar yang diinginkan. Minimal 4
bangun datar.

Modul Praktikum Python


Page 72
RESPONSI BAB VI
Nilai Materi NPM
Tanggal Nama
Dosen Kelas

Modul Praktikum Python


Page 73
BAB VII
TEKS SEDERHANA/EXCEPTION
Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan
1. Menjelaskan penanganan eksepsi dalam bahasa
Pemrograman Python
2. Membuat dan mengimplementasikan eksepsi ke
dalam pembuatan program
Indikator
1. Dapat melakukan analisis terhadap eksepsi yang
terjadi dalam program
2. Memahami solusi penanganan eksepsi sesuai jenis-
jenisnya
3. Mampu membuat dan menggunakan eksepsi sendiri

Uraian Materi
7.1 Jenis eksepsi
Eksepsi terjadi ketika ada sesuatu atau kesalahan yang
terduga muncul dalam program. Misalnya program anda akan
membaca suatu file, namun file tersebut tidak ada. Hal seperti ini
ditangani dengan exception. Secara umum, kesalahan yang
terjadi dibagi menjadi dua berdasarkan kejadiannya :
1. Syntax Errors (Kesalahan Sintaks) atau disebut juga
dengan Parsing Errors
2. Exceptions (pengecualian) atau disebut juga dengan
Runtime Errors
7.2 Syntax Errors
Kesalahan sintaks (syntax errors) sangat wajar dan umum
terjadi ketika baru pertama kali belajar bahasa pemrograman
Python. Kesalahan sintaks bisa terjadi karena ada kesalahan

Modul Praktikum Python


Page 74
indentasi/typo pada saat menulis baris kode atau juga karena
ada karakter yang kurang saat proses penulisan.

Dari contoh baris code di atas maka python akan mengalami


error IndentationError, karena tidak memberikan indentasi pada
baris kedua:

Dari baris code di atas juga akan menghasilkan error


SyntaxError, karena tidak menuliskan tanda : setelah 1 > 2.

Dari contoh-contoh syntax errors di atas dapat dilihat


bahwa Python telah memberi tahu dimana letak kesalahan yang
terjadi. Python memberikan tanda ^ untuk memberi tahu
dimana letak kesalahannya. Python juga menyertakan nama file
dan nomor barisnya.
Selain itu Python juga memberi tahu tipe kesalahan yang
terjadi. Pada contoh pertama Python memberi tahu bahwa telah
terjadi kesalahan dengan tipe IndentationError dan pada contoh
kedua kesalahannya adalah SyntaxError. Selanjutnya detail
kesalahan diberi tahu setelah tipe kesalahan, untuk masing-
masing contoh pertama dan kedua detail kesalahannya adalah
expected an indented block dan invalid syntax.
7.3 Exception (Pengecualian)

Modul Praktikum Python


Page 75
Walaupun sudah dipastikan semua baris kode yang telah
ditulis tidak ada kesalahan (typo) dari segi penulisan, namun hal
tersebut tidak dapat menjamin bahwa program yang dibuat
terbebas dari error. Bisa jadi ada kesalahan ketika program
tersebut di eksekusi. Kesalahan yang terjadi pada saat eksekusi
sedang berjalan disebut dengan runtime errors atau exception.
Exception harus di-handle agar program tidak langsung berhenti
mengeksekusi ketika terjadi error.

Contoh program di atas akan menerima input dari user.


Kemudian input tersebut akan ditambahkan dengan variable
total. Baris code di atas akan mengalami exception seperti
berikut ketika dijalankan.

Kalau dilihat program masih berjalan dan meminta user


untuk memasukkan harga, namun ketika dieksekusi program
mengalami error seperti di atas. Dari error di atas dapat dilihat
bahwa telah terjadi exception dengan tipe NameError dengan
keterangan name 'total' is not defined, hal ini terjadi karena
variabel total belum terdefinisikan secara global. Kemudian
program di bawah ini menggunakan cara dengan mendefinisikan
variable total secara global.

Modul Praktikum Python


Page 76
Exception masih memiliki kemungkinan untuk terjadi.
Berikut exception yang terjadi apabilai user memasukkan input
yang bukan merupakan angka.

Exception yang terjadi sekarang adalah ValueError dengan


detail could not convert string to float: 'seribu'. Hal ini terjadi
karena inputan yang dimasukkan oleh user bukan angka, dan
program python di atas tidak menghandle hal tersebut. Sehingga
keadaan yang tidak dapat ditangani oleh Python tersebut akan
menghasilkan exception. Exception di atas terjadi saat user
mencoba mengubah input dari user menjadi sebuah bilangan
angka, tetapi ketika yang diberikan oleh user bukan merupakan
angka maka program kita akan mengalami error dan berhenti.
Seperti halnya pada syntax errors ketika terjadi Exception
Python juga memberi tahu user dibagian mana letak kesalahan
yang menyebabkan terjadinya exception tersebut. Ketika ingin
menghandle exception yang terjadi, user harus tau nama tipe
exceptionnya. Python telah menyediakan Built-in Exception yang
mungkin saja akan terjadi selama baris kode Python dieksekusi.
Ketika ingin meng-handle exception yang terjadi, terlebih dahulu
harus mengetahuhi nama tipe exceptionnya. Python telah
menyediakan Built-in Exception yang mungkin saja akan terjadi
selama baris kode Python dieksekusi.
7.4 Exception Handling

Modul Praktikum Python


Page 77
Exception handling pada Python menggunakan sintaks try
dan except. Adapun bentuk lengkap untuk menghandle
exception pada Python seperti berikut:

Misalnya pada kasus di atas, exception akan terjadi ketika


user mencoba mengubah user input yang berupa str menjadi
float. Berikut ini contoh exception handling terhadap suatu
program.

Dilakukan running baris kode di atas dan memasukkan


"seribu" sebagai input maka sekarang tidak akan terjadi error
lagi. Program akan memberi tahu bahwa harga yang dimasukkan
user harus berupa angka dan program tidak menghentikan
proses eksekusi yang sedang berjalan.

Jika user tidak menuliskan tipe exception setelah sintaks


except maka Python akan menghandle semua exception yang

Modul Praktikum Python


Page 78
terjadi. Tentu saja hal ini bukan best practice jika harus
menjalankan baris kode sesuai dengan tipe exception yang
terjadi. Untuk itu perlu menjelaskan kepada Python tipe
exception apa yang ingin kita handle, kita akan melihat contoh
lainnya.

Dicontohkan sebuah fungsi sederhana yang akan


membagikan dua buah angka. Pada sintaks except dijelaskan
bahwa hanya ingin menghandle ketika terjadi exception dengan
tipe ZeroDivisionError. Jika exception ini terjadi maka program
akan memunculkan pesan bahwa angka tidak bisa dibagi dengan
0. Pada contoh di atas mencoba membagi 1 dengan 0, yang
mana ketika dijalankan maka program di atas akan memberikan
output seperti berikut:

Jika terjadi exception yang lain maka program tidak akan


menghandle exception tersebut dan akan terjadi error yang
berakibat kode berhenti dieksekusi. Contohnya membagi 10
dengan '2'.

Yang mana 10 merupakan angka dan '2' merupakan string


biasa. Maka program di atas akan terjadi error seperti berikut.

Modul Praktikum Python


Page 79
User dapat menghandle exception sebanyak yang diinginkan
dan dibutuhkan. Pada tahap ini akan memodifikasi kode di atas
selain akan menghandle ZeroDivisionError program ini juga akan
menghandle TypeError.

Jika user memasukkan input selain daripada angka, maka


program akan memberikan peringatan seperti yang ditunjukkan
pada tampilan berikut.

Program berikut ini akan menunjukkan penggunaan blok


else dan finally. Penggunaan kedua blok tersebut bersifat
opsional.

Dari program di atas, akan ditampilkan hasil sebagai berikut:

Modul Praktikum Python


Page 80
Karena tidak ada exception yang terjadi maka perintah di
dalam blok else akan dijalankan yaitu menampilkan pesan Tidak
ada exception yang terjadi. Selanjutnya ketika semua selesai
dijalankan maka Python akan mengeksekusi perintah yang ada di
dalam blok finally yaitu menampilkan pesan Program selesai
dieksekusi. Berikutnya akan dicoba lagi dengan membagi 10 dan
'2' seperti sebelumnya, yang mana inputan tersebut bukan
berupa angka.

Sebagaimana pada hasil tampilan di atas, Python akan


mengeksekusi baris kode yang ada di dalam blok exception
TypeError selanjutnya akan mengeksekusi baris kode yang ada di
dalam blok finally. Perintah yang ada di dalam blok else hanya
dijalankan ketika tidak ada exception yang terjadi, sedangkan
baris perintah yang ada di dalam blok finally akan selalu
dijalankan ketika semuanya telah dieksekusi baik ketika terjadi
exception ataupun tidak terjadi exception.
7.5 Tugas
Lakukan error handling terhadap program-program di bawah ini :
1. Program menentukan usia
usia = int(input("Masukkan Usia Anda : "))
if usia <= 5
print("Anda adalah seorang BALITA")
elif <= 12:
printt("Anda adalah seorang ANAK-
ANAK")
elif usia <= 25:
print("Anda adalah seorang REMAJA")
elif usia <= 40:
print("Anda adalah seorang yang sudah
DEWASA")

Modul Praktikum Python


Page 81
elif usia => 40:
print("Anda adalah LANSIA")
2. Perulangan 5 Bilangan
baris = 5
for k in range(baris, 0, -1):
for j in range(1, i + 1):
printt(j, end=' ')
print('\r')
3. Penentu Kelulusan
inpu("Nama Anda : ")
inputt("NPM Anda : ")
absen = float(input("Nilai Absen : "))
tugas = float(input("Nilai Tugas : "))
uts = float(input("Nilai UTS : "))
uas = float(input("Nilai UAS : "))
nilai = (absen + tuga + uts + us) / 4
print("Nilai Akhir Anda adalah : ", nilai)

if nilai > 90:


print("Grade Anda adalah A")
elif nila >= 80:
print("Grade Anda adalah B")
elif nilai => 70:
print("Grade Anda adalah C")
elif nilai >= 60:
print("Grade Anda adalah D")
elif nilai < 60:
print("Grade Anda adalah E")

RESPONSI BAB VII


Nilai Materi NPM
Tanggal Nama
Dosen Kelas

Modul Praktikum Python


Page 82
Modul Praktikum Python
Page 83
BAB VIII
FILE
Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan
1. Membuat program yang datanya disimpan ke dalam
file
2. Melakukan operasi yang berlaku di dalam penanganan
file
Indikator
1. Mampu membuat program dan menyimpan data ke
dalam file
Mampu membuat dan menggunakan
8.1. Pengenalan File
Pada python, file dikelompokkan menjadi dua tipe :
1. File teks : file yang berisi teks. Setiap baris memiliki end
of line (EOL). Contoh : TXT, MD, CSV, JSON, dsb.
2. File Binary : file yang bukan teks, hanya bisa diproses
oleh program tertentu yang memahami strukturnya.
Contoh : EXE, JPG, MKV, M4A, 3GP, dsb.
8.2. Cara membaca file di Python
Python sudah menyediakan fungsi open() untuk membaca
dan menulis file. Fungsi ini memiliki dua parameter, yaitu nama
file dan mode.

Objek file adalah variabel objek yang menampung isi file.


Nama file dapat diisi langsung apabila file tersebut terletak

Modul Praktikum Python


Page 84
dalam satu direktori dengan skrip python. Namun, apabila
terletak pada direktori yang berbeda, maka harus menuliskan
alamat path file tersebut. Misalnya ditulis seperti di bawah ini :

Kemudian untuk parameter mode berfungsi untuk


menentukan hak akses terhadap file. Berikut ini beberapa mode
yang tersedia pada Python.
Mode Keterangan
“r” Hanya baca saja
“w” Akses untuk menulis file, jika file sudah
ada, maka file akan di-replace dan
diganti dengan yang baru ditulis
“a” Digunakan untuk append atau
menambah data ke file, artinya jika
sudah ada data dalam file, maka akan
ditambahkan dan tidak di-replace
“r+” Digunakan untuk membaca sekaligus
menulis data ke file

Pada Windows, terkadang ditambahkan “b” di belakangnya,


seperti “rb”, “wb”, “ab”, dan “r+b”. Artinya untuk membuka file
dalam mode binary.
Seperti yang diketahui, antara EOL Unix dan Windows
berbeda, terkadang file binary seperti JPG dan EXE dapat rusak
pada Windows jika tidak ditambahkan akhiran “b”. Tetapi, pada
Unix/Linux tidak masalah dan tanpa harus menggunakan akhiran
“b”.
8.3. Membuat file baru
Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat direktori
bernama “Program”, kemudian isi dengan file “[Link]” dan
“baca_file.py”.

Modul Praktikum Python


Page 85
Setelah itu, isi file “[Link]” dengan teks berikut ini dan
disimpan.

8.4. Membaca File per Baris


Buka file “baca_file.py” kemudian tulis program berikut.

Pertama, membuka file dengan fungsi open(), selanjutnya


mencoba membaca isinya per baris dengan method readlines(),
dan terakhir menutup file dengan close() agar dihapus dalam
memori. Saat dieksekusi, kode di atas akan menghasilkan output
berupa list, karena program menggunakan method readlines().

Perhatikan \n adalah EOL (End of Line), simbol ini akan


membuat baris baru. Selanjutnya coba ubah kodenya menjadi
seperti ini:

Modul Praktikum Python


Page 86
Berikut ini outputnya:

Apabila isi file memiliki banyak baris maka gunakan program


yang memiliki fungus perulangan seperti di bawah ini.

Modul Praktikum Python


Page 87
8.5. Tugas
1. Tulis program Python untuk membaca seluruh file teks.
2. Tulis program Python untuk membaca n baris pertama
file.
3. Tulis program Python untuk membaca n baris terakhir
file.
4. Tulis program Python untuk menambahkan teks ke file
dan menampilkan teks.
5. Tulis program Python untuk membaca file baris demi
baris dan menyimpannya ke dalam List.

Modul Praktikum Python


Page 88
RESPONSI BAB VIII
Nilai Materi NPM
Tanggal Nama
Dosen Kelas

Modul Praktikum Python


Page 89
BAB IX
CLASS & MODULE
Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari Bab ini, diharapkan mampu
1. Menjelaskan mengenai Class dan Module
2. Membuat program sederhana menggunakan class dan
object
Indikator
1. Dapat membuat program menggunakan data struktur
2. Dapat menggunakan class dan module dalam program
3. Dapat membuat dan menggunakan module di dalam
packages
Uraian Materi
9.1. Mengenal Class dan Object
Object adalah sebuah gabungan dari kumpulan variabel
(dinamakan atribut) dan kumpulan fungsi (dinamakan perilaku).
Atribut adalah semacam identitas atau variabel dari suatu objek,
sedangkan perilaku adalah “kemampuan” atau fitur dari objek
tersebut.
Kelas (class) pada Python merupakan blueprint dari objek
(instance) yang ingin kita buat. Apabila dilihat dari
perbedaannya, kelas dapat diumpamakan sebagai cetakannya
atau definisinya, sedangkan objek (instance) adalah objek
nyatanya.
Untuk lebih memahami perbedaan antara kelas dan objek
dapat dilihat dari gambaran “kucing” berikut.
 “kucing” merupakan sebuah definisi objek, ia memiliki 2
telinga, 4 kaki, 1 ekor, nama, dan lain-lain (sebagai
atribut), ia juga bisa berlari, mengeong, makan, dan
minum (sebagai perilaku).
 Misal kita memiliki 4 kucing: berarti kita memiliki “4
instance” dari kelas “kucing”.

Modul Praktikum Python


Page 90
 Masing-masing dari 4 kucing tersebut memiliki atribut
yang telah didefinisikan sebelumnya seperti kaki, telinga,
ekor, dan lain-lain. Ia juga memiliki kemampuan berlari,
mengeong, dan sebagainya.
Berikut ini apabila atribut dan perilaku dari objek
direpresentasikan ke dalam program Python.
Contoh Atribut
Sebagai contoh, kita memiliki 3 ekor kucing, masing-masing
kucing memiliki warna dan usianya sendiri-sendiri. Jika kita ingin
merepresentasikan 3 ekor kucing tersebut dengan pendekatan
OOP, kita bisa menuliskan kode programnya seperti berikut:

Kita bisa menampilkan masing-masing atribut dari tiap


instance:

Hasil dari pemanggilan atribut di atas akan menampilkan


output berikut:

Modul Praktikum Python


Page 91
Contoh Perilaku
Misalkan kita memiliki kelas Mahasiswa. Setiap mahasiswa
memiliki atribut:
1. Nama
2. dan Asal
Serta memiliki perilaku:
1. memperkenalkan diri
Maka bisa kita definisikan kode programnya dengan
pendekatan OOP sebagai berikut:

Setelah membuat kelas, kita bisa membuat instance sesuka


kita.
Dalam contoh berikut ini, saya akan membuat 2 buah
mahasiswa: yang pertama mahasiswa dengan nama "Deni" dari
Jawa Timur, dan yang kedua adalah "Lendis Fabri" yang juga dari
Jawa Timur, kemudian saya akan minta keduanya untuk
memperkenalkan diri.
Berikut ini kode programnya:

Modul Praktikum Python


Page 92
Output:

9.2. Module dan Packages


Module pada python adalah sebuah file berekstensi .py
yang berisi skrip python. Nama dari modul adalah nama nama
dari file itu sendiri. Misal kita memiliki file bernama
‘[Link]’, maka kita telah membuat sebuah modul
bernama ‘matematika’. Dan modul sendiri bisa memiliki berbagai
macam isi, baik itu fungsi, class, mau pun variabel.
1. Membuat modul
Pada praktikum berikut akan dibuat 2 file yang terdiri
dari [Link] yang berperan sebagai file yang
akan dieksekusi, dan file [Link] yang akan
berperan sebagai modul.
Berikut ini kode program yang dituliskan di dalam
[Link] :

Modul Praktikum Python


Page 93
Pada modul matematika di atas, kita membuat 3 buah
item :
 Variabel pi dengan nilai hasil bagi dari 22/7
 Fungsi luas_persegi
 Fungsi luas_lingkaran
Kita akan mencoba memanggil 3 buah item tersebut
dari file yang berbeda.
2. Mengimport modul dengan statement import
Jika kita ingin memanggil fungsi atau apa pun yang ada
pada file lain, maka kita harus mengimpornya terlebih
dahulu. Terdapat beberapa cara untuk mengimpor.

a. Import semua
Sesuai namanya, pada tahap ini kita akan
mengimport semua item yang pada suatu modul
tanpa pengecualian. Pada tahap sudah dibuat 2
buah file, untuk pemanggilan modul tulis kode
program di bawah ini di dalam file [Link] :

Pada kode program di atas, kita telah memanggil


modul [Link] dengan perintah “import
matematika”. Hal ini akan membuat kita memiliki

Modul Praktikum Python


Page 94
akses terhadap modul tersebut dan apa yang ada di
dalamnya. Oleh karena itu ketika kita jalankan
program, kita akan mendapatkan output seperti
berikut:

b. Import secara eksplisit


Selain mengimpor semua item, kita juga bisa
mengimpor hanya item-item tertentu saja secara
eksplisit. Misalkan pada modul matematika, kita
hanya ingin mengimpor fungsi luas_persegi() dan
luas_lingkaran() saja, kita bisa melakukannya seperti
ini:

c. Menyembunyikan Item agar tidak bisa dimport


Selain dengan mendifinisikan satu-satu, kita juga
bisa melakukan import * seperti ini:

Perintah di atas akan mengimport semua item yang


ada pada modul matematika, kecuali item yang
namanya diawali dengan (_). Untuk mencobanya,
kita bisa membuat sebuah fungsi di dalam modul
matematika dengan nama _luas_segitiga().

Panggil dengan cara import * pada file skrip-


[Link].

Modul Praktikum Python


Page 95
Semuanya akan terimport, kecuali satu fungsi saja
yaitu _luas_segitiga, karena ia diawali dengan
underscore:

Secara sederhana, paket (atau packages) pada python


adalah direktori biasa, yang di dalamnya terdapat modul-modul
python. Bedanya, di dalam direktori tersebut, harus ada satu file
bernama __init__.py yang memberitahukan interpreter bahwa
direktori tersebut adalah paket yang berisi modul-modul.
1. Membuat Paket
Anggap saja kita akan membuat aplikasi untuk
menghitung luas bangun datar dan juga volume bangun
ruang. Bangun datar di antaranya:
 persegi
 lingkaran
 segitiga
Bangun ruang di antaranya:
 kubik
 trapesium
 bola
Dan kita akan membuat setiap bangun datar atau setiap
bangun ruang menjadi satu modul tersendiri. Sehingga,
kita akan memiliki total 6 modul. Dan dari 6 modul
tersebut akan kita bagi menjadi 2 paket. Sehingga
penampilan struktur programnya adalah berikut:

Modul Praktikum Python


Page 96
Ingat, setiap direktori yang akan kita jadikan sebagai
paket, harus memiliki file __init__.py. Isi dari file
tersebut bisa kosongkan saja, tidak perlu diisi apa pun.

Untuk masing-masing file, silakan buat fungsi


luas_<nama-bangun-datar> dan volume_<bangun-
ruang>. Kita bisa kosongkan saja isi fungsinya dengan
menggunakan statemen pass.
a. File luas_lingkaran.py

b. File luas_persegi.py

c. File luas_segitiga.py

d. File volume_bola.py

e. File volume_kubik.py

f. File volume_trapesium.py

Modul Praktikum Python


Page 97
2. Mengimport Paket
Kita bisa mengimpor paket dengan cara yang sama
seperti mengimpor modul biasa. Kita hanya perlu
menambahkan <nama-direktori> plus dot (.) untuk
pemisahnya. Perhatikan contoh berikut:

3. Import Paket/Modul dengan “as” (alias)


Dengan semakin banyaknya modul dan paket, tidak
menutup kemungkinan akan adanya item-item dengan
nama yang sama. Misalkan pada modul lingkaran
terdapat fungsi dengan nama hitung_luas(), dan di
modul persegi juga ada fungsi dengan nama yang sama.
Kita bisa memanfaatkan fitur alias dengan statemen as.
Perhatikan contoh berikut:

Modul Praktikum Python


Page 98
Output:

4. Import Paket/Modul secara Kustom


Selain menggunakan alias, kita juga bisa menggunakan
percabangan if else. Perhatikan contoh berikut:

Modul Praktikum Python


Page 99
5. Beberapa Paket dan Modul Bawaan Python
Selain kita bisa membuat modul dan paket sendiri,
sebenarnya python pun secara bawaan juga memiliki
banyak sekali modul default yang akan memudahkan
tugas-tugas kita sebagai developer. Contohnya seperti
modul datetime, math, time, json, dan lain sebagainya.
Cara memanggilnya pun sama saja:

Kode program di atas akan menghasilkan output


sebagai berikut:

9.3. Tugas
1. Tulis program Python untuk membuat kelas Kendaraan
dengan max_speed sebagai atribut dan mileage sebagai
instance.
2. Buat Sub Kelas yang akan mewarisi semua variabel dan
metode dari kelas Kendaraan. Berikut ini tampilan
hasilnya:

3. Buat kelas Bus yang mewarisi dari kelas Kendaraan .


Berikan argumen kapasitas dengan
Bus.seating_capacity()nilai default 50.

4. Tentukan atribut kelas “ warna ” dengan nilai default


putih . Artinya, Setiap Kendaraan harus berwarna putih.

Modul Praktikum Python


Page 100
5. Buat kelas anak Bus yang mewarisi dari kelas
Kendaraan. Biaya tarif default kendaraan apa pun
adalah kapasitas tempat duduk * 100 . Jika Kendaraan
adalah Bus , kami perlu menambahkan tambahan 10%
pada tarif penuh sebagai biaya pemeliharaan. Jadi total
ongkos untuk bus misalnya akan menjadi jumlah akhir =
total tarif + 10% dari total tarif.
Catatan: Kapasitas tempat duduk bus adalah 50 . jadi
jumlah tarif akhir harusnya 5500. Anda perlu mengganti
fare()metode kelas Kendaraan di kelas Bus.

Modul Praktikum Python


Page 101
RESPONSI BAB IX
Nilai Materi NPM
Tanggal Nama
Dosen Kelas

Modul Praktikum Python


Page 102

Anda mungkin juga menyukai