FORMULIR BOS-06
Perjanjian Kerja sama
(Ditandatangani oleh
PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
DIREKTORAT KURIKULUM, SARANA, KELEMBAGAAN DAN KESISWAAN MADRASAH
DENGAN
KEPALA MADRASAH IBTIDAIYAH AL ISTIQOMAH NW SURALAGA
TENTANG
PEMANFAATAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH UNTUK MADRASAH TAHUN
ANGGARAN 2025
NOMOR: B-3488/Dt.I.I/Ks.01.07/09/2025
NOMOR: 09/[Link]/IX/2025
Pada hari ini Jumat tanggal Sembilan Belas bulan September tahun Dua ribu dua
puluh Lima, yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Nyayu Khodijah : Pejabat Pembuat Komitmen, dalam hal ini
bertindak untuk dan atas nama Direktorat
Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama
Republik Indonesia , yang berkedudukan
diJalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta
selanjutnya disebut PIHAK KESATU.
2. MUH. TIJANI, [Link].I : Kepala MIS Al istiqomah NW Suralaga, dalam
hal ini bertindak untuk dan atas nama MIS Al
Istiqomah NW Suralaga, yang berkedudukan di
Jln. [Link] Desa Suralaga,
selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.
PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA secara bersama-sama disebut PARA PIHAK, dan
masing-masing disebut PIHAK. PARA PIHAK menerangkan terlebih dahulu bahwa
berdasarkan:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 61 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-
Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 87);
7. Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas
Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah;
8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara
Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja
Negara (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 1191) sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
178/PMK.05/2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor
190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2018 Nomor 1736);
9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme
Pelaksanaan Anggaran Bantuan Pemerintah pada Kementerian
Negara/Lembaga (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1340)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor
132/PMK.05/2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 168/PMK.05/2015 tentang Mekanisme Pelaksanaan Anggaran Bantuan
Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga;
[Link] Menteri Agama Nomor 33 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Agama;
[Link] Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2019 tentang Organisasi Dan Tata
Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2019 Nomor 1115);
[Link] Menteri Keuangan Nomor 39 Tahun 2024 tentang Standar Biaya
Masukan Tahun Anggaran 2025.
PARA PIHAK menyatakan bahwa:
1. PIHAK KESATU menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah pada Madrasah
(selanjutnya disingkat ”Bantuan Operasional”) kepada PIHAK KEDUA yang
bertujuan untuk membantu pembiayaan operasional penyelenggaraan
pendidikan dalam rangka peningkatan aksesibilitas dan mutu pembelajaran
siswa;
2. Dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak
terpisahkan dari Perjanjian Kerjasama ini:
a. Adendum Perjanjian Kerja Sama; dan
b. Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah (RKAM);
PARA PIHAK sepakat dan setuju untuk menandatangani Surat Perjanjian ini dengan
ketentuan dan syarat-syarat yang tercantum dalam pasal-pasal tersebut di bawah ini.
Pasal 1
MAKSUD DAN TUJUAN
(1) Perjanjian Kerjasama ini dimaksudkan sebagai landasan hukum pelaksanaan
kerjasama Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional yang bersumber dari DIPA
Satker Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (426302) Tahun Anggaran 2025 dari
PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA.
(2) Perjanjian Kerjasama ini bertujuan untuk mengatur pelaksanaan Penyaluran dan
Pemanfaatan Dana Bantuan Operasional dilakukan secara lebih efektif, efisien
dan akuntabel.
Pasal 2
NILAI BANTUAN
Jumlah Bantuan Operasional yang disalurkan oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK
KEDUA Untuk Triwulan III dan IV senilai Rp. 82.250.000 ( Delapan Puluh Dua Juta Dua
Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah ).
Pasal 3
PEMBEBANAN DANA
Dana Bantuan Operasional ini dibebankan pada DIPA Satuan Kerja Ditjen Pendidikan
Islam (426302) Tahun Anggaran 2025 dengan kode pembebanan
[Link].005.006.007
Pasal 4
TATA CARA PENYALURAN
(1) Penyaluran Dana Bantuan Operasional ini dilakukan melalui pengajuan Surat
Perintah Membayar (SPM) kepada KPPN IV Jakarta oleh PIHAK KESATU untuk
selanjutnya diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang ditujukan
kepada PIHAK KEDUA melalui Bank Penyalur untuk selanjutnya ditransfer kepada
Rekening PIHAK KEDUA Nomor Rekening 4739-01-000028-56-6 Atas Nama MIS
AL ISTIQOMAH NW SURALAGA
(2) Ketentuan tentang Penyaluran Dana Bantuan melalui Bank Penyalur dituangkan
dalam Perjanjian Kerja Sama terpisah antara Pejabat Pembuat Komitmen dan
Bank Penyalur.
(3) Pencairan pembayaran dilakukan dalam dua tahap setelah PIHAK KEDUA
mengajukan syarat-syarat pencairan kepada PIHAK KESATU dengan dilampiri:
a. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ)
b. Surat Permohonan Pencairan Dana BOS;
c. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM);
d. Surat Perjanjian Kerja Sama yang sudah ditandatangani PPK dan
Kepala Madrasah;
e. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB) (khusus pencairan
Triwulan Berikutnya); dan
f. Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM).
Pasal 5
HAK DAN KEWAJIBAN
(1) PIHAK KESATU mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut:
a. PIHAK KESATU berhak melakukan monitoring penggunaan dana Bantuan
Operasional yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA;
b. PIHAK KESATU berhak meminta laporan secara periodik mengenai
penggunaan Bantuan Operasional yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA;
c. PIHAK KESATU berkerja sama dengan Aparat Pengawas Internal Pemerintah
(Inspektorat Jenderal) dan Aparat Penegak Hukum (apabila diperlukan)
berhak mendapat laporan dan meminta keterangan PIHAK KEDUA apabila
terjadi kehilangan Dana Bantuan Operasional yang diakibatkan oleh
kelalaian/kecerobohan PIHAK KEDUA;
d. PIHAK KESATU berhak menunda dan/atau menghentikan penyaluran dan
pemberian Dana Bantuan Operasional kepada PIHAK KEDUA apabila
Penyelenggara/Yayasan dari PIHAK KEDUA mengalami
sengketa/konflik/permasalahan hukum yang belum mempunyai kekuatan
hukum tetap;
e. PIHAK KESATU dengan mempertimbangkan data jumlah siswa dan
ketersediaan anggaran berhak melakukan penambahan atau pengurangan
atas jumlah bantuan operasional yang diterima PIHAK KEDUA sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan; dan
f. PIHAK KESATU berkewajiban menyalurkan dana Bantuan Operasional kepada
PIHAK KEDUA setelah dipenuhi syarat-syarat penyaluran dana Bantuan
Operasional;
(2) PIHAK KEDUA mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut:
a. PIHAK KEDUA berhak untuk menerima dana Bantuan Operasional
sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 2 setelah persyaratan penyaluran dana
Bantuan Operasional dinyatakan lengkap oleh PIHAK KESATU;
b. PIHAK KEDUA berkewajiban menggunakan dana Bantuan Operasional sesuai
dengan Petunjuk Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional yang ditetapkan
oleh PIHAK KESATU;
c. PIHAK KEDUA berkewajiban melaporkan penggunaan dana Bantuan
Operasional secara periodik kepada PIHAK KESATU sesuai dengan Petunjuk
Teknis Pengelolaan Bantuan Operasional yang ditetapkan oleh PIHAK KESATU;
d. PIHAK KEDUA berkewajiban menyetorkan ke Kas Negara sisa dana Bantuan
Operasional yang tidak digunakan sampai dengan minggu ketiga bulan
Desember tahun anggaran berjalan paling lambat akhir minggu kesatu bulan
Januari tahun anggaran berikutnya;
e. PIHAK KEDUA berkewajiban memberikan keterangan-keterangan yang
diperlukan untuk pengawasan/pemeriksaan yang dilakukan oleh PIHAK
KESATU dan aparat pengawas lainnya; dan
f. PIHAK KEDUA berkewajiban mengganti/mengembalikan dan menyetorkan
uang penggantian dana Bantuan Operasional yang hilang akibat
kelalaian/kecerobohan PIHAK KEDUA ke kas negara sesuai dengan Peraturan
yang ditetapkan.
Pasal 6
PERNYATAAN KESANGGUPAN
Dengan menandatangani Perjanjian ini, PIHAK KEDUA menyatakan kesanggupan untuk:
1. menggunakan dana Bantuan Operasional sesuai dengan Petunjuk Teknis
Pengelolaan Bantuan Operasional yang ditetapkan oleh PIHAK KESATU;
2. menyetorkan ke Kas Negara sisa dana Bantuan Operasional yang tidak
digunakan sampai dengan minggu ketiga bulan Desember tahun anggaran
berjalan paling lambat akhir minggu kesatu pada bulan Januari tahun anggaran
berikutnya.
Pasal 7 SANKSI
Dalam hal PIHAK KEDUA tidak melaksanakan sebagian atau seluruhnya isi perjanjian
ini, PIHAK KESATU akan mengenakan Sanksi berupa sanksi administratif sampai
dengan sanksi penghentian penyaluran dana Bantuan Operasional termasuk
melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila ditemukan unsur tindak pidana.
Pasal 8
LAPORAN BERKALA PENGGUNAAN DANA
1. PIHAK KEDUA berkewajiban melaporkan penggunaan dana Bantuan Operasional
pada Madrasah paling sedikit secara berkala per Semester kepada PIHAK KESATU.
2. PIHAK KEDUA berkewajiban melaporkan penggunaan dana Bantuan Operasional
melalui aplikasi yang ditentukan oleh Direktorat KSKK Madrasah.
Pasal 9
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN AKHIR TAHUN
1. PIHAK KEDUA pada akhir tahun anggaran berkewajiban menyampaikan laporan
pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah pada
Madrasah Tahun Anggaran Berjalan kepada PIHAK KESATU paling lambat pada
tanggal 09 Januari Tahun Anggaran berikutnya.
2. PIHAK KEDUA pada akhir tahun anggaran berkewajiban menyampaikan laporan
pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah pada
Madrasah Tahun Anggaran 2025 kepada PIHAK KESATU melalui aplikasi yang
ditentukan oleh Direktorat KSKK Madrasah.
Pasal 10
PENGAKHIRAN PERJANJIAN KERJASAMA
(1) Perjanjian ini berakhir sampai dengan 31 Desember 2025.
(2) Surat Perjanjian dapat diakhiri oleh salah satu pihak sebelum jangka waktu
Perjanjian berakhir atas terjadinya salah satu kondisi antara lain:
a. ada ketentuan perundang-undangan dan/atau kebijakan Pemerintah yang tidak
memungkinkan berlangsungnya Surat Perjanjian ini; dan
b. Salah satu Pihak mengakhiri Surat Perjanjian ini karena adanya Peristiwa
Wanprestasi terhadap ketentuan Hak dan Kewajiban sebagaimana diatur
pada Pasal 6 Surat Perjanjian ini.
(3) PIHAK yang berkehendak untuk mengakhiri Surat Perjanjian ini sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) b. dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Wajib memberitahukan secara tertulis kepada PIHAK lainnya dalam waktu 30
(tiga puluh) hari kalender sebelum tanggal pengakhiran yang dikehendaki;
b. Tidak menghapuskan hak, kewajiban dan tanggung jawab masing-masing
pihak yang masih harus dilakukan dan/atau diselesaikan terhadap pihak
lainnya berdasarkan ketentuan-ketentuan dalam Surat Perjanjian ini; dan
c. PARA PIHAK sepakat dan setuju untuk mengenyampingkan ketentuan Pasal
1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, sehingga pengakhiran Surat
Perjanjian dengan alasan sebagaimana diatur dalam Surat Perjanjian ini
secara sah cukup dilakukan dengan pemberitahuan tertulis dari masing-
masing pihak dan tidak memerlukan penetapan atau putusan Pengadilan.
Pasal 11
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
(1) Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan
secara damai semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan
Surat perjanjian ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan
pekerjaan ini. Penyelesaian secara damai dapat dilakukan melalui musyawarah
secara langsung antara PARA PIHAK atau melalui perantaraan pihak ketiga yang
disepakati oleh Para Pihak dalam bentuk mediasi.
(2) Apabila penyelesaian perselisihan tidak dapat dilakukan oleh PARA PIHAK secara
musyawarah, PARA PIHAK menetapkan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sebagai
tempat penyelesaian perselisihan.
Pasal 12
PENUTUP
(1) PARA PIHAK menyatakan telah menyetujui untuk melaksanakan perjanjian ini
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) terdiri dari 2 (dua) asli bermaterai
cukup untuk PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA.
(3) Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
UNTUK DAN ATAS NAMA DIREKTORAT UNTUK DAN ATAS NAMA
JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM MIS AL ISTIQOMAH NW SURALAGA
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN, KEPALA
MIS AL ISTIQOMAH NW SURALAGA,
NYAYU KHODIJAH
MUH. TIJANI, [Link].I