BAB II
URAIAN UMUM
2.1 Gambaran Singkat DU/DI
Bengkel SATRIO MOTOR ini berdiri pada tahun 1997. Di bengkel ini menerima sevice,
tune-up, ganti oli, setrum aki, suku cadang, dll. Dibengkel SATRIO MOTOR ini menerapkan
sistim 6 hari kerja yaitu hari senin sampai hari sabtu sedangkan hari minggu libur.
2.2 Tata Tertib Kerja
Tata tertib selama Prakerin di Bengkel SATRIO MOTOR antara lain :
1. wajibkan hadir tepat waktu, yaitu 15 menit sebelum pukul 07.30 wib.
2. Selalu menjaga kebersihan tempat kerja.
3. Lakukan pekerjaan sesuai ketentuan WO atau surat kerja
4. Dilarang memainkan hand phone (HP) jika sedang bekerja.
5. Dilarang bergurau saat melakukan pekerjaan.
6. Istirahat harus tepat pada waktunya yaitu pukul 12.00 wib, dan masuk pukul 12.30 wib.
7. Pekerjaan harus selesai sebelum pukul 15.30 wib.
8. Membersihkan tempat kerja sebelum pulang.
2.3 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
1. Memakai wearpak atau pakaian kerja saat melakukan pekerjaan.
2. Selalu membersihkan tempat kerja setelah pekerjaan selesai
3. Menaruh kembali alat kerja setelah selesai di gunakan.
4. Dilarang menaruh alat kerja sembarangan karena bisa terinjak.
5. Selalu berhati-hati jika sedang dekat dengan knalpot.
6. Berhati-hatilah jika sedang melakukan pekerjaan
7. Jika sedang menggati minyak rem cakram depan, tutuplah body kendaraan dengan lap agar
tidak menetes pada bodi motor karena dapat merusaknya.
8. Dilarang melamun jika sedang melakukan pekerjaan
4
2.4 Tata Letak Ruang
Depan
Tempat Ganti Oli
Tempat Spare Part
Tempat Service
Belakang
2.5 Struktur Organisasi
STRUKTUR ORGANISASI BENGKEL SATRIO MOTOR
Wahyoe
Pimpinan
DUDI
Wahyoe
Mekanik
BAB III
URAIAN KHUSUS
3.1 Materi Praktik
Pada sepeda motor terdapat pendukung keamanan. Salah satunya ialah Rem. Rem
memiliki fungsi untuk memperlambat dan menghentikan laju kendaraan.
Berdasarkan paparan diatas maka akan kita bahas tentang topik seputar Rem yang telah
dirumuskan kedalam judul laporan.
BONGKAR PASANG KAMPAS REM TROMOL RODA BELAKANG PADA SEPEDA
MOTOR YAMAHA
3.2 Dasar Teori
Rem tromol merupakan system rem yang menjadi metode pengereman standar yang
digunakan pada sepeda motor berkapasitas kecil. Alasannya kerena rem tromol sangat
sederhana. Rem tromol terbuat dari besi tuang, pada permukaan luarnya terdapat sirip sirip
pendingin yang terbuat dari panduan alumunium. Pada bagian dalam tromol akan tetap bebas
dari air dan debu karena tromol memiiki alur untuk menahan masuknya air dan debu dengan
mengalirkanya melalui lubang pembuangan.
8
3.2.1 Komponen-Komponen Rem Tromol dan Fungsinya
Rem tromol sendiri mempunyai bagian-bagian atau komponen-komponen yang
memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Pedal rem,
Memiliki fungsi sebagai penarik batang penghubung untuk menggerakan lengan rem.
( gambar pedal rem )
2. Batang penghubung,
memiliki fungsi sebagai penarik lengan rem untuk menggerakan cam/nok.
3. Cam/nok, memiliki fungsi untuk mengembangkan sepatu rem sehingga kampas yang terdapat
pada sepatu rem saling bergesekan dengan tromol.
9
4. Sepatu rem,
memiliki fungsi sebagai dudukan kampas rem tromol.
5. Kampas rem,
Memiliki fungsi untuk menahan dan menghentikan putaran tromol,
.
( gambar sepatu rem dan kampas rem )
6. Pasak rem,
Memiliki fungsi sebagai titik tumpu dari sepatu rem.
7. Pegas pengembali,
Memiliki fungsi sebagai pengembali sepatu rem saat tekanan pada pedal rem dikurangi
ataupun dilepas
( gambar pegas pengembali sepatu rem )
10
8. Panel rem,
Memiliki fungsi sebagai tempat untuk semua komponen rem tromol
( gambar panel rem )
3.2.2 Konstruksi dan Cara Kerja Rem Tromol
[Link]. Konstruksi Rem Tomol.
( Gambar Konstruksi Rem Tromol )
[Link]. Cara Kerja Rem Tromol.
Cara kerja rem tromol ialah ketika pedal rem ditekan maka batang penghubung akan
menarik lengan rem sehingga lengan rem menggerakan cam/nok untuk mengembangkan
sepatu rem, dan ketika sepatu rem mengembang maka kampas rem saling bergesekan satu
sama lain dengan tromol yang berputar berlawanan arah, sehingga panas yang dihasilkan dari
gesekan tersebut memperlambat dan menghentikan putaran tromol ataupun laju kendaraan.
Berdasarkan sistim cara kerjanya, rem tromol dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
1. Tipe Satu Cam/nok Penggerak
Rem tromol tipe ini merupakan rem paling sederhana yang hanya mempunnyai satu
buah cam/nok penggerak untuk menggerakkan dua buah sepatu rem. Pada ujung sepatu rem
lainnya memiliki satu buah pasak sebagai titik tumpu sepatu rem.
( gambar tipe rem tromol dengan satu cam/nok )
13
2. Tipe dua Cam/nok Penggerak
Rem tipe ini dapat menghasilkan gaya pengereman kira-kira satu setengah kali dari
tipe satu cam/nok penggerak, Terutama untuk digunakan sebagai rem depan, tetapi baru-baru
ini di gantikan oleh rem cakram. Rem tipe ini mempunyai dua com/nok dan di tempatkan di
masing-masing ujung dari sepatu rem. Cam /nok tersebut bergerak secara bersamaan ketika
rem digunakan melalui batang penghubung yang bisa distel. Setiap sepatu rem mempunyai
titik tumpuan tersendiri untuk menggerakan cam/nok.
( gambar tipe rem tromol dengan dua cam/nok )
14
3.3 Kegiatan praktek
Bongkar pasang kampas rem tromol roda belakang pada sepeda motor Honda Supra
FIT
3.3.1 Alat dan Bahan
[Link]. Alat
Alat yang digunakan Spesifikasi Jumlah dan satuan
Kunci Ring 19 mm 1 buah
Kunci Ring 14 mm 1 buah
Kunci Ring 12 mm 1 buah
Kunci Ring 10 mm 1 buah
Kunci T 12 mm 1 buah
Palu Besi - 1 buah
[Link] Bahan
Bahan yang di perlukan Jumlah dan satuan
Kampas Rem Tromol belakang 1 pasang
Ampelas kasar 1 lembar
Sepeda motor Yamaha 1 unit
3.3.2 Langkah Kerja
[Link]. Prosedur Bongkar Pasang Kampas Rem Tromol Roda Belakang
1. Pertama posisikan sepeda motor pada setandar utama.
2. Lepaskan mur penyetel rem dengan menggunakan kunci Ring 14 mm, kemudian lepas
batang penghubung dari lengan rem.
3. Lepaskan lengan penahan rem dengan menggunakan kunci T 12 mm.
4. Lepaskan As poros belakang dengan melepas mur As menggunakan kunci Ring 19 mm dan
14 mm.
5. Lepaskan roda dari sepeda motor dengan cara melepas rantai dari gear sprocket.
6. Lepaskan panel rem dari rumah Tromol, kemudian lepaskan kampas remnya.
7. Setelah itu, bersihkan rumah tromol dengan menyemprotkan angin kompresor. Kemudian
ampelas rumah tromol dengan ampelas kasar agar keadaan rumah tromol tidak licin sehingga
proses pengereman dapat maksimal.
8. Bersihkan juga panel rem dengan menyemprotkan angin kompresor.
9. Pasang pegas pengembali pada kampas rem yang baru. Kemudian pasang kampas rem yang
baru pada panel rem.
10. Pasang panel rem pada rumah treomol.
11. Pasang rantai pada gear sprocket kemudian pasang roda pada sepeda motor.
12. Pasang As poros belakang kemudian kencangkan murnya dengan menggunakan kunci Ring
19 mm dan 14 mm, tapi sebelumnya kencangkan mur lengan penahan rem dengan
menggunakan kunci T 12 mm.
13. Pasang batang penghubung pada lengan rem, kemudian pasang mur penyetel rem.
[Link]. Prosedur Penyetelan Rantai
1. Kendurkan mur As poros belakang dengan menggunakan kunci Ring 19 mm dan 14 mm.
2. Kemudian stel kekenduran dan kekencangan rantai hingga kekencangan dan kekenduranya
sesuai standar yaitu 20 mm – 30 mm dengan cara memutar mur penyetel rantai menggunakan
kunci Ring 12 mm dengan arah kanan untuk mengencangkan dan arah kiri untuk
mengendurkan.
3. Cek kekenduran rantai jika sudah sesuai standar maka kencangkan kembali mur As poros
belakang dengan kunci Ring 19 mm dan 14 mm.
4. Lumasi rantai dengan pelumas rantai.
3.3.3 Prosedur Pengujian
1. Periksa jarak main bebas pedal rem, ukuran jarak main bebas pedal rem belakang harus
sesuai standar yaitu 20 mm – 30 mm .
2. Periksa pengereman beberapa kali hingga pengereman maksimal.
17
3.3.4 Masalah dan Pemecahannya
Masalah Kemungkinan penyebab Solusi
Ban sulit di putar Posisi As Poros belakang Periksa kemudian
tidak sempurna perbaiki
Rantai Terlalu kencang Stelan terlalu kencang Stel kekencangan
rantai
Pemasangan Pegas pengembali Pemasangan
sepatu rem yang sulit yang sepatu rem
terlalu sulit di bentangkan Harus
Sesuaidangan
Prosedur yang
telah
diajarkan
agar
pemasangannya
mudah
BAB IV
PENUTUP
3.4. KESIMPULAN
Dengan diadakanya kegiatan prakerin ini pengetahuan siswa semakin luas,
pengalaman-pengalaman baru banyak didapat, mereka menjadi semakin mengerti dan siap
untuk bersaing didalam dunia kerja.
Potensi dan kualitas yang baik tentunya akan membuat siswa berani dan mampu
meraih kesuksesan serta menggapai cita cita yang selama ini mereka harapkan.
4.2 SARAN
Saran yang dapat kami ungkapkan ialah sebagai berikut :
1. Pihak sekolah seharusnya lebih mempersiapkan pembekalan prakerin untuk siswa siswinya
sejak jauh jauh hari agar siswa siswi lebih siap dan berani
2. Guru pembimbing hendaknya lebih memantau agar kegiatan siswa siswi selama prakerin
dapat terpantau dengan baik.
3. Untuk kedepannya kami berharap pada adik-adik kelas yang akan melaksanakan prakerin
hendaknya untuk lebih mempersiapkan diri