PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI KOPO 01
KECAMATAN CISARUA
TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Program
BimBingan dan konseling ( Bk )
Nina L. Suryani, [Link] iii
LEMBAR PENGESAHAN
Program Bimbingan dan Konseling Kurikulum Merdeka SD Negeri Kopo 01 Kecamatan
Cisarua - Kabupaten Bogor Tahun Pelajaran 2024-2025
Telah disetujui dan disyahkan pada :
Hari, Tanggal : Selasa, 10 September 2024
Tempat : SD Negeri Kopo 01
Mengetahui,
Kepala SD Negeri Kopo 01 Penyusun
Hj. Papat, [Link] Nina Lilih Suryani, [Link]
Nina L. Suryani, [Link] ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah dan karunia-Nya sehingga Program Bimbingan dan Konseling tahun pelajaran
2024/2025 ini dapat tersusun.
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 111 Tahun 2014 tentang bimbingan
dan konseling pada pendidikan dasar disebutkan bahwa Komponen layanan Bimbingan dan
Konseling memiliki 4(empat) program yang mencakup:
(a) layanan dasar;
(b) layanan peminatan dan perencanaan individual;
(c) layanan responsif; dan
(d) layanan dukungan sistem.
Sehubungan dengan hal tersebut guru sebagai pelaksana Bimbingan dan konseling perlu
menyusun program guna menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan bimbingan dan
konseling di sekolah.
Didalam Kurikulum Merdeka Belajar, porsi tugas Guru dalam melaksanakan Bimbingan
dan Konseling semakin kompleks dengan perlunya dilaksanakani penelusuran minat dan
bakat, serta penyesuaian pemilihan materi ajar yang bermuara kepada Profil Pelajar
Pancasila yang dicanangkan oleh negara.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini di dahului dengan menyusun angket
kebutuhan yang telah di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan di sekolah, agar dapat
memenuhi kebutuhan peserta didik dan pihak-pihak lain yang terkait.
Pada kesempatan ini ijinkanlah kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa
Barat selaku penyelenggara Pelatihan Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah
Dasar untuk Guru BK melalui KPPD yang diselenggarakan di Hotel Bogland, Bogor
pada tanggal 2-5 September 2024
2. Bapak Marius Suliarso dan Ibu Nining Mulyaningsih selaku narasumber pada
Pelatihan Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar untuk Guru BK melalui
KPPD yang diselenggarakan di Hotel Bogland, Bogor pada tanggal 2-5 September
2024
3. Ibu Hj. Papat, [Link] selaku Kepala SD Negeri Kopo 01 yang telah menugaskan
saya selaku ketua Tim penyusun ProgramBK ini untuk mengikuti Pelatihan
Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar untuk Guru BK melalui KPPD
yang diselenggarakan di Hotel Bogland, Bogor pada tanggal 2-5 September
2024.
4. Bapak/Ibu Guru SD Negeri Kopo 01 yang telahberkontribusi positif dalam
penyusunan Program BK ini.
Nina L. Suryani, [Link] iiiii
Semoga Program Layanan Bimbingan dan Konseling ini dapat bermanfaat untuk kita
semua. Kritik dan saran sangat kami perlukan dari teman-teman untuk peningkatan mutu
dalam menyusun Program Bimbingan dan Konseling yang akan datang.
Akhirnya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua pihak yang
membantu mudah-mudahan segala bantuan yang diberikan kepada kamimenjadi pahala
dan mendapat imbalan pahala yang sepantasnya dari Tuhan YME.
Amin
Bogor 10 September 2024
Hormat Saya,
Penyusun
Nina L. Suryani, [Link] ivii
DAFTAR ISI
Halaman Judul ……………………………………………………………………………. i
Lembar Pengesahan ……………………………………………………………………….…… ii
Kata Pengantar ……………………………………………………………………………. iii
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………… iv
BAB I. Landasan Bimbingan dan Konseling di SD
1. Landasan Teoritis …………………………………………………………………… 1
2. Landasan Yuridis …………………………………………………………………… 1
3. Landasan Filosofis …………………………………………………………………… 1
4. Landasan Religius …………………………………………………………………… 1
5. Landasan Psikologis …………………………………………………………………… 2
6. Landasan Sosial …………………………………………………………………… 2
7. Landasan Pedagogis …………………………………………………………………… 2
8. Landasan Teknologi dan Informasi ……………………………………………….. 2
BAB II. Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling di SD
1. Rasional ……………………………………………………………………………………. 3
2. Tujuan ……………………………………………………………………………………. 4-5
3. Karakteristik Bimbingan dan Konseling di SD …………………………. 6-7
4. Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling …………………………. 8-9
5. Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling di SD …………………………. 10-13
BAB III. Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling SD Negeri Kopo 01
1. Tujuan …………………………………………………………………………. 14
2. Visi Misi Bimbingan dan Konseling SD Negeri Kopo 01 ………………. 15
3. Sasaran …………………………………………………………………………. 15
4. Ruang Lingkup ……………………………………………………………….. 15-17
BAB IV. Organisasi Layanan Bimbingan dan Konseling SD Negeri Kopo 01
1. Struktur Organisasi ………………………………………………………………. 18
2. Personil Pelaksana ………………………………………………………………. 19-21
3. Pola Umum ………………………………….…………………………………….. 22-23
4. Mekanisme Kerja ………………………………………………………………. 24
5. Mekanisme Penanganan Peserta Didik Bermasalah ……………… 24-25
BAB V. Program Layanan Bimbingan dan Konseling SD Negeri Kopo 01
1. Jadwal ………………………………………………………………….…………….. 28
2. Isi Kegiatan ………………………………………………………………………. 29
3. Operasional ………………………………………………………………………. 30
4. Pembiayaan …………………………………………………………………..….. 31
5. Sarana dan Prasarana …………………………………………………………….. 32
BAB VI. Evaluasi dan Tindak Lanjut
1. Penilaian ………………………………………………………………………. 33
2. Tindak Lanjut ………………………………………………………………………. 33
3. Pelaporan ………………………………………………………………………. 33
BAB VII. Penutup
Nina L. Suryani, [Link] iiv
Nina L. Suryani, [Link] viii
Nina L. Suryani, [Link] viiii
BAB I. Landasan
1. Landasan Teoritis
a. Bimbingan dan Konseling pada hakikatnya merupakan suatu bantuan yang
diberikan pada peserta didik dalam rangka upaya menemukan pribadi,
mengani lingkungan dan merencanakn masa depan.
b. Sekolah Dasar sebagai lembaga pendidikan formal berfungsi mempersiapkan
peserta didik menjadi manusia pembangunan yang berpancasila dan memiliki
bekal kemampuan serta keterampilan untuk melanjutkan ke tingkat lanjutan
pertama.
c. Peserta didik Sekolah Dasar berada dalam masa anak-anak baik dilihat dari
segipendidikannya,tahap perkembangan maupun penyesuaian sosial, sehingga
memerlukan bantuan khsusu baik di dalam kademik, pribadi, maupun sosialnya
2. Landasan Yuridis
Sebagai negara hukum, Indonesia mempunyai aturan tertulis, mengikat, juga berlaku
bagi masyarakatnya. Semua hal yang berhubungan dengan Bimbingan dan Konseling
sudah diatur dalam UUD 1945, UU No.20 Tahun 2003 berhubungan dengan Sistem
Pendidikan Nasional sampai Permendikbud No.111 Tahun 2014 berhubungan dengan
BK pada jenjang pendidikan dasar sampai menengah.
3. Landasan Filosofis
Landasan filosofis adalah layanan bimbingan konseling berdasar nilai luhur filsafat.
Filsafat adalah induk semua ilmu. Dengan berfilsafat, maka seseorang pasti
menjunjung tinggi kebenaran dan kebijaksanaan. Cabang filsafat juga tidak lepas dari
etika, logika, dan estetika.
4. Landasan Religius
Landasan religius untuk BK seharusnya memposisikan klien atau konseli sebagai
makhluk Tuhan. Konselor juga wajib menetapkan profesi sebagai medan amal
beribadah. Landasan religius tidak tentang memerintahkan konselor atau guru BK
seperti tokoh agama. Konselor justru harus memprioritaskan pada teladan perilaku
religius, bukan merintah.
Nina L. Suryani, [Link] 1
5. Landasan Psikologis
Seorang konselor harus paham tiap perilaku manusia pasti punya makna yang wajib
kamu tebak. Perilaku manusia juga selalu ada motifnya, juga berhubungan dengan
fenomena masa [Link] juga wajib tahu bahwa individu mempunyai
perkembangan berbeda. Hal ini karena masing-masing individu pasti punya bakat
dan kecerdasan bervariasi. Individu juga punya kebutuhan psikis berbeda.
6. Landasan Sosial
Sebagai makhluk sosial, individu langsung dan tidak langsung adalah produk
kehidupan sosial. Kehidupan sosial yaitu kearifan lokal, sesuai adat dan kearifan
lokal.
7. Landasan Pedagogis
Landasan bimbingan konseling berikutnya yaitu landasan pedagogis, dimana
tujuannya adalah untuk mendukung keberhasilan tujuan pendidikan dengan
berprioritas pada long life education dan education for all.
Guru bimbingan konseling harus memprioritaskan klien tentang apa yang
harus digunakan untuk dikembangkan seumur hidup. Layanan bimbingan konseling
juga tidak bisa dilepaskan dari sektor pendidikan, sekaligus harus ada bentuk
upaya mendidik.
8. Landasan Teknologi Informasi
Di era yang serba canggih, adalah hal biasa apabila siswa mempunyai smartphone.
Tujuannya adalah mencari informasi, berkomunikasi, hingga untuk kebutuhan
lainnya. Guru sampai saat ini masih ada yang menggunakan pendekatan lama,
bahkan tidak sedikit yang justru tidak ingin menggunakan komunikasi modern.
Dalam hal ini, seorang guru BK sebaiknya tidak boleh gagap tentang fenomena
teknologi informasi modern. Guru BK harus paham dan mampu mempraktekkan
berbagai pendekatan dalam menguasai teknologi informasi supaya tidak kalah
unggul dengan para siswa yang menyebabkan peserta didik menjadi apatis.
Nina L. Suryani, [Link] 2
BAB 2. Layanan Bimbingan dan Konseling
1. Rasional Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling SD
Layanan Bimbingan dan Konseling secara umum memfasilitasi perkembangan
peserta didik/konseli untuk mencapai kemandirian. Pendidikan jenjang sekolah
dasar merupakan landasan penting dalam mengembangkan sikap, pengetahuan,
dan keterampilan dasar yang diperlukan oleh setiap peserta didik untuk menjadi
pembelajar yang sehat, cakap, percaya diri, dan siap melanjutkan studi.
Bimbingan dan Konseling merupakan ilmu terapan yang muncul dan berkembang
untuk merespon tuntutan kompleksitas kehidupan masyarakat. Bimbingan dan
konseling di sekolah dasar diselenggarakan untuk memfasilitasi perkembangan
peserta didik agar mampu beradaptasi dengan lingkungan yang lebih luas dan
mampu bersosialisasi dengan mengenal berbagai aturan, nilai dan norma. Peserta
didik/konseli di sekolah dasar berada dalam rentang usia yang hampir sama,
sehingga tugas perkembangan yang hendak dicapai umumnya sama. Namun
demikian secara individual perkembangan peserta didik/konseli dimungkinkan
berbeda. Hal tersebut disebabkan karena setiap peserta didik berbeda dalam hal
kecerdasan, bakat, minat, kepribadian, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan
pengalaman belajar. Perbedaan tersebut memungkinkan adanya variasi
kebutuhan pengembangan secara utuh dan optimal melalui layanan bimbingan
dan konseling.
Eksistensi bimbingan dan konseling dapat dilihat dari irisan capaian layanan
bimbingan dan konseling dengan upaya mewujudkan kesejahteraan hidup (well-
being), Profil Pelajar Pancasila dan penguatan pendidikan karakter peserta
didik/konseli. Dimensi wellbeing mencakup penerimaan diri (self-acceptance),
hubungan positif dengan orang lain (positive relationship with others), otonomi
(autonomy), penguasaan lingkungan (environmental mastery), tujuan hidup
(purpose in life), serta pertumbuhan pribadi (personal growth).
Elemen Profil Pelajar Pancasila mencakup beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, gotong royong,
mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Nilai utama penguatan pendidikan karakter
mencakup religius, nasionalisme,kemandirian, gotong royang, dan integritas.
Pelaksanaan bimbingan dan konseling pada sekolah dasar dilakukan oleh
konselor/guru bimbingan dan koseling. Sekolah dasar yang tidak/belum memiliki
guru bimbingan dan konseling atau konselor maka layanan bimbingan dan
konseling
dilakukan oleh guru kelas sehingga materi-materi bimbingan dan konseling dapat
dipadukan dengan materi ajar melalui pembelajaran.
Nina L. Suryani, [Link] 3
2. Tujuan
1. Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling
Secara umum Layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk membantu
peserta didik/konseli agar dapat mencapai kematangan dan kemandirian
dalam kehidupannya serta menjalankan tugas perkembangannya yang
mencakup aspek pribadi, sosial,belajar dan karier secara utuh dan optimal.
Secara khusus, layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk
membantu membantu konseli agar mampu:
1) memahami diri sendiri yang difokuskan pada upaya memfasilitasi peserta
didik mempelajari kemampuan, minat, dan karakteristik pribadi, serta
mengembangkan konsep diri positif;
2) memahami orang lain yang difokuskan pada upaya memfasilitasi peserta
didik mempelajari dan mengembangkan kecakapan-kecakapan sosial;
3) memahami lingkungan sekolah agar peserta didik lebih akrab dengan
fasilitas, prosedur, program pendidikan, program Layanan Bimbingan dan
Konseling, serta peran guru dan guru bimbingan dan konseling/konselor;
4) memahami sikap dan perilaku sebagai kelanjutan dari pemahaman diri dan
orang lain, pemahaman terhadap pengaruh kebiasaan, sikap, dan persepsi
terhadap perilaku, serta cara mengubah perilaku menjadi lebih adaptif;
5) pembuatan keputusan dan pengentasan masalah untuk menetapkan
tujuan, membuat keputusan secara bertanggung jawab, meningkatkan
kesadaran terhadap faktor-faktor yang memengaruhi perubahan dan
pembuatan keputusan,serta prosedur pengentasan masalah secara efektif.
6) kecakapan antarpribadi dan keterampilan komunikasi yang menekankan
pada pentingnya pengembangan hubungan antarpribadi yang positif dan
keterampilan komunikasi antarpribadi yang efektif, serta pemahaman
bagaimanaketerampilan komunikasi dapat memengaruhi interaksi sosial;
7) keterampilan kesuksesan bersekolah yang dirancang untuk membantu
peserta didik menjadi lebih sukses di sekolah, baik dalam bidang akademik
maupun non-akademik, meliputi: keterampilan belajar, sikap dan
kebiasaan belajar positif, dan manajemen waktu;
8) perencanaan pendidikan dan kesadaran karier yang ditujukan untuk
membantu peserta didik mengembangkan kesadaran karier, melakukan
eksplorasi karier secara mendalam terkait dengan kemampuan, bakat,
minat, karakteristik pribadi,perencanaan pendidikan lanjutan;
9) kebanggaan dan keterlibatan dalam kehidupan bermasyarakat yang
menekankan pada upaya membantu peserta didik menjadi orang yang
bertanggung jawab dan bermanfaat di lingkungan masyarakat terdekatnya;
10) mengaktualisasikan diri secara optimal dan bertanggung jawab.
Nina L. Suryani, [Link] 4
Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar
Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah dasar lebih diarahkan pada
tercapainya tugas perkembangan peserta didik/konseli. Tugas perkembangan
peserta didik/konseli sekolah dasar adalah:
1) menampilkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2) mengembangkan kata hati, moral, dan nilai-nilai sebagai pedoman
perilaku;
3) membangun hidup yang sehat mengenai diri sendiri dan lingkungan;
4) mengembangkan keterampilan dasar dalam membaca, menulis,dan
berhitung;
5) memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam
kehidupan sosial yang lebih luas;
6) mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam
peranannya sebagai pria atau wanita;
7) mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis
terhadap perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk
kehidupan yang sehat;
8) memiliki kemandirian perilaku ekonomis;
9) mengenal kemampuan, bakat,minat, serta arah kecenderungan karier
dan apresiasi seni;
10) mencapai kematangan hubungan dengan teman sebaya. Berdasarkan
tugas perkembangan peserta didik/konseli tersebut, maka peran guru
bimbingan
dan konseling/konselor di sekolah dasar adalah membantu peserta didik
untuk mencapai perkembangan secara optimal. Konselor juga harus
memastikan peserta didik/konseli mencapai tugas perkembangan secara
alami dan manusiawi.
Nina L. Suryani, [Link] 5
3. Karakteristik Layanan Bimbingan dan Konseling
Penyelenggaraan Bimbingan dan Konseling di sekolah dasar memiliki keunikan
tersendiri karena tidak semua satuan pendidikan sekolah dasar memiliki
konselor khusus yang memfasilitasi layanan Bimbingan dan Konseling. Fasilitasi
sebagai upaya memperlancar proses perkembangan peserta didik/konseli
dilaksanakan terintegrasi dalam pembelajaran.
Program layanan Bimbingan dan Konseling mencakup empat komponen yaitu:
layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, serta layanan
reponsif dan dukungan sistem.
1. Layanan dasar adalah pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli
yang berkaitan dengan pengembangan keterampilan, pengetahuan, dan sikap
dalam bidang pribadi, sosial, belajar dan karier. Layanan dasar di sekolah dasar
bertujuan membentuk kompetensi perkembangan dasar. Strategi layanan dasar
yang dapat dilaksanakan antara lain adalah klasikal, kelas besar/lintas kelas,
kelompok dan menggunakan media tertentu. Materi layanan dasar dapat
dirumuskan atas dasar hasil asesmen kebutuhan, asumsi teoritik yang diyakini
berkontribusi terhadap kemandirian dan kebijakan pendidikan yang harus
diketahui oleh peserta didik/konseli.
2. Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian
bantuan kepada semua peserta didik/konseli dalam membuat dan
mengimplementasikan rencana pribadi, sosial,belajar, dan karier. Layanan ini
bertujuan memfasilitasi peserta didik dalam membangun pemahaman tentang
hubungan ekstrakurikuler dengan studi dan pekerjaan, penentuan kegiatan
ekstrakurikuler, dan pemantauan kegiatan ekstrakurikuler.
3. Layanan responsif adalah pemberian bantuan terhadap peserta didik/konseli yang
memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan bantuan dengan segera.
Tujuan layanan ini diantaranya memberikan:
(1) layanan intervensi terhadap peserta didik/konseli yang mengalami krisis, |
peserta didik/konseli yang telah membuat pilihan yang tidak bijaksana atau
peserta didik/konseli yang membutuhkan bantuan penanganan dalam bidang
kelemahan yang spesifik; dan
(2) layanan preventif bagi peserta didik/konseli yang berada di ambang
pembuatan pilihan yang kurang tepat. Isi dari layanan responsif ini antara lain
berkaitan dengan penanganan masalah-masalah belajar, pribadi, sosial
(3) Layanan responsif di sekolah dasar bertujuan membantu peserta didik
mengatasi masalah yang dialami peserta didik melalui modifikasi perilaku,
penerapan metode permainan, dan story telling.
Nina L. Suryani, [Link] 6
(4) Dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan manajemen, tata
kerja infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan guru bimbingan dan
konseling atau konselor secara berkelanjutan yang secara tidak langsung
memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran
perkembangan peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam dukungan sistem
antara lain:
1) administrasi yang di dalamnya termasuk melaksanakan dan menindaklanjuti
kegiatan asesmen, kunjungan rumah, menyusun dan melaporkan program
bimbingan dan konseling, membuat evaluasi dan melaksanakan administrasi
dan mekanisme bimbingan dan konseling; dan
2) kegiatan tambahan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar dan
pengembangan profesi bimbingan dan konseling.
Nina L. Suryani, [Link] 7
4. Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling
di Sekolah Dasar
Lingkup capaian layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar terdiri dari 4
(empat) bidang layanan yang mencakup sepuluh aspek perkembangan yang
dikembangkan dari tugas perkembangan peserta didik sekolah dasar. Keempat
bidang tersebut adalah:
1) pribadi,mencakup aspek-aspek perkembangan landasan religius, perilaku etis,
kematangan emosional, dan pengembangan pribadi;
2) sosial, yangmencakup aspek-aspek perkembangan kesadaran bertanggung
jawab,kematangan hubungan dengan teman sebaya, dan kesadaran gender;
3) belajar, yang mencakup aspek perkembangan kematangan intelektual; dan
4) karier, yang mencakup aspek-aspek perkembangan perilaku kewirausahaan
dan wawasan serta kesiapan karier
Layanan Bimbingan dan Konseling diberikan agar peserta didik/konseli mencapai
tugas perkembangan secara optimal, mandiri, dan memiliki keterampilan abad 21
dan kebinekaan dalam konteks bangsa/negara serta global. Deskripsi aspek
perkembangan dalam layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah dasar adalah
sebagai berikut :
Tabel Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling
Nina L. Suryani, [Link] 8
Nina L. Suryani, [Link] 9
D. Capaian Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar
Sekolah dasar merupakan jenjang pendidikan yang menjadi landasan
penting dalam mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan
dasar bagi setiap peserta didik untuk menjadi pembelajar yang sehat,
cakap dan percaya diri, serta siap melanjutkan studi (POPBKSD, 2016).
Tujuan pendidikan di sekolah dasar adalah membekali peserta didik dengan
kemampuan dasar untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi,
anggota masyarakat, warga negara, serta mempersiapkan diri mengikuti
pendidikan menengah (UUSPN No.20 Tahun 2003).
Kompetensi yang harus dicapai peserta didik sekolah dasar adalah
keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Kompetensi lain
yang harus dikembangkan peserta didik sekolah dasar adalahkompetensi
sosial, pribadi, dan karier (POPBKSD, 2016). Kompetensikompetensi
tersebut mencakup dimensi sikap, pengetahuan, danketerampilan. Seluruh
aspek perkembangan digambarkan dalam capaian layanan. Dimensi well-
being, Profil Pelajar Pancasila dan pengembangan karakter terinternalisasi
dalam capaian tersebut. Pada jenjang sekolah dasar capaian perkembangan
terdiri dari 3 fase berdasarkan rentang
usia di setiap tingkat. Capaian perkembangan di sekolah dasar diuraikan
pada tabel berikut :
1. Fase A (Umumnya untuk kelas I dan II SD)
Pada akhir Fase A, peserta didik/ konseli dapat meniru
pelaksanaan berbagai bentuk dan tata cara ibadah sehari-hari; meniru
perilaku sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari;
mengekspresikan perasaan diri sendiri secara wajar; menggunakan
konsep dasar ilmu pengetahuan dalam aktivitas belajar; meniru perilaku
terpuji dalam berinteraksi dengan orang lain sesuai dengan hak dan
kewajiban; meniru perilaku yang
sesuai dengan perannya sebagai laki-laki dan perempuan dalam
kehidupan sehari-hari; berperilaku sesuai dengan keadaan dirinya dalam
lingkungan dekatnya; meniru perilaku hemat dan ulet dalam kehidupan
sehari-hari di lingkungannya; meniru pekerjaan dan aktivitas yang
disukainya dari orang terdekat (significant others) dalam kehidupan;
menjalin persahabatan dengan teman sebaya atas dasar norma yang
berlaku.
Nina L. Suryani, [Link] 10
Fase A Berdasarkan Elemen
2. Fase B (Umumnya untuk kelas III dan IV SD)
Pada akhir Fase B, peserta didik/ konseli dapat mengikuti pelaksanaan
berbagai bentuk dan tata cara ibadah sehari-hari; mengikuti perilaku sesuai
dengan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari; menunjukkan
ekspresi perasaan yang dapat diterima oleh orang lain; menggunakan
berbagai konsep dasar ilmu pengetahuan dalam aktivitas belajar dan
pengambilan keputusan
sederhana; berinteraksi dan bersahabat dengan orang lain sesuai dengan
hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari; menunjukkan perilaku
yang sesuai dengan perannya sebagai lakilaki dan perempuan dalam
kehidupan sehari-hari; berperilaku secara positif terkait dengan persamaan
dan perbedaan kondisi
dirinya dengan orang lain; meniru perilaku kompetitif dan kolaboratif dalam
kehidupan sehari-hari di lingkungannya; menceritakan kembali hasil
pengamatan tentang pekerjaan dan aktivitas yang disukainya dari orang
terdekat (significant others) dalam kehidupan; membina persahabatan
dengan teman sebaya atas dasar norma yang berlaku.
Nina L. Suryani, [Link] 11
Fase B Berdasarkan Elemen
Fase C (Umumnya untuk kelas V-VI SD)
Pada akhir Fase C, peserta didik/ konseli dapat membiasakan diri
melaksanakan berbagai bentuk dan tata cara ibadah sehari-hari secara
benar; membiasakan diri berperilaku berdasarkan norma yang berlaku
dalam kehidupan sehari-hari; menunjukkan penerimaan terhadap ekspresi
orang lain secara tepat; melibatkan diri secara aktif dalam berbagai aktivitas
belajar, pengambilan keputusan, dan pengentasan masalah sederhana;
bertanggung jawab dalam berinteraksi dan bersahabat dengan orang lain
sesuai dengan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari;
menampilkan perilaku sesuai dengan fungsi dan peran sosial sebagai laki-
laki atau perempuan dalam kehidupan sehari-hari;berperilaku positif
terhadap keunikan diri dan orang lain dalam lingkungan dekatnya;
menampilkan contoh perilaku hemat, ulet, kompetitif, dan kolaboratif dalam
kehidupan sehari-hari di lingkungannya; mengeksplorasi informasi dan
aktivitas yang sesuai dengan hobi, rencana pekerjaan dan pendidikan yang
diinginkan; mempererat persahabatan dengan teman sebaya atas dasar
normayang dijunjung tinggi bersama.
Nina L. Suryani, [Link] 12
Fase C Berdasarkan Elemen
Nina L. Suryani, [Link] 13
BAB III. Pengembangan Program Bimbingan dan Konseling
SD Negeri Kopo 01Landasan
1. Tujuan Umum
1.1 Mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, memiliki
pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian
yang mantap dan mandiri serta memiliki rasa tanggung jawab
kemasyarakatan dan kebangsaan.
1.2 Membantu peserta didik mengenal bakat, minat dan kemampuannya serta
memiliki kemampuan menyesuaikan diri.
2. Tujuan Khusus
Membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan
meliputi aspek:
2.1 Aspek Pribadi Sosial
- Memiliki kesadaran diri
- Mengembangkan sikap positif
- Membuat pilihan secara sehat dan keputusan secara efektif
- Mampu menghargai oranglai Memiliki rasa tanggung jawab
- Mengembangkan keterampilan hubungan antar pribadi
- Dapat menyelesaikan konflik
2.2. Aspek Belajar :
- Dapat melaksanakan keterampilan/teknik belajar secara efektif
- Dapat menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan
- Mampu belajar secara efektif
- Memiliki keterampilan dan kemampuan dalam menghadapi evaluasi/ujian
2.3 Aspek Karier
- Mampu membentuk identitas, didalam lingkungan
- Mampu merencanakan masa depan
- Dapat membentuk pola-pola karier, yaitu kecenderungan arah karier
- Mengenal keterampilan, kemampuan dan minat.
Nina L. Suryani, [Link] 14
Visi dan Misi Bimbingan Konseling SD Negeri Kopo 01
a. Visi
Bimbingan dan Konseling mengacu kepada Kehidupan manusia yang
membahagiakan; Bimbingan dan Konseling membantu individu untuk mampu
mandiri, berkembang dan berbahagia.
b. Misi
Bimbingan dan Konseling di sekolah memberikan pelayanan bantuan agar peserta
didik berkehidupan sehari-hari yang efektif dan mandiri berkembang secara
optimal melalui dimilikinya berbagai kompetensi berkenaan dengan
pengembangan diri, pemahaman lingkungan, pengambilan keputusan dan
pengarahan diri, merencankan masa depan, berbudi pekerti luhur serta beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Sasaran Bimbingan Konseling SD Negeri Kopo 01
a. Semua peserta didik SDN Kopo 01 untuk memperoleh pemaham diri,
pengarahan diri dan perwujudan diri, sehingga potensinya dapat berkembang
secaraoptimal
b. Peserta didik SDN Kopo 01 yang memerlukan bantuan khusus untuk
memecahkan masalah yang dihadapinya
c. Kepala Sekolah untuk memperoleh informasi tentang peserta didik dan
perkembangannya
d. Guru, pendidik untuk membina pribadi peserta didik dan penyesuaian sosialnya
RUANG LINGKUP
1. Tahap persiapan
a. Studi Kelayakan, yaitu untuk mengetahui kebutuhan siswa, sasaran program
sekolah, sarana dan prasarana yang ada personil, dsb.
b. Pertemuan menyusun program
- Program tahunan
- Program Semester
- Program Mingguan/harian
c. Konsultasi program dengan Kepala Sekolah dan guru sekolah lainya
d. Penyediaan fasilitas
- Sarana BK meliputi format-format, pedoman observasi, angket, map, dsb.
- Prasarana BK meliputi perlengkapan mebelair BK
Nina L. Suryani, [Link] 15
2. Tahap pelaksanaan, meliputi:
a. Pengumpulan data, identitas pribadi, kesehatan dan pertumbuhan
jasmani,pendidikan, keluarga, kecerdasan, bakat, minat kepribadian,
kegiatan di luar sekolah, penyesuaian sosial cita-cita, kebiasaan sehari-hari,
proses perkembangan, lingkungan masyarakat sekitar, kemajuan prestasi,
belajar, dan sebagainya.
b. Kegiatan layanan dan penunjang bimbingan
- Layanan Orientasi
- Layanan Informasi
- Layanan penempatan dan penyaluran
- Layanan pembelajaran
- Layanan bimbingan kelompok
- Layanan konseling perorangan
- Layanan konseling kelompok
- Aplikasi Instrumentasi
- Penyelenggaraan himpunan data
- Konferensi kasus
- Kunjungan rumah
- Alih tangan kasus
c. Tugas-tugas perkembangan
- Mencapai kematangan dalam beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME
- Mencapai keuntungan dalam hubungan teman sebaya, serta kematangan
dalam perananya sebagai pria dan wanita
- Mencapai kematangan pertumbuhan jasmaniah yang sehat
- Mengembangkan penguasaan IPTEK dan seni sesuai dengan program
kurikulum, persiapan karier dan kelanjutan studi serta berperan dalam
kehidupan masyarakat
- Mencapai kematangan dalam pikiran karier
- Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan secara
emosional, sosial, intelektual dan ekonomi
- Mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan
berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
- Mengembangkan kemampuan komunikasi sosial dan intelektual serta
apresiasi seni
- Mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai
3. Kerjasama dengan orang tua murid dan instansi terkait
4. Penilaian
- Pelaksanaan Program
- Hasil pelaksanaan
Nina L. Suryani, [Link] 16
5. Tindak Lanjut
6. Pelaporan
- Bulanan
- Semester
- Tahunan
Nina L. Suryani, [Link] 17
BAB IV. ORGANISASI PELAYANAN BK
A. ORGANISASI
Organisasi pelayanan Bimbingan dan Konseling pada SDN Cileutik meliputi segenap
unsur di Sekolahdengan organigram sebagai berikut :
Koordinator Lapangan Dinas Pendidikan Kecamatan
Pengawas Sekolah
Bidang BK
Kepala Sekolah
Komite Sekolah
Koordinator BK
Guru kelas
Guru kelas
Peserta Didik
Guru kelas
Nina L. Suryani, [Link] 18
Keterangan :
Unsur Bidang Koordinator Lapangan Dinas Pendidikan tingkat Kecamatan adalah
personil yang bertugas melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap
penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling di Sekolah.
Kepala Sekolah, adalah penanggng jawab pendidikan di sekolah secara
keseluruhan, termasuk pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling
Koordinator Bimbingan dan Konseling (bersama para Guru pembimbing), adalah
pelaksana utama pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah
Guru, adalaah pelaksana pengajaran berdasarkan kurikulum yang berlaku
Guru Praktik, adalah pelaksana kegiatan pelatihan keterampilan untuk kejuruan
tertentu berdasarkan kurikulum kejuruan yang berlaku
Wali Kelas, adalah guru yang ditugasi secara khusus mengelola satu kelas siswa
tertentu
Peseta didik, adalah peserta didik yang menerima pelayanan pengajaran, latihan,
dan bimbingan dan konseling di sekolah
Pengawas Sekolah bidang BK, adalah pejabat fungsional yang bertugas
menyelenggarakan pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan
bimbingan dan konseling di sekolah
Komite Sekolah, adlaah badan yang secara khsusu dibentuk untuk menjadi mitra
sekolah dalam pembinaan dan pengembangan sekolah
B. PERSONIL PELAKSANA
1. Kepala Sekolah
Sebagai penanggung kawab kegiatan pendidikan secara menyeluruh disekolah yang
bersangkutan, tugas kepala sekolah adalah :
a. Mengkoordinasikan segenap kegiatan yang diprogramkan disekolah, sehingga
kegiatan pengajaran pelatihan dan bimbingan merupakan suatu kesatuan yang
terpadu,harmonis dan dinamis
b. Menyediakan prasarana, tenaga, sarana dan berbagai kemudahan bagi
terlaksananya pelayanan bimbingan yang efektif dan efisien
c. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan
program, penialaian dan upaya tindak lanjut pelayanan bimbingan
d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan di sekolah kepada
kanwil/kandep yang menjadi atasannya
Nina L. Suryani, [Link] 19
2. Koordinator Bimbingan
Bertugas mengkoordinasikan para guru pembimbing dalam :
a. Memasyarakatkan pelayanan bimbinga kepada segenap warga sekolah, orang tua
peserta didik, dan masyarakat
b. Menyusun program bimbingan
c. Melaksanakan program bimbingan
d. Mengadministrasikan pelayanan bimbingan
e. Menilai program dan pelaksanaan bimbingan
f. Memberikan tindak lanjut terhadap hasil penilaian bimbingan
3. Guru Pembimbing/Konselor
Sebagai pelaksana utama, tenaga inti dan ahli, guru pembimbing bertugas :
a. Memasyarakatkan pelayanan bimbingan
b. Merencanakan program bimbingan
c. Melaksanakan segenap layanan bimbingan
d. Melaksanakan kegiatan pendukung bimbingan
e. Menilai proses dan hasil pelayanna bimbingan dan kegiata pendukungnya
f. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil penilaian
g. Mengadministrasikan layanan dan kegiatan pendukung bimbingan yang
dilaksanakannya
h. Mempertanggungjawaban tugas dan kegiatan dalam pelayanan bimbingan kepada
koordinator bimbingan
4. Guru Mata Pelajaran dan Pelatihan
Sebagai tenaga ahli pengajaran atau pelatihan dalam mata pelajaran atau program
latihan tertentu dan sebagai personil yang sehari-harinya langsung berhubungan
dengan peserta didik. Peranan guru amta pelajaran dan pelatihan dalam pelayanan
bimbingan adalah :
a. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan kepada peserta didik
b. Membantu guru pembimbing mengidentifikasikan peserta didik yang memerlukan
layanan bimbingan
c. Mengalihtangankan peserta didik yang memerlukan layanan bimbingan kepada
guru [Link]
d. Menerima peserta didik alih tangan dari pembimbing yaitu peserta didik yang
menurut guru pembimbing memerlukan pelayanan dan pengajaran khsus (seperti :
pengajaran, perbaikan, program pengayaan)
Nina L. Suryani, [Link] 20
e. Membantu pengembangan suasana kelas, hubungan para peserta didik yang
menunjang pelaksanaan pelayanan bimbingan
f. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada peserta didik yang memerlukan
layanan/kegiatan bimbingan untuk mengikuti menjalani layanan kegiatan yang
dimaksudkan itu
g. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah peserta didik, seperti
konferensi kasus
h. Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian
pelayanan bimbingan dan upaya tindak lanjutnya
5. Guru kelas
Sebagai pengelola kelas tertentu dalam pelayanan bimbingan wali kelas berperan :
a. Membantu Guru pembimbing/konselor melaksanakan tugas khususnya di kelas yang
menjadi tanggung jawabnya
b. Membantu guru mata pelajaran/pelatih melaksanakan peranannya dalam pelayanan
bimbinga, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya
c. Membantu memberikan kesempatan dan kemudian bagi peserta didik khusunya
di kelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti/menjalani layanan dan
bimbingan.
Nina L. Suryani, [Link] 21
3. POLA UMUM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
BIMB. & KONSELING
Bimb. Pribadi
Bimb. Sosial
Bimb. Belajar
Bimb. Karier
Layanan Orientasi
Layanan
Penemp/Peny.
Layanan Kons. Perorangan
Layanan
Kons. Kelompok
Layanan Informasi
Layanan
Pembelajaran
Layanan
Bimb. kelompok
Instrumentasi
BK
Konferensi
Kasus
Alih tangan
Kasus
Himpuann
Data
Kunjungan
Rumah
Nina L. Suryani, [Link] 22
Keterangan :
Dari diagram diatas ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Kegiatan BK secara menyeluruh meliputi 4 bidang bimbingan, yaitu bimbingan
pribadi,
bimbingan sosial, bimbingan belajar, dan bimbingan karier
2. KegiatanBK dalam keempat bidang bimbingannya itu diselenggarakan melalui tujuh
jenis layanan, yaitu : layanan orientasi, informasi, penempatan/penyaluran,
pembelajaran, konseling perorangan, bimbingan kelompok dan konseling kelompok
3. Untuk mendukung ketujuh jenis layanan itu diselenggarakan 5 jenis kegiatan
pendukung, yaitu instrumen bimbingan dan konseling, himpunan data, konferensi
kasus, kunjungan rumah, dan alih tangan kasus
4. Diatas itu semua, kegiatan BK didasari oleh satu pemahaman yang menyeluruh dan
terpadu tentang wawasan BK yang meliputi pengertian, tujuan, fungsi, prinsip, dan
asas-asas BK
Nina L. Suryani, [Link] 23
4. MEKANISME KERJA
DAFTAR NILAI SISWA
CATATAN OBSERVASI SISWA
CATATAN
KEJADIAN (ANEKDOT)
DAFTAR NILAI
ANGKET SISWA
ANGKET
ORANG TUA
LAPORAN OBSERVASI SISWA
CATATAN ANEKDOT
LAPORAN KEG. PELAYANAN
CATATAN
HOME VISIT
CATATAN
WAWANCARA
GURU KELAS
GURU KELAS
GURU PEMBIMBING
KEPALA SEKOLAH
KARTU
AKADEMIS
CATATAN
KONSELING
BUKU PRIBADI
+ Map pribadi
LAPORAN
BULANAN BK
CATATAN
Nina L. Suryani, [Link] 24
KONFERENSI KASUS
NOTULA
RAPAT
Diperiksa
Diketahui
Diperiksa
Diketahui
DATA
PSIKOTES
Diketahui
Diketahui
Nina L. Suryani, [Link] 25
Mekanisme Kerja Guru kelas, Guru Pembimbing dan Kepala Sekolah
Dalam pembinaan peserta didik di sekolah diperlukan adanya kerjasama semua personil
sekolah yang meliputi guru Kelas, guru pembimbing, dan kepala sekolah :
1. Guru Mata Pelajaran
Membantu memberikan informasi tentang data siswa yang meliputi :
- Daftar Nilai Siswa
- Observasi
- Catatan Anekdot
2. Guru Kelas
Disamping sebagai orang tua kedua di sekolah, juga membantu mengkoordinir
informasi dan kelengkapan data, meliputi :
- Daftar Nilai angket
- Angket orang tua
- Catatan anekdot
- Laporan observasi siswa
- Catatan home visit
- Catatan wawancara
3. Guru Pembimbing
Disampng bertugas memberikan layanan informasi kepada peserta didik juga sebagai
sumber data, meliputi :
- Kartu akademis
- Catatan konseling
- Data psikotes
- Catatan konferensi kasus
4. Kepala Sekolah
Sebagai penanggung jawab pelaksana BK di sekolah perlu mengetahui dan
memberikan semua kegiatan yang dilakukan oleh guru kelas dan guru pembimbing.
Kegiatan guru pembimbing yang perlu diketahui oleh Kepala, antara lain :
a. Melaporkan kegiatan tentang BK sebulan sekali
b. Laporan tentang kelengkapan data
Nina L. Suryani, [Link] 26
5. MEKANISME PENANGANAN PESERTA DIDIK BERMASALAH DI SEKOLAH
Kepala Sekolah
Tenaga ahli
Komite Sekolah
Guru Kelas
Guru Pembina
Guru Piket
Guru
Pembimbing
Peserta Didik
Pola penanganan peserta didik bermasalah :
Pembinaan peserta didik dilakukan oleh seluruh unsur pendidikan di sekolah, orang tua,
masyarakat dan pemerintah. Pola tindkan terhadap peserta didik bermasalah di sekolah
adalah sebagai berikut :
Seorang peserta didik yang melanggar tata tertib dapat ditindak oleh guru kelas dan petugas
lainnya, bahkan langsung oleh Kepala Sekolah. Tindakan seperti itu harus diinformasikan
langsung pada Guru kelas.
Sementara itu guru pembimbing berperan dalam mengetahui sebab-sebab yang
melatarbelakangi sikap dan tindakan peserta didik tersebut dalam hal ini guru pembimbing
bertugas melalui serangkaian wawancara dan informasi dari sejumlah sumber data, setelah wali
kelas merekomendasikannya.
Nina L. Suryani, [Link] 27
BAB V. PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
SEKOLAH DASAR NEGERI KOP0 01
1. JADWAL KEGIATAN BK
NO JENIS KEGIATAN KELAS BULAN KET
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6
I PERSIAPAN
1. Studi Kelayakan
2. Penyusunan Program
3. Konsultasi program
4. Penyediaan fasilias
5. Pertemuan guru
pembimbing
6. Penataran BK
II LAYANAN
1. Layanan Orientasi
1.1 Orientasi Sekolah,
1. Layanan Informasi
2.1 Peraturan sekolah,
2.2 KegiatanEkstrakurikuler,
2.3 Bimbingan Pribadi,
2.4 Bimbingan Sosial,
2.5 Bimbingan Belajar,
2.6 Bimbingan Karier,
3. Layanan Penempatan
dan penyaluran
3.1 Penempatan kelas,
3. Layanan pembelajaran,
4.1 Cara-cara belajar
4.2 Kesulitan Belajar,
5. Layanan Bimbingan
Kelompok,
6. Layanan Konseling
Perorangan,
7. Layanan Konseling
Kelompok
III KEGIATAN
PENDUKUNG
1. Aplikasi Instrumentasi
Bimbingan
1.1 Test psikologi
1.2 Absensi
1.3 Sosiometri
1.4 Daftar Cek Masalah
2. Himpunan Data
IV MENYUSUN
LAPORAN
V EVALUASI DAN
TINDAK LANJUT
Nina L. Suryani, [Link] 28
2. ISI KEGIATAN LAYANAN BK
Bimbingan Pribadi Sosial
a. Melatih cara pengendalian dan mengarahkan emosi
b. Membuat keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai yang berlaku dalam
masyarakat
c. Memahami perkembangan psikoseksual yang sehat
d. Memahami terbentuknya prasangka dan mengkaji akibat- akibatnya
e. Mengetahui bagaimana mengatur dan menggunakan waktu secara efektif
f. Menggambarkan situasi di sekolah dan dirumah serta keterkaitannya
g. Memahami situasi dan cara-cara mengendalikan konflik
h. Membedakan bermacam-macam alternatif membuat pilihan dengan
bermacam-macam resiko yang mingkin dihadapi.
Bimbingan Belajar
a. Mengembangkan kebiasaan belajar yang efektif untuk bekerja dimasa yang
akan datang
b. Memahami kekuatan diri dalam belajar
c. Dapat mengatur dan menggunakan waktu secara efisien
d. Mengetahui sebab-sebab kegagalan dan mengikuti test.
Bimbingan Karier
a. Menilai pola karier dan menjelaskan kemungkinan terjadinya perubahan
sewaktu-waktu
b. Menilai perlunya keluwesan dalam peranan dan pilihan karier
c. Merencanakan studi lanjutan dan menata tujuan sekolah
berdasarkan penilaian diri dan penjajakan karier
d. Mengembangkan kecakapan yang dimiliki berdasarkan pengalaman di
masa lalu dan menggunakannya untuk rencana masa depan.
Bimbingan Pribadi Sosial
a. Menjabarkan ciri-ciri dan kemampuan diri sendiri yang paling dihargai
b. Menemukan cara-cara untuk mengembangkan sikap yang lebih positif
c. Menilai secara terus menerus pengaruh kegiatan waktu luang terhadap
kesehatan fisik dan mental
d. Menemukan strategi untuk mengatasi penyimpangan dan prasangka terhadap
orang lain
e. Menilai bahwa menghindari tanggung jawab itu, akan menuntut kemampuan
mengelola lingkungan secara efektif
f. Menilai keadaan dan keefektifan hunbungan sosial dan hubungan keluarga
g. Menerapkan nilai-nilai yang berlaku dalam pemecahan masalah pada situasii
konflik
Nina L. Suryani, [Link] 29
3. OPERASIONAL PROGRAM LAYANAN BK
NO KEGIATAN TUJUAN LAYANAN PELAKSANA SARANA
1 PERSIAPAN Mengumpulkan informasi Guru pembimbing Angket
1. Studi Kelayakan tentang berbagai hal yang peserta didik
dibutuhkan untuk penyusunan Pedoman
program BK wawancara
2. Penyusunan Guru pembimbing Kalender
Program BK Merumuskan masalah dan Kepala Sekolah pendidikan
tujuan, cara pencapaian, kurikulum
organisasi personalia, anggaran, pedoman BK
3. Konsultasi dsb. Koordinator BK Usulan
Program Kepala Sekolah program BK
Membahas usulan program BK
sehingga dapat dilaksanakan Urusan sarana Usulan
4. Penyediaan Kepala Sekolah pengadaan
fasilitas Agar tersedia fasilitas fisik dan fasilitas
teknis yang menunjang Koordinator BK & SK Kepsek
pelaksanaan BK Staff BK ttg tugas
5. Pertemuan Guru membimbing
pembimbing Mengatur cara bekerja dan Koordinator BK Surat tugas
pembagian tugas membimbing Organisasi profesi Kepsek
6. Latihan/Penataran /BK
BK Memberikan pengetahuan dan
keterampilan yang diperlukan
dalam layanan BK
2 LAYANAN
1. Layanan Orientasi
1.1 Orientasi Sekolah Untuk mengenal lingkungan Guru. Kelas, guru Bk
sekolah secara benar tentang pembimbing Penataran
fasilitas, PBM, Personil, dsb. Org. Sekolah
Guru Kelas Guru Org. OSIS
1.2 Orientasi Untuk mengenal KTSP BK dan pembimbing KTSP 2006
kurikulum SD tujuan pendidikan nasional Bag.
layanan BK Guru kelas Layanan BK
2. Layanan Informasi ,
2.1 Tata tertib Guru pembimbing Juklak tata
Sekolah Memahami tata tertib yang Pemb. Pramuka, tertib
berlaku di sekolah Pramuka, ,
Kesenian SK Kepsek
2.2 Kegiatan Memahami kegiatan pramuka,
Ekstrakurikuler Olahraga, Kesenian Guru pembimbing
SK Kepsek
2.3 Bimbingan Pribadi Memberikan pemahaman Buku
tentang kondisi diri pribadi dan Guru pembimbing sumber, LKS
menemukan identitas diri
SK Kepsek
2.4 Bimbingan sosial Memberikan pemahaman Guru pembimbing Buku
tentang penyesuaian sosial sumber, LKS
SK Kepsek
2.5 Bimbingan belajar Memberikan pemahaman Buku
tentang belajar dan membentuk Guru pembimbing sumber, LKS
sikap dan kebiasaan belajar
yang efektif
Nina L. Suryani, [Link] 30
2.6 Bimbingan karier SK Kepsek
Memberikan pemahaman Buku
tentang diri dan lingkungan sumber, LKS
serta hambatan-hambatan
3. Layanan kemudian mampu membuat Guru Kelas
penempatan dan rencana karier Guru pembimbing
penyaluran
3.1 Penempatan Kelas Menempatkan peserta didik
3.2 Keg. sesuai kemampuan bakat dan
Ekstrakurikuler kepribadian dalam kelompok
3.3 belajar, kelompok ekstra
NO KEGIATAN TUJUAN LAYANAN PELAKSANA SARANA
4. Layanan Agar peserta didik dapat Guru Kelas
Pembelajaran memperoleh keberhasilan Guru pembimbing
4.1 Cara-cara belajar belajar secara optimal sesuai
4.2 Kesulitan belajar dengan potensinya
Guru Kelas
5. Layanan Bimbingan Guru pembimbing Hasil test
Kelompok Agar peserta didik dapat psikologi/
berinteraksi secara positif Guru pembimbing IQ/Ledger/
dengan lingkungannya Raport
6. Layanan Konseling Pedoman
perorangan Observasi
Untuk membantu sistem Guru pembimbing
secara perorangan dalam
7. Layanan Konseling memecahkan masalah Data
Kelompok peserta
Agar peserta didik dapat didik,
memecahkan masalahnya Guru pembimbing Pedoman
3
KEGIATAN dalam dinamika kelompok konseling
PENDUKUNG
1. Aplikasi Instrumen
Bimbingan
1.1 Tes psikologi Mengaplikasikan intrumentasi
1.2 Absensi bimbingan dalam layanan Guru pembimbing
1.3 Sosiometri kegiatan BK
1.4 Daftar cek masalah
Guru pembimbing
2. Himpunan Data
Guru kelas
Guru kelas,
3. Konferensi Kasus Menghimpun data peserta Kepsek
4. Kunjungan Rumah didik untuk kepentingan
5. Alih tangan kasus layanan BK
Membantu peserta didik
dalam menyelesaikan maslah Guru pembimbing
mengkaji kasus yang
memerlukan sumbangan-
sumbangan, ide-ide dari
berbagai pihak yang terkait
dalam membantu peserta
didik mengatasi
permasahannya
Nina L. Suryani, [Link] 31
4. PEMBIAYAAN
Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan layanan Bk diperlukan anggaran
biaya/dana, yang diperoleh dari :
Anggaran sekolah
Adapun anggaran sekolah akan digunakan untuk :
a. Melengkapi sarana dan prasarana BK
b. Kunjungan rumah
c. Test Psikologi
d. Kegiatan kunjungan dan kedatangan pelatih khusus program BK dan ekstra
kurikuler
e. Penataran / Lokakarya / Seminar BK
5. SARANA DAN PRASARANA BK
a. Sarana
1. Alat pengumpul data : Format-format, pedoman observasi, pedoman
wawancara, angket, catatan harian, kartu konseling, dsb.
2. Alat penyimpan data : Map, buku pribadi, dsb.
3. Perlengkapan teknis : Blanko surat, format buku fisik pelaksanaan BK, dsb.
b. Prasarana
Perlengkapan mebelair di ruang BK : Meja, lemari, white board, kotak
masalah, rak, dsb.
Nina L. Suryani, [Link] 32
BAB V
EVALUASI DAN TINDAK LANJUT
1. Penilaian
Dalam keseluruhan kegiatan layanan bimbimgan dan konseling penilaian diperlukan
untuk memperoleh umpan balik terhadap keefektifan layanan bimbimgan yang telah
dilaksanakan.
Adapun dua macam kegiatan penilaian program kegiatan bimbingan, yaitu :
1. Penilaian prases, yaitu untuk mengetahui sampai sejauh mana keefektifan layanan
bimbingan dilihat dari prosesnya.
2. Penilaian hasil , yaitu untuk memperoleh informasi keefektifan layanan bimbingan
dilihat dari hasilnya.
Aspek yang dilihat baik proses maupun hasil antara lain :
a. Kesesuaian antara program dan pelaksanaan
b. Kontinuitas program
c. Dampak layanan bimbingan terhadap kegiatan belajar mengajar
d. Hambatan-hambatan yang dijumpai
e. Respon peserta didik, personil sekolah, orang tua, dan masyarakat terhadap l
layanan dan bimbingan
f. Perubahn kemajuan siswa setelah menamatkan sekolah dilihat dari pencapaian
tujuan layanan bimbingan , pencapaian tugas perkembangan dan hasil belajar
g. Keberhasilan siswa setelah menamatkan sekolah baik pada studi lanjutan, ataupun
kehidupan di masyarakat.
2. Tindak Lanjut
Tindak lanjut merupakan upaya penelaahan terhadap hasil layana BK yang telah
dilaksanakan.
Tujuannya adalah :
1. Perbaikan dan pengembangan program BK
2. Identifikasi kebutuhan bantuan lebih lanjut yang dirasakan siswa
3. Memperoleh informasi yang dapat dipergunakan oleh petugas BK dan Kepala
Sekolah dalam memberikan layanan pendidikan supaya lebih efektif dan dinamis.
3. Pelaporan
Sebagai data fisik pelaksanaan layanan kegiatan bimbingan dan konseling, maka perlu
dibuat laporan yaitu :
a. Laporan Bulanan
b. Laporan Semester
c. Laporan Tahunan
Nina L. Suryani, [Link] 33
BAB VI. Penutup
Pada prinsipnya bahwa keberhasilan pelaksanaan program BK ini dipengaruhi oleh :
1. Kemampuan setiap guru pembimbing/konselir menjabarkan program-program
umum ini ke dalam kegiatan mingguan/harian sesuai dengan pembagian tugas
dengan SK Kepala Sekolah.
2. Dukungan sarana dan prasarana yang diperlukan.
3. Dukungan dan bimbingan dari Kepala Sekolah secara terarah dan terpadu.
4. Pemahaman yang tepat dari peserta didik, pendidik/guru kelas dan sekolah tentang
pentingnya layanan BK
5. Kerjasama dari guru pembimbing dibawah tanggung jawab koordinator BK.
Hambatan-hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan janganlah dijadikan alasan untuk
tidak melaksanakan program yang telah direncanakan, tetapi dicarikan jalan keluar yang
baik sehingga program tetap berjalan secara efektif dan efisien.
Mudah-mudahan Program BK ini dapat terlaksanakan secara oprasional dalam
meningaktkan sumber daya manusia, dan semoga Allah SWT memberikan Taufik dan
Hidayah-Nya kepada kita semua.
Amiin.
Mengatahui, Cisarua , September 2024
Kepala Sekolah Kordinator BK/BP
Hj. Papat, [Link] _________________________
NIP. 196812091992032006 NIP.
Nina L. Suryani, [Link] 34
Sumber :
1. Materi dan LK Pelatihan Pelatihan Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar untuk Guru BK melalui
KPPD yang diselenggarakan di Hotel Bogland, Bogor pada tanggal 2-5 September 2024
2. Buku Panduan Implementasi Bimbingan dan Konseling untuk Jenjang Pendidikan Dasar dan
Menengah- Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan_Kemendikbud Ristek RI, 2022
3. [Link]
4. [Link]
2021/08/[Link]/news/landasan-bimbingan-konseling-secara-
fondasional
Nina L. Suryani, [Link] 35