5
BAB II
KAJIAN TEORITIK
2.1 Konsep Analisa Sistem Informasi
Definisi dari Sistem Informasi Jogiyanto Hartono (2005:11) menyatakan
bahwa suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informsi yang
bermanfaat bagi penggunaanya atau sebuah sistem terintegrasi dengan mesin,
untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu
organisasi. Sistem ini telah memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak
komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis data.1
Analisis sistem adalah sebuah istilah yang secara kolektif mendeskripsikan
fase-fase awal pengembangan sistem. Analisis sistem adalah tehnik pemecahan
masalah yang mengurai bagian-bagian komponen dengan mempelajari seberapa
bagus bagian bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai
tujuan mereka. Analisis sistem merupakan tahapan paling awal dari
pengembangan sistem yang menjadi fondasi menentukan keberhasilan sistem
informasi yang dihasilkan nantinya.
Analisis sistem didefinisikan sebagai bagaimana memahami dan
menspesifikasi dengan detail apa yang harus dilakukan oleh sistem. Sementara
sistem desain diartikan sebagai menjelaskan dengan detail bagaimana bagian
bagian dari sistem informasi diimplementasikan. 2
Sistem informasi merupakan kumpulan komponen dalam sebuah
perusahaan yang berhubungan dengan proses penciptaan dan pengaliran
informasi. Keandalan suatu sistem informasi dalam perusahaan terletak pada
keterkaitan antara komponen yang ada sehingga dapat menghasilkan aliran
informasi yang berguna, akurat, terpercaya, detail, cepat, relevan, bagi
kepentingan operasi perusahaan3
1
Haris Kristiawan, analisis dan perancangan sistem informasi pengolahan data kelompok tani
pada uptd dintanbunnakikan kecamatan jiken,2013,jurnal.p.2.
2
hanif al fatta, analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan
dan organisasi modern,(Yogyakarta,andi,2007)
3
Eti Rochaety,dkk. Sistem Informasi Manajemen, Edisi 2, (Jakarta : Mitra Wacana Media, 2013),
p.5
6
2.2 Konsep Perancangan Sistem Informasi
Pengertian Perancangan Menurut Jogiyanto (1999:179) perancangan
mempunyai 2 maksud, yaitu untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem
dan untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pemogram komputer dan
ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.
Pengertian Sistem sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih
komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk menegaskan suatu tujuan.
(Jogiyanto:1985:10).
Menurut Barry E. Cushing (1974:12) Sistem adalah kumpulan dari
elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu4.
Menurut Jhon Burch dan Gary Grund Nitski, perancangan sistem adalah
penggambaran, perencanaan dan pembentukan sketsa atau pengaturan dari
beberapa elemen yang terpisah ke dalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
Sedangkan menurut J.M. Scots, Perancangan Sistem adalah proses
mengkonfirmasikan dari komponen perangkat lunak dan perangkat keras serta
sistem.
Berdasarkan definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa
perancangan sistem atau desain sistem adalah proses pengkonfigurasian dan
menggambarkan elemen-elemen sistem yang ingin diterapkan/diimplementasikan
sebagai kesatuan sistem yang utuh dan berfungsi setelah menganalisa sistem yang
berjalan dan menetapkan kebutuhan fungsional yang ingin dicapai.5
Tujuan Perancangan Sistem
Adapun tujuan yang hendak dicapai dari perancangan sistem yang telah
disebutkan di atas adalah :
4
Hanik Mujiati Sukadi,2015,analisis dan perancangan sistem informasi stok obat pada apotek
arjowinangun.,p.2
5
7
1. untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem.
2. Untuk memberika gambaran yang jelas dan menghasilkan rancang
bangun sistem yang lengkap kepada pemprograman computer dan ahli-
ahli teknik lainnya yang terlibat dalam pengembangan atau pembuatan
sistem.
Untuk mencapai tujuan tersebut, analis sistem harus dapat mencapai
sasaran-sasaran sebagai berikut :
a. Perancangan sistem harus berguna, mudah dipahami dan digunakan.
b. Perancangan sistem harus mendukung tujuan utama perusahaan yang
telah didefinisikan pada tahap perencanaan sistem.
c. Perancangan sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung
pengolahan transaksi, pengolahan informasi, laporan manajemen dan
mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk
tugas-tugas lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer.
d. perancangan sistem harus dapat mempersiapkan rancang sistem dalam
rancang bangun terinci untuk masing-masing komponen dari sistem
informasi yang meliputi :
a. Data dan Informasi.
b. Media Penyimpanan.
c. Prosedur-prosedur, orang-orang.
d. Perangkat keras dan perangkat lunak.
e. Pengendalian intern.
2.3 Konsep Sistem Informasi Manajemen
Mendefinisikan informasi sebagai data yang telah di proses sedemikian
rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data
[Link] adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang
berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini
atau saat mendatang. Dari definisi informasi menurut beberapa pakar tersebut
dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah yang memiliki
arti sehingga berguna bagi penggunanya.
8
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung oprasi,
bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan
bagi pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperkirakan.6
2.3.1 Manfaat Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen dapat digunakan secara efektif untuk
mendukung setiap tingkatan pada proses pengambilan keputusan individu maupun
kelompok dan dapat digunakan juga untuk memperoleh dan menyimpan informasi
yang berkaitan dengan masalah. Sistem informasi manajemen juga dapat
membantu merealisasikan keputusan dalam mengambil dan mengawasi tindakan
serta memberikan umpan balik yang berkaitan dengan hasilnya.
2.3.2 Pengambilan Keputusan dalam Sistem Informasi Manajemen
Pengambilan keputusan adalah proses identifikasi dan pemilihan sekumpulan
tindakan untuk memecahkan masalah tertentu. Adapun langkah-langkah dalam
memecahkan masalah meliput :
1. Investigasi Masalah
Proses pemecahan masalah dimulai apabila masalah itu telah diketahui
kemudian diidentfikasi. Ada tiga aspek yang terpenting dalam investigasi
situasi yaitu perumusan masalah, indentifikasi tujuan keputusan, dan diagnosis
penyebab.
2. Mengembangkan Masalah
Mengembangkan lebih dari suatu alternatif pemecahan masalah adalah lebih
baik daripada hanya menerima suatu alternative.
3. Evaluasi Alternatif dan Mamilih yang Terbaik
Dalam mengevaluasi setiap alternatif, manajer harus mengukur seberapa jauh
efektivitas alternatif tersebut. Apakah alternatif tersebut realistis dalam
6
Viktor Nicolas nore,2013,perancangan sistem informasi penjualan dan pemesanan produk
berbasis web,. P.22
9
kaitannya dengan tujuan dan sumber daya yang ada dalam organisasi, serta
seberapa baik alternatif tersebut akan membantu memecahkan masalah
4. Melaksanakan dan Memantau Keputusan
Dalam melaksanakan keputusan harus mengingat resiko dan ketidakpastian
yang telah diidentifikasi , selain itu juga perlu dipantau apakah pelaksanaan
keputusan sudah berjalan sesuai dengan rencana atau belum.
Berikut ini beberapa definisi sistem informasi manajemen antara lain:
1. Dalam bukunya Principlesof Management Information System karangan
George M. Scott, sistem informasi manajemen adalah kumpulan dari
interaksi-interaksi sistem-sistem informasi yang menyediakan informasi baik
untuk kebutuhan manajerial maupun kebutuhan informasi.
2. Dalam bukunya Accounting Information Systemand Business Organization
karangan Barry E. Custing sistem informasi manajemen adalah kumpulan dari
manusia dan sumber daya modal didalam suatu organisasi yang bertanggung
jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menghasilkan informasi yang
berguna untuk semua tingkatan manajemen didalam kegiatan perencanaan dan
pengendalian.
3. Dalam bukunya Accounting Information System, Theory, and Practise
karangan Frederick H. Wu, sistem informasi manajemen adalah kumpulan-
kumpulan dari sistem-sistem yang menyediakan informasi untuk mendukung
manajemen7.
Dalam bukunya Management Information System Conseptua lFoundations
Structuresand Development karangan Davis, 1983, sistem informasi manajemen
adalah sistem manusia atau mesin untuk mendukung operasi manajemen dan
fungsi pengambilan keputusan suatu organisasi.
2.4 Konsep Pengembangan Sistem
7
Nurlaila, wahyuni, 2011, Sistem Informasi Pengolahan Data Inventory pada Toko Buku studi CV.
Aneka Ilmu Semarang ,Jurnal Teknik Elektro, Juni, Vol.3 No.1 h.46
10
Dalam melakukan pengembangan sistem, penulis menggunakan metode
FAST (Framework for the Application of Systems Techniques) dengan pendekatan
prototyping.
Menurut Whitten (2000:183) : Seperti kebanyakan metodologi komersial,
metodologi FAST hipotesis kita tidak menggunakan pendekatan tunggal pada
analisis sistem. Malahan ia mengintegrasikan semua pendekatan populer yang
diperkenalkan pada paragraph-paragraf terdahulu kedalam satu kumpulan agile
method / metode cerdas. 8
Dari pernyataan diatas jelaslah bahwa metode FAST menggunakan banyak
pendekatan dalam analisis sistem yang merupakan pendekatan populer, sehingga
dengan demikian hasil analisis yang diharapkan akan lebih tajam dan akurat.
FAST dapat dikatakan best practice dari metodologi-metodologi terdahulu.
Output dari metodologi pengembangan mana pun adalah solusi bisnis yang dapat
membantu memecahkan masalah, peluang, dan lain-lain. Metodologi FAST
mendukung sistem pengembangan dan pendukung siklus hidup sistem. Menurut
Whitten (2000:183) bahwa terdapat 8 fase pengembangan dalam metode FAST.
Adapun fase-fase tersebut adalah sebagai berikut :
1. Definisi Lingkup (Scope Definition)
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan informasi yang akan diteliti tingkat
feasibility dan ruang lingkup proyek yaitu dengan menggunakan kerangka
PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, Service).
Hal ini dilakukan untuk menemukan inti dari masalah-masalah yang ada
(problems),
kesempatan untuk meningkatkan kinerja organisasi (opportunity), dan
kebutuhan-kebutuhan baru yang dibebankan oleh pihak manajemen atau
pemerintah (directives).
2. Analisis Permasalahan (Problem Analysis)
Pada tahap ini akan diteliti masalah-masalah yang muncul pada sistem yang
ada sebelumnya. Dalam hal ini yang dihasilkan dari tahapan preliminary
8
[Link] Firdaus,2010, pengembangan sistem informasi manajemen perkuliahan pada
fakultas ilmu komputer universitas sriwijaya,.p.170
11
investigation adalah kunci utamanya. Hasil dari tahapan ini adalah peningkatan
performa sistem yang akan memberikan keuntungan dari segi bisnis
perusahaan. Hasil lain dari tahapan ini adalah sebuah laporan yang
menerangkan tentang problems, causes, effects, dan solution benefits.
3. Analisis Kebutuhan (Requirements Analysis)
Pada tahap ini akan dilakukan pengurutan prioritas dari kebutuhan-kebutuhan
bisnis yang ada. Tujuan dari tahapan ini adalah mengidentifikasi data, proses
dan antarmuka yang diinginkan pengguna dari sistem yang baru.
4. Desain Logis (Logical Design)
Tujuan dari tahapan ini adalah mentransformasikan kebutuhan-kebutuhan
bisnis dari fase requirements analysis kepada sistem model yang akan
dibangun nantinya. Dengan kata lain pada fase ini akan menjawab pertanyaan-
pertanyaan seputar penggunaan teknologi (data, process, interface) yang
menjamin usability, reliability, completeness, performance, dan quality yang
akan dibangun di dalam sistem.
5. Analisis Keputusan (Decision Analysis)
Pada tahap ini akan akan dipertimbangkan beberapa kandidat dari perangkat
lunak dan keras yang nantinya akan dipilih dan dipakai dalam implementasi
sistem sebagai solusi atas problems dan requirements yang sudah didefinisikan
pada tahapan-tahapan sebelumnya.
6. Desain Logis (Physical Design)
Tujuan dari tahapan ini adalah mentransformasikan kebutuhan bisnis yang
direpresentasikan sebagai logical design menjadi physical design yang
nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam membuat sistem yang akan
dikembangkan. Jika di dalam logical design tergantung kepada berbagai solusi
teknis, maka physical design merepresentasikan solusi teknis yang lebih
spesifik.
7. Construction and Testing
12
Setelah membuat physical design, maka akan dimulai untuk mengkonstruksi
dan melakukan tahap uji coba terhadap sistem yang memenuhi kebutuhan-
kebutuhan bisnis dan spesifikasi desain. Basis data, program aplikasi, dan
antarmuka akan mulai dibangun pada tahap ini. Setelah dilakukan uji coba
terhadap keseluruhan sistem, maka sistem siap untuk diimplementasikan.
8. Installation and Delivery
Pada tahap ini akan dioperasikan sistem yang telah dibangun. Tahapan ini akan
dimulai dengan men-deploy software hingga memberikan pelatihan kepada
user mengenai penggunaan sistem yang telah dibangun.
2.5 Konsep FlowMap
Flowmap adalah penggambaran secara grafik dari langkah - langkah dan
urutan-urutan prosedur dari suatu program. Flowmap menolong analis dan
programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih
kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif - alternatif lain dalam
pengoperasian. Flowmap biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah
khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.
’Flowmap merupakan alat bantu konvensional, disebut juga mapping flow
atau process function chart atau diagram aliran dokumen atau diagram sistem
prosedur kerja atau paperwork flowchart9
Simbol Arti
9
Nurlaila, wahyuni, 2011, Sistem Informasi Pengolahan Data Inventory pada Toko Buku studi CV.
Aneka Ilmu Semarang ,Jurnal Teknik Elektro, Juni, Vol. 3 No. 1
13
Multi dokumen
Proses manual
Proses yang dilakukan oleh komputer
Menandakan dokumen yang diarsipkan (arsip manual)
Data penyimpanan
Proses apa saja yang tidak teridentifikasi termasuk
aktivitas fisik
Terminasi yang mewakili simbol tertentu untuk
digunakan pada aliran lain pada halaman yang lain
Terminasi yang menandakan awal dan akhir dari suatu
aliran
Pengambilan keputusan
Pemasukan data secara manual10
2.6 Konsep Data Flow Diagram
10
Andri Kristanto, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Edisi Revisi, (Jogyakarta :
Gaya Media, 2008), p.1-2.
14
Data Flow Diagram (DFD) disebut juga dengan Diagram Arus Data
(DAD). DFD adalah: suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk
menggambarkan: darimana asal data, dan kemana tujuan data yang keluar dari
sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut, dan
interaksi antara data yang tersimpan, dan proses yang dikenakan pada data
tersebut (Kristanto, 2008).11
DFD yang di dalam bahasa Indonesia disebut sebagai DAD (Diagram
Arus Data) memperlihatkan gambaran tentang masukan-proses-keluaran dari
suatu sistem/perangkat lunak, yaitu obyek-obyek data mengalir ke dalam
perangkat lunak, kemudian ditransformasi oleh elemen-elemen pemrosesan , dan
obyek-obyek data hasilnya akan mengalir keluar dari sistem/perangkat lunak (S.
Pressman, 2012). Obyek-obyek data dalam penggambaran DFD biasanya
direpresentasikan menggunakan tanda panah berlabel, dan transformasi-
transformasi biasanya direpresentasikan menggunakan lingkaran-lingkaran yang
sering disebut sebagai gelembung-gelembung (S. Pressman, 2012). DFD pada
dasarnya digambarkan dalam bentuk hirarki, yang pertama sering disebut sebagai
DFD level 0 yang menggambarkan sistem secara keseluruhan sedangkan DFD-
DFD berikutnya merupakan penghalusan dari DFD sebelumnya.
DFD adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk
menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari
sistem,dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan
interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data
tersebut12
Ada dua teknik dasar penggambaran simbol DFD yang umum dipakai:
pertama adalah Gane and Sarson sedangkan yang kedua adalahYourdon and De
Marco. Perbedaan yang mendasar pada teknik tersebut adalah lambang dari
simbol yang digunakan. Gane and Sarson menggunakan lambang segi empat
dengan ujung atas tumpul untuk menggambarkan process dan menggunakan
11
Rita Afyenni,2014, perancangan data flow diagram untuk sistem informasi sekolah (studi
kasus pada sma pembangunan laboratorium),.p.35
12
Andri Kristanto, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Edisi Revisi, (Jogyakarta :
Gaya Media, 2008), p.61
15
lambang segi empat dengan sisi kanan terbuka untuk menggambarkan data store.
Yourdon and De Marco menggunakan lambang lingkaran untuk menggambarkan
process dan menggunakan lambang garis sejajar untuk menggambarkan data
store. Sedangkan untuk simbol external entity dan simbol data flow kedua teknik
tersebut menggunakan lambang yang sama yaitu: segi empat untuk
melambangkan external entity dan anak panah untuk melambangkan data flow.
2.6.1 Kegunaan Masing-masing Simbol pada Data Flow Diagram (DFD)
Ada empat buah simbol pada DFD, yang masing-masingnya digunakan
untuk mewakili (Jogiyanto, 2005):
a. kesatuan luar (External entity) atau boundary (batas sistem), digunakan untuk
menyatakan: suatu kantor, departemen atau divisi dalam perusahaan tetapi di
luar sistem yang dikembangkan; orang atau sekelompok orang di organisasi
tetapi di luar sistem yang sedang dikembangkan; suatu organisasi atau orang
yang berada di luar organisasi misal: langganan, pemasok; sistem informasi
yang lain di luar sistem yang sedang dikembangkan; sumber asli suatu
transaksi; penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem.
b. arus data (Data flow), digunakan untuk menunjukkan arus dari data yang dapat
berupa: masukan untuk sistem ataupun hasil dari proses system. Arus data
sebaiknya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti. Di dalam
menggambarkan arus data di DFD perlu diperhatikan beberapa konsep berikut:
1. Konsep paket dari data (packet of data).
Bila dua atau lebih data mengalir dari suatu sumber yang sama ke tujuan
yang sama, maka dianggap sebagai suatu arus data tunggal.
2. Konsep arus data menyebar (diverging data flow)
Menunjukkan sejumlah tembusan dari arus data yang sama dari sumber
yang sama ke tujuan berbeda.
3. Konsep arus data mengumpul (converging data flow)
16
Menunjukkan beberapa arus data yang berbeda bergabung bersama-sama
menuju ke tujuan yang sama.
4. Konsep sumber dan tujuan arus data
Semua arus data harus dihasilkan dari suatu proses atau menuju ke suatu
proses.
c. arus data (Process), digunakan untuk menunjukkan kegiatan atau kerja yag
dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang
masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang keluar dari proses.
Suatu proses harus menerima arus data dan menghasilkan arus data.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penggambaran DFD:
Proses mempunyai input tapi tidak menghasilkan output (black hole = lubang
hitam).
Proses menghasilkan output tapi tidak pernah menerima input(miracle = ajaib)
d. simpanan data (Data store), digunakan untuk menunjukkan simpanan dari data
yang dapat berupa: suatu file atau database di sistem komputer; suatu arsip atau
catatan manual; suatu kotak tempat data di meja seseorang; suatu tabel acuan
manual; suatu agenda atau buku. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
menggambarkan suatu simpanan data:
1. Hanya proses saja yang berhubungan dengan simpanan data.
2. Arus data yang menuju ke simpanan data dari suatu proses menunjukkan:
proses update. Proses update berupa: menambah atau menyimpan record
baru atau dokumen baru ke dalam simpanan data; menghapus record atau
mengambil dokumen dari simpanan data; mengubah nilai data di suatu
record atau dokumen yang ada di simpanan data
3. Arus data yang berasal dari simpanan data ke suatu proses menunjukkan:
proses tersebut menggunakan data yang ada di simpanan data, berupa:
proses membaca data di disk; proses mengambil formulir atau dokumen
untuk dilihat isinya.
4. Untuk proses update sekaligus proses baca maka dapat digambarkan:
menggunakan satu garis dengan anak panah yang mengarah ke kedua
sisinya secara berlawanan arah atau menggunakan arus data terpisah.
17
2.6.2 Cara Menggambar DFD
Pedoman penggambaran DFD dapat mengikuti langkah berikut ini
(Jogiyanto, 2005):
a. Identifikasi external entity.
b. Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar.
c. Gambarlah terlebih dahulu suatu diagram konteks (context diagram) = top
level Diagram konteks selalu mengandung satu dan hanya satu proses saja.
d. Gambarlah bagan berjenjang (hierarchy chart). Untuk mempersiapkan
penggambaran DFD ke level-level lebih bawah lagi.
e. Gambarlah sketsa DFD untuk overview diagram (level 0).
f. Gambarlah DFD untuk level-level berikutnya (1,2, dst).
g. Gambarlah DFD gabungan semua level.
2.7 Konsep Entity Relationalship Diagram (ERD)
Pengertian ERD Dalam rekayasa perangkat lunak, sebuah Entity-
Relationship Model (ERM) merupakan abstrak dan konseptual representasi
data. Entity-Relationship adalah salah satu metode pemodelan basis data yang
digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model data
semantik sistem. Dimana sistem seringkali memiliki basis data relasional, dan
ketentuannya bersifat top-down.
ERD adalah model konseptual untuk mendeskripsikan hubungan antar
penyimpanan”.(Pohan dan Bahri, 1997)13
Notasi-notasi simbolik yang digunakan dalam Entity Relationship Diagram
adalah sebagai berikut :
a. Entitas, Adalah segala sesuatu yang dapat digambarkan oleh data. Entitas
juga dapat diartikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata
13
Nurlaila, wahyuni, 2011, Sistem Informasi Pengolahan Data Inventory pada Toko Buku studi
CV. Aneka Ilmu Semarang ,Jurnal Teknik Elektro, Juni, Vol. 3 No. 1
18
(eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah,
1999). Ada dua macam entitas yaitu entitas kuat dan entitas lemah. Entitas
kuat merupakan entitas yang tidak memiliki ketergantungan dengan entitas
lainnya. Contohnya entitas anggota. Sedangkan entitas lemah merupakan
entitas yang kemunculannya tergantung pada keberadaaan entitas lain dalam
suatu relasi.
b. Atribut, Atribut merupakan pendeskripsian karakteristik dari entitas. Atribut
digambarkan dalam bentuk lingkaran atau elips. Atribut yang menjadi kunci
entitas atau key diberi garis bawah.
c. Relasi atau Hubungan, Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara
sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.
d. Penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan
entitas dengan atribut dinyatakan dalam bentuk garis.
Tahap pertama pada desain sistem informasi menggunakan model ER adalah
menggambarkan kebutuhan informasi atau jenis informasi yang akan disimpan
dalam database. Teknik pemodelan data dapat digunakan untuk menggambarkan
setiap ontologi (yaitu gambaran dan klasifikasi dari istilah yang digunakan dan
hubungan anatar informasi) untuk wilayah tertentu.
Tahap berikutnya disebut desain logis, dimana data dipetakan ke model data
yang logis, seperti model relasional. Model data yang loguis ini kemudian
dipetakan menjadi model fisik , sehingga kadang-kadang, Tahap kedua ini disebut
sebagai “desain fisik”. Secara umum metodologi ERD sebagai berikut:
a. Menentukan entitas adalah menentukan peran,kejadian,lokasi,hal nyaa dan
konsep dimanapenggunaan untuk menyimpan data.
b. Menentukan relasi adalah menentukan hubungan antar pasangan entitas
menggunakan matriks relasi
c. Gambaran ERD sementara adalah entitas digambarkan dengan kotak dan
relasi digambarkan dengan garis
d. Isu kardininalitas adalah menentukan jumlah kejadian satu entitas untuk
sebuah kejadian pada entitas yang berhubungan.
19
e. Tentukan kunci utama adalah menentukan atribut yang mengidentifikasi satu
dan hanya satu kejadian masing-masing entitas
f. Gambaran ERD berdasarkan kunci utama adalah menghilangkan relasi many
to many dan memasukan primary dan kunci tamu pada masing-masing entitas
g. Menentukan atribut adalah menentukan field – field yang diperlukan sistem
h. Pemetaan atribut adalah memasangkan atribut dengan entitas yang sesuai
i. Gambaran ERD dengan atribut adalah mengatur ERD dan langkah “F”
dengan menambahkan entitas atau relasi yang ditemukan pada langkah “H”
j. Periksa hasil adalah apakah ERD sudah menggambarkan sistem yang akan di
bangun.
2.8 konsep sistem basis data
2.8.1 Pengertian Basisdata (Database)
Menurut Abdul Kadir (2003) Basisdata adalah suatu pengorganisasian
sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk
memperoleh informasi.
Menurut Kusrini dalam bukunya “Stategi Perancangan dan Pengelolaan
Basis Data” (2006:11) menjelaskan bahwa Sistem basis data merupakan
perpaduan antara basis data dan sistem manajemen basis data (SMBD).14
2.8.2 Pengertian Database Management System
Menurut Abdul kadir (2003) Database Management System adalah kumpulan
perangkat lunak yang digunakan untuk menangani semua pengaksesan ke
database. Mempunyai fasilitas membuat, mengakses, memanipulasi, dan
memelihara database. Bertujuan untuk efisiensi dan kenyamanan dalam
memperoleh dan menyimpan informasi dalam database.
2.8.3 Proses Perancangan Basisdata (Database)
a. Perancangan Konseptual (Conseptual)
Tahapan ini merupakan upaya untuk membuat model yang masih bersifat
konsep. Model konseptual bukanlah pendekatan proses informasi seorang
14
haris kristiawan,2013, analisis dan perancangan sistem informasi pengolahan data kelompok tani
pada uptd dintanbunnakikan kecamatan jiken,.p.03
20
programmer aplikasi, tetapi merupakan kombinasi beberapa cara untuk
memproses data untuk beberapa aplikasi. (Connoly & Begg, 2004). 15
b. Perancangan Logis (Logical)
Tahap ini merupakan tahap untuk memetakan model konseptual ke model
basis data yang akan dipakai (modal relasional, hirarkis, atau jaringan).
c. Perancangan Fisik (Physical)
Tahap ini merupakan proses memproduksi deskripsi implementasi basis
data pada penyimpanan sekunder, mendeskripsikan struktur-struktur
penyimpanan dan metode-metode pengaksesan dalam meningkatkan
efektifitas pengaksesan.
2.9 Konsep Masalah Fokus Masalah Objek Penelitian
2.9.1 Sistem Informasi Nilai
Untuk mengetahui peningkatan mutu dari pelaksanaan pendidikan di
sekolah maka sekolah selalu harus selalu mengadakan penilaian terhadap proses
pelaksanaan pendidikan di sekolah secara rutin. Demikian pula seorang guru
dalam tugasnya sebagai pengajar dan pendidik secara rutin harus mengadakan
penilah terhadap anak didiknya mengalami kemunduran dalam belajar atau
mengalami peningktan dalam belajar. Dalam sebuaj pengimputan data nilai sangat
dibutuhkan keefektifan maupun keefesienan dalam menghasilkan sebuah
informasi. Mengingat tekhnologi merupakan salah satu penting yang dapat
mendorong keunggulan bersaing pendidikan mengoptimalkan sarana dan
prasarana yang ada di dalam lingkungan sekolah. Dengan adanya pelayanan yang
tepat dan akurat akan menunjang kelancaran proses belajar mengajar merupakan
pelayanan yang baik kepada siswa, guru dan masyarakat.
2.9.2 Sistem Informasi Pengolahan Data Nilai
Sistem informasi pengolahan nilai adalah sistem yang menyajikan
informasi yang teradi selama proses pengolahan data nilai berlangsung dimana
informasi akan digunakan oleh bagian-bagian yang berkepentingan data nilai.
15
Nur Aeni Hidayah,2009, analisis dan perancangan sistem informasi penjualan kredit koperasi
wira karyawan,p.,59
21
Pengolahan data adalah manipulasi data kedalam bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti dari kejadian berupa sistem informasi. Untuk melakukan
pengolahan data dilakukan dalam bentuk tiga tahapan yaitu Input,proses, dan
output sementara pengolahan nilai siswa adalah nilai siswa yang akan diolah
berupa nilai harian,nilai mid semester,nilai akhir,dan nilai sebagainya. Untuk
medapatkan akhir nilai siswa dengan menggunakan alat bantu berupa sistem
informasi baik berbentuk desktop maupun untuk mempermudah dalam melakukan
input, proses, dan output
2.9.3 Nilai Raport
Raport adalah laporan hasil belajar siswa selama periode tertentu yang di
implementasikan dalam bentuk nilai sekelompok mata pelajaran dengan disertai
penilaian kepribadian, sikap dan tingkah laku. Periode yang dimasukan adalah
periode atau jenjang yang berupa periode semesteran (6 bulan)
2.9.4 Pengolahan Data Nilai
Nilai adalah konsepsi (tersurat atau tersirat, yang sifatnya membedakan
individu atau ciri-ciri kelompok) dari apa yang diinginkan, yang mempengaruhi
tindakan pilihan terhadap cara, tujuan antar dan tujuan akhir. Definisi ini
berimplikasi terahadap pemaknaan nilai-nilai budaya, seperti yang diungkapkan
oleh brameld dalam bukunya tentang landasan-landasan budaya pendidikan. Dia
mengungkapkan ada enam implikasi terpenting yaitu sebagai berikut :
a. Nilai merupakan konstruk yang melibatkan proses kognitif (logis dan
rasional) dan proses ketertarikan dan penolakan menurut kata hati.
b. Nilai selalu berfungsi secara potensial, tetapi tidak selalu bermakna apabila
diverbalisasi.
22
c. Apabila hal itu berkenaan dengan budaya, nilai diungkapkan dengan cara
unik oleh individu atau kelompok.
d. Karena kehendak tertentu dapat bernilai atau tidak, maka perlu diyakini
bahwa pada dasarnya disamakan (aquated) dari pada diinginkan, ia
didefinisikan berdasarkan keperluan sistem kepribadian dan sosial budaya
untuk mencapai keteraturan dan menghargai orang lain dalam kehidupan
sosial
e. Pilihan diantara nilai-nilai alternative dibuat dalam konteks ketersedian
tujuan antara (means) dan tujuan akhir (ends).
f. Nilai itu ada, ia merupakan fakta alam,manusia,budaya,dan pada saat yang
sama ia adalah norma-norma yang telah disadari.16
2.10 Kerangka Teoritik
POKOK PERMASALAHAN
1. Dalam pelaksanaan pengolahan nilai raport masih memanfaatkan sistem pengolah angka
16
Wikipedia Indonesia,”nilai”,http//[Link]/wiki/nilai,2015
sehingga prosesnya pengolahan nilai raport kurang efektif.
2. Pengolah data yang masih belum menggunakan sistem yang terpadu dan belum
menggunakan database secara optimal menjadi kendala dalam pengelola data-data
pengolahan nilai raport pada SMA Negeri 2 Kota Serang.
23
JUDUL PENELITIAN
Analisa Dan Perancangan Sistem Penilaian Raport Dengan Menggunakan Tools Diagram Arus
Data Pada Sma Negeri 2 Kota Serang
LANGKAH PENYELESAIAN
1. Dengan perancangan usulan sistem informasi ini memberikan solusi kepada user
mengenai pengolahan data. Sistem informasi ini dapat mengolah data menjadi lebih
efektif,menjadi lebih mudah dan cepat serta efesien dalam biaya, selain itu data yang
disimpan dalam sistem ini menjadi teratur dan tertata rapih karna mengguakan data base.
2. Dengan menggunakan aplikasi sistem informasi pengolahan nilai raport, permasalahan
yang penulis sebutkan pada identifikasi masalah dapat terpecahkan meminimalisir
2.11 Hasil Penelitian Yang Relafan
kesalahan pada penginputan data nilai raport. (human eror)
24
Pada studi penelitian yang sejenis ini, penulis mengambil hasil penelitian
untuk dijadikan referensi sebagai bahan perbandingan dengan skripsi yang akan
dilakukan penulis.
Pertama yaitu ahmad syarifudin (2015) “sistem informasi pengolahan data
nilai siswa menggunakan model waterfall pada SMK bina bangsa. Mahasiswa
jurusan tekhnik informatika STMIK antar bangsa. Kekurangan yang dapat dilihat
dalam karya ilmiah ini adalah sistem menggunakan waterfall, setiap proses yang
dilakukan cenderung panjang dan juga lama. Biayanya pun sangat mahal dan
membutuhkan banyak riset dan juga penelitian pendukung untuk mengembangkan
sistem ini. Adapun kelebihan yang dilihat dalam penulisan karya ilmiah ini adalah
sistem pengolahan nilai siswa meningkatkan waktu dan efektifitas kerja dari
pengolahan nilai siswa.
Selanjutnya Susy Kusuma Wati (2013), “sistem informasi pengolahan data
nilai siswa berbasis web pada SMK PGRI 1 pacitan”. Mahasiwa jurusan tekhnik
informatika di fakultas tekhnilogi informatika Universitas Surakarta. Kekurangan
yang dapat dilihat dalam penulisan ilmiah ini adalah sistem ini menggunakan
pemograman terstruktur, sehingga menyulikan pengembangan saat terjadi
perubahan blok-blok kode awal. Sistem ini tidak menyediakan layanan
komunikasi anta wali murid dan wali kelas. Adapun kelebihannya yang di lihat
dala penulisan karya ilmiah ini adalah sistem ini menyediakan layanan melihat
raport online untuk siswa dan wali murid. Format laporan raport online sesuai
dengan raport aslinya, disediakan juga untuk mencetak raport.
Kemudian Ibnu Dwi Pratama (2012) Analisi Dan Perancangan Sistem
Informasi Nilai Pada SMK Muhamadiyah 1 Bantul. Masiswa jurusan teknik
informatika di fakultas tekhik informatika amikom Yogyakarta. Kekurangan dapat
dilihat dalam penulisan ilmiah ini adalah penerapan sistem yang baru berjalan
dengan baik dan lancar apabila semua pihak yang terkait mendukung penerapan
sistem ini.