Modul Ajar Deep Learning SD Kelas 4
Modul Ajar Deep Learning SD Kelas 4
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : Elda Yuliana Gultom, S. Pd
• Satuan Pendidikan : SDN No 100404 Aek Haminjon
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
• Fase :B
• Kelas/Semester : 4/1
• Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu untuk
membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu hal baru
yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak? Mengapa
penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut menjaga
kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih awal
supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita perlu tidur
yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap hari!"
Tujuan Pembelajaran:
G. Model Pembelajaran
• Model: PBL (Project-Based Learning) dipadukan dengan Discovery
Learning.
• Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, simulasi, dan
penugasan.
• Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan berfokus pada pemahaman
konsep yang mendalam, koneksi antarmateri, aplikasi dalam konteks nyata,
serta pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (analisis, sintesis,
evaluasi).
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):
• "Coba pejamkan mata sebentar, apa suara yang paling jelas kalian dengar di
ruangan ini? Apa artinya suara itu?"
• "Menurut kalian, apa manfaatnya kita mendengarkan cerita atau informasi dari
orang lain? Apa yang bisa kita pelajari?"
• "Bagaimana perasaan kalian saat berhasil memahami isi cerita yang panjang
dan rumit?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.
Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa untuk melakukan peregangan
ringan agar tubuh dan pikiran segar.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi pengalaman
singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru menampilkan
sebuah gambar atau memutar cuplikan suara singkat (misalnya suara alam,
suara kota ramai, atau potongan dialog film anak-anak) dan mengajak siswa
untuk menyimak dengan seksama. Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(sesuai bagian H) untuk membangun koneksi dengan pengalaman siswa dan
memicu rasa ingin tahu.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya menyimak untuk memahami
ide pokok dan makna dari sebuah cerita atau informasi yang didengar. Guru
menghubungkan tujuan ini dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saat
mendengarkan nasihat orang tua atau berita di televisi.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa menyimak bukan hanya mendengar, tetapi
juga memahami dan memaknai. Keterampilan menyimak yang baik akan
membantu mereka tidak hanya dalam pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga dalam
berkomunikasi sehari-hari, memahami instruksi, dan memperoleh informasi dari
berbagai sumber. Mereka akan menyadari bahwa setiap cerita memiliki pesan dan
nilai yang dapat diambil untuk kehidupan, serta pentingnya menghubungkan apa
yang didengar dengan pengalaman pribadi.
Teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan sebuah peristiwa atau kejadian,
baik itu nyata maupun fiksi. Contohnya adalah dongeng, cerita rakyat, legenda, atau
pengalaman pribadi. Ketika menyimak teks narasi, kita tidak hanya mencari ide
pokok, tetapi juga mencoba memahami alur ceritanya (apa yang terjadi di awal,
tengah, dan akhir), siapa saja tokohnya, di mana cerita itu terjadi (latar), dan
masalah apa yang dihadapi serta bagaimana cara mengatasinya. Semua detail ini
membantu kita membangun gambaran utuh tentang cerita di dalam pikiran kita.
Setelah menyimak sebuah teks narasi dengan baik, kita bisa lebih dari sekadar
memahami ceritanya. Kita juga bisa menemukan pesan moral atau nilai-nilai baik
yang ingin disampaikan oleh cerita tersebut. Misalnya, cerita tentang Kancil dan
Buaya mungkin mengajarkan kita tentang kecerdikan, atau cerita tentang Maling
Kundang mengajarkan tentang pentingnya menghormati orang tua. Selain itu,
menyimak juga melatih kita untuk mengemukakan pendapat. Kita bisa memikirkan
"Apakah saya setuju dengan tindakan tokoh itu?", "Bagaimana kalau ceritanya
berakhir lain?", atau "Apa pelajaran yang bisa saya ambil dari cerita ini?". Dengan
demikian, menyimak membantu kita menjadi pendengar yang kritis dan mampu
menghubungkan cerita dengan kehidupan nyata.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal paling menarik yang saya pelajari tentang menyimak hari ini?"
2. "Bagian mana dari kegiatan menyimak dan memahami cerita yang paling
saya pahami? Bagian mana yang masih perlu saya latih?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika tidak, bagian mana
yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?"
3. "Bagaimana saya dapat lebih memotivasi siswa yang masih kesulitan dalam
menyimak atau mengungkapkan pendapat mereka?"
Nama Anggota:
Pertanyaan Diskusi:
1. Apa judul dari teks narasi yang kalian dengar?
2. Siapa saja tokoh utama dalam cerita ini?
3. Di mana (latar) cerita ini sebagian besar terjadi?
7. Sebutkan satu pesan moral atau nilai baik yang bisa kalian ambil dari cerita
ini. Jelaskan mengapa kalian memilih pesan moral tersebut.
8. Jika kalian adalah salah satu tokoh dalam cerita, tindakan apa yang akan
kalian lakukan secara berbeda? Mengapa?
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Kriteria Skala 1 Skala 5
Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaia (Sangat (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
n Kurang) Baik)
Mampu
Mampu
mengident Mampu
Tidak Hanya mengident
ifikasi ide mengiden
dapat mampu ifikasi ide
pokok dan tifikasi ide
mengiden mengiden pokok dan
Pemaha sebagian pokok
tifikasi ide tifikasi seluruh
man Ide besar dan
pokok sebagian informasi
Pokok informasi sebagian
dan kecil ide penting
& Isi penting, besar
informasi pokok dengan
Cerita namun informasi
penting dan sangat
ada penting
dalam informasi akurat dan
beberapa dengan
cerita. penting. mendalam
yang akurat.
.
terlewat.
Analisis Tidak Mampu Mampu Mampu Mampu
Pesan mampu menemuk menemuk menemuk menemuk
Moral menemuk an pesan an dan an dan an dan
an atau moral, menjelask menjelas menjelask
menjelas tetapi an pesan kan an pesan
kan penjelasa moral pesan moral
pesan nnya dengan moral dengan
moral dari tidak cukup dengan sangat
jelas dan
jelas,
relevan,
jelas, relevan,
relevan serta
namun mendalam
atau memberik
cerita. kurang , dan
kurang an alasan
mendalam memberik
jelas. yang
. an contoh
masuk
aplikasi.
akal.
Keterlib Tidak Sesekali Berpartisi Berpartisi Selalu
atan aktif berpartisi pasi aktif pasi aktif berpartisip
dalam berpartisi pasi, dalam dan asi aktif,
Diskusi pasi namun diskusi, konstrukti memberik
Kelomp dalam sering mendenga f, an ide-ide
Kriteria Skala 1 Skala 5
Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaia (Sangat (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
n Kurang) Baik)
ok diskusi tidak rkan, dan mendeng orisinal,
(Kolabo kelompok fokus memberik arkan sangat
rasi) dan atau an dengan kolaboratif
kurang mendomi kontribusi baik, , dan
mendeng nasi yang serta membantu
arkan diskusi. cukup. mendoro anggota
anggota ng lain
lain. partisipas mencapai
i anggota tujuan.
lain.
Mampu
Mampu Mampu mengemu
mengemu mengemu kakan
Tidak Mampu
kakan kakan pendapat
mampu mengemu
Kemam pendapat pendapat dengan
mengemu kakan
puan dengan dengan sangat
kakan pendapat,
Berpen alasan jelas, jelas,
pendapat tetapi
dapat yang logis, dan logis,
atau alasanny
(Penala cukup didukung kritis, dan
alasan a kurang
ran jelas, oleh mampu
yang kuat atau
Kritis) meskipun alasan memperta
tidak tidak
terkadang yang kuat hankan
logis. relevan.
masih dari argumenn
ragu. cerita. ya dengan
baik.
Presentasi
Presenta sangat
Presenta Presentasi
si terstruktur,
Presenta si kurang cukup
terstruktu jelas,
Present si tidak terstruktu terstruktur
r dengan komunikati
asi terstruktu r dan ada , jelas,
baik, f,
Kelomp r, tidak beberapa dan
jelas, dan disampaik
ok jelas, dan bagian penyampa
disampai an dengan
(Komun kurang yang iannya
kan sangat
ikasi) percaya tidak jelas cukup
dengan percaya
diri. atau percaya
percaya diri, dan
gagap. diri.
diri. melibatkan
audiens.
Total Skor: /25
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
mendalam, menghubungkan konsep-konsep, dan menerapkan pengetahuan
dalam berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Ide Pokok: Gagasan utama atau inti dari sebuah paragraf, teks, atau pesan
yang disampaikan.
3. Teks Narasi: Jenis teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian
secara berurutan dari waktu ke waktu, baik fiksi maupun nonfiksi.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Haryono, D. (2018). Teknik Menulis Kreatif: Panduan Praktis untuk Penulis
Pemula. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
3. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Mengetahui
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : Elda Yuliana Gultom, S. Pd
• Satuan Pendidikan : SDN No 100404 Aek Haminjon
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
• Fase :B
• Kelas/Semester : 4/1
• Alokasi Waktu : 18 JP
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu untuk
membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu hal baru
yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak? Mengapa
penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut menjaga
kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih awal
supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita perlu tidur
yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap hari!"
Capaian Pembelajaran:
• ELEMEN: Membaca dan Memirsa
• Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf
yang telah dikenali dengan fasih. Peserta didik mampu memaknai kosakata
baru dan/atau kosakata Bahasa Indonesia serapan dari bahasa daerah dari
teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa mengenai hal-hal menarik di
lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi
tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak
atau elektronik. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide
pendukung pada teks informatif dan teks narasi. Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Membaca kata-kata baru dengan kombinasi huruf yang telah dikenali secara
fasih.
2. Memaknai kosakata baru dan/atau kosakata serapan dari bahasa daerah
dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa.
3. Mengidentifikasi pesan dan informasi penting dari teks informatif, narasi,
dan puisi anak yang dibaca atau dipirsa.
4. Menentukan ide pokok dan ide pendukung dari teks informatif dan teks
narasi yang dibaca atau dipirsa.
5. Menghubungkan informasi yang diperoleh dari teks atau tayangan dengan
kehidupan sehari-hari atau pengalaman pribadi.
6. Menyajikan kembali informasi atau ringkasan cerita dari teks narasi atau
tayangan dalam bentuk lisan atau tulisan dengan bahasa sendiri.
1. Buku bacaan (cerita rakyat, fabel, puisi anak, teks informatif sederhana).
2. Perangkat pemirsa (TV/layar proyektor, laptop/komputer) untuk tayangan
video/gambar.
3. Media cetak (majalah anak, koran anak, poster informatif).
4. Alat tulis dan buku catatan siswa.
5. Kartu kosakata atau flashcard bergambar.
G. Model Pembelajaran
H. Pertanyaan Pemantik
• "Mengapa penting bagi kita untuk benar-benar fokus saat membaca atau
melihat sesuatu?"
• "Menurut kalian, apa gunanya kita memahami isi buku atau tayangan yang
kita lihat? Apa yang bisa kita pelajari dari sana?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.
Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan peregangan
ringan atau ice breaking singkat untuk membangkitkan semangat.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi pengalaman
singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru menampilkan
sebuah gambar misterius atau cuplikan video singkat (misalnya tentang suatu
peristiwa di lingkungan sekitar atau adegan dari cerita yang menarik) tanpa
suara atau teks. Guru meminta siswa untuk memperhatikan dengan seksama
dan mengajukan pertanyaan pemantik (sesuai bagian H) untuk membangun
rasa ingin tahu tentang pentingnya membaca dan memirsa.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya membaca dan memirsa untuk
memahami informasi, menemukan ide pokok, dan mengambil pesan dari
berbagai jenis teks atau tayangan. Guru menghubungkan tujuan ini dengan
kehidupan sehari-hari, misalnya saat membaca petunjuk permainan atau
menonton berita di TV.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa membaca dan memirsa bukan sekadar
melihat atau melafalkan kata, melainkan proses aktif untuk mencari,
memahami, dan memaknai informasi. Mereka akan menyadari bahwa informasi
ada di mana-mana (buku, TV, internet, lingkungan sekitar) dan memiliki kekuatan
untuk membantu mereka belajar hal baru, memecahkan masalah, serta memahami
dunia di sekitar mereka. Keterampilan ini penting untuk menjadi pembelajar seumur
hidup yang mandiri dan kritis dalam menerima informasi.
Membaca fasih berarti membaca dengan lancar, tepat, dan ekspresif. Ini penting
agar kita bisa memahami apa yang kita baca. Sama pentingnya dengan membaca
fasih, kita juga perlu memahami kosakata. Kosakata adalah kumpulan kata-kata
yang kita ketahui dan gunakan. Semakin banyak kosakata yang kita miliki, semakin
mudah kita memahami berbagai jenis teks. Ketika menemukan kata baru, kita bisa
menjadi "detektif kata" dengan melihat kalimat di sekitarnya untuk menebak
maknanya, atau mencari di kamus. Memahami kosakata juga termasuk memahami
kata-kata serapan dari bahasa daerah, yang akan memperkaya pengetahuan kita
tentang kekayaan bahasa Indonesia.
Setelah kita mampu membaca fasih, memahami kosakata, serta menemukan ide
pokok dan informasi penting, langkah selanjutnya adalah memaknai dan
menghubungkan apa yang kita baca atau mirsa dengan kehidupan kita. Teks narasi,
seperti dongeng atau cerita rakyat, seringkali mengandung pesan moral atau
nilainilai baik yang bisa kita pelajari untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Teks
informatif memberikan kita pengetahuan yang bisa kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari, misalnya tentang cara merawat tumbuhan atau menjaga kebersihan.
Dengan demikian, membaca dan memirsa tidak hanya menambah pengetahuan,
tetapi juga membantu kita berpikir kritis dan menjadi warga negara yang peduli.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara membaca
atau memahami tayangan hari ini?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika tidak, bagian mana
yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?"
3. "Bagaimana saya dapat lebih memotivasi siswa untuk gemar membaca dan
memirsa berbagai jenis informasi secara mandiri di luar jam pelajaran?"
Nama Anggota:
Tugas Kelompok: Proyek "Majalah Kelas Kita" Petunjuk:
1. Pilihlah salah satu topik dari daftar yang diberikan guru (misalnya: Pentingnya
Menjaga Kebersihan Lingkungan, Makanan Sehat Favoritku, atau Permainan
Tradisional di Daerahku).
3. Baca dan pahami informasi yang kalian temukan. Garisbawahi kata-kata baru
dan coba maknainya.
4. Identifikasi ide pokok dan informasi penting dari setiap sumber yang kalian
baca.
5. Sajikan informasi tersebut dalam bentuk poster informatif, buletin sederhana,
atau presentasi mini dengan bahasa kalian sendiri. Gunakan gambar atau
ilustrasi yang menarik.
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan pengetahuan dalam
berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Membaca Fasih: Kemampuan membaca dengan lancar, tepat dalam
melafalkan kata, dan sesuai dengan intonasi yang benar.
3. Teks Informatif: Jenis teks yang bertujuan untuk memberikan fakta, data,
atau informasi objektif kepada pembaca tentang suatu topik.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Tarigan, H. G. (2015). Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Mengetahui
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : Elda Yuliana Gultom, S. Pd
• Satuan Pendidikan : SDN No 100404 Aek Haminjon
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
• Fase :B
• Kelas/Semester : 4/2
• Alokasi Waktu : 18 JP
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu untuk
membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu hal baru
yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak? Mengapa
penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut menjaga
kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih awal
supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita perlu tidur
yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap hari!"
Capaian Pembelajaran:
• ELEMEN: Berbicara dan Mempresentasikan
• Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur
yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks.
Peserta didik mampu terlibat secara aktif dalam suatu percakapan dan diskusi
sesuai tata cara. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi
yang dibaca atau didengar dari teks narasi mengenai hal-hal menarik di
lingkungan sekitar. Tujuan Pembelajaran:
1. Cermin kecil atau cermin dinding untuk latihan ekspresi dan gestur.
2. Mikrofon mainan atau alat peraga mikrofon untuk latihan volume suara.
3. Kartu situasi atau gambar-gambar ilustrasi untuk memancing percakapan
dan cerita.
4. Teks narasi (cetak atau digital) yang menarik dan sesuai usia siswa.
5. Papan tulis/Whiteboard dan spidol/kapur.
G. Model Pembelajaran
H. Pertanyaan Pemantik
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.
Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan peregangan
ringan atau ice breaking singkat yang melibatkan suara atau gerakan
(misalnya, membuat suara hewan atau menirukan ekspresi wajah) untuk
menyiapkan diri.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi pengalaman
singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru memutarkan
cuplikan video singkat tentang seseorang yang sedang berbicara atau
berpresentasi (bisa kartun atau cuplikan berita anak-anak). Guru mengajak
siswa mengamati gesture, ekspresi wajah, volume, dan intonasi pembicara.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (sesuai bagian H) untuk membangun
kesadaran akan pentingnya berbicara dan mempresentasikan dengan baik.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya berbicara dengan santun,
jelas, dan percaya diri, serta bagaimana menceritakan kembali sesuatu yang
telah dibaca atau didengar. Guru menghubungkan tujuan ini dengan
kehidupan sehari-hari, misalnya saat bercerita pengalaman kepada teman,
atau berbicara di depan kelas.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)
K. Pemahaman Bermakna
Berbicara bukan hanya tentang mengeluarkan suara, tetapi juga tentang bagaimana
suara itu disampaikan. Ada beberapa hal penting agar apa yang kita sampaikan
mudah dipahami dan orang lain senang mendengarnya. Pertama, gunakanlah
pilihan kata yang santun. Kata-kata santun adalah kata-kata yang baik, sopan, dan
tidak menyakiti perasaan orang lain. Kedua, perhatikan volume suara. Volume suara
harus pas, tidak terlalu keras (seperti berteriak) dan tidak terlalu pelan (seperti
berbisik), agar semua orang bisa mendengar. Ketiga, gunakan intonasi yang tepat.
Intonasi adalah naik turunnya nada suara kita, yang bisa menunjukkan apakah kita
bertanya, senang, atau sedang bersemangat. Terakhir, perhatikan sikap tubuh atau
gestur. Gerakan tangan, ekspresi wajah, dan cara kita berdiri juga bisa membantu
menyampaikan pesan dan membuat kita terlihat lebih percaya diri.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara berbicara
atau menceritakan sesuatu hari ini?"
2. "Bagian mana dari kegiatan berbicara dan presentasi yang paling saya
pahami dengan baik? Bagian mana yang masih saya rasa sulit dan perlu saya
latih lagi?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik untuk sebagian besar
siswa? Jika tidak, bagian mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan
berikutnya atau dalam remedial?"
2. Carilah informasi lebih lanjut tentang hal tersebut (misalnya, bertanya kepada
orang tua, mengamati, atau mencari di buku/internet jika ada).
3. Siapkan cerita atau informasi yang akan kamu sampaikan dalam bentuk
presentasi singkat (2-3 menit) di depan kelas. Kamu boleh membawa gambar
atau benda yang berhubungan dengan ceritamu.
4. Saat presentasi, perhatikan pilihan kata yang santun, volume suara yang
pas, intonasi yang tepat, dan sikap tubuh/gestur yang mendukung
ceritamu.
5. Berlatihlah di rumah sebelum maju ke depan kelas.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
| Kriteria Penilaian | Skala 1 (Sangat Kurang) | Skala 2 (Kurang) | Skala 3 (Cukup) |
Skala 4 (Baik) | Skala 5 (Sangat Baik) |
| :--------------------------------
| :-------------------------------------------------------------------------------------------
|--------------------------------------------------------------------------------------------- |
:------------------------------------------------------------------------------------------------------- | :-----
| :-------------------------------
_---------------------------------------------------------------------------------
|
| Pilihan Kata & Kesantunan Berbicara | Menggunakan pilihan kata yang sering
kurang santun atau tidak sesuai konteks. | Terkadang menggunakan pilihan kata
yang kurang santun atau kurang tepat. | Menggunakan pilihan kata yang cukup
santun dan sesuai konteks. | Menggunakan pilihan kata yang santun dan tepat
sesuai konteks secara konsisten. | Menggunakan pilihan kata yang sangat santun,
tepat, dan variatif, menunjukkan pemahaman mendalam. |
| Volume & Intonasi Suara | Volume terlalu pelan/keras atau intonasi monoton,
sehingga sulit dipahami. | Volume atau intonasi kurang stabil, kadang sulit dipahami.
| Volume dan intonasi cukup baik, meskipun ada beberapa bagian yang kurang
tepat. | Volume dan intonasi tepat, jelas, dan sesuai dengan pesan yang
disampaikan. | Volume dan intonasi sangat tepat, jelas, ekspresif, dan membuat
audiens tertarik. |
| Sikap Tubuh/Gestur | Sikap tubuh kaku, kurang interaktif, atau gestur tidak
mendukung pesan. | Sikap tubuh kurang luwes, gestur kadang tidak sesuai. | Sikap
tubuh cukup baik, gestur sederhana yang mendukung pesan. | Sikap tubuh luwes,
gestur natural, dan mendukung pesan secara efektif. | Sikap tubuh sangat luwes,
gestur ekspresif, dan sangat efektif dalam memperkuat pesan. |
| Keterlibatan dalam Diskusi (Kolaborasi) | Tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi
kelompok dan kurang mendengarkan anggota lain. | Sesekali berpartisipasi, namun
sering tidak fokus atau mendominasi diskusi. | Berpartisipasi aktif dalam diskusi,
mendengarkan, dan memberikan kontribusi yang cukup. | Berpartisipasi aktif dan
konstruktif, mendengarkan dengan baik, serta mendorong partisipasi anggota lain. |
Selalu berpartisipasi aktif, memberikan ide-ide orisinal, sangat kolaboratif, dan
membantu anggota lain mencapai tujuan. |
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan pengetahuan dalam
berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Intonasi: Nada bicara yang naik turun saat mengucapkan kalimat, yang dapat
mengubah makna atau menunjukkan emosi.
3. Gestur: Gerakan tubuh, terutama tangan dan kepala, yang digunakan untuk
membantu menyampaikan pesan atau mengekspresikan diri saat berbicara.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Nurhadi. (2004). Dimensi-dimensi Pembelajaran Bahasa. Jakarta: Bumi
Aksara.
3. Tarigan, H. G. (2013). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Mengetahui
A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : Elda Yuliana Gultom, S. Pd
• Satuan Pendidikan : SDN No 100404 Aek Haminjon
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
• Fase :B
• Kelas/Semester : 4/2
• Alokasi Waktu : 18 JP
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu untuk
membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu hal baru
yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak? Mengapa
penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut menjaga
kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih awal
supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita perlu tidur
yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap hari!"
Capaian Pembelajaran:
• ELEMEN: Menulis
• Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana dengan rangkaian
kalimat yang beragam dan informasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan
sekitar. Peserta didik mampu menggunakan kaidah sederhana kebahasaan
dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai
dengan konteks. Peserta didik terampil menulis kalimat dalam tulisan Latin
dan tegak bersambung. Tujuan Pembelajaran:
G. Model Pembelajaran
H. Pertanyaan Pemantik
• "Ketika kita menulis, apakah kita hanya asal menulis saja, atau kita harus
memikirkan apa yang ingin kita sampaikan agar orang lain mengerti?"
• "Menurut kalian, mengapa penting bagi kita untuk bisa menulis dengan baik
dan benar? Apa manfaatnya bagi masa depan kita?"
• "Bagaimana perasaan kalian saat berhasil menulis sebuah cerita atau puisi
yang bagus dan teman-teman kalian menyukainya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.
Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan "senam jari" ringan
untuk menyiapkan tangan mereka menulis.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi pengalaman
singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru menampilkan
sebuah benda sederhana (misalnya pensil, bunga, atau mainan) dan meminta
siswa untuk memikirkannya sejenak. Kemudian, guru bertanya: "Kalau kalian
ingin menggambarkan benda ini kepada teman yang tidak pernah melihatnya,
bagaimana kalian menuliskannya agar dia bisa membayangkannya?" Guru
mengajukan pertanyaan pemantik (sesuai bagian H) untuk membangun
kesadaran akan kekuatan tulisan.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya menulis dengan jelas, benar,
dan beragam untuk menyampaikan ide dan informasi. Guru menghubungkan
tujuan ini dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saat menulis catatan,
membuat jadwal, atau menceritakan pengalaman di buku harian.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa menulis adalah cara yang kuat untuk
mengungkapkan ide, perasaan, dan berbagi informasi dengan orang lain,
bahkan dengan mereka yang tidak ada di dekat kita. Mereka akan menyadari
bahwa menulis bukan hanya tentang keindahan tulisan tangan, tetapi juga tentang
kejelasan pesan, penggunaan bahasa yang tepat, dan kemampuan untuk merangkai
pikiran menjadi sebuah karya. Pemahaman ini akan menumbuhkan kepercayaan diri
mereka dalam berkomunikasi secara tertulis dan melihat menulis sebagai alat yang
kreatif dan bermanfaat.
Agar tulisan kita mudah dipahami, kita perlu memilih kata-kata yang tepat. Salah
satunya adalah menggunakan kosakata denotatif, yaitu kata-kata yang memiliki
makna sebenarnya, bukan makna kiasan. Misalnya, kata "pohon" secara denotatif
berarti tumbuhan berbatang kayu. Selain itu, ada kaidah kebahasaan sederhana
yang wajib kita perhatikan, seperti penggunaan huruf kapital pada awal kalimat dan
nama orang/tempat, serta tanda baca seperti titik (.) di akhir kalimat. Ejaan yang
benar juga sangat penting agar tulisan kita tidak menimbulkan salah paham. Dengan
memperhatikan hal-hal ini, tulisan kita akan menjadi jelas, akurat, dan mudah dibaca
oleh siapa pun.
Menulis yang baik juga berarti memiliki tulisan tangan yang rapi dan terbaca. Di
sekolah dasar, kita belajar dua jenis tulisan tangan: tulisan Latin (cetak) dan tulisan
tegak bersambung. Keduanya memiliki fungsi dan keindahan masing-masing.
Tulisan Latin lebih sering kita lihat di buku dan media cetak, sedangkan tulisan tegak
bersambung membantu kita menulis lebih cepat dan sambung-menyambung.
Penting untuk terus berlatih keduanya agar tangan kita terbiasa menulis dengan
rapi, sehingga ide-ide hebat yang ada di kepala kita bisa tersampaikan dengan baik
di atas kertas. Menulis adalah kekuatan yang luar biasa untuk berbagi dunia kita
dengan orang lain.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara menulis
hari ini?"
2. "Bagian mana dari proses menulis yang paling saya pahami dengan baik?
Bagian mana yang masih saya rasa sulit dan perlu saya latih lagi?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik untuk sebagian besar
siswa? Jika tidak, bagian mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan
berikutnya atau dalam remedial?"
Kelas:
Proyek Akhir: Menulis "Buku Harian Petualanganku" atau "Majalah Sains Mini"
Petunjuk:
1. Pilih salah satu dari dua pilihan proyek:
Pilih satu topik menarik di lingkungan sekitar yang ingin kamu jelaskan
(misalnya, Cara Pohon Tumbuh, Manfaat Air Hujan, atau Mengapa
Kita Harus Tidur Cukup). Tuliskan informasinya dalam 2-3 paragraf.
Gunakan fakta sederhana yang kamu ketahui atau cari dari buku.
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan pengetahuan dalam
berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Denotatif: Makna sebenarnya atau makna lugas dari sebuah kata, tanpa
tambahan perasaan atau pikiran lain (contoh: "bunga" berarti bagian
tumbuhan yang berwarna-warni).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Tarigan, H. G. (2015). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
3. Semi, M. A. (2018). Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa.
Mengetahui