0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan60 halaman

Modul Ajar Deep Learning SD Kelas 4

Modul ajar ini dirancang untuk kelas 4 SD dengan fokus pada pendekatan deep learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Siswa diharapkan mampu memahami dan meringkas teks narasi, serta mengidentifikasi pesan moral dari cerita yang didengar. Kegiatan pembelajaran meliputi diskusi, presentasi, dan proyek menulis, dengan penekanan pada keterampilan menyimak yang efektif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan60 halaman

Modul Ajar Deep Learning SD Kelas 4

Modul ajar ini dirancang untuk kelas 4 SD dengan fokus pada pendekatan deep learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Siswa diharapkan mampu memahami dan meringkas teks narasi, serta mengidentifikasi pesan moral dari cerita yang didengar. Kegiatan pembelajaran meliputi diskusi, presentasi, dan proyek menulis, dengan penekanan pada keterampilan menyimak yang efektif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

PENDEKATAN DEEP LEARNING

A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : Elda Yuliana Gultom, S. Pd
• Satuan Pendidikan : SDN No 100404 Aek Haminjon
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
• Fase :B
• Kelas/Semester : 4/1
• Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih dimensi profil kelulusan yang sesuai:
• Keimanan dan Ketakwaan
• Kewargaan
• Penalaran Kritis
• Kreativitas
• Kolaborasi
• Kemandirian
• Kesehatan
• Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu untuk
membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu hal baru
yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak? Mengapa
penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut menjaga
kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih awal
supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita perlu tidur
yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap hari!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:
• ELEMEN: Menyimak
• Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan,
informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau
didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan hal-hal menarik di
lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks
narasi yang dibacakan atau dari media audio.

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:


1. Mengidentifikasi ide pokok dari teks narasi yang dibacakan atau didengar
dengan tepat.
2. Meringkas informasi penting dari teks narasi yang dibacakan atau didengar
secara lisan maupun tertulis.
3. Menjelaskan pesan moral atau nilai-nilai yang terkandung dalam teks narasi
yang dibacakan atau didengar.
4. Mengemukakan pendapat pribadi terkait tokoh, alur, atau konflik dalam teks
narasi yang disimak.
5. Menghubungkan informasi dari teks narasi yang disimak dengan
pengalaman pribadi atau lingkungan sekitar.
6. Menuliskan kembali ringkasan cerita dari teks narasi yang telah disimak
menggunakan kosakata sendiri.

E. Sarana dan Prasarana


1. Pengeras Suara (Speaker) atau Laptop/Komputer dengan proyektor untuk
memutar audio/video.
2. Buku cerita atau teks narasi audio yang menarik dan sesuai usia siswa.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol/kapur.
4. Alat tulis dan buku catatan siswa.
5. Kartu kata kunci atau gambar-gambar pendukung.

F. Target Peserta Didik


• Peserta didik reguler (tanpa kesulitan belajar yang signifikan).
• Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas.

G. Model Pembelajaran
• Model: PBL (Project-Based Learning) dipadukan dengan Discovery
Learning.
• Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, simulasi, dan
penugasan.
• Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan berfokus pada pemahaman
konsep yang mendalam, koneksi antarmateri, aplikasi dalam konteks nyata,
serta pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi (analisis, sintesis,
evaluasi).

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):
• "Coba pejamkan mata sebentar, apa suara yang paling jelas kalian dengar di
ruangan ini? Apa artinya suara itu?"

• "Ketika mendengarkan cerita, apakah telinga dan pikiran kita sama-sama


fokus? Mengapa fokus itu penting saat mendengarkan?"

Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):


• "Pernahkah kalian mendengarkan sebuah cerita yang membuat kalian
berpikir, 'Wah, ini mirip sekali dengan pengalamanku!'? Cerita apa itu dan
mengapa mirip?"

• "Menurut kalian, apa manfaatnya kita mendengarkan cerita atau informasi dari
orang lain? Apa yang bisa kita pelajari?"

Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):


• "Kalau ada cerita yang paling kalian suka dengarkan, cerita apa itu? Mengapa
kalian suka sekali mendengarkannya?"

• "Bagaimana perasaan kalian saat berhasil memahami isi cerita yang panjang
dan rumit?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.

Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa untuk melakukan peregangan
ringan agar tubuh dan pikiran segar.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi pengalaman
singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru menampilkan
sebuah gambar atau memutar cuplikan suara singkat (misalnya suara alam,
suara kota ramai, atau potongan dialog film anak-anak) dan mengajak siswa
untuk menyimak dengan seksama. Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(sesuai bagian H) untuk membangun koneksi dengan pengalaman siswa dan
memicu rasa ingin tahu.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya menyimak untuk memahami
ide pokok dan makna dari sebuah cerita atau informasi yang didengar. Guru
menghubungkan tujuan ini dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saat
mendengarkan nasihat orang tua atau berita di televisi.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)

Karena alokasi waktu 18 JP, diasumsikan 1 JP = 35 menit, sehingga total 9


pertemuan.

Pertemuan 1-3: Memahami Ide Pokok dalam Teks Lisan


1. Pengenalan Konsep Ide Pokok (15 menit): Guru menjelaskan apa itu ide
pokok dengan analogi sederhana (misalnya, ide pokok itu seperti "inti" sebuah
buah, yang paling penting). Guru memberikan beberapa contoh ide pokok dari
kalimat-kalimat pendek.
2. Aktivitas Menyimak Aktif (Teks Singkat) (20 menit): Guru memutarkan
rekaman audio teks narasi pendek (misalnya dongeng fabel singkat atau
cerita pengalaman) sebanyak dua kali. Siswa diminta untuk mencatat kata
kunci yang mereka dengar.
3. Diskusi Kelompok Kecil (Kolaborasi & Penalaran Kritis) (30 menit): Siswa
dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok berdiskusi untuk
menemukan ide pokok dari teks yang didengar dan menuliskannya di papan
tulis mini atau kertas flipchart. Guru berkeliling membimbing diskusi.
4. Presentasi Kelompok & Umpan Balik (25 menit): Setiap kelompok
mempresentasikan ide pokok yang mereka temukan. Guru memberikan
umpan balik konstruktif dan mengoreksi jika ada kesalahan.
5. Latihan Mandiri (15 menit): Siswa diberikan lembar kerja berisi beberapa
teks pendek untuk disimak (dibacakan guru) dan menentukan ide pokoknya
secara individu.
Pertemuan 4-6: Meringkas Informasi Penting dan Pesan Moral
1. Review Ide Pokok & Pengantar Meringkas (15 menit): Guru mengulas
kembali konsep ide pokok dan memperkenalkan pentingnya meringkas untuk
memahami informasi secara menyeluruh.
2. Menyimak Teks Narasi yang Lebih Panjang (30 menit): Guru memutarkan
audio teks narasi yang lebih panjang dan kompleks (misalnya cerita rakyat
atau legenda) sebanyak dua kali. Siswa diminta untuk mencatat detail-detail
penting.
3. Aktivitas 'Peta Cerita' (Kreativitas & Analisis) (45 menit): Dalam kelompok,
siswa membuat "peta cerita" (story map) yang mencakup tokoh, latar, alur
awal-inti-akhir, dan masalah/solusi dalam cerita. Ini melatih mereka
mengorganisir informasi.
4. Menemukan Pesan Moral (20 menit): Setiap kelompok diminta untuk
berdiskusi tentang pesan moral atau nilai-nilai yang dapat dipetik dari cerita.
Guru membimbing diskusi agar siswa dapat menghubungkan cerita dengan
kehidupan nyata.
5. Simulasi/Role Play (Komunikasi & Mandiri) (20 menit): Siswa secara
berpasangan atau kelompok kecil dapat memerankan salah satu adegan
penting dari cerita atau membuat dialog singkat tentang pesan moralnya.
Pertemuan 7-9: Mengemukakan Pendapat dan Menuliskan Kembali Cerita
1. Diskusi Reflektif (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang cerita yang
sudah disimak, menanyakan pandangan siswa tentang karakter, keputusan
tokoh, atau akhir cerita.
2. Debat Sederhana (Penalaran Kritis & Komunikasi) (45 menit): Guru
membagi kelas menjadi dua kelompok untuk melakukan debat sederhana
tentang suatu isu atau pilihan yang ada dalam cerita (misalnya, "Setujukah
kalian dengan tindakan tokoh X?"). Siswa harus memberikan alasan yang
logis.
3. Menghubungkan dengan Pengalaman Pribadi (30 menit): Guru meminta
siswa untuk menemukan satu bagian dari cerita yang paling berkesan dan
menghubungkannya dengan pengalaman pribadi atau situasi di lingkungan
sekitar mereka. Siswa dapat berbagi di depan kelas.
4. Proyek Menulis Ringkasan Cerita (Produk Akhir) (50 menit): Secara
individu, siswa menuliskan kembali ringkasan cerita dari teks narasi yang
telah disimak dengan menggunakan kosakata mereka sendiri. Guru
menekankan pentingnya menggunakan kalimat efektif dan jelas. Guru
memberikan bimbingan individual.
5. Pameran Mini (Kemandirian & Kreativitas) (20 menit): Hasil ringkasan
cerita terbaik dapat dipajang di dinding kelas, atau siswa dapat membacakan
ringkasan mereka secara bergantian.
Penutup (± 15 menit per pertemuan)
1. Review Materi (5 menit): Guru bersama siswa merangkum poin-poin penting
yang telah dipelajari hari ini, khususnya tentang menyimak, ide pokok, dan
meringkas.
2. Refleksi Diri (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan reflektif (sesuai bagian
M) untuk membantu siswa menginternalisasi pembelajaran dan
merencanakan perbaikan di masa depan.
3. Pemberian Tugas/Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan tugas
membaca atau menyimak teks di rumah untuk pertemuan berikutnya, atau
menugaskan siswa mencari cerita rakyat daerah asal mereka untuk
didiskusikan di kelas.
4. Penutupan dan Doa: Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif (Sepanjang Pembelajaran):
1. Observasi Guru: Mengamati keaktifan siswa dalam diskusi kelompok,
kemampuan menyimak, dan partisipasi dalam tanya jawab.
2. Catatan Anecdotal: Mencatat respons siswa yang signifikan, baik positif
maupun yang memerlukan bimbingan lebih lanjut.
3. Penilaian Diri dan Antar Teman: Melalui rubrik sederhana untuk kegiatan
diskusi kelompok dan presentasi.
4. Lembar Kerja: Penilaian ide pokok dan ringkasan dari teks-teks singkat yang
diberikan selama kegiatan inti.
Asesmen Sumatif (Akhir Unit Pembelajaran):
1. Tes Tertulis:
o Pilihan Ganda/Isian Singkat: Mengidentifikasi ide pokok dan
informasi penting dari teks narasi yang dibacakan/didengar.
o Uraian: Menjelaskan pesan moral dan mengemukakan pendapat
pribadi tentang cerita.
2. Proyek Menulis Ringkasan Cerita: Penilaian kualitas ringkasan cerita yang
dibuat siswa secara individu (sesuai rubrik LKPD).
3. Presentasi Kelompok/Individu: Penilaian kemampuan siswa
mempresentasikan hasil diskusi atau ringkasan mereka dengan jelas dan
percaya diri.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa menyimak bukan hanya mendengar, tetapi
juga memahami dan memaknai. Keterampilan menyimak yang baik akan
membantu mereka tidak hanya dalam pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga dalam
berkomunikasi sehari-hari, memahami instruksi, dan memperoleh informasi dari
berbagai sumber. Mereka akan menyadari bahwa setiap cerita memiliki pesan dan
nilai yang dapat diambil untuk kehidupan, serta pentingnya menghubungkan apa
yang didengar dengan pengalaman pribadi.

L. Materi Bahan Ajar


Apa Itu Menyimak dan Ide Pokok?

Menyimak adalah kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan


pemahaman terhadap sesuatu yang dibicarakan atau disampaikan. Ini berbeda
dengan sekadar mendengar, karena menyimak melibatkan pikiran dan perasaan kita
untuk menangkap makna. Salah satu hal penting yang harus kita cari saat
menyimak adalah ide pokok. Ide pokok adalah gagasan utama atau inti dari sebuah
pesan atau cerita. Ibarat sebuah pohon, ide pokok adalah batangnya, sedangkan
kalimat-kalimat lain adalah ranting dan daunnya yang menjelaskan batang tersebut.
Dengan menemukan ide pokok, kita bisa memahami apa yang paling penting dari
informasi yang kita dengar.

Memahami Teks Narasi Melalui Menyimak

Teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan sebuah peristiwa atau kejadian,
baik itu nyata maupun fiksi. Contohnya adalah dongeng, cerita rakyat, legenda, atau
pengalaman pribadi. Ketika menyimak teks narasi, kita tidak hanya mencari ide
pokok, tetapi juga mencoba memahami alur ceritanya (apa yang terjadi di awal,
tengah, dan akhir), siapa saja tokohnya, di mana cerita itu terjadi (latar), dan
masalah apa yang dihadapi serta bagaimana cara mengatasinya. Semua detail ini
membantu kita membangun gambaran utuh tentang cerita di dalam pikiran kita.

Mengambil Pelajaran dan Berpendapat

Setelah menyimak sebuah teks narasi dengan baik, kita bisa lebih dari sekadar
memahami ceritanya. Kita juga bisa menemukan pesan moral atau nilai-nilai baik
yang ingin disampaikan oleh cerita tersebut. Misalnya, cerita tentang Kancil dan
Buaya mungkin mengajarkan kita tentang kecerdikan, atau cerita tentang Maling
Kundang mengajarkan tentang pentingnya menghormati orang tua. Selain itu,
menyimak juga melatih kita untuk mengemukakan pendapat. Kita bisa memikirkan
"Apakah saya setuju dengan tindakan tokoh itu?", "Bagaimana kalau ceritanya
berakhir lain?", atau "Apa pelajaran yang bisa saya ambil dari cerita ini?". Dengan
demikian, menyimak membantu kita menjadi pendengar yang kritis dan mampu
menghubungkan cerita dengan kehidupan nyata.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal paling menarik yang saya pelajari tentang menyimak hari ini?"

2. "Bagian mana dari kegiatan menyimak dan memahami cerita yang paling
saya pahami? Bagian mana yang masih perlu saya latih?"

3. "Bagaimana cara saya akan menggunakan kemampuan menyimak ini dalam


kehidupan sehari-hari di luar sekolah?"

Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika tidak, bagian mana
yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?"

2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam


meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa dalam menyimak? Apa yang
kurang efektif?"

3. "Bagaimana saya dapat lebih memotivasi siswa yang masih kesulitan dalam
menyimak atau mengungkapkan pendapat mereka?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Nama Anggota:

Tugas Kelompok: Diskusi dan Analisis Teks Narasi Petunjuk:


1. Simaklah dengan seksama teks narasi audio yang akan diputar oleh
Bapak/Ibu Guru.

2. Diskusikan dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di


bawah ini.

3. Siapkan presentasi singkat untuk membagikan hasil diskusi kelompok kalian.

Pertanyaan Diskusi:
1. Apa judul dari teks narasi yang kalian dengar?
2. Siapa saja tokoh utama dalam cerita ini?
3. Di mana (latar) cerita ini sebagian besar terjadi?

4. Apa ide pokok atau inti dari cerita ini?


5. Apa masalah utama yang dihadapi oleh tokoh dalam cerita ini?
6. Bagaimana masalah tersebut diselesaikan?

7. Sebutkan satu pesan moral atau nilai baik yang bisa kalian ambil dari cerita
ini. Jelaskan mengapa kalian memilih pesan moral tersebut.
8. Jika kalian adalah salah satu tokoh dalam cerita, tindakan apa yang akan
kalian lakukan secara berbeda? Mengapa?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Kriteria Skala 1 Skala 5
Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaia (Sangat (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
n Kurang) Baik)
Mampu
Mampu
mengident Mampu
Tidak Hanya mengident
ifikasi ide mengiden
dapat mampu ifikasi ide
pokok dan tifikasi ide
mengiden mengiden pokok dan
Pemaha sebagian pokok
tifikasi ide tifikasi seluruh
man Ide besar dan
pokok sebagian informasi
Pokok informasi sebagian
dan kecil ide penting
& Isi penting, besar
informasi pokok dengan
Cerita namun informasi
penting dan sangat
ada penting
dalam informasi akurat dan
beberapa dengan
cerita. penting. mendalam
yang akurat.
.
terlewat.
Analisis Tidak Mampu Mampu Mampu Mampu
Pesan mampu menemuk menemuk menemuk menemuk
Moral menemuk an pesan an dan an dan an dan
an atau moral, menjelask menjelas menjelask
menjelas tetapi an pesan kan an pesan
kan penjelasa moral pesan moral
pesan nnya dengan moral dengan
moral dari tidak cukup dengan sangat
jelas dan
jelas,
relevan,
jelas, relevan,
relevan serta
namun mendalam
atau memberik
cerita. kurang , dan
kurang an alasan
mendalam memberik
jelas. yang
. an contoh
masuk
aplikasi.
akal.
Keterlib Tidak Sesekali Berpartisi Berpartisi Selalu
atan aktif berpartisi pasi aktif pasi aktif berpartisip
dalam berpartisi pasi, dalam dan asi aktif,
Diskusi pasi namun diskusi, konstrukti memberik
Kelomp dalam sering mendenga f, an ide-ide
Kriteria Skala 1 Skala 5
Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaia (Sangat (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
n Kurang) Baik)
ok diskusi tidak rkan, dan mendeng orisinal,
(Kolabo kelompok fokus memberik arkan sangat
rasi) dan atau an dengan kolaboratif
kurang mendomi kontribusi baik, , dan
mendeng nasi yang serta membantu
arkan diskusi. cukup. mendoro anggota
anggota ng lain
lain. partisipas mencapai
i anggota tujuan.
lain.
Mampu
Mampu Mampu mengemu
mengemu mengemu kakan
Tidak Mampu
kakan kakan pendapat
mampu mengemu
Kemam pendapat pendapat dengan
mengemu kakan
puan dengan dengan sangat
kakan pendapat,
Berpen alasan jelas, jelas,
pendapat tetapi
dapat yang logis, dan logis,
atau alasanny
(Penala cukup didukung kritis, dan
alasan a kurang
ran jelas, oleh mampu
yang kuat atau
Kritis) meskipun alasan memperta
tidak tidak
terkadang yang kuat hankan
logis. relevan.
masih dari argumenn
ragu. cerita. ya dengan
baik.
Presentasi
Presenta sangat
Presenta Presentasi
si terstruktur,
Presenta si kurang cukup
terstruktu jelas,
Present si tidak terstruktu terstruktur
r dengan komunikati
asi terstruktu r dan ada , jelas,
baik, f,
Kelomp r, tidak beberapa dan
jelas, dan disampaik
ok jelas, dan bagian penyampa
disampai an dengan
(Komun kurang yang iannya
kan sangat
ikasi) percaya tidak jelas cukup
dengan percaya
diri. atau percaya
percaya diri, dan
gagap. diri.
diri. melibatkan
audiens.
Total Skor: /25

Nilai Akhir: (Total Skor / 25) * 100

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat
baik, dapat diberikan tugas untuk menulis cerita pendek berdasarkan ide
pokok yang mereka buat sendiri, atau mencari dan menganalisis teks narasi
yang lebih kompleks (misalnya artikel berita atau cuplikan novel anak).
• Mereka juga dapat menjadi "mentor sebaya" bagi teman-teman yang masih
kesulitan.
Remedial:
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
• Guru dapat memberikan teks narasi yang lebih pendek dan sederhana
untuk disimak dan dianalisis, dengan fokus pada satu aspek saja (misalnya
hanya mencari ide pokok).
• Pengulangan penjelasan konsep dengan menggunakan analogi atau
visualisasi yang berbeda.

P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
mendalam, menghubungkan konsep-konsep, dan menerapkan pengetahuan
dalam berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Ide Pokok: Gagasan utama atau inti dari sebuah paragraf, teks, atau pesan
yang disampaikan.
3. Teks Narasi: Jenis teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian
secara berurutan dari waktu ke waktu, baik fiksi maupun nonfiksi.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Haryono, D. (2018). Teknik Menulis Kreatif: Panduan Praktis untuk Penulis
Pemula. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
3. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.

Mengetahui

Kepala SDN No 100404 Aek Haminjon Kelas IV (Empat)

( Ernawati Hutasuhut, [Link] ) (Elda Yuliana Gultom, [Link])


NIP. 19750524200604 2005 NIP. 19940717201903 2012
MODUL AJAR
PENDEKATAN DEEP LEARNING

A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : Elda Yuliana Gultom, S. Pd
• Satuan Pendidikan : SDN No 100404 Aek Haminjon
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
• Fase :B
• Kelas/Semester : 4/1
• Alokasi Waktu : 18 JP

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih dimensi profil kelulusan yang sesuai:
• Keimanan dan Ketakwaan
• Kewargaan
• Penalaran Kritis
• Kreativitas
• Kolaborasi
• Kemandirian
• Kesehatan
• Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat

Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak


Indonesia Hebat:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu untuk
membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu hal baru
yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak? Mengapa
penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut menjaga
kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih awal
supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita perlu tidur
yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap hari!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran:
• ELEMEN: Membaca dan Memirsa
• Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi huruf
yang telah dikenali dengan fasih. Peserta didik mampu memaknai kosakata
baru dan/atau kosakata Bahasa Indonesia serapan dari bahasa daerah dari
teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa mengenai hal-hal menarik di
lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi
tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak
atau elektronik. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide
pendukung pada teks informatif dan teks narasi. Tujuan Pembelajaran:
Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:

1. Membaca kata-kata baru dengan kombinasi huruf yang telah dikenali secara
fasih.
2. Memaknai kosakata baru dan/atau kosakata serapan dari bahasa daerah
dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa.
3. Mengidentifikasi pesan dan informasi penting dari teks informatif, narasi,
dan puisi anak yang dibaca atau dipirsa.
4. Menentukan ide pokok dan ide pendukung dari teks informatif dan teks
narasi yang dibaca atau dipirsa.
5. Menghubungkan informasi yang diperoleh dari teks atau tayangan dengan
kehidupan sehari-hari atau pengalaman pribadi.
6. Menyajikan kembali informasi atau ringkasan cerita dari teks narasi atau
tayangan dalam bentuk lisan atau tulisan dengan bahasa sendiri.

E. Sarana dan Prasarana

1. Buku bacaan (cerita rakyat, fabel, puisi anak, teks informatif sederhana).
2. Perangkat pemirsa (TV/layar proyektor, laptop/komputer) untuk tayangan
video/gambar.
3. Media cetak (majalah anak, koran anak, poster informatif).
4. Alat tulis dan buku catatan siswa.
5. Kartu kosakata atau flashcard bergambar.

F. Target Peserta Didik

• Peserta didik reguler (tanpa kesulitan belajar yang signifikan).

• Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas.

G. Model Pembelajaran

• Model: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri)


dipadukan dengan Project-Based Learning (PBL).
• Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, eksplorasi mandiri, presentasi, dan
penugasan.
• Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan difokuskan pada proses
penemuan informasi secara mandiri, analisis kritis terhadap berbagai jenis
teks dan tayangan, sintesis ide-ide, serta aplikasi pemahaman dalam konteks
nyata melalui proyek-proyek yang relevan.

H. Pertanyaan Pemantik

Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):


• "Ketika kita membaca buku atau melihat tayangan di TV, apakah mata kita
saja yang bekerja, atau pikiran kita juga?"

• "Mengapa penting bagi kita untuk benar-benar fokus saat membaca atau
melihat sesuatu?"

Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):


• "Pernahkah kalian membaca atau melihat sesuatu yang membuat kalian
berpikir, 'Wah, ini bermanfaat sekali untukku!'? Apa itu dan mengapa
bermanfaat?"

• "Menurut kalian, apa gunanya kita memahami isi buku atau tayangan yang
kita lihat? Apa yang bisa kita pelajari dari sana?"

Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):


• "Cerita atau tayangan apa yang paling membuat kalian penasaran dan ingin
tahu lebih banyak? Mengapa kalian suka sekali?"

• "Bagaimana perasaan kalian saat berhasil menemukan jawaban dari


pertanyaan yang tadinya tidak kalian tahu setelah membaca atau melihat
sesuatu?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.
Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan peregangan
ringan atau ice breaking singkat untuk membangkitkan semangat.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi pengalaman
singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru menampilkan
sebuah gambar misterius atau cuplikan video singkat (misalnya tentang suatu
peristiwa di lingkungan sekitar atau adegan dari cerita yang menarik) tanpa
suara atau teks. Guru meminta siswa untuk memperhatikan dengan seksama
dan mengajukan pertanyaan pemantik (sesuai bagian H) untuk membangun
rasa ingin tahu tentang pentingnya membaca dan memirsa.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya membaca dan memirsa untuk
memahami informasi, menemukan ide pokok, dan mengambil pesan dari
berbagai jenis teks atau tayangan. Guru menghubungkan tujuan ini dengan
kehidupan sehari-hari, misalnya saat membaca petunjuk permainan atau
menonton berita di TV.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)

Karena alokasi waktu 18 JP, diasumsikan 1 JP = 35 menit, sehingga total 9


pertemuan.

Pertemuan 1-3: Membaca Fasih dan Memaknai Kosakata Baru


1. Diagnostik Awal & Pembiasaan Membaca (20 menit): Guru meminta siswa
membaca beberapa kalimat pendek atau paragraf sederhana secara
bergantian untuk mengamati kefasihan membaca. Guru memperkenalkan
kegiatan "membaca senyap" atau "membaca berpasangan" setiap awal sesi.
2. Eksplorasi Kosakata Baru (Discovery Learning) (40 menit): Guru
menampilkan sebuah teks bacaan informatif atau narasi pendek yang
mengandung beberapa kosakata baru yang relevan dengan lingkungan
sekitar. Siswa secara mandiri atau berpasangan diminta untuk
menggarisbawahi kata-kata yang tidak mereka pahami.
3. Aktivitas "Detektif Kata" (Kolaborasi & Kreativitas) (40 menit): Dalam
kelompok kecil, siswa mencoba menebak makna kosakata baru berdasarkan
konteks kalimat. Mereka dapat menggunakan kamus sederhana atau
bertanya kepada guru. Guru menyediakan flashcard kosakata dan meminta
siswa membuat kalimat baru dengan kosakata tersebut.
4. Permainan Kosakata (20 menit): Guru mengadakan permainan tebak kata
atau menyusun kalimat dari kartu-kartu kosakata baru untuk memperkuat
pemahaman dan ingatan siswa.
5. Latihan Membaca Berulang (20 menit): Siswa membaca ulang teks yang
sama dengan kefasihan yang lebih baik setelah memahami kosakata baru.
Pertemuan 4-6: Memahami Pesan, Informasi, dan Ide Pokok dari Teks/Tayangan
1. Review Kosakata & Pengantar Ide Pokok (15 menit): Guru mengulas
kosakata baru dari pertemuan sebelumnya dan memperkenalkan konsep ide
pokok serta ide pendukung pada teks informatif dan narasi, dengan analogi
sederhana (misalnya, ide pokok adalah pohon besar, ide pendukung adalah
cabang-cabangnya).
2. Aktivitas "Pencarian Harta Karun Informasi" (Inkuiri) (40 menit): Guru
menyediakan beberapa teks informatif pendek (misalnya, tentang hewan,
tanaman, atau profesi) atau menayangkan video dokumenter singkat. Siswa
diberikan lembar kerja dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah pada
identifikasi ide pokok, informasi penting, dan pesan utama. Mereka bekerja
secara mandiri atau berpasangan untuk "menemukan" jawaban.
3. Analisis Teks Narasi/Puisi Anak (40 menit): Guru membacakan atau
menampilkan teks narasi (dongeng/fabel) atau puisi anak. Siswa diminta
untuk mengidentifikasi pesan moral, karakter, dan alur cerita (untuk narasi)
atau perasaan dan makna (untuk puisi).
4. Diskusi Kelompok & Presentasi Ide Pokok (30 menit): Siswa membentuk
kelompok dan mempresentasikan ide pokok, informasi penting, atau pesan
moral yang mereka temukan dari teks/tayangan yang berbeda. Guru
memberikan umpan balik dan penguatan.
5. Aplikasi Konsep (Penalaran Kritis) (15 menit): Guru meminta siswa untuk
mengidentifikasi ide pokok dari paragraf-paragraf sederhana yang ada di buku
pelajaran mereka sendiri.
Pertemuan 7-9: Menghubungkan Informasi dan Menyajikan Kembali
1. Diskusi Interaktif (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang relevansi
informasi yang telah dipelajari dengan kehidupan sehari-hari siswa.
"Bagaimana informasi ini bisa kita gunakan?"
2. Proyek Mini: "Majalah Kelas Kita" (PBL & Kreativitas) (60 menit): Siswa
dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok memilih satu topik
menarik dari lingkungan sekitar (misalnya, kebersihan lingkungan, jenis-jenis
permainan tradisional, atau pentingnya menjaga kesehatan). Mereka akan
mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet, wawancara
sederhana dengan guru/teman), mengidentifikasi ide pokok dan ide
pendukung, lalu menyajikannya dalam bentuk poster, buletin sederhana, atau
presentasi PowerPoint mini yang berisi ringkasan informasi dan gambar yang
relevan.
3. Menuliskan Kembali Informasi/Ringkasan Cerita (40 menit): Secara
individu, siswa menuliskan ringkasan singkat dari salah satu teks narasi atau
tayangan yang paling mereka sukai selama unit pembelajaran. Mereka harus
menggunakan bahasa dan kosakata sendiri.
4. Pameran Mini & Presentasi Akhir (Komunikasi & Kemandirian) (45 menit):
Kelompok mempresentasikan hasil proyek "Majalah Kelas Kita" mereka di
depan kelas. Siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau komentar. Guru
memberikan penilaian dan umpan balik.
Penutup (± 15 menit per pertemuan)
1. Review Materi (5 menit): Guru bersama siswa merangkum poin-poin penting
yang telah dipelajari hari ini, khususnya tentang membaca, memirsa,
kosakata baru, ide pokok, dan cara menyajikan informasi.
2. Refleksi Diri (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan reflektif (sesuai bagian
M) untuk membantu siswa menginternalisasi pembelajaran dan
merencanakan perbaikan di masa depan.
3. Pemberian Tugas/Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan tugas
membaca buku cerita atau menonton tayangan edukatif di rumah, serta
mencatat kosakata baru atau ide pokok yang mereka temukan.
4. Penutupan dan Doa: Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif (Sepanjang Pembelajaran):


1. Observasi Guru: Mengamati kefasihan membaca siswa, keaktifan dalam
diskusi kelompok, kemampuan menemukan kosakata baru, dan partisipasi
dalam tanya jawab.
2. Catatan Anecdotal: Mencatat respons siswa yang signifikan, baik positif
maupun yang memerlukan bimbingan lebih lanjut.
3. Penilaian Diri dan Antar Teman: Melalui rubrik sederhana untuk kegiatan
diskusi kelompok dan presentasi.
4. Lembar Kerja: Penilaian lembar kerja "Detektif Kata" atau "Pencarian Harta
Karun Informasi" yang mengukur pemahaman kosakata dan identifikasi ide
pokok.
Asesmen Sumatif (Akhir Unit Pembelajaran):
1. Tes Tertulis:
o Pilihan Ganda/Isian Singkat: Mengidentifikasi makna kosakata baru,
ide pokok, dan informasi penting dari teks informatif, narasi, atau puisi
yang dibaca/dipirsa.
o Uraian: Menjelaskan pesan moral, menghubungkan informasi dengan
kehidupan sehari-hari, atau meringkas sebuah teks.
2. Proyek "Majalah Kelas Kita": Penilaian produk dan presentasi kelompok
(sesuai rubrik LKPD).
3. Membaca Teks: Penilaian individu terhadap kefasihan membaca dan
pemahaman isi teks yang diberikan.

K. Pemahaman Bermakna

Peserta didik akan memahami bahwa membaca dan memirsa bukan sekadar
melihat atau melafalkan kata, melainkan proses aktif untuk mencari,
memahami, dan memaknai informasi. Mereka akan menyadari bahwa informasi
ada di mana-mana (buku, TV, internet, lingkungan sekitar) dan memiliki kekuatan
untuk membantu mereka belajar hal baru, memecahkan masalah, serta memahami
dunia di sekitar mereka. Keterampilan ini penting untuk menjadi pembelajar seumur
hidup yang mandiri dan kritis dalam menerima informasi.

L. Materi Bahan Ajar

Membaca Fasih dan Memahami Kosakata

Membaca fasih berarti membaca dengan lancar, tepat, dan ekspresif. Ini penting
agar kita bisa memahami apa yang kita baca. Sama pentingnya dengan membaca
fasih, kita juga perlu memahami kosakata. Kosakata adalah kumpulan kata-kata
yang kita ketahui dan gunakan. Semakin banyak kosakata yang kita miliki, semakin
mudah kita memahami berbagai jenis teks. Ketika menemukan kata baru, kita bisa
menjadi "detektif kata" dengan melihat kalimat di sekitarnya untuk menebak
maknanya, atau mencari di kamus. Memahami kosakata juga termasuk memahami
kata-kata serapan dari bahasa daerah, yang akan memperkaya pengetahuan kita
tentang kekayaan bahasa Indonesia.

Menemukan Ide Pokok dan Informasi Penting


Setiap teks, baik itu teks informatif yang memberikan fakta atau teks narasi yang
bercerita, pasti memiliki ide pokok. Ide pokok adalah gagasan utama atau inti dari
sebuah paragraf atau seluruh teks. Selain ide pokok, ada juga ide pendukung yang
berupa kalimat-kalimat penjelasan yang memperkuat ide pokok. Untuk menemukan
ide pokok dan informasi penting, kita perlu membaca atau memirsa dengan cermat,
fokus pada apa yang paling sering dibahas atau ditegaskan. Pada teks informatif,
ide pokok seringkali menjelaskan tentang apa suatu hal. Sedangkan pada teks
narasi, ide pokok bisa berupa inti masalah atau pesan utama cerita.

Mengambil Pesan dan Menghubungkan dengan Kehidupan

Setelah kita mampu membaca fasih, memahami kosakata, serta menemukan ide
pokok dan informasi penting, langkah selanjutnya adalah memaknai dan
menghubungkan apa yang kita baca atau mirsa dengan kehidupan kita. Teks narasi,
seperti dongeng atau cerita rakyat, seringkali mengandung pesan moral atau
nilainilai baik yang bisa kita pelajari untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Teks
informatif memberikan kita pengetahuan yang bisa kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari, misalnya tentang cara merawat tumbuhan atau menjaga kebersihan.
Dengan demikian, membaca dan memirsa tidak hanya menambah pengetahuan,
tetapi juga membantu kita berpikir kritis dan menjadi warga negara yang peduli.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara membaca
atau memahami tayangan hari ini?"

2. "Bagian mana dari kegiatan membaca dan memahami teks/tayangan yang


paling saya pahami? Bagian mana yang masih saya merasa sulit dan perlu
saya latih lagi?"

3. "Bagaimana saya akan menggunakan kemampuan membaca dan memirsa ini


untuk mencari tahu hal-hal yang saya sukai di rumah?"

Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika tidak, bagian mana
yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?"

2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam


meningkatkan pemahaman membaca dan memirsa siswa? Apa yang kurang
efektif dan perlu disesuaikan?"

3. "Bagaimana saya dapat lebih memotivasi siswa untuk gemar membaca dan
memirsa berbagai jenis informasi secara mandiri di luar jam pelajaran?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Nama Anggota:
Tugas Kelompok: Proyek "Majalah Kelas Kita" Petunjuk:
1. Pilihlah salah satu topik dari daftar yang diberikan guru (misalnya: Pentingnya
Menjaga Kebersihan Lingkungan, Makanan Sehat Favoritku, atau Permainan
Tradisional di Daerahku).

2. Carilah informasi dari buku-buku di perpustakaan, artikel pendek di internet


(dengan bimbingan guru), atau sumber lain yang tersedia.

3. Baca dan pahami informasi yang kalian temukan. Garisbawahi kata-kata baru
dan coba maknainya.

4. Identifikasi ide pokok dan informasi penting dari setiap sumber yang kalian
baca.
5. Sajikan informasi tersebut dalam bentuk poster informatif, buletin sederhana,
atau presentasi mini dengan bahasa kalian sendiri. Gunakan gambar atau
ilustrasi yang menarik.

6. Siapkan presentasi singkat untuk membagikan hasil proyek kalian di depan


kelas.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat
baik, dapat diberikan tugas untuk merancang dan membuat buku cerita
sederhana berdasarkan pengamatan mereka terhadap lingkungan sekitar,
lengkap dengan gambar dan kosakata baru.
• Mereka juga dapat menjadi "pustakawan cilik" yang membantu temanteman
menemukan buku yang sesuai minat di perpustakaan kelas.
Remedial:
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
• Guru dapat memberikan teks bacaan yang lebih pendek dan sederhana
dengan gambar yang mendukung untuk dilatih kefasihan membaca dan
pemahaman kosakatanya.
• Pemberian latihan membaca berulang dan permainan kosakata yang lebih
intensif.

P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan pengetahuan dalam
berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Membaca Fasih: Kemampuan membaca dengan lancar, tepat dalam
melafalkan kata, dan sesuai dengan intonasi yang benar.
3. Teks Informatif: Jenis teks yang bertujuan untuk memberikan fakta, data,
atau informasi objektif kepada pembaca tentang suatu topik.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Tarigan, H. G. (2015). Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.

3. Dalman. (2018). Keterampilan Membaca. Depok: Rajawali Pers.

Mengetahui

Kepala SDN No 100404 Aek Haminjon Kelas IV (Empat)

( Ernawati Hutasuhut, [Link] ) (Elda Yuliana Gultom, [Link])


NIP. 19750524200604 2005 NIP. 19940717201903 2012
MODUL AJAR
PENDEKATAN DEEP LEARNING

A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : Elda Yuliana Gultom, S. Pd
• Satuan Pendidikan : SDN No 100404 Aek Haminjon
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
• Fase :B
• Kelas/Semester : 4/2
• Alokasi Waktu : 18 JP

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih dimensi profil kelulusan yang sesuai:
• Keimanan dan Ketakwaan
• Kewargaan
• Penalaran Kritis
• Kreativitas
• Kolaborasi
• Kemandirian
• Kesehatan
• Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat

Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak


Indonesia Hebat:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu untuk
membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu hal baru
yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak? Mengapa
penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut menjaga
kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih awal
supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita perlu tidur
yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap hari!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran:
• ELEMEN: Berbicara dan Mempresentasikan
• Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur
yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks.
Peserta didik mampu terlibat secara aktif dalam suatu percakapan dan diskusi
sesuai tata cara. Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi
yang dibaca atau didengar dari teks narasi mengenai hal-hal menarik di
lingkungan sekitar. Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:


1. Menggunakan pilihan kata yang santun dan sikap tubuh/gestur yang
sesuai saat berbicara atau berinteraksi.
2. Mengatur volume suara dan intonasi dengan tepat sesuai konteks
percakapan atau presentasi.
3. Terlibat secara aktif dan konstruktif dalam percakapan dan diskusi dengan
mematuhi tata cara yang baik.
4. Menceritakan kembali informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi
secara runtut dan jelas.
5. Menyajikan ide atau pendapat pribadi dengan percaya diri dan didukung
alasan yang logis dalam diskusi.
6. Melakukan presentasi sederhana mengenai hal-hal menarik di lingkungan
sekitar dengan bahasa yang mudah dipahami.

E. Sarana dan Prasarana

1. Cermin kecil atau cermin dinding untuk latihan ekspresi dan gestur.
2. Mikrofon mainan atau alat peraga mikrofon untuk latihan volume suara.
3. Kartu situasi atau gambar-gambar ilustrasi untuk memancing percakapan
dan cerita.
4. Teks narasi (cetak atau digital) yang menarik dan sesuai usia siswa.
5. Papan tulis/Whiteboard dan spidol/kapur.

F. Target Peserta Didik

• Peserta didik reguler (tanpa kesulitan belajar yang signifikan).

• Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas.

G. Model Pembelajaran

• Model: Role-Playing (Bermain Peran) dipadukan dengan Collaborative


Learning (Pembelajaran Kolaboratif).
• Metode: Simulasi, diskusi kelompok, presentasi, tanya jawab, dan latihan
berbicara.
• Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan berfokus pada praktik
langsung dan berulang (melalui simulasi dan bermain peran) untuk
menginternalisasi keterampilan berbicara, memahami nuansa komunikasi
non-verbal, melatih berpikir kritis dalam berdiskusi, serta menyajikan
pemahaman secara lisan yang bermakna.

H. Pertanyaan Pemantik

Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):


• "Coba bayangkan, kalau kita berbicara tapi teman kita tidak mendengar atau
tidak paham, bagaimana perasaan kita? Mengapa volume suara dan
kejelasan kata itu penting?"

• "Ketika kalian berbicara, apakah kalian memperhatikan ekspresi wajah dan


gerakan tangan kalian? Mengapa hal itu juga bisa 'berbicara'?"

Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):


• "Pernahkah kalian merasa senang sekali saat bisa menjelaskan sesuatu
kepada teman sampai teman itu benar-benar paham? Apa yang kalian
ceritakan?"

• "Menurut kalian, apa gunanya kita bisa berbicara dan menyampaikan


pendapat dengan baik? Kapan kita membutuhkannya dalam kehidupan
sehari-hari?"

Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):


• "Kalau ada kesempatan jadi pembawa acara di panggung sekolah, kira-kira
cerita apa yang ingin kalian sampaikan ke semua orang? Mengapa?"

• "Bagaimana perasaan kalian saat teman-teman mendengarkan dengan


penuh perhatian cerita yang kalian sampaikan?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.
Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan peregangan
ringan atau ice breaking singkat yang melibatkan suara atau gerakan
(misalnya, membuat suara hewan atau menirukan ekspresi wajah) untuk
menyiapkan diri.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi pengalaman
singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru memutarkan
cuplikan video singkat tentang seseorang yang sedang berbicara atau
berpresentasi (bisa kartun atau cuplikan berita anak-anak). Guru mengajak
siswa mengamati gesture, ekspresi wajah, volume, dan intonasi pembicara.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (sesuai bagian H) untuk membangun
kesadaran akan pentingnya berbicara dan mempresentasikan dengan baik.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya berbicara dengan santun,
jelas, dan percaya diri, serta bagaimana menceritakan kembali sesuatu yang
telah dibaca atau didengar. Guru menghubungkan tujuan ini dengan
kehidupan sehari-hari, misalnya saat bercerita pengalaman kepada teman,
atau berbicara di depan kelas.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)

Karena alokasi waktu 18 JP, diasumsikan 1 JP = 35 menit, sehingga total 9


pertemuan.

Pertemuan 1-3: Berbicara Santun, Volume, dan Intonasi


1. Pengenalan Konsep Komunikasi Efektif (20 menit): Guru menjelaskan
pentingnya pilihan kata yang santun, volume suara yang pas, dan intonasi
yang tepat agar pesan tersampaikan dengan baik. Guru memberikan contoh
penggunaan kata santun dalam percakapan sehari-hari.
2. Latihan Mimik dan Gestur (Joyful & Aktif) (30 menit): Guru mengajak siswa
berlatih mimik wajah (senyum, terkejut, sedih) dan gestur sederhana
(mengangguk, mengangkat tangan) di depan cermin atau berpasangan. Guru
memberikan kartu berisi situasi emosi dan siswa meniru ekspresinya.
3. Simulasi Percakapan Santun (Role-Playing & Kolaborasi) (40 menit):
Siswa dibagi berpasangan atau kelompok tiga. Guru memberikan skenario
percakapan sehari-hari (misalnya, meminta bantuan, mengucapkan terima
kasih, meminta maaf). Siswa memerankan percakapan tersebut dengan
memperhatikan pilihan kata santun, volume, dan intonasi.
4. Latihan Volume dan Intonasi dengan Mikrofon (30 menit): Siswa
bergantian menggunakan mikrofon mainan atau alat peraga untuk berbicara
dengan volume dan intonasi yang berbeda (misalnya, berbicara seperti
membisik, berbicara normal, berbicara dengan semangat). Guru memberikan
umpan balik langsung.
5. Refleksi Diri (Mindful) (20 menit): Siswa merefleksikan bagaimana perasaan
mereka saat berbicara dengan baik dan saat melakukan kesalahan, serta apa
yang bisa diperbaiki.
Pertemuan 4-6: Terlibat Aktif dalam Percakapan dan Diskusi
1. Aturan Diskusi yang Baik (15 menit): Guru menjelaskan aturan dasar dalam
berdiskusi (mendengarkan, tidak memotong, berbicara bergantian,
menghargai pendapat, menyampaikan pendapat dengan jelas).
2. Diskusi Panel Kecil (Kolaborasi & Penalaran Kritis) (50 menit): Siswa
dibagi menjadi kelompok-kelompok. Guru memberikan topik diskusi
sederhana yang relevan dengan lingkungan sekitar (misalnya, "Bagaimana
menjaga kebersihan kelas?", "Permainan apa yang paling menyenangkan?",
"Apa makanan sehat favoritmu?"). Setiap kelompok memilih juru bicara dan
berdiskusi, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain
boleh bertanya dan memberikan pendapat.
3. Permainan "Rantai Cerita" (Kreativitas & Komunikasi) (40 menit): Guru
memulai sebuah kalimat awal cerita. Setiap siswa bergantian menambahkan
satu kalimat untuk melanjutkan cerita, sambil memperhatikan alur dan tata
bahasa. Ini melatih mereka berbicara spontan dan mendengarkan.
4. Skenario 'Memecahkan Masalah' (Penalaran Kritis) (35 menit): Guru
memberikan kartu berisi skenario masalah sederhana (misalnya, "Temanmu
lupa membawa bekal", "Ada sampah berserakan di taman"). Siswa dalam
kelompok berdiskusi mencari solusi dan mempresentasikannya.
Pertemuan 7-9: Menceritakan Kembali Informasi dan Presentasi Sederhana
1. Review Menceritakan Kembali (15 menit): Guru mengulas kembali
pentingnya menceritakan kembali informasi secara runtut dan jelas.
2. Menyimak dan Menceritakan Kembali Teks Narasi (Meaningful Learning)
(45 menit): Guru membacakan atau memutarkan audio teks narasi
(dongeng/fabel/cerita pengalaman). Setelah itu, siswa secara individu atau
berpasangan diminta untuk menceritakan kembali isi cerita dengan bahasa
sendiri, memperhatikan urutan kejadian.
3. Proyek Presentasi Pribadi: "Kisah Lingkungan Sekitarku" (PBL &
Kemandirian) (60 menit): Setiap siswa memilih satu hal menarik di
lingkungan sekitar mereka (misalnya, tempat wisata, jajanan khas, tokoh
masyarakat, atau hewan peliharaan). Mereka mencari informasi tambahan
(bisa dari orang tua, buku, atau pengamatan), kemudian menyiapkan
presentasi singkat (2-3 menit) untuk menceritakan tentang hal tersebut di
depan kelas. Guru menekankan penggunaan pilihan kata santun, volume,
intonasi, dan gesture yang tepat.
4. Presentasi Akhir & Umpan Balik (40 menit): Siswa mempresentasikan
proyeknya di depan kelas secara bergantian. Teman-teman dan guru
memberikan umpan balik konstruktif mengenai cara berbicara dan kejelasan
informasi.
Penutup (± 15 menit per pertemuan)
1. Review Materi (5 menit): Guru bersama siswa merangkum poin-poin penting
yang telah dipelajari hari ini, khususnya tentang pentingnya berbicara dengan
santun, intonasi yang tepat, berdiskusi, dan menceritakan kembali.
2. Refleksi Diri (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan reflektif (sesuai bagian
M) untuk membantu siswa menginternalisasi pembelajaran dan
merencanakan perbaikan di masa depan.
3. Pemberian Tugas/Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan tugas
"Observasi Pembicara" di rumah, meminta siswa mengamati bagaimana
orang dewasa berbicara (misalnya orang tua, guru, atau pembawa acara TV)
dan mencatat hal-hal baik yang bisa ditiru.
4. Penutupan dan Doa: Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif (Sepanjang Pembelajaran):


1. Observasi Guru: Mengamati partisipasi siswa dalam simulasi percakapan,
diskusi kelompok, penggunaan pilihan kata, volume, intonasi, dan gesture.
2. Catatan Anecdotal: Mencatat respons siswa yang signifikan, baik positif
maupun yang memerlukan bimbingan lebih lanjut, terkait kemampuan
berbicara dan mempresentasikan.
3. Penilaian Diri dan Antar Teman: Melalui rubrik sederhana untuk kegiatan
diskusi kelompok dan latihan presentasi.
4. Penugasan Lisan: Penilaian saat siswa menceritakan kembali teks narasi
secara individu.
Asesmen Sumatif (Akhir Unit Pembelajaran):
1. Proyek Presentasi Pribadi "Kisah Lingkungan Sekitarku": Penilaian
kemampuan siswa mempresentasikan informasi secara lisan (sesuai rubrik
LKPD).
2. Simulasi Percakapan Berpasangan: Guru memberikan skenario
percakapan yang lebih kompleks, dan siswa dinilai berdasarkan kriteria
pilihan kata, volume, intonasi, dan gesture.
3. Tes Lisan Menceritakan Kembali: Siswa diberikan teks narasi baru (yang
belum pernah dibaca di kelas) dan diminta untuk menceritakan kembali isi
ceritanya secara lisan.

K. Pemahaman Bermakna

Peserta didik akan memahami bahwa kemampuan berbicara dan


mempresentasikan bukanlah sekadar mengeluarkan suara, melainkan
keterampilan penting untuk menyampaikan ide, perasaan, dan informasi
secara efektif kepada orang lain. Mereka akan menyadari bahwa berbicara
dengan santun, jelas, dan percaya diri akan membantu mereka dalam berinteraksi
sosial, belajar, dan memecahkan masalah. Pemahaman ini akan menumbuhkan
rasa percaya diri dan mendorong mereka untuk menjadi komunikator yang baik
dalam berbagai situasi.

L. Materi Bahan Ajar

Berbicara Efektif: Kata Santun, Volume, Intonasi, dan Gestur

Berbicara bukan hanya tentang mengeluarkan suara, tetapi juga tentang bagaimana
suara itu disampaikan. Ada beberapa hal penting agar apa yang kita sampaikan
mudah dipahami dan orang lain senang mendengarnya. Pertama, gunakanlah
pilihan kata yang santun. Kata-kata santun adalah kata-kata yang baik, sopan, dan
tidak menyakiti perasaan orang lain. Kedua, perhatikan volume suara. Volume suara
harus pas, tidak terlalu keras (seperti berteriak) dan tidak terlalu pelan (seperti
berbisik), agar semua orang bisa mendengar. Ketiga, gunakan intonasi yang tepat.
Intonasi adalah naik turunnya nada suara kita, yang bisa menunjukkan apakah kita
bertanya, senang, atau sedang bersemangat. Terakhir, perhatikan sikap tubuh atau
gestur. Gerakan tangan, ekspresi wajah, dan cara kita berdiri juga bisa membantu
menyampaikan pesan dan membuat kita terlihat lebih percaya diri.

Berdiskusi dan Menceritakan Kembali Informasi


Selain berbicara satu arah, kita juga sering terlibat dalam percakapan dan diskusi.
Diskusi adalah kegiatan bertukar pikiran untuk mencari solusi atau pemahaman
bersama. Dalam diskusi, penting untuk mendengarkan pendapat teman dengan
baik, tidak memotong pembicaraan, dan menyampaikan pendapat kita secara jelas
dan sopan. Ingatlah bahwa setiap orang punya hak untuk berpendapat, dan kita
harus menghargai perbedaan itu. Selain berdiskusi, kita juga sering diminta
menceritakan kembali informasi yang sudah kita baca atau dengar. Saat
menceritakan kembali, pastikan ceritanya runtut (sesuai urutan kejadian), jelas, dan
menggunakan bahasa kita sendiri agar lebih mudah dipahami. Ini menunjukkan
bahwa kita benar-benar memahami informasi tersebut.

Pentingnya Berbicara dan Mempresentasikan

Kemampuan berbicara dan mempresentasikan sangat penting dalam kehidupan kita


sehari-hari. Dengan kemampuan ini, kita bisa menyampaikan keinginan kita kepada
orang tua, bercerita pengalaman seru kepada teman-teman, bertanya kepada guru
jika ada yang tidak mengerti, atau bahkan memimpin kelompok saat bermain. Saat
kita bisa berbicara dan mempresentasikan dengan baik, kita akan merasa lebih
percaya diri. Orang lain juga akan lebih mudah memahami kita dan mau
mendengarkan kita. Jadi, berlatih berbicara adalah cara yang hebat untuk menjadi
anak Indonesia yang hebat dan komunikator yang handal!

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara berbicara
atau menceritakan sesuatu hari ini?"

2. "Bagian mana dari kegiatan berbicara dan presentasi yang paling saya
pahami dengan baik? Bagian mana yang masih saya rasa sulit dan perlu saya
latih lagi?"

3. "Bagaimana cara saya akan menggunakan kemampuan berbicara dan


presentasi ini untuk berbagi cerita atau menyampaikan pendapat di rumah
atau dengan teman-teman?"

Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik untuk sebagian besar
siswa? Jika tidak, bagian mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan
berikutnya atau dalam remedial?"

2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam


meningkatkan keberanian dan kemampuan berbicara siswa? Apa yang
kurang efektif dan perlu disesuaikan?"

3. "Bagaimana saya dapat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi siswa


untuk berbicara dan mempresentasikan di kelas agar mereka semakin
terbiasa dan percaya diri?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Peserta Didik:
Kelas:

Tugas Mandiri: Proyek Presentasi Pribadi "Kisah Lingkungan Sekitarku"


Petunjuk:
1. Pilih satu hal menarik yang ada di lingkungan sekitar rumah atau sekolahmu
(contoh: taman kota, warung makan favorit, cerita tentang tetangga yang baik,
atau hewan peliharaanmu).

2. Carilah informasi lebih lanjut tentang hal tersebut (misalnya, bertanya kepada
orang tua, mengamati, atau mencari di buku/internet jika ada).

3. Siapkan cerita atau informasi yang akan kamu sampaikan dalam bentuk
presentasi singkat (2-3 menit) di depan kelas. Kamu boleh membawa gambar
atau benda yang berhubungan dengan ceritamu.

4. Saat presentasi, perhatikan pilihan kata yang santun, volume suara yang
pas, intonasi yang tepat, dan sikap tubuh/gestur yang mendukung
ceritamu.
5. Berlatihlah di rumah sebelum maju ke depan kelas.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
| Kriteria Penilaian | Skala 1 (Sangat Kurang) | Skala 2 (Kurang) | Skala 3 (Cukup) |
Skala 4 (Baik) | Skala 5 (Sangat Baik) |

| :--------------------------------
| :-------------------------------------------------------------------------------------------
|--------------------------------------------------------------------------------------------- |
:------------------------------------------------------------------------------------------------------- | :-----

| :-------------------------------
_---------------------------------------------------------------------------------
|

| Pilihan Kata & Kesantunan Berbicara | Menggunakan pilihan kata yang sering
kurang santun atau tidak sesuai konteks. | Terkadang menggunakan pilihan kata
yang kurang santun atau kurang tepat. | Menggunakan pilihan kata yang cukup
santun dan sesuai konteks. | Menggunakan pilihan kata yang santun dan tepat
sesuai konteks secara konsisten. | Menggunakan pilihan kata yang sangat santun,
tepat, dan variatif, menunjukkan pemahaman mendalam. |

| Volume & Intonasi Suara | Volume terlalu pelan/keras atau intonasi monoton,
sehingga sulit dipahami. | Volume atau intonasi kurang stabil, kadang sulit dipahami.
| Volume dan intonasi cukup baik, meskipun ada beberapa bagian yang kurang
tepat. | Volume dan intonasi tepat, jelas, dan sesuai dengan pesan yang
disampaikan. | Volume dan intonasi sangat tepat, jelas, ekspresif, dan membuat
audiens tertarik. |

| Sikap Tubuh/Gestur | Sikap tubuh kaku, kurang interaktif, atau gestur tidak
mendukung pesan. | Sikap tubuh kurang luwes, gestur kadang tidak sesuai. | Sikap
tubuh cukup baik, gestur sederhana yang mendukung pesan. | Sikap tubuh luwes,
gestur natural, dan mendukung pesan secara efektif. | Sikap tubuh sangat luwes,
gestur ekspresif, dan sangat efektif dalam memperkuat pesan. |
| Keterlibatan dalam Diskusi (Kolaborasi) | Tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi
kelompok dan kurang mendengarkan anggota lain. | Sesekali berpartisipasi, namun
sering tidak fokus atau mendominasi diskusi. | Berpartisipasi aktif dalam diskusi,
mendengarkan, dan memberikan kontribusi yang cukup. | Berpartisipasi aktif dan
konstruktif, mendengarkan dengan baik, serta mendorong partisipasi anggota lain. |
Selalu berpartisipasi aktif, memberikan ide-ide orisinal, sangat kolaboratif, dan
membantu anggota lain mencapai tujuan. |

| Kemampuan Menceritakan Kembali/Presentasi | Cerita/informasi tidak runtut, tidak


jelas, dan banyak bagian penting yang hilang. | Cerita/informasi kurang runtut,
beberapa bagian penting hilang atau tidak jelas. | Cerita/informasi cukup runtut dan
jelas, meskipun ada sedikit kebingungan. | Cerita/informasi runtut, jelas, dan
disampaikan dengan detail yang memadai. | Cerita/informasi sangat runtut, sangat
jelas, detail, dan disampaikan dengan narasi yang menarik. |

Total Skor: /25

Nilai Akhir: (Total Skor / 25) * 100


O. Pengayaan dan Remedial
Pengayaan:
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat
baik, dapat diberikan tugas untuk menjadi 'reporter cilik' di kelas,
mewawancarai teman atau guru tentang topik tertentu, dan menyajikan
hasilnya di depan kelas.
• Mereka juga dapat melatih kemampuan bercerita di depan umum dengan
mengikuti lomba mendongeng di sekolah atau komunitas.
Remedial:
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
• Guru dapat memberikan skenario percakapan yang lebih sederhana
dengan bimbingan langsung untuk melatih pilihan kata, volume, dan intonasi.
• Pengulangan latihan menceritakan kembali cerita pendek dengan bantuan
kartu gambar berurutan untuk membantu merunutkan informasi.

P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan pengetahuan dalam
berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Intonasi: Nada bicara yang naik turun saat mengucapkan kalimat, yang dapat
mengubah makna atau menunjukkan emosi.
3. Gestur: Gerakan tubuh, terutama tangan dan kepala, yang digunakan untuk
membantu menyampaikan pesan atau mengekspresikan diri saat berbicara.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Nurhadi. (2004). Dimensi-dimensi Pembelajaran Bahasa. Jakarta: Bumi
Aksara.
3. Tarigan, H. G. (2013). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.

Mengetahui

Kepala SDN No 100404 Aek Haminjon Kelas IV (Empat)

( Ernawati Hutasuhut, [Link] ) (Elda Yuliana Gultom, [Link])


NIP. 19750524200604 2005 NIP. 19940717201903 2012
MODUL AJAR
PENDEKATAN DEEP LEARNING

A. Identitas Penulis
• Nama Penyusun : Elda Yuliana Gultom, S. Pd
• Satuan Pendidikan : SDN No 100404 Aek Haminjon
• Tahun Ajaran : 2025/2026
• Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
• Fase :B
• Kelas/Semester : 4/2
• Alokasi Waktu : 18 JP

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih dimensi profil kelulusan yang sesuai:
• Keimanan dan Ketakwaan
• Kewargaan
• Penalaran Kritis
• Kreativitas
• Kolaborasi
• Kemandirian
• Kesehatan
• Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat

Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak


Indonesia Hebat:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu untuk
membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu hal baru
yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak? Mengapa
penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut menjaga
kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih awal
supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita perlu tidur
yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap hari!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran:
• ELEMEN: Menulis
• Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana dengan rangkaian
kalimat yang beragam dan informasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan
sekitar. Peserta didik mampu menggunakan kaidah sederhana kebahasaan
dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk menulis teks sesuai
dengan konteks. Peserta didik terampil menulis kalimat dalam tulisan Latin
dan tegak bersambung. Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:


1. Menulis kalimat yang beragam (tunggal dan majemuk sederhana) untuk
menyampaikan ide.
2. Menggunakan kosakata baru yang bermakna denotatif dalam tulisan sesuai
konteks.
3. Menulis berbagai teks sederhana (deskripsi, narasi personal, informasi
singkat) tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitar.
4. Menerapkan kaidah kebahasaan sederhana (huruf kapital, tanda baca,
ejaan) dengan benar dalam tulisan.
5. Terampil menulis dalam tulisan Latin dan tegak bersambung dengan rapi
dan terbaca.
6. Mengembangkan ide dan imajinasi menjadi tulisan yang bermakna dan
mudah dipahami pembaca.

E. Sarana dan Prasarana

1. Buku tulis dan alat tulis (pensil, pulpen, penghapus).


2. Buku panduan menulis atau contoh-contoh teks sederhana (cerita anak,
deskripsi benda, poster).
3. Kamus kecil atau daftar kosakata baru.
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol/kapur.
5. Media visual (gambar, foto, video singkat) untuk memancing ide menulis.

F. Target Peserta Didik

• Peserta didik reguler (tanpa kesulitan belajar yang signifikan).

• Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas.

G. Model Pembelajaran

• Model: Writing Process Approach (Pendekatan Proses Menulis)


dipadukan dengan Discovery Learning.
• Metode: Brainstorming, diskusi kelompok, penulisan draf, revisi, editing,
presentasi/pameran tulisan, dan umpan balik teman sebaya.
• Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan berfokus pada pemahaman
tahap-tahap penulisan, eksplorasi ide secara mendalam, penggunaan bahasa
yang presisi (denotatif), serta refleksi kritis terhadap tulisan sendiri dan tulisan
orang lain. Siswa didorong untuk menemukan "suara" mereka sendiri dalam
menulis dan mengaplikasikan kaidah kebahasaan secara kontekstual.

H. Pertanyaan Pemantik

Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):


• "Coba pejamkan mata sebentar, bayangkan kalian ingin menceritakan
sesuatu yang sangat seru kepada teman yang jauh. Bagaimana kalian bisa
menceritakannya tanpa bertemu langsung?"

• "Ketika kita menulis, apakah kita hanya asal menulis saja, atau kita harus
memikirkan apa yang ingin kita sampaikan agar orang lain mengerti?"

Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):


• "Pernahkah kalian menulis surat untuk seseorang yang kalian sayangi, atau
membuat daftar belanja untuk Ibu? Apa gunanya menulis itu?"

• "Menurut kalian, mengapa penting bagi kita untuk bisa menulis dengan baik
dan benar? Apa manfaatnya bagi masa depan kita?"

Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):


• "Kalau kalian bisa menulis cerita apa pun, cerita tentang apa yang ingin kalian
tulis? Mengapa cerita itu?"

• "Bagaimana perasaan kalian saat berhasil menulis sebuah cerita atau puisi
yang bagus dan teman-teman kalian menyukainya?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.

Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan "senam jari" ringan
untuk menyiapkan tangan mereka menulis.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi pengalaman
singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru menampilkan
sebuah benda sederhana (misalnya pensil, bunga, atau mainan) dan meminta
siswa untuk memikirkannya sejenak. Kemudian, guru bertanya: "Kalau kalian
ingin menggambarkan benda ini kepada teman yang tidak pernah melihatnya,
bagaimana kalian menuliskannya agar dia bisa membayangkannya?" Guru
mengajukan pertanyaan pemantik (sesuai bagian H) untuk membangun
kesadaran akan kekuatan tulisan.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya menulis dengan jelas, benar,
dan beragam untuk menyampaikan ide dan informasi. Guru menghubungkan
tujuan ini dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saat menulis catatan,
membuat jadwal, atau menceritakan pengalaman di buku harian.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)

Karena alokasi waktu 18 JP, diasumsikan 1 JP = 35 menit, sehingga total 9


pertemuan.

Pertemuan 1-3: Membangun Gagasan dan Menulis Kalimat Beragam


1. Eksplorasi Ide (Brainstorming & Kreativitas) (30 menit): Guru
menampilkan beberapa gambar (misalnya: pemandangan alam, kegiatan di
pasar, binatang peliharaan). Siswa secara individu diminta menuliskan
katakata atau frasa yang muncul di pikiran mereka terkait gambar tersebut.
Kemudian, dalam kelompok kecil, mereka saling berbagi ide.
2. Mengenal Kalimat Tunggal dan Majemuk Sederhana (30 menit): Guru
menjelaskan perbedaan kalimat tunggal (satu ide) dan kalimat majemuk
sederhana (dua ide yang digabungkan). Guru memberikan contoh dan
meminta siswa membuat beberapa contoh sendiri.
3. Menulis Kalimat Deskriptif (40 menit): Siswa diminta memilih satu objek di
kelas atau dari gambar yang ditampilkan. Mereka kemudian berlatih menulis
3-5 kalimat deskriptif tentang objek tersebut, menggunakan kalimat tunggal
dan majemuk sederhana. Guru berkeliling memberikan bimbingan.
4. Latihan Kosakata Denotatif (Discovery Learning) (20 menit): Guru
menampilkan beberapa kata (misalnya: indah, besar, cepat). Siswa diminta
mencari makna denotatif (makna sebenarnya) dari kata-kata tersebut, lalu
menggunakan kata-kata itu dalam kalimat deskriptif mereka.
5. Permainan "Sambung Kata Menjadi Kalimat" (20 menit): Guru menuliskan
satu kata, lalu siswa bergantian menambahkan satu kata lagi hingga menjadi
kalimat yang utuh dan bermakna.
Pertemuan 4-6: Menyusun Teks Sederhana (Narasi Personal dan Informasi
Singkat)
1. Pengenalan Tahap Menulis: Pra-menulis, Draf, Revisi (20 menit): Guru
menjelaskan bahwa menulis itu berproses. Dimulai dari mencari ide
(pramenulis), menulis pertama kali (draf), dan memperbaiki (revisi).
2. Pra-menulis: Membuat Peta Pikiran/Kerangka (Penalaran Kritis &
Mandiri) (40 menit): Siswa memilih satu pengalaman pribadi menarik
(misalnya: liburan, ulang tahun, kunjungan ke tempat baru) atau topik
informatif sederhana (misalnya: Cara Menanam Bunga, Manfaat
Berolahraga). Mereka membuat peta pikiran atau kerangka sederhana untuk
merencanakan tulisan mereka, termasuk ide pokok dan detail penting.
3. Menulis Draf Teks Narasi Personal/Informatif (50 menit): Berdasarkan peta
pikiran/kerangka, siswa mulai menulis draf pertama dari teks narasi personal
atau teks informatif mereka. Guru menekankan pada penyampaian ide yang
jelas, bukan kesempurnaan tata bahasa di awal.
4. Revisi Berpasangan (Kolaborasi & Komunikasi) (30 menit): Siswa saling
bertukar draf tulisan dengan teman sebangku. Mereka memberikan masukan
konstruktif tentang kejelasan ide, alur, dan apakah pesan sudah
tersampaikan. Guru memberikan panduan pertanyaan untuk revisi.
Pertemuan 7-9: Menyempurnakan Tulisan dan Keterampilan Menulis Tegak
Bersambung
1. Mengenal Kaidah Kebahasaan (Ejaan, Huruf Kapital, Tanda Baca) (25
menit): Guru menjelaskan dan memberikan contoh penggunaan huruf kapital
pada awal kalimat dan nama diri, tanda titik di akhir kalimat, serta ejaan kata
yang benar.
2. Editing Draf (Kemandirian & Penalaran Kritis) (45 menit): Siswa mengedit
draf mereka secara mandiri, berfokus pada perbaikan tata bahasa, ejaan,
penggunaan huruf kapital, dan tanda baca berdasarkan pelajaran
sebelumnya. Guru berkeliling memberikan bimbingan.
3. Latihan Menulis Tegak Bersambung (40 menit): Guru memberikan contoh
kalimat dalam tulisan Latin dan meminta siswa menuliskannya kembali dalam
tulisan tegak bersambung. Guru menekankan kerapian dan keterbacaan.
Siswa juga menulis ulang sebagian draf mereka dalam tulisan tegak
bersambung.
4. Proyek Akhir: "Buku Ceritaku/Majalah Pengetahuanku" (PBL &
Kreativitas) (60 menit): Siswa menyempurnakan tulisan mereka,
menambahkan gambar atau ilustrasi jika diperlukan. Hasil akhir dapat berupa
"buku cerita mini" atau lembaran "majalah pengetahuan" yang akan
dipamerkan di kelas.
5. Pameran Karya & Apresiasi (20 menit): Siswa memamerkan tulisan mereka
di dinding kelas atau di meja masing-masing. Mereka saling mengunjungi dan
memberikan apresiasi. Beberapa siswa dapat membacakan karya mereka di
depan kelas.
Penutup (± 15 menit per pertemuan)
1. Review Materi (5 menit): Guru bersama siswa merangkum poin-poin penting
yang telah dipelajari hari ini, khususnya tentang proses menulis, penggunaan
kalimat beragam, kosakata, kaidah kebahasaan, dan tulisan tegak
bersambung.
2. Refleksi Diri (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan reflektif (sesuai bagian
M) untuk membantu siswa menginternalisasi pembelajaran dan
merencanakan perbaikan di masa depan.
3. Pemberian Tugas/Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan tugas menulis
singkat di rumah (misalnya, membuat catatan harian, menulis deskripsi
tentang benda kesayangan), serta mengingatkan untuk selalu berlatih menulis
rapi.
4. Penutupan dan Doa: Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen Formatif (Sepanjang Pembelajaran):


1. Observasi Guru: Mengamati keaktifan siswa dalam brainstorming, diskusi
kelompok, proses revisi, dan latihan menulis.
2. Catatan Anecdotal: Mencatat respons siswa yang signifikan, baik positif
maupun yang memerlukan bimbingan lebih lanjut, terkait kemampuan menulis
dan penggunaan kaidah kebahasaan.
3. Penilaian Diri dan Antar Teman: Melalui rubrik sederhana untuk proses
revisi dan umpan balik antar teman.
4. Lembar Kerja: Penilaian draf tulisan, latihan kalimat beragam, dan latihan
kaidah kebahasaan.
Asesmen Sumatif (Akhir Unit Pembelajaran):
1. Proyek Akhir "Buku Ceritaku/Majalah Pengetahuanku": Penilaian produk
tulisan siswa berdasarkan rubrik yang komprehensif (sesuai rubrik LKPD).
2. Tes Tertulis:
o Menulis Teks Singkat: Menulis teks deskripsi atau narasi personal
sederhana tentang topik yang diberikan.
o Perbaikan Kalimat: Mengoreksi kalimat yang memiliki kesalahan
ejaan, huruf kapital, atau tanda baca.
o Menulis Tegak Bersambung: Menulis beberapa kalimat dalam tulisan
tegak bersambung dengan rapi.

K. Pemahaman Bermakna

Peserta didik akan memahami bahwa menulis adalah cara yang kuat untuk
mengungkapkan ide, perasaan, dan berbagi informasi dengan orang lain,
bahkan dengan mereka yang tidak ada di dekat kita. Mereka akan menyadari
bahwa menulis bukan hanya tentang keindahan tulisan tangan, tetapi juga tentang
kejelasan pesan, penggunaan bahasa yang tepat, dan kemampuan untuk merangkai
pikiran menjadi sebuah karya. Pemahaman ini akan menumbuhkan kepercayaan diri
mereka dalam berkomunikasi secara tertulis dan melihat menulis sebagai alat yang
kreatif dan bermanfaat.

L. Materi Bahan Ajar

Proses Menulis: Dari Ide Hingga Karya

Menulis bukanlah sekadar memegang pensil dan menggerakkannya di atas kertas.


Menulis adalah sebuah proses yang dimulai dari mencari dan mengembangkan ide
(pra-menulis), kemudian menuangkan ide-ide itu ke dalam bentuk tulisan pertama
(draf). Setelah itu, kita perlu membaca ulang tulisan kita dan memperbaikinya agar
lebih jelas dan mudah dibaca (revisi). Terakhir, kita mengoreksi kesalahan ejaan,
tanda baca, dan huruf kapital (editing). Melalui proses ini, kita bisa menulis berbagai
jenis teks sederhana, mulai dari cerita tentang pengalaman kita, deskripsi benda di
sekitar, hingga informasi singkat yang bermanfaat.

Bahasa dalam Tulisan: Kosakata Denotatif dan Kaidah Kebahasaan

Agar tulisan kita mudah dipahami, kita perlu memilih kata-kata yang tepat. Salah
satunya adalah menggunakan kosakata denotatif, yaitu kata-kata yang memiliki
makna sebenarnya, bukan makna kiasan. Misalnya, kata "pohon" secara denotatif
berarti tumbuhan berbatang kayu. Selain itu, ada kaidah kebahasaan sederhana
yang wajib kita perhatikan, seperti penggunaan huruf kapital pada awal kalimat dan
nama orang/tempat, serta tanda baca seperti titik (.) di akhir kalimat. Ejaan yang
benar juga sangat penting agar tulisan kita tidak menimbulkan salah paham. Dengan
memperhatikan hal-hal ini, tulisan kita akan menjadi jelas, akurat, dan mudah dibaca
oleh siapa pun.

Keterampilan Menulis Tangan: Latin dan Tegak Bersambung

Menulis yang baik juga berarti memiliki tulisan tangan yang rapi dan terbaca. Di
sekolah dasar, kita belajar dua jenis tulisan tangan: tulisan Latin (cetak) dan tulisan
tegak bersambung. Keduanya memiliki fungsi dan keindahan masing-masing.
Tulisan Latin lebih sering kita lihat di buku dan media cetak, sedangkan tulisan tegak
bersambung membantu kita menulis lebih cepat dan sambung-menyambung.
Penting untuk terus berlatih keduanya agar tangan kita terbiasa menulis dengan
rapi, sehingga ide-ide hebat yang ada di kepala kita bisa tersampaikan dengan baik
di atas kertas. Menulis adalah kekuatan yang luar biasa untuk berbagi dunia kita
dengan orang lain.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara menulis
hari ini?"

2. "Bagian mana dari proses menulis yang paling saya pahami dengan baik?
Bagian mana yang masih saya rasa sulit dan perlu saya latih lagi?"

3. "Bagaimana saya akan menggunakan kemampuan menulis ini untuk


mengungkapkan ide atau cerita saya di luar sekolah?"

Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik untuk sebagian besar
siswa? Jika tidak, bagian mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan
berikutnya atau dalam remedial?"

2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam


meningkatkan kemampuan menulis dan kreativitas siswa? Apa yang kurang
efektif dan perlu disesuaikan?"

3. "Bagaimana saya dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi


siswa untuk berani menulis dan berbagi karya mereka tanpa rasa takut
salah?"
N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)
Nama Peserta Didik:

Kelas:
Proyek Akhir: Menulis "Buku Harian Petualanganku" atau "Majalah Sains Mini"
Petunjuk:
1. Pilih salah satu dari dua pilihan proyek:

o Pilihan 1: Buku Harian Petualanganku (Menulis narasi personal)

Pikirkan satu pengalaman menarik atau petualangan seru yang pernah


kamu alami (misalnya, pergi berlibur, bermain di suatu tempat baru,
atau kejadian lucu di rumah). Tuliskan ceritamu dalam 2-3 paragraf.
Pastikan ceritamu memiliki awal, inti, dan akhir.

o Pilihan 2: Majalah Sains Mini (Menulis teks informatif)

Pilih satu topik menarik di lingkungan sekitar yang ingin kamu jelaskan
(misalnya, Cara Pohon Tumbuh, Manfaat Air Hujan, atau Mengapa
Kita Harus Tidur Cukup). Tuliskan informasinya dalam 2-3 paragraf.
Gunakan fakta sederhana yang kamu ketahui atau cari dari buku.

2. Dalam tulisanmu, perhatikan hal-hal berikut:

o Gunakan kalimat yang beragam (jangan hanya kalimat


pendekpendek).
o Gunakan kosakata yang tepat sesuai dengan makna sebenarnya.
o Tuliskan dengan rapi (boleh tulisan Latin atau tegak bersambung, pilih
salah satu).
o Periksa huruf kapital di awal kalimat dan nama diri. o Gunakan tanda
titik di akhir kalimat.
o Pastikan ejaan kata-katamu benar.
3. Kamu boleh menambahkan gambar atau ilustrasi yang sesuai dengan
ceritamu.

4. Setelah selesai, kamu akan memamerkan karyamu di kelas!

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Menulis Proyek Akhir


Skala 1 Skala 2 Skala 5
Kriteria Skala 3 Skala 4
(Sangat (Kurang (Sangat
Penilaian (Cukup) (Baik)
Kurang) ) Baik)
Ide Ide
kurang sangat
Ide tidak jelas, Ide jelas, jelas,
Ide cukup
jelas, tidak alur/stru alur/strukt alur/stru
jelas,
Pengemb ada ktur ur runtut, ktur
alur/struktur
angan alur/strukt tidak dan sangat
cukup
Ide & Isi ur, atau runtut, informasi runtut,
runtut, dan
Tulisan informasi atau disajikan informas
informasi
tidak informa dengan i kaya
memadai.
relevan. si baik. dan
terbatas mendala
. m.

Skala 1 Skala 2 Skala 5


Kriteria Skala 3 Skala 4
(Sangat (Kurang (Sangat
Penilaian (Cukup) (Baik)
Kurang) ) Baik)
Rangkaia Hanya Rangkai Menggunak Menggun Menggu
n Kalimat menggun an an akan nakan
& akan kalimat beberapa rangkaian rangkaia
Kosakata kalimat monoto kalimat kalimat n
tunggal, n, beragam, beragam, kalimat
kosakata kosakat kosakata kosakata sangat
terbatas, a cukup bervariasi beraga
dan sering kurang bervariasi dan tepat m,
kosakat
bervaria
a kaya,
si atau dan
tidak tepat tepat
kurang sebagian maknanya
maknanya makna
tepat besar tepat .
. (denotati
maknan maknanya.
f), dan
ya.
menarik.
Cukup
Hampir
banyak Sedikit
Banyak Beberapa tidak
kesalah kesalahan
kesalahan kesalahan ada
Kaidah an ejaan,
ejaan, ejaan, huruf kesalah
Kebahas ejaan, huruf
huruf kapital, atau an
aan huruf kapital,
kapital, tanda baca, ejaan,
(Ejaan, kapital, atau tanda
dan tanda namun huruf
Huruf dan baca yang
baca yang tidak kapital,
Kapital, tanda tidak
menggan menggangg dan
Tanda baca menggan
ggu u tanda
Baca) yang ggu
pemaham pemahama baca,
kadang pemaham
an. n. sangat
mengga an.
rapi.
nggu.
Kerapian Tulisan Tulisan Tulisan Tulisan Tulisan
& sangat kurang cukup rapi rapi, sangat
Keterbac tidak rapi, rapi, dan mudah rapi,
aan sulit kadang terbaca, dibaca, sangat
Tulisan dibaca, sulit dengan dan mudah
Tangan atau tidak dibaca, sedikit konsisten dibaca,
konsisten atau ketidakkons dalam dan
(Latin/sa tidak istenan. jenis estetik,
mbung). konsiste tulisan menunju
n. (Latin/sa kkan
mbung). keteram
pilan
yang
tinggi.
Skala 1 Skala 2 Skala 5
Kriteria Skala 3 Skala 4
(Sangat (Kurang (Sangat
Penilaian (Cukup) (Baik)
Kurang) ) Baik)
Sangat
kreatif
Sedikit
dalam
Tidak ada upaya
Kreatif penyajia
upaya untuk Cukup
dalam n,
untuk membu kreatif
penyajian, ilustrasi
Kreativita membuat at dalam
ilustrasi sangat
s & Daya tulisan tulisan penyajian,
relevan relevan,
Tarik menarik menarik ada ilustrasi
dan menarik,
atau tidak , yang cukup
menduku dan
ada ilustrasi relevan.
ng tulisan. memper
ilustrasi. kurang
kuat
relevan.
makna
tulisan.
Total Skor: /25 Nilai Akhir: (Total Skor / 25) * 100

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
• Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat
baik, dapat diberikan tugas untuk menulis cerita bergambar atau membuat
komik sederhana yang berlatar belakang lingkungan sekitar sekolah atau
rumah mereka.
• Mereka juga dapat menjadi "editor cilik" yang membantu teman-teman lain
dalam mengoreksi tulisan mereka.
Remedial:
• Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
• Guru dapat memberikan latihan menulis kalimat demi kalimat dengan fokus
pada satu kaidah kebahasaan saja (misalnya hanya fokus huruf kapital, lalu
diulang pada tanda baca).
• Pemberian lembar kerja dengan latihan menulis tegak bersambung yang
lebih terstruktur dan berulang.

P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman
mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan pengetahuan dalam
berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Denotatif: Makna sebenarnya atau makna lugas dari sebuah kata, tanpa
tambahan perasaan atau pikiran lain (contoh: "bunga" berarti bagian
tumbuhan yang berwarna-warni).

3. Teks Narasi Personal: Jenis tulisan yang menceritakan pengalaman pribadi


penulis secara berurutan, bisa berupa cerita harian, pengalaman liburan, atau
kejadian lucu.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Tarigan, H. G. (2015). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
3. Semi, M. A. (2018). Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa.
Mengetahui

Kepala SDN No 100404 Aek Haminjon Kelas IV (Empat)

( Ernawati Hutasuhut, [Link] ) (Elda Yuliana Gultom, [Link])


NIP. 19750524200604 2005 NIP. 19940717201903 2012

Anda mungkin juga menyukai