PROGRAM RENCANA STRATEGIS
PROGRAM RENCANA STRATEGIS
KEGIATAN PELAYANAN OBSTETRI NEONATAL
EMERGENSI KOMPREHENSIF ( PONEK )
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI
I. PENDAHULUAN
Pelayanan obstetri dan neonatal regional merupakan upaya
penyediaan pelayanan bagi ibu dan bayi baru lahir secara terpadu
dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensip
(PONEK) di Rumah Sakit. Rumah Sakit PONEK 24 jam merupakan bagian
dari sistem rujukan dalam pelayanan kedaruratan dalam maternal dan
neonatal, yang sangat berperan dalam menurunkan angka kematian ibu
dan bayi baru lahir. Kunci keberhasilan PONEK adalah ketersediaan
tenaga yang sesuai kompetensi, prasarana, sarana dan managemen
yang handal.
Wujud upaya yang dilaksanakan dalam mendukung visi RSU Bangli
“Menjadikan RSU Bangli sebagai kebanggaan masyarakat”, maka RSU
Bangli melakukan penajaman visi dan misi yang dituangkan dalam
rencana strategis tahun 2014-2016 yang dimaksudkan sebagai acuan
dalam memberi arah kemana organisasi akan dibawa dan bagaimana
cara mencapai tujuan dan sasaran melalui strategi yang terukur dan
dijabarkan dalam kebijakan, program dan kegiatan yang dilaksanakan
dalam 3 (tiga) tahun kedepan. Tujuan penyusunan Renstra RSUD Bangli
tahun 2014 – 2016 adalah membuat suatu dokumen perencanaan yang
digunakan sebagai acuan bagi pimpinan, staf dan tim PONEK dalam
melaksanakan seluruh program dan kegiatan untuk mewujudkan visi,
misi, nilai dasar, tujuan dan memberikan arah/ strategi, sasaran
strategis yang ingin dicapai selama tiga tahun ke depan.
II. LATAR BELAKANG
Seperti kita ketahui bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan angka
kematian neonatal (AKN) di Indonesia masih tinggi yaitu AKI
228/100.000 kelahiran hidup (KH) dan AKB 34/100 kelahiran hidup (SDKI
2007), keadaan tersebut diakibatkan oleh penyebab utama kematian
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI 1
PROGRAM RENCANA STRATEGIS
yang sebenarnya dapat dicegah melalui pendekatan deteksi dini dan
penata laksanaan yang tepat untuk ibu dan bayi. Di Indonesia penyebab
kematian ibu adalah perdarahan, infeksi dan Eklamsi, partus lama dan
komplikasi abortus. Penyebab kematian utama adalah perdarahan yang
sebagian besar disebabkan oleh retensio plasenta. Hal ini menunjukan
adanya manajemen persalinan kala III yang kurang adekuat. sedangkan
kematian ibu akibat infeksi merupakan indikatot kurang baiknya upaya
pencegahan dan manajemen infeksi. kematian ibu yang disebabkan
karena komplikasi aborsi adalah akibat dari kehamilan yang tidak
dikehendaki (KTD). Program menurunkan angka kematian ibu dan bayi
(maternal neonatal) dan meningkatkan pelayanan ibu dan bayi yang
mempunyai masalah komplikasi persalinan dan kelahiran kurang bulan
sangat diperlukan. Sehubungan hal tersebut perlu diperoleh dukungan
faktor keterampilan tenaga kesehatan khusus PONEK serta pelayanan
kesehatan ibu dan bayi yang berkualitas di Rumah Sakit. Pada
Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa – Bangsa pada tahun
2000 disepakati bahwa terdapat 8 Tujuan Pembangunan Millenium
(Millenium Development Goals) pada tahun 2015. Dua diantara tujuan
tersebut mempunyai sasaran dan indikator yang terkait dengan
kesehatan ibu, bayi dan anak yaitu:
1. mengurangi angka kematian bayi dan balita sebesar dua per tiga
dari AKB pada tahun 1990 menjadi 20 dari 25/1000 kelahiran hidup.
2. mengurangi angka kematian ibu sebesar tiga per empat dari AKI
pada tahun 1990 dari 307 menjadi 125/100.000 kelahiran hidup.
Berbagai permasalahan yang muncul sebagai acuan dalam
melaksanakan program rencana strategis adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya jumlah Tenaga Dokter umum dan spesialis
2. Belum semua unit memiliki SOP pelayanan
3. Belum diimplementasikannya Patient safety dan K3 RS
4. Perencanaan tenaga yang disusun belum berdasarkan analisis
kebutuhan
5. Belum diterapkannya fungsi manajemen modern
6. Masih kurangnya pengembangan produk baru bidang pelayanan
7. Belum menerapkan PPK BLUD secara penuh
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI 2
PROGRAM RENCANA STRATEGIS
8. Lokasi RSD Madani yang terletak di luar kota sehingga pasien dalam
kota menjadikan RS ini sebagai pilihan terakhir
9. Kurangnya program pengembangan staf
10. Untuk menjadi RS Umum masih dibutuhkan penyediaan pelayanan,
SDM, peralatan, sarana dan prasarana, serta administrasi dan
manajemen sesuai standar Permenkes
11. Jumlah dan kompetensi tenaga administrasi belum sesuai standar.
III. VISI RSU BANGLI
Menjadi Rumah sakit yang memuaskan dalam pelayanan, berkualitas
dalam Pendidikan dan penelitian bidang kesehatanserta senantiasa
berkomitmen dalam melakukan pengabdiankepada masyarakat luas.
IV. MISI RSU BANGLI
1. Memberi pelayanan kesehatan yang aman, professional dan
bermutu serta selalu berusaha melakukan perbaikan secara
berkesinambungan;
2. Terpenuhinya kuantitas dan kualitas sumber daya manusia
rumah sakit serta selalu berkomitmen menjaga mutu &
profesionalitasnya melalui Pendidikan dan pelatihan
berkelanjutan;
3. Tersedianya sarana dan prasarana yang memenuhi standar
terbaik sesuai perkembangan kebutuhan pelayanan serta ilmu
dan teknologi kedokteran;
4. Meningkatkan efektifitas, efisien dan profesionalitas
manajemenrumah sakitdengan budaya melayani;
5. Menjadi rumah sakit Pendidikan utama yang didukung oleh
sarana , prasarana terbaik serta didukung oleh sumber daya
manusia yang berkomitmen untuk kemajuan Pendidikan dan
penelitian;
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI 3
PROGRAM RENCANA STRATEGIS
V. TUJUAN UMUM DAN KHUSUS
1. Umum
Meningkatkan pelayanan Maternal dan Neonatal yang bermutu
dalam upaya Membangun kesepahaman, kesepakatan, dan
komitmen pimpinan, staf, dan karyawan RSUD Bangli dalam
meningkatkan kinerja organisasi; meningkatkan komunikasi dan
interaksi
2. Khusus
a. Tersajikannya pelayanan kesehatan umum yang bermutu dan
profesional
b. Diterapkannya pelayanan kesehatan yang bermutu dan
profesional
c. Terselenggarakannya kerjasama antar unit pelayanan dasar
untuk melaksanakan rujukan
d. Tersedianya SDM serta sarana prasarana medis dan non medis
untuk mendukung pelayanan kesehatan umum yang bermutu
dan professional
e. Dimilikinya organisasi dan manajemen RS yang efektif untuk
menyajikan pelayanan kesehatan yang professional
VI. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
1. pembentukan Team PONEK RSU Kabupaten Bangli
2. merencanakan pelayanan PONEK sesuai standar meliputi:
a. menyiapkan tenaga PONEK terlatih dan trampil dibidangnya
sesuai standar PONEK
b. Mengembangkan fasilitas PONEK dengan membangun gedung
PONEK
c. menyiapkan anggaran yang diperlukan sesuai kebutuhan yang
diperlukan dalam pelayanan PONEK
d. menyiapkan obat – obatan sesuai standar PONEK rumah sakit
e. menyiapkan peralatan dan fasilitas sesuai standar PONEK
f. membuat panduan sesuai pedoman PONEK nasional.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI 4
PROGRAM RENCANA STRATEGIS
3. melaksanakan kegiatan PONEK dalam bentuk:
a. melaksanakan rapat PONEK sesuai kebutuhan di tingkat rumah
sakit
b. melasanakan koordinasi dalam pelayanan PONEK dengan unit
terkait untuk memaksimalkan pelayanan
c. melaksanakan pelatihan ASI eksklusif, IMD, PMK dan manfaat ASI
kepada para Kader dan ibu PKK sekabupaten Bangli
d. melaksanakan pelayanan pojok ASI dan klinik laktasi
e. melaksanakan Home Care Visite
f. mengikuti audit maternal perinatal bila ada kasus kematian ibu
atau bayi di lingkungan internal maupun luar rumah sakit
g. mengikuti pelatihan PONEK baik di dalam maupun di luar rumah
sakit untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan prilaku
dalam pelayanan pasien terutama tim PONEK yang ada di RSU
Kabupaten Bangli
h. mengikuti lomba gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi Baru
Lahir (GRSSI-B) untuk mengukur seberapa jauh pelaksanaan
PONEK RSU Kabupaten Bangli
i. melaksanakan kelas ibu hamil untuk deteksi dan menambah
pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan
kehamilan beresiko
j. mengikuti pelatihan VCT maupun PMTCT untuk menjaring ibu
hamil sedini mungkin sehingga kualitas hidup dapat ditingkatkan
k. melaksanakan pencatatan dan pelaporan dalam bentuk laporan
harian, bulanan maupun setiap tahun
4. monitoring dan evaluasi program sesuai jadwal yang telah
ditentukan
5. melakukan koordinasi dengan Dinkes Kabupaten Bangli tentang
Monev program PONEK rumah sakit.
VII. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Kegiatan team PONEK RSU Kabupaten Bangli adalah
A. membentuk team PONEK
B. melakukan rapat team setiap tiga bulan sekali
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI 5
PROGRAM RENCANA STRATEGIS
C. melaksanakan kegiatan PONEK di rumah sakit
D. melaksanakan pencatatan dan pelaporan
[Link]
A. menurunkan AKI sesuai target MDGs yaitu 102/100.000 KH
B. menurunkan AKB menjadi sesuai target MDGs yaitu 20/1000 KH
C. menurunkan angka persalinan SC kurang dari 40 %
D. cakupan ASI eksklusif di rawat gabung menjadi 90%
E. meningkatkan keberhasilan perawatan BBLR menjadi 75%
F. meningkatkan pelaksanankan PMK untuk bayi BBLR di ruang
Perinatologi menjadi 85%
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI 6
PROGRAM RENCANA STRATEGIS
IX. MATRIK RENCANA STRATEGIS
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANGLI 7